cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Quiz Team Berbasis Permainan Kamus Mini terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 ., I Made Rai Saputra; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu ( nonequivalent control group design ). Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal yang berjumlah 152 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan pada setiap anggota populasi. Sampel dalam penelitian ini siswa siswa kelas V SD No. 2 Ayunan berjumlah 32 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajar quiz team berbasisi perminan kamus mini dan siswa kelas V SD No. 2 Dauh Yeh Cani berjumlah 31 siswa sebagai kelompok dengan pemebelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan berupa nilai hasil belajar IPS yang dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 5,32 > ttabel = 2,00 untuk signifikan 5% dan dk = 61. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H_o ditolak dan H_a diterima. Adapun nilai rata-rata hasil belajar pengtahuan IPS yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini 78,25 dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional 69,58. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini terhadap hasil belajar pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 Kata Kunci : Quiz team, permainan kamus, pengetahuan IPS This study aims to determine the effect of learning outcomes of IPS knowledge between grade V students in SD Gugus IV Abiansemal District Lessons Year 2016/2017 which dibelajarkan with quiz-based learning model of mini-game dictionary game and students who dibelajarkan with conventional learning. Types This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonequivalent control group design). The population of this study is all students of class V in SD Gugus IV Abiansemal District, amounting to 152 students. Determination of the sample is done by random sampling technique which is first done equality test on every member of population. The sample in this study is students of grade V SD. 2 Ayunan totaling 32 students as a group that was taught with a quiz team learner model based on the permission of mini dictionary and grade 5 students of SD. 2 Dauh Yeh Cani is 31 students as a group with conventional learning. The data collection is done by the type of objective method of standard double choice method. The data collected in the form of IPS learning result score which is analyzed by t-test. The result of data analysis is tct = 5.32> ttable = 2,00 for 5% significance and dk = 61. Based on testing criteria, Ho is rejected and Ha accepted. The average score of learning results IPS learning that dibelajarkan with quiz-based team learning model of the game dictionary mini 78.25 and students who dibelajarkan with conventional learning 69.58. Based on the results of this study can be concluded that there is influence of learning model quiz team based on mini game dictionary to result of learning knowledge of IPS student of class V SD Gugus IV Abiansemal Sub District Year Lesson 2016/2017 keyword : Quiz team, dictionary game, IPS knowledge
PENGARUH MODELEXPERIENTIAL LEARNING BERNUANSA VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK TERHADAPKOMPETENSI PENGETAHUAN IPA KELAS V SD GUGUS KI HAJAR DEWANTARA ., Ni Kmg Rany Aryuni; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent group design. Populasi penelitian ini siswa kelas V SD gugus Ki Hajar Dewantara sebanyak 316 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa yang terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 22 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SD Negeri 26 Dangin Puri sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah kompetensi pengetahuan IPA dengan bentuk tes pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thit =3,01> ttab 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=58 maka H0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 80,03 dan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 68,56. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model experiential learning bernuansa VAK berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara.Kata Kunci : experiential learning, VAK, kompetensi pengetahuan IPA. This study aims to determine the significant differences in science knowledge competence between students who are taught through experiential learning model nuanced VAK with students who were taught through conventional learning on grade V SD students of Ki Hajar Dewantara. This research is a kind of quasi-experimental research with non-equivalent group design. The population of this study are students of grade V SD of Ki Hajar Dewantara as many as 316 students. While the sample in this study as many as 60 students consisting of grade V students of SD Negeri 22 Dangin Puri as experimental group and VA 26 Dangin Puri as control group. Data collection is done by test method. The test used is the knowledge competence of IPA with the usual double choice test form. The data obtained were analyzed by using t-test analysis. Based on the result of t-test analysis obtained thit = 3.01> ttab 2,000 with significance level 5% and dk = 58 then H0 is rejected. This proves that there is a significant difference of science knowledge competence between students who are taught through experiential learning model of VAK nuance with students who are taught through conventional learning in grade V SD Kugajar Ki Hajar Dewantara. The result of the research shows that knowledge competence of science students that is learned through experiential learning model nuanced VAK is in good category with average score 80,03 and knowledge competence of science student which is learned through conventional learning is in enough category with average value 68,56 . Thus, it can be concluded that the application of experiential learning model nuanced VAK effect on knowledge competence of science students of grade V SD Gugus Ki Hajar Dewantara.keyword : experiential learning, VAK, science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS KOMPYANG SUJANA DENPASAR UTARA ., Putu Mega Nilayanti; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10781

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara yang berjumlah 388 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 9 Peguyangan berjumlah 47 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret dan siswa kelas IV SDN 7 Peguyangan berjumlah 40 siswa sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa dengan empat jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 5,666 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 85. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak. Adapun rata-rata Gain Skor kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret adalah 0,55, sedangkan pada kelompok yang dibelajarankan dengan pembelajaran konvensional adalah 0,38. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : number head together, kompetensi pengetahuan , IPA Abstract The purpose of this research is to know the significant difference of the natural Science competence of a group of students which is taught using cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media on science knowledge competence of IV graders of elementary school SD Gugus Kompyang Sujana North Denpasar Sub District in Academic Year 2016/2017.. This type of this researh is quasi experiment research with nonequivalent control group design. The population of this study is all students of fifth grade of SD Kompyang Sujana North Denpasar with total up to 388 students. The samples were taken randomly sampling technique. The sample in this research was the fifth grade students of SDN 9 Peguyangan with total up to 47 students as a group that was taught using cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media through conventional learning and the fifth grade students of SDN 7 Peguyangan with total up to 40 students as group control using conventional learning. The data were collected using a method in the form of standard multiple-choice objective test with four answers. The data that was obtained were analyzed using t-test analysis. The result of the analysis are tcount = 5,666 > ttable = 2,000 for 5% significance and dk = 85. Based on test criteria, there for H0 is rejected and Ha is accepted. The average score of natural Science competence in the group that was taught using cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media was 0,55, while in the conventional learning group was 0,38. Based on the result of this research, can be concluded that there is an influence of cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media to natural Science competence of fifth grade elementary school student of Kompyang Sujana District of North Denpasar academic year 2016/2017.keyword : number head together, concrete media, the natural Science competence
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Reinforcement Tehadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017. ., I Wayan Suastana; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbasis reinforcement dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IV Abiansemal Badung tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V SD Gugus IV Abiansemal Badung yang berjumlah 152 orang siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SD No. 2 Ayunan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 orang siswa dan siswa kelas V SD No. 2 Dauh Yeh Cani sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 31 orang siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 5,32 > ttabel = 2,00 pada taraf signifikansi 5% (α=0,05) dengan dk = (33 + 31 – 2) = 61 adalah 2,00. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbasis reinforcement dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh Antara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol ( = 78,25 > = 69,58). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbasis reinforcement berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus IV Abiansemal Badung.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, reinforcement, hasil belajar IPS. This study aims to determine the significant differences in IPS learning outcomes between students who were taught through Inquiry learning model based on reinforcement with students who were taught through conventional learning in grade V SD Abiansemal Badung in the 2016/2017 school year. This research is a quasi experimental research with the research design used is Non Equivalent Control Group Design. The study population is all the students of class V Elementary School IV Abiansemal Badung, amounting to 152 students. Determination of the sample in this study was done by random sampling technique to determine the experimental group and the control group with the result of the draw that is the students of grade V SD No. 2 Ayunan as the experiment group consisting of 32 students and students of grade V SD No. 2 Dauh Yeh Cani as a control group of 31 students. Methods of data collection using the usual type of objective type of objective test method. The data collected were analyzed by t-test. Based on the results of data analysis, obtained tcount = 5.32> ttable = 2.00 at 5% significance level (α = 0.05) with dk = (33 + 31 - 2) = 61 is 2.00. So it can be interpreted that there are significant differences in IPS