cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN STRATEGI THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PENGUASAAN KOMPETENSI KETERAMPILAN BERBICARA ., Ni Putu Fajar Wrespatini Eka Putri; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7101

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan (1) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif melalui penerapan strategi pembelajaran think talk write; dan (2) dapat meningkatkan penguasaan kompetensi keterampilan berbicara tema cita-citaku melalui penerapan strategi pembelajaran think talk write. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SDN 5 Sumerta yang berjumlah 32 orang. Data kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan kompetensi keterampilan berbicara siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes yaitu tes tulis dan tes lisan. Metode analisis datanya menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan persentase rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I sebesar 75,44% menjadi 85,28% pada siklus II. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif dari siklus I ke siklus II mencapai 9,84%. Sedangkan terjadi peningkatan persentase rata-rata penguasaan kompetensi keterampilan berbicara siswa pada siklus I sebesar 74,19% menjadi 82,78% pada siklus II. Peningkatan penguasaan kompetensi keterampilan berbicara dari siklus I ke siklus II mencapai 8,59%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, penerapan strategi pembelajaran think talk write dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan kompetensi keterampilan berbicara tema cita-citaku siswa kelas IVA SDN 5 Sumerta. Kata Kunci : strategi think talk write, keterampilan berbicara, kemampuan berpikir kreatif This classroom action research aimed (1) to improvement of the creative thinking abilities through the application of think talk write learning strategy and (2) can improvement of mastery of competencies speaking skills theme cita-citaku through the application of think talk write learning strategy. Type of this study was class action research that was carried out in two cycles. Subjects of this study were students in the grade IVA at SDN 5 Sumerta amounting to of 32 people. The data of creative thinking abilities and mastery of competencies students' speaking skills were collected using the test method is written tests and oral tests. The methods of data analysis were using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis methods. Result of this study showed an increase in the average percentage of creative thinking abilities of students in the first cycle of 75.44% to 85.28% in the second cycle. The increase creative thinking abilities from the first cycle to the second cycle with a total 9.84%. While increased the average percentage of students' speaking skills mastery of competencies in the first cycle of 74.19% to 82.78% in the second cycle. The increase mastery of competencies speaking skills from the first cycle to the second cycle with a total 8.59%. Based on these results we can conclude that the application of think talk write learning strategy could improve creative thinking abilities and mastery of competencies speaking skills theme cita-citaku of students in the grade IVA at SDN 5 Sumerta.keyword : think talk write strategy, speaking skills, creative thinking abilities
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) MELALUI KERJA KELOMPOK BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD N 9 SESETAN, DENPASAR ., Ni Luh Putu Andry Handayani; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan Science, Environment, Technology and Society (SETS) melalui kerja kelompok berbasis lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental). Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Pretest-Posttest Control group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD N 9 Sesetan, Denpasar. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh yaitu kelas VA yang berjumlah 40 orang dan kelas VB yang berjumlah 42 orang. Data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar IPA ranah kognitif, data tersebut dikumpulkan dengan metode tes, jenis tes itu adalah tes objektif dengan jenis tes pilihan ganda biasa. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil pengujian normalitas dan homogenitas terhadap data dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Setelah data berdistribusi normal dan homogen maka dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5% sehingga diperoleh hasil thit=5,75 dan ttabel=2,00 dengan db=80 (n1+n2-2=40+42–2=80). Berdasarkan pengujian tersebut, thit>ttabel (5,75>2,000), maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) melalui kerja kelompok berbasis lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD N 9 Sesetan, Denpasar.Kata Kunci : pendekatan SETS, kerja kelompok berbasis lingkungan, dan hasil belajar This research aims to determine significant differences in learning achievement between the students that learned science with used SETS approach through group work-based environment learning with students with used conventional learning method Academic Year 2013/2014. This research is quasi-experimental. The design of this research is Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The research population is the fifth grade students of SD N 9 Sesetan, Denpasar. The sampling technique used in this research is surfeited sampling technique and choose VA class that consist of 40 students and VB class that consist of 42 students. The data were collected is science cognitive learning achivement, by using an objective test method with standard multiple choices. And analyzed by using t-test. Test results of normality and homogenity of data from experimental group and control group were normally distributy and homogeneous.After testing the hypothesis using t-test on significance rate of 5% in order to obtain results tmath=5.75 and ttable=2.00 with db=80(n1+n2-2=40+42-2=80). Based on these tests, tmath>ttable (5.75>2.000), then Ha is accepted and H0 is rejected. From the research it can be concluded that the SETS approach through Group Work-Based Environmental influence on students learning achievement of science class V SD N 9 Sesetan, Denpasar.keyword : SETS approach, work-based environmental group, and science learning achievement
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 SANUR PADA TAHUN AJARAN 2013/2014 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 SANUR PADA TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Anak Agung Ratih Wulandari; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3701

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournaments (TGT) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 5 Sanur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD negeri 5 Sanur. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas Va SD Negeri 5 Sanur yang berjumlah 41 orang sebagai kelas Eksperimen dan siswa Vb SD negeri 5 Sanur yang berjumlah 40 orang sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar adalah tes hasil belajar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 83,39 dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 70,78. Hasil pengujian data post-test diperoleh data dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji t. Kriteria pengujian jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan dk=n1+n2-2 dan α =5%. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 6,27 dan ttabel sebesar 2,00 maka thitung > ttabel yaitu 6,27 > 2,00 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournaments (TGT) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 5 Sanur tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Kata-kata kunci: Model Pembelajaran, Kooperatif Tipe Teams Game Tournaments (TGT), hasil belajar IPA, Abstract This research aim to know there is difference which is signifikan result of learning IPA among student following study using model study of Co-Operative Type of TGT (Teams Game Tournaments) with student following study use Conventional study at class student of V SD Negeri 5 Sanur. This Research is research of sham experiment with design group control non-equivalent desain. This Research population is class student of V SD Negeri 5 Sanur. This Sampel Research is class student of Va SD Negeri 5 Sanur amounting to 41 people as Experiment class and student of Vb SD Negeri 5 Sanur amounting to 40 people as control class. Method used to collect data is method of Tes. Instrument used to collect data result of learning is tes result of learning. Result of research the obtained is experiment group average value equal to 83,39 and group average value control equal to 70,78. Result of examination of post-test obtained by data result of experiment class and control class to have homogeneous and normal distribution. Data analysis used to test hypothesis is test t. Examination criterion if tcaunt > ttables hence Ho refused and Is ha accepted with dk=n1+n2-2 and α = 5%. Result of hypothesis test obtained by tcaunt equal to 6,27 and ttables equal to 2,00 hence tcaunt > ttables that is 6,27 > 2,00 so that Ho refused and Is ha accepted. Pursuant to result of the research can be concluded that there are influence of applying of model study of Co-Operative Type of TGT (Teams Game Tournaments ) to result learn IPA class student of V SD Negeri 5 Sanur school year 2013 / 2014 keyword : Key words: Model Study, Co-Operative Type of Teams, result learn IPA
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS VI SD GUGUS YOS SUDARSO KECAMATAN DENPASAR SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Anak Agung Bagus Trisna Adi Candra; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning dan kelompok yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI semester II SD Gugus Yos Sudarso Kecamatan Denpasar Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan eksperimen semu. Desain eksperimen yang digunakan adalah “Nonequivalent control group design”. Populasi dalam penelitian ini ialah kelas VI SD Gugus Yos Sudarso dengan banyak siswa 261. Untuk menentukan sampel terlebih dahulu masing-masing kelas VI di SD Gugus Yos Sudarso diberikan pre-test, hasil pre-test siswa diuji analisis kesetaraan. Di dapat dua sampel yang telah diundi yaitu satu kelompok ekspreimen dan satu kelompok kontrol. Kelas VIA SDN 12 Sanur sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIC SDN 10 Sanur sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran di kelas eksperimen dan kontrol sama-sama diberikan sebanyak 6 kali, dan diberikan pos-test terakhir untuk mengetahui penguasaan kompetensi pengetahuan IPA. Untuk Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitnung 4,139 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 63 diperoleh nilai ttabel = 2,000 sehingga thitung 4,139 > ttabel 2,000. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berarti ada perbedaan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model discovery learning diperoleh X = 70,09, sedangkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional diperoleh X = 62,06. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas VI SD Gugus Yos Sudarso Kecamatan Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Discovery Learning, pembelajaran IPA, Kompetensi Pengetahuan. This study aims to determine the significant differences of science competence between groups of students who were taught by the model of discovery learning and the group that was taught using conventional learning in grade 6 students in second semester of SD Gugus Yos Sudarso, South Denpasar District, lesson year 2016/2017. The type of research conducted in this study is quantitative research with quasi experiments. The experimental design used is "Nonequivalent control group design". The population in this study is class VI SD Gugus Yos Sudarso with many students 261. To determine the first sample each class VI in SD Gugus Yos Sudarso given pre-test, the results of the student's pre-test were tested equality analysis. Two samples were drawn, one experimental group and one control group. VIA SDN 12 Sanur class as experimental group and VIC SDN 10 Sanur class as control group. The learning in the experimental and control class is equally given 6 times, and is given the last post-test to know the mastery of science knowledge competence. To collect data in this research is done by test method. The data obtained were analyzed using the t-test. The result of data analysis obtained by thitnung 4,139 while at significance level 5% and dk = 63 obtained ttable value = 2.000 so tcount 4,139> ttable 2,000. Based on the testing criteria, then H0 is rejected and Ha accepted. Means there are differences of research results indicate that with the application of discovery learning model obtained X = 70.09, while the group of students who were taught by conventional learning obtained X = 62.06. So it can be concluded that the application of discovery learning model influences the knowledge competence of science students of grade VI SD Gugus Yos Sudarso, South Denpasar District Lesson Year 2016/2017.keyword : Discovery Learning, Science lesson, Knowledge Competency.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SD Ni Kt. Suarni, Ni L Pt Okta D A, I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.753

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika pada kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Desa Pekutatan tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 95 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V yaitu kelas V di SD Negeri 1 Pekutatan dengan jumlah 25 siswa dan kelas V di SD Negeri 4 Pekutatan dengan jumlah 25 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika. Bentuk tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah esai. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange dengan mean (M) = 36,82 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 28,2 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelompok siswa yang belajar mengikuti strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensional (thitung= 5,22 > ttabel= 2,000). Kelompok siswa yang belajar mengikuti strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange menunjukkan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran aktif, pembelajaran konvensional dan hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SD ., Ida Ayu Rsi Yogandari; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TTW dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Selat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Selat tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 108 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD Negeri 1 Muncan yang berjumlah 15 orang dan kelas V SD Negeri 1 Sebudi yang berjumlah 12 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan metode tes dengan instrument berupa lembar soal pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TTW dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, thitung = 3,58; ttabel = 2,009). Rata-rata skor hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran TTW adalah 22,1 dan rata-rata skor hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional adalah 15,03. Jadi model pembelajaran TTW berpengaruh terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Selat tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : TTW, hasil belajar, PKn This study aimed to find out the difference of civics learning outcomes between the group of students who were taught by using the TTW model and those who were taught by using the conventional learning model for the fifth year students in elementary school in Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. This research is a quasi experimental research with non equivalent post-test only control group design. Population of this research was 108 students of the fifth grade students in Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. The subject of this research is determined by cluster random sampling technique. The sample of this research was 15 students of the fifth grade students in SDN 1 Muncan and 12 students of the fifth grade students in SDN 1 Sebudi. In collecting the data the written test were given through a multiple choices item comprising of 30 items. The obtained data were analyzed using descriptive statistic and inferential statistic technique is that t-test, with normality test and homogeneity test as the requirements. The result of this research showed that there was a significany difference of the civic learning outcomes of fifth grade students in the second semester in Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem between the group of students who were taught by using the TTW model and those who were taught by using the conventional learning model (to > tv, to = 3,58; tv = 2,009).keyword : TTW, learning outcomes, civics
