cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
TAMPILAN DESAIN WEB PADA PEMASARAN PRODUK KERAMIK DI CV TANTERI KERAMIK I Putu Aditya Diatmika .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3513

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini untuk memperoleh gambaran tentang (1) tampilan desain website CV Tanteri Keramik dan (2) strategi pemasaran berbasis web di CV Tanteri Keramik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pendokumentasian. Adapun sasaran penelitian ini adalah tampilan desain web pada pemasaran produk keramik di CV Tanteri Keramik, Banjar Simpangan, Desa Pejaten, Tabanan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) desain website CV Tanteri Keramik memiliki 3 elemen penyusun layout yang terdiri atas elemen teks, elemen visual, dan elemen tak terlihat (tata letak). Elemen teks yang secara umum terdapat pada setiap layout terdiri atas nameplate, address, menu, deskripsi, daftar artikel, dan copyright. Secara umum elemen visual yang terdapat dalam setiap layout terdiri atas logo, foto utama dan penghargaan. Foto khusus terdapat pada layout about us, products, contact us dan pada setiap artikelnya. Tata letak setiap layout tersusun secara umum dari logo, nameplate, address, foto utama, menu, deskripsi, daftar artikel, penghargaan, dan copyright.(2) strategi pemasaran yang dipergunakan adalah dengan memanfaatkan fasilitas website sebagai sarana untuk men-display produk serta menjadi alat komunikasi, baik pemesanan ataupun sekadar mencari informasi yang ditujukan untuk konsumen yang berada di luar negeri ataupun konsumen dalam negeri yang berada jauh dari perusahaan. Kata Kunci : Desain Website, Strategi Pemasaran The aim of this study was to gain an overview of (1) website design view of CV Tanteri Keramik and (2) a web marketing strategy in CV Tanteri Keramik. This study is a descriptive study with a qualitative approach, the data collection techniques using observation, interview techniques, and technical documentation. The goal of this research is the design of the web on the marketing of ceramic products in CV Tanteri Keramik, Banjar Simpangan, Desa Pejaten, Tabanan. The findings of this study indicate that (1) Website design of CV Tanteri Keramik has 3 constituent elements layout consisting of text elements, visual elements, and invisible elements (layout). Text elements that are common to every layout consist of a nameplate, address, menus, descriptions, list of articles, and copyright. In general, the visual element which is contained in each layout consists of a logo, main picture and awards. Special photo to the layout there about us, products, contact us and on every article. The layout of each layout is generally composed by a logo, nameplate, address, main picture, menus, description, list of articles, awards, and copyright. (2) marketing strategy that is used to utilize the facility as a means for websites to display products as well as being communication tool, either ordering or just looking for information intended for consumers who are overseas or domestic consumers who are far away from the company.keyword : Website Design, Marketing Strategy.
TAMPILAN DESAIN WEB PADA PEMASARAN PRODUK KERAMIK DI CV TANTERI KERAMIK I Putu Aditya Diatmika .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3514

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini untuk memperoleh gambaran tentang (1) tampilan desain website CV Tanteri Keramik dan (2) strategi pemasaran berbasis web di CV Tanteri Keramik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pendokumentasian. Adapun sasaran penelitian ini adalah tampilan desain web pada pemasaran produk keramik di CV Tanteri Keramik, Banjar Simpangan, Desa Pejaten, Tabanan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) desain website CV Tanteri Keramik memiliki 3 elemen penyusun layout yang terdiri atas elemen teks, elemen visual, dan elemen tak terlihat (tata letak). Elemen teks yang secara umum terdapat pada setiap layout terdiri atas nameplate, address, menu, deskripsi, daftar artikel, dan copyright. Secara umum elemen visual yang terdapat dalam setiap layout terdiri atas logo, foto utama dan penghargaan. Foto khusus terdapat pada layout about us, products, contact us dan pada setiap artikelnya. Tata letak setiap layout tersusun secara umum dari logo, nameplate, address, foto utama, menu, deskripsi, daftar artikel, penghargaan, dan copyright.(2) strategi pemasaran yang dipergunakan adalah dengan memanfaatkan fasilitas website sebagai sarana untuk men-display produk serta menjadi alat komunikasi, baik pemesanan ataupun sekadar mencari informasi yang ditujukan untuk konsumen yang berada di luar negeri ataupun konsumen dalam negeri yang berada jauh dari perusahaan. Kata Kunci : Desain Website, Strategi Pemasaran The aim of this study was to gain an overview of (1) website design view of CV Tanteri Keramik and (2) a web marketing strategy in CV Tanteri Keramik. This study is a descriptive study with a qualitative approach, the data collection techniques using observation, interview techniques, and technical documentation. The goal of this research is the design of the web on the marketing of ceramic products in CV Tanteri Keramik, Banjar Simpangan, Desa Pejaten, Tabanan. The findings of this study indicate that (1) Website design of CV Tanteri Keramik has 3 constituent elements layout consisting of text elements, visual elements, and invisible elements (layout). Text elements that are common to every layout consist of a nameplate, address, menus, descriptions, list of articles, and copyright. In general, the visual element which is contained in each layout consists of a logo, main picture and awards. Special photo to the layout there about us, products, contact us and on every article. The layout of each layout is generally composed by a logo, nameplate, address, main picture, menus, description, list of articles, awards, and copyright. (2) marketing strategy that is used to utilize the facility as a means for websites to display products as well as being communication tool, either ordering or just looking for information intended for consumers who are overseas or domestic consumers who are far away from the company.keyword : Website Design, Marketing Strategy.
PENERAPAN TEKNIK AIR BRUSH KE MEDIA LAYANGAN DI “KITE PAINTING NO PROBLEM SING KEN-KEN”, CELUK,SUKAWATI I Gede Riski Soma Himawan .; Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn. .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3515

Abstract

“Kite Painting No Problem Sing Ken-ken”, yang terletak di Br. Cemenggaon, Celuk, Sukawati, Gianyar, adalah salah satu perusahaan yang memproduksi layangan yang dilukis dengan menggunakan teknik air brush. Keunggulan-keunggulan teknik air brush di “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken” dibandingkan dengan teknik pewarnaan dengan cat kuas antara lain: 1.Waktu pewarnaan menggunakan teknik air brush relatif lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan teknik cat kuas, sehingga pesanan dari konsumen bisa lebih cepat dikerjakan. 2.Lukisan yang dibuat dengan teknik air brush tidak menampakan guratan kuas, sehingga gradasi warna yang dihasilkan tampak lebih hidup. 3.Hasil lukisan lebih awet, karena pigmen warna yang disemprotkan ke media lebih menempel ke pori- pori, sehingga daya rekatnya lebih kuat. Artikel ini mengulas tentang keberadaan “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken”,proses penerapan teknik air brush ke media layangan di “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken”, dan jenis motif yang diterapkan ke media layangan di “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengerajin layangan di “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken”, Celuk, Sukawati. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: Keberadaan “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken”, Celuk, Sukawati, dimulai sejak tahun 1993 yang diawali oleh Bapak I Wayan Bambang Netra. Proses penerapan teknik air brush ke media layangan di ”Kite Painting No Problem Sing Ken-ken” yang meliputi antara lain: proses pengerjaan sketsa dengan pensil atau kapur tulis, proses pengerjaan sketsa menggunakan sprayer dengan menerapkan teknik freehand, proses pemotongan plaster kertas, proses pengecatan warna dasar dengan menerapkan teknik stencil, proses pengerjaan warna gradasi dan proses pengerjaan detail. Di “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken”, kedua teknik ini selalu dikombinasikan sesuai kebutuhan. Jenis motif yang dihasilkan oleh “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken” dibagi menjadi dua, yaitu motif fauna dengan bentuk realis antara lain: motif kupu-kupu, motif capung, motif burung elang, motif burung merak. Dan motif fauna dengan bentuk imaginatif antara lain: motif serangga, motif burung hantu, motif naga, motif ikan, motif ular kobra, motif barong.Kata Kunci : Teknik air brush, proses, motif. “Kite Painting No Problem Sing Ken-ken“, which is located in Br. Cemenggaon, Celuk, Sukawati, Gianyar, is one of the companies that manufacture kites painted with a brush using water techniques. The advantages of the air brush technique in "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken" compared with staining techniques with paint brushes, include: 1. Staining time using the air brush technique is relatively faster than using a brush paint technique, so that the order of the consumer can be done faster. 2. Paintings made with air brush techniques not show brush strokes, so that the resulting shades seem more alive. 3. Results paintings more durable, because the color pigment is sprayed over the media to stick to the pores, resulting in a stronger adhesive power. This article reviews about the existence of "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken", process of applying the technique to a media air brush kites in "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken", and motifs are applied to medium kites in "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken". This research is a descriptive qualitative approach. The subjects were craftsmen kites in "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken", Celuk, Sukawati. Collecting data in this study was done by using observation, interviews, and literature. The findings in this study are: The existence of "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken", Celuk, Sukawati, started since 1993 which was started by Mr. I Wayan Bambang Netra. The process of implementation of the media to air brush techniques kites in "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken" which include, among others: process of sketching with pencil or chalk, process of using a sprayer to apply a sketch freehand technique, plaster paper cutting process, painting process by applying basic color stencil technique, the process of gradation of color and detail workmanship. In "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken", the second technique is always combined as needed. Motifs generated by "Kite Painting No Problem Sing Ken-ken" is divided into two, fauna motifs with realistic forms include: butterfly motif, dragonfly motif, eagle motif, peacock motif. And fauna motifs with imaginative forms include: insect motif, owl motif, dragon motif, fish motif, cobra motif, barong motif. keyword : : air brush techniques, processes, motives.
KARYA TUGAS AKHIR SISWA JURUSAN T.I MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 SUKASADA I Komang Tandingada .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3634

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Jenis Karya Tugas Akhir Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada, : (2) Teknik Pembuatan Karya Tugas Akhir Media Video Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada, : (3) Kualitas Karya Tugas Akhir Media Video Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada, Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, sasaran penelitian ini adalah hasil karya Tugas Akhir Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada Jenis karya tugas akhir yang dihasilkan yaitu Video Editing, Web Desain, CD Interaktif, CD Pembelajaran, Animasi kartun. Semua karya tugas akhir dikerjakan dengan teknik yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis karya yang dibuat. Video editing, misalnya menggunakan program adobe premiere dan proses pengerjaannya pun berbeda. Semua ilmu yang diperoleh siswa dari kelas I sampai kelas III merupakan proses pembelajaran untuk medapatkan kualitas lulusan yang sesuai dengan dunia usaha/dunia industri, mulai dari proses pembuatan, desain, konsep sampai hasil akhir dimana di uji langsung oleh pihak dunai usaha. Hasil Karya Tugas Akhir Siswa Jurusan TI Multimedia SMK Negeri I Sukasada sudah bagus, kedepan supaya lebih bagus dan lebih bervariasi, baik dari segi desain, teknik pengambilan gambar, maupun teknik editing, karya Tugas akhir yang dihasilkan sudah beragam sesuai dengan tuntutan dunia usaha, kualitas hasil karya tugas akhir siswa TI multimedia sangat bagus dan sudah berani bersaing di dunia usaha/dunia industri. Kata Kunci : Kata Kunci : Tugas Akhir, Multimedia, Video Editing, Web Desain, CD Interaktif. Abstract This research aim to to know : ( 1) Final Type Masterpiece Duty [of] Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada : ( 2) Technique Making Of Final Masterpiece Duty [of] Media Video Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada : ( 3) Quality Of Final Masterpiece Duty of Media Video Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada, Method Research the used is research method qualitative, this research target is result of Final Duty masterpiece of Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada. Final Type Masterpiece duty which yielded by that is Video of Editing, Web Desain, CD Interaktif, CD Study, Animation Cartoon. All final duty masterpiece done with technique which different each other, as according to made masterpiece type. video of Editing, for example using program of adobe its workmanship process and premiere even also differ. All obtained [by] science [is] student of class of I until class of III represent study process to get the quality of grad matching with world of[is effort / industrial world, start from process of, desain, concept until end result where [in] direct test by party/ side of dunai the effort. Result Of Final Masterpiece Duty [of] Student Majors of TI Multimedia SMK Country of I Sukasada have nicely, to the fore nicer so that and more is varying, either from facet of desain, technique intake of picture, and also technique of editing, final Duty masterpiece which yielded [by] have immeasurable as according to corporate world demand, quality of result of final duty masterpiece [of] student of TI multimedia very good and have dare to compete in world of is effort / industrial world. keyword : Keyword : Final Duty, Multimedia, Video of Editing, Web Desain, CD Interaktif.
GAMBAR PADA BECAK ONTEL DI DESA KETOWAN, KECAMATAN ARJASA, KABUPATEN SITUBONDO. Puji Purnomo Suwandi .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4219

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Untuk mendeskripsikan alat dan bahan yang di gunakan dalam proses pembuatan gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, (2) Untuk mendeskripsikan proses pembuatan gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, (3) Untuk mendeskripsikan bentuk dan motif gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif, subjek dari penelitian ini ialah tempat dimana para becaan berkumpul. Dalam pengumpulan data, penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yakni, (1) Teknik observasi, (2) Teknik wawancara, (3) Teknik pendokumentasian, dan (4) Teknik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Keberadaan gambar pada Becak Ontel di Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, yang menggunakan alat-alat sederhadana dalam proses pembuatannya (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses penggambaran pada Becak Ontel di Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, meliputi dua macam alat pokok dan menggambar. Alat-alat tersebut ialah gergaji, gerinda, papan triplek dan alat untuk menggambarnya ialah pensil penggaris, kuas, dan gelas aqua bekas, (3) Jenis dan bentuk yang dihasilkan oleh pak Karso dalam menggambar Becak Ontel di Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo yaitu : gambar geometri, persegi, garis lengkung dan lurus, seni letter, tradisi, pemandangan, dan bentuk ukiran. Kata Kunci : Becak Ontel, alat dan bahan, jenis dan bentuk gambar. ABSTRACT This research aims to, (1) To describe the tools and materials that used in the process of drawing on pedicab ontel in Ketowan Village Arjasa District Situbondo Regency, (2) To describe the process of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District Situbondo Regency, (3) To describe the shapes and motifs of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency. This research is a descriptive research that use qualitative approach, the subject of this research is the place where the becak ontel gathered. In collecting data, this research is conducted by several techniques, namely: (1) Observation Technique, (2) Interview Technique, (3) Documentation Technique, and (4) Literature Technique. The result of this research indicates (1) The existance of the pictures on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency are used simple tools in the making process (2) Tools and materials that are used in the process of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency includes two kinds of main tools and drawing. The tools are saw, grinder, plywood board and the tools to draw are pencil, ruler, brush, and aqua glass, (3) The type and shape are produced by Pak Karso in drawing becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency are geometry, square, curved and straight line, letter art, traditions, sight, and carving shapes. keyword : becak ontel, tools and material, type and motif of picture.
Kerajinan Dream Catcher (Penangkap Mimpi) di Kampung Bugis, Tuban,Bali I Gusti Ayu Komala Dewi .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4220

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui keunikan kerajinan dream catcher di kampung Bugis, Tuban, Bali. Tujuan untuk mengetahui tentang (1) Bahan dan alat (2) Proses pembuatan dan (3) Nilai estetik. Manfaat penelitian ini bagi lembaga sebagai literatur kepustakaan, sedangkan masyarakat, dan peneliti untuk mengetahui kerajinan dream catcher. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bahan dan alat meliputi; bahan, antara lain: potongan pipa paralon, benang nylon, kain suede, manik-manik, rakota, manik tulang, manik kulit kerang, lem, bulu. Sedangkan alat meliputi gunting, cutter, penggaris, dan korek gas. (2) Proses pembuatan kerajinan dream catcher meliputi penyiapan bahan dan alat, proses pelilitan benang pada potongan pipa paralon, pembuatan jaring, pemasangan manik atau rakota, pemasangan benang untuk rumbai, proses perekatan, penghiasan, dan pemberian label. (3) nilai estetik yang terdapat pada kerajinan dream catcher meliputi bentuk, ukuran, desain, warna, hiasan, dan pola yang digunakan di dalam pembuatannya. Terdapat jenis hiasan tambahan berupa manik kaca yang digunakan pada beberapa kerajinan dream catcher. Bentuk dream catcher lebih banyak menggunakan bentuk geometris berupa lingkaran dengan berbagai macam ukuran, hiasan berupa manik-manik dan bulu ayam berwarna warni yang membuat kerajinan dream catcher semakin diminati di pasaran. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: bahan dan alat, proses pembuatan serta nilai estetik yang terdapat pada kerajinan dream catcher.Kata Kunci : kerajinan, dream catcher, makrame. The background of this study was to determine the uniqueness of dream catcher craft at Bugis village, Tuban, Bali. The aim is to know about (1) Materials and equipment (2) The process of making and (3) aesthetic value. The benefits of this research for the institution of literature as literature, while the public, and researchers to know the dream catcher craft. This research is a descriptive qualitative research. The results showed that (1) Materials and tools include; materials, among other things: pieces of PVC pipe, nylon, suede fabric, beads, rakota, bone beads, seashell beads, glue, feathers. While tools include scissors, cutter, ruler, and a gas lighter. (2) The process of making dream catcher craft includes the preparation of materials and tools, processes winding threads on the pipe pieces, making nets, beads or rakota installation, mounting thread for tufting, gluing process, decking, and labeling. (3) aesthetic value contained in the dream catcher craft includes shape, size, design, color, decoration, and patterns used in its manufacture. There is a kind of extra decoration in the form of glass beads used in some craft dream catcher. Dream catcher shape more use of geometric shapes such as circles of various sizes, adorned with beads and colorful feather dream catcher craft that makes increasingly in demand in the market. Conclusions obtained in this study is the result of research include: materials and tools, as well as the process of making aesthetic value contained in the dream catcher craft. keyword : craft, dream catcher, makrame.
KERAJINAN GERABAH DESA PENUJAK KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Mahendra .; Dra. Luh Suartini .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Sejarah Keberadaan kerajinan gerabah. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah. (4) Bentuk kerajinan gerabah di desa Penujak. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, Sasaran informan ditempat penelitian adalah pengrajin gerabah sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan kerajinan gerabah di desa Penujak. (2) Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah meliputi alat utama dan alat penunjang antara lain: Cangkul, Aluw, Batu kokoh, Kain lap, potongan sandel, Ladiq, Tunggku pembakaran tradisional, sendok, Tutup pasta gigi, bekas Sisir bekas yang dimodifikasi. Sedangkan bahan meliputi bahan utama, bahan penunjang pembakaran, bahan penunjang pewarnaan yaitu; Tanah liat, Jami(Jerami), Lukeng kedeli, kajuq(kayu bakar), Tangkel, serbuk gergaji, Sari biji asam, Arang, Minyak asli. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah melalui beberapa tahapan diantanya: Proses pencarian Tanah liat, Proses pengeringan Tanah liat, Proses peluturan yaitu proses peleburan tanah liat yang masih mentah, Proses pembentukan gerabah, Proses pemberian gambar, Proses pembakaran, proses pewarnaan. (4) Bentuk yang dihasilkan dari gerabah antara lain Benda fungsional meliputi: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, mangkok, Hiasan air mancur, Hiasan Lampu. Benda non fungsional meliputi; Kendi tabung, Gucci, Bike modern. Patung Manuk, Patung Lepang, Patung penyu, Patung empak, Patung tekek dan Patung Sepatu. Kata Kunci : Kerajinan, gerabah, proses, bentuk. This study aimed to determine (1) the existence of pottery history. (2) The materials and tools used in the manufacture of pottery. (3) The process of making pottery. (4) The form of pottery in the Penujak village. This research is descriptive qualitative research, the target informant research place is potters as the research subject. The techniques used in collecting the data were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) The history of pottery in the Penujak village. (2) The tools and materials used in the manufacture of pottery covering the main tool and the supporting tools, among others: Hoes, Aluw, solid stone, Duster, Sandel cuts, Ladiq, traditional combustion furnace, ladle, Close toothpaste, the modified of comb secondhand. While the material covering the main material, combustion supporting material, staining supporting material; Clay, Jami (Straw) , Lukeng Kedeli, kajuq (firewood), Tangkel, sawdust, Sari tamarind seeds, charcoal, original oil. (3) The process of making pottery through several stages as follows: the process of searching clay, the process of drying the clay, the process of peluturan is the process of melting the raw clay, the process of forming the pottery, the process of visualizing, the process of burning, the process coloring. (4) The form which is produced by pottery such as functional objects include: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, bowls, Fountain decoration, Lights decoration. Non- functional objects include; Kendi tube, Gucci, Modern Bike. Manuk Sculpture, Lepang Sculpture, Turtle Sculpture, Empak Sculpture, Tekek Sculpture and Shoes Sculpture. keyword : Crafts, pottery, processes, forms.
KERAJINAN GERABAH DESA PENUJAK KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Mahendra .; Dra. Luh Suartini .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Sejarah Keberadaan kerajinan gerabah. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah. (4) Bentuk kerajinan gerabah di desa Penujak. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, Sasaran informan ditempat penelitian adalah pengrajin gerabah sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan kerajinan gerabah di desa Penujak. (2) Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah meliputi alat utama dan alat penunjang antara lain: Cangkul, Aluw, Batu kokoh, Kain lap, potongan sandel, Ladiq, Tunggku pembakaran tradisional, sendok, Tutup pasta gigi, bekas Sisir bekas yang dimodifikasi. Sedangkan bahan meliputi bahan utama, bahan penunjang pembakaran, bahan penunjang pewarnaan yaitu; Tanah liat, Jami(Jerami), Lukeng kedeli, kajuq(kayu bakar), Tangkel, serbuk gergaji, Sari biji asam, Arang, Minyak asli. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah melalui beberapa tahapan diantanya: Proses pencarian Tanah liat, Proses pengeringan Tanah liat, Proses peluturan yaitu proses peleburan tanah liat yang masih mentah, Proses pembentukan gerabah, Proses pemberian gambar, Proses pembakaran, proses pewarnaan. (4) Bentuk yang dihasilkan dari gerabah antara lain Benda fungsional meliputi: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, mangkok, Hiasan air mancur, Hiasan Lampu. Benda non fungsional meliputi; Kendi tabung, Gucci, Bike modern. Patung Manuk, Patung Lepang, Patung penyu, Patung empak, Patung tekek dan Patung Sepatu. Kata Kunci : Kerajinan, gerabah, proses, bentuk. This study aimed to determine (1) the existence of pottery history. (2) The materials and tools used in the manufacture of pottery. (3) The process of making pottery. (4) The form of pottery in the Penujak village. This research is descriptive qualitative research, the target informant research place is potters as the research subject. The techniques used in collecting the data were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) The history of pottery in the Penujak village. (2) The tools and materials used in the manufacture of pottery covering the main tool and the supporting tools, among others: Hoes, Aluw, solid stone, Duster, Sandel cuts, Ladiq, traditional combustion furnace, ladle, Close toothpaste, the modified of comb secondhand. While the material covering the main material, combustion supporting material, staining supporting material; Clay, Jami (Straw) , Lukeng Kedeli, kajuq (firewood), Tangkel, sawdust, Sari tamarind seeds, charcoal, original oil. (3) The process of making pottery through several stages as follows: the process of searching clay, the process of drying the clay, the process of peluturan is the process of melting the raw clay, the process of forming the pottery, the process of visualizing, the process of burning, the process coloring. (4) The form which is produced by pottery such as functional objects include: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, bowls, Fountain decoration, Lights decoration. Non- functional objects include; Kendi tube, Gucci, Modern Bike. Manuk Sculpture, Lepang Sculpture, Turtle Sculpture, Empak Sculpture, Tekek Sculpture and Shoes Sculpture. keyword : Crafts, pottery, processes, forms.
KERAJINAN SANDAL BERBAHAN DASAR DAUN LONTAR DI PERUSAHAAN ADI KARYA DESA BONA, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR Gede Wasudewa .; Dra. Luh Suartini .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4253

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui keberadaan usaha kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. (2) Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. (3) Untuk mengetahui proses pembuatan kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. (4) Untuk mengetahui nilai estetis pada kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Subyeknya adalah perusahaan dan obyeknya adalah kerajinan sandal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasian dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perusahaan berada di Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dan berdiri tanggal 10 mei 1996. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan sandal meliputi: daun lontar, spon karet, kertas karton, benang jahit, kain furing, lem latex, lem fox kuning, pewarna, dan soda api. Sedangkan alat meliputi gunting, cutter, pisau, spidol atau pulpen, mesin jahit, kompresor, penyisit, mal, manekin alas kaki, palu dan pahat ukir,drim dan tungku api. (3) Proses pembuatan kerajinan sandal ada dua tahap yaitu proses persiapan bahan dan alat serta proses perakitan sandal. (3) Nilai estetik yang terdapat pada kerajinan sandal ini adalah bentuk dan desain anyaman dari sandal,seperti motif sig-sag burik, bedeg, kotak-kotak dan kombinasi sehingga membuat kerajinan ini semakin diminati di pasaran. Kata Kunci : Kata kunci: kerajinan, sandal, daun lontar. This study aimed (1) to know the existance of sandals craft made from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. (2) to know tools and materials used to make sandals craft from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. (3) to know the process of making sandals craft from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. (4) to know the estetic value of sandals craft made from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. This study was descriptive qualitative study. Subject of the study was destricted on the company and the object was limited to the sandals craft. Method of data collection used were observation technique, interview, documentation, and source review. The result of the study showed (1) the company located in Bona Village, Blahbatuh, Gianyar and founded on May, 10th 1996. (2) tools and materials used were palm leaves, sponge rubber, cardboard, yarn sewing, fabric Furing, latex glue, glue yellow fox, dyes, and soda ash. Meanwhile the tools used were scissors, cutter, knife, marker or pen, sewing machines, compressors, penyisit, mall, mannequin footwear, hammer and chisel carving, drim and furnaces. (3) there were two steps of making sandal craft, namely preparation step and production step. (4) estetic value of the sandals craft was the shape and design of the sandals, such as the zig-zag, beged, box, and combined motive that made the craft more interested in the market. keyword : Keyword: craft, sandals, palm leaves.
Motif Hias Pada Kerajinan Anyaman Bambu Di Kejapa Bamboo Handicraft, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Yeni Yuanda Putri .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bambu. (3) Proses pembuatan kerajinan bambu. (4) Bentuk dan motif hias kerajinan anyaman bambu di Kejapa Bamboo Handycraft. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, keseluruhan populasi yang ada ditempat penelitian menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu di Desa Tigawasa. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan anyaman bambu meliputi bahan antara lain: bambu, cat kayu, woodstain, rotan, pewarna basis, benang nilon, uang kepeng, kancing batok kelapa, kulit kerang, lem, dan alumunium. Sedangkan alat meliputi gergaji, blakas, pengutik, gunting, meteran, penggaris siku, wajan, kompresor, bor, tang, kuas, jarum, dan alat tulis. (3) Proses pembuatan kerajinan anyaman bambu ada dua tahap yang berbeda yaitu pada proses pembuatan motif dari anyaman dan kerajinan anyaman dengan motif tambahan aksesoris, berikut proses pembuatan kerajinan dari motif anyaman : pemotongan bambu, proses pewarnaan, pengeringan cat, mengirat bambu, proses pengeringan bambu, penganyaman bambu, pemberian bingkai kerajinan. Pembuatan anyaman bambu dengan tambahan aksesoris prosesnya sebagai berikut: pemotongan bambu, pembelahan bambu, mengirat bambu, menyisik bagian pinggir iratan bambu, pengeringan, proses menganyam, proses pewarnaan basis, pengeringan, pewarnaan dengan woodstain, pengeringan, penambahan aksesoris. (4) Motif hias yang dihasilkan dari anyaman antara lain, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik dan saudbah. Produk yang dihasilkan adalah kotak tisu, tas, kotak perhiasan, kotak cincin, bingkai foto, tempat pensil, dan aneka sokasi.Kata Kunci : Kerajinan, anyaman bambu, motif hias This study aims to determine (1) the existence of bamboo handicraft. (2) Materials and equipment used in making bamboo handicrafts. (3) The process of making bamboo handicrafts. (4) The form and decorative motifs woven bamboo handicrafts in Kejapa Bamboo Handicraft. This study is a qualitative descriptive study, the overall population is local research into the subject of research. Data collection techniques used were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) presence of woven bamboo craft village Tigawasa. (2) Materials and equipment used in the manufacture of woven bamboo handicrafts include materials such as: bamboo, wood paint, woodstain, rattan, dye base, nylon yarn, coins, coconut shell buttons, seashells, glue, and aluminum. While tools include saws, blakas, pengutik, scissors, tape measure, ruler elbow, frying pan, compressor, drill, pliers, brushes, needles, and stationery. (3) The process of making bamboo handicrafts there are two distinct phases, namely the process of pattern making woven and woven with motifs craft additional accessories, the following process of making handicrafts from woven motifs: bamboo cutting, coloring process, paint drying, grinding bamboo, the drying process bamboo, bamboo weaving, giving the frame craft. Manufacture of woven bamboo with additional accessories as following process: cutting bamboo, bamboo splitting, sharpening the edges of the thin strip of bamboo, drying, weaving process, the base coloring, drying, staining with Woodstain, drying, addition of accessories. (4) motif generated from woven among others, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik and saudbah. The resulting product is a tissue box, bag, jewelry boxes, ring boxes, photo frames, pencil, and various sokasi.keyword : Crafts, bamboo, ornamental motifs