cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
Kajian Potensi Inkompatibilitas dan Instabilitas: Studi Kasus Sediaan Racikan Mengandung Amitriptilin, Trifluoperazine Dihidroklorida dan Alprazolam Desi Amroni Kasanah; Dina Christin Ayuning Putri; Sri Hartati Yuliani; Rini Dwiastuti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.554 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.34187

Abstract

Meracik obat merupakan salah satu tugas tenaga kefarmasian. Peracikan obat merupakan salah satu risiko penyebab medication error. Resep racikan yang mengandung amitriptilin, trifluoperazin dihidroklorida dan alprazolam adalah jenis peresepan dengan tingkat risiko tinggi, sedangkan informasi tentang sediaan racikan kombinasi obat tersebut masih sangat terbatas. Studi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai risiko peracikan, potensi instabilitas, dan potensi inkompatibilitas pada resep racikan sediaan kapsul yang mengandung amitriptilin, trifluoperazin dihidroklorida dan alprazolam di sebuah rumah sakit di Semarang. Analisis risiko resep dilakukan dengan memperhatikan aspek risiko teknis dan risiko klinis, sedangkan pengkajian terhadap potensi instabilitas dan inkompatibilitas dilakukan secara sistematis menggunakan beberapa literatur sengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa resep racikan mengandung amitriptilin, trifluoperazin dihidroklorida dan alprazolam memiliki risiko peracikan yang sangat tinggi. Berdasarkan penelusuran literatur sistematis, ditemukan adanya potensi ketidakstabilan dan inkompatibilitas yang mungkin terjadi yaitu penarikan lembab dan reaksi hidrolisis. Berbagai upaya teknis dapat dilakukan oleh tenaga kefarmasian untuk meningkatkan kualitas obat dan menjamin keamanannya yaitu menggunakan cangkang kapsul HPMC, menyimpan sediaan dalam wadah tertutup kedap, terhindar dari cahaya langsung pada suhu ruang dan menambahkan silika gel. Meskipun demikian, potensi instabilitas dan inkompatibilitas yang ditemukan dalam studi ini masih berdasar pada kajian pustaka, sehingga perlu dilakukan penelitian eksperimental untuk mengetahui profil stabilitas dan kompatibilitas sediaan racikan tersebut.
Potensi Ekstrak Terpurifikasi Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz &Pav) Sebagai Antioksidan Dan Antibakteri Ika Buana Januarti; Rina Wijayanti; Sri Wahyuningsih; Zahrotun Nisa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.492 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.27206

Abstract

Salah satu tanaman asli Indonesia yang sudah dimanfaatkan secara empiris sebagai antiseptik, antikanker dan menyembuhkan infeksi adalah sirih merah. Aktivitas ini berasal dari senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Sirih merah diekstraksi purifikasi untuk menghilangkan zat-zat ballast yang dapat mempengaruhi kemampuan metabolit sekunder dalam menghasilkan aktivitas biologis. Tujuan penelitian yaitu mengetahui potensi antioksidan dan antibakteri ekstrak terpurifikasi daun sirih merah. Potensi antioksidan diuji dengan metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhydrazyl) yang menghasilkan nilai IC50. Potensi antibakteri diuji melalui metode difusi sumuran. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak menunjukkan nilai IC50 53,91 ppm. Hasil uji potensi antibakteri menunjukkan bahwa adanya hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 pada konsentrasi ekstrak 50% dan 100%. Kesimpulan dari studi penelitian ini adalah ekstrak memiliki potensi antioksidan yang kuat dan antibakteri.
Pengaruh Panjang Rantai Karbon Lipid Padat terhadap Karakteristik Nanostructured Lipid Carrier Resveratrol Siti Aisiyah; Reslely Harjanti; Vivin Nopiyanti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.137 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.34408

Abstract

Karakteristik kritis nano-structured lipid carrier (NLC) sangat dipengaruhi oleh komponen lipid padat dan lipid cair dalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh panjang rantai karbon dalam lipid padat terhadap karakteristik NLC. Resveratrol sebagai senyawa antioksidan digunakan sebagai model obat. Sebanyak 3 formula NLC dibuat dengan variasi tipe lemak padat yaitu asam stearat, asam palmitat, dan asam miristat. Lemak padat dengan loading 5%, lemak cair dengan loading 2%, dan Tween 80 dengan loading 4,2% sebagai surfaktan. NLC dibuat dengan metode emulsi diikuti dengan sonikasi untuk memperkecil ukuran partikel. NLC resveratrol dikarakterisasi dengan parameter ukuran partikel, zeta potensial, efisiensi penjerapan, kecepatan pelepasan obat (fluks), dan stabilitas aktivitas antioksidan. Ketiga NLC resveratrol yang diperoleh memiliki karakteristik ukuran partikel 150-280 nm, potensial zeta (-4 mV) – (-15mV), efisiensi penjerapan >80%, nilai fluks 0,02-0,12 mg.cm-2.menit-1, dan penurunan aktivitas antioksidan 5-8% selama penyimpanan 30 hari. Panjang rantai karbon mempengaruhi pembentukan partikel nano dari NLC dengan hubungan parabola dan panjang rantai karbon optimum akan menghasilkan partikel dengan ukuran minimum. Zeta potensial dari ketiga formula menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05). Panjang rantai karbon memberikan pengaruh terhadap efisiensi penjerapan secara bermakna (p<0,05). Formula NLC asam palmitat memiliki fluks paling tinggi. Aktivitas antioksidan ketiga formula tidak berbeda bermakna (p>0,05).
Perbedaan Metode Penambahan Bahan Penghancur Secara Intragranular-Ekstragranular Terhadap Sifat Fisik Serta Profil Disolusi Tablet Ibuprofen Sholichah Rohmani; Hilda Rosyanti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.33622

Abstract

Amilum pro tablet (Amprotab) sebagai bahan penghancur memiliki kekuatan pada aksi kapiler yang akan menarik cairan ke dalam tablet dan diharapkan dapat mempercepat waktu hancur tablet sehingga mempermudah ibuprofen untuk melarut. Kecepatan hancurnya tablet ditentukan oleh posisi bahan penghancur. Secara intragranular tablet akan dipecah menjadi partikel penyusun. Sedangkan secara ekstragranular tablet akan dipecah menjadi granul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode penambahan bahan penghancur secara intragranular, ekstragranular dan kombinasinya terhadap sifat fisik dan profil disolusi tablet ibuprofen. Pembuatan tablet ibuprofen dilakukan dengan metode granulasi basah. Tablet formula 1 dibuat secara intragranular, formula 2 kombinasi intragranular-ekstragranular dengan perbandingan 50:50 dan formula 3 secara ekstragranular. Granul kering yang homogen kemudian diuji sifat fisik granul meliputi : waktu alir dan sudut diam. Kemudian dicetak dengan diberi tekanan kompresi yang sama. Evaluasi tablet meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, penetapan kadar dan disolusi. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan literatur standard dan dianalisis secara statistik. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa penambahan amprotab sebagai bahan penghancur secara intragranular dan ekstragranular dengan perbandingan konsentrasi yang berbeda mempengaruhi sifat fisik pada keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta profil disolusi tablet ibuprofen, tetapi tidak berpengaruh pada kadar ibuprofen yang terkandung dalam tablet. Formula tablet yang baik yaitu F2 karena menghasilkan tablet yang memenuhi semua syarat uji sifat fisik tablet dan profil disolusi tablet ibuprofen.
Efektivitas Komposisi Polivynil Alkohol, Propilenglikol dan Karbomer Terhadap Optimasi Masker Gel Peel-off Nano Ekstrak Daging Buah Labu Kuning (Cucurbita maxima D) Istianatus Sunnah; Agitya Resti Erwiyani; Nyai Melati Pratama; Krismelinda Octavia Yunisa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.958 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.34399

Abstract

Masker gel peel-off merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetika perawatan, yang bertujuan untuk mengangkat kotoran yang menempel di kulit wajah. Komposisi basis dalam formulasi masker gel peel-off sangat menentukan respon sifat fisik dan stabilitas sediaan berupa pH, daya sebar, waktu kering dan viskositas. Permasalahan yang sering dialami dalam formulasi masker gel peel- off yaitu waktu kering dan viskositas yang tidak memenuhi standar. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk optimasi formula dalam sediaan masker gel peel-off nanopartikel ekstrak labu kuning, untuk mendapatkan formula optimal basis PVA, propilenglikol dan karbomer yang memiliki stabilitas fisik sesuai persyaratan. Design expert digunakan sebagai software untuk menentukan formula optimal menggunakan metode D-optimal, dengan respon sifat fisik pH, daya sebar, waktu kering, viskositas dan sentrifugasi. Formula optimal yang digunakan adalah formula dengan nilai desirability mendekat 1. Ekstrak daging labu kuning dibuat dalam ukuran nanopartikel dengan rasio kitosan: Na TPP: Ekstrak (5:1:1) kemudian dilakukan pengukuran transmittan dan ukuran partikel (PSA). Hasil optimasi nanopartikel didapatkan ukuran partikel ekstrak 256,4 nm dengan nilai transmittan 99,88%. Optimasi formula diperoleh komposisi formula optimal PVA (3,951 g), karbomer (0,576 g) dan propilenglikol (5,473 g) memberikan respon sifat fisik berupa pH (5,99), daya sebar (5 cm), waktu kering (6,10 menit) dan viskositas (9252 cps). Uji T menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil optimasi berdasarkan software design expert dengan uji konfirmasi formula optimal (p 0,388> 0,5).
Pengaruh Kombinasi Polimer Hidroksipropilmetilselulosa dan Natrium Karboksimetilselulosa terhadap Sifat Fisik Sediaan Matrix-based Patch Ibuprofen Dian Eka Ermawati; Heni Utami Prilantari
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.588 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.34525

Abstract

Ibuprofen merupakan obat non-steroidal anti inflamantory derivat asam propionat yang mempunyai aktivitas antiinflamasi, analgesik dan antipiretik. Ibuprofen dibuat dalam bentuk sediaan transdermal patch untuk menghindari efek samping iritasi gastrointestinal dan first pass effect di hati pada penggunaan peroral. Komponen utama pada sediaan patch adalah polimer. Polimer menetukan dan mengontrol release zat aktif dari sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi polimer hidroksi propil metil selulosa (HPMC) dan carboxymethyl cellulose natrium (CMC-Na) terhadap sifat fisik sediaan matriks patch ibuprofen. Sediaan matriks patch ibuprofen dibuat dalam tiga formula dengan perbandingan polimer HPMC: CMC-Na yaitu 3:1, 1:1, dan 1:3. Analisa data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan sifat fisik dari ketiga formula selama 4 minggu, dilanjutkan dengan uji post hoc untuk mengetahui formula yang memberikan perbedaan signifikan. Hasil analisa menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi polimer HPMC dan CMC-Na dalam sediaan matriks patch ibuprofen memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fisik sediaan patch meliputi ketebalan, bobot patch dan kandungan lembab (p<0,05). Konsentrasi optimum kombinasi HPMC dan CMC-Na sebagai polimer dalam sediaan matriks patch ibuprofen adalah dengan perbandingan (3:1) karena memiliki kelenturan, ketebalan, nilai pH dan kandungan lembab yang sesuai dengan persyaratan matriks patch yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6