cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS X SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA ., Yohana Herlina Mbindi; ., Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12415

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) pelaksanaan penilaian kompetensi sikap, (2) kendala-kendala dalam melaksanakan penilaian kompetensi sikap, dan (3) respons siswa terhadap pelakasanaan penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013 di kelas X SMK TI Bali Global Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja. Objek penelitian adalah pelaksanaan penilaian kompetensi sikap mata pelajaran bahasa Indonsesia berdasarkan Kurikulum 2013. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur, (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) interpretasi data, dan (4) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan penilaian kompetensi sikap berdasarkan kurikulum 2013 yang diterapkan di kelas X SMK TI Bali Global Singaraja pada pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan cara observasi, penilaian diri sendiri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal dengan delapan aspek (2) Guru mengalami kendala dalam melakukan penilaian kompetensi sikap, yaitu (a) banyaknya aspek penilaian kompetensi sikap, (b) sedikitnya waktu pelaksanaan penilaian, (c) adanya tuntutan dalam melaksanakan kewajiban evaluasi, dan (d) tidak semua aspek dapat diobservasi secara mendalam, (3) respons siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja terhadap penilaian kompetensi sikap berdasarkan Kurikulum 2013, yaitu (a) respons yang bersifat positif, yakni siswa merasa lebih termotivasi dalam belajar sehingga siswa mampu merubah sikap negatif menjadi positif (b) respons yang bersifat negatif, yakni pelaksanaan penilaian kompetensi sikap membuat siswa merasa diawasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa guru bahasa Indonesia di kelas X SMK TI Bali Global Singaraja sudah melakukan penilaian kompetensi sikap dengan sangat baik sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Kata Kunci : penilaian, sikap, kurikulum, pembelajaran, respons This study aimed to analyze (1) the implementation of attitude competency assessment, (2) obstacles in conducting attitude competence assessment, and (3) student response to the implementation of attitude competency assessment in Indonesian language learning based on Curriculum 2013 in class X SMK IT Bali Global Singaraja . This research used qualitative descriptive design. The research subjects were Indonesian language teachers and students of Class X SMK IT Bali Global Singaraja. The object of this research was the implementation of attitude competency assessment of Indonesian language subjects based on Curriculum 2013. The menthd for colecting data were, observation method, interview, questionnaire, and documentation. Data were analyzed by using descriptive technique using procedure, (1) data reduction, (2) data presentation, (3) data interpretation, and (4) drawing conclusion. The result of the research shows that (1) Realization the assessment of attitude competencies based on the 2013 curriculum applied in class X SMK TI Bali Global Singaraja on learning Indonesian using observation, self-assessment, assessment among students, and journals with eight aspects (2) (b) the lack of time for appraisal, (c) the existence of demands the performing in evaluation obligations, and (d) not all the aspects can be observed in depth, (3) the response students of grade X SMK TI Bali Global Singaraja to ward attitude competency assessment based on Curriculum 2013, that is (a) positive response, that students feel more motivated in learning so that students able to change negative attitude in to positive (b) negative response, attitude competency assessment makes students feel supervised. The results of this study prove that the Indonesian language teacher in class X SMK TI Bali Global Singaraja has done the attitude competence assessment very well in accordance with the demands of Curriculum 2013.keyword : assessment, attitude, curriculum, learning, respons
KUALITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DARI SEGI TARAF KESUKARAN, DAYA PEMBEDA, DAN FUNGSI PENGECOH ., Ni Kadek Ratna Wati; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas butir soal ulangan akhir semester ganjil Bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dari segi taraf kesukaran soal, daya pembeda soal, fungsi pengecoh, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru Bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester ganjil kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI dan objeknya adalah kualitas butir soal serta kendala-kendala yang dihadapi oleh guru Bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki taraf kesukaran yang berkualitas karena sebanyak 21 soal (42%) sudah berada pada taraf kesukaran sedang. (2) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki daya pembeda yang kurang berkualitas karena sebanyak 35 soal (70)%) berada pada daya pembeda yang tidak memadai. (3) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki fungsi pengecoh yang kurang berkualitas karena sebanyak 128 distraktor (64%) belum berfungsi sebagai pengecoh yang memadai. (4) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester ganjil kelas XI yakni dari segi teknis seperti penyusunan option, penyebaran domain, pembatasan materi, penentuan waktu terkait jumlah soal yang dibuat, serta dari segi konten, yaitu kurangnya penguasaan atau wawasan guru dalam merumuskan konten bahasa dan sastra Indonesia dalam soal.Kata Kunci : kualitas, butir soal, bahasa Indonesia This study aimed to describe the quality of the final exam items bahasa Indonesia class XI SMA Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016 in terms of difficulty index, different power, the function of detractors, and the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in preparation of final exam questions. The design of this research is descriptive quantitative and qualitative descriptive. The subject of this study is the final exam items bahasa Indonesia class XI and and the object is the quality of the final exam items and and the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in the preparation of final exam questions semester. The method that used in collecting data were documentation method and interview method. The result of this study indicated that (1) final exam items bahasa Indonesia class XI has a quality level of difficulty as many as 21 items (42%) already on the medium difficulty level. (2) final exam items bahasa Indonesia class XI has a different power that is less qualified for a total of 35 items (70)%) are in distinguishing inadequate. (3) final exam items bahasa Indonesia class XI has the function of posing less qualified as much as 128 distractor (64%) were not functioning as posing sufficient. (4) the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in the preparation of final exam questions semester of class XI namely in terms of technical as preparation option, domain deployment, capping material, the timing related to the number of questions that are made, as well as in terms of content, namely the lack of mastery or knowledge of teachers in formulating the content bahasa Indonesia and literature in the matter.keyword : quality, items, bahasa Indonesia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MEDIA BONEKA TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII-A MTS AL-HIKMAH CUPEL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Rusli, Mas Heri; Sudiana, I Nyoman; Sriasih, Sang Ayu Putu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang  belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media boneka tangan dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII di MTs Al Hikmah Cupel Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-A dan VII-B di MTs Al Hikmah Cupel, yang terdiri atas  30 orang siswa dimasing-masing kelas. Instrumen penelitian ini menggunakan keterampilan berbicara. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media boneka tangan lebih baik dalam hal kemampuan berbicara dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media boneka tangan berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa, saran dalam penelitian ini menjadikan salah satu aternatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara.
ANALISIS TES SUMATIF BUATAN GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI IPA SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA TAHUN AJARAN 2012/2013 Widyaningsih, Nalarastu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i8.1218

Abstract

ANALISIS TES SUMATIF BUATAN GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI IPA SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA TAHUN AJARAN 2012/2013 oleh Ni Wayan Nalarastu Widyaningsih, NIM 0812011047 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ABSTRAK Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan tujuan memaparkan (1) kualitas tes sumatif bidang studi Bahasa Indonesia kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha Singaraja ditinjau dari segi bahasa, (2) kualitas tes sumatif bidang studi Bahasa Indonesia kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha Singaraja ditinjau dari segi isi, (3) kualitas tes sumatif bidang studi Bahasa Indonesia kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha Singaraja ditinjau dari segi kepraktisan, dan (4) hambatan-hambatan yang ditemui saat menyusun tes sumatif oleh guru bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini adalah naskah tes sumatif dan guru kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha Singaraja Objek dalam penelitian ini adalah kualitas tes sumatif yang dibuat guru kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha Singaraja ditinjau dari segi bahasa, isi, dan kepraktisan serta hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru dalam menyusun tes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tes sumatif bidang studi Bahasa Indonesia kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha Singaraja meliputi (1) ditinjau dari segi bahasa dinilai baik sekali; (2) dari segi isi dinilai cukup baik; (3) dari segi kepraktisan, tes yang dibuat oleh guru telah memenuhi kriteria kepraktisan; (4) hambatan-hambatan yang ditemui saat menyusun tes, yaitu materi pada tiap semester banyak sehingga guru harus mampu merealisasikan materi tersebut ke dalam bentuk soal. Kata kunci: tes sumatif, mata pelajaran bahasa Indonesia
PENGGUNAAN MEDIA BOOKLET BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER TINKING SKILL) GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN CERITA FABEL DI KELAS VII MTs NEGERI 2 BULELENG ., Riska Arisma; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14615

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan (1) penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel di kelas VII dan (2) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel di kelas VII MTs Negeri 2 Buleleng. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran, guru mampu menggiring siswa; pada inti pembelajaran, siswa mampu mengikuti pembelajaran cerita fabel dengan menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa mampu menjawab pelatihan HOTS dengan baik. (2) Kendala guru adalah dari segi siswa. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) telah efektif dan sesuai prosedur. (2) Kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa. Saran penelitian ini ialah, guru bahasa Indonesia agar mempertahankan keefektifan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan lebih memotivasi siswa untuk meningkatkan pembelajaran.Kata Kunci : Media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill), pembelajaran, cerita fabel This study aimed to describe (1) the use of HOTS-based booklet book (Higher Order Thinking Skill) in learning fable story for seventh grade students and(2) constraints faced by teachers when using HOTS-based booklet (Higher Order Thinking Skill) in learning fable story at seveth grade students in MTs Negeri 2 Buleleng. This study used descriptive qualitative research design. The subjects of this study were teachers and students. The object of this study was the use of HOTS-based booklet book (Higher Order Thinking Skill) and constraints faced by teachers when using HOTS-based booklet (Higher Order Thinking Skill). The data were collected through observation, documentation, and interview. The data in this study were analyzed descriptive qualitatively. The results of this study were (1) the use of HOTS-based booklet book (Higher Order Thinking Skill) in learning fable story has followed the procedure, that is at the beginning the teacher's learning, can lead the students; at the core of learning the students were able to follow the learning of fable story by using HOTS-based booklet (Higher Order Thinking Skill) maximally, and at the end of the learning students were able to answer HOTS training well. (2) the teacher’s constraints was in terms of the students. The conclusions of this study were (1) the use of HOTS-based booklets (Higher Order Thinking Skill) has been effective and based on the procedures. (2) the obstacles found by teachers was in terms of the students. The suggestion of this research is, Indonesian teacher should maintain the effectiveness of HOTS-based booklet media (Higher Order Thinking Skill) and motivate the students more to increase their learning.keyword : HOTS-based booklet medium (Higher Order Thinking Skill), learning, fable story
CAMPUR KODE DALAM TRANSAKSI JUAL BELI PADA MEDIA ONLINE SHOP DI SINGARAJA DAN DENPASAR ., Annisa; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.8536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis campur kode yang terdapat dalam transaksi jual beli pada media online shop di Singaraja dan Denpasar, (2) mendeskripsikan bentuk campur kode yang terdapat dalam transaksi jual beli pada media online shop di Singaraja dan Denpasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan penjual dan pembeli yang terjadi selama proses jual beli berlangsung pada media online shop BBM dan facebook. Objek dari penelitian ini adalah jenis campur kode dan bentuk campur kode selama proses transaksi jual beli. Berdasarkan analisis data diperoleh deskripsi penggunaan campur kode jenis ke dalam (inner code mixing), campur kode ke luar (outer code mixing), dan campur kode campuran (hybrid code mixing), deskripsi penggunaan bentuk campur kode kata, frasa dan klausa.Kata Kunci : campur kode, jual beli online shop The purpose of this research (1) to describe the type of code mixing method in purchase and sale transaction to the online shop media in Singaraja and Denpasar, (2) to the forms of code mixing method in purchase and sale transaction to the online shop media in Singaraja and Denpasar. This research used descriptive qualitative design. The method used observation. The subjects used seller and buyer speech that occurs during the process in purchase and sale to the online shop BBM and facebook. The objects use the type of code mixing and code mixing form that occurs during the process in purchase and sale. Based on data analysis, obtain descriptions of the use of code mixing form of words, phrases and clauses, and descriptions of the type of inner code mixing, outer code mixing, and hybrid code mixing.keyword : code mixing, purchase and sale transaction online shop
MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DI SMA NEGERI 1 SUKASADA ., Agus Eddy Hartawan; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4777

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengkaji perencanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, dan (3) mengkaji evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan objek penelitian ini ialah pembelajaran teks eksposisi dengan model inkuiri di kelas X yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian pembelajaran teks eksposisi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan video. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif untuk mengenalisis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) rancangan pelaksanaan pembelajaran mencangkup beberapa komponen, yaitu komponen-kompnen RPP kurikulum 2013 tersebut meliputi: identitas mata pelajaran/tema, perumusan indikator, perumusan tujuan pembelajaran, memilih materi ajar, pemilihan sumber belajar, pemilihan media belajar, model pembelajaran, skenario pembelajaran/langkah-langkah, dan penlaian. Namun, komponen dalam RPP teks eksposisi belum sepenuhnya diisi atau dicantumkan. Hal itu dapat dilihat dari beberapa komponen yang tercantum pada RPP yang digunakan oleh guru masih perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi Komponen yang dimaksud, yaitu kegiatan pembelajaran. (2) Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksposisi yang dilakukan di dalam kelas teryata tidak sepenuhnya mengacu pada langkah-langkah pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam RPP karena tergantung pada situasi dan kondisi kelas. (3) Guru sudah melaksanakan penilaian segi kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan. Penilaian pembelajaran teks eksposisi sangat sulit karena terlalu banyak aspek yang dinilai seperti penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, dan penilaian kompetensi keterampilan.Kata Kunci : Inkuiri, pembelajaran menulis, teks eksposisi This examination have a purpose ( 1 ) to recite the lesson plan of exposition writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada , (2) to recite the implementation of exposition writing text with the inquiry model , in SMA Negeri 1 Sukasada , (3) to recite the evaluation of the exposition writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada . This examination use the descriptive – qualitative plan. The subject of the examination are the students of class x and the object of the examination is exposition writing text with the inquiry model in class x such as : plan ,implementation , and evaluation or judging of the exposition writing text . The data of this examination assembled by the observation method . The instrument of this examination is thread of observation and video . The analyze of the data that can be use in this examiantion is descriptive - qualitative to analyze the data that can get from the observation , interview , and documentation . The result of this examination show about (1 ) the plan , implementation , that can catch many components such as : component of RPP curriculum 2013 cover about identity , the subject , / tema, indicator , purpose , choose the material , sources , media , model of the lesson , scenario of the lesson / steps and evaluations . But , the components of RPP in exposition writing text were not included . That matter can be see in many components which include in RPP that the teacher use had to corrected and expanded . Those components are ( 1 ) the activity , (2) implementation of the exposition writing text in the classroom cannot strike in the activity that the teacher arranged in RPP because of the situation in the classroom .(3 ) The teacher have done the evaluation of attitude component , knowledge ,and skill . The evaluation of exposition writing text is very difficult because there are so many aspects that had to estimated such as : judging of attitude , knowlege and skillkeyword : inkuiri, writing learning, expoaition text
Pengorganisasian Karangan Eksposisi Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Kintamani Ditinjau dari Teknik Pengembangan Kohesi dan Koherensi ., Ni Kadek Rusmini; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengorganisasian karangan eksposisi siswa kelas XI SMK Negeri 3 Kintamani ditinjau dari teknik pengembangan kohesi dan (2) mendeskripsikan pengorganisasian karangan eksposisi siswa kelas XI SMK Negeri 3 Kintamani ditinjau dari teknik pengembangan koherensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan dokumentasi. Metode tes digunakan untuk menjawab kedua rumusan masalah yakni (1) pengorganisasian karangan eksposisi siswa kelas XI SMK Negeri 3 Kintamani ditinjau dari teknik pengembangan kohesi dan (2 pengorganisasian karangan eksposisi siswa kelas XI SMK Negeri 3 Kintamani ditinjau dari teknik pengembangan koherensi. Sedangkan metode dokumentasi digunakan untuk mencatat dan mendukung data yang telah ditemukan dari hasil tulisan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah karangan eksposisi karya siswa kelas XI SMK Negeri 3 Kintamani. Objek dalam penelitian ini adalah pengorganisasian karangan eksposisi siswa kelas XI SMK Negeri 3 Kintamani ditinjau dari teknik pengembangan kohesi dan koherensi. Data ini kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karangan eksposisi siswa ditinjau dari teknik pengembangan kohesi dan koherensi karya siswa sebagian besar sudah memenuhi struktur karangan yang meliputi bagian awal, isi, dan penutup. Pengorganisasian karangan eksposisi siswa yang ditinjau dari teknik pengembangan kohesi dan koherensi sudah bisa dikategorikan baik dan sesuai dengan struktur karangan yang bisa dilihat dari pembuka, isi, dan penutup. Karangan yang dihasilkan oleh siswa sebagian besar pantas dengan jenjang pendidikan yaitu sekolah menengah ke atas dilihat dari perkembangan psikologi, moral, dan jenjang pendidikan. Kata Kunci : karangan eksposisi, kohesi, koherensi This study aimed to (1) describe the XI grade students’ exposition essay’s organization in SMK Negeri 3 Kintamani in terms of technical development of cohesion; and (2) to describe the XI grade students’ exposition essay’s organization in SMK Negeri 3 Kintamani in terms of technical development of coherence. This research was a qualitative descriptive research. Data was collected by using test and documentation methods. Test method was used to answer both the research problem: (1) the XI grade students’ exposition essay’s organization in SMK Negeri 3 Kintamani in terms of technical development of cohesion; (2) the XI grade students’ exposition essay’s organization in SMK Negeri 3 Kintamani in terms of technical development of coherence. Meanwhile documentation method was used to record and support the data that had been obtained from the students' writing work. Subject in this research was the XI grade students’ exposition essay in SMK Negeri 3 Kintamani. Object in this research the XI grade students’ exposition essay’s organization in SMK Negeri 3 Kintamani in terms of technical development of cohesion and coherence. The data was then analyzed by using qualitative descriptive analysis. Results of this research revealed that most of the students’ exposition essay’s organization in terms of technical development of cohesion and coherence had had the full structure of an essay that covered introduction, content, and closing. The students’ exposition essay’s organization in terms of technical development of cohesion and coherence could be categorized as good and appropriate with the structure of an essay that could be seen from the introduction, content, and closing. Mos of the students’ essays were proper with educational level that was viewed from developmental psychology, moral, and education level.keyword : exposition essay, cohesion, coherence
PEMANFAATAN TEKNIK KATA KUNCI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X MIPA 5 SMA N 1 PAYANGAN ., I Nyoman Trayanjana Putra; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14985

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan (1) mengetahui langkah-langkah penggunaan teknik kata kunci pada pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas X MIPA 5 di SMA N 1 Payangan, (2) mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi siswa SMA N 1 Payangan setelah melaksanakan pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan teknik kata kunci. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X MIPA 5 bernama Ni Putu Lina Wahyuningsih dan siswa kelas X MIPA 5 yang berjumlah 26 di SMA N 1 Payangan. Objek penelitian ini adalah penggunaan kata kunci untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi di kelas X MIPA 5 SMA N 1 Payangan. Metode pengumpulan data ini adalah metode observasi dan metode tes. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data langkah-langkah pemanfaatan teknik kata kunci dalam menulis teks eksposisi dan metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil kemampuan menulis teks eksposisi dengan menggunakan teknik kata kunci. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah penerapan teknik kata kunci, yaitu guru memberikan penjelasan kepada siswa melalui tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa, guru menjelaskan langkah-langkah menulis teks eksposisi menggunakan teknik kata kunci, guru membagikan gambar karikatur sebagai media dalam pelatihan menulis teks eksposisi, dan guru membimbing siswa secara intensif agar dapat menghasilkan tulisan yang baik, (2) hasil peningkatan skor yang diperoleh pada pratindakan yaitu 62,3 dengan kategori cukup. Pada siklus I skor meningkat menjadi 65,6 dengan kategori cukup, dan pada siklus II menjadi 72,6 dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknik kata kunci dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X MIPA 5 SMA N 1 Payangan. Kata Kunci : teknik kata kunci, menulis, teks eksposisi This study was a classroom action research which aims to (1) know the steps of using keyword technique on learning writing exposition text of X class of MIPA 5 in SMA N 1 Payangan, (2) to know the improvement of writing skill of exposition text of SMA N 1 Payangan after implementing writing expository text using keyword technique. The subjects of this study were teachers and students. The name of Indonesian teacher in X class of MIPA 5 is Ni Putu Lina Wahyuningsih and the total of the students were 26 in SMA N 1 Payangan. The object of this study was the use of keywords to improve the students writing ability in writing exposition text in class X MIPA 5 SMA N 1 Payangan. This method of data collection were observation and test methods. Observational methods were used to collect data on the use of keyword techniques in writing expository texts and test methods used to collect data on the results of the ability to write expositive text using the keyword technique. The data of this study were analyzed by using qualitative descriptive quantitative technique. The results of this study indicate that (1) the steps of application of keyword technique, such as the teacher gives explanations to the students through question and answer to explore the students' knowledge, the teacher explains the steps of writing exposition text using the keyword technique, the teacher distributed the caricature image as the media in training of writing expository text, and teacher guiding students intensively in order to produce good writing, (2) the result of score before treatment was 62,3 with enough category. In the first cycle the score increased to 65.6 with sufficient category, and in cycle II to 72.6 with good category. It can be concluded that the utilization of keyword techniques can improve the ability to write expository text of X grade students of MIPA 5 SMA N 1 Payangan.keyword : keyword technique, writing, exposition text
IMPLIKATUR DALAM WACANA “BANG PODJOK” BALI POST: KAJIAN TEORI GRICE ., Kadek Nita Kristina; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) jenis implikatur dalam wacana “Bang Podjok” Bali Post dan (2) maksud implikatur dalam wacana “Bang Podjok” Bali Post. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah “Bang Podjok” Bali Post. Data penelitian ini berupa wacana dalam “Bang Podjok” Bali Post. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan simak. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur sebagai berikut (1) pengartuan data, (2) penyeleksian data, (3) penganalisisan data, dan (4) penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kedua jenis implikatur yang dikemukakan oleh Grice terdapat dalam “Bang Podjok” Bali Post, yakni implikatur konvensional (convensional implicature) dan implikatur percakapan (conversation implicature). Dari 50 wacana “Bang Podjok” Bali Post, muncul jenis implikatur konvensional (convensional implikatur) sebanyak 16 wacana (32%) dan jenis implikatur percakapan (conversation implicature) sebanyak 34 wacana (68%). Bila diuraikan jumlah kemunculannya, jenis implikatur yang paling dominan adalah implikatur percakapan (conversation implicature) sebanyak 34 wacana (68%) dan (2) Terdapat 50 wacana “Bang Podjok” Bali Post yang teridentifikasi mengandung implikatur, yakni mengimplikasikan maksud lain yang berbeda dengan makna harfiahnya. Implikasi tersebut dikelompokkan menjadi 10, yaitu implikasi mengingatkan, mengkritisi, menegaskan, menyatakan ketidaksenangan, menolak, menyindir, menyatakan kekecewaan, meminta, meyakinkan, dan mengharapkan. Hal ini membuktikan bahwa teori implikatur Grice bersifat universal dan masih relevan. Dalam menafsirkan maksud suatu implikatur, hendaknya mengaitkan dengan konteks yang melingkupinya.Kata Kunci : implikatur, teori Grice, rubrik pojok. This study aimed to describe (1) type of implicature in “Bang Podjok” discourse of Bali Post and (2) the meaning of implicature in “Bang Podjok” discourse of Bali Post. In accordance with those purposes, the researcher used descriptive qualitative design. The subject of this study was the “Bang Podjok” discourse of Bali Post. The data was taken in form of discourse happened in “Bang Podjok” of Bali Post. The data was collected by using documentation and observation. Then, the data was analyzed by using descriptive technique in the following procedures (1) insert data (2) selecting (3) data analysis, and (4) data presentation. The finding revealed that (1) both type of implicature proposed by Grice existed in “Bang Podjok” of Bali Post that is conventional implicature and conversation implicature. Out of 50 discourses in “Bang Podjok” of Bali Post, there are 16 conventional implicatures (32%), and 34 conversation implicatures (68%). If the described amount of its appearance, the most dominant type of implicature is conversation implicatures as much as 34 discourses (68%) and (2) there are 50 discourses in “Bang Podjok” of Bali Post that are indentified to contain implicature, which implied another different meaning from its literal meaning. That implications are classified into 10, that is implication of reminding, criticizing, emphasizing, displeasure, refusing, teasing, disappointment, begging, convincing, and hoping. To sum up, it indicates that Grice theory of implicature is universal and is still relevant. In interpreting the implicature, it is supposed to be linked to surrounding context.keyword : implicature, Grice theory, corner column.

Page 23 of 122 | Total Record : 1214