cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
PENERAPAN TEKNIK PEMODELAN DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS VIIK SMP NEGERI 1 NEGARA ., Ni Md Mita Anggraeyani; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8693

Abstract

Penelitian Deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang tepat dalam penerapan teknik pemodelan, (2) mendeskripsikan prestasi siswa dalam menulis cerpen dengan penerapan teknik pemodelan, (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan teknik pemodelan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIIK SMP Negeri 1 Negara yang berjumlah 36 siswa. Objek penelitian ini adalah penerapan teknik pemodelan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan metode angket/kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat 17 langkah-langkah pembelajaran yang ditempuh guru dalam menerapkan teknik pemodelan. Secara umum, langkah-langkah yang ditempuh adalah (a) orientasi cerpen, (b) analisis struktur cerpen, (c) menganalisis model cerpen, (d) menulis cerpen, (e) mempresentasikan produk cerpen, dan (f) merivisi produk cerpen, (2) siswa memperoleh prestasi yang baik karena diterapkannya teknik pemodelan, dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan teknik pemodelan dalam pembelajaran menulis cerpenKata Kunci : teknik pemodelan, menulis, cerpen, respons The aims of this descriptive study are (1) to describe the proper steps in implementing modeling technique, (2) to describe students’ achievements on writing short story by the implementation of modeling technique, (3) to describe students’ responses to the implementation of modeling technique. The subjects of this study are the teacher and a class of students in VIIK class, which consists of 36 students, at SMP Negeri 1 Negara. The object of this study is the implementation of modeling technique. The method of collecting the data used in this study are observation, test, and questionnaire method. The data is analyzed by the descriptive qualitative and descriptive quantitative techniques. The result of this study are (1) there are 17 learning steps used by the teacher in implementing modeling technique. In general, the learning steps which used are (a) short story orientation, (b) the analysis of short story structure, (c) analyzing short story model, (d) writing short story, (e) presenting short story product, and (f) revising short story product, (2) the students obtain good achievement caused by the implementation of modeling technique, and (3) the students give very positive responses to the implementation of modeling technique in writing short story learningkeyword : modeling technique, writing, short story, responses
PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA MELALUI PEMODELAN DI KELAS XI IPS MA SYAMSUL HUDA TEGALLINGGAH ., Kiki Aulia Rizki; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5291

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan (1) pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan dan (2) hambatan-hambatan yang dihadapi oleh siswa dalam belajar menulis naskah drama melalui pemodelan. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas XI IPS MA Syamsul Huda Tegallinggah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, dan (4) pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan pada siswa kelas XI IPS MA Syamsul Huda Tegallinggah sudah berhasil dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil yang dicapai oleh siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan. Empat kelompok sudah mencapai nilai di atas KKM. Dalam pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan, guru menggunakan beberapa metode, yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Hambatan-hambatan yang dihadapi siswa ketika belajar menulis naskah drama melalui pemodelan adalah kekurangmampuan siswa memperagakan naskah drama dalam dialog dan kekurang mampuan siswa dalam menciptakan puncak atau klimaks mengenai permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan sumbangan konseptual pada pendidikan bahasa, khususnya, pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra drama. Kata Kunci : pembelajaran menulis, naskah drama, pemodelan dalam drama This descriptive study aims to describe (1) the learning playwriting through modeling and (2) the barriers faced by students in learning playwriting through modeling. The subjects were students and teachers in class XI IPS Syamsul Huda MA Tegallinggah. Collecting data in this study using observation, interviews, and documentation. The data obtained through these three methods is processed through several stages, namely (1) data reduction, (2) classification of data, (3) presentation of data, and (4) making the conclusion. General research results prove that learning playwriting through modeling in class XI IPS Syamsul Huda MA Tegallinggah been successful. This is evident from the results achieved by students in learning playwriting through modeling. Four groups had reached a value above the KKM. In learning playwriting through modeling, the teacher uses several methods, namely lectures, discussions, question and answer, and assignment. Barriers faced by students when studying playwriting through modeling is demonstrated incapacity student plays in the dialogue and lack of ability of students in creating a peak or climax of the problems faced. This study is useful to provide a conceptual contribution to the language education, in particular, learning playwriting through modeling as a token of appreciation for the literary works of drama.keyword : learning writing, plays, modeling in drama
PENGGUNAAN TEKNIK 5W+1H UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK CERPEN MELALUI MEMBACA KRITIS DI KELAS VII C SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., I Komang Agus Aryanta; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui langkah-langkah penerapan teknik 5W+1H melalui membaca kritis dalam pembelajaran memahami unsur intrinsik cerpen, (2) mengetahui peningkatan kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Singaraja setelah penerapan teknik 5W+1H melalui membaca kritis, (3) mengetahui respons siswa terhadap penerapan teknik 5W+1H melalui membaca kritis dalam pembelajaran memahami unsur intrinsik cerpen. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, metode tes dan kuisioner. Pada metode observasi, data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pada metode tes, data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan pada metode kuisioner, data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dengan prosedur di atas, didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. (1) langkah-langkah pembelajaran yang efektif, terdiri atas, a) memerhatikan kondisi belajar, b) memberikan materi tentang cerpen dan unsur intrinsiknya, c) memberikan contoh cerpen yang dikenal siswa, d) membentuk kelompok, e) mengklarifikasi jawaban dari masing-masing kelompok, f) memberikan tes, g) mengumumkan skor kemajuan individu, h) menyimpulkan serta menutup pembelajaran, (2) terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas setelah penerapan teknik 5W+1H melalui membaca kritis, dengan perolehan skor pada pembelajaran sebelumnya. Sebelum penelitian (refleksi awal), skor siswa mencapai rata-rata 68,83 (cukup). Pada siklus I, rata-rata skor siswa meningkat menjadi 70,14 (baik) dan pada siklus II, mengalami peningkatan menjadi 78,55 (sangat baik), (3) Respons siswa sangat positif dalam pembelajaran memahami unsur intrinsik cerpen dengan menerapkan teknik 5W+1H melalui membaca kritis. Kata Kunci : Kata Kunci: teknik 5W+1H, membaca kritis, pemahaman cerpen. The purpose of this research are 1) to know the steps of applying technique 5W + 1H through critical reading in the learning process to comprehend the intrinsic unsure of short story, 2) to know the progression of comprehend ability about intrinsic unsure of short story in class VII C SMP N 3 Singaraja after applying technique 5W + 1H through critical reading, 3) to know the students’ respond about the applying of technique 5W+1H through critical reading in the learning process to comprehend the intrinsic unsure of short story. This research was designed as Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). The subjects of this research are teacher and students of SMP N 3 Singaraja, especially the students in class VII C. This research was done by some methods, such as observation, test and questioner. In observation method, data was analyzed by descriptive qualitative. In test method, data was analyzed by descriptive quantitative and in questionnaire method, data was analyzed by descriptive qualitative and quantitative. By the procedures above was got the result of this research as follow. 1) the effective learning steps are a) pay attention to learning situation, b) giving material and intrinsic unsure about short story, c) giving the example of short story that students knows, d) making group, e) clarifying the answer of each group, f) giving test, g) publishing individual score development, h) concluding and closing the learning process. 2) Has occurred the progression of students mean score after applying technique 5W+1H through critical reading by compare it with previous lesson. Before the research (first reflection), students mean score is 68,88 (enough). On the first stage, the students mean score are develop into 70,14 (good) and in second stage develop into 78,55 (excellent), 3) the students’ respond is positive in comprehending the intrinsic unsure of short story in using techniques 5W+1H through critical reading. keyword : Key word: 5W+1H technique, critical reading, comprehension of short story.
MODEL KOOPERATIFTIPE STADDALAM PEMBELAJARAN MENULIS FABEL DI KELAS VII SMP NEGERI 2 SERIRIT Mariani, Ni Putu Eka; Wendra, I Wayan; Yasa, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran menulis teks fabel menggunakan Model Kooperatif STAD (2) hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (3)mengetahui respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan Model Kooperatiftipe STAD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan subjek guru bahasa Indonesia, siswa kelas VIIdi SMPN 2 Seririt. Objek penelitian ini adalahpelaksanaan,hasil dan respons siswa terhadap Model KooperatifSTAD. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan, penyimpulan. Adapun hasil penelitian ialah (1)pelaksanaan pembelajaran model STAD menggunakan 16 langkah, sesuai dengan langkah model tipe STAD (2) hasil belajar siswa mendapat hasil yang baik (83,55)dan (3) kelas VII merespons sangat positifterhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
PERBANDINGAN NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA DENGAN NOVEL DUA BELAS PASANG MATA KARYA SAKAE TSUBOI, SERTA KONTRIBUSINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA ., Putu Agus Artayasa; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9378

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk (1) membandingkan unsur intrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, (2) membandingkan unsur ekstrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, dan (3) kontribusi kedua novel sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi dan novel Dua Belas Pasang Mata. Data penelitian ini berupa unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, dan kontribusi sebagai bahan pembelajaran. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan subjek dan objek penelitian, (2) langkah kerja penelitian (pengumpulan data, pengolahan data, instrument penelitian, penyajian hasil data), dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki tiga persamaan, yaitu tema, alur, dan latar suasana. Dari segi tokoh, latar tempat, latar waktu, amanat, dan sudut pandang dari kedua novel ini memiliki perbedaan; (2) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki perbedaan yaitu tempat tinggal penulis yang dijadikan latar cerita, agama yang diangkat, latar belakang ekonomi masyarakat, latar belakang pendidikan, dan latar belakang penulis. Persamaan kedua penulis dari segi latar belakang sosial dan budaya; dan (3) kedua novel dapat di jadikan bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA sesuai dengan tingkat keterbacaan dan tingkat kesesuaian. Kata Kunci : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, sastra bandingan This research descriptive aims to (1) compare the intrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, (2) compare the extrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, and (3) the contribution of the novel as a literary learning material in class XII High School. Subjects of this study is novel Laskar Pelangi and novel Dua Belas Pasang Mata. The data of this research is in the form of an element intrinsic, extrinsic elements and contributions as learning materials. The data collection method used in this research is literature study. Researchers used a qualitative approach with the following steps: (1) determination of subject and object of research, (2) step research work (data collection, data processing, research instrument, presentation of the data), and (3) conclusion. The results of this study indicate that (1) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi have three equations, namely the theme, plot, and background situation. In terms of figures, a background, the background of the time, the mandate, and the viewpoints of both the novel has the distinction; (2) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata Sakae Tsuboi have different work that is dwelling writer who made the background story, raised religious, community economic background, educational background, and the background of the author. The second equation writer in terms of social and cultural backgrounds; and (3) can be made both novel literature learning materials in class XII based on the high school reading level and the level of conformity.keyword : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, comparative literature
ANALISIS SOAL ULANGAN UMUM MATERI AJAR TEKS FAKTUAL BUATAN GURU BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA DITINJAU DARI KESESUAIAN KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR ., Dewa Ayu Sri Wisnontari; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji kecukupan penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator pembelajaran, (2) mengkaji kesesuaian soal ulangan umum dengan indikator pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah soal ulangan umum materi ajar teks faktual buatan guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Singaraja. Objek dalam penelitian ini adalah kesesuaian kompetensi dasar dan indikator. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) tidak semua kompetensi dasar memiliki beberapa indikator. Padahal, seharusnya satu kompetensi dasar memiliki beberapa indikator, (2) tidak semua soal ulangan umum sesuai dengan indikator. Seharusnya, guru memperhitungkan kecukupan penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator agar mampu mengukur hasil ketercapaian siswa secara maksimal. Kemudian guru juga seharusnya memperhitungkan kesesuaian soal ulangan umum dengan indikator pembelajaran agar soal yang digunakan sebagai alat ukur tidak melenceng dari yang telah diajarkan sehari-hari.Kata Kunci : soal teks faktual, kompetensi dasar, indikator. This study aims to (1) assess the adequacy of the translation of basic competencies in learning indicators, (2) assess the suitability of the general test questions with indicators of learning. This type of research used in this research is descriptive qualitative. Subjects in this study is a matter of common restating factual text teaching materials made in Indonesian teacher at SMAN 1 Singaraja. The object of this research is the suitability of basic competencies and indicators. Data collection methods used in this study is the method of documentation. Results of this study are (1) not all the basic competencies have some indicators. In fact, should have a basic competency has several indicators, (2) not all a matter of general tests in accordance with the indicator. Supposedly, the adequacy of the translation of teachers calculate basic competence in the indicators to be able to measure the results of student achievement to the fullest. Then the teacher should also calculate general suitability test questions with indicators of learning that questions used as a measuring tool not to deviate from that has been taught everyday.keyword : a matter of factual texts, basic competence, indicator.
PENGGUNAAN VIDEO MONOLOG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERMAIN PERAN SISWA KELAS XI IPB1 SMA NEGERI 1 SUKAWATI ., I Komang Dodik Muliarta; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2948

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam bermain peran dengan menggunaan video monolog di kelas XI IPB1 SMA Negeri 1 Sukawati; (2) untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran bermain peran dengan menggunakan video monolog di kelas XI IPB1 SMA Negeri 1 Sukawati; (3) untuk mendeskripsikan media video monolog yang mampu meningkatkan kemampuan bermain peran di kelas XI IPB1 SMA Negeri 1 Sukawati; dan (4) untuk mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan video monolog dalam pembelajaran bermain peran di kelas XI IPB1 SMA Negeri 1 Sukawati. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPB1 dan guru yang mengajar di kelas XI IPB1 SMA Negeri 1 Sukawati pada semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil, langkah-langkah, dan respons siswa terhadap penggunaan video monolog. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode observasi, metode tes, metode dokumentasi, dan metode angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video monolog dapat (1) meningkatkan hasil belajar bermain peran siswa, ditandai dengan perolehan skor rata-rata bermain peran siswa 83.88 pada siklus I menjadi 85,04 pada siklus II, (2) ada beberapa langkah yang dapat ditempuh guru untuk meningkatlkan kemampuan siswa dalam bermain peran, (3) video monolog yang digunakan dalam pembelajaran bermain peran adalah video monolog dari Gita Swami yang berjudul “Mulut” karya putu wijaya, yang dapat menginspirasi dan menumbuhakan rasa percaya diri dalam menghayati karakter dari tokoh yang diperankannya, dan (4) menumbuhkan respons sangat positif siswa dalam pembelajaran bermain peran. Kata Kunci : Video, monolog, bermain peran. This study aimed (1) to describe the students’ ability in role play by using video monologue in XI IPB1 Class at SMA Negeri 1 Sukawati; (2) to describe the learning procedures of role play by using video monologue in XI IPB1 Class at SMA Negeri 1 Sukawati’ (3) to describe the media of video monologue that can increase students’ ability in role play in XI IPB1 Class at SMA Negeri 1 Sukawati; and (4) to describe the students’ respond toward the use of video monologue in learning role play in XI IPB1 Class at SMA Negeri 1 Sukawati. The subjects of this study were the students of XI IPB 1 Class and teacher who teach in XI IPB1 Class at SMA Negeri 1 Sukawati on second semester in academic year 2013/2014. The purpose of this study was to increase learning outcome of the students, learning procedures, and students’ respond toward the use of video monologue. This study was an action research in form two cycles. The methods used in collecting the data were observation method, test method, documentation method and questionnaire method. The result of this study showed that the use of video monologue (1) can increase learning outcome of the students in role play. It was showed by achieving the average score of role play from 83.88 in first cycle become 85.04 in the second cycle, (2) there are some steps that can be used by teacher to increase students’ ability in role play, (3) video monologue from Gita Swami entitle Mulut created by Putu Wijaya can inspiring and increasing students’ self confidence in experiencing characteristic of the character that they presented, (4) increasing high positive respond of the students in learning role play. keyword : Video, monologue, role play
Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terhadap Kemampuan Menulis hal-hal Penting yang dikemukakan Narasumber Abidin, Zainal
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i1.25694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terhadap kemampuan menulis hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dengan studi kasus wawancara siswa di SMA PGRI 2 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII sebanyak 68 orang dengan rincian 34 orang dari kelas eksperimen dan 34 orang dari kelas control. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis. Sedangkan analisis data menggunakan uji-t. Hasil penelitian didapat bahwa rata-rata nilai siswa pada kelas eksperimen yaitu  80,3 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 72,62. Hasil perhitungan diperoleh thitung yang besarnya 3,658 lebih besar dari pada ttabel yang besarnya 1,669. Disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terhadap kemampuan menulis hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara siswa kelas XII di SMA PGRI 2 Palembang.
PELAKSANAAN PENGAJARAN PENGAYAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI TKJ2 SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Komang Yuni Tri Antari; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11251

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilihat dari segi (1) pemahan guru terhadap pelaksanaan pengajaran pengayaan, (2) pelaksanaan pengajaran pengayaan, dan (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan metode observasi. Prosedur analisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif sebagai berikut (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru terhadap pelaksanaan pengajaran pengayaan berada pada kategori memahami yang tercermin dari jawaban yang diberikan oleh guru dari hasil wawancara. (2) pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja berjalan dengan baik. (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu, (a) karakteristik siswa, (b) pengaturan waktu pembelajaran, dan (c) ketersediaan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pengajaran pengayaan.Kata Kunci : pengajaran pengayaan, bahasa Indonesia. *This study aims to describe the implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning in terms of (1) teachers' understanding of the implementation of enrichment teaching, (2) implementation of enrichment teaching, and (3) problems faced by teachers in the implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning In class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja. This study used descriptive qualitative research. The subject of this research was the teachers of class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja. The data was collected by interview method and observation method. The data were analysed by using descriptive qualitative techniques, as follow (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) data verification. This study showed that (1) Teachers’ understanding abaout the impletation of enrichment teaching was in the category of understanding that was indicated from interview results given by the teachers. (2) Implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning in class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja run well in accordance with enforcement teaching enforcement procedures listed in Curriculum 2013. (3) The problems faced by teachers in implementing enrichment teaching in language learning were (a) students’ characteristics, (b) time management of the study, and (c) availability of the infrastructure and facilities of the school.keyword : *Enrichment teaching, Indonesian language.
ANALISIS KOMPONEN LATAR BELAKANG KARYA ILMIAH SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 NEGARA ., Putu Kartika Sari; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) kelengkapan komponen latar belakang karya ilmiah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Negara, dan (2) komponen yang luput dalam latar belakang karya ilmiah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Negara. Subjek penelitian ini adalah hasil karya ilmiah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Negara dan objek penelitian ini adalah komponen latar belakang karya ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yang difokuskan kepada hasil karya ilmiah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Negara. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Tidak ditemukan latar belakang yang lengkap memuat lima komponen yang harus ada dalam latar belakang dari semua latar belakang karya ilmiah yang dianalisis. Dari semua karya ilmiah yang di analisis, hanya 67% karya ilmiah yang mengandung beberapa komponen, diantaranya komponen pertama yaitu mengemukakan alasan penting masalah pokok penelitian, komponen kedua yaitu mengemukakan masalah empiris yang ada pada masalah pokok, dan komponen ketiga yaitu mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi masalah pokok, dan (2) Komponen latar belakang dalam karya ilmiah siswa yang dominan luput adalah komponen keempat, yaitu mengemukakan masalah empiris yang ada dalam setiap faktor, dan komponen kelima yaitu memilih satu atau lebih faktor yang dianggap penting untuk dijadikan variabel bebas atau variabel independen.Kata Kunci : Latar belakang, karya ilmiah, siswa This study aims to assess (1) the completeness of the background component of scientific work class XII student of SMAN 1 state, and (2) the components that escaped in the background of the scientific work class XII student of SMAN 1 state. Subjects of this study is the result of scientific work class XII student of SMAN 1 state and the object of this study is a component of the background of the scientific work of students. This research uses documentation method that focuses on the results of scientific work class XII student of SMAN 1 state. The research is a qualitative description. Results of this study were (1) There were no complete background includes five components that must be present in the background of all background scientific papers are analyzed. Of all the scientific work in the analysis, only 67% of scientific papers which contain several components, including the first component is put forward important reasons subject matter of research, a second component that is put forward empirical problems that exist on the subject matter, and a third component that suggests factors affect the main problem, and (2) Components of the background in the scientific work of students whose dominant missed is the fourth component, namely the proposed empirical problems that exist in every factor, and the fifth component is to choose one or more factors that are considered important to be independent variable or variables independent.keyword : background, scientific papers, students

Page 21 of 122 | Total Record : 1214