cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN TEKNIK KANCING GEMERINCING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Made Hendra Putrawan; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA di gugus III Kecamatan Banjar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum berbantuan teknik kancing gemerincing dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang terdapat di gugus III Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 180 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD NO 1 Tampekan yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD NO 3 Dencarik yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kuantum dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Nilai (thitung > ttabel, thitung = 4,5 dan ttabel = 2,000 (α = 0,05 ; db = 58). Rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih besar daripada nilai kelompok kontrol ( ). Hal ini menggambarkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kuantum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Ini berarti model pembelajaran kuantum berbantuan teknik kancing gemerincing berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar IPAKata Kunci : model pembelajaran kuantum, kancing gemerincing dan hasil belajar This study aimed to determine the differences in science learning outcomes in gugus III of Banjar sub district between students who learned with quantum learning model assisted by kancing gemerincing techniques with students who used conventional learning models in fifth grade students in academic year 2014/2015. The populationof this study was all of the students in the fifth grade of elementary school located in gugus III Banajar sub district in academic year 2014/2015, with the population of 180 students. The samples of this study were the fifth grade of elementary school students NO 1 Tampekan which amounted to 30 students as the experimental group and fifth grade of elementary school students NO 3 Dencarik, amounting to 30 students as the control group. The data of science learning outcomes were collected by objective test. The data were analyzed using descriptive statistical analysis techniquis and inferential statistics namely t-test.The results of this study indicated that there were differences in science learning outcomes significantly between groups of students who used quantum learning model, with a group of students who learned with the conventional model.Value (t count > t table, t count = 4.5 and t table = 2.000 ( = 0.05; db = 58). Average value of the experimental group is higher than the value of the control group ( ). It was illustrated that the group of students who learned with quantum model showed better results that the group of students who learned with the conventional model. It means that quantum learning model assisted by kancing gemerincing techniquis had better effect on science learning outcomeskeyword : quantum learning model, kancing gemerincing and learning outcomes
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS V SD I Nym. Wirya, Ni Nym. Sri Arsani, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.880

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran bermain peran berorientasi kearifan lokal Tri Kaya Parisudha pada kelas eksperimen dengan siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran diskusi pada kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus VI Kampung Baru Kecamatan Buleleng yang berjumlah 185 orang. Sampel diambil dengan cara Cluster Sampling sehingga diperoleh dua kelas yaitu SD 2 Kampung Baru dan SD 7 Kampung Baru dengan jumlah siswa 60. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran bermain peran berorientasi kearifan lokal Tri Kaya Parisudha dengan kelompok siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran diskusi. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 3,415 > ttabel 2,000 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran bermain peran berorientasi kearifan lokal Tri Kaya Parisudha yaitu 17,87 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran diskusi yaitu 15,42 yang berada pada kategori tinggi.   Kata kunci: Bermain peran, Tri Kaya Parisudha, Hasil belajar
PENERAPAN MODEL WORD SQUARE BERBANTUAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Komang Santi Nopiyanti; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7081

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar IPA siswa kelas IV di SDN 3 Banyuasri Tahun Pelajaran 2015/2016 setelah penerapan model pembelajaran word square berbantuan mind mapping dan (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN 3 Banyuasri Tahun Pelajaran 2015/2016 setelah penerapan model pembelajaran word square berbantuan mind mapping. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 3 Banyuasri yang berjumlah 18 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata aktivitas belajar IPA siswa secara klasikal mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 71,33% menjadi 83,75% pada siklus II. (2) Persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa secara klasikal mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 73,9% menjadi 84,7% pada siklus II. (3) Ketuntasan klasikal hasil belajar IPA siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 61,11% menjadi 88,89% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran word square berbantuan mind mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN 3 Banyuasri Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, mind mapping, word square The aims of this classroom action research (CAR) are (1) to determine the improvement of science learning activities of fourth grade students at SDN 3 Banyuasri in the academic year of 2015/2016 after word square learning model which assisted by mind mapping was application and (2) to determine the improvement of science learning outcomes of fourth grade students at SDN 3 Banyuasri in the academic year of 2015/2016 after word square learning model which assisted by mind mapping was application. The subjects of this research were the fourth grade of SDN 3 Banyuasri which amount were 18 persons. Data collection methods used in this research was observation method and tests method. The data were analyzed by quantitative descriptive analysis method. The results of this research were (1) the average percentage of student’s activities in learning science classically was increased that in the cycle I was 71,33% become 83,75% in the cycle II. (2) The average percentage of student’s science learning outcomes classically was increased that in the cycle I was 73,9% become 84,7% in the cycle II. (3) Classical completeness of student’s science learning outcomes also increased that the cycle I was 61,11% become 88,89% in the cycle II. It showed that the application of word square learning model which assisted by mind mapping can increased the student’s activities and outcomes in learning science of fourth grade students at SDN 3 Banyuasri in academic year of 2015/2016.keyword : learning activities, learning outcomes, mind mapping, word square
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ECIRR BERBANTUAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR SAINS SISWA KELAS IV SD GUGUS MAYOR METRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., Ni Putu Werdhi Jayanti; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2043

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar sains antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran ECIRR berbantuan LCD dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berbantuan gambar pada siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra Denpasar Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD gugus mayor metra Denpasar Tahun Pelajaran 2012/2013 berjumlah 15 kelas terdiri dari 511 siswa dengan sampel penelitian SD Negeri Tulang Ampiang sebagai kelompok eksperimen berjumlah 35 siswa dan SD Negeri 18 Pemecutan yang berjumlah 36 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik group random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Selanjutnya data dianalisis dengan uji t statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rerata hasil belajar Sains kelompok eksperimen lebih besar daripada hasil kelompok kontrol (78,05>66,91). Hasil uji hipotesis dengan uji t menunjukkan thit = 3,24. Berdasarkan taraf signifikansi 5%, dk = 69 dan t tabel adalah 2,00, maka thit> t tabel berarti H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Sains antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran ECIRR berbantuan alat peraga dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional berbantuan gambar, dapat disimpulkan model pembelajaran ECIRR berbantuan alat peraga berpengaruh terhadap hasil belajar Sains siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra Denpasar tahun pelajaran 2012/2013.Kata Kunci : ECIRR, alat peraga, hasil belajar dan sains. The objective of this study is to explain the significant differences on students’ achievement in learning science using two differences models, that are the learning model ECIRR assisted by LCD and the conventional learning model assisted by drawings in Forth Grade students of Gugus Mayor Metra Elementary School Denpasar Academic Year 2012/2013. This study is a quasi-experimental research conducted with the post-test only nonequivalent control group design. The population of the study is the Fourth Grade students of Gugus Mayor Metra Denpasar Academic Year 2012/2013 consisting of 15 classes with a total of 511 students. The sample of the research is chosen based on group random sampling method. The experiment group is Tulang Ampiang Elementary School with total 35 students. Data collection is done by test method, and then analysed using by parametric statistical test. The research shows that the average result of the experiment group is higher than the control group (78,05 > 66,91). The result of hypothesis test using t test show thit = 3,24. Based on the significance level 5%, dk=69 and ttable is 2,00, the research result thit > ttabel. It means that H0 is rejected and Ha is accepted. Thus, it can be concluded that there are significant differences in students’ achievement in learning sciences using the ECIRR model assisted by LCD and the conventional model assisted by drawings the Forth Grade Students of Gugus Mayor Metra Elementary School academic year 2012/2013.keyword : ECIRR, props aided, learning achievment and science.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NO. 1 SEMBIRAN KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Putu Bayu Juliantara; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3508

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA setelah diterapkan pendekatan sains teknologi masyarakat pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar No. 1 Sembiran kecamatan Tejakula kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian ini adalah 28 orang siswa kelas IV Sekolah Dasar Nomor 1 Sembiran yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan. Penelitian Tindakan Kelas ini dirancang dalam dua siklus yang terdiri dari siklus I dan siklus II, setiap siklus dari rancangan ini terdiri dari lima tahapan yaitu : 1) Tahap refleksi awal, 2) tahap perencanaan tindakan (planning), 3) tahap pelaksanaan tindakan (acting), 4) tahap observasi (observing) dan evaluasi (evaluating), dan 5) tahap refleksi (reflecting). Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Kemudian data dianalisis dengan tekhnik deskriptif kuantitatif Hasil penelitian ini adalah : 1) pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 66,94 dan ketuntasan belajar 46,42%, 2) Pada siklus II dengan peningkatan hasil belajar siswa menjadi 74,83 dan ketuntasan belajar 89,29%., 3) peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II : 46,42 % siklus I dan 89,29 % siklus II. Dalam siklus II ternyata ada peningkatan 42,87 %. Kata Kunci : sains teknologi masyarakat, hasil belajar. He purpose of this study were: Knowing the increase in the learning outcomes of students in learning science as applied method of Science Technology Society in class IV semester academic year 2013/2014 on the basis of the number 1 Sembiran elementary school Districts Tejakula Buleleng Regency This research is Classroom Action Research ( CAR ) with the subject of this study is 28 Elementary School fourth grade students of Sembiran elementary school consisting of 12 boys and 16 girls . Classroom Action Research is designed in two cycles consisting of the first cycle and second cycle , each cycle of this design consists of five stages , namely : 1 ) first reflection, 2) the action planning stage ( planning) , 3 ) the implementation phase of the action ( acting ) , 4 ) observation phase ( observing ) and evaluation ( evaluating ) , and 5 ) the stage of reflection ( reflecting ) . Data was collected through observation and testing methods . Then the data were analyzed with descriptive quantitative techniques The results of this study are : 1 ) in the first cycle of student learning average of 66,94 and a mastery of learning outcomes study 46,42 % , 2 ) In the second cycle of which is also coupled with improved learning outcomes be 74,.83 and 89,29 % mastery learning . , 3 ) an increase learning outcomes from cycle I to cycle II : 46,42 % and 89,29 % first cycle second cycle . In the second cycle turns out there is an increase of 42,87%. keyword : science technology society, learning outcomes
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Berbantuan Media Questions Box Berpengaruh terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA ., Kadek Dwijayanti; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament berbantuan media questions box terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian menggunakan “kelompok non-ekuivalen”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara dengan jumlah populasi 489 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VB SD Negeri 18 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB SD Negeri 29 Pemecutan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 43 siswa pada kelompok ekperimen dan 42 siswa pada kelompok kontrol. Data tentang kompetensi pengetahuan IPA di kelompok eksperimen maupun di kelompok kontrol dikumpulkan dengan instrumen berupa tes objektif pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis uji-t dapat diketahui terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament berbantuan media questions box dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament berbantuan media questions box (thitung = 7,09 > ttabel = 2,000) dengan dk = 83 dan taraf signifikansi 5%. Demikian pula nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen lebih dari rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol ( = 78,81 > = 63,06). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament berbantuan media questions box berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TGT, media questions box, kompetensi pengetahuan IPA This study is aimed at investigating the effect of cooperative learning model type teams games tournament assisted by questions box media toward the students’ knowledge competence of Natural Science in class V SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara in academic year 2016/2017. The design of this current quasi experimental research was “non-equivalent group”. The population of this research was all of the fifth grade students in SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara which consisted of 489 students. The samples were chosen by using random sampling technique. The sample of this research were the students in class VB SD Negeri 18 Pemecutan as the experimental group and the students in class VB SD Negeri 29 Pemecutan as the control group, in which the number of the students was 43 students on the experimental group and 42 students on the control group.The data of the students’ knowledge competence of Natural Science were obtained by using objective test in form of multiple choices. The data was analyzed by t-test. The results show that there is significant difference of the students’ knowledge competence of Natural Science between the students who learnt through cooperative learning model type teams games tournament assisted by questions box media and the students who were not. It is based on the analysis results in which tobserved was 7,09 and tcritical_value was 2,00 (tobserved>tcritical_value) with df = 83 and significance level at 5%. So does the students’average score of knowledge competence ofNatural Science in experimental group was higher than the students’ average score in control group ( = 78,81 > = 63,06). This study concludes that cooperative learning model type teams games tournament assisted by questions box media has a significant effect toward the fifth grade students’ knowledge competence of Natural Science in SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara in academic year 2016/2017.keyword : cooperative learning model type TGT, questions box media, knowledge competence of Natural Science
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TADIR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS XV KECAMATAN BULELENG Nym. Dantes, Pt. Rika Arista, I G. N. Japa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.735

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran TADIR (translation, analysis, design, implementation, review), (2) kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dan (3) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V yang mengikuti model pembelajaran TADIR di SD No. 1 Anturan dan yang mengikuti model pembelajaran konvensional di SD  No. 2 Anturan tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa di sekolah dasar gugus XV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 247 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil  tes kemampuan pemecahan masalah matematika dalam bentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran TADIR tergolong tinggi, kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong rendah dan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran TADIR dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan ada pengaruh dari model pembelajaran TADIR terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V semester 2 SD No. 1 Anturan.   Kata kunci: TADIR, Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah  
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Pramuka ., Elisa; Prasetyo, Singgih Adhi; Hadi, Husnul
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 7, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v7i2.17553

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian deskriptif data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada angka. Subjek penelitian ini adalah pembina, kepala sekolah, dan siswa SDN Kangkung 01. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, angket. Hasil penelitian ini menunjukan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakuriuler pramuka di SDN Kangkung 01 yaitu tentang kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam Dasa Darma pramuka telah mencakup karakter bangsa yang wajib ditanamkan terhadap siswa, pembina sudah menunjukan adanya penanaman 18 nilai pendidikan karakter adapun seluruh karater tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratif, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Cara penanaman nilai pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka dilakukan dengan cara praktek langsung. Hal ini diketahui dari hasil observasi yang dilkukan oleh peneliti pada saat kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Kangkung 01. Kata kunci: penanaman nilai-nilai karakter, ekstrakurikuler pramuka
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN IPA DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR ., Ni Luh Putu Yanti Pratiwi; ., Drs. I Ketut Gading,M.Psi; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran dan mengetahui perbedaan hasil belajar IPA ditinjau dari kadar kesaintifikan proses pembelajaran pada kelas V SD Negeri 1 Semarapura Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan inferensial, dengan populasi penelitian adalah proses pembelajaran kelas V SD Negeri 1 Semarapura Tengah. Sampel penelitian diambil secara eksidental sampling karena peneliti menggunakan proses pembelajaran IPA yang sedang berlangsung saat penelitian di kelas V SD Negeri 1 Semarapura Tengah yaitu Tema 9 “Lingkungan Sahabat Kita”. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan kuesioner.Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes objektif, kuesioner dan pedoman observasi kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menemukan bahwa kadar kesaintifikan proses pembelajaran IPA kelas VB memperoleh skor rata-rata 62 yang termasuk kategori tinggi dan kelas VC memperoleh skor rata-rata 47 yang termasuk kategori sedang. Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa kelas VB dan kelas VC. (t= 10,379 dan p = 0,000). Karena p-value lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti H0 ditolak dengan demikian dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa kelas VB dan VC yang diajar menggunakan pendekatan saintifik. Dari skor rata-rata yang diperoleh, kelas VB memperoleh skor rata-rata 151,62 yang berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan skor rata-rata yang diperoleh kelas VC adalah 126,72 yang berada pada kategori tinggi.Kata Kunci : pendekatan saintifik, hasil belajar IPA This study aim to describe the implementation of a scientific approach in the learning process and know the differences learning outcomes of science in terms of the levels scientific learning process in grade V at SD Negeri 1 Semarapura Tengah. This study was descriptive and inferential, the study population was a learning process in grade V SD Negeri 1 Semarapura Tengah. Samples were taken by eksidental sampling because researchers use science learning process ongoing research in class V SD Negeri 1 Semarapura Tengah is Theme 9 "Environment Our Friends". Data collection methods used were observation, test, and kuesioner. Data collected using an objective test instruments, questionnaires and guidelines for observation and then analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The study found that the levels scientific learning process science of classr VB obtain an average score of 62 which included a high category and class VC obtain an average score of 47 which included medium category. There are differences in outcomes between students learn science class VB and VC classes. (T = 10.379 and p = 0.000). Because the p-value less than α = 0.05, which means that H0 is rejected can thus be interpreted that there are significant differences between students' learning outcomes science VB and VC classes are taught using a scientific approach. Of the average score obtained, VB class gained an average score of 151.62 which is at a very high category. While the average score obtained VC class is 126.72 which is at a high category.keyword : scientific approach, learning outcomes IPA
PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER 2 SD NEGERI 9 BEBANDEM I Md. Suarjana, I Wyn. Budiarta, Dw. Kade Tastra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1549

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) rendahnya aktivitas belajar siswa, (2) rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui pendekatan inkuiri, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan inkuiri. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Negeri 9 Bebandem tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 22 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Siklus I terdiri atas 3 pertemuan dan siklus II terdiri atas 3 pertemuan. Setiap pertemuannya dilaksanakan sesuai dengan tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data aktivitas siswa dikumpulkan dengan metode observasi, sedangkan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada siswa kelas V di SD Negeri 9 Bebandem tahun pelajaran 2012/2013. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan perolehan persentase aktivitas belajar pada siklus I 60,9% dan meningkat pada siklus II sebesar 29,6% hingga mencapai 90,5% dengan kategori sangat aktif. Hasil belajar IPA pada siklus I mencapai 65,0%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 20,0% hingga mencapai 85,0% dengan kategori baik. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada semua guru kelas di sekolah dasar tempat penelitian hendaknya menerapkan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPA.   Kata kunci : pendekatan inkuiri, aktivitas belajar, hasil belajar IPA   Abstract The problem in this study were (1) low activity of student learning, (2) lack of student learning outcomes. Based on these problems, this study aims to (1) determine an increase in student learning activities through inquiry approach, (2) to increase student learning outcomes through the inquiry approach. This study was Classroom Action Research (CAR) with research subjects fifth grade elementary school students 9 Bebandem school year 2012/2013 amounted to 22 people. Actions performed in 2 cycles. Cycle I consists of 3 rooms and the second cycle consists of 3 meetings. Each encounter a cycle from planning, implementation, observation and reflection. the student activity data collected using the observation sheet and while learning outcomes data collected by tests. The data has been collected quantitatively analyzed descriptively. The results showed that the application of this approach can increase the activity of inquiry and learning outcomes in class V in SD Negeri 9 Bebandem school year 2012/2013. The increase in the percentage indicated by the acquisition of learning activities in the first cycle and increased 60.9% in the second cycle of 29.6% to 90.5% with the very active category. Science learning outcomes in the first cycle reaches 65.0%, while in the second cycle, student learning outcomes increased by 20.0% to reach 85.0% in both categories. Based on this research, it is recommended to all classroom teachers in primary schools should implement inquiry learning in teaching Civics.   Keywords: inquiry learning approach,  the activity of learning Civics, learning outcomes Civics

Page 79 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue