cover
Contact Name
attafkir
Contact Email
attafkir@iainlangsa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
zulfahmi.aron@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Langsa
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
At-Tafkir
ISSN : 19799357     EISSN : 26205858     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Journal At-tafkir uses Open Journal Systems 3.1.2.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 332 Documents
PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB Pransiska, Toni
At-Tafkir Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang peluang dan tantangan perpustakaan sebagai media dalam meningkatkan kemahiran berbahasa Arab (al-Mahārāt al-Lughawiyah). Perpustakaan sekolah (al-Maktabah al-Madrasiyah) dapat menjadi sumber dan media pengembangan dan peningkatan belajar bahasa Arab peserta didik. Di tengah kemajuan teknologi dan informasi, paradigma dan gaya belajar siswa telah banyak mengalami perubahan dan pergeseran saat ini, terutama dalam belajar bahasa Arab. Namun demikian, perpustakaan tetap menjadi sumber yang otentik, edukatif, dan otoritatif dalam menyediakan informasi-informasi dan data dokumentasi lainnya yang dapat menunjang dan mengimprovisasi kemahiran berbahasa Arab. Sehingga hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi para guru dan pengelola perpustakaan untuk mengadakan evaluasi dan peningkatan layanan dan bimbingan bagi pemustaka.
SUSTAINABILITY UMMAT: GELIAT PESANTREN DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT ACEH Mauloeddin Afna, Ahmad Fauzi dan
At-Tafkir Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk menginvestigasi peranan pesantren (Dayah)Nurul Iman Cot Girek-Aceh Utara, dalam membangunkemandirian ekonomi masyarakat Aceh melalui program agrarisdalam kegiatan extrakurikulum. Penelitian ini mengupas tentangusaha program agraris dayah untuk mendukung pemamfaatanlahan potensial daerah Kec. Cot Girek, Aceh Utara untukdijadikan sebagai lahan pertanian, peternakan, perkebunan dantambak ikan air tawar yang produktif. Program extrakurikulumagraris ini dirancang dalam pelatihan soft-skill untuk para santri.Penelitian ini membagi dua demensi objek penelitan; demensipertama adalah objek yang bersifat internal dari dayah, dandemensi selanjutnya adalah masyarakat yang berada disekitarlingkungan dayah, yaitu; masyarakat yang merasakan dampaklangsung dari program extrakurikuler agraris. Hasil penelitianmengindikasikan bahwa; demensi internal menunjukkan programdayah berhasil menjadi salah satu sektor income positif unitusaha, dan kompetensi santri disamping Ilmu Agama.Selanjutnya, demensi ekternal, dari hasil survey menunjukkanbahwa program dayah sangat membantu masyarakat dari segipemahaman pendidikan agama Islam, pengolahan danpemamfaatan lahan dari segi agraris, dan interaksi sosial denganpendapingan kelompok tani.
PEMBERLAKUAN HUKUMAN ZINA PADA MASA RASULULLAH SAW DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Az, Nairazi
At-Tafkir Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukuman zina di dalam Islam sebaiknya diberlakukan secara bertahap yang  di awali dengan peringatan dan yang termaktub dalam surat al-Nisa’: 15-16 dan al-Nur: 2 tanpa mengaitkan status perkawinan. Sedangkan hukuman rajam seharusnya diberlakukan kepada pelaku zina yang di dalamnya terdapat unsur-unsur pembunuhan seperti kasus pemerkosaan dan sodomi, sebagaimana pemahaman  yang tertulis secara keseluruhan mengenai ayat qishas yaitu anggota tubuh yang disebutkan semuanya berada pada wilayah kepala. Penemuan ilmu penologi modern saat ini dapat membuktikannya, dan kapasitas ke otentikan pembuktiannya bisa melebihi dengan syarat-syarat yang diberikan Rasulullah pada pemberlakuan hukuman rajam. Karena bagaimanapun secara antropologis, sosiologis dan bahkan psikologis, seorang individu tidak dapat dipisahkan dengan masyarakatnya. Pada saat itu pula, seorang individu bahkan ribuan individu dalam masyarakatnya berstatus sama, semuanya harus dihargai. Mengenai hukuman mati yang ada di dalam al-Quran hanya satu bentuk yaitu rajam, sebagaimana pemahaman yang termaktub dalam surat al-Maidah: 45 dan ungkapan dalam surat Maryam: 46. Sedangkan jenis hukuman mati yang disebutkan dalam surat al-Maidah: 33 yaitu hukuman dibunuh atau disalib dan dipotong tangan dan kaki secara bersilang lalu dibuang, hanya merupakan kasus-kasus yang terjadi yaitu wafatnya Nabi Isa, yang sampai saat ini masih kontroversial dan kasus pembunuhan mutilasi. Dan hukuman mati berbentuk rajam merupakan hadd yang bersifat Ilahiyah, yang mana hukuman tersebut dapat menghapus dosa pelakunya di dunia, jika dijalani dengan ikhlas.
HAK WARIS BAGI ANAK HASIL KLONING PERSPEKTF HUKUM ISLAM Maimun, Maimun
At-Tafkir Vol 11 No 1 (2018): Vol. 11 No 1 Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v11i1.528

Abstract

Kloning menggunakan sel telur dan sel selain sperma. Bahkan dikatakan, secara teoritis, melalui teknik kloning kelahiran seorang bayi tidak lagi memerlukan sperma ayah. Bahkan seorang perempuan dapat mempunyai anak tanpa melalui ikatan perkawinan. Demikian juga seorang lelaki apabila ingin punya anak tidak perlu beristri. Cukup hanya memesan sel telur pada suatu firma, memberikan selnya dari salah satu organ tubuhnya dan kemudian menitipkan calon anaknya pada rahim seorang wanita yang bisa jadi telah disediakan oleh firma tersebut, Bahwa status anak hasil kloning juga termasuk anak yang dihasilkan bukan dari proses perkawinan yang sah dan tanpa adanya hubungan suami istri karena bisa jadi seseorang perempuan dan laki-laki bisa ada penerus genetiknya tanpa harus melalui proses perkawinan terlebih dahulu. Dan dalam permasalahan kewarisan tidak termasuk kedalam sebab-sebab menerima warisan terhadap anak hasil kloning tersebut, karena anak hasil kloning; tidak adanya hubungan kerabat antara keduanya; tidak adanya hubungan suami istri antara keduanya (karena proses kloning tanpa hubungan suami istri).
PENDEKATAN TASAWUF DALAM STUDI ISLAM DAN APLIKASINYA DI ERA MODERN Wanto, Sugeng
At-Tafkir Vol 1 No 1 (2014): Vol I No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tasawuf merupakan bidang studi Islam yang memusatkan perhatianpada perkembangan pembersihan aspek rohani manusia yang dapatmenimbulkan akhlak manusia. Mempelajari dan mengamalkantasawuf seperti yang ditawarkan oleh para sufi sepertinya merupakansalah satu jalan untuk membangkitkan Islam global seperti padazaman keemasan Islam. Menginternalisasikan atau membumikan nilai-nilai spritual dalam bentuk tasawuf menjadi kebutuhan secara imperatifsepanjang hidup manusia dalam semua bentuk perkembanganmasyarakat. Untuk masyarakat yang masih terbelakang, spritualismeharus berfungsi sebagai paradigma dakwah untuk mendorongpeningkatan etos kerja dan bukan sebagai pelarian dan ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasi tantangan hidupnya.Sedangkan bagi masyarakat maju-industrial, spritualisme berfungsisebagai paradigma dakwah dalam bentuk tali penghubung denganTuhan.
ISTINBATH NUSHUS AL-SUNNAH MELALUI PENDEKATAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL Aba, Syukri
At-Tafkir Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muslims agree that the Sunnah or Hadith is the source of Law in Islam, in particular the authentic hadith which is undoubtedly the end. But it appears that some of the practices of Muslims in the past seem dissimiliar by the authentic Hadith itself. Such things can be found and traced to various books of fiqh whether it is classical or contemporary. To answer this phenomenon, a search on the approach used by the fuqaha in the formulation of Islamic law, among which is most important is a textual and contextual approach. Then what does this textual and contextual approach mean? How do the jurists formulate the law of the hadith based on these two approaches? Simply put, the textual approach is the legal istinbath based on a text of a hadith, while the contextual is instinbath of law based on qarinah or an indication that there is another meaning of the text of a hadith. In his application, the fuqaha compares the order of command and prohibitions shigat in a hadith with indications indicating the existence of a specific purpose that imposes or abolishes the commands and prohibitions. If the order or prohibition is considered strong and clear, then it becomes a law enforcement. On the contrary, if an indication indicates a more specific purpose, then that is the purpose of the law enforcement.
EVALUASI EPISTEMOLOGI EKONOMI BARAT DAN ISLAM DALAM TINJAUAN IQTISHÂD Ali Hamzah, Supian Suri
At-Tafkir Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah tinjauan epistemologi ilmu ekonomi Barat dan ekonomi Islam melalui sistem iqtisad yang digagas oleh pemikir Irak, Muhammad Baqir Sadr. Filsafat ekonomi Barat terjebak oleh sistem positivistik yang benar-benar telah gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Epistemologi itu menciptakan jarak yang sangat jauh dalam strata sosiali. Sistem demikian sangat berbahaya bagi kemanusiaan. Demikian juga sistem ekonomi Islam sebenarnya tidak dapat dianggap sebagai ilmu pengetahuan karena perekonomian adalah bagian dari doktrin Islam. Sistem iqtidad adalah sebuah tawaran yang melihat ekonomi adalah sebuah ajaran yang harus dipatuhi, bukan sebuah objek keilmuan yang bebas nilai.
EPISTOMOLOGI HERMENEUTIKA HADIS FAZLUR RAHMAN: REFLEKSI TERHADAP KAJIAN PENDEKATA HADIS muhazir, Muhazir
At-Tafkir Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studies on hermeneutics tradition has developed very rapidly. Onthe way, many approaches made by some Muslim intellectuals toget the real message of the hadith. Depth study of hadith is notonly perpetrated by the Muslim intellectuals, even orentalismegroups participating in the assessment of the tradition with adifferent purpose. Studies of Hadith orentalis much studied bypeople in a variety of disciplines, they are trying to put forwardnew theories in order analysis hadits. They think is Prophetictraditions that have experienced the purity of the text forintervention after the prophets death.
ISLAM DAN TRADISI KULTURAL DI ACEH Mohd Khambali, Khadijah Binti; Arifin, Muhammad
At-Tafkir Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan menjelaskan persoalan akulturasi Islam dan budaya lokal pra Islam di Aceh. Pemikiran ini mengacu pada kerangka sosiologi budaya. Kendati akulturasi ini dimenangkan oleh budaya Islam yang lebih dominan, namun terdapat beberapa budaya dan ritual yang merupakan hasil dialektik dengan budaya lokal tersebut, baik yang bersifat menyerap maupun diologis. Hasil yang diperoleh bahwa akulturasi Islam dan budaya lokal di Aceh terjadi karena terdapat beberapa sebab di antaranya adalah bahwa sebelum Islam datang ke Nusantara, budaya lokal yang dipengaruhi  Hinduisme maupun Buddhaisme sudah membudaya dalam masyarakat Aceh sehingga datangnya Islam yang di bawa oleh Da’i sufi tidak serta merta mengikis habis budaya tersebut. Dalam hal ini, adanya sikap akomodatif Da’i sufi pendai juga berpengaruh terhadap eksisnya budaya lokal tersebut.
DINAMIKA PENDIDIKAN DAYAH ANTARA TRADISIONNAL DAN MODERN Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
At-Tafkir Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan  dan  perkembangan   dalam  dunia  pendidika n merupakan  untuk  wadah  berfikir  untuk   mengenai kelemahan,  kekurangan,  peluang,  tantangan  dan  potensi dari  suatu  pendidikan  serta  adanya   tradisi  sosial  yang berkembang  dalam  masyarakat.  Dinamika  pendidikan dayah  modern  dan  tradisional  terkesan  ada  jurang pemisah  yang  cukup  jauh,  sebab  adanya  nilai -nilai  yang sangat  berbeda  dalam  bentuk  fondasi  yang  telah dibangun,  namun  pada  hakekatnya  pen didikan  dayah tradisional  dan  modern  memiliki  keterk aitan  yang  cukup erat dalam konteks dinamika pendidikan itu sendiri .

Page 3 of 34 | Total Record : 332


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2025): At-Tafkir Vol 17 No 2 (2024): At-Tafkir Vol 17 No 1 (2024): At-Tafkir Vol 16 No 2 (2023): At-Tafkir Vol 16 No 1 (2023): At-Tafkir Vol 15 No 2 (2022): At-Tafkir: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 15 No 1 (2022): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 14 No 2 (2021): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 14 No 1 (2021): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): Vol. 13 No. 1 Juni 2020 Vol 13 No 2 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): Vol. 12 No 2 Desember 2019 Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019 Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018 Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018 Vol 11 No 1 (2018): Vol. 11 No 1 Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Vol. 11 No 1 Juni 2018 Vol 11 No 2 (2018): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 11 No 1 (2018): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017 Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017 Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017 Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017 Vol 10 No 2 (2017): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016 Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016 Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016 Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016 Vol 9 No 2 (2016): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2016): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 1 (2015): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014 Vol 1 No 1 (2014): Vol I No 1 Juni 2014 More Issue