cover
Contact Name
Fadhilaturrahmi
Contact Email
arkhan88fadhila@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arkhan88fadhila@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 25803735     EISSN : 25801147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Basicedu merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendididkan dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Basicedu sudah memiliki p-ISSN 2580-3735 dan versi online e-ISSN 2580-1147.
Arjuna Subject : -
Articles 5,428 Documents
Penggunaan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Dalam Pembelajaran IPA DI Sekolah Dasar Ulil Zairmi; Yanti Fitria; Risda Amini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.722 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.221

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar aspek kognitif dan afektif siswa IPA dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan metode konvensional di kelas V SDN 34 Air Pacah Padang. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Jumlah sampel penelitian ini ada dua kelas yaitu siswa kelas V A dan V B dengan jumlah siswa 49 siswa. Penentuan kelas sampel menggunakan sampling jenuh. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan random sampling. Teknik analisis menggunakan uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar aspek kognitif rata-rata IPA di kelas eksperimen adalah 86,25 dan kelas kontrol adalah 74,8. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > ttabel , dengan thitung 2,91 dan nilai ttabel sebesar 1,68 pada taraf signifikan signifikan 0,05. Hasil belajar dari aspek afektif kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan kelas eksperimen adalah 75,83 dan 70,63. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > ttabel , dengan nilai thitung sebesar 1,81 dan nilai ttabel sebesar 1,68 pada taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara aspek kognitif dan afektif siswa kelas eksperimen dan kontrol menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray.  
PENGEMBANGAN E-LEARNING MATA KULIAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERBASIS APLIKASI MOODLE DI PGSD Akmal Rijal; Andriana Sofiarini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.522 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.266

Abstract

Terbatasnya waktu perkuliahan di kelas terkadang menghalangi para dosen dalam memberikan semua materi perkuliahan, kesulitan ini banyak dikeluhkan oleh mahasiswa. Untuk itu dikembangkan e-learning mata kuliah pembelajaran matematika SD berbasis aplikasi moodle yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa sebagai aktualisasi dari student centered learning. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan e-learning mata kuliah pembelajaran matematika SD berbasis aplikasi moodle di program studi PGSD yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Plomp, yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: preliminary research, prototyping phase, dan assesment phase. Data penelitian diperoleh dari uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Data uji validitas diperoleh melalui lembar validasi. Data kepraktisan diperoleh dari lembar angket respon mahasiswa, dan wawancara. Data keefektifan dilihat dari aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-learning yang dikembangkan  memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk dengan nilai rata-rata 95%. E-learning sudah praktis baik dari segi keterlaksanaan, kemudahan, dan waktu yang diperlukan dengan rata-rata nilai 92,5%. E-learning juga telah efektif dari segi aktivitas dan hasil belajar mahasiswa dengan nilai rata-rata aktivitas 81,2% dan hasil belajar dengan tingkat ketuntasan 87,5%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa e-learning yang dikembangkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif.Kata Kunci : e-learning, moodle, pembelajaran matematika, PGSD. 
Efektivitas Penggunaan Model Problem Based Learning Dan Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Kerjasama Siswa Sekolah Dasar Bernadetha Titis Wulan Sari; Firosalia Kristin
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model PBL dan model GI terhadap kemampuan kerjasama siswa pada pembelajaran IPA SD Negeri Panjang 03 Ambarawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Panjang 03 yang berjumlah 53, yang terbagi atas kelas eksperimen berjumlah 27 siswa dan kelas kontrol berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi untuk mengetahui kemampuan kerjasama siswa dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 25 for windows. Berdasarkan uji t yang telah dilakukan data memiliki nilai signifikansi 0,000 yang artinya kurang dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya kemampuan kerajasama menggunakan model PBL lebih unggul secara signifikan dibandingkan dengan model GI. Perbedaan kedua model tersebut terlihat dari rerata kedua kelas, pada kelas eksperimen memiliki rerata 83,33 sedangkan kelas kontrol memiliki rerata 71,50, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas kemampuan kerjasama siswa muatan pelajaran IPA kelas 4 dengan menggunakan model Problem Based Learning dan Group Investigation SD Negeri Panjang 03 Ambarawa. 
PENGEMBANGAN ETNOSAINS MULTIMEDIA LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF SKILL SISWA SD DI KOTA LUBUKLINGGAU Tio Gusti Satria; Asep Sukenda Egok
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.382

Abstract

Pembelajaran sains yang mampu menjembatani perpaduan antara budaya siswa atau pengetahuan asli dengan budaya ilmiah di sekolah atau pengetahuan khas dari suatu komunitas atau etnosains dapat mengefektifkan proses belajar siswa. Siswa belajar secara formal untuk memahami lingkungannya dengan berbagai permasalahan yang ada di sekitarnya. cara mengajar guru yang sering menggunakan metode ceramah, text book centered dan jarang menggunakan media pembelajaran. Sedangkan, siswa membutuhkan penjelasan dari guru dalam bentuk nyata, akan tetapi karena guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam belajar. media pembelajaran mencakup manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran diharapkan untuk menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana kepada siswa, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana peserta didik dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Multimedia Learning diharapkan mampu meningkatkan kognitif skill siswa dan pembelajaran menjadi lebih bermakna
Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar Cahyo Dwi Andita; Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.397

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran soal cerita matematika yang disebabkan oleh pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat merupakan hal yang melatarbelakangi penelitian ini.  Pemerolehan pembelajaran  pada pokok bahasan soal cerita melalui metode Problem Solving merupakan  tujuan dasar yang akan dicapai. Seluruh siswa kelas III  SDN 03 Koto Salak Kabupaten Dharmasraya adalah subjeknya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model Kemis Mc. Taggart. Pemerolehan data penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada soal cerita. Hasil tes pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 72,29 dengan persentase ketuntasan 58,80% kemudian mengalami  peningkatan pada sikus ke-dua menjadi 86,29 dengan persentase ketuntasan klasikal mencapai 82,35%.
EKSPRESI EMOSI ANAK AUTIS DALAM BERINTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH Ian Tommy Hasibuan; Marlina Marlina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.300

Abstract

 Penelitian ini bertujuan melihat ekspresi emosi anak autis dalam berinteraksi di SLB N 1 Pariaman serta mendeskripsikan ekspresi emosi yang ditampilkan oleh anak autis dalam berinteraksi di SLB 1 Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, yang menjadi objek dalam  penelitian ini adalah ekspresi emosi anak autis dalam berinteraksi disekolah dengan responden dalam penelitian ini yaitu guru, staf Tata Usaha dan kepala sekolah di SLB N 1 Pariaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan cara mengorganisasikan data kedalam kategori tertentu, menjabarkan kedalam unit–unit, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber sehingga data yang diperoleh mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana anak autis Diki dalam mengekspresikan emosi/perasaannya dalam berinteraksi serta makna ekspresi emosi yang diperlihatkan anak autis. pada saat marah karena Sesuatu yang ingin dilakukan tidak tercapai, merasa takut ketika mendengar suara keras gurunya, sedih/menangis ketika tidak mau mengikuti intruksi dari gurunya untuk belajar dan senang ketika mendapat pujian dari gurunya.
Pemahaman Konsep Guru dan Calon Guru tentang Integrasi Sains-Islam pada Materi Reproduksi pada Tumbuhan Rafika Elsa Oktaviani; Zarkasih Zarkasih; Rian Vebrianto
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.313

Abstract

Penguasaan konsep merupakan bagian yang sangat penting yang harus dimiliki oleh guru dan calon guru ketika mempelajari sains. Salah satu materi IPA adalah reproduksi pada tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep Integrasi (Sains-Islam) reproduksi tumbuhan pada Guru dan  calon guru. Harapannya dengan adanya integrasi tersebut memudahkan siswa untuk menambah wawasan serta munculnya keyakinan ilahiyyah. Sehingga telihat jelas bahwa  ilmu-ilmu sains dengan ilmu agama saling melengkapi. Jenis penelitian ini adalah survey Subyek dalam penelitian ini adalah guru SD dan mahasiswa semester II TA 2018/2019 yang berjumlah 30 responden. Penelitian ini menggunakan angket skala likert. Nilai rata-rata hasil quesioner secara keseluruhan  yaitu 3,7, sebesar 73,4 %, pemahaman konsep guru dan calon guru pada konsep sains-islam reproduksi pada tumbuhan kategorinya tinggi. hasil perhitungan akhir rata-rata pemahaman konsep setelah diberikan pernyataan dalam bentuk angket pemahaman konsep sains reproduksi pada tumbuhan sebesar 74,9% dengan kategori tinggi. Sedangkan pemahaman konsep  Islamnya sebesar 69% dengan kategori sedang. Secara umum persentase pemahaman guru dan calon guru pada konsep sains lebih besar (74,9%) dari pada konsep islam (69%). Sehingga dapat diketahui pemahaman guru dan calon guru tentang  konsep reproduksi tumbuhan secara sains  lebih baik dari pada konsep reproduksi tumbuhan secara islam.
ANALISIS GERAKAN LITERASI POJOK BACA KELAS TERHADAP EKSISTENSI DAYABACA ANAK DI SEKOLAH DASAR Hijrawatil Aswat; Andi Lely Nurmaya G
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.302

Abstract

Program Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud mengartikan kemampuan berliterasi sebagai kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Salah satu akses literasi ini adalah pojok baca kelas sebagai perpustakaan mini yang dihadirkan dalam kelas sehingga lebih mendekatkan dan mengakrabkan lagi siswa dengan bahan bacaannya. Penelitian ini dilakukan di 3 kecamatan Kota Baubau yang terdiri dari 16 Sekolah Dasar, Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulandata yaitu observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan literasi pojok baca kelas belum terlaksana secara menyeluruh karena hanya ada 3 sekolah yang memiliki pojok baca kelas masing-masing  1 sampai 2 kelas saja pojok bacanya. Padahal seruan ini sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2015 untuk mengembalikan budaya baca anak, alasan yang mendasar oleh sekolah adalah keterbatasan dana dan minimnya pengalaman dalam mendesain pojok baca kelas. Dilihat dari eksistensi daya baca anak memberikan gambaran bahwa siswa sangat menyambut baik kehadiran pojok baca di kelasnya ditandai dengan aktivitas dan antusias siswa dalam membaca buku bacaan sebelum pelajaran dimulai dan pada saat jam istrahat.
Efektivitas Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Siti Khomaidah; Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model Problem Based Learning dengan Guided Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Tingkir Tengah 01 yang berjumlah 29 siswa, dan SD Negeri Tingkir Tengah 02 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan berupa teknik analisis uji t yang digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata antara kelompok yang menggunakan model Problem Based Learning dan Guided Inquiry Learning. . Pengujian hipotesis menggunakan independent sample T test dengan signifikansi pada kolom sig. (2-tailed) sebesar 0,006 <0,05 dengan hasil thitung sebesar 2,832 ˃ ttabel2,001, maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok yang menggunakan model Problem Based Learning dengan Guided Inquiry Learning. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelompok Problem Based Learning sebesar 79,37 dan kelompok model Guided Inquiry Learning nilai rata-rata posttest 75,63. Hal ini menunjukan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif di bandingkan dengan model Guided Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD Gugus Joko Tingkir Salatiga Tahun Pelajaran 2019/2020. 
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Solving dan Discovery Learning ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Maklonia Meling Moto; Srigiarti Srigiarti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Discovery learning dan Problem solving ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 sekolah Dasar pada pembelajaran tematik. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik probality yaitu dengan area sampling atau cluster sampling sehingga jumlah sampel penelitian berjumlah 51 peserta didik. Metode penelitian yang dugunakan adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research). Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan uji T. hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem solving lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari pada model pembelajaran Discovery learning. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil akhir yang diperoleh dari kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik (N) sebanyak 26 peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 61,32, sementara pada kelas kontol diperoleh nilai rata-rata sebesar 66,85 dengan (N) sebanyak 25 peserta didik. Hasil uji T diperoleh nilai signifikansi pada F sebesar 2,589 dan nilai sig 0,024 < 0,050, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan model problem solving dan discovery learning ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 SD dalam pembelajaran tematik

Page 24 of 543 | Total Record : 5428


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol. 7 No. 3 (2023) Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 2 (2023): April Vol 7, No 1 (2023): February Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 4, No 1 (2020): January In Press Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837 Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-263 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019): In Press Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue