cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER GANJIL SD NO 2 MENDOYO Pt. Nanci Riastini, I G. A. A. Ari Susanti, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1333

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas V semester ganjil SD No.2 Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tahun ajaran 2012/2013 melalui penerapan model pembelajaran kartu arisan. Jenis penelitian ini adalah penelitian PTK, yang dilakukan 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester ganjil SD No.2 Mendoyo Dangin Tukad Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 16 orang.Objek penelitian adalah hasil belajar siswa yang dibagi menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode tes. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai ranah afektif dan psikomotor siswa, sedangkan metode tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai ranah kognitif siswa. Data mengenai hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan mean rata-rata dan persentase rata-rata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan penerapan model Kartu Arisan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD No 2 Mendoyo Dangin Tukad. Terjadi peningkatan hasil belajar IPA yaitu dari hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh persentase sebesar 67,50% dan hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh persentase sebesar 81,20%. Jadi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 13,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa “Penerapan Model Pembelajaran Kartu Arisan” dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada guru yang mengajar di SD No 2 Mendoyo Dangin Tukad agar menerapkan model pembelajaran Kartu Arisan sesuai dengan langkah-langkah dan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini. Kata kunci: kartu arisan, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CTL BERBASIS BUDAYA BALI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS SUKAWANA ., I Kadek Nadiartana; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2448

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus Sukawana Kecamatan Kintamani Kabupaten bangli. Prosedur penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only with non equivalent control group design. Popupasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Sukawana Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data pemahaman konsep siswa diperoleh dengan menggunakan tes pilihan ganda diperluas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan dengan Rata-rata skor pemahaman konsep siswa kelompok eksperimen adalah 31,1 berada pada kategori tinggi sedangkan skor pemahaman konsep siswa kelompok kontrol adalah 24,8 berada pada kategori sedang dengan nilai thitung sebesar 3,215 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : CTL, budaya Bali, pemahaman konsep Abstract The research aims to determine differences in understanding of concepts in science among the group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture and the group of students who learned with conventional learning models in class V student of the school year 2013/2014 in the SD group Sukawana district of Kintamani Bangli regency. The research procedure is quasi-experimental studies and using post-test only design with non-equivalent control group design. Popupasi this study were all fifth grade students of elementary schools in the district of Kintamani Sukawana Cluster Academic Year 2012/2013. The sample used in this study amounted to 49 people. Sampling technique is random sampling technique, but the class was randomly assigned. Data obtained with students' understanding of the concept of using extended multiple choice test. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The analysis showed that there were differences in understanding concepts in science among the group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture and the group of students who learned with conventional learning models. This is evidenced by the average score of the experimental group students' understanding of concepts was 31.1 at the high category while scores of understanding the concept of the control group was 24.8 students in middle category with tcount ttab = 3,215 and then 2,021 t greater than ttab. Based on these results it can be said that a group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture is better than the group of students who learned with conventional learning models. keyword : CTL, Balinese culture, understanding concepts
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Ni Wayan Januk Parwati; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 148 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Culik dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Culik. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 23,81 berada pada kategori sangat tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 16,65 berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 6,31 > ttabel 2,021) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model make a match, hasil belajar This research aims to (1) describe the science learning outcomes group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media, (2) describe the science learning outcomes group of students that learned with conventional learning model, (3) determine differences in science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the academic year 2015/2016. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the school year 2015/2016, amounting to 148 students. Sample that taken by sampling random technique. The research sample that fourth grade students of SD Negeri 2 Culik and fourth grade students of SD Negeri 3 Culik. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that (1) the average score of science learning outcomes experimental group was 23.81 are at very high category, (2) the average score of science learning outcomes control group was 16.65 in middle category, (3) results of t-test analysis, obtained tcount is bigger than ttable (tcount=6,31>ttable=2,021) this means that there are significant differences between the science learning outcomes of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning model.keyword : model make a match, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GRUOP INVESTIGATION) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN KELAS III SEMESTER GANJILDI GUGUS IV DESA BANJAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Luh Retno Prasetiyani; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4533

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) berbantuan media gambar, (2) mendeskripsikan hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran secara Konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan Non equivalen ost-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas III semester ganjil di desa Banjar, kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 51 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar PKn dengan bentuk tes hasil belajar PKn dalam bentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat dari hasil rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding rerata kelompok kontrol (eksperimen= 23,26 > control = 18,24) dan hasil uji hipotesi dengan menggunakan uji-t dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 1,95146 > 1,67109. Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Group Investigation, hasil belajar Abstract This study aims to(1) describe the learning outcomes of students participating in learning PKN cooperative learning model GI(Group investigation) assisted image media, (2) describe the learning outcomes of students who take PKN conventional learning, (3) determine differences in GI-aided cooperative media images with students who take conventional learning. This study is a quasi-experimental study (quasi-experimental) with a study design that used non-equivalent ost-test only control group design. The study population was a third class of odd semester at Banjar village, Banjar sub district, Buleleng regency. as many as 51 students selected as the sample was determined by random sampling technique. data collected is the result of learning with shapes PKN, PKN achievement test used was a multiple-choice test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics namely t-test. The results showed that, there are differences in learning outcomes between students who learn by learning cooperative learning model GI-aided drawing media and students who studied with conventional learning strategies. it is seen from the results of the experiment group mean is higher than the mean of the control group (experimental =23.26>control =18.24) and the results of hypothesis testing using t-test with a calculated table is greater than 1.95146>1.67109 thus, a group of students who learned with learning using cooperative learning model GI-assisted media images showed better learning outcomes than the group of students who learned with using conventional learning strategies. keyword : Group investigation , saint study result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIK SETTING KOOPERATIF (RESIK) DIPADUKAN DENGAN ICE BREAKING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Ni Luh Fitriani Dewi; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif (RESIK) dipadukan dengan ice breaking terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan dengan jumlah 116 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik random. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No 1 Abiantuwung sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 33 siswa dan siswa kelas IV SD No 2 Abiantuwung sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes berbentuk tes uraian.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 4,69 pada taraf signifiknasi 5% dengan derajat kebebasan =61, diperoleh ttabel = 2,000, karena thitung = 4,69 > ttabel = 2,000 maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking dan siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking pada siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan. Rerata nilai hasil belajar matematika yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking, yaitu 82,30 dengan predikat Baik (B) dan siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking yaitu, 73,30 dengan predikat Cukup (C). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : RESIK, ice breaking, matematika This study aims to determine the effect of Realistic Cooperative Setting (RESIK) learning model combined with the ice breaking to the results of learning mathematics fourth grade students SD Gugus II Kediri Tabanan. This research is an experimental research with non-equivalent group design. The population of this study is all students of grade IV SD Gugus II Kediri Tabanan with the number of 116 students. Samples were taken using a random technique. The sample of this research is the fourth grader of SD No 1 Abiantuwung as experiment group with 33 students and fourth graders of SD No 2 Abiantuwung as control group with 30 students. Data collection method used is test method in the form of test description. The data analysis technique used is t-test. The result of data analysis is tcount = 4,69 at 5% significance level with degrees of freedom = 61, obtained ttable = 2,000, because tcount = 4.69 > ttable = 2,000 then Ho is rejected. This means that there are significant differences in the results of learning mathematics students who are taught using RESIK learning model combined with ice breaking and students who are not dibelajarkan using RESIK learning model combined with ice breaking in fourth grade students SD Gugus II Kediri Tabanan. The average value of mathematics learning result that is learned by using RESIK learning model is combined with ice breaking, that is 82,30 with good predicate (B) and the students who are taught do not use RESIK learning model combined with ice breaking that is, 73,30 with predicate Enough (C). Thus, it can be concluded that the RESIK learning model combined with the ice breaking effect on the learning outcomes of math students grade IV SD Gugus II Kediri Tabanan Lesson 2016/2017.keyword : RESIK, ice breaking, mathematics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD I G. A. Tri Agustiana, I Gd. Agus Mayga Putra, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.918

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 186 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu siswa kelas IVA sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IVB SD N 1 Taro sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan cara pengundian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimental semu dengan pola ”Non Equivalent Post-test Only Control Group Design”. Data hasil belajar siswa diperoleh dengan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Perbedaan tersebut dilihat dari hasil skor hasil belajar IPA siswa diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung=3,815>ttabel=2,021) pada taraf signifikansi 5%. Dengan kata lain, model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pengajaran langsung (direct instruction). Kata-kata kunci: Model Connected, Gambar, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN REASONING AND PROBLEM SOLVING BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., I Kadek Purwanta; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2158

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran Reasoning And Problem Solving dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 295 orang siswa. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling berjumlah 40 orang siswa SD Negeri 5 Penatih sebagai kelompok eksperimen, SD Negeri 2 Penatih yang berjumlah 39 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen tes. Tes yang digunakan berbentuk pilihan ganda biasa dengan jumlah 30 butir. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik parametrik uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika Model Pembelajaran Reasoning And Problem Solving dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Timur tahun pelajaran 2013/2014. Ini diperoleh berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit sebesar 2,52 dan ttab pada taraf signifikansi 5 % dan dk = 77 sebesar 2,000 karena thit > ttab, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dari paparan di atas, Model Pembelajaran Reasoning And Problem Solving berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Timur tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : reasoning and problem solving, hasil belajar The purpose this study was to know significant differences between the learning outresult of students who take mathematics learning Reasoning And Problem Solving with students who take conventional learning in the fifth grade SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Timur. This research is a quasi experimental study with a study design that was Nonequivalent Control Group Design. The study population was all students totaling 295 fifth grade students. Samples was determined by random sampling technique amounts to 40 students of SD Negeri 5 Penatih as the experimental group, SD Negeri 2 Penatih totaling 39 students as a control group. Learning outresult data collected with the test instrument. The tests used commonly in the form of multiple choice with the amount of 30 grains. The data collected were analyzed using parametric statistical analysis techniques t-test. These results indicate there is a significant difference math learning outcomes Learning Model Reasoning And Problem Solving with conventional learning in the fifth grade SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Timur school year 2013/2014. It was based on the analysis of data, obtained thit of 2.52 and ttab at 5% significance level and df = 77 of 2,000 for thit> ttab, then H0 is rejected and Ha accepted. From the above explanation, Model Learning Reasoning And Problem Solving effect on students' mathematics learning outcome in the fifth grade SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Timur school year 2013/2014. keyword : reasoning and problem solving model, learning outcome
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV ., Ni Putu Inggrid Dewi Galung; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasan kompetensi pengetahuan IPS siswa dengan penerapan model discovery learning berbantuan media grafis pada tema cita-citaku. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdapat tahapan-tahapan kegiatan yaitu rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB SD Negeri 9 Pedungan tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 39 siswa. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda biasa berjumlah 20 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif, deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan model discovery learning berbantuan media grafis terbukti dapat meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa. Dari refleksi awal diketahuai ata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa sebesar 68,8 dengan ketuntasan klasikal 56,41%. Pada akhir siklus I rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 70,42 dengan ketuntasan klasikal 66,7%. Penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kembali meningkat pada silus II yaitu menjadi 83,03% dengan ketuntasan klasikal 89,74%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning berbantuan media grafis terbukti mampu meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siswa kelas IV di SD Negeri 9 Pedungan tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : discovery learning, media grafis, kompetensi pengetahuan IPS This study aims to improve student’s mastery of competencies IPS with the application of discovery learning model aided by media graphics on the theme of my ideals. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle there are stages of activity that is the plan of action, action, observation and reflection. Subject were students in grade IVB at 9 Pedungan Elementary School 2015/2016 academic year consisting of 39 students. Data social study students' is mastery of competencies knowledge gathered through the usual multiple choice tests are 20 questions. The data were analyzed using descriptive statistics, quantitative and qualitative descriptive. The results showed that, the application discovery learning model aided by media graphic to improve mastery of competencies student’s knowledge in IPS. From the early reflections known average IPS mastery of competencies knowledge is 68.8 and classical completeness 56,41%. At the end of the first cycle of the average value of students increased to 70.42 with classical completeness 66.7%. Mastery knowledge of competencies IPS increased again in cycle II that became 83.03% and classical completeness 89.74%. Based on the results of the data analysis can be concluded that the application model discovery learning aided by media graphic proven to increase mastery of competencies of social studies in grade IV in SD Negeri 9 Pedungan the academic year 2015/2016.keyword : discovery learning, graphic media, knowledge of IPS competencies
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Wayan Rediarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus 13 Kecamatan Buleleng pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus 13 Kecamatan Buleleng yang berjumlah 190 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB dan VA SD Mutiara yang masing-masing berjumlah 36 dan 37 orang siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan VA sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yaitu tes hasil belajar IPA yang berupa tes objektif. Data yang dikumpulkan berupa skor hasil belajar IPA kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa dengan model TSTS tergolong kualifikasi sangat baik (X ̅=28,11), 2) hasil belajar siswa dengan model konvensional tergolong kualifikasi baik (X ̅=24,08), dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perhitungan dengan menggunakan uji-t yang memperoleh hasil thitung=53,22>ttabel (α=0,05) =2,00. Melalui perbedaan tersebut, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif TSTS berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Model Kooperatif, TSTS, Hasil Belajar IPA The purpose of this research was: 1) to describe the results of science learning after using TSTS cooperative learning model, 2) to describe the results of science learning after using conventional learning models , and 3) to know the differences of science learning outcome between the group of students who are learning with TSTS cooperative learning model and a group of students who are learning with conventional learning models in class V at cluster 13 sub district Buleleng the Academic Year 2013 / 2014. Kind of this research is a quasi experimental study. The population in this study are 190 students of fifth grade elementary school students at Cluster 13 sub district Buleleng. The samples in this study were students of class VB and VA at Mutiara elementary school each of which accounted by 36 and 37 students. Samples were taken using techniques random sampling in order to obtain the VB class as experimental group and VA as a control group. Data collected by the test method that tests science learning outcomes in the form objective test. Data collected in the form scores of science learning outcomes were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results showed: 1) learning outcomes of students with TSTS model classified as excellent qualifications (X ̅= 28.11), 2) student learning outcomes with conventional models classified as good qualifications (X ̅ = 24.08), and 3) there are significant differences of science learning outcomes between the groups of students who are learning TSTS cooperative learning model and groups of students who are learning with conventional learning models. The difference can be seen from the calculations using the t-test results gained tcount = 53.22 >ttable (α = 0.05) = 2.00. Through these results, it can be said that the TSTS cooperative learning model give positive effects on science learning outcomes.keyword : Cooperative Model, TSTS, Science Learning Outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Media lingkungan Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus Budi Utomo Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 ., Kadek Ari Setiawati; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10669

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa kelas IV yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional di SDN Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu ( nonequivalent control group design ). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling pada anggota populasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data yang dikumpulkan berupa nilai kompetensi pengetahuan IPA yang dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian berdasarkan analisis data, diperoleh thitung = 6,27 dan dengan taraf signifikan 5% (dk = 71) diperoleh harga ttabel = 2,00 maka H0 yang menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa kelas IV yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di SDN Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur ditolak, dan rerata pengetahuan IPA yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan, yaitu 84,5 dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional, yaitu 73,2. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur. Kata Kunci : model pembelajaran Group Investigation, media lingkungan , kompetensi pengetahuan IPA Abstract This research aimed to determine the significant differences of the competence of IPA knowledge between fourth grade students who learned with Group Investigation learning model assisted with the environment media with students learned the conventional learning in elementary school group Budi Utomo East Denpasar District. This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonequivalent control group design). The population in this research is all fourth graders in elementary school group Budi Utomo East Denpasar District. Determination of the sample is done by random sampling technique on member of population. Data collection method in this research is test method. The data collected in the form of the competence of IPA knowledge that is analyzed by t-test. The result of research based on data analysis, obtained tcount = 6,27 and with significant level 5% (dk = 71) obtained ttable price = 2.00 then H0 which states there is no difference of the competence of IPA knowledge competence among fourth grade students who learned with Group Investigation learning model assisted with the environment media with students who learned the conventional learning in elemenrary school group in Budi Utomo East Denpasar District was rejected, and the average of IPA knowledge learned using Group Investigation model assisted with the environment media, that is 84,5 and students Which learned the conventional learning, which is 73,2 Thus, it can be concluded that there is influence of Group Investigation learning model assisted with the environment media of competence of IPA knowledge of fourth grader of elementary school group Budi Utomo East Denpasar District. keyword : Group Investigation learning model, the environment media, IPA knowledge competence

Page 43 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue