cover
Contact Name
Syaiful
Contact Email
-
Phone
+6281282738786
Journal Mail Official
jrs.astonjadro@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar KM 2 Kedung Badak Tanah Sareal Kota Bogor 16161
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Astonjadro
ISSN : 23024240     EISSN : 26552086     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/astonjadro
Core Subject : Engineering,
Astonjadro: Jurnal Rekayasa Sipil adalah jurnal ilmiah dibidang teknik sipil p-ISSN : 2302-4240 dan e-ISSN : 2655-2086. Jurnal Rekayasa Sipil Astonjadro diterbitkan untuk mengapresiasi dan memberikan informasi ilmiah bagi peneliti, dosen serta para profesional. termasuk dalamnya pengembangan model dan konsep penelitian yang mengacu secara berkesinambungan. Jurnal Astonjadro diterbitkan oleh Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor, terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 507 Documents
ANALYSIS OF DRAINAGE CHANNEL CAPACITY AT SINDANG STREET IN SINDANG HOUSE PUMP AREA Imamuddin, Mohammad; Cahyanto, Dwi
ASTONJADRO Vol. 9 No. 2 (2020): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v9i2.3387

Abstract

Sindang street, which is located in North Rawabadak Sub-district, Koja District, is one of the areas in North Jakarta Administrative City which is an area that is prone to flooding. Even though a working pump house is available, there are still puddles in several places. One of the problems that occur is the channel that drains water into the storage pool narrowing due to sedimentation in the channel. By analyzing the channel using the Log Pearson III distribution method using data obtained from the STA Tanjung Priok Rainfall Station, the rainfall intensity that occurs in a 5 year cycle is 170.748 mm, the Mononobe equation is used to find the intensity of rain per hour that occurs. Then it can be searched for the planned rain discharge using a Rational Method so that it is known that there are 2 channels, namely (P and Q) unable to accommodate the rainfall that occurs.
Kajian Tentang Angkutan Kereta Api Jabodetabek Syaiful, Syaiful; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 3 No. 2 (2014): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v3i2.816

Abstract

Kereta api sebagai sarana transportasi massal masih sangat diperlukan mengingat bahwa volume laulintas perjalanan orang dari daerah sekitrar menuju Jakarta sangat tinggi. Hal ini mempunyai nilai strategis yang tinggi pula mengingat suatu penilaian manfaat dan kebutuhan untuk memberikan layanan yang baik dan bagus. Agar subsidi pemerintah tepat sasaran maka diperlukan regulasi pengetatan pentarifan dan pelayanan jasa angkutan kereta api. Pengelolaan transportasi massal harus memberikan ruang lingkup yang cukup bagi pemerintah untuk mengatur dan mengambil keputusan. Keberhasilan operasional jasa kereta api tidak terlepas dari sikap mental dan ketegasan penyedia jasa yang terlibat didalamnya.
KORELASI VOLUME KENDARAAN BERMOTOR DENGAN KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN (Studi Kasus: Masjid Assalafiyah Jl. Mayjen HR Edi Sukma KM.22 Cigombong Bogor) Misjaya, Yogi
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2264

Abstract

Korelasi Volume Kendaraan Bermotor Dengan Kebisingan Yang Ditimbulkan, volume kendaraan mempengaruhi tingkat kebisingan yang terjadi pada suatu jalan dan bangunan disekitarnya. Diketahui terdapat beberapa variabel yang mempengaruhi tingkat kebisingan selain volume kendaraan,   yaitu diantaranya  adalah kecepatan kendaraan, kepadatan kendaraan, lebar jalan, jenis kendaraan dan benda-benda sekitar jalan yang dapat meredam atau mementulkan bunyi. Volume sepeda motor, mobil pribadi, mobil angkutan umum dan mobil angkutan barang yang melintas memiliki pengaruh signifikan terhadap kebisingan yang dianalisis dengan menggunakan metode regresi linear, dan diperoleh tingkat kebisingan tertinggi terjadi pada hari kedua pada sound level meter ketiga, yang terletak pada posisi 0,00  m  dari  jalan,    dengan  kontribusi sebesar  71,10%  berdasarkan perhitungan di  bawah  ini persamaan y = 91.816 + 0.002x1 + 0.001x2 + 0.001x3 – 0.281. Bila tidak ada kenaikan volume sepeda motor, mobil pribadi dan mobil angkutan umum serta penurunan volume mobil angkutan barang maka tingkat kebisingan pada sound level meter ketiga sebesar 91.816 dBA. Jika terjadi kenaikan volume sepeda motor, mobil pribadi dan mobil angkutan umum serta penurunan volume mobil angkutan barang maka kebisingan akan bertambah sebesar 0.277 dBA.
STIFFNESS DINDING BATU BATA MENINGKATKAN KEKUATAN STRUKTUR Marwahyudi, Marwahyudi
ASTONJADRO Vol. 9 No. 1 (2020): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v9i1.2840

Abstract

ABSTRAKStiffness atau kekakuan didefinisikan besar gaya yang menggerakan benda sejauh simpangan tertentu. Pada struktur gedung milai kuat tekan, simpangan sangat mempengaruhi kekuatan gedung. Nilai kuat tekan beton bisa dihitung dilaboraturim dan untuk nilai simpangan dapat dihitung dengan aplikasi software. Pada perencana gedung dalam merencana gedung kebanyakan tidak mempertimbangkan nilai kekuatan yang disumbangkan oleh dinding batu bata. Berdasarkan observasi dilapangan terkait gedung yang terpapar gempa, banyak sekali dinding mengalami kerusakan. Kondisi ini mengambarkan bahwa dinding mendapatkan gaya sehingga mengalami kerusakan. Kerusakan  yang ada dapat terlihat maupun belum terlihat oleh penglihatan. Beberapa kerusakan dilapangan menarik untuk dianalisis terkait kerusakannya. Analisis tersebut mengunakan metode matematika matrik. Metode ini untuk mengetahui seberapa kemampuan menahan gaya lateral. Kemampuan dinding menahan gaya lateral sangat diperlukan dalam kekuatan struktur. Sehingga kemampuan dinding menahangaya lateral akan mempengaruhi kekuatan struktur. Kemampuan dinding batu bata menahan gaya lateral dinyatakan sebagai nilai  stiffness.       Kata kunci: Kekuatan struktur, gaya lateral Stiffness
ANALISIS KECEPATAN RERATA WAKTU DAN RUANG PADA LINTASAN DI REST I ARAH BOGOR-JAKARTA JALAN TOL JAGORAWI Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 2 No. 1 (2013): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v2i1.777

Abstract

Telah dilakukan analisis terhadap kecepatan rerata waktu dan ruang dan hubungan antara keduanya. Dalam penelitian ini variabel terukur adalah kecepatan kendaraan, kecepatan rerata waktu dan kecepatan rerata ruang, kemudian dicari hubungan antara kedua kecepatan tersebut. Lokasi dalam penelitian inidipilih jalan Tol Jagorawi pada rest I dari Bogor menuju Jakarta. Pengambilan data dilapangan dilakukan pada hari kerja dengan periode pengamatan dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Hasil yang diperoleh berdasarkan pengamatan dengan rentang waktu satu jam mulai rentang pukul 06.00-07.00 sampai dengan rentang pukul 17.00-18.00, yaitu (i) nilai kecepatan rerata waktu, (ii) nilai kecepatan rerata ruang, dan (iii) hubungan antara kecepatan rerata waktu dan ruang. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: (i) kecepatan rerata waktu berkisar 73,846 km /jam sampai 82,508 km/jam, dengan kecepatan rerata waktu terbesar terjadi pada pukul 17.00-18.00 WIB, sedangkan terendah pada pukul 06.00-07.00 WIB; (ii) kecepatan rerata ruang berkisar 67,544 km/jam sampai 76,938 km/jam, dengan kecepatan rerata ruang terbesar terjadi pada pukul 17.00-18.00 WIB, sedangkan terendah pada pukul 06.00-07.00 WIB; dan (iii) hubungan antara kecepatan rerata waktu dan ruang terdapat pada persamaan kecepatan rerata waktu sama dengan kecepatan rerata ruang ditambah (?s) dibagi dengan kecepatan rerata ruang.
PEMODELAN SISTEM MANAJEMEN PEMBERIAN AIR PADA DAERAH IRIGASI KABUPATEN BOGOR Nahrudin, Ma’mun
ASTONJADRO Vol. 3 No. 1 (2014): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v3i1.801

Abstract

Model sistem manajemen pemberian air faktor keandalan debit maksimum = 67% dan minimum = 25%. Dari semua uji model yang mendekati dengan ketersediaan air adalah model 11 dengan faktor keandalan rata-rata 67%, model 7 dengan faktor keandalan rata-rata 62%, model 10 dengan faktor keandalan rata-rata 58%. Secara keseluruhan dari semua permodelah yang diteliti mengalami defisit ketersediaan air terutama pada musim tanam II (Gadu I) dan musim tanam III (Gadu II).
ANALISIS KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN KEPADATAN KENDARAAN BERMOTOR (Studi kasus Depan Masjid Assalafiyah, Jl. Raya Sukabumi KM 22 Cigombong, Kabupaten Bogor) Thamrin, Thamrin; Syaiful, Syaiful
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.839

Abstract

Pengaruh tingkat kebisingan lalu lintas terhadap kepadatan lalu lintas memiliki korelasi yang baik, dengan jumlah kendaraan yang melewati di ruas jalan dapat dilihat dari hubungan yang cukup linier antara kedua variabel yaitu kebisingan lalu lintas dan kepadatan lalu lintas, diketahui bahwa terdapat variabel yang mempengaruhi tingkat kebisingan tersebut, diantaranya adalah kepadatan lalu lintas, lebar jalan, jenis kendaraan dan benda benda sekitar jalan yang dapat meredam atau mementulkan bunyi. Kepadatan kendaraan di sekitarnya memberikan konstribusi besar pada kebisingan yang di terima oleh Masjid Assalafiyah Cigombong, dengan kontribusi sebesar 68,281 dB. Tingginya kebisingan yang diterima asjid Assalafiyah Cigombong, dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan yang melintas di ruas jalan Mayjen Edi Sukma KM 22 yang setiap 1 jam rata-rata sebanyak 3.874 kendaraan. Kebisingan yang diterima tersebut, selain dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan yang melintas, dipengaruhi juga oleh lingkungan sekitar masjid. Kebisingan yang terjadi di lingkangan masjid sudah saatnya memerlukan penanganan yang serius, mengingat pengaruh buruk dari kebisingan terhadap kesehatan manusia pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Berbagai penanganan kebisingan telah banyak dilakukan terutama terkait tiga hal, yaitu pada sumber suara, media suara dan penerima. Penanganan secara arsitektural lebih tepat ditunjukan pada penanganan media perambatan suara.
PERENCANAAN TEBAL LAPIS PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN KAPTEN DASUKI BAKRI Muharam, Rigi
ASTONJADRO Vol. 8 No. 2 (2019): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i2.2617

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian. Jalan Kapten Dasuki Bakri merupakan jalan akses menuju Universitas Inais, Pamijihan dan jalur akses wisata gunung salak, yang kondisi sekarang ini mengalami kerusakan di beberapa titik diantaranya kerusakan jalan berlubang akibat limpahan air dari saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik, aspal yang mengalami kerusakan dan mengelupas, beban muatan kendaraan yang melintas. Seringnya penanganan dalam perbaikan kerusakan tersebut yang hasilnya tidak sampai bertahan lama, maka perlu adanya suatu penanganan peningkatan jalan yang tepat yang dapat mengatasi kerusakan – kerusakan pada ruas jalan tersebut dan sehingga jalan dapat bertahan lama. Masalah tersebut perlu diatasi dengan cara melakukan overlay jalan dengan perkerasan beton dengan umur rencana 20 tahun dan perhitungan geometrik pada lokasi penelitian tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi eksisting kerusakan jalan, dan mendapatkan perhitungan teknis tebal perkerasan kaku yang sesuai kondisi lalu lintas yang ada. Analisa perkerasan kaku jalan menggunakan standard Metode AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials), serta perhitungan geometrik kondisi jalan menggunakan standard AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) dan Bina Marga 2002. Hasil analisis didapatkan tebal sesuai kondisi sembilan tabel AASHTO 1993 adalah 24 cm dengan tulangan memanjang D12-300 mm, tulangan melintang D31-840 mm, Dowel atau Tie bar yang dipakai dengan diameter 12 mm, panjang 500 mm, dan jarak 300 mm dan hasil geometrik dari analisis jalan tersebut adalah full circle.
STUDI KELAYAKAN INFRASTRUKTUR PENUNJANG PEMBANGUNAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) 3R (Studi Kasus: Palabuhanratu, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi) Praditia Husadi, Septian; Namara, Idi
ASTONJADRO Vol. 5 No. 1 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i1.830

Abstract

Kondisi sampah di indonesia semakin hari semakin meningkat, khususnya di kota Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, dengan kondisi layanan sampah yang saat ini baru mencapai 15%. Angka tersebutmasih jauh dari ideal, untuk itu perlu mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah setempat. Oleh karena itu dibutuhkannya pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di daerah tersebut, dan dalam setiap pembangunan diperlukan infrastruktur penunjang, guna mengoptimalkannya sistem pembangunan. Lokasi pembangunan tersebut tepatnya di desa Cidadap Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur tersebut meliputi jalan, drainase, telekomunikasi, listrik dan air bersih. Alat yang digunakan untuk mengukur titik koordinat jalan menggunakan Global Positioning System (GPS). Untuk menunjang pembangunan TPST tersebut perlu dilakukan pengembangan infrastruktur pendukung diantaranya: pelebaran jalan, peningkatan sistem jaringan telekomunikasi, penambahan akses listrik dan pengembangan sistem drainase di sepanjang jalan menuju TPST.
KAJIAN TENTANG EFEKTIFITAS MOBIL LISTRIK DALAM MENUNJANG TRANSPORTASI KAMPUS (Studi Kasus: Kampus IPB Dramaga) Mahdi, Mahdi; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol. 7 No. 2 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i2.2281

Abstract

Kampus merupakan  tempat untuk mencari ilmu yang digunakan mahasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan yang tinggi. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan ditempuh setelah pendidikan menengah, mencakup program pendidikan Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor. Kampus Institut Pertanian Bogor  (IPB) tahun 2020 mencanangkan Green Kampus. Green transportation merupakan Visi awal Perguruan tinggi bertaraf Internasional. Tujuan Penelitian mendapatkan efektifitas penggunaan mobil listrik terhadap pelayanan pemakai moda transportasi moli di lingkungan kampus IPB Dramaga. Mobil listrik adalah kendaraan yang di gerakkan oleh listrik Accu (DC) .yang menggunakan Enegi listrik yang disimpan dalam beterai atau tempat penyimpanan energi. Panjang lintasan untuk koridor 1 sepanjang 1,7924 km. Koridor 2 sepanjang 0,685 km, koridor 4 sepanjang 1,1955 km dan koridor 5 sepanjang 1,5336 km.  Load Factor untuk semua koridor dibawah 70% yaitu paling tinggi 37 % yaitu Koridor 5 Perum Dosen-Gate 2 dan paling rendah 25% Koridor 1 FKH-GWW via Asrama Putri artinya tidak memenuhi. Headway jalur Moli Koridor 1 FKH-GWW via Asrama Putri sebesar 9 menit 32 detik dan yang paling rendah headway 7 menit 32 detik dengan SPM headway 5-10 menit, memenuhi SPM. Waktu Tunggu angkutan Moli paling tinggi waktu menunggu rata-rata Koridor 1 GWW-FKH via Asrama Putri  yaitu 4 menit 46 detik dengan standar pelayanan minimal 5 – 10 menit dan maks 10 – 20 menit lebih kecil dari SPM, artinya semua koridor telah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Waktu tempuh pelayanan Moli di lingkungan IPB Dramaga Koridor 5 Gate 2-Perum Dosen lebih kecil dari pada standar pelayanan minimal (SPM) sedangkan untuk Koridor 1 GWW-FKH via Asrama Putri sudah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).

Page 6 of 51 | Total Record : 507