cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JUTEKS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
KALIBRASI OVERFREQUENCY RELAY PADA SISTEM PROTEKSI GENERATOR UNIT 1 PT. PEMBANGKIT JAWA-BALI UNIT PEMBANGKITAN CIRATA Suryadi, Aris
JUTEKS Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.226 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v4i1.535

Abstract

Kalibrasi merupakan salah satu faktor penting dalam sistem proteksi tenaga listrik. Setiap bagian sistem tenaga listrik diproteksi dengan relay yang berbeda. Salah satu relay proteksi yang digunakan pada generator adalah overfrequency relay yang berfungsi sebagai pengaman kecepatan lebih pada generator. Kalibrasi overfrequency relay bertujuan untuk mengetahui tingkat keandalan overfrequency relay. Pada kalibrasi ini zera tester dimanfaatkan sebagai simulasi dari generator yang berfungsi menginjeksikan tegangan sesuai dengan form pengujian. Dari hasil kalibrasi dan pengukuran overfrequency relay didapat bahwa overfrequency relay  tersebut memiliki persentase kesalahan 0% yang berarti masih bekerja dalam kondisi normal.Kata Kunci : overfrequency relay, zera tester, persentase kesalahan
RANCANG BANGUN PROTOTIPE KULKAS MINI THERMOELEKTRIK Sumirat, Iwan; ., Romanto
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.794 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.340

Abstract

RANCANG BANGUN PROTOTIPE KULKAS MINI THERMOELEKTRIK. Telah dirancang sebuah prototype kulkas mini thermoelektrik. Efek thermoelektrik khususunya efek peltier dapat digunakan sebagai alternatif bagi sistem pendingin konvensional di mana proses pendinginan tidak menggunakan sistem mekanis seperti pompa kompresor namun dilakukan melalui mekanisme elektronis yang terjadi pada bahan-bahan tertentu khususnya semikonduktor. Pada thermoelektrik pendingin ini memiliki ukuran yang telah ditentukan dan sangat efisien pada thermoelektrik memiliki ukuran khusus panjang 4 cm, lebar 4 cm dan ketebalannya 3,8 cm yang dapat diberi arus 12 volt dan 5 ampere sehingga dapat dimaksimalkan dan dapat menghasilkan dingin yang maksimal pula bisa memperoleh hasil hingga mencapai 2?C bila suhu panasnya dibuang dengan maksimal, minimal bertahan di suhu kamar untuk panasnya disekitar 27?C sampai dengan 29?C maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan bila suhu panasnya dibuang. Hasil pengujian belum memperoleh hasil yang diinginkan dari temperatur yang seharusnya, dikarenakan temperatur tersebut belum bisa turun selalu naik terus menerus dalam jangka waktu yang telah ditentukan setiap satu menit selalu terhitung dan tidak terlewati dalam waktunya karena kesulitan dari cara membuang panas pada alat yang telah dibuat dan dalam waktu yang singkat walaupun suhu yang akan digunakan pada lemari pendingin tersebut hanya 10?C yang di minta.
PENERAPAN SISTEM PROTEKSI UNDER OVER VOLTAGE RELAY PADA LOW VOLTAGE MAIN DISTRIBUSI PANEL (LVMDP) DI GEDUNG IR H PRIJONO UIKA BOGOR Hendarto, Deni; Gumilang, Bayu Prananda
JUTEKS Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.296 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i2.332

Abstract

PENERAPAN SISTEM PROTEKSI UNDER OVER VOLTAGE RELAY PADA LOW VOLTAGE MAIN DISTRIBUSI PANEL (LVMDP) DI GEDUNG IR H PRIJONO UIKA BOGOR. Telah dilakukan pemasangan sistem proteksi Under Over Voltage Relay pada low voltage main distribusi panel (LVMDP) di Gedung Ir H Prijono Uika Bogor. Pemasangan sistem proteksi dilakukan melalui: 1) perencanaan penempatan pemasangan sistem proteksi Under Over Voltage Relay pada LVMDP, 2) penentuan peralatan dan bahan, 3) pemasangan sistem proteksi Under Over Voltage pada LVMDP, 4) pemasangan Shunt Trip dan Buzzer pada LVMDP, 5) pengujian sistem proteksi pada LVMDP. Tahapan perencanaan penempatan sistem proteksi under over voltage yaitu : meliputi tata letak komponen yg akan dipasang, tahapan penentuan peralatan dan bahan yaitu: meliputi alat dan bahan yang akan dipakai selama pekerjaan pemasangan, tahapan pemasangan sistem proteksi yaitu : (a) pemasangan komponen under over voltage relay, (b) pemasangan shunt trip dan buzzer. Tahapan pengujian diperoleh seting yang di terapakan pada sistem proteksi under over voltage yaitu : (1) undervoltage 8% (2) undervoltage delay 5 s (3) overvoltage 4% (4) overvoltage delay 2,5 s (5) unbalance 10 % (6) unbalanca delay 2,5 s, (a) starting delay 0, (b) phase L-L, (c) nominal voltage 400 v, (d) relay r2 1= pickup (e) auto/manual resetting : auto reset
RANCANG BANGUN PENGINTEGRASIAN 3 SISTEM KENDALI MOTOR INDUKSI Maulana, Andri; Hariansyah, M.
JUTEKS Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.115 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v4i2.1396

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan rancang bangun pengintegrasian 3 sistem kendali motor induksi. Rancang bangun menghasilkan sistem kendali yang dapat digunakan untuk mengoperasikan beberapa fungsi kerja motor induksi skala laboratorium. Sebagai sistem kontrolnya menggunakan kontak-kontak bantu pada magnetic contactor dan di lengkapi dengan relay tambahan serta menggunakan sistem pengaman thermal overload relay (TOR). karena sistem kontrol tersebut dapat menahan daya yang cukup besar dan teruji keandalannya, rancang bangun ini melalui tahapan-tahapan yaitu: persiapan alat dan bahan, perancangan alat dan desain gambar, perakitan sistem kendali serta pengujian alat. Prinsip kerja sistem kendali ini terbagi menjadi : a) fungsi kerja motor putar kanan dengan magnetic contactor 1 yang beroperasi b) fungsi kerja motor putar kiri dengan magnetic contactor 2 yang beroperasi c) fungsi kerja motor putaran lambat (1500rpm) dengan magnetic contactor 4 yang beroperasi d) fungsi kerja motor putaran cepat (3000rpm) dengan magnetic contactor 1 yang beroperasi e) fungsi kerja motor secara hubung bintang-segitiga dengan magnetic contactor 1 dan 3 beroperasi untuk hubung bintang kemudian setelah 0,5 detik secara otomatis magnetic contactor 3 berhenti beroperasi dan berpindah magnetic contactor 4 beroperasi sementara magnetic contactor 1 tetap beroperasi untuk hubung segitiga
PENERAPAN METODE DEAD BUS UNTUK SINKRONISASI GENSET CADANGAN Hendarto, M.Si, Deni; Sarman, Jarwoko
JUTEKS Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.132 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i1.741

Abstract

PENERAPAN METODE DEAD BUS UNTUK SINKRONISASI GENSET CADANGAN. Telah dilakukan Penerapan Metode Dead Bus Untuk Sinkronisasi Genset Cadangan. Metode Dead Bus mampu mempercepat proses sinkronisasi dibandingkan metode Live Bus. Pada sistem metode Dead Bus, saat terjadi pemadaman power utama (PLN) maka AMF (Automatic Main Failure) memerintahkan ACB (Air Circuit Breaker) ON dan diwaktu yg bersamaan genset akan bekerja (running) dengan eksitasi dari AVR (Automatic Voltage Regulator) masih belum di aktifkan, setelah Genset mencapai putaran 1450 rpm maka eksitasi generator akan diaktifkan. Pada kondisi putaran nominal (1500 rpm) kondisi kedua genset atau lebih sudah selesai melakukan proses sinkronisasi dan siap untuk didistribusikan sebagai pengganti energi utama (PLN). Data yang didapatkan dari penggunaan metode Dead Bus pada genset cadangan adalah 5 detik untuk mencapai putaran nominal dan 2 detik untuk proses pemberian eksitasi. Waktu total proses sinkronisasi adalah selama 7 detik untuk menggantikan energi utama ke beban listrik yang digunakan. Dengan asumsi proses sinkronisasi menggunakan metode Live Bus membutuhkan waktu 15 detik maka metode Dead Bus mampu mempercepat proses sinkronisasi selama 8 detik.
RANCANG BANGUN SISTEM EMERGENCY ENERGI LISTRIK UNTUK KONSUMEN RUMAH TANGGA GOLONGAN R1 Firdaus, Fauzan; Hariansyah, M.; ., Suratun
JUTEKS Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.131 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v5i1.2345

Abstract

RANCANG BANGUN SISTEM EMERGENCY ENERGI LISTRIK UNTUK KONSUMEN RUMAH TANGGA GOLONGAN R1. Telah dilakukan Rancang Bangun System Emergency Energi Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga  Golongan R1. Llistrik merupakan kebutuhan yang sangat penting terutama dalam bidang pengembangan teknologi informasi, sarana pendidikan dan rumah tangga. Penerapan sumber energi listrik alternatif sebagai energi cadangandengan pemanfaatan sumber energi DC (direct current) dari baterai (accu) yang di konversikan melalui tahapan rangkaian sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi cadangan AC (Alternating current). Alat ini bekerja ketika kondisi PLN padam, sedangkan ketika sumber listrik dari PLN menyala maka energi listrik pln yang digunakan sebagai mengisi daya pada baterai (charge) melalui Transformator step down menjadi 24Vac kemudian disearahkanmelalui rangkaian penyearah yang berupa bridge rectifier bertujuan untuk menyearahkan tegangan AC menjadi tegangan DC 24Vdc untuk mencharge accu 24Vdc. Kemudian terdapat rangkaian inverter yang bertujuan untukmengkonversikan energi listrik 24Vdc menjadi listrik 220 AC melalui proses switching atau pensaklaran pada inverter yang kemudian di salurkan pada transformator step up CT (center tap) 600VA. Sebelum daya listrik di alirkan ke beban, maka disalurkan terlebih dahulu pada magnetic contactor sebagai alat pemindah energi listrik PLN secara otomatis
PENERAPAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) PADA FAULT INDIKATOR OVER HEAD LINE (FIOHL) DI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) PENYULANG CAMRY GARDU INDUK SENTUL Warno, Bayu Dwi Utomo; Hendarto, Deni
JUTEKS Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.305 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v5i1.2337

Abstract

PENERAPAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) PADA FAULT INDIKATOR OVER HEAD LINE (FIOHL) DI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) PENYULANG CAMRY GARDU INDUK SENTUL. Telah dilakukan penelitian penerapan Short Messages Service (SMS) pada Fault Indikator OverHead Line (FIOHL) di Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di Penyulang Camry Gardu Induk Sentul. Pada saat ini gangguan listrik yang terjadi pada Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) banyak disebabkan akibat pemasangan antena TV, binatang,  layang-layang, dahan atau ranting pohon yang dapat menyebabkan hubung singkat antara tanah dengan SUTM. Untuk mengetahui arah gangguan pada SUTM adalah dengan memasang Fault Indicator Over Head Line (FIOHL). Cara yang selama ini dilakukan cukup memakan waktu lama karna dilakukan secara manual dengan melihat indikator lampu dari FIOHL yang tersebar di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan arah penyebab terjadinya gangguan secara cepat pada jaringan SUTM agar mempercepat pemulihan tegangan listrik. Sistem iniberfungsi untuk mengirimkan notifikasi SMS saat cahaya dari FIOHL terdeteksi oleh sensor. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Arduino Uno, Modem GSM SIM900A, dan Sensor LDR. Sistem ini sangat membantu petugas dalammengetahui arah gangguan pada SUTM.
PROTOTYPE SISTEM LAMPU LALU LINTAS SIMPANG TIGA BERBASIS PLC OMRON CP1E-E40DR-A Putra, Adis Rama; Hendarto, Deni; Irawan, Joki
JUTEKS Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.838 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v5i1.2346

Abstract

PROTOTYPE SISTEM LAMPU LALU LINTAS SIMPANG TIGA BERBASIS PLC OMRON CP1E-E40DR-A. Telah dibuat prototipe penelitian tentang sistem lampu lalu lintas simpang tiga berbasis PLC Omron CP1E-E40DR-A. Melihatdari kondisi arus lalu lintas yang padat dan membuat kemacetan di beberapa titik arus maka perlunya diterapkan suatu sistem yang mampu memprbaiki sistem arus lalu lintas yaitu mengunakan Prototype sistem lampu lalu lintas PLC Omron CP1E E40 DR-A, sistem ini memiliki fungsi untuk memberikan tanda bila terjadi kepadatan kendaraan yang akan yang telah diatur oleh sensor fotoelektrik yang ditempatkan ditiap ruas jalan. Dari hasil pengujian alat lampu lalu lintas telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan, untuk proses pengoperasian alat lampu lalu lintas dengan waktu lampu hijau menyala selama 5 detik, lampu kuning selama 3 detik, dan lampu merah selama 12 detik, proses sirkulasi lampu lalu lintas dimulai dari ruas jalan satu, ruas jalan dua dan ruas jalan tiga. Pada saat terjadi antrian Panjang dan terdeteksi oleh sensor, sensor akan menghitung jumlah kendaraan dan mengsinkronisasikan dengan kendaraan yang menghalangi sensor, maka dengan otomatis waktu menyala lampu hijau akan berubah dari 5 detik menjadi 10 detik pada setiap ruasjalan yang terjadi antrian Panjang, Pada penelitian ini juga menghasilkan sebuah sistem lampu lalu lintas yang dapat mempermudah petugas lalu lintas dalam perawatan maupun dalam membantu rekayasa lalu lintas.
STUDI PERBANDINGAN PENERAPAN ANTARA SILOPILOT FMM 760 DAN MICROPILOT M FMR250 SEBAGAI ALAT PENGUKUR KETINGGIAN MATERIAL PADA SILO SEMEN DI PLANT 6 PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA,TBK ., Widodo; Hendarto, Deni
JUTEKS Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.078 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v5i1.2342

Abstract

STUDI PERBANDINGAN PENERAPAN ANTARA SILOPILOT FMM 760 DAN MICROPILOT M FMR250 SEBAGAI ALAT PENGUKUR KETINGGIAN MATERIAL PADA SILO SEMEN DI PLANT 6 PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA,TBK. Proses pengukuran ketinggian material didalam silo semen sebelumnya dilakukan dengan bantuan operator dengan menggunakan seutas tali sebagai alat ukur, cara ini tidak efektif karena hasil pengukuran yang diperoleh kurang akurat dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Untuk mengatasinya dengan menerapkan sebuah alat pengukur ketinggian material. Alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian kedua silo semen terdapat dua pilihan yaitu silopilot FMM 760 dan micropilot M FMR250. Alat tersebut berbeda sistem pengukurannya yaitu silopilot FMM 760 menggunakansistem elektromekanik sedangkan micropilot M FMR250 dengan sistem radar. Pemakaian alat yang berbeda belum tentu hasil yang diperoleh tingkat keakuratannya sama mengingat area yang diukur ini sangat terpengaruh oleh faktor angin dan debu yang ekstrim. Penelitian yang dilakukan ini akan membandingkan hasil dari kinerja kedua alat tersebut. Perbandingankinerja yang dilakukan diharapkan dapat diketahui tingkat keakurasian masing-masing alat tersebut. Metode yang dilakukan meliputi langkah kerja silopilot FMM 760, langkah kerja micropilot M FMR250 dan perbandingan kinerja.. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai penyimpangan atau persentase kesalahan yang melebihi nilai toleransi yang ditetapkanyaitu alat micropilot M FMR250 ternyata lebih banyak terjadi penyimpangan pengukuran dibandingkan dengan silopilot FMM 760. Ini menunjukkan bahwa pengukuran dengan menggunakan silopilot FMM 760 hasilnya lebih akurat dibanding dengan pengukuran menggunakan micropilot M FMR250 jika diterapkan pada material berbentuk semen dengan faktorangin dan debu yang ekstrim didalam area silo.
OPTIMALISASI JUMLAH SLOT ROTOR PADA DESAIN MOTOR INDUKSI 100 KW TIPE ROTOR BELITAN ., Muhidin
JUTEKS Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.5 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v5i1.2343

Abstract

OPTIMALISASI JUMLAH SLOT ROTOR PADA DESAIN MOTOR INDUKSI 100 KW TIPE ROTOR BELITAN. Motor induksi tipe rotor belitan adalah motor arus bolak balik (AC) yang bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik,  dengan bentuk rotor menggunakan lilitan kawat tembaga sama seperti statornya. Dalam disain motor induksi perbandingan jumlah slot stator dan rotor sangat berpengaruh terhadap kinerja dari motor tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mencari parameter yang optimal antara jumlah slot stator dan rotor, dimana jumlah slot stator dibuat tetap yaitu 48 sedangkan jumlah slot rotor dibuat bervariasi yaitu 24, 48 dan 72. Dari penelitian ini diperoleh perbandingan jumlah slot stator dan rotor yang paling optimal yang memberikan nilai daya, power factor dan efisiensiyang paling baik pada desain motor induksi 100 KW type rotor belitan. Seluruh perhitungan dan simulasi pada penelitian ini menggunakan aplikasi Motorsolve. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa desain terbaikadalah desain dengan perbandingan jumlah slot stator 48 dan slot rotor 48. Dengan perbandingan tersebut diperolehnilai daya keluaran 100.7 KW, efisiensi 96.4%, dan power faktor 0.90

Page 5 of 14 | Total Record : 140