cover
Contact Name
faris
Contact Email
faris@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faris@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL HERITAGE
ISSN : 20880626     EISSN : 24427365     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Heritage merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh FISIP Universitas Yudharta Pasuruan. Dan terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial dalam perspektif ilmu komunikasi. Naskah yang diterima hanya naskah asli dan belum di publikasikan di media cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
PLURALISME AGAMA DALAM PEMIKIRAN PESANTREN DENGAN PENDEKATAN TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK Nurma Yuwita
HERITAGE Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1412

Abstract

Penelitian ini mendiskripsikan pluralisme agama perspektif Kiai Sholeh Bahruddin dengan model pendekatan teori interaksionisme simbolik. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif. Metodologi ini dipilih bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling.Pluralisme agama dalam pemikiran pesantren dengan pendekatan teori interaksionisme simbolik menghasilkan: 1) Makna pluralisme agama perspektif Kiai Sholeh Bahruddin yakni Allah menjadikan ciptaannya berbeda-beda agama yaitu: Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghuchu dengan tujuan agar bisa saling belajar berbagai macam cara seperti toleransi agama, hidup bermasyarakat, saling membantu, dan mengakui perbedaan itu sebagai karunia yang diberikanNya sebagai realita kehidupan; 2) Pancasila merupakan landasan utama yang digunakan oleh Kiai Sholeh Bahruddin dalam mengimplementasikan nilai pluralisme agama. Selain itu konsep pluralisme agama Kiai Sholeh Bahruddin dilatar belakangi dari pola kepemimpinan Nabi Muhammad yang berdasarkan piagam madinah; 3) Interaksi antarumat beragama di pondok pesantren Ngalah diimplementasikan dengan “kerja sama sosial keagamaan” dengan konsep dialog antarumat beragama dan “kerja sama dalam bidang agama” dengan konsep doa bersama, hubungan antarumat beragama, live in agama.
PENGEMBANGAN STRATEGI KOMUNIKASI DINAS PARIWISATA DAN KOMINFO DALAM MENINGKATKAT WISATAWAN DI AIR TERJUN PLETUK DESA JURUG SOOKO PONOROGO M. Rifa’i; Abdullah
HERITAGE Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1413

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui Pengembangan strategi komunikasi Dinas Pariwisata dan Kominfo dalam meningkatkan wisatawan di Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo; (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam melaksanakan strategi komunikasi dalam meningkatkan wisatawan Di Air Terjun Pletuk desa Jurug Sooko Ponorogo. Tipe penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni dengan menyajikan data dalam bentuk deskripsi berupa naratif, kata-kata, ungkapan, pendapat dan gagasan yang dikumpulkan oleh peneliti dari beberapa sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata dan Kominfo melakukan strategi komunikasi dalam meningkatkan wisatawan di Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo. Strategi yang digunakan yaitu pengenalan khalayak, penyusunan pesan, penetapan metode dan penggunaan media. Adapun faktor yang mendukung strategi komunikasi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kominfo yaitu adanya potensi wisata SDA Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta pertumbuhan ekonomi Desa Jurug Sooko Ponorogo. Selanjutnya faktor penghambat jalannya strategi komunikasi Dinas Pariwisata dan Kominfo Ponorogo yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan adanya pariwisata dan ketersediaan dana dan infrastuktur yang masih perlu di benahi.
ANALISIS WACANA PERSEPSI PARTISIPAN ADJIB PADA AKUN MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KOMUNIKASI POLITIK TIM SUKSES PASANGAN CALON M. IRSYAD YUSUF DAN MUJIB IMRON PADA PILKADA 2018 KAB. PASURUAN (PERIODE MARET – APRIL 2018) M. Hidayatulloh
HERITAGE Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1554

Abstract

Pada masa menjelang Pemilu 2014 lalu, begitu ramai parata dan tokoh politik terjun ke media social. Mereka tampaknya berkaca dari contoh sukses Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), dan Ridwan Kamil (Wali kota Bandung). Empat tokoh tersebut terbilang rajin berinteraksi di Twitter, Facebook, dan Youtube sehingga mampu menarik simpati serta dukungan pengguna media social. Pada Pilkada 2018 Kabupaten Pasuruan, peneliti menganalisis struktur teks yang dibangun oleh akun Relawan Adjib dalam Mengkampanyekan pasangan ADJIB. Dengan metode deskriptif kualitatif dan fokus penelitian yaitu postingan akun Relawan Adjib berupa berita periode maret – april 2018 dengan menggunakan analisis wacana Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar postingan berupa berita akun relawan adjib jika dilihat dari struktur makro postingan yang pertama, tema atau topik yang ditampilkan berupaya untuk menekankan terhadap masyarakat yang berlatar belakang pesantren khususnya santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Yasini bahwa Adjib lah yang harus dan lebih pantas mereka pilih dan dimenangkan untuk memimpin kabupaten pasuruan pada periode mendatang.
KEBIJAKAN REGULATIF PEMERINTAH DAERAH TENTANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Khoirul Huda
HERITAGE Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1558

Abstract

Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Meskipun banyak upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah, seperti penyusunan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (RAN-PKTP), pembangunan pusat-pusat krisis terpadu di rumah sakit, pembangunan ruang pelayanan khusus (RPK) di Polda dan Polres serta pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (PPT-PPA) atau di daerah lain disebut P2TP2, dan penyebaran informasi dan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga tingkat Kecamatan dan desa. Namun semua upaya tersebut belum cukup untuk menekan tingginya tindak kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak. Data yang akurat masih belum tersedia, hal ini dikarenakan banyak kasus-kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak yang tidak dilaporkan, dengan anggapan bahwa masalah tersebut adalah masalah domestik keluarga (tabu) yang tidak perlu diketahui orang lain selain itu belum ada interching’s antara lembaga dalam penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak. Selain itu, masih didapati bahwa Pemberdayaan Perempuan menjadi erat kaitannya dengan perlindungan terhadap anak, ditengah kesibukan orangtua dalam keseharianya berdampak atas peran kaum perempuan dalam pendidikan utama dan pertama bagi anak. Dalam keseharian terdapat fenomena atas pendidikan anak dikeluarga yang lebih sering terjadi secara alamiah tanpa kesadaran perencanaan orang tua, padahal pengaruh dan akibat sangat besar. Jika kita lihat atas rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan memiliki kontribusi sangat besar atas pendidikan dan pembentukan karakter anak. Jika ditelaah secara seksama terdapat beberapa masalah utama guna mengurai atas pembangunan pemberdayaan perempuan di daearah, sebagaimana rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik. Tidak lepas adanya konstruksi budaya (cultural), structural dan pola rasional sebagaimana pola rasional menjadi Value (Tata Nilai) dalam kehidupan yang dianggap benar dan bersifat subjektif sehingga dalam establishmen gender di daerah melihat dari tiga aspek; cultural, structural dan rasional (Values).
ANALISIS ISI KECENDERUNGAN PEMBERITAAN MEDIA ONLINE TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR PERIODE 2018-2023 DI TRIBUNNEWS.COM (Selama Bulan Januari-Mei 2018) Childa Laili Nur Fitriah
HERITAGE Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1562

Abstract

Pada tahun 2018 bertepatan dengan Pilkada serentak di Indonesia, salah satunya adalah pemilihan Gubernur Jawa Timur pada tanggal 27 juni 2018, Salah satu alat kampanye politik adalah media online yang dinilai lebih efektif, mudah serta persebaran informasi yang cepat. Akan tetapi banyak media yang memanfaatkan media online sebagai alat propaganda politiknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan media tentang pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 di Tribunnews. Penelitian ini menggunakan 2 kategorisasi yaitu kecenderungan dan arah isu. Populasi dalam penelitian ini adalah berita Pemilihan Gubernur Jatim 2018 di Tribunnews.com pada bulan Januari-Mei 2018. Sampel yang diperlukan adalah 35 berita yang dianalisis oleh peneliti dan dibantu oleh 2 koder yakni Rosyidi (wartawan) dan Hery Sunarno (Dosen Jurnalis). Teknik pengumpulan data menggunakan rumus Holsty untuk mencari CR dan di perkuat dengan rumus Scott untuk mencari nilai keterhandalan dengan total 0,7, dari kategori ditemukan Coefisien Reliability 0,7. Dapat disimpulkan bahwa berita Pemilihan Gubernur Jatim di Tribunnews.com memiliki kecenderungan 84% dengan 24 berita, 12 berita memihak pada pasangan calon nomer 1 dan 12 berita memihak pada pasangan calon nomer 2. Arah isu positif 88% dengan dominan 8 arah isu berita dukungan pada pasangan calon nomer 1.
FENOMENA CLICKBAIT DI TRIBUNNEWS.COM DITINJAU DARI KODE ETIK JURNALISTIK INDONESIA PERIODE MARET 2018 Akhsanatul Mardliyah
HERITAGE Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1563

Abstract

Berita-berita dengan judul fantastis mulai bermunculan demi menggaet banyaknya viewer yang akan berdampak pada trafik media pemberitaan online tersebut. Tragisnya judul-judul fantastis yang mereka suguhkan tidak sesuai dengan konten beritanya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena clickbait di media pemberitaan online tribunnews.com ditinjau dari kode etik jurnalistik Indonesia periode Maret 2018. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik sampling dengan melakukan pengambilan sampel untuk menentukan objek dan data yang akan diteliti. Objek penelitian pada penelitian ini adalah teks berita-berita clickbait periode Maret 2018 di media pemberitaan online tribunnews.com. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz yang bertujuan untuk mengetahui dunia dari sudut pandang orang yang mengalaminya secara langsung atau berkaitan dengan sifat-sifat alami pengalaman manusia, dan makna yang ditempelkan kepadanya. Hasil penelitian menunjukkan 1) fenomena berita clickbait di tribunnews.com menyimpang dari kode etik jurnalistik terkait keakuratan berita. 2) berita-berita clickbait di tribunnews.com berdasarkan CMC (Computer Mediated Communication) Holmes mempunyai bentuk komunikasi yang unik dengan membelokkan makna antara judul dan isi selain itu tribunnews.com melakukan integrasi informasi dari media lain untuk melakukan update berita.
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN DALAM MENINGKATKAN POTENSI LOKAL MELALUI PROGRAM DESA MASLAHAT Azillatul Isnaini
HERITAGE Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1564

Abstract

Pasuruan terkenal sebagai kawasan industri dan pariwisata yang kompleks dan banyak desa-desa terpencil di Pasuruan yang memiliki potensi lokal dan beraneka macam kebudayaannya. Namun, banyaknya potensi yang dimiliki oleh desa-desa terpencil Kabupaten Pasuruan tidak berimbang dengan sumber daya manusia setempat sehingga potensi tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan potensi lokal melalui Program Desa Maslahat dan untuk mengetahui penyebab perbedaan keberhasilan antara satu desa dengan yang lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kualitatif dengan teknik analisis data triangulasi yang bertujuan untuk mealakukan pendalaman penafsiran dan analisis data. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara tidak terstruktur kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Aparatur Desa dan Masyarakat Aktif yang menjalankan program Desa Maslahat. Hasil penelitian menunjukkan 1. Strategi pada Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan Pembagian Kerja, Struktur dan Pengawasan. Sedangkan pada Desa, seluruh komponen dalam teori klasik berjalan yakni adanya Pembagian Kerja, Hierarki, Struktur serta Pengawasan. 2. Faktor-faktor penyebab tidak meratanya keberhasilan Desa Maslahat adalah ketidakberimbangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada seluruh desa.
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Nurma Yuwita
HERITAGE Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1565

Abstract

Semiotika merupakan ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.Periset akan menganalisis film dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Film yang akan di riset adalah ”Rudy Habibie”. Alasan periset menganalisis Rudy Habibie adalah karena film ini mengangkat kisah nyata yang diadopsi dari kehidupan presiden ke-3 Indonesia yakni Prof. Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie. Film Rudy Habibie masuk nominasi film terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2016. Dalam jangka waktu satu bulan lebih film Rudy Habibie menggenapkan perolehan jumlah penontonnnya di angka dua juta.Film Rudy Habibie menggambarkan seorang yang inspiratif dan memiliki jiwa nasionalis.Periset sengaja mengambil tema nasionalisme karena semangat dan cintanya generasi muda yang mulai luntur pada bangsanya. Representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotik sebagai pendekatannya. Semiotika Charles Sanders Pierce yang digunakan oleh periset adalah modeltriangle meaning yang terdiri atas: Sign, Object, dan Interpretant. Periset akan memilih potongan adegan dalam film Rudy Habibie yang merepresentasikan tentang nasionalisme dengan menggunakan analisis triangle meaning. Riset representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menghasilkan: 1) Repesentasi nasionalisme Rudy Habibie ditunjukkan dengan cara dan keinginan yang kuat untuk memperjuangkan Indonesia setelah kembali dari studinya dalam bidang industri dirgantara; 2) Representasi nasionalisme yang kedua diinterpretasikan dengan rancangan akan kebutuhan potensi sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh Indonesia dalam bidang industri dirgantara, perikanan, pertanian dan maritim; 3) Representasi nasionalisme Rudy Habibie yang ketiga diinterpretasikan dengan falsafah dari orang tuanya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa Indonesia; 4) Representasi nasionalisme yang keempat diinterpretasikan dengan puisi Habibie tentang sumpah terhadap ibu pertiwi untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita bangsa Indonesia.
EKSEGESIS SYAIR LAGU WAJIB NASIONAL BERDASARKAN KAJIAN HERMENEUTIK GUNA MEMAHAMI MAKNA DAN PESAN KEPAHLAWANAN UNTUK PENANAMAN KARAKTER PADA ANAK Gatut Setiadi
HERITAGE Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1568

Abstract

Eksegesis merupakan sebuah tindakan untuk menafsirkan serta memberikan berbagai pejelasan dari suatu teks agar dapat mengungkapkan makna yang terkandung dalam teks tersebut. Pemahaman makna teks sangat penting karena dengan memahami makna tersebut maka maksud atau pesan dari pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Seperti halnya makna tersirat dalam syair lagu perjuangan yang menyampaikan pesan-pesan kepahlawanan bagi bangsa Indonesia. Lagu wajib nasional merupakan bagian dari lagu perjuangan, yakni lagu fenomenal yang menjadi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan menjadi kepribadian serta ciri khas bangsa Indonesia. Untuk memahami pesan di dalam syair lagu wajib nasional diperlukan analisis dan interpretasi pada syair lagu tersebut, sehingga sangat relevan untuk ditinjau dan dianalisa dari perspektif hermeneutik yakni menafsirkan suatu kata, kalimat, paragraf atau keseluruhan teks untuk menemukan makna dalam teks tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis dan interpretasi terhadap ketujuh teks lagu wajib nasional yang diciptakan mulai tahun 1924 sampai 1949. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan historis. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan teknik pustaka atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan berbagai macam pesan kepahlawanan di dalam ketujuh teks lagu wajib nasional tersebut, antara lain (1) Nasionalisme, yang meliputi sifat kebanggaan terhadap Negara, cinta tanah air, mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan. (2) Patriotisme meliputi sifat, rela berkorban, berani berjuang, pantang menyerah, berjiwa pembaharu. Pesan kepahlawanan ini jika dipahami dengan baik sejak tingkat dasar akan menjadi landasan pembentukan karakter anak bangsa yang memiliki nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsanya, yakni bangsa Indonesia.
OPINI MASYARAKAT KOTA PASURUAN TENTANG BERITA BEGAL PADA RUBRIK KRIMINAL WARTABROMO.COM Nur Badriatus Sholicha
HERITAGE Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1569

Abstract

Pemberitaan begal di Kabupaten Pasuruan terkategori memiliki intensitas yang sangat tinggi, hal ini bisa dibuktikan dengan seringnya pemberitaan begal pada beberapa media online di Kabupaten Pasuruan, salah satunya adalah media online www.wartabromo.com. Pemberitaan begal di kabupaten pasuruan dalam kurun waktu satu tahun terakhir periode Januari 2017-Januari 2018 jumlahnya sangat bombastis, dengan jumlah 79 berita begal. Dari seringnya pemberitaan begal ini membuat netizen menyebut pasuruan sebagai “kota begal”. melihat persoalan tersebut, menjadi sebuah kekhawatiran bagi warga pasuruan akan keselamatan dirinya dari pembegalan. Hal ini tentunya akan memicu opini masyarakat terhadap pemberitaan tersebut. Dari deskripsi latar belakang tersebut penelitian ini mencoba untuk mengetahui Opini Masyarakat Kota Pasuruan terkait pemberitaan begal pada rubrikkriminal Wartabromo.com, yang mana peneliti akan mengetahui isi opini, arah opini serta intensitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada opini masyarakat yang ditimbulkan dari intensitas pemberitaan begal pada media Wartabromo.com. Metode pengumpulan data melulaui Wawancara mendalam menggunakan teknik Snowball Sampling pada masyarakat Kota Pasuruan di 4 Kecamatan. Dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui Opini masyarakat Kota Pasuruan tentang berita begal pada rubrik kriminal Wartabromo.com Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa opini Masyrakat Kota Pasuruan terhadap berita begal pada rubrik Wartabromo.com cenderung positif (Pro) hal ini di buktikan dengan, pertama isi opini, pendapat mereka cenderung pro terhadap pemberitaan begal tersebut. Kedua arah opini, pendapat mereka cenderung pro terhadap berita begal pada rubric criminal Wartabromo.com. ketiga intensitas, ketajaman issue masyarakat kota Pasuruan pada kasus pembegalan sangat kuat. Selain itu diharapkan pemberitaan yang terus menerus diberitakan ini mampu memberikan kritikan terhadap pemerintah bahwasannya Pasuruan saat ini sangat jauh dari kata aman.