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA Arnista, Seftiana; Saputra, Henry Januar; Azizah, Mira
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v7i3.19392

Abstract

Latar belakang yang mendororng penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika dan kurangnya motivasi belajar siswa. Hal tersebut disebabkan kurangnya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan kemampuan pemahaman materi matematika siswa dan pembelajaran membosankan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre-Experimental Design dengan menggunakan tes dan non tes. Teknik analisis data yaitu dengan analisis data awal (pretest) dan data akhir (posttest) yang menggunakan uji normalitas dan uji beda t-test. Untuk analisis motivasi belajar siswa menggunakan uji analisis data observasi motivasi belajar. Untuk rata-rata nilai test sebelum diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Make a match adalah 59,1 dengan 15 siswa yang dinyatakan tidak tuntas dan 7 siswa dinyatakan tuntas. Setelah diberi perlakuan dengan model pembelajaran Make a Match nilai rata-rata posttest adalah 78,6 dengan 3 siswa dinyatakan tidak tuntas dan 19 siswa dinyatakan tuntas. Presentase kenaikan hasil belajar adalah 19,5%. Hal tersebut diperkuat dengan hasil perhitungan uji t hasil belajar diperoleh thitung = 13,663db N-1 = 22-1=29 dengan taraf signifikan 5% sebesar 2,074 karena thitung > ttabel (13,663 > 2,074) dan hasil nilai rata-rata angket motivasi sebelum diberi perlakuan adalah 66 dan setelah diberi model pembelajaran make a match nilai rata-rata 80,6. Data tersebut didukung oleh analisis menggunakan uji-t dimana thitung > ttabel yaitu 20,167 > 2,074. Kata kunci: Model pembelajaran make a match, hasil belajar, motivasi belajar.
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS KI HAJAR DEWANTARA DENPASAR ., Ni Luh Ari Sulastini; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual berbantuan media peta konsep dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group. Populasi meliputi seluruh siswa kelas V SD Negeri di Gugus Ki Hajar Dewantara Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Populasi penelitian berjumlah 272 siswa dan dan sampel penelitian yang digunakan adalah 84 orang. Instrumen pokok dalam penelitian ini hasil belajar IPS siswa. Data diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik parametrik. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis ditemukan hasil sebagai berikut, rerata post test kelompok eksperimen 76,10 dan kelompok kontrol 68,51. Uji hipotesis dilakukan pada skor post test dengan hasil pengujian uji-t yaitu thit(4,68)>ttab(2,000). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan berarti terdapat perbedaan yang signifikanhasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual berbantuan media peta konsep dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara Denpasar, maka dapat direkomendasikan bahwa pendekatan kontekstual berbantuan media peta konsep dapat digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran pada mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar.Kata Kunci : pendekatan kontekstual, peta konsep, hasil belajar This study aims to determine significant differences between the IPS learning outcomes of students who take the media -assisted contextual learning concept maps with students who take conventional learning in class V SD Force Ki Hajar Dewantara Denpasar. This study is a quasi experimental study (quasi-experimental) research design Nonequivalent with Control Group. Covers the entire population of fifth grade elementary school students in Cluster Ki Hajar Dewantara Denpasar academic year 2013/2014. The study population totaled 272 students and and samples used in this study was 83 people . Principal instrument in this study IPS student learning outcomes. The data obtained were analyzed using parametric statistical analysis. To test the hypothesis used t-test analysis. Based on the analysis found the following results, the mean posttestt experimental group and the control group 68.51 76.10 . Hypothesis testing is done on the score posttestt with test results that thit t-test ( 4.68 ) > t tab ( 2,000 ). Based on the results of the hypothesis test conducted significant results means that there are differences between students who learn IPS participating in learning using a contextual approach to media -assisted concept maps with students who take the conventional teaching fifth grade elementary school students Force Ki Hajar Dewantara Denpasar.keyword : contextual approach , concept maps , learning outcomes
PENGARUH PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN CD INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS III KECAMATAN BUSUNGBIU ., Kadek Anggun Ilhami; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum berbantuan CD Interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Busungbiu Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus III Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 8 kelas. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 3 Bengkel dengan jumlah siswa 32 orang dan kelas V SD N 3 Umejero dengan jumlah siswa 27 orang, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum berbantuan CD Interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 6,25 dan ttab = 2,000. Artinya, thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa pembelajaran kuantum berbantuan CD Interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Busungbiu, tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : CD Interaktif, hasil belajar, pembelajaran kuantum The aim of the research is determine the differences of the science learning result among students who learnt by using quantum teaching based on Interactive CD and students who learnt by using conventional teaching in fifth grade elementary school students in cluster III Busungbiu district in 2013/2014 school year. The research was quasi experiment with post test only control group design. The population was fifth grade in cluster III Busungbiu district in 2013/2014 school year which consists of 8 classes. The sample of this research were fifth grade students in SD N 3 Bengkel which consisted of 32 students and fifth grade students in SD N 3 Umejero which consisted of 27 students, involved by random sampling technique. The instrument of this research is test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistic (t-test). The result of the analyses showed that there were differences of the science learning result among students who learnt by using quantum teaching based on Interactive CD and students who learnt by using conventional teaching, with the value of tcount = 6,25 and ttabel = 2,000. That’s mean tcount greater than ttable (tcount > ttable). Based on the result, can be concluded that quantum teaching based on Interactive CD influence the science learning result in fifth grade cluster III Busungbiu distric in 2013/2014 school year.keyword : Interactive CD, learning result, quantum teaching
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Luh Ayu Sulastini; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7553

Abstract

Masalah yang dihadapai SD Negeri 3 Anturan adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V. Maka dari itu, dilakukan penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki pembelajaran di kelas agar hasil belajar siswa meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkan model quantum teaching berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester genap di SD Negeri 3 Anturan tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Anturan tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 37 orang, terdiri atas 17 putri dan 20 putra. Objek penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa dengan menerapkan model quantum teaching berbantuan media gambar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar IPA dalam penelitian ini adalah metode tes dengan instrumen berupa tes objektif pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Data tentang hasil belajar IPA yang telah diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model quantum teaching berbantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap di SD Negeri 3 Anturan tahun pelajaran 2015/2016. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar yang terjadi pada masing-masing siklus. Pada siklus I rata-rata kelas yang diperoleh 63,11. Pada siklus II rata-rata kelas yang diperoleh meningkat menjadi 70,54. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar klasikal yang dicapai 51,35% dengan kriteria rendah. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar klasikal yang dicapai meningkat menjadi 75,68% dengan kriteria sedang.Kata Kunci : quantum teaching, gambar, hasil belajar. The problems faced by SD Negeri 3 Anturan is the low grade science students learning outcomes of V. Therefore, do action research to improve learning in the classroom in order to increase student learning outcomes. This study aims to determine the learning outcome natural sciences as applied to quantum model of media images teaching drawing in class V students in the second semester of SD Negeri 3 Anturan in the academic year 2015/2016. The subjects were fifth grade students of SD Negeri 3 Anturan in the academic year 2015/2016 which amounted to 37 people, consisting of 17 daughters and 20 sons. The object of this study is the result of the students learn science by applying the quantum model of media images teaching drawing. The method used to collect data on science learning outcomes in this study is the test method with the instrument in the form of multiple choice objective test is 20 questions. Science learning outcome data have been obtained were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis method. The results of this study indicate that the application of quantum teaching-aided model of media images can improve learning outcomes science in the class V students in the second semester of SD Negeri 3 Anturan academic year 2015/2016. It can be seen from the improvement of learning outcomes that occur in each cycle. In the first cycle the average grade obtainable 63.11. In the second cycle the average grade obtainable increase to 70.54. In the first cycle of classical learning completeness percentage reached 51.35% with low criteria. In the second cycle of classical learning completeness percentage reach to increase 75.68% with the criteria being.keyword : quantum teaching, pictures, learning outcomes

Page 81 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue