cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
HIASAN PADA PERANGKAT SAPI GERUMBUNGAN DI KABUPATEN BULELENG Putu Warta Riadi .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2123

Abstract

Atraksi sapi gerumbungan merupakan atraksi kesenian yang berasal dari Buleleng dengan menekankan aspek keindahan. Pada perangkat sapi gerumbungan diterapkan motif-motif ragam hias. Artikel ini mengulas tentang, motif, estetika dan makna hiasan pada perangkat sapi gerumbungan di kabupaten Buleleng. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang motif hias yang digunakan pada perangkat sapi gerumbungan, estetika sampai pada makna hiasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti yaitu motif hias yang diterapkan adalah motif pepatran, kekarangan, manusia dan alam. Estetika yang terkandung meliputi adanya keseimbangan komposisi hiasan, kesatuan dan adanya irama bentuk pada hiasan perangkat. Hiasan sapi gerumbungan mengandung makna pada penanggu yang menggunakan motif singa ambara raja sebagai maskot kota singaraja dan penyelah menggunakan motif garuda pancasila yang memiliki makna nasionalis.Kata Kunci : Kata kunci : sapi gerumbungan, motif hias, perangkat. Sapi gerumbungan is derived from art attraction that emphasizes the beauty of Buleleng. In the sapi gerumbungan applied decorative motives. This article describes the motives, aesthetics and meaning of the ornament on sapi gerumbungan in buleleng. Its purpose is to provide information about the decorative motives used on sapi gerumbungan, aesthetics and meaning of ornament. The method used was qualitative and data collection techniques using observation, interviews, documentation and literature. The findings of researchers applied decorative motives are pepatran, kekarangan, humans and nature. Contained aesthetic composition ornament includes a balance, unity and existence of rhythm form the decoration on the tool. Penanggu implies that using the singa ambara raja motive as a mascot singaraja and penyelah use garuda pancasila that has a nationalist meaning.keyword : Keywords: sapi gerumbungan, decorative motives, tools
KOMPONEN PENJOR HIAS DI DESA KAPAL, MENGWI, BADUNG I Gede Hendra Putrawan .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2133

Abstract

Keberadaan bisnis penjor yang ada di Desa Kapal sangat menjanjikan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Kapal, Mengwi, Badung, disamping itu, Penjualan komponen penjor memang sangat membantu masyarakat Bali yang ada di sekitar desa Kapal, karena dengan adanya penjualan komponen-komponen penjor hias masyarakat dengan lebih praktis dan cepat untuk mengerjakan penjor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alat, bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan komponen yang dibuat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain yang bertujuan untuk memproleh pengertian umum, relative dan menyeluruh, analisis taksonomi untuk mengolah data lebih lanjut, lebih rinci dan mendalam. Kata Kunci : Komponen penjor, ragam hias Penjor business presence in the Kapal village was very promising to lift the economy in Kapal Village society, Mengwi, Badung. In addition, the sale of penjor component was very helpful to balinese people that are around the Kapal village, cause with the sale of ornamental components Penjor people becomes more practical and faster to work Penjor. This study aimed to describe the tools, the materials used, the manufacturing process, and the components are made. Data collection techniques used were observation techniques, interviewing techniques, and documentation techniques. Analysis of the data used in this study were domain analysis that aimed to get common sense and relatively thorough, analytical taxonomy to process the data further, more detailed and in depth. keyword : Component Of Penjor , decorative art
KOMPONEN PENJOR HIAS DI DESA KAPAL, MENGWI, BADUNG I Gede Hendra Putrawan .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2134

Abstract

Keberadaan bisnis penjor yang ada di Desa Kapal sangat menjanjikan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Kapal, Mengwi, Badung, disamping itu, Penjualan komponen penjor memang sangat membantu masyarakat Bali yang ada di sekitar desa Kapal, karena dengan adanya penjualan komponen-komponen penjor hias masyarakat dengan lebih praktis dan cepat untuk mengerjakan penjor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alat, bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan komponen yang dibuat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain yang bertujuan untuk memproleh pengertian umum, relative dan menyeluruh, analisis taksonomi untuk mengolah data lebih lanjut, lebih rinci dan mendalam. Kata Kunci : Komponen penjor, ragam hias Penjor business presence in the Kapal village was very promising to lift the economy in Kapal Village society, Mengwi, Badung. In addition, the sale of penjor component was very helpful to balinese people that are around the Kapal village, cause with the sale of ornamental components Penjor people becomes more practical and faster to work Penjor. This study aimed to describe the tools, the materials used, the manufacturing process, and the components are made. Data collection techniques used were observation techniques, interviewing techniques, and documentation techniques. Analysis of the data used in this study were domain analysis that aimed to get common sense and relatively thorough, analytical taxonomy to process the data further, more detailed and in depth. keyword : Component Of Penjor , decorative art
KOMPONEN PENJOR HIAS DI DESA KAPAL, MENGWI, BADUNG I Gede Hendra Putrawan .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2135

Abstract

Keberadaan bisnis penjor yang ada di Desa Kapal sangat menjanjikan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Kapal, Mengwi, Badung, disamping itu, Penjualan komponen penjor memang sangat membantu masyarakat Bali yang ada di sekitar desa Kapal, karena dengan adanya penjualan komponen-komponen penjor hias masyarakat dengan lebih praktis dan cepat untuk mengerjakan penjor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alat, bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan komponen yang dibuat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain yang bertujuan untuk memproleh pengertian umum, relative dan menyeluruh, analisis taksonomi untuk mengolah data lebih lanjut, lebih rinci dan mendalam. Kata Kunci : Komponen penjor, ragam hias Penjor business presence in the Kapal village was very promising to lift the economy in Kapal Village society, Mengwi, Badung. In addition, the sale of penjor component was very helpful to balinese people that are around the Kapal village, cause with the sale of ornamental components Penjor people becomes more practical and faster to work Penjor. This study aimed to describe the tools, the materials used, the manufacturing process, and the components are made. Data collection techniques used were observation techniques, interviewing techniques, and documentation techniques. Analysis of the data used in this study were domain analysis that aimed to get common sense and relatively thorough, analytical taxonomy to process the data further, more detailed and in depth. keyword : Component Of Penjor , decorative art
Seni Kerajinan Tempurung Kelapa Di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Putu Eka Juniarta .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2136

Abstract

Tempurung kelapa merupakan kulit buah kelapa yang mempunyai tekstur keras, berwarna coklat apabila buahnya sudah tua, dan berwarna putih ketika masih muda. Pada umumnya tempurung kelapa pada kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan bakar atau arang. Namun di desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, tempurung kelapa justru dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat suatu kerajinan yang memiliki nilai estetis. Artikel ini mengulas tentang, keberadaan, alat, bahan, proses pembuatan, dan motif hias yang terdapat pada seni kerajinan tempurung kelapa di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti yaitu keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa dari tahun 1950 dan mulai berkembang pada tahun 1997 sampai sekarang. Alat utama pembuatan meliputi mesin foredom, kapak, golok, pisau, dan amplas. Bahan utama yaitu tempurung kelapa. Proses pembuatan dimulai dari mengupas kulit buah kelapa hingga finising. Motif hias yang diterapkan pada seni kerajinan tempurung kelapa ini berupa motif hias geometris dan motif hias non geometris. Kata Kunci : Alat, Bahan, Tempurung kelapa Coconut shell was the skin of coconut fruit which had a hard texture, dark brown when the fruit’s old, and white when it’s younger. Coconut shell generally in the life were used as fuel or charcoal. But in the Tampaksiring Village, Gianyar Regency, precisely coconut shell used as raw materials to make a craft that has aesthetic value. This article reviewed about the existence, tools, materials, manufacturing process, and decorative motifs found in coconut shell craft Tampaksiring Village, Gianyar Regency. The purpose was to provide information about the presence of coconut shell craft to become art processing. The method was a descriptive study with qualitative and the data collection techniques used observation, interviews, documentation and literature. The result of the research was that the presence of coconut shell craft from 1950 and began to flourish in 1997 to present. The main tool manufacture were Foredom machines, axes, machetes, knives, and sandpaper. The main ingredient was coconut shell. The process began from manufacture of skin coconuts peeling until finishing. Decorative motifs that applied to the coconut shell craft arts such as decorative motifs inlaid geometric and non- geometric motifs.keyword : Equipment, Materials, Coconut shell
Ragam Hias Pura Dangin Carik Di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng Gede Maha Semaya Bakti .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2137

Abstract

Seni ragam hias maupun ukiran mempunyai peranan penting sebagai hiasan bangunan tempat suci di Bali dan pada bangunan rumah maupun benda fungsional dan benda hias. Di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten buleleng kerajinan ukiran menjadi sumber mata pencaharian bagi pengerajin ukiran. Ukiran yang dibuat di Desa Tejakula merupakan kerajinan ukiran dengan ke cirikhasan motif ragam hias dan teknik ukir. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motif ragam hias ukiran pada bangunan Pura Dangin Carik di Desa Tejakula, bahan dan alat yang dipergunakan, dan proses pembuatan motif ragam hias ukiran. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, sedangkan pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis domain dan taksonomi. Kata Kunci : ukiran, ragam hias. Decorative art or carving has important role as decoration of temples in Bali and on house buildings or functional and decorative goods. In Tejakula Village, Tejakula District, Buleleng Regency, carving becomes main occupation for carving artists. Carving that is made in tejakula Village is carving with special characteristics of decorative motives and carving technipues. This research aims to describe decorative carving motive at Dangin Carik Temple in Tejakula, materials and tools needed, and the process of creating decorative carving motive. The data was collected using observation techniques, interview, documentation, and literature, meanwhile approaches used to analyze the data were domain analysis and taxonomy. keyword : carving, decorative art
PRODUK CASING FLASH DISK BERBAHAN TULANG DAN RESIN DI HOME INDUSTRI BALI POENYA KEDIRI, TABANAN, BALI Gede Agus Wahyu Setia Yasa .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2148

Abstract

Seni kerajinan saat ini telah berkembang pesat. Dapat dilihat dari produk seni kerajinan di “Bali Poenya” home industri yang mengkombinasikan antara kerajinan ukiran tulang dan resin sebagai bahan casing flash disk. Artikel ini mengulas tentang jenis produk, motif, alat dan bahan serta proses pembuatan produk seni kerajinan di “Bali Poenya” home industri. Artikel ini bertujuan untuk memberi informasi tentang jenis produk, motif, alat dan bahan serta proses pembuatan produk seni kerajinan di “Bali Poenya” home industri. Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti meliputi jenis kerajinan, motif-motif pada produk seni kerajinan serta proses pembuatan produk yang terdiri dari proses ukir tulang dan mencetak resin, alat yang digunakan pada proses pembuatan produk seni kerajinan meliputi feredom, gerinda, amplas, mesin pemotong, kuas, stick es krim, wadah plastic, dan cuter. Bahan utama pembuatannya meliputi, tulang kerbau, sillicone rubber, hardener, resin dan catalys.Kata Kunci : alat, bahan, flash disk, motif, proses. Nowadays, art craft has grown rapidly. It can be seen from art craft products in the “Bali Poenya” home industry which combine between bone carving and resin as the material of casing flash disk. This article reviewed the types of products, motives, tools and materials as well as the process of making art craft products in the "Bali Poenya" home industry. This article aims to provide information about the types of products, motives, tools and materials as well as the process of making art craft products in the "Bali Poenya" home industry. This article is a qualitative descriptive study with the method of observation, interview, documentation, and literature. The findings of the researcher include the type of craft, the motives in art craft products as well as the process of making a product which consist of a bone carving process and print resin, the tools used in the process of making art craft products include feredom, gerinda, amplas, cutting machine, brush, sticks ice cream, plastic containers, and cutter. The main material of manufacture include, buffalo bone, sillicone rubber, hardener, resin and catalys.keyword : tool, material, flash disk, motive, process.
SENI FIBERGLASS DI BENGKEL "DE NUSA" DENPASAR BARAT I Made Darsuma Jaya .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2149

Abstract

Material fiberglass saat ini dapat memberi solusi untuk menciptakan benda seni yang artistik dan ekonomis. Selain itu, juga merupakan alternatif untuk menggantikan material seperti kayu, logam, dan batu yang ketersediaannya mulai berkurang. “De Nusa” merupakan salah satu bengkel yang memproduksi material fiberglass sebagai benda seni. Artikel ini mengulas tentang produksi mulai dari alat, bahan, proses, bentuk, dan fungsi produk yang ada di bengkel “De Nusa” Denpasar Barat. Dan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang material fiberglas sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti meliputi proses produksi dengan menggunakan teknik butsir dan cetak, bahan utama pembuatannya meliputi, resin, mat fiberglass, talk, dan katalis. Alat utama pembuatan meliputi wadah takar, wadah adonan, sendok takar, dan gunting. Hasil produk meliputi benda tiga dimensi seperti patung dan furniture. Fungsi produk sebagai benda hias dan benda fungsional.Kata Kunci : benda seni tiga dimensi, fiberglass, kerajinan At present, Fiberglass material can be a solution to create an artistic art object and economical. Besides, it also can be an alternative way to replace materials such as wood , metal , and stone availability declined . " De Nusa " is one of a painter’s studio produced fiberglass material as art objects . This article discussed the production of fiberglass included : the tools , materials , processes , forms , and functions of the products in the shop " De Nusa " in West of Denpasar . The aims of this article is to inform about fiberglass material processing to become art object . This article is a qualitative descriptive study with observation , interviews , and literature method. The findings of this research included the production process with butsir and printing technique, the main ingredients included : resin , mat fiberglass , talc , and catalysts . The main tools included : containers of peck , container of dough , scoop , and scissors . The Results of products included three-dimensional objects such as sculpture and furniture . Product functions of its process is as ornamental objects and functional objects.keyword : three-dimensional objects, fiberglass, handicraft
TENUN RANGRANG DI DESA PEJUKUTAN KECAMATAN NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG I Wayan Sudarsana .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2415

Abstract

Pada umumnya masyarakat Bali hanya mengenal kain tenun gringsing, kain tenun songket maupun kain tenun endek. Ada jenis kain yang berasal dari Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dinamakan kain tenun rangrang. Proses pembuatan kain tenun rangrang menggunakan alat tradisional dinamakan alat tenun cagcag. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi tentang sejarah keberadaan, alat dan bahan, proses pembuatan sampai motif hias yang terdapat pada kain tenun rangrang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah perajin tenun rangrang di Dusun Karang, Desa Pejukutan yang berjumlah 81 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 6 orang yang ditentukan melalui pendekatan porposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sejarah keberadaan tenun rangrang diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dengan nama cerik bolong, kemudian berkembang menjadi nyrangnyang, terakhir menjadi rangrang. Setelah nyaris punah, tenun rangrang kembali diproduksi tahun 2011. Alat yang digunakan adalah tenun cagcag. Bahan yang dipergunakan: benang metris dan rayon, pewarna alami menggunakan daun tarum, daun jati, kulit kayu (jamblang, mangga, kepundung/menteng, mengkudu), dan kayu secang/sepang, penguat warna alami digunakan tunjung/mimusops elengi, kapur tohor/calcium carbonate, dan tawas/potasium alum sulfide, sedangkan pewarna kimia menggunakan pewarna direk dan nandrin, serta metanol sebagai penguat pewarna kimia. Proses pembuatan tenun rangrang, yaitu pengolahan serat, pewarnaan, dan proses tenun. Motif yang terdapat pada tenun rangrang, yaitu motif pinggiran gunung, motif utama (wajik, iled, bianglala, jalur, porosan, skoci, gablak, silang, taji, dan sirang).Kata Kunci : tenun rangrang, pewarna alami, motif hias In general, Balinese people only know about woven cloth of gringsing, woven cloth of songket and also woven cloth of endek. There is a kind of cloth which comes from Pejukutan Village, Nusa Penida, Klungkung Regency that we called woven cloth of rangrang. The process to make this woven cloth of rangrang is using a traditional tool that we called cagcag. The purpose of this research is to give information about the existence, tools, materials and also the process how to make it until the kinds of motif in woven cloth of rangrang. This research is a kind of descriptive qualitative research. The population of this research is the entire rangrang woven craftsman at Karang Orchard, Pejukutan Village with the number of 81 people. The samples of this research are 6 people who are determine by using approach technique of porposive sampling. The process of collecting the data was using methods of observation, interview and documentation. The data which was founded is then analyzed by using the technique of domain and taxonomy analysis. The result of this research shows that the history of the existence of rangrang woven was estimated exist since the era of Majapahit kingdom with the name of cerik bolong, Then it is develop become nyrangnyang, and for the last it becomes rangrang. After almost extinct, rangrang woven was reproduced again at 2011. The tool that used is called cagcag. The materials that used are: metris yarn and rayon, for natural dyes are using indigofera suffruticosa, disambiguasi, cortex of (syzygium cumini, mangifera indica, baccaurea racemosa, morinda citrifolia), and caesalpinia sappan. For strengthen the color, it is using mimusops elengi, calcium carbonate, and potassium alum sulfide. For chemical dyes are using direk and nandirin, also methanol for strengthen the color. The process how to make rangrang woven are consists of manufacturing the fiber, coloring and the process of weaving. Any kinds of motif that exist in rangrang woven are the motif of pinggiran gunung and also the main motif (wajik, iled, bianglala, jalur, porosan, skoci, gablak, silang,taji and sirang).keyword : tenun rangrang, pewarna alami, motif hias
Kerajinan Wanci di Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar Luh Maradoni .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan .; Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2507

Abstract

Wanci mempunyai peranan penting sebagai alat upacara agama Hindu yang berfungsi sebagai alas banten/gebogan. Di Bali, tepatnya di Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar kerajinan wanci menjadi sumber mata pencaharian utama. Wanci yang dihasilkan di Banjar Pisang Kaja merupakan kerajinan wanci dengan teknik ukir, yang dalam pengerjaannya masih menggunakan alat-alat sederhana dengan teknik sederhana pula. Bahan dasar yang digunakan adalah kayu cempaka, berbeda dengan kerajinan wanci di tempat lain yang menggunakan bahan dasar fiber. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah perkembangan kerajinan wanci di Banjar Pisang Kaja, proses pembuatan kerajinan wanci tersebut, dan motif hias yang diterapkan pada kerajinan wanci di Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, sedangkan pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kerajinan wanci ukir muncul pada tahun 60-an, yang dipelopori oleh tiga orang tokoh, yaitu Made Margi, Made Bekung dan Ketut Dumah yang sudah menjadi pengerajin wanci sejak tahun 1968. Kerajinan wanci menggunakan teknik ukir muncul pada tahun 1989. Pengerajin yang mempelopori kerajinan wanci ukir Pisang Kaja, Desa Taro ialah I Made Margi dan I Wayan Daging. (2) Proses pembuatan kerajinan wanci ukir meliputi proses pra-bubut (pemilihan bahan dasar), proses macal, proses bubut, proses pembuatan lubang, proses perakitan, proses ngorten, proses memahat, proses ngeris, kemudian finishing. (3) Motif hias ukir yang diterapkan dibedakan menjadi dua yakni variasi motif lama dan variasi motif baru. Variasi motif lama antara lain: patra punggel, karang betulu, motif crap-cap, motif kakul-kakulan, motif kapu-kapu, dan motif mas-masan. Variasi motif baru antara lain: motif plekir, motif crap-cap, motif kakul, motif karang boma, motif patra punggel, patra bungan mangis, patra cina, motif kapu-kapu, dan motif mas-masan. Kata Kunci : kerajinan ukir, dulang kayu, motif hias Wanci have an important role as a Hindu ritual function as covering Banten/gebogan. In Bali, precisely in Banjar Pisang Kaja, Taro village, Tegallalang district , Gianyar Regency wanci craft be the main source of livelihood. Wanci produced in Banjar Pisang Kaja is wanci craft techniques carving, the working of which still use simple tools with simple techniques instead. Base material used is Cempaka wood, unlike elsewhere wanci craft using fiber as base material. This study aims to describe the history of wanci craft in Banjar Pisang Kaja, the process of making wanci craft, and any ornamental motifs are applied to wanci carft in Banjar Pisang Kaja , Taro Village , Tegallalang District , Gianyar Regency . This study was conducted using qualitative descriptive research. The techniques of Data collection using observation techniques, interviews, documentation, and literature, whereas the approach used to analyze the data is the domain and taxonomic analysis. Results of this study indicate that (1) The history of Dulang ukir Kaja appeared in the 60's, which was spearheaded by three figures, namely Margi Made, Made and Ketut Bekung Dumah. The third figure was already as wanci craftsmen since 1968. Craftsmen who pioneered of craft carving tray were I Made Margi and I Wayan daging. (2) The process of making wanci crafts process includes a pre-carved lathe (basic material selection), process Macal, the lathe, the process of making holes, assembly process, process ngorten / menyeket carving pattern, sculpting process, process ngeris/coloring, and finishing. (3) The motifs carved decoration on trays/wanci are divided into two, old motif variation and new motif variation. The old motif variation, among others : patra punggel, coral betulu, crap-cap motif, kakul-kakulan motif, kapu-kapu motif, and the mas-masan motif. New motif variation among others: plekir motif, cap crap motif, kakul motif, boma coral motif, punggel patra motif , patra relationship mangis, patra china, kapu-kapu motif, and mas-masan motif. keyword : carving handicrafts , wooden trays , decorative motif