cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYINGTERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD SELAT GUGUS VII,KECAMATAN SUKASADA,KABUPATEN BULELENG TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Mada Oka Mahendra; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran Role Playing dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Gugus VII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah enam kelas dengan jumlah siswa 101 siswa. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan jumlah 35 siswa, yang ditentukan dengan cara simplerandom sampling. Data kemampuan hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar berbentuk uraian. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t dengan bantuan program Microsoft Excel 2007 for Windows.Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode Role Playing berada pada kualifikasi baik (M=33,45; SD=4,76), sedangkan hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi cukup (M=27,5; SD=6,477). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metoede Role Playingdan hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung=3,42> ttabel=2,021; db=40).Hal ini berarti bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode Role Paying lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Kata Kunci : metode Role Playing, konvensional, dan hasil belajar This research is to know difference between study result of the student who study using Role playing metode approach and students who study using conventional study in sains subject. The research is false experiment with post test only control group design plan. This research population is all of 5tn grader student in SD gugus VII Sukasada, Buleleng, academic year 2014/2015 which has 6 classes and 101 students. The sampel is 2 classes with 42 students, which be gotten by simplerandom sampling. The data was collected by essay. Data is analyzed by descriptive statistic and t-test by Microsoft Excel 2007 for Windows. All test was done in 5% significancy level. The result shows that students who study using Role Playingis metode in good qualification (M=33,45; SD=4,76), meanwhile students who study by conventional sytem are in enough qualification (M=27,5; SD=6,477). T-test result shows that there is a difference between studying using Role playing metode conventional system (tcount=3,42> ttable=2,021; db=40). It means that Role playing is better then conditional usay.keyword : Role playing metode, conventional, studying result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., I Wayan Pradnya Setiawan; ., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.; ., Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri, S.Ps
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran learning cycle 5e berbantuan mind mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V SD semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017 di Gugus VII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017 di Gugus VII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. yang berjumlah 90 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t sampel independen). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 9,855 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) =1,684, hal ini berarti bahwa thitung > ttabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5e berbantuan mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 22,8 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 15,318. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran learning cycle 5e berbantuan mind mapping berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017 di Gugus VII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : hasil belajar matematika, learning cycle 5e, mind mapping. This study aimed to know the difference in the results of significant mathematics learning achivement between students who are learn through learning cycle 5E model with mind mapping and students who are learn through conventional models. The research is quasi experimental research using non-equivalent design post-test only control group design. The population of this study is all students of class V in even semester of the year of Study 2016/2017 in Gugus VII, Buleleng Subdistrict, Buleleng District which consists of 90 students. The sample of the research is the V students of SD Negeri 2 Banjar Bali and the V grade students of SD Negeri 1 Kampung Kajanan. Sampling technique used in this study is random sampling technique. Data were collected by multiple choice learning test instruments and were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (independent sample T-test). Based on the data analysis, it is found that tcount = 9,855 and ttable (at significance level 5%) = 1,684. This means that tcount> ttable. So that, it can be said that there are significant differences between group of students who are taught by learning cycle 5E model with mind mapping with groups of students who are taught by conventional learning model. From the average of the count, it is known that the experiment group average is 22,8 and the control group average is 15,318. This means the implementation of learning cycle learning model 5E with mind mapping have a positive effect on the students' mathematics learning outcomes in grade V of the even semester academic year of 2016/2017 in Buleleng District Buleleng VIIkeyword : mathematics learning achivement, learning cycle model 5e, mind mapping
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS 4 SDN 2 SESETAN DENPASAR Ni Wyn. Suniasih, Ni Luh Kd. Dwi Pradnyani, I Wyn. Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.957

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas 4 SDN 2 Sesetan Denpasar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain Pra-Eksperimen jenis desain statis dua kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A SDN 2 Sesetan sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas IV B SDN 2 Sesetan sebagai kelompok eksperimen yang masing-masing berjumlah 39 orang. Data hasil belajar IPS diperoleh dengan menggunakan metode tes dan metode observasi. Data kemudian dianalisis dengan statistik uji t. Berdasarkan analisis data diperoleh t hitung sebesar 2,45 sedangkan dengan menggunakan taraf signifikan 5% dan dk = n1+n2–2 (dk = 39+39-2=76) diperoleh t tabel (α=0,05) sebesar 1,99. Karena t hitung= 2,45 > t tabel(α=0,05) =  1,99, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai rata-rata kelompok eksperimen  = 78,41 > nilai rata-rata kelompok kontrol  = 73,44. Ini berarti ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas 4 SDN 2 Sesetan Denpasar. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 4 SDN 2 Sesetan Denpasar.   Kata Kunci: Kooperatif Tipe Talking Stick, Hasil Belajar.