cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 18584543     EISSN : 26156091     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP) is an international journal which provides a forum for publishing research or review articles related to researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
Meningkatkan Mutu Belajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Melalui Pembelajaran Elektronik (E-Learning) Alexandro, Rinto; Hariatama, Fendy; Wulandari, Meli
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.43695

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan secara e-learning masih kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran online masih membingungkan dan menjadikan beberapa peserta didik pasif. Perbedaan ekonomi setiap siswa yang berbeda juga menjadi kendala dalam pembelajaran berbasis online. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pembelajaran e-learning terhadap mutu belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel sama dengan populasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan tiga cara, yaitu penelitian lapangan (Field Research), kepustakaan (Library Research), dan riset internet (Online Research). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yakni dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pembelajaran e-learning berada dalam kategori sedang. Mutu pembelajaran mahasiswa pendidikan ekonomi juga berada dalam kategori sedang. Pembelajaran e-learning memiliki pengaruh yang terhadap mutu belajar mahasiswa. Disimpulkan bahwa pembelajaran e-learning memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap mutu belajar mahasiswa. Diharapkan guru dapat menciptakan pembelajaran e-learning secara inovatif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Strategi Belajar dalam Mencapai Hasil Belajar IPA pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Widyantari, Ni Kadek Sri; Suardana, I. N.; Karyasa, I.W.
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.40336

Abstract

Masih banyak siswa yang memperoleh nilai IPA di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal karena motivasi dan minat siswa yang kurang. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis strategi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tegallalang dalam mencapai hasil belajar pada mata pelajaran IPA. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan eksploratif. Subjek penelitian yang terlibat yaitu siswa dan guru IPA sejumlah 11 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data penelitian meliputi reduksi data, paparan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memperoleh kategori hasil belajar tinggi menggunakan strategi kognitif, metakognitif, dan sikap sosial. Hasil belajar yag dimaksud meliputi membaca materi berulang-ulang, menggarisbawahi pokok penting materi, mencatat dan merangkum isi materi, merencanakan aktivitas belajar, merencanakan sumber belajar, memantau proses dan hasil belajar, membandingkan hasil belajar dengan target yang ditetapkan, menjawab dan menyampaikan pertanyaan, serta sikap tenang saat menghadapi tes. Siswa dengan kategori kemampuan belajar sedang, menggunakan strategi belajar kognitif dan metakognitif dalam mencapai hasil belajar IPA di antaranya membaca berulang-ulang materi, mencatat dan merangkum isi materi pelajaran, membuat kerangka garis-garis besar materi serta merencanakan  sumber-sumber belajar. Siswa dengan kategori hasil belajar rendah memakai strategi belajar kognitif dalam mencapai hasil belajar IPA yaitu membaca materi berulang-ulang sampai mengerti. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap strategi belajar siswa yaitu karakteristik materi pembelajaran, motivasi belajar siswa, minat belajar siswa, serta intelegensi siswa.
The Contribution of Leadership Style and Organizational Culture on Teachers’ Performance at Vocational High School Setiawan, Anugrah; Maksum, Hasan; Irfan, Dedy; Effendy, Hansi
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.31787

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih terdapat beberapa guru yang kinerjanya masih di bawah standar minimal. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi terjadinya fenomena ini.  Faktor yang paling menonjol adalah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja guru di SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Teknik simple random sampling digunakan untuk menentukan besar sampel yaitu 30 orang. Metode yan digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analysis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistic inferensial.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kontribusi yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru dan ada kontribusi yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja guru, dan ada kontribusi yang signifikan antara gaya kepemimpinan dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Sapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan dan budaya organisasi memiliki kontribusi yang nyata terhadap peningkatan kinerja guru. Diharapkan kepala sekolah memiliki gaya kepemimpinan yang baik dan nyata, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru.
The perspectives of Vocational Students on Online Learning in Covid-19 Pandemic Mahardika, I Made Ojes
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.32419

Abstract

COVID-19 berdampak serius pada sistem pendidikan. Hal ini menyebabkan perubahan sistem pendidikan dari konvensional ke sistem online atau belajar dari rumah. Kurangnya interaksi yang tepat dengan guru adalah perhatian utama lain yang terkait dengan pembelajaran online. Siswa hanya berkomunikasi dengan sesamanya secara digital dan tidak pernah melihat sesama siswa secara langsung. Dengan demikian, berbagi ide, pengetahuan, dan informasi secara real-time sebagian hilang dari dunia pembelajaran digital. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sikap siswa SMK terhadap pembelajaran online atau learning from home yang ditujukan pada masa pandemi covid-19. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 169 siswa pendidikan tinggi kejuruan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner melalui google form. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online merupakan sistem yang tepat di masa pandemi ini bahkan sistem ini tidak efektif seperti pembelajaran konvensional. Sebagian besar mahasiswa berpendapat bahwa praktikum dapat dilakukan melalui online atau dilakukan dari rumah, sedangkan kurangnya interaksi tatap muka membuat mereka ragu-ragu untuk memahami materi praktikum. Diharapkan guru menerapkan metode belajar yang menyenangkan dalam belajar online, sehingga siswa tidak merasa bosan dalam belajar.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN SETTING MODIFIED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA Wiryanti, Widya
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan dan membuktikan validitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry. (2) Mengetahui tingkat kepraktisan perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry. (3) Mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry terhadap karakter siswa 4) Mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry terhadap pemahaman konsep siswa. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Dari hasil penelitian: (1) Perangkat pembelajaran memenuhi kriteria kelayakan yaitu valid, praktis dan efektif, dengan kategori sangat baik, (2) Keterlaksanaan perangkat pembelajaran diperoleh skor 3,51 dengan kriteria sangat praktis, respon guru terhadap pembelajaran diperoleh skor 3,65 dengan kriteria sangat praktis, dan respon siswa terhadap buku siswa diperoleh skor 3,55 dengan kriteria sangat praktis. 3) Peningkatan karakter siswa, skor rata-rata nilai karakter pada pertemuan I 1,48 kategori mulai terlihat, pertemuan II menjadi 2,67 kategori mulai berkembang, pertemuan III 3,44 kategori mulai berkembang dan pertemuan IV 3,55 kategori membudaya. 4) Didapatkan ketuntasan siswa sebesar 93,3% dan daya serap sebesar 89%. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup lebih luas.
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII SMP N 3 SINGARAJA Handayani, Ni Nyoman Lisna
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11957

Abstract

                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran Self-Directed Learning terhadap kemandirian belajar dan prestasi belajar IPA. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Singaraja 2012/2013 yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah populasi 307 siswa. Sebanyak 120 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik group random sampling. Data kemandirian belajar dikumpulkan dengan kuesioner dan prestasi belajar IPA menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA (multivariat Analysis of Variance) berbantuan SPSS 17.00 for windows.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemandirian belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 36,028 dan p < 0,05). Kedua, prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 29,537 dan p < 0,05). Ketiga, secara simultan kemandirian belajar dan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 34,48 dan p < 0,05). 
PENGARUH CYBERTHERAPY TERHADAP PENGEMBANGAN AKTUALISASI DIRI REMAJA KELAS XI SMA NEGERI 1 SINGARAJA Sudarsana, Gede Nugraha
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara intervensi Cyber-therapy, verbal-base therapy, dan konvensional therapy terhadap peningkatan kebutuhan aktualsasi diri pada siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Data Self-Actualization dikumpulkan dengan kuesioner yang menggunakan skala SASNA (self actualization scale of need assessment). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian “Pre-test Post-test Non Equivalen Control Group Design” yakni penelitian yang menggunakan  intact group atau kelas, dengan metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varians satu jalan (Anava A). Berdasarkan hasil analisis ditemukan, perbedaan pengaruh antara intervensi Cyber-therapy, dengan intervensi verbal-base therapy, dan dengan intervensi konvensional therapy terhadap peningkatan kebutuhan aktualsasi diri pada siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Selanjutnya dengan analisis uji t-scheffe didapatkan bahwa intervensi Cyber-therapy paling efektif pengaruhnya terhadap peningkatan kebutuhan aktualisasi diri siswa SMA Negeri 1 Singaraja.
ANALISIS NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL SUTASOMA KARYA COK SAWITRI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII Sariasih, Sariasih
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11959

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) Nilai-nilai Penddikan Karakter Novel Sutasoma karya Cok Sawitri, (2) Struktur novel Sutasoma karya Cok Sawitri, dan (3) Relevansi nilai pendidikan karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif  kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan media kartu data. Analisis data dengan menggunakan  model  analisis kualitatif yang  yang memiliki tiga tahap: (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut. Pertama, novel Sutasoma karya Cok Sawitri memuat nilai- nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial. Kedua novel Sutasoma terdiri dari struktur dalam dan luar. Struktur dalam atau unsur intrinsik, yaitu tema, alur, latar, penokohan serta sudut pandang. Adapun simpulan penelitian ini yaitu : (1) Novel Sutasoma memuat 17 nilai-nilai pendidikan karakter, (2) Struktur novel sutasoma terdiri dari struktur dalam dan struktur luar, (3) Proses kreatif pengarang dalam menciptakan novel yang terinspirasi dari karya Empu Tantular dengan judul resmi Parusadha yang populer dengan nama Sutasoma. Dalam kisah novel Sutasoma karya Cok Sawitri ternyata ditemukan pula proses ajaran Mahayan Tantra, yang mengungkapkan jalan rahasia yoga tantra, dan bagaimana seorang raja menerapkan dharma agama, dharma negara tanpa mempehitungkan kebhinekaan. Alur pada novel Sutasoma karya Cok Sawitri  dengan nilai -nilai pendidi kan karakter yang terdapat di dalamnya dapat memberikan inspirasi bagi pembaca. Hal ini berarti ada nilai-nilai positif yang dapat diambil dan direalisasikan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Nilai pendidikan karakter dalam novel Sutasoma  dapat dijadikan cara membentuk watak dan moral anak dalam dunia pendidikan, karena pendidikan merupakan kunci utama untuk menumbuh kembangkan karakter bangsa menjadi lebih baik. Dengan demikian, novel Sutasoma sangat relevan untuk dijadikan bahan ajar pada kompetensi dasar menginterpretasi makna teks novel baik secara lisan maupun tulisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII.
BENTUK, FUNGSI DAN JENIS TINDAK TUTUR DALAM KOMUNIKASI SISWA DI KELAS IX UNGGULAN SMP PGRI 3 DENPASAR Apriastuti, Ni Nyoman Ayu Ari
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur  dalam komunikasi siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar, (2) fungsi tindak tutur dalam komunikasi siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar, dan (3) jenis tindak tutur  dalam komunikasi siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar. Dalam mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar. Objek dalam penelitian ini adalah bentuk, fungsi, dan jenis tuturan yang diujarkan oleh siswa Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar dalam interaksi komunikasi di sekolah. Pengumpulan data dan penelitian ini menggunakan metode simak-catat dibantu dengan teknik rekaman. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis data kualitatif berdasarkan model interaktifr Miles yang secara umum mencakup tiga tahap yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk tindak tutur siswa di lingkungan sekolah, yaitu bentuk tindak tutur bermodus deklaratif, bentuk tindak tutur bermodus interogatif, dan bentuk tindak tutur bermodus imperatif. (2) Fungsi tindak tutur siswa di lingkungan sekolah, yaitu fungsi makro yang terdiri atas fungsi asertif, fungsi direktif, fungsi komisif, dan fungsi ekspresif sedangkan fungsi mikro meliputi fungsi menyatakan, fungsi mengusulkan, fungsi mengeluh, fungsi memesan, fungsi memerintah, fungsi memohon, fungsi meminta, fungsi berjanji, fungsi mengucapkan terima kasih, fungsi ucapan selamat, dan fungsi memberi maaf. (3) Jenis tindak tutur siswa di lingkungan sekolah, tindak tutur langsung literal, tindak tutur langsung tidak literal, tindak tutur tidak langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Penggunaan tindak tutur langsung bertujuan agar mitra tutur dalam hal ini siswa lebih mudah memahami apa yang diinginkan oleh penutur (siswa). Saran yang dapat diberikan melalui penelitian ini adalah bagi guru, siswa, peneliti lain, serta pembaca, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pedoman, referensi, dan bahan perbandingan untuk menambah wawasan dalam bidang ilmu keberbahasaan khususnya tindak tutur.
PEMBELAJARAN SOR SINGGIH BAHASA BALI DALAM KETERAMPILAN BERBICARA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 TABANAN, TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Sujana, Wy.
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11961

Abstract

Penelitian deskriptif kulitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi pembelajaran sor singgih bahasa Bali dalam keterampilan berbicara di Kelas VII SMP Negeri 1 Tabanan tahun pelajaran 2016/2017. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif kualitaif. Subjek penelitian ini guru bahasa Bali di Kelas VII SMP Negeri 1 Tabanan. Objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sor singgih bahasa Bali dalam keterampilan berbiacara. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Tahapan yang dilakukan dalam mendeskripsikan hasil penelitian adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) perencanaan pembelajaran sor singgih bahasa Bali dalam keterampilan berbicara disusun berdasarkan prinsip RPP Kurikulum 2013 namun terdapat pula beberapa komponen yang kurang sesuai. (2) pelaksanaan pembelajaran sor singgih  bahasa Bali dalam keterampilan berbicara sesuai dengan perencanaan di RPP, namun banyak juga yang kurang dilakukan oleh guru diantaranya dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. (3) evaluasi pembelajaran sor singgih bahasa Bali dalam keterampilan berbiacara belum dilaksanakan maksimal sesuai dengan yang tercantum di RPP. Jadi, dapat disimpulkan bahwa persentase kesesuaian perencanaan 70%, pelaksanaan pembelajaran 70%, dan evaluasi pembelajaran 75%. Guru bahasa Bali sebaiknya mencermati temuan ini untuk menyempurnakan tiga tugas pokoknya. Kepala sekolah dan pengawas hendaknya memanfaatkan hasil penelitian ini dalam kegiatan pemantauan supervisi