cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK BERBASIS DISCOVERY DENGAN PENILAIAN PROYEK DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI 1 PEGUYANGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ni Wayan Desiari; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7519

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis melalui penerapan pendekatan pembelajaran saintifik berbasis discovery dengan penilaian proyek dalam pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VA SD N 1 Peguyangan tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VA SD Negeri 1 Peguyangan tahun pelajaran 2015/2016, sebanyak 40 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode tes digunakan untuk memperoleh data penguasaan kompetensi pengetahuan bahasa Indonesia mengenai keterampilan menulis karangan, tes yang digunakan adalah tes esay. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif dan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkanpada siklus I rata-rata kemampuan menulis karangan sebesar 69,1% dengan kategori sedang, dan pada siklus II rata-rata kemampuan menulis karangan sebesar 91,25% dengan kategori sangat tinggi. Dengan demikian terdapat peningkatan keterampilan menulis karangan siswa dari siklus I ke siklus II naik sebesar 22,15% Dengan demikian disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran saintifik berbasis discovery dengan penilaian proyek dapat meningkatan keterampilan menulis karangan dalam pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VA SD Negeri 1 Peguyangan tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : penerapan pendekatan pembelajaran santifik berbasis discovery, portofolio (proyek), kompetensi pengetahuan bahasa Indonesia. This classroom action research aims to improve writing skills through the application of scientifically-based discovery learning approach to the assessment of the project in the Indonesian Language class students VA SD N 1 Peguyangan the school year 2015/2016. The subjects were students of class VA SD Negeri 1 Peguyangan the school year 2015/2016, 40 students. Collecting data in this study conducted with test method. The test method used to obtain data on the mastery of competencies Indonesian knowledge to improve writing skills through essays, the test used is a test essays. The data obtained from the test method were analyzed with descriptive statistical analysis of quantitative and qualitative descriptive analytical method. The results showed in the first cycle average writing ability 69.1% with medium category, and the second cycle average of 91,25% with the ability to fabricate too high category. Thus there is an increase writing ability of students from the first cycle to the second cycle increased by 22.15%. Thus concluded that the application of scientifically-based discovery learning approach to project assessment can improve writing skills, especially writing in the Indonesian language teaching VA grade students of SD Negeri 1 Peguyangan the academic year 2015/2016.keyword : application-based learning approach santifik discovery, portfolio (projects), the competence of Indonesian knowledge.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD DI KELURAHAN PEDUNGAN ., I Putu Arya Wardiana; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD di Kelurahan Pedungan, pada Tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto, korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di Kelurahan Pedungan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 384 orang. Sampel diambil dari populasi menggunakan teknik proporsional random sampling dan jumlah sampel dari populasi ini adalah 182 orang. Data yang dikumpulkan adalah hasil dari pengisian angket tentang adversity quotient (AQ) dan minat belajar oleh responden, sedangkan data tentang prestasi belajar matematika didapat melalui pemeriksaan dokumen (document analyze). Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini sebagai uji prasyarat adalah uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi. Setelah seluruh uji prasyarat terpenuhi, berikutnya adalah uji hipotesis menggunakan anareg sederhana, korelasi product moment, anareg ganda, dan korelasi ganda. Hasil yang didapat menunjukkan: (1) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara AQ dan prestasi belajar matematika dengan rx1= 0,525 dan koefisien determinasi sebesar 27,56%, (2) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara minat belajar dan prestasi belajar matematika dengan rx2 = 0,575 dan koefisien determinasi sebesar 33,06%, (3) Terdapat hubungan yang positif signifikan secara bersama – sama antara AQ dan minat belajar dengan prestasi belajar matematika dengan rx1x2y = 0,639 dan koefisien determinasinya sebesar 40,83%. Maka disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi terdapat hubungan yang signifikan secara bersama – sama antara Adversity Quotient (AQ) dan minat belajar dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas V SD di kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014 diterima.Kata Kunci : Adversity Quotient (AQ), minat belajar, prestasi belajar matematika This study aims to determine the correlation between adversity quotient and interest in learning the learning achievement of students in the fifth grade elementary Pedungan Village, the school year 2013/2014. This research is ex post facto research, correlational. The population of this study were all students of class V's in the Village Pedungan the academic year 2013/2014, amounting to 384 people. Samples were taken from the population using proportionate random sampling technique and sample size of this population is 182 people. The data collected is the result of filling the questionnaire on adversity quotient (AQ) and interest in learning by respondents, while data on learning achievement obtained through examination of documents. Hypothesis testing is done using a simple regression analysis, product moment correlation, regression analysis double, and double correlation, but must first meet the prerequisite test is a test of normality, linearity, multicollinearity, and autocorrelation test. Once all the test requirements are met. The results showed: (1) There is a significant correlation between AQ and math achievement. With x1 r = 0.525 and determination coefficient of 27.56% (2) There is a significant correlation between interest in learning the mathematics learning achievement. With r x2 = 0.575 and determination coefficient of 33.06% (3) There is a significant correlation between AQ and interest in learning the mathematics learning achievement. With x1x2y r = 0.639 and determination coefficient of 40.83%.It was concluded that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha), which reads a significant link together - collaboration between Adversity Quotient (AQ) and interest in the learning of mathematics achievement in fifth grade elementary school students in urban Pedungan, South Denpasar Academic Year 2013/2014 be accepted.keyword : Adversity Quotient (AQ), interest in learning, learning achievement
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPS TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IV DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU DI SD GUGUS MAYOR METRA DENPASAR UTARA ., Ni Kadek Lisna Dewi; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan jawaban tertunda dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan jawaban segera siswa kelas IV tema Cita-citaku di SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan The Static Group Prestest-Postest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 345 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 orang yang ditentukan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan yaitu adalah tes objektif bentuk pilihan ganda biasa dengan empat pilihan jawaban. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 1,30 < ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) = 66 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan jawaban tertunda dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan jawaban segera. Maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar pengetahuan IPS tema Cita-citaku siswa kelas IV ditinjau dari karakteristik pertanyaan guru di SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pertanyaan jawaban tertunda, pertanyaan jawaban segera, hasil belajar pengetahuan IPS. This study aimed to know the significant different of students’ social science achievement between the student’s group which was taught by using scientific approach with postponed answer question and the class which was taught by using scientific approach with immediately answer question at fourth grade students on theme “Cita-citaku” at SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara academic year 2014/2015. This study was the pre experimental study with The Static Group Prestest-Postest Design. The population of this study are the fourth grade students at SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara academic year 2014/2015 which were 345 students. The samples were 68 students which were chosen by using random sampling technique and the data collection process was done by using test. The test which was used was objective test type usual multiple choice with four options. Then, the data which had been collected were analyzed using t-test analysis. Based on the result of the data analysis found that thitung = 1,30 < ttabel = 2,000 on significance level 5% and degrees of freedom = 66, so that H0 accepted and Ha refused. It means that there was no significant different between the student’s group which was taught by using scientific approach with postponed answer question and the student’s group which was taught by using scientific approach with immediately answer question. So, it could be concluded that there was no effect of scientific approach to the fourth grade students’ social science achievement on theme “Cita-citaku” seen from the teacher’s questions characteristic at SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara academic year 2014/2015. keyword : scientific approach, postponed answer question, immediately answer question, students’ social science achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA AUDIO TAPE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEMESTER II SD GUGUS III KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Nyoman Mira o; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS secara signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Talking stick berbantuan media audio tape dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Selemadeg Timur. Waktu penelitian pada tahun ajaran 2016/2017. Jenis Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment, dengan jumlah siswa dalam populasi sebanyak 90 orang. Sampel yang diambil sebanyak 46 orang, cara pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS secara signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Talking Stick berbantuan media audio tape dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 6,83 > ttabel = 2,01. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran Talking Stick berbantuan media audio tape berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa. Kata Kunci : Talking Stick, media audio tape, hasil belajar IPS This research aimed to find out the sugnificant difference of the social science learning result between the group of students taught by Talking Stick learning model aided by audio tape media and the group of students taught by conventional learning model on the 3th grade of elementary school students in cluster III Selemadeg Timur district academic year 2016/2017. This research is a quasi experiment research, with the population of 90 people. 46 people were selected as the sample by using simple random sampling. The data of social science result was collected by using test in form of multiple choices, and was analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result of the research indicated that there is a significant difference toward the sociall science learning result between the group of students taught by Talking Stcik learning model aided by audio tape media and the group of students taught by conventional learning model with the tarithmatic= 6,83 > ttable = 2,01. It verified that Talking Stick learning model aided by audio tape media affected possitively toward the students’ social science learning result.keyword : Talking Stick, audio tape media, social science learning result
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN WHOLE LANGUAGE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR BI SISWA KELAS III SD GUGUS V DR.SOETOMO I Wy. Darsana, Ni Pt. Suci Antari, I Kt. Adnyana Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1322

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan  whole language berbantuan multimedia interaktif pada siswa kelas III SD Negeri 14 Sesetan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas III SD Negeri 9 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian menggunakan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Gugus V Dr.Soetomo Denpasar Selatan dengan jumlah populasi 429 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling dengan jumlah 84 siswa terdiri dari dua kelas yaitu Siswa Kelas III di SD 14 Sesetan sebagai kelas eksperimen dan Siswa Kelas III di SD 9 Sesetan sebagai kelas kontrol. Data tentang hasil belajar bahasa Indonesia dikumpulkan dengan instrumen berupa tes esay. Data ini analisisnya dengan t-test. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan whole language berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thit = 9,44 > ttabel = 2,00) dengan dk = 82 (∑n-2 = 84 – 2 = 82) dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran whole language berbantuan multimedia interaktif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas III SD Gugus V Dr. Soetomo Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013.   Kata kunci :  Whole language, Multimedia Interaktif, Hasil belajar
PENGARUH PENDEKATAN CTL BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD GUGUS IV KECAMATAN BULELENG ., I Made Wiraguna; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan CTL berbasis kearifan lokal (2) hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvesional (3) perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan CTL berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non-equivalent post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng. Sampel diambil dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas V SD Negeri 1 Penglatan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Penglatan sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial mengguanakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) data hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan CTL berbasis kearifan lokal cenderung tinggi dengan Mo>Md>M (24,30>23,83>22,98) (2) data hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvesional cenderung rendah dengan Mo 23,83 > 22,98) (2) science learning outcomes data on students who learned with conventional approach tend to be low with Mo < Md < M (19,50 < 19,75 < 20,00) (3) there are significant differences between the groups of science learning outcomes of students who learned with the CTL approach based on local wisdom and group students who learned with the conventional approach. It can be seen from the average value of the experimental group was higher than the average value of the control group, and the results of hypothesis testing with 4,080 tcount > ttable 2,000. Thus, it can be concluded that the CTL approach based on local wisdom positive effect on science learning outcomes and CTL approach is better than conventional approach. keyword : Contextual Teaching and Learning, local wisdom, science learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN STARTER EKSPERIMEN BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 ., Ni Putu Wegawati; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7334

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar IPA kelas V di Gugus I Kecamatan Petang Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan starter eksperimen dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas V semester II di Gugus I Kecamatan Petang Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Semester II di Gugus I Kecamatan Petang Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 98 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t sampel independen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasi belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan starter eksperimen dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 5,04 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) =2,024. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 78,00 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 58,00. Hal ini berarti penerapan pendekatan starter eksperimen berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di gugus I Kecamatan Petang, Kabupaten Badung tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Pendekatan Starter Eksperimen, Media Konkret, Hasil belajar IPA The problem in this study is the low leasrning outcomes of science fifth grade Group I of Petang district, Badung regency in academic years 2015/2016.This study was aimed to know the differences of science lerning achievement between the students who studied with the starter experiment models and the students who studied with konvensional models to the fifth grade student in second semester belonging to the Group I of Petang district, Badung regency in academic years 2015/2016. The research was quasi experiment with non-equivalent post-test only control group design. Population of this research was the fifth grade students in second semester belonging to the Group I of Petang district, Badung regency in academic years 2015/2016 amount 98 students. The sample was taken out using simple random sampling technique. The data was collected using lerning achievement instrument with multiple choice technique. The collected data were analyzed using descriptive statistics and inferencial statistics (independent sample t-test). The result of this research showed that there are significant differences of learning achievement between the group of students who studied with starter experiment models and the group of students who studied with coventional models. According to the result of data analyzing, t¬test = 5,04 and ttable (in significances level of 5%) = 2,024. It is shows that ttes > ttable. According to the mean, mean of experiment group is 78,00 and mean of control group is 58,00. It is shows that the implementation of starter experiment gets positive effects toward science learning achievement of the fifth grade students belonging to the Group I of Petang district, Badung regency in academic years 2015/2016.keyword : starter experiment models, concrete media, science learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., I Komang Adi Wijana; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4406

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG I Komang Adi Wijana1, Gede Raga2, I Wayan Suwatra3 1,2,3Jurusan PGSD, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia e-mail: adi.wijana@yahoo.co.id1 , Ragapaud@gmail.com2, suwatra-pgsd@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran Kooperatif Teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Desa Kaliasem Kecamatan Banjar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V SD di desa Kaliasem kecamatan Banjar yang berjumlah 119 orang, dengan sampel penelitian 66 orang siswa kelas V di desa Kaliasem yang terdiri dari 35 orang siswa kelas V di SD N 2 Kaliasem sebagai kelas eksperimen dan 31 orang siswa kelas V di SD N 4 Kaliasem sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Tes yang digunakan yaitu tes uraian. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian pada tes hasil belajar IPA siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS sebesar 32,54. Sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 18,94. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 14,17 dan nilai ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS dan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : two stay two stray, hasil belajar. Abstract The purpose of this research was to know the difference between IPA learning outcomes of the students that learned using cooperative learning model TSTS and students that learned using the conventional teaching fifth grade elementary school students in the village of Kaliasem . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fifth grade students in the village of Banjar Kaliasem districts totaling 119 people , with a sample of 66 students of class V in Kaliasem village consisting of 35 fifth grade students in elementary N 2 Kaliasem as an experimental class and 31 students of class V The SD N 4 Kaliasem as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and t-test. The results of research on IPA tests learning outcomes of students showed that the average score of learning outcomes of students who take IPA learning by using learning models TSTS at 32,54 . While the average score of IPA learning outcomes students who take learning with conventional learning of 18,94 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with a value of t at 14,17 and 2.00 ttable value . Based on these results we can conclude that there are significant differences between IPA learning outcomes of students who take lessons with TSTS learning model with the learning outcomes of students who take social studies learning with conventional learning methods. keyword : two stay two stray, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., I Gede Wisnu Antara; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi terdiri dari kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar yang berjumlah 113 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 4 Banjar dan SD N 3 Banjar Tegeha berjumlah 35 siswa. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes obyektif. Data dinalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pebelajaran inkuiri terbimbing, dengan perhitungan thitung = 3,60 > ttabel = 2,042 dengan signifikansi < 0,05. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah 23,33 lebih tinggi dari kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu 18. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar.Kata Kunci : hasil belajar IPA, inkuiri terbimbing This study aims to determine the difference of science learning outcomes between groups of students who are taught with guided inquiry learning model and group of students who are not learned by guided inquiry learning model. In grade V of elementary school in Gugus III Banjar Sub District year 2016/2017 lesson. This type of research is a quasi experiment. The population consists of Grade V Elementary School in Gugus III of Banjar Subdistrict, which is 113 students. The sample of this research is class V SD Negeri 4 Banjar and SD N 3 Banjar Tegeha amount to 35 students. Data collection techniques use objective tests. Data were analyzed using t-test. The results showed that there were differences of science learning outcomes between groups of students who were taught by using guided inquiry learning model and group of students who were not learned by using guided inquiry learning model, with tcount = 3,60> ttable = 2,042 with significance < 0,05. The average score of science learning outcomes of the group of students who were studied with guided inquiry learning model was 23.33 higher than the group of students who were not studied with guided inquiry learning model that is 18. This proves that the guided inquiry learning model has significant effect on the learning outcomes of IPA Class V SD in Gugus III Banjar District.keyword : guided inquiry, learning outcomes of science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS V KECAMATAN TEGALLALANG I Gd. Margunayasa, Ni Pd. Mirah Kurniasari, Ni Md. Setuti
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.896

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran word square berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013. Penenlitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Non Equivalent Post-test Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Tegallalang. Sampel penelitian ini SD N 1 Pupuan yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD N 3 Pupuan yang berjumlah 25 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes, jenis tes yang digunakan adalah pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Word Square berbantuan media gambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat dari rata-rata kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata kelompok kontrol (XE = 23,77 > X K = 21,16). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran word square berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar.Kata-kata kunci: model pembelajaran Word Square, media Gambar, hasil belajar IPS

Page 80 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue