cover
Contact Name
Syaiful
Contact Email
-
Phone
+6281282738786
Journal Mail Official
jrs.astonjadro@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar KM 2 Kedung Badak Tanah Sareal Kota Bogor 16161
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Astonjadro
ISSN : 23024240     EISSN : 26552086     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/astonjadro
Core Subject : Engineering,
Astonjadro: Jurnal Rekayasa Sipil adalah jurnal ilmiah dibidang teknik sipil p-ISSN : 2302-4240 dan e-ISSN : 2655-2086. Jurnal Rekayasa Sipil Astonjadro diterbitkan untuk mengapresiasi dan memberikan informasi ilmiah bagi peneliti, dosen serta para profesional. termasuk dalamnya pengembangan model dan konsep penelitian yang mengacu secara berkesinambungan. Jurnal Astonjadro diterbitkan oleh Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor, terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 507 Documents
ANALISIS KONDISI INTERFACE ANTARA WEARING COURSE DAN BINDER COURSE DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM CIRCLY 5.0 Hari Shofia, Muhammad; Susanto Haryadi, Eri; Syaiful, Syaiful
ASTONJADRO Vol. 1 No. 2 (2012): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v1i2.787

Abstract

Sistem perkerasan lentur adalah konstruksi plat elastis yang berlapis-lapis dengan urutan lapisan tanah dasar (Subgrade), lapisan agregat (unbound granular), Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) sebagai lapisan pengikat dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis penutup. Material tack coat digunakan diantara (AC-WC) dan (AC-BC) agar tercapainya daya lekatmaksimum pada interface kedua lapisan. Asumsi yang selama ini dipakai pada interface (AC-WC) dan (AC-BC) adalah kasar sempurna. Akan tetapi dalam pelaksanaannya kondisi kasar sempurna tidak dapat tercapai karena pengaruh dari suhu dan kondisi lapangan seperti debu, pasir dan genangan air.Asumsi interface kasar sempurna tidak dapat dipertahankan sehingga diperlukan penelitian tentang kondisi interface kasar parsial sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini dimakudkan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan aspal tipis pada perkerasan jalan sehingga dapat memodelkan kondisiinterface kasar sebagian dengan menggunakan program komputer CIRCLY 5.0. Evaluasi interface kasar sebagian dilakukan dengan memodelkan nilai modulus elastisitas pada aspal tipis struktur perkerasan lentur dengan menginput data masukan berupa traffic data, layered system, calculationdetail dan running program. Digunakan variasi kondisi smooth dan rough dengan modulus elastisitas 2000 MPa, dilanjutkan dengan memodelkan lapis aspal tipis dengan Modulus Elastisitas 2 MPa, 5 MPa, 100 MPa, dan 1600 MPa. Hasil analisa respon penurunan dan regangan menggunakan program CIRCLY didapat bahwa nilai modulus elastisitas lapisan aspal tipis sebesar 5 MPa dapatmenunjukkan kondisi interface menjadi kasar sebagian.
KAJIAN PELAYANAN FUNGSI JALAN KOTA BOGOR SELATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Bogor Selatan Zona B) Sarwono, Dede
ASTONJADRO Vol. 4 No. 2 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i2.826

Abstract

Kota Bogor sebagai daerah yang berkembang menjadi kota besar membutuhkan kondisi dan pelayanan jalan yang aman dan nyaman untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Jalan sebagai sarana pendukung dalam tercapainya pertumbuhan roda perekonomian di Kota Bogor masih banyak permasalahan baik dari sarana maupun prasarana transportasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan pelayanan jalan ruas kota Bogor selatan zona B dengan keadaan jalan yang sekarang. Berdasarkan hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil dan pembahasan maka ruas jalan Bogor Selatan zona B memiliki tingkat pelayanan jalan C, dengan V/C ratio terendah 0,15 pada Jalan Warung Nangka dan V/C ratio tertinggi 0,89 pada Jalan Ciawi Sukabumi. Kecepatan rata-rata kendaraan pada ruas jalan Bogor Selatan zona B sebesar 19,72 km/jam dengan kecepatan kendaraan tertinggi pada ruas Jalan Kertamaya sebesar 33,22 km/jam dan kecepatan terendah pada Jalan Ciawi Sukabumi sebesar 5,96 km/jam.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN TRANSYOGI CIBUBUR (Studi Kasus: Jalan Cibubur Junction-Transpark) Indra, Indra
ASTONJADRO Vol. 7 No. 1 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i1.2277

Abstract

Kota Administrasi Jakarta Timur dan Depok adalah 2(dua) kota di propinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, Indonesia. Kota Jakarta Timur adalah nama sebuah kota administrasi di bagian timur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, pusat Pemerintahannya berada di Cakung. Di sebelah utara, ia berbatasan dengan kota administrasi kota Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Di sebelah timur, ia berbatasan dengan Bekasi, di bagian selatan berbatasan dengan Kota Depok. Dan di sebelah barat , ia berbatasan dengan kota administrasi Jakarta Selatan. Sedangkan Kota Depok adalah sebuah kota di Propinsi Jawa Barat, Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta dan Bogor, Untuk mengetahui kinerja ruas jalan Transyogi Cibubur sesi Cibubur Junction-Transpark. Dalam konteks transportasi, hal ini dapat menyebabkan kemacetan oleh karena itu perlu adanya analisis kinerja ruas jalan untuk mendapatkan solusi mengatasi kejadian tersebut. Penelitian yang dilakukan yaitu survey jumlah kendaraan, hambatan samping dan geometrik jalan. Survey dilakukan pada hari Kamis untuk hari kerja dan hari Sabtu untuk hari libur di Jalan Transyogi Cibubur. Metode perhitungan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, untuk Jalan Perkotaan. Dari hasil analisis didapat bahwa volume kendaraan puncak terjadi pukul 06.30 – 07.30 WIB. Di Jalan Transyogi sesi Cibubur Junction-Buperta sebesar 1.898,85 smp/jam untuk hari kerja dan pukul 11.30 – 12.30 WIB sebesar 2411 smp/jam untuk hari libur. sedangkan Di Jalan Transyogi sesi Buperta-Transpark volume kendaraan puncak terjadi pukul 07.00 – 08.00 WIB sebesar 4036  smp/jam untuk hari kerja dan pukul 07.15 – 08.15 WIB. Sebesar  5892 smp/jam untuk hari libur. Jadi kinerja ruas jalan Transyogi sesi Cibubur Junction-Buperta tahun 2018 dengan kapasitas sebesar 5517 smp/jam sedangkan sesi Buperta-Transpark sebesar 9405 smp/jam, volume kendaran sesi Cibubur Junction-Buperta sebesar 1899  smp/jam di hari kerja dan 2411 smp/jam di hari libur sedangkan sesi Buperta-Transpark sebesar 4036 smp/jam di hari kerja dan 5892 smp/jam di hari libur , dengan V/C ratio sesi Cibubur Junction-Buperta sebesar 0.34 di hari kerja  dan menaik menjadi 0.44 di hari libur dengan tingkat pelayan di hari kerja menjadi B yaitu mengalami kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, kepadatan lalu lintas sedang karena hambatan lalu lintas meningkat dan pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan, pindah lajur atau mendahului sedangkan di hari libur masih tetap B yaitu mengalami kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, sedangkan V/C ratio sesi Buperta-Transpark sebesar 0.43 di hari kerja dan menaik menjadi 0.63 di hari libur dengan tingkat pelayan di hari kerja menjadi B yaitu mengalami kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas sedangkan di hari libur kerja menaik menjadi C yaitu mengalami kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh gerak kendaraan dikendalikan. dan pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam menjalankan kendaraan, kenyamanan rendah, tetapi kondisi ini masih dapat ditolerir untuk waktu yang singkat.
OVERVIEW OF THE MAINTENANCE AND MAINTENANCE MANAGEMENT SYSTEM AT THE SUNAN HOTEL SOLO Prastowo, Ichwan
ASTONJADRO Vol. 9 No. 2 (2020): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v9i2.3389

Abstract

The purpose of this study is to find out how the building repair and maintenance management system of the building on the hotel and to know how the repairment and maintenance of the building on the hotel, and to review the condition of the existing damage of structural components, architecture, mechanical and electrical, exterior space and housekeeping categorized in heavy, medium and light damage. This study's methodology is qualitative and quantitative scripted research with observation methods, bibliography, qualitative, and documentation. The population and samples used are all Engineering Department employees because there are only fewer than 100 people. The results of the review of the data obtained are data on the Engineering Department's Organization Structure, Employee Job Description, and Workflow. In the implementation of repair and maintenance, 76% of employees already carried out, the largest massive damage review for the field of housekeeping is polishing granite marble 39.23 %. For the largest moderate damage is on the outer space field 30.85 %, then the largest minor damage is in the field of architecture of 58.71 %. These results serve as a guide in the planning of the annual work program.
ANALISA PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS RUAS JALAN DR. DJUNJUNAN Akbardin, Juang; Rosmaniar Hadiat, Raden Wina
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.817

Abstract

Hambatan samping merupakan salah satu faktor penyebab kemacetan pada ruas jalan Dr. Djunjunan Bandung, hal ini dapat dilihat pada waktu-waktu tertentu, dan oleh sebab itu diperlukan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kinerja pada ruas jalan tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan Observasi yang dilakukan pada tanggal 8 Februari 2014 diketahui bahwa hambatan samping tertinggi pada waktu sore hari, dengan frekuensi bobot tertinggi pada kejadian pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas ruas jalan Dr. Djunjunan. Volume kendaraan tertinggi pada arah 1(arah menuju pintu tol pasteur) terjadi pada periode 16.00 – 17.00 WIB sebesar 4163,1 smp/jam, hal ini terjadi pada waktu hambatan samping sedang, dimana tipe kejadian untuk pejalan kaki berbobot 58, kendaraan berhenti berbobot 174, kendaraan keluar-masuk berbobot 107,8, dan untuk kendaran lambat berbobot sebesar 0,8, sedangkan untuk arah 2 (arah menuju jalan pasirkaliki) volume kendaraan tertinggi terjadi pada periode 11.00 – 12.00 WIB sebesar 4150,56 smp/jam dimana saat hal ini terjadi pada waktu hambatan samping rendah dengan tipe kejadian pejalan kaki berbobot 37,5, kendaraan berhenti berbobot 108, kendaraan keluar-masuk berbobot 117,6, dan kendaraan lambat berbobot 5,2. Dengan hambatan samping tinggi maka volume kendaraan di jalan tersebut rendah.
HUBUNGAN KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN PADA JALAN RAYA PAJAJARAN KM 5 ARAH SUKASARI-BARANANGSIANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GREENBERG Hakim, Lukmanul
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2265

Abstract

Arus  lalu  lintas  berkenaan  dengan  teori  lalu  lintas  menyebutkan  bahwa  pada  saat  sekarang  ini di konsentrasikan pada variabel-variabel volume (V/Flow), Kepadatan Kendaraan (Density/D/Konsentrasi) dan Kecepatan (Speed/US).Ketiga variabel lalu lintas semakin hari semakin mendapat perhatian khusus dimana kesemuanya ini disebabkan arus/kondisi yang ada sekarang menggambarkan beberapa kendaraan yang bergerak pada saat bersamaan, dan semenjak hubungan dari ketiga variabel tersebut menggambarkan kualitas dan kapasitas dan tingkat pelayanan yang dialami oleh pengemudi masing-masing kendaraan.Dari uraian tersebut dicari bagaimana hubungan dari ketiga variabel tersebut dengan media penelitian jalan, yaitu pada jalan pajajaran, sukasari menuju baranang siang. Tujuan studi ini adalah menganalisa arus lalu lintas yang terdiri dari variabel volume (V), kecepatan (U) dan kepadatan (D).kemudian menuangkan kedalam suatu model turunan matematis Greenberg, sehingga dapat diketahui variasi hubungan antara ketiga variabel dan nilai maksimumnya. Data yang di peroleh dalam studi ini langsung dicatat dari lokasi penelitian, yaitu volume lalu lintas dan kecepatan ruang kendaraan. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada hari senin, sabtu dan minggu, data yang dihasilkan dalam penelitian ini ialah Hasil persamaan hubungan matematis antara kecepatan-kepadatan, volume- kecepatan, dan volume- kepadatan, yang memiliki hubungan matematis yang cukup kuat   sampai dengan sangat kuat, dilihat dari nilai korelasi yang berkisar antara -0,849- -0,96,dari grafik juga dapat dilihat data tersebar atau tidak mengumpul disuatu tempat, dan pada model greenbergkepadatannya pada kondisi macet terjadi pada hari minggu berkisar 881- 942 smp/km.
ANALISIS KINERJA TRUK PENGANGKUT SAMPAH KOTA DI KECAMATAN BENOWO Anggryawan, Ferry; Mudjanarko, Sri Wiwoho; Wahyuni, Atik; Wasono, Sapto Budi
ASTONJADRO Vol. 9 No. 1 (2020): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v9i1.2883

Abstract

Semakin jauh rute pelayanan dan semakin banyak jumlah ritasi truk maka  semakin besar pula biaya operasional yang harus dikeluarkan. Lokasi penelitian ini di TPA Kecamatan Benowo dengan tujuan mengetahui sistem atau pola pengangkutan sampah serta biaya operasional kendaraan truk pengangkut sampah. Sistem pengangkutan sampah di Kecamatan Benowo menggunakan Hauled Container System (HCS) dan Stationary Container System (SCS).Dengan rata-rata jarak yang di tempuh per hari jenis kendaraan arm roll adalah 52 km/hari sedangkan jenis compactor 56 km/hari dan rata-rata kecepatan yang di tempuh per hari jenis kendaraan yang di tempuh perhari jenis kendaraan arm roll adalah 23 (km/jam)/hari sedangkan jenis compactor 20.5 (km/jam)/hari. Dari penelitian ini didapatkan biaya  Life Cycle Cost pengangkutan sampah /m3 menggunakan Arm roll lebih murah dengan biaya Rp. 18.394,5259/m3 sedangkan menggunakan comfactor Rp. 32.872,497737.281,8. Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa nilai efektifitas yang lebih besar adalah sistem HCS dan biaya angkut sampah menggunakan armroll lebih murah dibandingkan dengan comfactor..
PERBANDINGAN PERANCANGAN JUMLAH DAN LUASAN TULANGAN BALOK DENGAN CARA ACI DAN MENGGUNAKAN PROGRAM STAAD2004 Saprudin, Achmad; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 2 No. 1 (2013): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v2i1.778

Abstract

Perhitungan jumlah dan luasan tulangan balok beton bertulang dapat dilakukan secara ACI dan dengan menggunakan program STAAD2004. Perancangan jumlah dan luasan tulangan balok beton bertulang menggunakan program STAAD2004 lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan cara ACI. Diameter tulangan dan jumlah tulangan balok secara otomatis di proses dalam program STAAD2004, sedangkan secara ACI ditentukan terlebih dahulu dimensi tulangannya. Perancangan untuk beton bertulang dengan menggunakan program STAAD2004 tidak ekonomis. Dari Hasil analisis, selisih rata-rata prosentase luasan tulangan total balok secara ACI, dan dengan menggunakan program STAAD2004 adalah untuk tulangan tarik antara 0,00 % sampai dengan 28,33% dan untuk tulangan tekan antara 27,14 % sampai dengan 38,00 %.
ANALISIS BIAYA KONSTRUKSI PADA PROYEK JALAN DI KOTA BOGOR Ida Hayati, Noor; Hisbullah Amin, Firman
ASTONJADRO Vol. 3 No. 1 (2014): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v3i1.802

Abstract

Kemajuan dibidang konstruksi sangat pesat, sehingga setiap langkah dan pekerjaan dituntut untuk dikerjakan secara optimal dan dengan penggunaan waktu yang seefisien mungkin. Untuk mengatasi masalah tersebut kita perlu menggunakan manajemen yang baik yang dalam ilmu konstruksi disebut dengan Manajemen Konstruksi. Dari hasil penelitian harga per m2 jalan perkerasan lentur dari tahun 2005-2006 sebesar 25% dan tahun 2006-2007 sebesar 11%. Artinya harga per m2 mengalami kenaikan tiap tahunnya. Dari hasil penelitian prosentase harga per item pekerjaan jalan perkerasan lentur dari tahun 2005-2007 cenderung sama tidak mengalami perubahan yang sangat mencolok. tahun 2005 item pekerjaan persiapan 0,91% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,90%, untuk tahun 2006 pekerjaan persiapan 0,88% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,77%, untuk tahun 2007 pekerjaan persiapan 0,95% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,08%. Dari hasil penelitian hubungan antara biaya material, upah pekerja, dan alat di kota bogor, sebagai variable terikat X1, X2 dan X3 sebagai variabel bebas diperoleh hasil hubungan positif dengan nilai rata-rata r = 0,36-0,99. Sedangkan yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap hubungan variabel (Y) yaitu variable X1, X3 dan X2.
ANALISIS TREND HIDROGRAF TERHADAP SIMULATOR HUJAN SATU MODEL DAS DENGAN METODE HSS GAMA I Alam, Muslim Pati; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.840

Abstract

Dari siklus hidrologi terlihat bahwa air yang berada di bumi baik langsung maupun tidak langsung berasal dari air hujan. Air hujan yang jatuh ke permukaan akan membentuk limpasan yang besarannya tergantung dari lama dan derasnya hujan. Limpasan air yang besar memiliki potensi menimbulkan kerusakan pada sarana penunjang kehudupan. Maka penyajian data pengalih ragaman air hujan menjadi limpasan (hidrograf) dibutuhkan dalam proses perencanaan untuk mengantisipasi kerusakan tadi. Dengan simulasi melalui pembuatan simulator hujan dalam sebuah model DAS dengan menggunakan alat ukur ketinggian air Thompson pada ujungnya dapat memberikan gambaran langsung proses tersebut. Dari grafik hidrograf hasil simulasi 15 kali percobaan dengan volume air 5 varian, yaitu 20 liter, 30 liter, 40 liter, 50 liter dan 60 liter diketahui limpasan air hujan mencapai debit tertingginnya hanya membutuh waktu yang singkat, untuk volume 60 liter dan 50 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-3 dari lamanya waktu aliran masing-masing yaitu, 15 menit dan 13 menit. Sedangkan untuk volume 40 liter dan 30 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-2 dari lamanya waktu aliran yang sama yaitu, 11 menit. Dan untuk volume 20 liter air debit puncak terjadi pada menit pertama dari lamanya waktu aliran yaitu, 10 menit. Dan dari kondisi debit tertinggi sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama sesuai dengan lamanya waktu aliran masing-masing. Trend seperti ini serupa dengan trend hasil perhitungan hidrograf sintetik dengan menggunan metode HSS Gama 1 terhadap parameter model DAS. Dimana air mencapai debit puncak hanya dalam waktu singkat yaitu 1,8 menit, sedangkan dari kondisi debit puncak sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu 31,7 menit.

Page 8 of 51 | Total Record : 507