cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
PROMOTOR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
GAMBARAN FUNGSI MANAJEMEN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) PADA PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI UPTD PUSKESMAS TEGAL GUNDIL KOTA BOGOR TAHUN 2018 Nurislamiyati, Fitri; Maryati, Husnah; Chotimah, Indira
PROMOTOR Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.631 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5579

Abstract

Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) diluncurkan tahun 2010 dan merupakan salah satu program unggulan Kementrian Kesehatan. Pada tahun 2014 adalah tahun kelima pelaksanaan BOK. Pada tahun 2014 puskesmas penerima dana BOK meningkat jumlahnya seiring bertambahnya jumlah Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mendalam mengenai Gambaran Fungsi Manajemen Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di UPTD Puskesmas Tegal Gundil Kota Bogor tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis rancangan deskriptif. Informan terdiri dari 12 orang terdiri dari Kepala Puskesmas, Bendahara BOK Puskesmas, Bidan Puskesmas, Kader Puskesmas, Ibu Bayi dan Ibu Balita. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara mendalam dan daftar checklist telaah dokumen. Saran diharapkan kepada Puskesmas agar meningkatkan kemampuan SDM dalam pelaksanaan program BOK, agar pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal, serta semua program yang telah di susun dapat terlaksana.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDERITA HIPERTENSI TERHADAP KEAKTIFAN PESERTA BPJS DI UPT PUSKESMAS MERDEKA KOTA BOGOR TAHUN 2018 Rohimah Kumullah, Siti; Chotimah, Indira
PROMOTOR Vol 4 No 5 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.482 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i5.5658

Abstract

Menurut WHO, tekanan darah yang normal bagi orang dewasa adalah 120/80 mmHg. Akan tetapi, jika tekanan darah sistolik yaitu antara 130-139 dan tekanan darah distolik antara 80-89, dan itu juga masih bisa disebut dengan tekanan darah yang normal. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (prolanis) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan pengambilan data dilakukan dengan desain Cross Sectional dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 49 responden. Cara analisa data menggunakan perangkat lunak aplikasi statistik.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tidak baik mengenai program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) (61.2%), sikap yang positif mengenai program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) (59.2%), keluarga yang memberikan dukungan dalam keaktifan penderita sebagian besar mendukung (63.3%). Berdasarkan tingkat keaktifan penderita hipertensi sebagian besar (51.0%) termasuk kedalam kategori aktif dalam kegiatan Prolanis. Hasil analisis menunjukan bahwa Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan penderita hipertensi dalam kegiatan prolanis (p- value = 0.035). Tidak terdapat hubungan antara umur (p-value = 1000), Jenis kelamin (p-value = 0.716), Pendidikan (p-value = 1000), Sikap (p-value = 0.863), dan Dukungan keluarga (p-value = 0.053) dengan keaktifan penderita hipertensi dalam kegiatan prolanis. Peneliti memberikan saran kepada Puskesmas Merdeka Kota Bogor untuk meningkatkan keaktifan masyarakat perlu direncanakan dan member tugas kepada sebagian petugas kesehatan di puskesmas untuk melakukan kunjungan home visit kerumah pasien, sehingga 4 aktivitas prolanis bisa berjalan maksimal.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER JUMANTIK DALAM PEMBERANTASAN DBD DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK KOTA BOGOR TAHUN 2019 Meilina, Winda; Madjid, T. Abdul; Chotimah, Indira
PROMOTOR Vol 3 No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.685 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5569

Abstract

Masalah yang terdapat di Indonesia adalah penyakit demam berdarah dengue (DBD) penyakit ini pertama kali terjadi di Surabaya dan Jakarta pada Tahun 1968 dengan jumlah kematian 24 orang. Kemudian jumlah kasus bertambah seiring dengan meluasnya daerah endemis DBD dimana tahun 2011 menyebar keseluruh Indonesia. Salah satu pencegahan DBD yaitu dengan menggerakkan kader juru pemantau jentik (jumantik). Kader jumantik adalah kelompok kerja kegiatan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue di tingkat desa dalam wadah lembaga ketahanan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak  35 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan sampling jenuh. Alat yang digunakan dalam penelitian ini kuesioner. Dan cara analisa data menggunakan perangkat lunak aplikasi statistik.Hasil penelitian berdasarkan analisa data didapatkan bahwa terdapat hubungan anatara pembelajaran (p-value 0,005), kepemimpinan (p-value 0,041), sumber daya (p-value 0,027) dan imbalan (p-value 0,050) terhadap kinerja kader jumantik dan tidak ada hubungan antara umur (p-value 0,440), pendidikan (p-value 0,130), lama kerja  (p-value  0,961), motivasi (p-value 0,1000) dan sikap (p-value 0,352) terhadap kinerja kader jumantik. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara pembelajaran, kepemimpinan, sumber daya, imbalan terhadap terhadap kinerja kader jumantik. Dan tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, lama kerja, motivasi dan sikap. Saran yang dapat diberikan yaitu agar meningkatkan starategi dalam program pemberantasan sarang nyamuk meningkatkan koordinasi dan pertemuan rutin dengan kader jumantik.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM UPAYA KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS SINDANG BARANG KOTA BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2020 Prihartanti, Titik; Khodijah Parinduri, Siti; Masitha Arsyati, Asri
PROMOTOR Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.737 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i4.5605

Abstract

Riskesdas 2018, prevalensi rumah tangga yang memiliki anggota rumah tangga yang mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia/psikosis di Jawa Barat mencapai 5% per mil. Jumlah Gangguan mental emosional secara nasional pada tahun 2013 mencapai 6,5% meningkat menjadi 9,8% pada tahun 2018, sedangkan skizofrenia pada tahun 2013 mencapai 3% meningkat menjadi 7% pada tahun 2018. Menurut data Puskesmas Sindang Barang jumlah kunjungan penderita gangguan jiwa pada tahun 2016 tercatat 184, pada tahun 2017 tercatat 204 kunjungan, pada tahun 2018 tercatat 445 kunjungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Evaluasi Pelaksanaan Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Sindang Barang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan desain studi kasus, instrument yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel input,proses dan output. Hasil penelitian yang di dapat dari variabel input dalam program kesehatan jiwa untuk SDM masih belum merata dikarenakan wilayah yang cukup luas, dana bersumber dari dana BOK, sarana dan prasarana belum merata dikarenakan masih ada beberapa obat yang tidak tersedia. Dalam variabel proses masih ditemukan beberapa kendala. Dalam penyuluhan kurang tertariknya masyarakat dalam penyuluhan, sedangkan dalam sistem rujukan masih terjadinya beberapa kendala salah satunya izin dari pihak keluarga untuk melakukan rujukan. Kesimpulan penelitian ini adalah penatalaksanaan program kesehatan jiwa di puskesmas sindang barang sudah cukup baik, namum belum maksimal. meskipun angka deteksi dini sudah mencapai target maka sebaiknya pihak puskesmas lebih fokus terhadap penurunan angka jumlah kunjungan.
PENYULUHAN PENERAPAN GAYA HIDUP MINIM SAMPAH DI DESA SIBANTENG, KECAMATAN LEUWISADENG, KABUPATEN BOGOR Syari, Wirda
PROMOTOR Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.047 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i1.5520

Abstract

Saat ini, pengelolaan sampah telah menjadi permasalahan nasional. Timbunan sampah di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya dan hal ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Desa Sibanteng sebagai salah satu desa di Kabupaten Bogor juga tidak terlepas dari permasalahan pengelolaan sampah karena banyak ditemukan timbunan sampah di sembarang tempat. Hal ini perlu segera diatasi demi terciptanya lingkungan yang sehat. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah di Desa Sibanteng adalah dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai penerapan gaya hidup minim sampah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan gaya hidup minim sampah. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 29-30 Agustus 2019 di Bangunan Majelis RT 01 Desa Sibanteng dengan metode ceramah yang didukung dengan power point menggunakan media LCD. Hasil dan dampak dari pelaksanakaan kegiatan penyuluhan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kesadaran warga Desa Sibanteng akan pentingnya menerapkan gaya hidup minim sampah dan tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik dan lancar.
GAMBARAN STRATEGI PUSKESMAS CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING TAHUN 2019 Wahiyah, Siti; Dwimawati, Eny; Chotimah, Indira
PROMOTOR Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.993 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i3.5596

Abstract

Pada tahun 2017 Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/ South-East Asia Regional (SEAR). Rata – rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Di Jawa Barat pada tahun 2017 prevalensi Stunting menunjukan angka sebesar 29,2%, hal ini menunjukan bahwa belum mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun  2019 yaitu 28%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor dalam menurunkan angka stunting tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam kepada informan dan telaah dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan Puskesmas Cibungbulang. penelitian ini terdiri dari 8 orang informan dengan 1 informan kunci dan 7 informan pendukung. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi yang dilakukan Puskesmas Cibungbulang dalam melakukan pencegahan dan penanganan masalah stunting sudah baik tetapi belum berjalan maksimal karena desa lokasi khusus belum terbebas dari masalah stunting. Puskesmas selalu memaksimalkan penanganan masalah stunting tersebut dengan program-program yang telah di rencanakan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH KOTA BOGOR Kusuma, Afi Putri Utami; Nasution, Andreanda; Saputra Nasution, Ade
PROMOTOR Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.176 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i3.5586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi siswa terhadap kejadian kekerasan seksual di SMA Muhammadiyah Kota Bogor. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Muhammadiyah kelas 10 & 11 yang berjumlah 100 orang, dengan sampel menggunakan rumus slovin yaitu 50 orang. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang disebar secara online melalui link dengan analisa data berupa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata usia responden berumur 16 tahun dengan gambaran siswa tidak pernah mengalami kejadian kekerasan seksual sebesar 76%. Dalam gambaran keharmonisan keluarga siswa kurang harmonis sebesar 58%, kondisi ekonomi siswa dalam kondisi baik dengan sebesar 58%, lingkungan pergaulan siswa kurang baik sebesar 58%, penggunaan media sosial siswa kurang baik sebesar 52%, dan pemahaman agama siswa baik sebesar 76%. Dalam analisis bivariat, terdapat hubungan antara variabel keharmonisan keluarga dengan variabel penggunaan media sosial dengan menggunakan uji Chi Suare. Diketahui nilai p value variabel keharmonisan keluarga sebesar 0.005. Sedangkan nilai p value untuk variabel penggunaan media sosial sebesar 0,011.
ASPEK DOMINAN PENYEBAB STRES KERJA PADA PERAWAT RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR TAHUN 2020 Arrahim, Diki Dwi Wahyudi; Ginanjar, Rubi; Listyandini, Rahma
PROMOTOR Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.025 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5575

Abstract

Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan utama dalam fasilitas kesehatan seperti rumah sakit yang bertanggung jawab dan berwenang memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri atau berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenangannya. Dengan tanggungjawab yang berat profesi perawat rentan terhadap stres yang berisiko bagi kesehatan dan keselamatanya. Jika melebihi kapasitas, sumber daya, dan kemampuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek dominan penyebab stress kerja pada perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Islam Bogor Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 69 orang. Dengan jumlah sampel 59 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu Purposive Sampling. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder didapat dari data pada bagian keperawatan serta studi pustaka. Hasil analisis data penelitian menggunakan aplikasi statistik dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapat bahwa perawat yang mengalami stres ringan sebanyak 38 orang (64,4%) dan yang mengalami stres berat sebanyak 21 orang (35,6%). Perawat usia 20-40 tahun 19 orang (90,5%) mengalami stres berat dan 35 orang (92,1%) mengalami stres ringan, sedangkan usia >40 tahun 2 orang (9,5%) stres berat dan 3 orang (7,9%) stres ringan. Perawat jenis kelamin laki-laki 5 orang (45,5%) mengalami stres berat dan mengalami stres ringan sebanyak 6 orang (54,5%), sedangkan perawat perempuan dengan 16 orang (33,3%) stres berat dan stres ringan sebanyak 32 orang (66,7%). Perawat S1 Ners dengan 2 orang (50,0%) mengalami stres berat dan 2 orang (50,0%) mengalami stres ringan, sedangkan perawat D3 keperawatan dengan 19 orang (34,5%) stres berat dan 36 orang (65,5%) stres ringan. Perawat dengan beban kerja ringan mengalami stres berat sebanyak 9 orang (33,3%) dan mengalami stres ringan 18 orang (66,7%), sedangkan 32 perawat dengan beban kerja berat mengalam stres berat 12 orang (37,5%) dan stres ringan 20 orang (62,5%). Perawat shift kerja buruk 1 orang (16,7%) mengalami stres berat dan 5 orang (83,3%) mengalami stres ringan, sedangkan perawat dengan shift kerja baik 20 orang (37,7%) stres berat dan 33 orang (62,3%) stres ringan. Perawat dengan hubungan yang buruk mengalami stres berat sebanyak 13 orang (32,5%) dan mengalami stres ringan sebanyak 27 orang (67,5%), sedangkan perawat dengan hubungan pekerjaan baik stres berat sebanyak 8 orang (42,1%) dan stres ringan sebanyak 11 orang (57,9%). Perawat dengan pengembangan karier buruk mengalami stres berat sebanyak 17 orang (37,0%) dan mengalami stres ringan sebanyak 29 orang (63,0%), sedangkan perawat dengan pengembangan karier baik 4 orang (30,8%) stres berat dan 9 orang (69,2%) stres ringan. Dari hasil uji statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan dari tiap varabel (usia, jenis kelamin, tigkat pendidikan, beban kerja, shift kerja, hubungan dalam pekerjaan dan pengembangan karier) dengan stres kerja pada perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Islam Bogor dengan nilai p-value (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, beban kerja, shift kerja, hubungan dalam pekerjaan dan pengembangan karier) dengan stres kerja pada perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Islam Bogor Tahun 2020. Tingkat stres kerja perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Islam Bogor masih dapat dikendalikan sehingga tidak menimbulkan masalah yang begitu besar.
GAMBARAN INFORMASI TENTANG POLA MAKAN PENGURUS OSIS MA DARUL IHYA TAHUN PERIODE JABATAN 2018-2019 Yanadewi, Syelfitri; Nasution, Andreanda; Masitha Arsyati, Asri
PROMOTOR Vol 4 No 5 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.753 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i5.5659

Abstract

Kurangnya pengetahuan remaja mengenai pola makan yang baik berdampak buruk untuk kesehatan sehingga akan menimbulkan berbagai masalah gizi, remaja merupakan masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan gizi karena mengalami peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran informasi tentang pola makan pada pengurus OSIS MA Darul Ihya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan 16 informan inti dan 2 informan kunci. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan dilakukan di MA Darul Ihya Ciomas Bogor. Stimulus yang didapat oleh informan inti sudah cukup baik hal itu didapat dari media sosial instagram dan facebook, aktifnya pembina OSIS dalam memberikan himbauan dan baiknya kinerja petugas Puskesmas dalam penyampaian informasi melalui pembinaan. Serta sikap informan terhadap informasi pola makan dikatakan baik dikarenakan informan sudah memberi perhatian dan menerima dengan senang informasi yang diberikan. Jadi informan sudah mendapat banyak informasi pola makan dan memiliki sikap baik terhadap informasi pola makan yang sudah didapat.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Islam Bogor Tahun 2019 Sholihah, Nurfarida; Khodijah Parinduri, Siti
PROMOTOR Vol 3 No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.391 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5565

Abstract

Waktu tunggu pasien untuk layanan kesehatan diidentifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai salah satu ukuran utama dari sistem kesehatan yang responsif. Pelayanan yang baik dan bermutu tercermin dari pelayanan yang ramah, cepat, nyaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis studi deskriptif analitik dan rancangan studi cross sectional. Besar sampel penelitian ini sebanyak 59 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi spearman. Hasil penelitian ini menggambarkan mayoritas responden memiliki waktu tunggu tidak standar atau > 60 menit (94.9%) dan standar atau ≤ 60 menit (5.1%). Secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien sebanyak 44.1% menyatakan puas dan 55.9% menyatakan kurang puas. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan Poliklinik Jantung Rumah Sakit Islam Bogor, dengan nilai p < 0.05 dan r = 0.261. Disarankan kepada  manajemen rumah sakit untuk menerapkan sistem pendaftaran yang lebih mengefisienkan waktu, meningkatkan sarana prasarana di ruang tunggu pendaftaran dan poliklinik, melakukan monitoring kepada petugas pendaftaran dan poliklinik agar mampu melakukan pelayanan dengan cepat dan tanggap serta menjaga kebersihan ruang tunggu agar pasien merasa nyaman selama menunggu untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit.