cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JUTEKS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
PEMBUATAN ALAT UKUR LEVEL AIR TANGKI DAN SISTEM BACKUP KENDALI PEMANAS, INSTALASI UNTAI SISTEM SIRKULASI ALAMIAH (USSA-FT01) ., Maswan
JUTEKS Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.744 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v4i1.701

Abstract

PEMBUATAN ALAT UKUR LEVEL AIR TANGKI DAN SISTEM BACKUP KENDALI PEMANAS INSTALASI UNTAI SISTEM SIRKULASI ALAMIAH (USSA-FT01). USSA-FT01 adalah sarana laboratorium di FT-UIKA, BOGOR yang dibangun untuk mempelajari fenomena-fenomena sirkulasi alamiah. Parameter yang dipantau meliputi temperatur, tekanan, laju alir, dan level air pada tangki. Khusus pada indikator level air pada tangki, telah dibuat alat ukur jenis kontinyu yang cocok dengan berbagai keadaan. Alat tersebut dibangun dari komponen Linear Variable Differential Transformer (LVDT) sebagai penguat tegangan dan PLC sebagai unit pembacaan. Selain untuk mengetahui level level air, alat ini juga dapat digunakan sebagai sistem backup pengaturan penggunaan pemanas sehingga diperoleh efesiensi daya listrik pada pemanas. Metode yang telah dilakukan, meliputi: (1) pembuatan desain penempatan LVDT sebagai alat ukur, (2) pembuatan desain LVDT sebagai alat ukur, (3) pembuatan rangkaian penguat koil primer dan sekunder, (4) Pabrikasi bahan untuk tranformator LVDT, (5) Penggulungan lilitan primer, (6) Penggulungan lilitan sekunder, (7) pengukuran resistansi koil. (8) pengintegrasian transformator dan rangkaian penguat. Karakterisasi LVDT dilakukan dengan langkah: (1) pensimulasian efek pergerakan inti, (2) eksperimen, (3) pengintegrasian LVDT dengan USSA-FT01. Tegangan di terminal keluaran 0-5 volt DC untuk diumpankan ke PLC pada masukan LIC. Tegangan terminal keluaran LIC akan di gunakan sebagai kontrol level air dengan cara mengaktifkan selenoid valve atau bahkan dapat juga digunakan sebagai sistem backup dari rangkaian kontrol pemanas. Karakteristik LVDT diperoleh: respon linier, sensitif terhadap pergerakan, dapat dipakai pada tempat basah dan mudah pabrikasinya.
PEMBUATAN DESAIN SISTEM INSTRUMENTASI DAN KONTROL BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) PADA USSA-FT01 Apriyanto, Yayang
JUTEKS Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.692 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v2i2.338

Abstract

PEMBUATAN SISTEM INSTRUMENTASI DAN KONTROL BERBASIS PLC PADA USSA-FT01. Kelebihan pengukuran dan pengontrolan parameter-parameter fasilitas uji USSA FT-01 secara elektronik dengan PLC antara lain proses pengukuran yang real time, hasil pengukuran yang akurat, dan proses pengontrolan bisa dilakukan secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Proses pembuatan sistem instrumentasi dan kontrol diawali dengan penentuan desain sistem yang diinginkan. Berdasarkan desain awal tersebut kemudian dipilih peralatan pengukuran dan produk PLC yang sesuai dengan kebutuhan. Metode yang telah dilakukan, meliputi: (1) pembuatan desain sistem pengukuran dan kontrol USSA FT-01 dalam bentuk diagram instrumentasi, (2) penentuan skala engineering unit sinyal pengukuran yang dipakai, (3) pembuatan desain sistem alarm, (4) pembuatan desain pengontrolan level air tangki, temperatur cooler, temperatur heater, menerjemahkan ke dalam bahasa program ladder diagram, dan men-download program ladder diagram ke PLC, (5) pembuatan program HMI dan pengkomunikasian antara HMI dan PLC, (6) pembuatan desain dan perakitan (electrical wiring) panel USSA FT-01, (7) pembuatan prosedur pengoperasian fasilitas uji USSA FT-01. Terdapat deviasi pembacaan temperatur, level, pressure, dan flow antara sinyal simulator dan PLC. Deviasi ini disebabkan oleh tingkat ketelitian I/O PLC yang berbeda dengan simulator sinyal, proses perhitungan sinyal, dan keterbatasan display HMI. Respon pengontrolan pada level tangki dan temperatur cooler menyebabkan process variable yang berosilasi karena menggunakan jenis on-off control. Respon pengontrolan temperatur heater memungkinkan process variable stabil mendekati setpoint karena menggunakan jenis PID control. Berdasarkan hasil commisioning maka dapat disimpulkan, bahwa (1) Sistem pengukuran dan pengontrolan pada USSA FT-01 berbasis PLC diperoleh melalui beberapa tahap yaitu: pembuatan desain sistem pengukuran dan pengontrolan, penerjemahan sistem ke dalam program ladder diagram, pembuatan program HMI, pembuatan desain dan perakitan panel kontrol USSA FT-01; (2) dengan, (2.a) Setiap pengkuran memiliki deviasi yang disebabkan oleh keterbatasan ketelitian pengukuran; (2.b) Respon pengontrolan on dan off ini menghasilkan proses variable berosilasi; (2.c) Respon pengontrolan jenis PID dapat mengeliminasi process variable yang berosilasi jika dilakukan tuning respon PID yang tepat.
KONSTRUKSI ROTOR MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTERNATOR FASE TUNGGAL Goeritno, Arief; Hidayat, Alfian
JUTEKS Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.725 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i2.330

Abstract

KONTRUKSI ROTOR MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTENATOR FASE TUNGGAL. Telah dibuat konstruksi rotor magnet permanen fluks radial untuk alternator fase-tunggal, melalui perolehan: 1) konstruksi rotor dengan magnet permanen fluks radial untuk alternator fase tunggal, 2) daya mekanis penggerak mula, 3) pengukuran kinerja alternator tanpa beban, dan 4) pengukuran kinerja alternator berbeban. Metode penelitian yang dilakukan pada tahapan pembuatan rotor, yaitu: (a) pembuatan pola rumah magnet, (b) pembuatan pola poros rotor, (c) pengukuran dimensi rotor, (d) pengerjaan rumah magnet dan poros rotor, dan (e) pemasangan magnet permanen pada rumah magnet. Langkah-langkah untuk perolehan daya mekanis penggerak mula, adalah: (a) rakitan rotor dan stator, dan (b) daya mekanis teoritis penggerak mula. Tahapan dalam pengukuran dan perhitungan kinerja alternator tanpa beban meliputi: (a) penggunaan penggerak mula, (b) koneksi penggerak mula ke poros rotor alternator, dan (c) nilai putaran poros, tegangan terminal, dan frekuensi alternator. Tahapan dalam pengukuran kinerja alternator berbeban meliputi: (a) pengukuran kinerja alternator berbeban tanpa pengontrolan putaran, dan (b) pengukuran kinerja alternator berbeban dengan pengontrolan putaran. Konstruksi rotor magnet permanen dilakukan dengan pembuatan pola rumah magnet pada rotor, agar dapat untuk penempatan jumlah maksimum magnet permanen yang berjumlah 12 (dua belas) dalam alur magnet. Hal itu didasarkan kepada keberadaan dimensi magnet permanen yang tersedia di pasaran. Ukuran alur tempat magnet, adalah 17 mm (lebar), 5 mm (tebal), dan 40 mm (panjang), sehingga diperoleh jarak antar setiap magnet 5,5 mm. Panjang rotor sesuai panjang inti stator (stator core). Panjang pola poros rotor sebesar 210 mm, terdiri atas tiga bentuk dengan dimensi berbeda. Diameter poros rotor dibuat dengan 3 ukuran yang berbeda, diantaranya 1 bagian dengan diameter 30 mm (panjang 60 mm) berfungsi sebagai dudukan rumah magnet, 2 bagian dengan diameter 20 mm (panjang 12 mm) berfungsi sebagai dudukan bearing, dan 2 bagian dengan diameter 19,4 mm (panjang 63 mm) berfungsi sebagai kopel ke penggerak mula dan dapat digunakan untuk tempat kipas jika diperlukan. Diameter rotor berdasarkan diameter dalam inti stator yang tersedia (87 mm), sedangkan panjang rotor mengacu pada panjang magnet permanen dan lebar inti stator. Diameter rotor harus lebih kecil dari diameter dalam stator dengan tujuan, agar diperoleh celah udara (air gap) antara inti rotor dan inti stator. Diameter inti rotor diperoleh sebesar 85 mm, sehingga diperoleh selisih 2 mm sebagai celah udara untuk dua sisi yang berseberangan. Pengukuran keliling rotor untuk penentuan letak magnet permanen dan ukuran alur-alur sebagai rumah magnet.
PERENCANAAN TEKNIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DI RT.28/RW.08 DESA HAMBALANG KECAMATAN CITEUREUP- KAB.BOGOR Muliawati, M.T., Fithri; Mustopa, Opa
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.594 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.752

Abstract

PERENCANAAN TEKNIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DI RT.28/RW.08 DESAHAMBALANG KECAMATAN CITEUREUP KAB.BOGOR. Telah dilakukan perencanaan jaringan distribusi tegangan rendah di RT 28/ RW 08 Desa Hambalang. Data-data berupa luas daerah, letak geografis, dan jumlahrumah diperoleh melalui survei lapangan. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisa untuk menentukan kebutuhan daya tiap rumah. Pengolahan data dan proses analisa menghasilkan informasi berupa: 10 rumah yangmemiliki bangunan permanen dipasang kapasitas daya listrik sebesar 900VA dengan total energi yang dipakai dalam satu hari sebesar 40200Wh. Beban puncak terjadi pada jam 19.00-21.00 dengan puncak energi per-jamnya4350Wh beban terendah terjadi pada jam 14.00-16.00 dengan jumlah energi per-jamnya 900 Wh. Sedangkan untuk 40 rumah semi permanen pelanggan lainnya dipasang jaringan listrik berkapasitas 450 VA dengan total energi yangdipakai dalam satu hari 59060 Wh. Beban puncak terjadi pada pukul 19.00-21.00 dengan total energi 4350 Wh dan beban terendah terjadi pada pukul 09.00-11.00 dengan total energi sebesar 1650 Wh. Jenis tiang yang dipakaiadalah tiang beton, jenis konduktor adalah jenis Twisted Insulated Conduktor (TIC) yang terbuat dari bahan almunium murni, dengan luas penampang berdasarkan PUIL 2000, dengan panjang kabel ± 1890 meter untuk kabelberpenampang 35 mm2 dan ±600 meter untuk kabel berpenampang 10 mm2.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE SISTEM PEMBERIAN PAKAN IKAN BERBASIS RTC DS1307 Muliawati, Fithri; M.Si, Suratun; Ruspiana, Oki
JUTEKS Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.521 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v4i1.707

Abstract

RANCANG BANGUN PROTOTIPE SISTEM PEMBERIAN PAKAN IKAN BERBASIS RTC DS1307. Telah dibuat Rancang Bangun Prototipe Sistem Pemberian Pakan Ikan dengan penggunaan RTC DS1307 sebagai penghitung detik, menit, jam, tanggal, bulan dan hari sampai tahun 2100. Alat ini mempermudah dalam memberi pakan ikan secara otomatis, dapat mengatur waktu pakan ikan sehingga lebih mudah di monitor. Diagram alir untuk pemrograman mikrokontroler Atmega16 terdiri atas sejumlah tahapan, yaitu: (a) konfigurasi pin, (b) deklarasi variabel, (c) inisialiasi, (d) program utama, (e) Tampilan indikasi sistem pada LCD, (f) ambil dan kirim data, (g) output,. Penulisan sintaks program sebagai penentu kinerja mikrokontroler. rancang bangun prototipe sistem pemberian pakan ikan berupa kotak akrilik berukuran 25cm x 40 cm x 20 sebagai sistem utama untuk penempatan rangkaian minimum sistem mikrokontroler serta kotak akrilik 25cm x 15cm sebagai tempat pakan ikan. Terdapat tiga kondisi yang menjadi acuan hasil uji validasi rangkaian ini, yaitu: a) pengaturan waktu Real Time Clock, b) pengujian 3 motor servo, dan c) pengujian motor DC. Pengkondisian saat LCD menunjukan waktu pemberian pakan ikan telah tercapai maka motor servo akan bergerak 1800 untuk membuka penutup pakan ikan, agar pakan tersebut bergerak menuju Bucket untuk disebarkan kedalam kolam. sistem akan terus berjalan dengan tampilan waktu Real Time Clock pada LCD berupa tulisan “jam, menit, detik”. Pemberitahuan saat kondisi sistem waktu sudah tercapai dikarenakan pada sistem mikrokontroler menerima input sinyal digital dari IC (Integrated Circuit) Real Time Clock. Kondisi waktu jika belum tercapai, maka motor servo tidak akan bergerak.
PEMBANGUNAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 kV PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) BINARY CYCLE DIENG Hariansyah, M.; Miliyon, Charles
JUTEKS Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v2i1.346

Abstract

PEMBANGUNAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 kV PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) BINARY CYCLE DIENG. Tegangan yang di hasil oleh generator pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Binary Cycle Dieng adalah sebesar 400 volt, kemudian tegangan ini akan di naikan oleh transformator step up menjadi 20 kV. Pendistribusian energi listrik di lakukan dengan sistem saluran udara sehingga memerlukan analisa untuk mendapatkan jenis saluran atau jaringan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Metodelogi yang di lakukan adalah, menganalisis kebutuhan komponen saluran udara tegangan menengah 20 kV, mempersiapkan komponen-komponen jaringan tegangan menengah dan melakukan pemasangan komponen-komponen jaringan tegangan menengah 20 kV. Hasil penelitian menunjukan kebutuhan tiang listrik jaringan tegangan menengah 20 kV yang dibutuhkan adalah sebanyak 5 batang, yang terdiri dari 1 tiang portal trafo step up, 2 tiang penyangga dan 1 tiang akhir dengan penggunaan kabel penghantar jenis AAAC dengan luas penampang 70 mm2, daya hantar arus 138 A - 244 A. Pada suhu rata-rata tertinggi (32°C) dengan panjang penghantar dari tiang portal ke tiang akhir sepanjang 135 meter dan jarak tiang/gawang (S) 45 meter, berat penghantar (W) yaitu 0,208 Kg/m, tegangan/renggangan mendatar dari penghantar (T) : 198 daN = 198 Kg, maka berat andongan yang terjadi adalah sebesar 0,265 cm dari garis lurus penghantar antar tiang.
RANCANG BANGUN BUCKBOOST KONVERTER UNTUK APLIKASI GENERATOR FLUKS AKSIAL MAGNET PERMANEN (FAMP) Muliawati, Fithri; Gunawan, Indra
JUTEKS Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.753 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i2.335

Abstract

RANCANG BANGUN BUCKBOOST KONVERTER UNTUK APLIKASI GENERATOR FLUKS AKSIAL MAGNET PERMANEN (FAMP). Telah dilakukan pembuatan sebuah Buckboost konverter sebagai salah satu regulator dc tipe switching yang memenuhi kebutuhan dan dapat menghasilkan sumber tegangan searah dengan keluaran yang variabel. Buckboost konverter digunakan sebagai penstabil tegangan yang dihasilkan oleh generator fluks aksial magnet permanen (FMAP). Mikrokontroler mempunyai fungsi sebagai pengatur PWM yang dibangkitkan dari pemrograman mikrokontroler sehingga regulasi tegangan keluaran pada buckboost konverter dapat diatur dengan mudah. Uji verifikasi berupa simulasi terhadap kinerja sistem buckboost konverter untuk generator FMAP menggunakan osiloskop. Pengukuran kinerja sistem dilakukan untuk mengtahui arus dan tegangan yang keluar dari generator FMAP dan outputan buckboost konverter. Nilai dutycycle terendah mulai dari 1,93% dengan tegangan keluaran sebesar 2,4Vdc dan 0,1A sampai tertinggi 66,8% dengan tegangan keluaran sebesar 35,2Vdc dan 0,05A. Buckboost konverter dapat menghasilkan efisiensi maksimal dengan beban R load 53? sebesar 65,185% pada dutycycle tertinggi 66,8% dengan tegangan keluaran 35,2V, arus output 0,15A dan Pout 1,76W. Sedangkan efisiensi minimal sebesar 8,791% pada dutycycle terendah 1,93% tegangan keluaran 2,4VDC, arus output 0,1A dan Pout 0,24W. Hasil pengukuran sensor akan ditampilkan pada LCD, nilai tampilan pada LCD dibagi menjadi 2 bagian yaitu line 1 nilai tegangan input dan tegangan output, line 2 nilai tegangan arus.
SISTEM KENDALI MOTOR DC SEBAGAI ENERGI MEKANIK PADA MOTORIZED SCREEN BERBASIS ARDUINO UNO Fachrudin, Ahmad; Hendarto, Deni
JUTEKS Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.834 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v4i2.1399

Abstract

Telah dilakukan pembuatan rancang sistem kendali motor dc sebagai penggerak mekanik pada motorized screen berbasis arduino uno. Pemanfaatan motor DC untuk menggerakan mekanik yang ditempatkan pada layar (screen) dinding. Sistem dikendalikan oleh remote control untuk mengatur pergerakan Screen. Remote control mengirimkan data ke receiver remote yang kemudian sebagai masukan Arduino Uno. Arduino Uno mengolah data yang dikirim oleh receiver remote untuk mengatur putaran motor DC yang menggerakan mekanik pada layar (screen). Pengaturan putaran motor DC dilakukan oleh driver motor DC yang mengontrol arah putaran motor forward (maju) atau reverse (mundur).putaran motor DC dapat mengatur layar dinding sesuai dengan keinginan. Pengaturan posisi ini tergantung pada penekanan tombol keypad remote control dari jarak posisi minimum ke posisi maksimum.Pada posisi maksimum putaran motor DC akan berhenti secara otomatis, karena mekanik menyentuh saklar limit (limit switch). Saklar limit ini membatasi putaran motor sehingga motor berhenti berputar pada satu arah putaran. Setelah mencapai posisi maksimum motor DC dapat berputar berkebalikan dengan arah putaran sebelumnya.Jadi, perputaran motor DC forward dan reverse kendalikan oleh driver motor dan dibatasi oleh saklar limit (limit switch).
Aplikasi Sel Surya Sebagai Energi Alternatif Untuk Mobile Charger Sumirat, Iwan; Tugonggo, Ronny
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.142 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.341

Abstract

Aplikasi Sel Surya Sebagai Energi Alternatif Untuk Mobile Charger.dilakukan penelitian tentang energi surya sebagai energi alternatif yang dinyatakan sebagai energi yang ramah lingkungan. Dalam hal ini energi tersebut dapat digunakan sebagai energi yang terbarukan pada saat ini. Dengan menggabungkan antara sel surya dengan beberapa komponen elektronik, baik itu sebagai penguat (op-amp) ataupun limitter maka akan didapat suatu energi yang stabil dan dapat diaplikasikan sebagai charger, akan tetapi charger tersebut hanya dapat digunakan pada siang hari. Agar dapat memenuhi kebutuhan sebuah charger yang optimal, maka di perlukan sebuah batere yang dapat dipergunakan sebagai power bank pada saat sel surya tidak mendapatkan cahaya matahari.Dengan adanya batere sebagai power bank maka charger dapat dipergunakan pada malam hari.Sehingga charger tersebut dapat menjadi mobile dan dapat dipergunakan dimanapun selama power banknya dalam kondisi penuh.
PROTOTIPE SISTEM OTOMATIS PENGUKURAN DENSITAS DEBU, KELEMBABAN UDARA, DAN SUHU RUANG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 UNTUK STERILISASI UDARA PADA RUANG PERAKITAN LENSA KAMERA Muliawati, Fithri; Seftiana, Anggi
JUTEKS Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.497 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i1.326

Abstract

PROTOTIPE SISTEM OTOMATIS PENGUKURAN DENSITAS DEBU, KELEMBABAN UDARA, DAN SUHU RUANG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 UNTUK STERILISASI UDARA PADA RUANG PERAKITAN LENSA KAMERA. Telah dilakukan pembuatan prototipe sistem otomatis pengukuran densitas debu, kelembaban udara, dan suhu ruang berbasis mikrokontroler ATMega 32 untuk sterilisasi udara pada ruang perakitan lensa kamera, melalui pemahaman sistem saat ini dan sistem baru, pembuatan rangkaian simulasi, pemilihan dan perakitan sensor, pembuatan dan pengintegrasian sistem, pembuatan program, pengujian sistem, pengukuran densitas debu, kelembaban udara dan suhu ruang, analisis hasil pengukuran dan kesimpulan. Penggunaan 4 port sebagai masukan dan keluaran. Port-A sebanyak 1 pin sebagai masukan data dari dust sensor, Port-B sebanyak 1 pin sebagai masukan data dari sensor kelembaban dan suhu, Port-C sebagai keluaran ke LCD, dan Port-D sebagai keluaran aktuator. Pembuatan program mikrokontroler ATmega32 terdiri atas sejumlah tahapan, yaitu: konfigurasi pin, deklarasi variabel, inisialiasi, program utama, dan Tampilan indikasi sistem pada LCD. Penulisan sintaks program sebagai penentu kinerja mikrokontroler. Prototipe sistem otomatis pengukuran densitas debu, kelembaban udara, dan suhu ruang berbasis mikrokontroler ATMega 32 untuk sterilisasi udara pada ruang perakitan lensa kamera berupa kotak akrilik 25 cm x 25 cm x 25 cm sebagai simulasi ruang perakitan lensa yang steril. Uji validasi digunakan beberapa kondisi udara, yang dikondisikan secara manual dan diasumsikan sebagai kondisi tubuh manusia. Terdapat tiga kondisi yang menjadi acuan hasil uji validasi rangkaian ini, yaitu: kondisi udara berdebu, kondisi udara basah/lembab dan kondisi udara panas. Pengkondisian saat rangkaian elektrik pada sistem tidak terjadi gangguan adalah pemberitahuan pada LCD berupa tulisan “Ruangan Normal”. Pemberitahuan saat kondisi sistem aman dikarenakan pada sistem mikrokontroler menerima input sinyal digital dari rangkaian sensor-transduser bernilai 0. Hasil pengukuran kadar debu yang terdeteksi berkisar 0.05 mg/m3 tanpa gangguan kondisi buatan, dan berkisar 0.5 - 0.8 mg/m3 dengan gangguan kondisi buatan. Kelembaban udara yang terdeteksi berkisar antara 40 - 70% tanpa gangguan kondisi buatan dan 80 - 100% dengan gangguan kondisi buatan. Suhu yang terdeteksi tanpa gangguan kondisi buatan dalam prorotipe ruangan berkisar antara 20-35 0C, dengan gangguan kondisi buatan berkisar 40 -70 0C.

Page 3 of 14 | Total Record : 140