learning outcomes between students who were taught by Inquiry learning model based on reinforcement with students who were taught by conventional learning. The average of IPS learning result obtained between the experimental group is higher than the control group students (= 78,25> = 69,58). Thus it can be concluded that the implementation of Inquiry Learning model based on reinforcement has an effect on the learning outcomes of Social Science students of Grade V Elementary School IV Abiansemal Badung.keyword : Guided Inquiry, reinforcement, IPS learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISIONS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., Kadek Lia Utami; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di kelas V Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Gugus Lektol Wisnu Denpasar dengan jumlah 333 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 6 Peguyangan berjumlah berjumlah 32 siswa sebagai kelas eksperimen, dan siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan berjumlah 32 siswa sebagai kelas Kontrol. Data penelitian berupa penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa, dikumpulkan dengan metode tes, dan selanjutnya dianalisis dengan uji-t. Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh t_hitung = 5,162, sedangkan t_tabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk = (32+32) – 2 = 62 adalah 2,000 sehingga t_hitung > t_tabel yang berdiri H0 ditolak (gagal diterima) dan Ha diterima. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran STAD berbantuan media gambar berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : STAD, Media Gambar, kompetensi Pengetahuan IPA This study aims to determine the significant differences in the mastery of science knowledge competence between students who are taught with STAD learning model assisted by the media images with students who were taught by conventional learning in class V Cluster Lieutenant Colonel Wisnu North Denpasar Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment with design of Nonequivalent control group design. The population of this study is all students of class V Gugus Lieutenant ColonelWisnu Denpasar with the number of 333 students. The sample in this research is class V student of SD Negeri 6 Peguyangan amounted to 32 students as experiment class, and grade V students of SD Negeri 12 Peguyangan amounted to 32 students as control class. Research data in the form of mastery of science knowledge competence of students, collected by test method, and then analyzed by t-test. From result of t-test calculation t_count= 5,162, While t_table at 5% significance level with dk = (32 + 32) - 2 = 62 is 2.000 t_count>t_tablestanding H0 rejected (failed acceptable) and Ha accepted. With these results it can be concluded that there is a significant difference in the mastery of science knowledge competence between students who are taught by STAD model of learning assisted media images with students who were taught by conventional learning. Thus, the learning model of STAD assisted by the media has an effect on the mastery of science knowledge competence of grade V student of Lieutenant Colonel Wisnu North Denpasar Lesson Year 2016/2017.keyword : STAD, Picture Media, Knowledge Science competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS UNTUNG SURAPATI DENPASAR TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Kadek Eni Suryaningsih; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10784

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan yang signifikan Penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang banyaknya 230 orang. Sampel ditentukan dengan random sampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV SD Negeri 14 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SD Negeri 7 Sumerta sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 34 siswa pada kelompok ekperimen dan 37 orang siswa pada kelompok kontrol. Data penguasaan kompetensi Pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes objektif berjumlah 32 butir tes yang telah divalidasi. Data Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA dianalisis dengan t-test. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional pada kelas IV . Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung= 7,75 > ttabel (α = 0,05, 69) = 2,000. Demikian pula nilai Rerata Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA siswa kelompok eskperimen = 86,85 > = 75,13 rerata penguasaan kompetensi Pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV.Kata Kunci : Think Pair Share, kompetensi pengetahuan IPA The purpose of this research in order to know the ionkadiction of scien is knowledge competence mastesy batwan the group students that follow kooperatif tipe think pair share (TPS) learning and the group student that follow convensional learning in grade IV SD Gugus Untung Surapati in academic year 2016/2017. Kind of this research is as am deceit experiment with using nonequivalent control group design research. The population of this research is all of the students in grade IV that amirint 230 persons. The sample is obtainable with random sampling. As the experiment sample is grade IV SD Negeri 14 Dangin Puri as the group eksperiment and grade IV SD Negeri 7 Sumerta as group control each group 34 student in group experiment and 37 students in group control. The data of science knowledge competence collected as an objective instrument test with 32 number of question that had been validation. This data is analysis by T-test. The result of analysis showed there is a significant difference in mastering knowledge sciences between the group students that leard by using kooperatif learning tipe think pair share (TPS) with the group student in using convensional learning. That’s proved with the quatification thitung= 7,75 > ttabel (a = 0,05, 69) = 2,000. Also for the average of mastering language sciences of group eksperiment student = 86,85 > = 75,13 the average mastering sciences of group control students. Thus can be conclude that kooperatif learning model TPS, had been influence toward knowledge science mastery of grade IV students SD Gugus Untung Surapati. keyword : Think Pair Share, Knowledge Mastery of science
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV ., Ayu Risa Fratika Dewi; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audiovisual dan siswa yang mengikuti dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus VII Kecamatan Kuta Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD di Gugus VII Kecamatan Kuta Selatan tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 174 orang siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas IV SD No.5 Pecatu sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 36 orang siswa dan siswa kelas IV SD No.4 Pecatu sebagai kelas kontrol yang berjumlah 34 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tes, jenis objektif bentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 6,28 > ttab=2,00 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audiovisual dan siswa yang mengikuti dengan pembelajaran konvensional, dan dilihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen = 79,12 > = 63,81 pada kelompok kontrol. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audiovisual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Kuta Selatan. Kata Kunci : Problem Based Learning, audiovisual, IPS This study aimed to determine the significant differences in social sciences learning outcomes between students who were taught by Problem Based Learning model with audiovisual media and the students with conventional learning of fourth grade students at Gugus VII elementary school of South Kuta. This research was quasi experimental with non equivalent control group design. The population of this research was the fourth grade students at Gugus VII elementary school of South Kuta in academic year 2016/2017 with total number 174 students. Random sampling technique was used in this research to obtain the sample and there were 36 students of fourth grade students at SD No.5 Pecatu as an experimental group, and 34 students of fourth grade students at SD No.4 Pecatu as control group. The data was collected by using multiple choice objective test and it was analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). The result find that thit =6,28> ttab = 2,00 at 5% significance level. Thus, there are significant differences of Social Science learning outcomes between students who were taught by using Problem Based Learning model with audiovisual media, and the students with conventional learning. Moreover, the average value of experimental group is 79,12 and 63,81 in control group, it means that the average value of experimental group is higher than control group. So, it can be concluded that Problem Based Learning model with audiovisual media influence the learning outcomes of social sciences of fourth grade students of Gugus VII elementary school of South Kuta.keyword : Problem Based Learning, audiovisual, social sciences
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERMEDIAKAN GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SDN 1 SANGSIT BULELENG ., Sri Wida Wahyuningsih; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10786

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Sangsit Kabupaten Buleleng menjadi permasalahan mendesak yang perlu dicari faktor penyebab dan alternatif pemecahannya. Temuan observasi awal bahwa rata-rata hasil belajar IPA sebesar 68,06 di kelas VA dan 67,28 di VB merupakan hasil belajar yang masih di bawah nilai KKM yaitu 69. Rendahnya hasil belajar IPA ini diduga karena strategi dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru cenderung kurang mengatifkan peserta didik, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengeksperimenkan model pembelajaran snowball throwing bermediakan gambar yang bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Sangsit Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 64 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik klaster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan metode tes dengan tipe tes objektif pilihan ganda. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis statistik inferensial teknik uji-t sampel independen. Hasil analisis data diperoleh bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 25,90 dan rata-rata skor kelompok kontrol adalah 23,21. Hasil analisis uji-t diperoleh bahwa thitung = 22,39 dan ttabel (p ttabel. Hasil ini berarti dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing bermediakan gambar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Negeri 1 Sangsit Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : model pembelajaran snowball throwing, media gambar, hasil belajar IPA The low learning outcomes of science in grade V students in SD Negeri 1 Sangsit Buleleng become an urgent problem that need to look for the factors of causes and alternative solutions. The findings of preliminary observation that the average of science learning outcome of 68,06 in class of VA and 67,28 in VB is result of study which is still below KKM value that is 69. The low result of science learning is allegedly because of strategy and instructional model applied by teacher tend to be less active learners, both physically and psychologically. Therefore, this research tries to experiment the learning model of snowball throwing provides an image that aims to know the effect on science learning outcomes in grade V students in SD Negeri 1 Sangsit Buleleng District. This type of research is quasi experimental research using non-equivalent design post-test only control group design. The population of this study is 64 people. Sample using cluster random sampling technique. The data were collected using a multiple choice objective test method. The data of the research were analyzed by descriptive statistical analysis method and inferential statistical analysis method of independent sample t test. The result of data analysis shows that the average of experiment group score is 25,90 and the mean of control group score is 23,21. Result of t-test analysis obtained that tobs = 22,39 and ttable (p ttable This result means that it can be concluded that the application of snowball throwing learning model has a significant effect on the learning outcomes of science in class V students of the Year 2016/2017 at SD Negeri 1 Sangsit Buleleng District.keyword : snowball throwing learning model, picture media, result of science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) BERMUATAN KONSEP TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., I Made Dwi Wiguna; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) bermuatan konsep Tri Hita Karana dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa sekolah dasar kelas V di Gugus I Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara simple random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar IPA berbentuk objektif yang terdiri dari 40 butir tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) bermuatan konsep Tri Hita Karana dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA (thitung=5,858 dan ttabel = 2,021 sehingga thitung>ttabel). Adanya perbedaan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) bermuatan konsep Tri Hita Karana berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa Sekolah Dasar kelas V di Gugus I Kecamatan Kintamani.Kata Kunci : Predict-Observe-Explain (POE), tri hita karana, hasil belajar. This study aimed to determine the difference of Science learning outcomes between students who were given learning Predict-Observe-Explain (POE) is loaded with Tri Hita Karana concept and students who were given conventional learning model in the fifth grade students in Cluster I District of Kintamani in the academic year 2016/2017. This study wis a quasi experiment with non-equivalent posttest only control group design and 46 samples taken by simple random sampling. The student Science learning outcomes were collected by using a objective test consisting of 40 test points. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistical analysis (t-test). The results of the study shows it was found that there were significant differences between students who given learning Predict-Observe-Explain (POE) with Tri Hita Karana concept and students who were given conventional model in term science score (tcount = 5.858 and ttable = 2.021 so tcount>ttable). The existence of these differences indicates that Predict-Observe-Explain (POE) learning model with Tri Hita Karana concept effected the fifth grade students in Cluster I District of Kintamani’s science outcome.keyword : Predict-Observe-Explain (POE), tri hita karana, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Muhammad Alfan Juniardi; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA. Model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media video lebih menekankan pada keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran melalui langkah-langkah berpikir, berbicara, dan menulis. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 2 Lelateng yang berjumlah 42 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik Random Sampling. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda sebanyak 25 butir soal. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, Uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (t hitung = 2,775 > t tabel = 0,4445). Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media video dan siswa yang tisak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada siswa kelas V di SDN 2 Lelateng Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : think talk write, media video, hasil belajar This study is aimed to know the significant differences on the result in studying IPA. The learning model Think Talk Write by using video is more emphasizing on students’ activeness in the learning process through the steps of thinking, talking, and writing. This study is quasi experiment with Post-test Only Control Group design. The population in this study were all fifth grade students in SDN 2 Lelateng in which the total of the students are 42 students. The sample of this study was determined by using Random sampling technique. The data was collected by using multiple choice with 25 questions. The data that had already collected was analyzed by using descriptive statistic, T-test no correlation. The result of this study indicates that (t count= 2.775> t table = 0.4445). Based on the explanation above, the researcher can conclude that there is significant differences result in learning IPA between the students who were taught by using learning model Think Talk Write (TTW) by assisted video and the students who were not taught by using learning model Think Talk Write (TTW) on fifth grade students in SDN 2 Lelateng, Negara Sub district, Jembrana Regency in academic year 2016/2017. keyword : think talk write, video media, learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue