cover
Contact Name
attafkir
Contact Email
attafkir@iainlangsa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
zulfahmi.aron@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Langsa
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
At-Tafkir
ISSN : 19799357     EISSN : 26205858     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Journal At-tafkir uses Open Journal Systems 3.1.2.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 338 Documents
DARI ISLAM POLITIK KE ACEHNOLOGI BIOGRAFI PEMIKIRAN KAMARUZZAMAN BUSTAMAM- AHMAD Cibro, Ramli
At-Tafkir Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v11i2.733

Abstract

Tulisan ini ingin mengulas biografi pemikiran seorang intelektual muda Aceh yaitu Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. Pemilihan nama Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (selanjutnya disebut KBA) dilakukan karena pertama, gagasan intelektualnya yang berpengaruh di Aceh. Secara umum, mazhab Acehnologi yang dikembangkan dari wacana subaltern studies, telah menarik perhatian publik dan diperbincangkan secara nasional maupun internasional. Kedua, karena nama tersebut telah menjadi perhatian penulis sejak tahun 2013, dimana penulis kemudian banyak berinteraksi dengan KBA mengkoleksi hampir seluruh karya tulisnya, dan mempelajari pemikiran-pemikirannya. Metode penelitian yang dilakukan adalah diskursus analisis, berupa analisa dan bedah terhadap karya dan pemikiran KBA. Dari studi pendahuluan, penulis mengetahui bahwa pada mulanya  yakni sejak tahun 1996 KBA memilih konsentrasi Islam Politik perihal hubungan antara keislaman dan kebangsaan. Pada tahun 2015, KBA kemudian beralih pada studi kawasan khususnya studi Asia Tenggara meliputi studi pemikiran Islam, Jama?ah Tabligh dan Terorisme.  Pada tahun 2009 bertepatan dengan saat ia kembali ke Aceh, KBA mengerucutkan kajian ke dalam studi keacehan, hingga melahirkan mazhab Acehnologi pada tahun 2011. Sejak saat itu, hingga selanjutnya, penulis mengasumsikan pemikiran KBA dalam kerangka Acehnologi. Bahkan ketika tahun 2017 KBA melibatkan diri dalam diskusi Masa Depan Dunia, Islam Nusantara dan Imajinasi Kebangsaan, penulis masih meletakkannya dalam kerangka Acehnologi. Artinya, ketiga tema terakhir tersebut dibedah oleh KBA melalui world-view Acehnologi.
PENERAPAN QANUN ACEH NO. 8 TAHUN 2015 MENURUT PERSPEKTIF PRAKTISI HUKUM KOTA LANGSA Nairazi, Nairazi
At-Tafkir Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v11i2.734

Abstract

Mekanisme penerapan Qanun Aceh No. 8 Tahun 2015 bagi pelaku murtad tertuang di dalam Pasal 18 dan 19 adalah: setiap orang yang dengan sengaja mengeluarkan pernyataan atau perbuatan keluar dari Islam maka ia diberikan hukuman berupa cambuk atau penjara atau denda. Begitu juga ia akan diberikan uqubat pembinaan agar ia kembali memeluk agama Islam. Secara hierarki hukum pelaku murtad yang ada di dalam Qanun No. 8 Tahun 2015 akan menyalahi ketentuan HAM baik HAM internasional maupun peraturan perundang-undangan negara terutama UUD 1945, akan tetapi jika sanksi yang diberikan kepada pelaku murtad berupa sanksi adat maka ia tidak akan bertentangan dengan HAM, dikarenakan Aceh merupakan mayoritas masyarakat beragama Islam. Dan untuk HAM sendiri, baik internasional maupun nasional bisa membatasi kebebasan beragama selama hal tersebut menyangkut keamanan dan perdamaian di dalam kehidupan masyarakat. Untuk pengimplementasi pelaku murtad yang terdapat di dalam Qanun Aceh No. 8 Tahun 2015 belumlah jelas terutama mengenai hukum acaranya dan kewenangan lembaga yang mengadili kasus murtad dalam Qanun Aceh tersebut.
PERIODISASI PERKEMBANGAN USHUL FIQH Zulhamdi, Zulhamdi
At-Tafkir Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v11i2.735

Abstract

Sejak zaman Rasulullah saw., sahabat, tabi?in dan sesudahnya, pemikiran hukum Islam mengalami perkembangan. Namun demikian, corak atau metode pemikiran belum terbukukan dalam tulisan yang sistematis. Dengan kata lain, belum terbentuk sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri. Penulis mencoba mengulas tuntas tentang sejarah perkembangan ushul fiqh mulai zaman Nabi hingga sampai ushul fiqih menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penelaahan dokumen. Periodisasi perkembangan ushul fiqh di mulai sejak zaman Rasulullah SAW sumber hukum Islam hanya dua, yaitu Al-Quran dan Assunnah, semenjak masa sahabat telah timbul persoalan-persoalan baru yang menuntut ketetapan hukumnya. Untuk itu para sahabat berijtihad, mencari ketetapan hukumnya. Selanjutnya pada masa tabi?in, tabi?it-tabi?in dan para imam mujtahid, di sekitar abad II dan III Hijriyah wilayah kekuasaan Islam telah menjadi semakin luas, sampai ke daerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang yang bukan bangsa Arab atau tidak berbahasa Arab dan beragam pula situasi dan kondisinya serta adat istiadatnya Dengan semakin tersebarnya agama Islam di kalangan penduduk dari berbagai daerah tersebut, menjadikan semakin banyak persoalan-persoalan hukum yang timbul, yang tidak didapati ketetapan hukumnya dalam Alquran dan As-Sunnah. Untuk itu para ulama yang tinggal di berbagai daerah itu berijtihad mencari ketetapan hukumnya.
KRITERIA IDEAL LOKASI RUKYAT Machzumy, Machzumy
At-Tafkir Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v11i2.737

Abstract

Penentuan awal bulan Kamariah merupakan salah satu kajian falak yang paling sering menyita perhatian dan sering diperbincangkan. Hal ini terjadi karena sampai saat ini belum ada sebuah kesepakatan dalam penentuan awal bulan, baik itu hasil ataupun metodenya. Di samping itu, kegiatan observasi juga harus memperhatikan keadaan tempat yang dijadikan lokasi untuk melakukan rukyat. Suatu lokasi rukyat harus memenuhi beberapa kriteria yaitu memperhatikan keadaan atmosfer, baik itu dari keadaan cuaca, intensitas hujan, evaporasi air laut, pencemaran cahaya dan debu, luas pandang terhadap ufuk, dan ketinggianya dari permukaan laut. Namun dari beberapa kali observasi hanya sekali berhasil merukyat hilal. Melihat fenomena ini, penulis tertarik untuk mengkaji, serta menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan rukyat hilal observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, dan bagaimana kriteria ideal suatu lokasi rukyat. Untuk menjawab masalah tersebut, penulis menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelahaan dokumen yang relevan. Disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan rukyat di kedua observatorium adalah faktor internal hilal, dan faktor eksternal yang meliputi: letak geografis dan lingkungan observatorium.
THE KITE RUNNER OF KHALED HOSSEINI Miswari, Miswari
At-Tafkir Vol 11 No 2 (2018): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v11i2.738

Abstract

It is necessary for the writer to extract the description upon the contents of character analysis. The result of study might have produced the writer to expose the descriptive of the characters. The writer got starting to dig some advantages of describing the characters in the novel of ‘The Kite Runner' through the story that is taking us from Afghanistan in the final days of the monarchy to the present, ‘The Kite Runner' is the unforgettable, beautifully told story of the friendship between two boys growing up in Kabul. The Kite Runner is a novel about friendship, betrayal, and the price of loyalty. It is about the bonds between fathers and sons, and the power of their lies. Written against a history that has not been told in fiction before, The Kite Runner describes the rich culture and beauty of a land in the process of being destroyed. But with the devastation, Khaled Hosseini also gives us hope: through the novel's faith in the power of reading and storytelling, and in the possibilities he shows for redemption.
AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM: REFLEKSI TERHADAP HERMENEUTIKA MUHAMMAD SYAHRUR Muhazir, Muhazir
At-Tafkir Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v11i2.739

Abstract

In recent years many studies have developed from both groups who doubt the authenticity of the Sunnah and the power of Sunnah as a source of Islamic law. This problem inspires Muslim scholars who consider that the group's doubts are due to the weakness of the study and the approach taken by the previous ulama as well as academic re-examination, the shahrur is a figure of Muslim scholars seeking hermeneutical methods so that the hadith still has original value and is accountable for academic value.
PROFIL IMAM MALIK SEBAGAI MUHADDITS DAN FAQIH DALAM SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM amir, dinasril amir
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i1.788

Abstract

Imam Malik is a knowlegeable and very famous character. In the past he was viewed an educated and religious person, and also a priest of the people in education. So that he is best known as Imam Dar Athjrat ( Imam of Madina). Imam Malik is the founder and builder of maliki madhhab, whose thought and madhhab depend on the sunnah of the prophet and his companions. Many of his opuses are recognized and well-known, one of them is the book of hadith and fiqh al-muwattha (well-trodden path).
MUHAMMAD SAW PADA PERIODE MEKAH Firmansyah, Heri
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i1.806

Abstract

Abstrak   Dakwah Rasulullah saw., pada periode Mekah merupakan tonggak sejarah bagi penyebaran Islam di seluruh Jazirah Arab dan daerah lainnya. Meskipun pada periode ini Islam belum begitu menyebar, namun penanaman akidah dan karakteristik yang kokoh terhadap para sahabat, plus ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari kaum kafir Quraisy yang begitu dahsyat bisa dihadapi dan diambil hikmahnya secara baik, menjadikan komunitas Muslim periode awal ini dirasa mampu dan layak dalam menyongsong sebuah peradaban baru di permukaan bumi. Makalah ini menjelaskan tentang sejarah Rasulullah saw pada periode Mekah dengan tinjauan dari berbagai aspeknya, seperti ekonomi dan perdagangan, sosial kemasyarakatan, kegamaan dan hukum.
PERBANKAN ISLAM VS PERBANKAN KONVENSIONAL PADA MASA PENGUMUMAN BREXIT yoesoef, yoesrizal muhammad
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrac On 22nd February 2016, the Prime Minister of the United Kingdom, David Cameron, announced there would be a referendum on whether the UK should remain within the European Union or not. The referendum took place on Thursday 23rd June. Confirmation of the result came on Friday 24th June and was in favour of Brexit. The aim of this research is to review the stability between Islamic banking and conventional banking in the face of global crisis period during the Brexit is announced. This research is based on financial data from three conventional banks and three Islamic banks as representatives that will be measured using the event study method, which is the observation of stock prices during the observation period. Analysis emphasizes the importance of the institutional and economic environment, as well as the targeted profitability of the Bank and the method by which international Banks acquire share ownership, as a significant determinant of Abnormal returns. By measuring stock movements during the Brexit announcement period, we can find out whether the crisis during Brexit affects Islamic banking stability or vice versa. For this reason, the writer also applied the research hypothesis which was carried out with a Student t-test that could help to see the current condition of the Bank's performance compared to past performance.   Keywords: Islamic Banking, Conventional Banking, Brexit   Abstrak Tujuan dari studi ini adalah meninjau kestabilan antara perbankan Islam dan perbankan konvensioanal dalam menghadapi masa krisis global yaitu pada masa Brexit diumumkan. Penelitian ini berdasarkan data keuangan dari tiga Bank konvensional dan tiga Bank Islam sebagai representatif yang akan diukur dengan menggunakan metode studi even study (Identifikasi Peristiwa) yaitu pengamatan harga saham pada periode pengamatan. Analisa menegaskan pentingnya lingkungan kelembagaan dan ekonomi, serta profitabilitas Bank yang ditargetkan dan metode di mana Bank-Bank internasional memperoleh kepemilikan saham, sebagai penentu signifikan dari return tidak normal (Abnormal return)[1]. Dengan mengukur pergerakan saham pada masa pengumuman Brexit, kita dapat mengetahui apakah krisis pada masa Brexit diumumkan ini mempengaruhi kestabilan perbankan Islam ataupun sebaliknya. Untuk itu, peneliti juga menerapkan hipotesis penelitian yang dilakukan dengan Student t-test yang dapat membantu melihat kondisi kinerja Bank saat ini dibandingkan kinerja masa lalu.   Kata Kunci: Perbankan Islam, Perbankan Konvenional, Brexit   *Penulis adalah dosen Perbankan Syariah IAIN Lhokseumawe, Aceh, Email: yoesrizal@iainlhokseumawe.ac.id [1] Abnormal return adalah selisih antara tingkat keuntungan yang sebenarnya dengan tingkat keuntungan yang diharapkan.
ISLAMISASI DI KUPULAUAN MELAYU NUSANTARA di, Mul ya
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i1.1001

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini menguak tentang pandangan Syed Muhammad Naquib Al-Attas terhadap bagaimana Islamisasi di Kepulauan Melayu Nusantara. Dalam ini  Al-Attas melakukan studi kritis terhadap sarjana Barat yang cenderung mempersempit peranan Islam, dan sebaliknya menonjolkan signifikansi Hinduisme dan Buddhisme dalam sejarah dan kebudayaan Islam di Melayu Nusantara. Para sarjana Barat tersebut lebih mengunggulkan Hindu-Buddha sebagai agama yang sangat berpengaruh di dunia Melayu Nusantara dibandingkan pengaruh Islam. Argumentasi para sarjana tersebut terkesan sangat melemahkan peranan Islam sebagai agama terbesar yang dianut oleh masyarakat Nusantara selama berabad-abad. Beberapa sarjana Barat yang akan diklarifikasi pandanganya oleh al-Attas adalah Van Leur, Schrike, Snouck Hurgronje, dan Winstedt. Perlu ditegaskan di sini bahwa Islamisasi merupakan sebuah teori yang digagas oleh al-Attas untuk mempertegas pengaruh Islam di Kepulauan Melayu Nusantara melalui konsep metafisika sufisme.   Kata Kunci: Islamisasi, Melayu Nusantara, Hindu, Buddha, Syed Muhammad Naquib Al-Attas.   ABSTACT This paper discusses the outlook Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the Islamization of the Malay Archipelago. Al-Attas argue that most Western scholars tend to narrow the role of Islam, and instead highlight the significance of Hinduism and Buddhism in the history and culture of the Malays. Western scholars are more favor Hindu-Buddhism as a religion is very influential in the world than the Malay Archipelago Islamic influence. This view was impressed greatly weaken the role of Islam as a religion that is embraced by the community's largest archipelago for centuries. Some Western scholars that the consideration to be clarified by al-Attas was Van Leur, Schrike, Snouck, and Winstedt. It should be emphasized here that Islamization is a theory that was initiated by al-Attas to reinforce the influence of Islam with metafisic of slamic sufism in Malay Archipelago.   Kay Word: Islamization, Malay Archipelago, Hinduism, Buddhism, Syed Muhammad Naquib Al-Attas.      

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): At-Tafkir Vol 18 No 1 (2025): At-Tafkir Vol 17 No 2 (2024): At-Tafkir Vol 17 No 1 (2024): At-Tafkir Vol 16 No 2 (2023): At-Tafkir Vol 16 No 1 (2023): At-Tafkir Vol 15 No 2 (2022): At-Tafkir: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 15 No 1 (2022): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 14 No 2 (2021): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 14 No 1 (2021): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): Vol. 13 No. 1 Juni 2020 Vol 13 No 2 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): Vol. 12 No 2 Desember 2019 Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019 Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018 Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018 Vol 11 No 1 (2018): Vol. 11 No 1 Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Vol. 11 No 1 Juni 2018 Vol 11 No 2 (2018): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 11 No 1 (2018): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017 Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017 Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017 Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017 Vol 10 No 2 (2017): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016 Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016 Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016 Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016 Vol 9 No 2 (2016): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2016): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 1 (2015): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014 Vol 1 No 1 (2014): Vol I No 1 Juni 2014 More Issue