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., I Made Dyatma Dipayana; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, 2) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran rotating trio exchange (RTE), 3) pengaruh yang signifikan pada hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran rotating trio exchange (RTE) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD gugus VIII Kecamatan Blahbatuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 158 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berupa tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional tergolong sedang, dengan mean 14,31, 2) skor hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan stategi pembelajaran rotating trio exchange (RTE) tergolong sangat tinggi, dengan mean 22,91, 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran rotating trio exchange dengan kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus VIII kecamatan Blahbatuh, dengan thit > ttab (thit = 5,37 > ttab = 1,658).Kata Kunci : Rotating Trio Exchange, Hasil Belajar This study aimed to determine: 1) description of sudents’ mathematics learning outcomes who learned with conventional learning, 2) description of sudents’ mathematics learning outcomes who learned with rotating trio exchange (RTE), 3) significant influence in the sudents’ mathematics learning outcomes among groups of students who learned with rotating trio exchange (RTE) with a group of students who learned with conventional learning on the fifth grade students in the academic year 2013/2014 in primary schools in the cluster VIII of Blahbatuh district. This study was a quasi-experimental research design and used post-test only control group design . The subjects were all the fifth grade students in primary schools in the cluster VIII of Blahbatuh district which amounts to 158 students. The sampling technique was random sampling technique, but that was a random class. Data were collected with test in the form of objective test. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The results of this study found that: 1) sudents’ mathematics learning outcomes who learned with conventional learning tend to be low, with a mean of 14,31, 2) score of sudents’ mathematics learning outcomes who learned with rotating trio exchange (RTE) tend to be high, with a mean of 22,91, 3) there was significant influence in the sudents’ mathematics learning outcomes among groups of students who learned with rotating trio exchange (RTE) with a group of students who learned with conventional learning on the fifth grade students in the academic year 2013/2014 in primary schools in the cluster VIII of Blahbatuh district, with tarithematic > ttable (tarithematict = 5,37> ttable = 1,658). keyword : Rotating Trio Exchange, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ., Nyoman Evy Pramandaputri; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7127

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar pada kompetensi sikap dalam belajar IPA, (2) meningkatkan hasil belajar pada kompetensi pengetahuan IPA dan (3) mendeskripsikan hasil belajar pada kompetensi keterampilan dalam belajar IPA siswa kelas IVA SD Negeri 7 Pedungan melalui penerapan model Problem Based Learning berorientasi pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD Negeri 7 Pedungan yang berjumlah 47 orang siswa. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA meliputi kompetensi sikap dalam belajar IPA, kompetensi pengetahuan IPA, dan kompetensi keterampilan dalam belajar IPA. Data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar IPA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi untuk mengumpulkan data kompetensi sikap dan keterampilan dalam belajar IPA dan metode tes untuk mengumpulkan data kompetensi pengetahuan IPA. Data dianalisis mengunakan analisis statistik deskriptif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) melalui penerapan Problem Based Learning berorientasi pendidikan karakter dapat menumbuhkan sikap dalam belajar IPA, teramati dari bertambahnya kuantitas siswa dari pra siklus ke siklus I dan siklus II yang mencapai indikator kompetensi sikap yang telah ditetapkan. (2) Pada kompetensi pengetahuan IPA yang mencapai predikat sangat baik sebanyak 68,09% pada siklus I meningkat menjadi 80,85% pada siklus II. (3) Terjadi perubahan kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi keterampilan dalam belajar IPA dari pra siklus ke siklus I dan siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berorientasi pendidikan karakter dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IVA SD Negeri 7 Pedungan. Kata Kunci : problem based learning, karakter, hasil belajar IPA This study aimed to describe the attitude of learning outcomes competences in science learning, improve learning outcomes in knowledge competence of science, and describe learning outcomes in competency skills in learning science students in grade four through application oriented model of character education. This research is a classroom action research conducted two cycles. The subjects in this study is a fourth grade who totaled 47 students. Object of this research is the result of learning science competencies include attitudes in learning science, knowledge of scientific competence, and competence skills in learning science. Data collection methods used are observation to collect data competence attitudes and skill in learning science and test method for collecting data science knowledge competencies. Data analysis using descriptive statistical analysis, descriptive analysis of quantitative and qualitative descriptive analysis.The results of this research is (1) through the application of Problem Based Learning oriented character education can foster an attitude of learning science, it is observed from the increased quantity of students from pre-cycle to cycle I and cycle II which reach the indicators of competence attitudes that have been applied. (2) On the competence of science knowledge that predicate excellent as much as 68,09% of all students in the first cycle increased to 80,85% in cycle II. (3) The changes in quantity of students who meet the indicators of competence in learning science skills of pre-cycle to cycle I and cycle II. Thus it can be concluded that the application of the model Problem Based Learning oriented character education can improve learning outcomes of science students in grade four.keyword : problem based learning, character, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Made Agus Edi Septiawan; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT berbantuan media audio visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah kelompok siswa kelas V SD Negeri 1 Bebetin yang berjumlah 21 orang sebagai kelompok eksperimen dan kelompok siswa kelas V SD Negeri 3 Bebetin yang berjumlah 21 orang sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar adalah tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t sampel independent (tidak berkorelasi) dengan rumus polled varians. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 6,021 dan ttabel sebesar 2,021 maka thitung > ttabel yang diuji pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 40. Perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan atara kedua kelompok disebabkan oleh beberapa temuan di lapangan sebagai berikut. Pertama, pada model pembelajaran TGT terdapat komponen berupa game dan tournament yang tentunya disukai oleh siswa. Kedua, belajar secara kooperatif sangat baik bagi tumbuhnya minat. Ketiga, pemberian penghargaan kelompok dapat menggairahkan semangat belajar dan memberikan motivasi kepada setiap kelompok untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya. Keempat, penggunaan media audio visual (media video pembelajaran), siswa akan terbantu untuk memahami materi pelajaran. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya.Kata Kunci : Audio Visual, Hasil Belajar, TGT. This research aims to investigate the significant difference of learning achievement in science subject between the students who was learnt using cooperative learning model TGT type assisted by audio visual media and the students who was learnt using convensional learning model. This is a quasi experimental research in non-equivalent control group design. The population of this research is the fifth grade students of cluster II in Sawan subdistrict in academic year 2016/2017. The sample of this research is 21 fifth grade students of SD Negeri 1 Bebetin as the experimental group and 21 fifth grade students of SD Negeri 3 Bebetin as the control group. The method of data collection used objective test. The instrument used to collect thw data was learning achievement test. The data analysis used to test the hypothesis was T-test independent sample (incolerated) using polled varians. The result of hypothesis claimed that tcount in the number of 6.021 and ttable in the number of 2.021 which means that tcount > ttable examined 5% significant with 40 degree of freedom. The significant different of the learning achievement caused by two things. The first one, there were lovable games and tournament on the TGT learning model. Second, cooperative learning was good to improve willingness to learn. Third, reinforcement can encourage the students to learn and motivate the groups to maintain their group succeed. Forth, the use of audio visual media (learning video) helped the students to understand the lesson. Hopefully, this research can be a reference for the next research.keyword : Audio Visual, Learning Achievement, TGT
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif dengan Setting Kelompok Belajar Kompetitif terhadap Keterampilan Proses IPA Kelas V ., Ni Made Rini Anggraeni; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses IPA yang signifikan antara kelompok siswa di Gugus 3 Kecamatan Buleleng yang mengikuti pembelajaran model generatif dengan setting kelompok belajar kompetitif terhadap kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain post-test only control group design. Populasi penelitian adalah kelas V SD di Gugus 3 Kecamatan Buleleng pada tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 5 Jinengdalem dan SD No. 1 Poh Bergong. Data keterampilan proses sains diperoleh melalui tes keterampilan proses sains. Data dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 6,583 dan ttabel = 2,000 (taraf signifikasi 5%). Hal ini berati thitung > ttabel. Dan dari rata-rata hasil post-test keterampilan proses sains, diketahui bahwa kelompok eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dengan M = 42,19 dan kelompok kontrol berada pada kategori sedang dengan M = 31,92. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran generatif dengan setting kelompok belajar kompetitif berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V SD di gugus 3 Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : generatif, kelompok belajar kompetitif, keterampilan proses sains. The purpose of this research is to recognize the difference significant science process skills among groups of students in Gugus 3 Buleleng which follows generative learning model with a competitive group settings and the students who followed the conventional model learning 2013/2014 period. This research is a Quasi Experimental Research and using the post - test only control group design. The study population is a fifth grade elementary school in Gugus 3 Buleleng in 2013/2014 period. The sample is a fifth grade students of SD No. 5 Jinengdalem and SD No. 1 Poh Bergong . The data of science process skills acquired through science process skills test. The data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and t-test . The results showed that tarithmetic is 6.583 and the ttable is 2.000 (5% significance level). This means tarithmetic more than ttable. And the average post-test results of science process skills, note that the experimental group is at extremely high category with M = 42.19 and control groups in middle category with M = 31.92. So, it can be concluded that the generative learning model with a competitive group settings affect learning science process skills of fifth grade students of elementary schools in the Gugus 3 Buleleng 2013/2014 period.keyword : generative, competitive learning groups, science process skills.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING TIPE EVENTS CHAIN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV Md. Suarjana, Pt. Ariastawan, Ign. I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.804

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan  hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran concept mapping tipe events chain dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental. Rancangan penelitian menggunakan desain posttest only control group design. Populasi dari penelitian ini yaitu 5 SD yang terdapat di Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Setelah populasi terbukti memiliki kemampuan yang setara, selanjutnya dipilih 2 SD sebagai sampel dengan cara random. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS. Bentuk tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran concept mapping tipe events chain dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran konvensional. Nilai thitung = 42,2 > ttabel = 2,000 (  = 0,05 ; db = 62). Hasil belajar IPS kelompok eksperimen sebagian besar skor cenderung tinggi dan nilai rata-rata berada pada kategori sangat baik, sedangkan hasil belajar IPS kelompok kontrol sebagian besar skor cenderung rendah dan nilai rata-rata berada pada kategori cukup. Hal ini menggambarkan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran concept mapping tipe events chain menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran konvensional.   Kata kunci: concept mapping tipe events chain, konvensional, dan hasil belajar.
PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA ., Putu Deni Lesmana; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses sains dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di Gugus VII Kecamatan Sukasada. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V semester ganjil di Gugus VII Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 148 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 2 Selat yang berjumlah 35 orang dan siswa kelas V SD No. 3 Selat yang berjumlah 35 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan keterampilan proses sains dengan yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari hasil uji–t diperoleh thitung = 6,60 dan ttabel (db =68 pada taraf signifikansi 5%) = 1,980. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sedangkan hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan pendekatan keterampilan proses sains adalah 21,40 lebih besar dibandingkan dengan yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 14,14, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di Gugus VII Kecamatan Sukasada. Kata Kunci : pendekatan keterampilan proses, hasil belajar IPA This research has purpose to know the differences of the science study result between students who join learning through science skills approach with students who join learning through conventional method in 5th grade student 2013/2014 at cluster number 7 Sukasada subdistrict. The type of this research is apparent experiment research. The population of this research is 5th grade student in uneven semester at cluster number 7 Sukasada subdistrict 2013/2014 which is 148 people. The sample of this research is 5th grade student of elementary school number 2 Selat which is 35 people and 5th grade student of elementary school number 3 Selat which is 35 people. The data of the study result is collected by multiple choice test. The data is analyzed by descriptive statistic analysis and inferential analysis (t- test). The result of this research indicates that there is the differencebetween students who join learning through science skills approach with students who join learning through conventional method. It is seen from the result of t-test, while the average of science which teach through science skills approach is 21,40 more than the result of science study learning through conventional method which is 14,14, then, it can be concluded that the science skills approach influences to the result of science study in 5th grade 2013/2014 at cluster number 7 Sukasada cluster.keyword : approach process skills, learning outcomes IPA
Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Berbantuan Media Grafis Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Gugus 1 Mengwi ., Ni Luh Rinayanti; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan media grafis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini tergolong eksperimen semu, dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 1 Mengwi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah SD No. 4 Cemagi dan SD No. 2 Cemagi. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh dari hasil pengundian, dengan hasil SD No. 2 Cemagi sebagai kelompok eksperimen dan SD No.4 cemagi sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data hasil belajar matematika siswa mengunakan tes uraian. Data dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan media grafis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal tersebut dilihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen 81,53 dan nilai rata-rata kelompok kontrol 74,79. Perbedaan yang signifikan juga terlihat pada hasil analisis data yakni, t_hitung sebesar 5,15 sedangkan t_(tabel )sebesar 2,00. Karena t_hitung > t_(tabel ) dapat disimpulkan bahwa pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan media grafis berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 1 Mengwi. Kata Kunci : pendekatan pendidikan matematika realistik, media grafis, hasil belajar matematika. The objective of this study is to determine the significant differences between students’ learning outcomes of match subject with use match education learning approach which assist by graphic media with students who use the conventional learning. This study is a quasi experiment with the design of the study is Non-Equivalent Control Group Design.The population of this study is conducted to all of the fifth grade students of SD Gugus 1 Mengwi. The sample was taken by using purposive random sampling technique. The samples of this study are SD No. 4 Cemagi and SD No. 2 Cemagi. To determining the experiment group and the control group is obtain from the result of raffle, and the result is SD No.2 Cemagi as the experiment group and SD No.4 Cemagi as the control group. The result data of learning match subject was collected by essay test. Data was analyzed by t-test after all of data are collected. The result showed there were significant differences in learning outcomes of students who learned match subject with using match education learning approach which assist by graphic media with students who learned with using Conventional Learning. It shown from the average of experiment group is 81,53 and the average of control group is 74,79. The significant differences is also can be seen from the result of the test, tcount is 5,15 on the other hand, ttable is 2,00. Because tcount > ttable so, it can be concluded match education learning approach which assists by graphic media influence learning outcomes of match subject of the fifth grade students at SD Gugus 1 Mengwi.keyword : match education learning approach, graphic media, the results of learning match.

Page 45 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue