cover
Contact Name
faris
Contact Email
faris@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faris@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL HERITAGE
ISSN : 20880626     EISSN : 24427365     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Heritage merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh FISIP Universitas Yudharta Pasuruan. Dan terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial dalam perspektif ilmu komunikasi. Naskah yang diterima hanya naskah asli dan belum di publikasikan di media cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
Efek Sosial Media : Negative Social Media Content Dalam Vlog "Nomnoman Taek Versi Tretes" dalam Relasinya Dengan Kenakalan Remaja (Juvenile Deleguensy) di Pasuruan Nicky Norjana; Zainul Ahwan; Siti Muyasaroh; Moh. Edy Marzuki

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i1.3220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana bad influence konten negatif vlog “nomnoman taek” versi Tretes terhadap kenakalan remaja (Juvenile Deleguensy). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research dengan menggunakan teori media communication mediated computer (CMC) dan efek media sosial dengan fokus kajian pada konten Vlog “Kumpulan video hot nom-noman taek versi tretes” pada akun Wakwau channel yang telah ditonton 18.670 viewer. Konten Vlog tersebut divisualkan dengan image trand gaya remaja yang yang dianggap kekinian. Diantara image yang dikaitkan dengan konten video “nom-noman taek versi tretes” adalah tren pacaran remaja masa kini, hingga tren berkunjung ke lokalisasi Tretes. Konten-konten negatif yang terdapat dalam vlog tersebut secara sadar atau tidak menjadi konsumsi masyarakat pengguna media sosial, khusunya para generasi muda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, Konten vlog tersebut semakin memperparah citra buruk Tretes di mata masyarakat karena masalah prostitusi, ditambah lagi tingkat kenakalan remaja yang tinggi. Kedua, aksi unggahan video berkonten negative tersebut menimbulkan reaksi negatif dari pembuatan video sejenis yang cukup tinggi dilihat dari jumlah video baru yang bermunculan, jumlah views yang tinggi, dan komentar yang banyak. Ketiga, hal ini menyebabkan bad influence pada remaja seperti terjadinya kasus narkotika dan prostitusi dibawah umur
Representasi Citra Diri Keanu Sebagai Influencer Melalui Instagram @keanuagl Firdaus, Muhammad Rayhan; Zulfiningrum, Rahmawati

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3234

Abstract

Salah satu platform media sosial yang populer adalah Instagram terlebih pada kalangan dewasa muda. Hingga muncul istilah “selebriti Instagram” dari penggunaan media sosial Instagram. Keanu Angelo atau @keanuagl merupakan selebgram atau influencer yang memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan remaja. Keanu Angelo juga merupakan influencer yang mempunyai karakter yang unik dengan cara berbicara yang lucu dan berpenampilan apa adanya atau sesuai dengan jati dirinya. Instagram @keanuagl masuk dalam “10 Selebgram Indonesia Paling Bersinar di 2020.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi citra diri Keanu sebagai influencer melalui Instagram @keanuagl. Metode penelitian menggunakan kualitatif dan analisis semiotika model Charles Sanders Pierce dengan teori segitiga makna yang terdiri dari objek, tanda dan makna. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik representasi citra diri Keanu, mulai dari cara berpenampilan secara umum dalam Instagram, kebebasan berbusana sesuai karakter diri, percaya diri akan ukuran tubuh, penggunaan kosmetik untuk penunjang karir, dan model rambut yang mengikuti trend seluruh karakter tersebut direpresentasikan dalam Instagram @keanuagl. Citra diri Keanu menginspirasi influencer lain dan para pengikutnya di Instagram untuk menjadi diri sendiri dan memiliki karakter.
KOMUNIKASI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERINTEGRITAS di WEBCOMIC “TRICKSTER” EPISODE 1-53 LINE WEBTONE R.M Joko Priono; RB. Hendri Kuswantoro

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v11i2.3245

Abstract

ABSTRAK Ketika pendidikan karakter tidak tertanam dengan baik misalnya dalam penggunaan teknologi, maka akan sulit menyaring tindakan-tindakan yang benar dan salah. Pemahaman mengenai konsep karakter menjadi sangat penting ketika hal tersebut diwujudkan dalam suatu misi atau muatan pesan yang akan disampaikan dalam suatu produk media massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggambaran nilai-nilai pembentuk karakter apa saja dalam sebuah komik cerita di aplikasi social media webcomic “Trickster” Episode 1 sampai dengan 53 di Line Webtoon. Analisis isi dimaksudkan untuk menggambarkan secara detail suatu muatan pesan tentang nilai-nilai pembentuk karakter, dalam suatu teks tertentu, kata-kata, kalimat, pernyataan, ungkapan dalam kumpulan dialog di episode 1 sampai dengan 53 webcomic Trickster. Hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa secara umum pesan Nilai-Nilai Pembentuk Karakter dalam Webtoon / webcomic Trickster Episode 1 - 53 menunjukkan adanya pesan nilai-nilai pembentuk karakter yaitu nilai karakter religious, nilai karakter nasionalis, nilai karakter kemandirian, nilai karakter gotong royong, serta nilai karakter berintegritas. 47% untuk pesan nilai karakter religius yang berjumlah 11 pesan, 19. 73% untuk pesan nilai karakter nasionalis yang berjumlah 15 pesan, dan 39. 47% untuk pesan nilai karakter Integritas yang berjumlah 30 pesan, 9. 21% untuk pesan nilai karakter mandiri yang berjumlah 7 pesan dan 17. 10% untuk pesan nilai karakter gotong royong yang berjumlah 13 pesan. Kata Kunci : Nilai Karakter, komik, Webcomic ABSTRACT When character education is not well embedded, for example in the use of technology, it will be difficult to filter out right and wrong actions. Understanding the concept of character becomes very important when it is realized in a mission or message content that will be conveyed in a mass media product. This research aims to determine the depiction of character-forming values in a comic story on the webcomic social media application "Trickster" Episodes 1 to 53 on Line Webtoon. Content analysis is intended to describe in detail a message content about character-forming values, in a particular text, words, sentences, statements, expressions in a collection of dialogues in episodes 1 to 53 of the Trickster webcomic. The results of the research and discussion found that in general the message of character-forming values in the Webtoon / webcomic Trickster Episodes 1 - 53 shows that there are messages of character-forming values, namely religious character values, nationalist character values, independence character values, mutual cooperation character values, and the value of character with integrity. 47% for religious character value messages totaling 11 messages, 19.73% for nationalist character value messages totaling 15 messages, and 39.47% for Integrity character value messages totaling 30 messages, 9.21% for independent character value messages which amounted to 7 messages and 17.10% for the mutual cooperation character value messages which amounted to 13 messages. Keywords: Character Value, comics, Webcomic
Pentingnya Juru Bicara Sebagai Komunikator Politik Pada Presidensi G20 Indonesia Hotmaida Marttianno Nainggolan; Novi Indah Permatasari; Hikmalia, Wilda

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3261

Abstract

Juru bicara adalah perwakilan suara dari suatu kelompok, lembaga ataupun organisasi yang dipercaya untuk menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Seorang juru bicara dapat berperan sebagai penasihat, humas maupun komunikator politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya peran juru bicara sebagai komunikator politik pada Presidensi G20 Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Fokus pada penelitian adalah juru bicara, komunikator politik, dan Presidensi G20 Indonesia. Tinjauan pustaka sebelumnya berkaitan dengan juru bicara sebagai komunikator politik menunjukkan pentingnya sosok tersebut dalam pembentukan citra dan kredibilitas tokoh politik yang diwakilkan. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa juru bicara memiliki banyak peran salah satunya sebagai komunikator politik dan peran tersebut sangat penting. Indikator keberhasilan dalam sebuah konferensi politik seperti Presidensi G20 Indonesia berada di tangan juru bicara sebagai komunikator politik. Selain itu ditunjuknya Maudy Ayunda sebagai salah satu tim dalam juru bicara pada Presidensi G20 Indonesia menimbulkan pro dan kontra. Namun, terlepas dari itu peran penting juru bicara tetap harus dilaksanakan dengan baik. Juru bicara pada Presidensi G20 Indonesia akan sangat berpengaruh terhadap kepentingan politik Indonesia di dunia internasional. Untuk itu pemilihan juru bicara yang kompeten serta ahli pada bidangnya dan pembentukan tim juru bicara yang solid dalam Presidensi G20 Indonesia sebagai komunikator politik mempunyai peran sangat penting dalam melaksanakan tugasnya.
Efektivitas Komunikasi Museum Bekasi Gedung Juang 45 Dalam Proses Pengembangan Rafliansyah Permana Putra; Siti Nursanti; Luluatu Nayiroh

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3317

Abstract

Museum Bekasi Gedung Juang 45 merupakan sebuah museum yang ada di daerah Kabupaten Bekasi, museum tersebut berbentuk digital, sudah dibuka namun masih dalam proses pengembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan komunikasi, hambatan, dan efektifitas komunikasi yang dilakukan dalam proses pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan pendekatan secara deksriptif. Kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh Museum Bekasi Gedung Juang 45 adalah dengan menggunakan media sosial seperti Website, Instagram dan Tik Tok. Media sosial tersebut digunakan untuk melakukan kegiatan komunikasi dan penyebaran informasi berupa konten yang dipegang dan dikelola oleh bagian FO atau Front Office. Komunikasi langsung dilakukan melalui ressepsionis dan tourgate. Kedua bagian tersebut ditugaskan untuk mengarahkan pengunjung yang datang. Hambatannya adalah belum adanya what to buy atau sesuatu yang bisa dibeli oleh pengunjung. Efektivitas komunikasi sudah dilakukan dengan baik melalui media sosial dan komunikasi secara langsung.
Strategi Komunikasi Pemasaran Sales Force Tupperware Sld. Kalyana Barra Restia, Eva; Rahmawati Zulfiningrum

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3355

Abstract

Tupperware merupakan salah satu bisnis multilevel marketing yang berkembang pesat tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kota Semarang. Mahalnya harga produk Tupperware sering kali menjadi hambatan dalam proses pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dalam memasarkan produk Tupperware kepada konsumen, dimana terdapat pola penggunaan komunikasi langsung atau tatap muka yang menjadi ciri khas dari Tupperware dalam mengembangkan jaringan pemasarannya. Penelitian menggunakan teori proses penjualan atau sales cycle dari sales force yang terdiri dari planning, making appointment atau approaching, prospecting, fact finding, presentation, handling objection & negotiation, closing, dan after sales service. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian diantaranya adalah para sales force, distributor, dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa training yang dilakukan perusahaan menjadi kunci utama dari keberhasilan strategi komunikasi pemasaran para sales force. Sales force perlu mengetahui detail dari produk yang akan ditawarkan, memiliki solusi atas pertanyaan dari para konsumen agar planning pemasaran yang sudah di susun dapat terealisasikan, sehingga konsumen menjadi lebih mengenal detail produk maupun beragam event Tupperware melalui komunikasi secara langsung yang dilakukan oleh sales force kepada konsumen.
Manajemen Penyiaran Berita Dalam Menghadapi Persiangan Media Pada Era Digital di TVRI Jawa Timur Siti, Siti Sarifah; Purwanto; RB. Hendri Kuswantoro

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3412

Abstract

Perubahan dari analog ke digital membawa perubahan dari berbagai aspek, seperti peralatan, pemancar, coverage area, dapat menampung lebih dari 10 chanel TV dari satu lokasi, persaingan disini dapat berupa alat dan pelayanan, durasi. Di sini dibutuhkan orang orang yang kreatif terutama dalam bidang pemasaran, hal ini berkaitan dengan kreasi dankemampuan keuangan juga. Siaran Berita sebagai salah satu aspek dari TVRI Jawa Timur yang harus ditingkatkan, dengan program acara berita tersebut, dalam penelitian ini ingin diketahui bagaimana manajemen siaran berita dalammenghadapi persaingan media pada era digital di TVRI Jawa Timur. Tujuan penelitian ini untuk menemukanbagaimana penerapan manajemen pada penyiaran Berita dalam menghadapi persaingan dan era digital di TVRI JawaTimur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dilakukan untuk melihat bagaimana mengelola sebuahperusahaan media di era sekarang ini, secara khusus melihat bagaimana Manajemen Siaran Berita dalam menghadapipersaingan media pada era digital di TVRI Jawa Timur. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Manajemen PenyiaranBerita dalam Menghadapi Persaingan Media pada Era Digital telah dilakukan TVRI Stasiun Jawa Timur denganmenambah media Multiplatform dan upload content melalui berbagai Media Sosial serta menambah satu BagianProgram Konten Media Baru.
Public Relations Event Analisis Pada Kegiatan Workshop Kerajinan Bambu Saung Angklung Udjo Ellena Fitri Aulia; Dasrun Hidayat; Purwadhi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v11i1.3431

Abstract

In preserving culture, of course, there must be activities that can be done to maintain cultural resilience. As was done by Saung Angklung Udjo (SAU), which made a bamboo craft workshop which was part of the Public Relations event. The workshop activity is an effort to preserve culture carried out by Saung Angklung Udjo (SAU). The purpose of this study was to determine the design of the bamboo craft workshop program, which would regenerate the seeds of prospective angklung artists. This research uses qualitative research with PR ethnographic study. This study aims to determine the PR communication behavior carried out by the organizers of the workshop activities, namely workshop managers and presenters with visitors or workshop participants. The results of this study indicate that there are stages of the workshop activity program, starting from the preparation analysis stage, strategy stage, implementation, community support, to building reputation. This study uses a relevant model, namely the IPPAR model (Insight, Strategic Program, Program Implementation, Action and Reputation). In carrying out its activities and building its reputation, SAU has basic principles or values, namely UDJO stands for Tenacious, Disciplined, Honest, and Optimistic. In addition, by providing the best possible service so that loyalty and reputation are maintained.
Penerapan Variasi Shot Dalam Program Magazine Televisi “Mesmerize” Susilawati; Iqbalulhadi, Mochammad; Purwanto

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3447

Abstract

“Mesmerize” merupakan program magazine televisi yang menampilkan berbagai informasi dan hal-hal menarik dengan tema healthy lifestyle. Tujuan dari produksi karya ini adalah menciptakan sebuah program magazine televisi yang menerapkan variasi shot untuk mendukung kualitas program tersebut. Berdasarkan beberapa karya yang telah diamati, sebuah program yang tidak menerapkan variasi shot mengakibatkan gambar yang monoton dan tidak menarik. Untuk menerapkan variasi shot yang baik, diperlukan beberapa teknik pengambilan gambar antara lain simple shot, complex shot, dan developing shot. Simple shot bertujuan untuk memberikan dan memperjelas informasi dengan pemilihan komposisi yang tepat. Complex shot merupakan teknik pengambilan gambar dengan pergerakan kamera tanpa memindah kamera itu sendiri seperti panning dan tilting dengan tujuan memperjelas informasi. Developing shot adalah teknik pengambilan gambar dengan merubah posisi kamera dengan tujuan memberikan kesan dinamis pada gambar. Dengan menerapkan tiga teknik variasi shot tersebut, maka dapat tercipta sebuah karya magazine televisi yang informatif, menarik, dan menghibur.
Analisa Pemanfaatan Kamera ENG Pada Siaran Street Performance Jogja Java Carnival TVRI Yogyakarta Abdul Hakim; Purwanto; Aprilina Dwi Astuti

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3449

Abstract

Masyarakat Yogyakarta memiliki events tahunan yang dilakukan oleh pemerintahan Kota Yogyakarta dan dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Yogyakarta, bahkan telah menjadi icon untuk pariwisata di Yogyakarta yaitu Jogja Java Carnival/JJC. Puncak acara HUT Kota Yogyakarta dengan night carnival berlangsung pada malam hari, mengusung brand image yang dikenal dengan night carnival, dengan pawai street performance. Acara Night Carnival dengan Street performance ini merupakan acara unggulan dan merupakan kegiatan yang disiarkan secara langsung oleh TVRI Stasiun Yogyakarta. Acara Street performance, JJC, peliputan dilakukan secara live programming oleh TVRI Stasiun Yogyakarta, melibatkan beberapa peralatan utama seperti OB Van Televisi dan kamera ENG. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif serta melakukan analisa terhadap pemanfaatan kamera ENG untuk liputan proses street performance,JJC, dan bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan kamera ENG pada kelancaran peliputan acara Street. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurang lancarnya peliputan dan penyampaian hasil, sehingga mempengaruhi kualitas siaran.

Page 11 of 27 | Total Record : 266