cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Master Terhadap Pemahaman Konsep PKn Siswa Siswa Kelas V Di SD NO 1 Banyuning Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Kadek Ayu Mertasari; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Master dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD No 1 Banyuning, Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan cara random class sampling pada kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas V A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V B sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep yang dikumpulkan dengan tes. Bentuk tes yang digunakan adalah tes esay yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 9,13 > ttabel 2,01 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran MASTER yaitu 24,74 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 18,16 yang berada pada kategori tinggi maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan pemahaman konsep PKn yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran MASTER dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran MASTER, pemahaman konsep PKn. This study aimed at determining the differences between the concept of students understanding of learning through Master learning model and students who learned through conventional learning model. The study was quasi-experimental study (quasi-experiment). Population of this study were all fifth grade students in Banyuning 1 elementary school, Buleleng District, school year of 2013/2014. The samples were taken by sampling class randomly which was equivalent class. The chosen sample was V A class as groups of experiment and V B class as groups of control. The data was taken from the result of understanding concept of the students through test. The students were given essay test which had validated. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The result of this study showed that tcount 9,13> ttable 2.01 and supported by the differences between average score of learning model MASTER and conventional learning model. The students who learned by using learning model Master obtained 24,74. It was the highest category. Meanwhile the students who learned by using conventional learning models obtained 18,16. It was higher category. So Ha is accepted. It shown that there are differences of the concept of PKn understanding significantly between the students who learned using learning model MASTER and students who learn using conventional learning models.keyword : MASTER learning, understanding of the concept PKn.
PENGARUH MODEL PROBING-PROMTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V ., Putunda Al Arif Hidayatullah; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Probing-Promting dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V SD di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 142 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Pulukan yang berjumlah 20 orang dan kelas V SDN 1 Medewi yang berjumlah 19 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Probing-Promting dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model Probing Promting adalah 58,70 tergolong kriterian tinggi. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan model konvensional adalah 44,58 yang berada pada kategori sedang, dan thitung = 5,11, ttabel = 2,021 pada taraf signifikan 5%. Hal ini berarti bahwa thitung>ttabel. Jadi model Probing-Promting berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA di kelas V gugus Singasari kecamatan Pekutatan.Kata Kunci : Model Probing-Promting, Berpikir Kritis The aimed of this reserch was to know the difference between students? critical thinking who learn using Probing-Promting model and students? critical thinking who learn using conventional learning ain learning science of the fifth grade students in SDN Gugus Singasari Pekutatan district. This research was quasi experiment. The population of this research was grade five of SD gugus Singasari Pekutatan district consisted of 142 students, regency in the academic year 2013/2014. The sample of this research was grade five of SDN 2 Pulukan consisted of 20 students and grade five of SDN 1 Medewi consisted of 19 students. The instrument used to collecting the data were essay test. Data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research show that there is significant difference between critical thinking of students by using convensional and students critical thinking by using Probing-Promting model. Average score of the students critical thinking using Probing-Promting model is 58,70 classified as high criteria. Average score of the students critical thinking using convensional learning is 44,58 classified as intermediate criteria, and tobserved = 5,11, t table = 2,021 at the significant level 5% which means that tobserved>table. In this reseach Probing-Promting model is preponderant for the critical thinking students in learning natural science of the fifth grade students in gugus Singasari Pekutatan district.keyword : Probing-Promting model, critical thinking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA MADE PUTRA ., Ni Luh Putu Yuni Antari; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen kuasi dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Tonja sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 5 Tonja sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 36 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, yakni tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung=3,58 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=70 diperoleh nilai ttabel=2,000 sehingga thitung=3,58 > ttabel=2,000 maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia pada siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Rerata nilai kompetensi pengetahuan IPS yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia, yaitu 83,78 dengan predikat Baik (B) dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia yaitu, 74,25 dengan predikat Cukup (C). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : kompetensi pengetahuan IPS, TSTS, multimedia This study aims to determine the effect of cooperative learning model type TSTS multimedia assisted to the knowledge competence of IPS students of grade V SD Gugus Letda Made Putra. This research is an experimental research with experimental design used is a quasi experimental design with non-equivalent group design. Population in this research is all student of class V SD Gugus Letda Made Putra Year Ajisi 2016/2017. The sample of this research is students of class V SDN 2 Tonja as experiment group and class V student of SDN 5 Tonja as control group with total of each group as many as 36 students. The data collection method used is the test method, namely the usual double choice test amounting to 30 items that have been validated. The data analysis technique used is t-test. Result of data analysis obtained tcount=3.58 with significance level 5% and dk=70 obtained tcount value=2,000 so tcount= 3.58> ttable=2.000 then Ho rejected. This means that there are significant differences in the competence of IPS knowledge of students who are taught through cooperative learning model TSTS type multimedia and students who are not learned through cooperative learning model TSTS type multimedia assisted in grade V SD Gugus Letda Made Putra. The mean of IPS knowledge competency competency which is learned through cooperative learning model of TSTS type multimedia assisted, that is 83,78 with good predicate (B) and student which is not learned through cooperative learning model of TSTS type multimedia assisted that is, 74,25 with predicate Enough (C) . Thus, it can be concluded that the model of cooperative learning type TSTS multimedia assisted on the competence of knowledge IPS class V SD Gugus Letda Made Putra Year Teaching Year 2016/2017.keyword : IPS knowledge competence, TSTS, multimedia
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR BERDASARKAN KONSEP TRI PRAMANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD GUGUS XV KECAMATAN BULELENG I Kt. Dibia, Md. Ariestini, I Nym. Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.748

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Semester 2 Gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan non-equivalent post-test only control group desain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel dipilih sebanyak dua sekolah dari delapan sekolah dengan menggunakan teknik ?random sampling?. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh adanya pencapaian rata-rata nilai siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana yang tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 15,9 sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi dengan rata-rata 11,9.   Kata kunci: model siklus belajar, konsep tri pramana, hasil belajar
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS IV SD DI GUGUS V DEWANTARA KECAMATAN SERIRIT Srijaya, Gede Edi; Tegeh, I Made Made; Margunayasa, I Gede
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar PKn pada kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi PQ4R, mengetahui hasil belajar PKn pada kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran konvensional dan mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus V Dewantara Kecamatan Seririt Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus V Dewantara Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 126 orang. Sampel penelitian ini terdiri atas 2 sekolah yang ditentukan dengan cara random sampling, yaitu kelas IV SD N 3 Gunungsari yang berjumlah 23 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IV SD N 2 Mayong yang berjumlah 23 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dalam penelitian ini dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Strategi Pembelajaran PQ4R yang berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional yang berada pada kategori tinggi. Dengan demikian Strategi Pembelajaran PQ4R berpengaruh terhadap hasil belajar PKn.Kata Kunci : strategi pembelajaran PQ4R, hasil belajar PKn. This study aims to determine the of learning outcomes Civics in the group of students that learned to use PQ4R strategy, knowing Civics of learning outcomes in the group of students that learned using conventional learning strategies and to know the difference between Civics learning outcomes of students who take the learning with learning strategies Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) and students who follow learning with conventional learning models in the fourth grade students in Cluster V Dewantara Seririt District of academic year 2014/2015. This type of research is a quasi-experimental research design with Post-test Only Control Group Design. The study population was all fourth grade students in Cluster V Dewantara District of Seririt 2014/2015 school year, amounting to 126 people. The study sample consisted of two schools that are determined by means of random sampling, the fourth grade N 3 Gunungsari totaling 23 people as experimental class and fourth grade N 2 Mayong, amounting to 23 people as the control class. Civics students' learning outcome data in this study were collected by instruments shaped test description. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics. The results showed that there are differences in learning outcomes Civics significant between average students who take the learning with Learning Strategy PQ4R who are at very high category with an average of students who take the learning with conventional learning models that are in the high category. Learning Strategies PQ4R thus affect the results of learning civics.keyword : PQ4R learning strategy , learning outcomes Civics
Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Picture and Picture Berbasis IT pada Tematik Kharis, Ahmad
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 7, No 3 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v7i3.19387

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di SD Negeri Bener 01. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran siswa pada kelas 4 SD Negeri Bener 01 melalui penerapan model pembelajaran Picture And Picture berbasis IT.  Teknik pengumpulan data penelitian ini mengggunakan observasi yang dilakasanakan didalam kelas. Subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas 4 SD Negeri Bener 01 yang berjumlah 33 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan pada proses pembelajaran dengan perolehan data keaktifan pada saat pra siklus yaitu dari 33 siswa terdapat 17 siswa dengan persentase 51.51%, meningkat menjadi 81.82% dengan jumlah 27 siswa pada siklus I. Dan meningkat lagi menjadi 93.94% dengan jumlah 31 siswa pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa terjadi dikarenakan siswa telah memahami konsep pembelajaran Tematik melalui langkah-langkah yang terdapat dalam pembelajaran Picture And Picture, dan siswa lebih berantusias dalam mengikuti proses pembelajaran.                                                                                                                               Kata kunci: Keaktifan, Tematik, Picture and Picture berbasis IT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW 1 DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V Dsk. Pt. Parmiti, I Gd. Juniarta, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1560

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA setelah penerapan model pembelajaran koopratif tipe Jigsaw 1 dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani. 2011/2012.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan, subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani yang berjumlah 28 orang. Waktu pelaksanaan pada semester II (dua) Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian ini berlangsung pada II siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode diskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,25 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 60,71%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa yang diperoleh adalah 77,36 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 92,86%.hasil tersebut menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 1 dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani Tahun pelajaran 2011/2012.Kata-kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Tipe Jigsaw 1 , Alat Peraga, Hasil BelajarIPA.AbstractThis research aims at knowing the improvement of the studens? study esults on science lesson be implementingcooperative jigsaw I bearning model by using media toward the fifth gradee students of SD N 3 Sukawana kintamani district in the academisyear of 2011/2012.This research is action research. The subjects of the research were students of the fifth grade of SD N 3 Sukawana of Kintamani District. The were 28 students all together. The research was conducted in the second semester in academic year of 2011/2012. This research cansisted of 2 cycles. The method of collecting the data was observation and tes of study result. Futher more, the data was analyzed byusing descriptive qualitative method. The mean score of the students in cycle I are 63,25 and the precentage of the result was 60,71%. In the second cycle,the mean of the students secore was 77,36 with 9,86% student gol the mean score. The result shown that the implementation of cooperative jigsaw I learning model through media could improve the result of study of science for the fifth grade students of SD N 3 Sukawana Kintamani District in the academic year of 011/2012Key words: cooperative Jigsaw I learning model, media, the science study result 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Wayan Yogi Wintari; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng yang berjumlah 109 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling (undian) yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda, kuesioner, dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (thitung = 3,64 > ttabel = 1,980). Dibuktikan pula oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT yaitu 64,97 (kategori tinggi) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kovensional yaitu 58,82 (kategori sedang). Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : kooperatif, model kooperatif tipe TGT, hasil belajar IPS This research aimed to determine the differences of social science learning achievement between student group taught with cooperative learning model type TGT and those taught with conventional model. This research could be categorized as quasi research with post test only control group design. Research population was all fifth grade elementary school at cluster VIII of sub-distric Buleleng, Buleleng regency amounted to 109 students. Research samples were 63 students, determined by using random sampling technique. Data collected by applying learning achievement test using multiple choise-questions, questionnaire, and observation sheets. Data analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The results showed that there were differences between social science learning achievement of students taught with cooperative learning model type TGT and those taught with conventional model (tvalue = 3,64 > ttable = 1,980). It could be proved from the average score of those group in which the experiment group score equals to 64,97 (categorized as high) and control group score equals to 58,82 (categorized as sufficient). This means cooperative learning model type TGT positive effect on social learning achievement IPS in fifth grade elementary school students cluster VIII of sub-distric Buleleng, Buleleng regency.keyword : cooperative, cooperative learning model type TGT, social learning achievements
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MATEMATIKA TEMA CITA-CITAKU DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 27 PEMECUTAN ., I Made Eri Ariawan; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan langsung sebanyak 37 orang siswa dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung sebanyak 37 orang siswa pada siswa kelas IV semester 2 SD Negeri 27 Pemecutan. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester 2 SD Negeri 27 Pemecutan. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar pengetahuan matematika yang merupakan nilai kognitif siswa. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji t. Rata-rata hasil belajar pengetahuan matematika yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik mengunakan pertanyaan langsung lebih tinggi dengan rata-rata 54,40 dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung dengan rata-rata 47,54. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan matematika antara siswa yang melaksanakan pembelajaran pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan langsung dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung dengan t hitung =2,61; t tabel = 1,99. Hal ini berarti h0 ditolak dan ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran saintifik ditinjau dari karakteristik pertanyaan guru berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pengetahuan matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 27 pemecutan.Kata Kunci : pendekatan saintifik, hasil belajar matematika, karakteristik pertanyaan guru. This study aims to find out difference of learning result of mathematic knowledge between the student who was teached with scientific approach by using direct question equal to 37 students and the student group who was teached by using scientific by using indirect question equal to 37 student at the fourth grade semester 2 of SD Negeri 27 Pemecutan. This study is quasy experiment by using non equivalent control group design. Population in this study was all students fourth grade semester 2 of SD Negeri 27 Pemecutan. Sample was taken by random sampling. Data was collected in the form of mathematic knoledge thas was student cognitive value. Cognitive value was collected by using learning result test in the form of common multichoice. Data was analyze by t-test. Mean of mathematic knowledge has been obtained by the student who was teached with scientific approach by using direct question have highest (mean=54,4) than the student with scientific apporach by using indirect question (mean=47,54). The result shows that there was significant difference of learning result of mathematic knowledge who was teached with scientific approach with direct question with the student who was teached with scientific approach with indirect question with t-calculte = 2,61; t-table=1,99. Its mean Ho rejected and Ha accepted. It can be concluded that the scientific learning approach the question in terms of the characteristics of teachers significantly influence the results of mathematical knowledge learned in the fourth grade students of SD Negeri 27 Pemecutan.keyword : scientific approach, learning result of mathematic, teacher question characterist
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SD KELAS II ., Ketut Yuning Jayasri Pucangan; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar SD kelas II.di Desa Banjar Ambengan Tahun Pelajara 2016/1017. Penelitian ini termasuk penelitian Expost-Facto. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas II SD di Desa Banjar Ambengan dengan jumlah 57 dengan teknik sampling jenuh, data diambil dengan menggunakan kuesioner. Data penelitian dianalisis dengan teknik statistik yaitu regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara konsep diri dan hasil belajar diperoleh Fhitung= 8,83 > Ftabel 3,15. Hubungan antara pola asuh orang tua dan hasil belajar diperoleh Fhitung = 6,65 > Ftabel 3,15. Hubungan secara bersama-sama antara konsep diri dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar dengan Fhitung = 8,02 > Ftabel 3,15, yang berarti memiliki hubungan yang signifikan. konsep diri, pola asuh orang tua berhubungan secara siginifikan terhadap hasil belajar siswa kelas II SD di Desa Banjar Ambengan Kecamatan Banjar.Kata Kunci : Konsep Diri, Pola Asuh Orang Tua, Hasil Belajar This research aimed to determine the relationship betwaan self concept and learning outcomes, the relationship between parenting parents and learning outcomes, and the relationship between self concept and parenting parents toward learning outcomes elementary school grade II in the Banjar Ambengan village. This research is Expost-facto, the population of this study was a grade II elemetary scholl in the Banjar Ambengan Village, with total sample was 57. Sampling Jenuh technique was used in this study. The data was taken using a questionnaire. The data were analysed by using a statistical technique that was simple regression and multiple regressions. The result showed a relationship between self concept and learning outcomes Fcount = 8,83 > Ftable = 3,15. Relationship between parenting parents and learning outcomes Fcount =6,65 > Ftable = 3,15. Relations jointly between self concept and parenting parents toward learning outcomes Fcount = 8,02 > Ftable = 3,15, which means it has a significant relationship. That self concept and parenting parents significantly the relationship toward learning outcomes grade II elementary school in the village of Banjar Sub-district Banjar Ambengan.keyword : self concept, parenting parents, learning outcomes

Page 42 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue