Articles
5,428 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DI SEKOLAH DASAR
Lussy Diani Rachmanita;
Otib Satibi Hidayat;
Ajat Sudrajat
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.605 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.225
Kedisiplinan siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sidamulya yang rendah. Terlihat pada observasi awal hanya 35% dari 25 siswa yang dinyatakan disiplin. mendorong peneliti untuk melakukan Penelitian Tindakan (Action Research) di SD tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar melalui model value clarification technique pada muatan pelajaran pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV sekolah dasar negeri 1 Sidamulya. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan yang dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 1 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sidamulya Tahun Ajaran 2019/2020 yang berjumlah 25 siswa dan objek penelitian ini adalah kedisiplinan dan prestasi belajar siswa pada muatan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Data kedisiplinan diperoleh dari lembar Observasi yang di isi oleh observer pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa meningkat dengan menggunakan Model Value Clarification Technique. Peningkatan nilai dan persentase kedisiplinan siswa dari kondisi awal sampai capaian siklus II. Siklus 1 kondisi awal 40 dan 35% dengan target capaian 70 dan 70% hasil capaian siklus I 88,54 dan 100% capaian siklus II meningkat menjadi 95,53 dan 100%. Peningkatan prestasi belajar siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum pada kondisi awal 25%, pada siklus I 66%, dan pada siklus II yaitu 84%,sehingga dapat disimpulkan peningkatan dari siklus I ke siklus II mencapai 18%.
PENGARUH PELATIHAN LESSON STUDY TERHADAPKOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SEKOLAH DASAR
elke maisyarah;
Fetri Yeni J
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.653 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.211
Rendahnya mutu pendidikan yang tercermin pada rendahnya mutu SDM disebabkan oleh kurangnya perhatian guru terhadap kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, perbaikan mutu pendidikan harus diawali dengan perbaikan proses pembelajaran. Paradigma selama ini hanya mementingkan hasil tes atau ujian harus segera diubah menjadi penekanan pada proses pembelajaran, sedangkan hasil ujian atau tes merupakan dampak dari proses pembelajaran yang benar dan berkualitas. Penelitian ini merupakan literatur review. Literatur review ini bertujuan untuk membangun dan mengkonstruksi konsepsi secara lebih kuat berbasis penelitian‐penelitian empiris yang pernah dilakukan. Review ini berbasis pada teknik meta analisis yang merupakan salah satu upaya merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif.Dalam studi ini peneliti memetakan beberapa artikel atau kajian yang berkaitan dengan lesson study. Lesson study merupakan model lebih berfokus pada upaya pemberdayaan guru sesuai dengan kapasitas serta permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing guru. Sehubungan dengan hal itu, maka artikel ini akan membahas apa, mengapa, dan bagaimana lesson study. Hasil literatur review meneukan bahwa pembelajaran guru melalui lesson study terjadi peningkatan derajat pedagogi yang berpusat pada peserta didik.
APPLYING MATH REVIEW GAME METHOD IN ORDER TO INCREASE COGNITIVE LEARNING OUTCOMES AND STUDENTS INVOLVEMENT LEVEL IN MATHEMATIC LESSON
Di Ohanes Richi Christian Plenden;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.378 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.282
This research purposed to increasing cognitive learning outcomes and involvement level of Mountainview Christian Elementary School fifth grade students with applying active learning and review game method. The research that be done is Classroom Action Research which had two cycle. Data in this research gotten from observation, questionnaire, and test then analyzed in percentage form. Learning outcomes result analyzed based on the minimum completeness criteria percentage whether individual or general. The result of the research show that the student learning outcomes result in general increased. In the first cycle the students that pass the minimum completeness criteria was 85% and increased in the second cycle become 100% , the learning outcomes average in the first cycle is 9.23 increased in the second cycle become 9.73. learning outcomes that increased also followed by the increasing of student involvement level about 15% from the first cycle which is 54% categorized as enough become 77% in the second cycle categorized as active. From this research result concluded that the applying of active learning with review game could increasing cognitive learning outcomes and involvement level of the students.
PENERAPAN MODEL THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS
Ani Rosidah
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.248 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.258
Penelitian ini rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS khususnya pada Materi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi. Adapun masalah yaitu bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan model Think Talk Write pada mata pelajaran IPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Cijurey II Kabupaten Majalengka dalam Pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas model Kemmis Mc Taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian yang berjumlah 35orang siswa Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Pada tes pratindakan diperoleh nilai rata-rata 64,28 dengan ketuntasan 27,6% meningkat pada siklus I dengan rata-rata mencapai 78,14 dengan ketuntasan 59,97% dan meningkat pada siklus II nilai rata-rata mencapai 82,54 dengan ketuntasan 89%, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
Fadillah Annisa;
Marlina Marlina
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (35.97 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.209
Artikel ini bertujuan untuk membahas secara konseptual pengaruh model pembelajaran Index Card Match pada aktivitas peserta didik dan hasil belajar di sekolah dasar, menunjukkan bahwa dengan beberapa upaya yang telah dilakukan untuk membuat aktivitas anak / siswa melalui perubahan kurikulum dengan pembelajaran konvensional ke dalam pembelajaran saintifik, tetapi upaya belum dapat berjalan secara optimal, terutama kegiatan siswa yang semakin menurun, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan proses pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif Index Card Match karena sejalan dengan terintegrasi peserta didik, berdasarkan pengamatan menunjukkan bahwa model pembelajaran Index Card Match memiliki dampak yang baik jika dinilai dari segi aktivitas dan hasil belajar, secara konseptual bahwa model pembelajaran Index Card Match dapat digunakan sebagai salah satu model yang sejalan dengan pembentukan kegiatan. dan memiliki dampak yang baik pada hasil belajar peserta didik
Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Tematik Terpadu terhadap Peningkatan Partisipasi Peserta Didik Melestarikan Lingkungan di Sekolah Dasar
Tri Juna Irawana;
Firman Firman;
Neviyarni neviyarni
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.528 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.259
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kecamatan Pasaman. Penelitian ini dilatar belakangi karena guru kurang mampu melibatkan siswa berpartisipasi untuk ikut serta melestarikan lingkungan. Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan hal ini disebabkan pada materi yang ada pada buku siswa masih sedikit, sehingga pengetahuan yang didapatkan siswa masih sedikit, dan Tampilan yang ada pada buku siswa kurang menarik perhatian peserta didik dalam belajar. Pembelajaran tematik terpadu terkait dengan beberapa tema yang berhubungan dengan aktifitas yang dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tematik terpadu difasilitasi dengan adanya buku guru dan buku siswa yang memberikan kemudahan bagi guru ataupun siswa dalam melaksanakan kegiatan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tematik terpadu belum cukup apabila hanya bersumber pada buku guru dan buku siswa saja. Dalam pembelajaran, guru seharusnya memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar lebih aktif dalam setiap pembelajaran. Guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang bermakna. Adapun tujuan penelitian ini adalah menggunakan bahan ajar tematik terpadu untuk meningkatkan partisipasi peserta didik melestarikan lingkungan. This research was conducted in Pasaman District Elementary School . Research is dilatar background as teachers are less able to engage students to participate to participate as well as preserving the environment . Based on the analysis the researchers did things this is due to the materials that exist on the books the students are still slightly , so that the knowledge which obtained the students are still slightly , and the view that there is onthe books the students less attractive the attention of the participant students in learning . Learning thematic integrated associated with some of the themes that relate to activities which do students in life everyday . Thematic learning integrated facilitated by the existence of teacher books and student books that make it easy for teachers or students to carry out activities in the learning process . Learning thematic integrated is not enough if only sourced on a book teacher and guide students only . In learning , the teacher should give an opportunity to the participants of the students to learn more active in every lesson . Teachers should be able to guide and direct the activities of study participants learners in accordance with the objectives of learning are meaningful . As for the purpose of research it is using the material taught thematic integrated to increase the participation of the participant students to preserve the environment .
CALON GURU SEKOLAH DASAR: SUDAHKAH MENJADI SUMBER DAYA MANUSIA YANG LITERAT?
Cholifah Tur Rosidah
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.272
Penyelarasan gerakan literasi sekolah ialah dengan gerakan literasi kampus. Kehidupan kampus terutama yang berperan sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan hendaknya berupaya keras menciptakan calon pendidik yang literat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai calon guru sekolah dasar apakah termasuk dalam sumber daya manusia yang literat atau bukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh mahasiswa PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang berjumlah 880 mahasiswa. Selanjutnya diambil sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling hingga diperoleh tiga kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, wawancara, dan observasi. Instrumen yang dibutuh dalam penelitian ini antara lain angket, daftar pertanyaan wawancara, dan lembar observasi. Kemudian data yang telah dikumpulkan di analisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Adapun hasil dari penelitian ini ialah belum semua mahasiswa PGSD menjadi SDM yang literat.
Pengembangan Media Pembelajaran Budaya Melayu dengan Adobe Flash berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar
Gihari Eko Prasetiyo;
Nurlia Ginting
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.959 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.179
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk CD Pembelajaran dan membandingkan hasil belajar dari sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran menggunakan Adobe Flash berbasis kearifan local budaya melayu di SD Negeri 050664 Lubuk Dalam Jenis penelitian ini adalah R&D model 4-D Thiagarajan, Tahap yang dilakukan dalam pengembangan media iini Define, Design, Develop, Disseminate. Media pembelejaran ini harus memenuhi kategori Valid, Efektif, Praktis. Valid didasarkan oleh hasil validasi ahli media dan desain mencapai persentase 85% dalam kategori sangat Valid, hasil validasi ahli bahasa mencapai persentasi 83% dalam Kategori Sangat Valid dan hasil Validasi ahli Materi mencapai persetase 89% dalam kategori Sangat valid. Keefektifan media dilihat dari hasil pretest dan postest yang di analisis dengan menggunakan N-Gain diperoleh nilai rata-rata gain sebesar 0,7 dimana dalam kategori tinggi Kepraktisan Media didasarkan oleh Angket yang di berikan kepada User/Guru yang dalam Kategori sangat praktis dengan persentase 92%. Dengan hasil diatas maka Media Pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pendekatan Realistik di Sekolah Dasar
Dwi Wulan Suci;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.099 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.229
Penelitian ini dilakukan di SDN 07 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat yang dilakukan pada 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan tujuan meneliti peningkatan keterampilan berpikir kritis matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan realistik dalam pembelajaran dengan yang menggunakan pembelajaran matematika secara konvensional. Dalam penelitian juga dikaji proses penyelesaian masalah kontekstual yang dilakukan oleh siswa berupa soal cerita masing-masing pendekatan. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, angket dan lembar observasi. Setelah jawaban siswa dianalisis, keterampilan berpikir kritis siswa dalam kelompok sedang dan tinggi di kelas eksperimen maupun kelas kontrol mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan siswa di kelas eksperimen pada kelompok rendah mengalami peningkatan pada keterampilan berpikir kritisnya. Kelas eksperimen lebih tinggi peningkatan berpikir kritis matematika siswanya dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol. Namun secara umum siswa antusias, tertarik dan lebih mudah menguasai konsep matematika dengan pembelajaran menggunakan pendekatan realistik dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN DENGAN MENERAPAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI SEKOLAH DASAR
Dea Mukti Nanjelita
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.435 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.277
The implementation of this research aims to improve mathematics learning outcomes of fractional material in fourth grade students of SDN Bandarjo 02 Ungaran by applying the Discovery Learning model. In the learning process the steps of the Discovery Learning model are used, namely, stimulus, problem statements, data collection, data processing, verification, generalization. The type of research used is classroom action research (CAR). When observing mathematics learning, they have not used the right learning model for students. Besides that from the data obtained 62.5% or 20 students is got grades was less than 66. The condition was considered bellow Minimum Passing Grade and 37.5% or 12 students had already reached Minimum Passing Grade. The research lasted for 2 cycles where each cycle had 3 meetings. After the first cycle of action, student learning outcomes increased 75% or as many as 24 Minimum Passing Grade students and 25% or 8 students did not reach Minimum Passing Grade. In the second cycle of action student learning outcomes increased to 84.375% or 27 students who had reached Minimum Passing Grade and 15.625% or 5 students had reached those who had not yet reached Minimum Passing Grade.