cover
Contact Name
faris
Contact Email
faris@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faris@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL HERITAGE
ISSN : 20880626     EISSN : 24427365     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Heritage merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh FISIP Universitas Yudharta Pasuruan. Dan terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial dalam perspektif ilmu komunikasi. Naskah yang diterima hanya naskah asli dan belum di publikasikan di media cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
POLA KOMUNIKASI PEMERINTAH DESA GUNTING KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM MATOANISASI Silvia Amanatul Zuhriyah
HERITAGE Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1570

Abstract

Dengan berbagai macam kekayaan alam dan potensi yang dimiliki oleh beberapa desa di Kabupaten Pasuruan menunjukkan bahwa Pasuruan merupakan suatu Kabupaten yang memiliki sumber daya alam melimpah. Program Matoanisasi merupakan suatu program unggulan yang ada di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Program ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa yang ada di Kecamatan Sukorejo. Desa Gunting merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukorejo yang sudah melaksanakan program Motoanisasi mulai tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah Desa Gunting dalam melaksanakan program Matoanisasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman (2012). Hasil penelitian menunjukkan, 1) pola komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan dalam melaksanakan program Matoanisasi ini adalah pola komunikasi rantai. 2) penyebaran informasi terkait dengan program Matoanisasi ini dilakukan oleh pemerintah Desa Gunting dengan cara sosialisasi dengan beberapa perwakilan desa kemudian seluruh informasi terkai dengan program Matoanisasi akan disebarkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan.
Melindungi Hak Masyarakat Adat di Indonesia Pada Penyalahgunaan Ekspresi Budaya Tradisional di Indonesia Ayu Citra Santyaningtyas; Rahmadi Indra Tektona
HERITAGE Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1571

Abstract

Bangsa yang besar adalah bangsa dengan kebanggaan bagi warisan budayanya. ekspresi budaya tradisional adalah yang paling penting atau paling diakui dasar untuk identitas budaya dan masyarakat. Negara sebagai manajer ekspresi budaya tradisional harus melindungi keberadaan ekspresi budaya tradisional dengan mempertimbangkan sebagai warisan budaya yang sangat berharga. Menghormati hak-hak masyarakat adat dan kepentingan sebagai pemilik ekspresi budaya tradisional dapat mendukung ekonomi nasional. Sebuah isu yang menarik terkait dengan peningkatan adalah ekonomi berbasis pengetahuan ekonomi nasional yang menyangkut dengan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya warisan budaya intelektualitas oleh masyarakat adat sebagai penjaga sumber daya ini. Dalam dekade terakhir, ada kecenderungan memanfaatkan sumber daya ini tidak adil oleh negara-negara maju. masyarakat adat sebagai pemilik ekspresi budaya tradisional, oleh karena itu, harus dihargai dan bersyukur ketika ekspresi budaya tradisional mereka disalahgunakan oleh negara-negara lain.
Representasi Maskulinitas Pada Tokoh Matt Dalam Film "The Intern" Eryca Septiya Ningrum; Kusnarto
HERITAGE Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i1.2843

Abstract

Maskulinitas seorang laki-laki biasanya dinilai dari segi kekuatan, kesuksesan, kepemimpinan, dan dominasi.Namun dalam film “The Intern” ini maskulinitas digambarkan berbeda, yaitu dengan menampilkan sosok bapak rumah tangga. Penelitian ini membahas bagaimana representasi maskulinitas pada salah satu tokoh laki-laki yang berperan sebagai bapak rumah tangga dalam film “The Intern“. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika John Fiske yang menggunakan tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa film tokoh Matt dalam “The Intern” merepresentasikan maskulinitas pada tahun 1980an atau yang dikenal dengan istilah new man as nurturer dengan ideologi peran gender modern.
Evaluasi Media Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Anak Penyandang Disabilitas Amin, Abdul; Rosta Rosalina
HERITAGE Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i1.3176

Abstract

The pandemic COVID-19 has encouraged the implementation of distance learning (DL) which is applied to all, including children with disabilities. The DL guidelines were launched by the Ministry of Education and Culture in order to continue to fulfill the disability right to education. This literature study research analyzes the evaluation of media using the QUOTA (Qualified, Up to date, Objectivity, True, Accurate) approach. The results show that guidance is good enough as a first step in providing information for parents, educators, and children. Along with the challenges and obstacles of DL felt by all parties, the DL guidelines for children with disabilities need to be updated regularly and adjusted to the situations and obstacles that arise in the implementation of DL Keywords: children, COVID-19, disability, distance learning, guidelines
Peran Media Edukasi Kesehatan Life Skills Remaja Disabilitas Intelektual Selama Pembelajaran Jarak Jauh Rosta Rosalina; Pratomo, Hadi
HERITAGE Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i1.3182

Abstract

Remaja disabilitas intelektual (DI) mengalami perubahan fisik yang sama dengan remaja pada umumnya namun kelompok remaja tunagrahita memerlukan bimbingan dan pelatihanuntuk mengurus dirinya sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan media edukasi kesehatan bagi remaja DI. Penelitian ini menggunakan telaah literatur dari database perpustakaan UI dan google scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi kesehatan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan life-skills remaja DI meski dalam PJJ selama tingginya angka COVID-19.
Efek Sosial Media : Negative Social Media Content Dalam Vlog "Nomnoman Taek Versi Tretes" dalam Relasinya Dengan Kenakalan Remaja (Juvenile Deleguensy) di Pasuruan Nicky Norjana; Zainul Ahwan; Siti Muyasaroh; Moh. Edy Marzuki
HERITAGE Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i1.3220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana bad influence konten negatif vlog “nomnoman taek” versi Tretes terhadap kenakalan remaja (Juvenile Deleguensy). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research dengan menggunakan teori media communication mediated computer (CMC) dan efek media sosial dengan fokus kajian pada konten Vlog “Kumpulan video hot nom-noman taek versi tretes” pada akun Wakwau channel yang telah ditonton 18.670 viewer. Konten Vlog tersebut divisualkan dengan image trand gaya remaja yang yang dianggap kekinian. Diantara image yang dikaitkan dengan konten video “nom-noman taek versi tretes” adalah tren pacaran remaja masa kini, hingga tren berkunjung ke lokalisasi Tretes. Konten-konten negatif yang terdapat dalam vlog tersebut secara sadar atau tidak menjadi konsumsi masyarakat pengguna media sosial, khusunya para generasi muda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, Konten vlog tersebut semakin memperparah citra buruk Tretes di mata masyarakat karena masalah prostitusi, ditambah lagi tingkat kenakalan remaja yang tinggi. Kedua, aksi unggahan video berkonten negative tersebut menimbulkan reaksi negatif dari pembuatan video sejenis yang cukup tinggi dilihat dari jumlah video baru yang bermunculan, jumlah views yang tinggi, dan komentar yang banyak. Ketiga, hal ini menyebabkan bad influence pada remaja seperti terjadinya kasus narkotika dan prostitusi dibawah umur
Representasi Citra Diri Keanu Sebagai Influencer Melalui Instagram @keanuagl Firdaus, Muhammad Rayhan; Zulfiningrum, Rahmawati
HERITAGE Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3234

Abstract

Salah satu platform media sosial yang populer adalah Instagram terlebih pada kalangan dewasa muda. Hingga muncul istilah “selebriti Instagram” dari penggunaan media sosial Instagram. Keanu Angelo atau @keanuagl merupakan selebgram atau influencer yang memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan remaja. Keanu Angelo juga merupakan influencer yang mempunyai karakter yang unik dengan cara berbicara yang lucu dan berpenampilan apa adanya atau sesuai dengan jati dirinya. Instagram @keanuagl masuk dalam “10 Selebgram Indonesia Paling Bersinar di 2020.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi citra diri Keanu sebagai influencer melalui Instagram @keanuagl. Metode penelitian menggunakan kualitatif dan analisis semiotika model Charles Sanders Pierce dengan teori segitiga makna yang terdiri dari objek, tanda dan makna. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik representasi citra diri Keanu, mulai dari cara berpenampilan secara umum dalam Instagram, kebebasan berbusana sesuai karakter diri, percaya diri akan ukuran tubuh, penggunaan kosmetik untuk penunjang karir, dan model rambut yang mengikuti trend seluruh karakter tersebut direpresentasikan dalam Instagram @keanuagl. Citra diri Keanu menginspirasi influencer lain dan para pengikutnya di Instagram untuk menjadi diri sendiri dan memiliki karakter.
KOMUNIKASI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERINTEGRITAS di WEBCOMIC “TRICKSTER” EPISODE 1-53 LINE WEBTONE R.M Joko Priono; RB. Hendri Kuswantoro
HERITAGE Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v11i2.3245

Abstract

ABSTRAK Ketika pendidikan karakter tidak tertanam dengan baik misalnya dalam penggunaan teknologi, maka akan sulit menyaring tindakan-tindakan yang benar dan salah. Pemahaman mengenai konsep karakter menjadi sangat penting ketika hal tersebut diwujudkan dalam suatu misi atau muatan pesan yang akan disampaikan dalam suatu produk media massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggambaran nilai-nilai pembentuk karakter apa saja dalam sebuah komik cerita di aplikasi social media webcomic “Trickster” Episode 1 sampai dengan 53 di Line Webtoon. Analisis isi dimaksudkan untuk menggambarkan secara detail suatu muatan pesan tentang nilai-nilai pembentuk karakter, dalam suatu teks tertentu, kata-kata, kalimat, pernyataan, ungkapan dalam kumpulan dialog di episode 1 sampai dengan 53 webcomic Trickster. Hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa secara umum pesan Nilai-Nilai Pembentuk Karakter dalam Webtoon / webcomic Trickster Episode 1 - 53 menunjukkan adanya pesan nilai-nilai pembentuk karakter yaitu nilai karakter religious, nilai karakter nasionalis, nilai karakter kemandirian, nilai karakter gotong royong, serta nilai karakter berintegritas. 47% untuk pesan nilai karakter religius yang berjumlah 11 pesan, 19. 73% untuk pesan nilai karakter nasionalis yang berjumlah 15 pesan, dan 39. 47% untuk pesan nilai karakter Integritas yang berjumlah 30 pesan, 9. 21% untuk pesan nilai karakter mandiri yang berjumlah 7 pesan dan 17. 10% untuk pesan nilai karakter gotong royong yang berjumlah 13 pesan. Kata Kunci : Nilai Karakter, komik, Webcomic ABSTRACT When character education is not well embedded, for example in the use of technology, it will be difficult to filter out right and wrong actions. Understanding the concept of character becomes very important when it is realized in a mission or message content that will be conveyed in a mass media product. This research aims to determine the depiction of character-forming values in a comic story on the webcomic social media application "Trickster" Episodes 1 to 53 on Line Webtoon. Content analysis is intended to describe in detail a message content about character-forming values, in a particular text, words, sentences, statements, expressions in a collection of dialogues in episodes 1 to 53 of the Trickster webcomic. The results of the research and discussion found that in general the message of character-forming values in the Webtoon / webcomic Trickster Episodes 1 - 53 shows that there are messages of character-forming values, namely religious character values, nationalist character values, independence character values, mutual cooperation character values, and the value of character with integrity. 47% for religious character value messages totaling 11 messages, 19.73% for nationalist character value messages totaling 15 messages, and 39.47% for Integrity character value messages totaling 30 messages, 9.21% for independent character value messages which amounted to 7 messages and 17.10% for the mutual cooperation character value messages which amounted to 13 messages. Keywords: Character Value, comics, Webcomic
Pentingnya Juru Bicara Sebagai Komunikator Politik Pada Presidensi G20 Indonesia Hotmaida Marttianno Nainggolan; Novi Indah Permatasari; Hikmalia, Wilda
HERITAGE Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3261

Abstract

Juru bicara adalah perwakilan suara dari suatu kelompok, lembaga ataupun organisasi yang dipercaya untuk menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Seorang juru bicara dapat berperan sebagai penasihat, humas maupun komunikator politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya peran juru bicara sebagai komunikator politik pada Presidensi G20 Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Fokus pada penelitian adalah juru bicara, komunikator politik, dan Presidensi G20 Indonesia. Tinjauan pustaka sebelumnya berkaitan dengan juru bicara sebagai komunikator politik menunjukkan pentingnya sosok tersebut dalam pembentukan citra dan kredibilitas tokoh politik yang diwakilkan. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa juru bicara memiliki banyak peran salah satunya sebagai komunikator politik dan peran tersebut sangat penting. Indikator keberhasilan dalam sebuah konferensi politik seperti Presidensi G20 Indonesia berada di tangan juru bicara sebagai komunikator politik. Selain itu ditunjuknya Maudy Ayunda sebagai salah satu tim dalam juru bicara pada Presidensi G20 Indonesia menimbulkan pro dan kontra. Namun, terlepas dari itu peran penting juru bicara tetap harus dilaksanakan dengan baik. Juru bicara pada Presidensi G20 Indonesia akan sangat berpengaruh terhadap kepentingan politik Indonesia di dunia internasional. Untuk itu pemilihan juru bicara yang kompeten serta ahli pada bidangnya dan pembentukan tim juru bicara yang solid dalam Presidensi G20 Indonesia sebagai komunikator politik mempunyai peran sangat penting dalam melaksanakan tugasnya.
Efektivitas Komunikasi Museum Bekasi Gedung Juang 45 Dalam Proses Pengembangan Rafliansyah Permana Putra; Siti Nursanti; Luluatu Nayiroh
HERITAGE Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i2.3317

Abstract

Museum Bekasi Gedung Juang 45 merupakan sebuah museum yang ada di daerah Kabupaten Bekasi, museum tersebut berbentuk digital, sudah dibuka namun masih dalam proses pengembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan komunikasi, hambatan, dan efektifitas komunikasi yang dilakukan dalam proses pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan pendekatan secara deksriptif. Kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh Museum Bekasi Gedung Juang 45 adalah dengan menggunakan media sosial seperti Website, Instagram dan Tik Tok. Media sosial tersebut digunakan untuk melakukan kegiatan komunikasi dan penyebaran informasi berupa konten yang dipegang dan dikelola oleh bagian FO atau Front Office. Komunikasi langsung dilakukan melalui ressepsionis dan tourgate. Kedua bagian tersebut ditugaskan untuk mengarahkan pengunjung yang datang. Hambatannya adalah belum adanya what to buy atau sesuatu yang bisa dibeli oleh pengunjung. Efektivitas komunikasi sudah dilakukan dengan baik melalui media sosial dan komunikasi secara langsung.