cover
Contact Name
faris
Contact Email
faris@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faris@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL HERITAGE
ISSN : 20880626     EISSN : 24427365     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Heritage merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh FISIP Universitas Yudharta Pasuruan. Dan terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial dalam perspektif ilmu komunikasi. Naskah yang diterima hanya naskah asli dan belum di publikasikan di media cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
IMPLEMENTASI PRODUKSI PROGRAM ACARA “TEKNOTANI” DI LPP TVRI YOGYAKARTA Susilawati; Ade Wahyudin

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2492

Abstract

Program TEKNOTANI produksi TVRI Yogyakarta, masih menjadi siaran andalan bagi warga tani di wilayah Yogyakara. Sebagai program siaran andalan, TEKNOTANI diproduksi dengan kolaborasi di luar studio (outdoor) dan di dalam studio (indoor), dimana produser merangkap sebagai penulis naskah, tenaga kreatif serta tenaga kontinuitas siaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi program TEKNOTANI di LPP TVRI Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku yang teramati dari empat narasumber. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi perilaku tertentu, mempelajari dokumen tertulis, atau memeriksa visual image. Hasil yang di capai dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu tahap pra-produksi diawali dengan pencarian materi program yang bisa didapatkan dari media cetak, media elektronik maupun dari media online, serta dari jaringan narasumber sebelumnya. Selanjutnya dilakukan survey di lapangan untuk mengetahui tepat tidaknya lahan yang akan di shooting serta melakukan koordinasi dengan narasumber, siapa saja yang akan dijadikan narasumber. Pada tahap produksi merupakan pelaksanaan shooting. Pada program TEKNOTANI ini shooting dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap shooting untuk visualisasi di lapangan (outdoor) sebagai bahan insert saat produksi di studio serta shooting di studio (indoor). Hasil dari shooting di studio sudah merupakan hasil yang layak untuk disiarkan. Pada proses pasca produksi dilakukan untuk menyunting gambar dan suara yang telah diproduksi di luar studio atau di lapangan. Proses editing dilakukan melalui dua tahap yaitu editing offline, kemudian editing online.
PENYUTRADARAAN DALAM PROSES PRODUKSI ACARA “KETHOPRAK” DI RRI YOGYAKARTA Sri Hastuti

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2493

Abstract

RRI Yogyakarta mempunyai produksi acara yang bertajuk “Kethoprak” yang menunjukkan budaya lokal dan digemari oleh pendengar karena pengemasan program dibuat lebih mendekatkan pada pendengar. Acara tersebut lebih mengutamakan kreativitas dan improvisasi dengan karakter yang dimiliki oleh masing-masing pemain. Sebagai pegangan, pemain mengacu pada naskah yang dibuat oleh sutradara meskipun hanya berupa kerangka cerita serta beberapa catatan yang berkaitan dengan ”Kethoprak”. Permasalahan yang dihadapi oleh RRI Yogyakarta adalah tidak semua sutradara mampu memahami karakter dan jiwa dari kesenian kethoprak disebabkan latarbelakang budaya yang dimiliki oleh masing masing sutradara. Selain itu, tidak banyak sutradara yang tertarik sebagai sutradara kethoprak karena ada kecenderungan lebih suka menjadi sutradara drama yang dipandang lebih bersifat umum dan tidak rumit proses produksinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Penyutradaraan dan konsep Ketoprak yang digambarkan secara diskriptif dengan analisa tahapan produksi mulai dari tahap perencanaan, tahap produksi dan tahap paska produksi. Perencanaan diawali dengan cara menganalisa naskah, memahami karakter dan mengoptimalkan peran kedalam naskah produksi, pada tahap produksi sutradara lebih memaksimalkan peran melalui suara, intonasi, kecepatan serta harmonisasi tokoh dalam dialog sedangkan pada tahap paska produksi lebih memperkuat nuansa yang menggambarkan tempat dan kejadian melalui music dan sound efek.
BRANDING EVENT BUDAYA PERANG TOMAT DI DESA CIKIDANG MENJADI DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN MELALUI STRATEGI MEDIA KOMUNIKASI Acep Rachmat

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2518

Abstract

Desa Cikidang terletak di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan memiliki landscape alam berupa pegunungan, hutan dan didukung adanya kebudayaan Perang Tomat yang menjadi keunikan Desa Cikidang, perkembangan zaman dan teknologi menjadi ancaman serius bagi kebudayaan tersebut, Maka perlu upaya peningkatan melalui branding dan pemasaran Event budaya Perang Tomat dengan menggunakan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui branding Event pariwisata Perang Tomat menjadi destinasi wisata berkelanjutan melalui media komunikasi, Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya implementasi kerja sama antara warga lokal dengan pemerintah daerah disertai branding melalui media komunikasi dan marketing communication yang berbasis pada community based tourism.
PESAN POLITIK KEBANGSAAN SEBAGAI REKONSILIASI KIAI PASCA PESTA DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF COORDINATED MANAGAMENT OF MEANING (CMM) Ahmad Aminuddin; Nurma Yuwita; Gatut Setiadi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2557

Abstract

Penelitian ini berangkat dari CMM guna mengkaji pesan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai. CMM berfokus pada diri dan hubungannya dengan orang lain, serta interpretasi makna pada sebuah pesan (Philipsen dalam West & Turner, 2014, h.115). CMM adalah teori praktis dan menyediakan kerangka komprehensif untuk mengatur hubungan antarfenomena dan telah mengembangkan berbagai alat seperti hierarki makna. Peneliti mengkaji politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai pasca pesta demokrasi dikarenakan pemilu 2019 menjadi batu uji kesiapan bangsa demokrasi secara maju dan beradap. Sehingga, kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, dapat menyandingkan Islam dan demokrasi. Momentum pemilu 2019 telah usai dan sudah terpilih presiden, wakil presiden, maupun para anggota legislatif. Maka bangsa Indonesia diharapkan kembali bersatu. Pihak-pihak yang sebelumnya berkompetisi secara politik, harus kembali merangkul dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa dan menciptakan perdamaian. Mantan Ketua MK Mahfud MD (dalam detikNews, 2019) mengajak segenap bangsa untuk melakukan rekonsiliasi atau pemulihan. Rekonsiliasi menurut Mahfud adalah kembali ke posisi masing-masing dengan cita-cita menjaga negara berdasarkan konstitusi. Guna mengawal rekonsiliasi di masyarakat maka dibutuhkan pesan politik kebangsaan dari Kiai. Karena Kiai merupakan tokoh sentral yang akan selalu dipatuhi oleh masyarakat. Kiai memiliki otoritas yang tinggi di masyarakat dan dapat menaungi serta mengotrol tindakan masyarakat sehingga bisa menjadi agen rekonsiliasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif-konstruktivis. Metodologi yang digunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan CMM theory dalam konteks politik kebangsaan. Politik kebangsaan merupakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang seharusnya menjadi rujukan setiap orang untuk lebih mengedepankan kepada unsur kemanusiaan demi perdamaian dan kesejahteraan rakyat.
PENGEMBANGAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN POKDARWIS DESA JURUG DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN (STUDI KASUS DI DESA WISATA JURUG KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO) M. Rifa’i

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2570

Abstract

Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu kabupaten yang sedang gencar-gencarnyamengembangkan potensi pariwisatanya. Salah satunya adalah Pokdarwis Desa Jurug,Kehadiran Kelompok Sadar Wisata ini sebagai institusi lokal dalam pembangunan danpengembangan pariwisata pihak dan yang bertanggung jawab dalam kegiatan pengelolaanatau manajerial, karena pada dasarnya Pokdarwis memiliki kewenangan untuk mengatursetiap aktivitas pembangunan dan pengembangan pariwisata sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang mengikutinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Startegi Komunikasipokdarwis desa Jurug dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Teori yang digunakanpada penelitian ini adalah teori Integrated marketing communication (IMC) dari Tjiptono.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis data yang disajikanyakni observasi dan wawancara menggunakan data primer melalui sumber data key informandan informan, data sekunder melalui sumber data dokumen, buku-buku, artikel, dandokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif model interaktifyang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari empat komponen yaitupengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pengembangan StartegiKomunikasi pokdarwis desa Jurug dalam meningkatkan kunjungan wisatawan melalui limaelemen komunikasi pemasaran terpadu yaitu 1. Periklanan dengan pemasangan spanduk,pembagian brosur, iklan di media Televisi di koran, dan di radio. 2. Promosi Penjualandengan menggelar kegitan atau even-even di hari-hari besar dengan memberikan doskon 30%tiket masuk, 3. Public Relations (hubungan masyarakat) melalui kerjasama dengan beberapainstansi wilayah ponorogo dan lobi negosiasi sponsor event, 4. Personal Selling (penjualanpribadi) dengan beberapa paguyupan reog, instansi-instansi terkait pariwisata, memberikanperkemhan gratis ke sekolah-sekolah dan promo di lokasi event yang ada di ponorogo, 5.Direct And Online marketing (langsung dan pemasaran online) dengan menggunakanprogram promo dan perkembangan wisata melalui broadcast e-mail, instagram, Facebook danwhatsapp Group.
MINAT JURNALIS KOMPAS TV MELIPUT BERITA INVESTIGASI Siti Sarifah

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2572

Abstract

Interest is the encouragement or desire of someone pleasant, can provide satisfaction, and becomeenergy to increase morale when carrying out work. So far, reporting investigative news is still considered to be ahigh-cost, time-consuming report because it requires a long time, high difficulty, and great risk. This, of course,causes low interest in becoming investigative news journalists, because it requires strong capital requirements,tenacity, and patience that journalists must have in carrying out investigative news coverage. This research wasconducted using a qualitative approach by conducting in-depth interviews, participating in daily operationalactivities of the data sources, and based on existing documentation. The purpose of this study is to find out howinterested Kompas TV journalists are in covering Investigation News. Based on the research results, it wasfound that the interest of Kompas TV journalists in covering investigative news in the program "File Kompas"with high enthusiasm resulted in many awards that have been obtained. Cognitive personal interest in coveringinvestigative news was owned when they were in college, then strengthened during an internship. Then, theaffective element is obtained from daily interactions as well as activities in the journalist community of KompasTVKeywords: Interests, Cognitive, Affective, Investigation News.
ANALISIS PENERAPAN SIX ELEMENT OF MIX PADA DIALOG LINTAS PAGI JOGJA DI RRI PROGRAMA I YOGYAKARTA Sunarsa Sunarsa

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i2.2755

Abstract

Program Dialog Lintas Pagi Jogja merupakan program salah satu program acara unggulan di RRI Pro 1 Jogja. Untuk dapat berinteraksi dengan pendengarnya dan serta mengikuti perkembangan jaman, maka Bidang Teknologi dan Media Baru RRI Yogyakarta mencoba berinovasi dengan menayangkan program acara ini secara live streaming di platform YouTube dengan mengundang dan berinteraksi dengan narasumber menggunakan aplikasi video conference Zoom. Hal ini menjadi tantangan yang menarik untuk dibahas, terutama bila melihat sejauh mana penerapan Six Element of Mix pada program acara tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dimana sumber data didapatkan dari proses observasi, wawancara dengan pihak terkait serta studi literatur yang relevan. Berdasarkan data yang diperoleh Penerapan Six Element of Mix Program Dialog Lintas Pagi Jogja di RRI Yogjakarta masih belum optimal pelaksanaan produksi melalui dialog dengan narasumber yang dilakukan secara online menggunakan aplikasi video conference Zoom memiliki beberapa kendala. kendala yang utama adalah kualitas audio tidak baik dikarenakan narasumber tidak menggunakan perangkat atau peralatan yang sesuai dengan standar penyiaran. selain itu, kemampuan SDM yang masih belum mendalami menggunakan software OBS dan VMix secara lebih mendalam.
PERAN MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN BAGI ANAK PENYANDANG DISLEKSIA Ninuk Riswandari; Nurma Yuwita

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i2.2782

Abstract

The success of the learning process is when students are able to absorb and understand the information provided by educators. However, not all children have normal conditions that are able to absorb all information without any difficulties. For children with dyslexia, the main learning processes related to reading, writing and arithmetic are activities that are quite difficult for them. This disorder is due to congenital biological factors of the child. The sensitivity of teachers and parents in detecting children with dyslexia is very necessary in order to support their growth and development. Because of the learning difficulties experienced by children with dyslexia, media is needed that helps their learning process so that any information conveyed by the teacher can be well received. Media that can be used can be in the form of human-based media, print-based media, audio-based media, or audio-visual-based media. The form of the picture will usually be more easily understood by children with dyslexia.
ANALISIS PENERAPAN ELEMEN EDITING PADA PROGRAM TEKNOTANI TVRI YOGYAKARTA Susilawati Susilawati

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i2.2798

Abstract

Program Teknotani merupakan acara unggulan TVRI Yogyakarta yang menitikberatkan pada sektor pertanian di wilayah D.I. Yogyakarta. Peran seorang editor sangat penting untuk dapat menghasilkan tayangan yang tidak hanya menarik untuk pemirsa namun dapat memberikan informasi sebagaimana tujuan dari program ini. Pada proses paska produksi editor harus menerapkan six elements of the edit, meliputi motivation, information, composition, sound, camera angle dan continuity. Sehingga pada penelitian ini menganalisis penerapan elemen editing pada program Teknotani TVRI Yogyakarta dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, secara umum program Teknotani TVRI Yogyakarta telah menerapkan six element of edit. Dari beberapa gambar tersebut terlihat bahwa shot shot yang dilakukan baik di studio maupun di luar studio sudah menerapkan elemen informasi dan motivasi dengan baik. Selain itu, editor menerapkan komposisi dengan pemilihan size shot yang tepat sehingga menghasilkan tayangan yang tidak monoton dan informatif.
PENGARUH KEMAMPUAN SUMBEDAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN Agus Rahmanto; Dwi Rachmadani

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i2.2810

Abstract

The purpose of this study is to determine whether there is an influence between the ability of human resources on consumer satisfaction at PT. One Bintang Jaya Surabaya. The sample in this study were consumers of PT. Satu Bintang Jaya in January-March 2020 which makes a minimum purchase transaction of Rp. 5,000,000, totaling 40 respondents. This research method is a quantitative method. The results of the f and t test indicate that the ability of human resources affects consumer satisfaction at PT. Satu Bintang Jaya Surabaya. In the coefficient of determination test, the adjuster square value is 55.9%, meaning that the ability of human resources to meet consumer satisfaction is 55.9%. And the remaining 44.1% are other factors. Overall consumer responses to the capabilities of human resources at PT. Satu Bintang Jaya is good.

Page 9 of 27 | Total Record : 266