cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI, AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN PKN DI KELAS VII A7 SMP NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2017/2018 I Kadek Parwata; I Wayan Landrawan; I Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 3 (2015): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i3.20812

Abstract

Abstrak                 Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas VII A7 SMP Negeri 1 Singaraja melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT). Penenlitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan pada setiap siklus dilaksanakan berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII A7 SMP Negeri 1 Singaraja dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu kuisioner, oservasi, dan tes objectif. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Data motivasi belajar siswa diperoleh dengan penyebaran kuisioner, data aktivitas belajar dikumpulkan dengan pedoman observasi, dan data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Data hasil analisis menunjukan terjadi peningkatan motivasi belajar, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa, pada pelaksanaan siklus I diperoleh data motivasi belajar siwa rata-rata 68,07 dalam kategori cukup tinggi, data aktivitas belajar siswa dengan rata-rata 28,83 dalam kategori cukup aktif dan hasi belajar siswa rata-rata 76,83 daya serap 76,83% ketuntasan belajar 60% dalam kualifikasi cukup baik dan pada siklus II motivasi belajar siwa rata-rata 76,03 dalam kategori tinggi, aktivitas belajar siswa rata-rata 35,3 dalam kategori aktif dan hasil belajar siswa 83,16 daya serap 83,16% ketuntasan belajar 83,33% dalam kualifikasi baik. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi belajar, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Model pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT), Motivasi, Aktivitas, dan Hasil Belajar Abstract                This classroom action research aims to improve students' motivation, activities and learning outcomes in class A7 SMP Negeri 1 Singaraja Through the application of cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) This study was conducted in 2 cycles and each cycle was conducted based on class action research procedure with planning, action, evaluation and reflection phase. The subjects of this study are students of class AII SMP Negeri 1 Singaraja with a total of 30 students The techniques used in data collection are questionnaire, oservation, and objective test. Data were analyzed using quantitative method. Student learning motivation data were obtained by questionnaire distribution, learning activity data was collected by observation guideline, and student learning result data was collected by test Data analysis results showed an increase in learning motivation, learning activities and student learning outcomes, on the implementation of cycle I obtained data about 68.07 average student learning motivation in the category high enough, student learning activity data with an average of 28.83 in enough categories Active and student learning outcomes average 76.83 absorption capacity 76.83% 60% complete completeness in the qualification is good enough and on the second cycle student learning motivation average 76.03 in high category, student learning activity average 35, 3 in the active category and student learning outcomes 83.16 absorption 83.16% learning mastery 83.33% in good qualification. Based on these results, cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) can improve learning motivation, learning activities and student learning outcomes. Keywords : Cooperative Model Numbered Head Together (NHT), Motivation, Activity, and Learning Outcomes
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS XI IPS1 SMA NEGERI 1 BUSUNGBIU Angga Supriana; I Nyoman Natajaya; Sukadi -
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 3 (2015): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i3.20825

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep PKn siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Busungbiu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif type STAD dan untuk mengetahui tanggapan atau respon siswa terhadap pembelajaran PKn setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif type STAD. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research), subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Busungbiu tahun pelajaran 2016/2017 semester genap yang berjumlah 26 orang terdiri dari 16 orang sisiwa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran, dengan tahapan-tahapan dalam tiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/monitoring, dan evaluasi/refleksi. Data dianalisis secara deskriftif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif type STAD dapat meningkatkan pemahaman konsep PKn siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1Busungbiu Tahun Pelajaran 2016/2017dan tanggapan atau respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif type STAD yang diterapkan dalam pembelajaran sangat positif. Kata kunci: pemahaman konsep PKn, respon siswa, dan STAD. Abstract This study was aimed at improving the understanding of the Civics concept of students grade XI IPS 1 SMA Negeri 1 Busungbiu by applying cooperative learning model type STAD (Student Teams Achievement Divisions) and knowing students’ response toward learning Civics after applying cooperative learning model type STAD. To achieve these objectives, this research used classroom action research method. The subjects of this study were the students grade XI IPS1 SMA Negeri 1 Busungbiu academic year 2016/2017 in even semester. There were 26 students who involved in this study, which consisted of 16 boys and 10 girls students. This study was conducted in two learning cycles, the stages in each cycle were planning, action, observation, and evaluation/reflection. The collected data were analyzed descriptively The result of the analysis showed that cooperative learning model type STAD could improve students' understanding of Civic concept of students grade XI IPS 1 SMA Negeri 1 Busungbiu academic year 2016/2017 and students’response toward the implementation of cooperative learning model type STAD were positive.  Keywords: understanding of the concept, students’ response, and cooperative learning model type STAD (Student Teams Achievement Divisions). 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGASI) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, SIKAP DEMOKRATIS DAN PRESTASI BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS XI BUSANA SMK NEGERI 2 SINGARAJA I Made Suariana; I Wayan Landrawan; I Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i1.20828

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan aktivitas, sikap demokratis  dan prestasi belajar PKn melalui penenaran model pembelajaran koperatif tipe GI (Group Investigasi). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, melalui tahap perencanaan, tindakan, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Busana SMK Negeri 2 Singaraja semester II yang berjumlah 39 orang. Objeknya meliputi aktivitas belajar, sikap demokratis dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn dengan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe GI (Group Investigasi). Hasil penelitian pada siklus I, aktivitas belajar siswa dengan nilai rata-rata 2.4, berada pada kategori kurang aktif sebesar 64.10% dan pada siklus II nilai rata-rata 3.1, berada pada kategori tinggi sebesar 45.58%. Sedangkan sikap demokratis siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 82.97 dengan standar deviasi sebesar 4.6 dan berada pada kategori sedang sebesar 79.48% dan pada siklus II dengan nilai rata-rata 89.12 dengan standar deviasi sebesar 7.3 yang berada pada kategori baik yaitu sebesar 48.71%. Dan prestasi belajar siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 75.12 berada pada kategori cukup baik sebesar 71.79% dengan daya serap 75.12% dan ketuntasan klasikal 92.30%, sedangkan pada siklus II dengan nilai rata-rata 80,01 yang berada pada kategori baik yaitu sebesar 51.28%. dengan daya serap 80.01% dan ketuntasan klasikal 100%. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 0.7%, sedangkan sikap demokratis siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 6.15%  dan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 4.89%. Disarankan kepada guru yang mengalami masalah sejenis untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigasi) pada pembelajaran PKn atau pembelajaran lain sebagai suatu alternatif pembelajaran dalam meningkatkan aktivitas, sikap demokratis dan prestasi belajar siswa. Kata-kata kunci :Tipe GI (Group Investigasi), Aktivitas Belajar, Sikap Demokratis Dan Prestasi Belajar.    ABSTRACT               This study aims to increase the activity, democratic attitudes and achievement of Civic learning through the establishment of cooperative learning model type GI (Group Investigation). This research is a classroom action research conducted in two cycles, through planning, action, evaluation, and reflection. The subjects of this study were the students of Class XI of SMK Negeri 2 Singaraja Second Semester, which amounted to 39 people. Objects include learning activities, democratic attitudes and student achievement in learning Civics by applying GI type cooperative learning model (Group Investigation). The results of the research in cycle I, the student learning activity with an average value of 2.4, is in the less active category of 64.10% and in cycle II the average value of 3.1, is in the high category of 45.58%. While the democratic attitude of students in the first cycle with an average value of 82.97 with standard deviation of 4.6 and is in the category of 79.48% and on the second cycle with an average value of 89.12 with standard deviation of 7.3 in good category that is equal to 48.71% . And student achievement in cycle I with average value 75.12 is in good enough category equal to 71.79% with absorption 75.12% and 92.30% classical completeness, while in cycle II with an average value of 80.01 are in either category ie Amounted to 51.28%. With 80.01% absorption and 100% classical completeness. So it can be concluded that the learning activities of students from cycle I to cycle II has increased by 0.7%, while the democratic attitude of students from cycle I to cycle II has increased by 6.15% and student learning achievement from cycle I to cycle II has increased by 4.89%. It is suggested to teachers who have similar problems to apply cooperative learning model of GI type (Group Investigation) on learning Civics or other learning as an alternative learning in improving activity, democratic attitude and student achievement Keywords: GI Type (Group Investigation), Learning Activity, Democratic Attitude and Learning Achievement. 
Penerapan Model Pembelajaran Debat Untuk Meningkatkan Keterampilan Berdemokrasi Pada Pelajaran PPKn Siswa Kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja Tahun 2016/2017 Ni Nyoman Melani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 3 (2015): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i3.20832

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran debat untuk meningkatkan keterampilan berdemokrasi pada pelajaran PPKn siswa kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja tahun 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja pada semester II tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 32 orang siswa. Objek penelitian ini meliputi keterampilan berdemokrasi siswa dan prestasi belajar siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan metode wawancaraData yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata keterampilan berdemokrasi siswa pada siklus I yaitu dari 70,43 dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat menjadi 80,26 dengan kategori tinggi. Sedangkan nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I yaitu dari  68,13 dengan kategori cukup, ketuntasan secara klasikal sebesar 40,62% menjadi 80,18 dengan kategori baik, ketuntasan secara klasikal mencapai 90,62% pada siklus II.Sehingga keterampilan berdemokrasi siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu sebesar 9,83. Sedangkan prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu mencapai 12,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran debat dapat meningkatkan keterampilan berdemokrasi siswa kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja. Kata-kata kunci: model pembelajaran debat, keterampilan berdemokrasi dan prestasi belajar An Application of Debate Learning Model to Improve Democracy Skill on PPKnLesson on Students at Class XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja Academic Year 2016/2017                                                              ABSTRACT The aim of this study is to find out the application of debate learning model to improve democracy skills on PPKn lesson on students at XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja academic year 2016/2017. This study is a classroom action research. The subjects of this study were the students at XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja in the second semester of academic year 2016/2017, which consist of 32 students. The objects of this study include students' democracy skills and student’s achievement. The data was collected by using observation  and interview methods. The data which have been collected were analyzed using descriptivequalitative technique. The result of data analysis shows that there is an increasing of democracy skill of students from 70,43 it’s categorized as midle category in cycle I to 80,26 it’s categorized as good category in cycle II. While the students' learning achievement also experienced an increasing in the average score of students’achievement from 68.13 with the classical completeness of 40.62% in the first cycle to 80.18 with 90.62% classical completeness in cycle II.So the democracy skill from the student in cycle I to cycle there is an significant increasing that is 9,83, while the students’ learning achievsment also expereneed am incrising score to 12,05.  So that the application of debate learning model can improve the democracy skills of students of grade XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja.   Keywords: Debate learning model, democracy skill dan students learning achievement
Implementasi Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Motivasi, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B8 SMP Negeri 6 Singaraja dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tahun Pelajaran 2016/2017 Ni Kadek Ita Damayanti
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i1.20835

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi belajar PKn siswa, (2) meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 6 Singaraja dalam implementasi model pembelajaran Talking Stick pada pembelajaran PKn. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan tahapan-tahapan tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas VIII B8 SMP Negeri 6 Singaraja Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 27 orang siswa, dengan rincian 13 orang siswa perempuan dan 14 orang siswa laki-laki.Hasil penelitian pada siklus I, motivasi belajar siswa dengan skor rata-rata sebesar 77,67 yang berada pada kategori sedang dan pada siklus II dengan skor rata-rata sebesar 92,19 yang berada pada kategori tinggi. Hasil analisis data aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 31,32 yang berada pada kategori sedang dan pada siklus II perolehan skor rata-rata 37,28 yang berada pada kategori aktif. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I dengan skor rata-rata sebesar  yang berada pada kategori cukup dan Daya Serap Siswa (DSS) . Ketuntasan belajar siswa secara individu sebanyak 13 orang siswa yaitu  . Pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 83,52 yang berada pada kategori baik dan Daya Serap Siswa (DSS) adalah 83,52%. Ketuntasan belajar siswa secara individu sebanyak 23 orang siswa yaitu . Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 14,52% untuk aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II juga telah mengalami peningkatan sebesar 5,96% dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 11,3%. Kata Kunci : Talking Stick, motivasi, aktivitas, hasil belajar.  ABSTRACTThe implementation of ‘Talking Stick’ as a learning model to increase students’ motivation, activities and achievement in learning civic education at eighth grade students of B8 in SMPN 6 Singaraja academic year 2016/2017 This research aimed to (1) increase students’ motivation in learning civic (2) increase students’ activities in learning civic (3) increase students’ achievement of SMPN 6 Singaraja in implementing Talking Stick as a learning model in civic education. This research was in the form of action research which was done in two learning cycles in which every cycle contained of planning, action, observation or evaluation and reflection. The subject of this research was all eighth grade students of B8 in SMP N 6 Singaraja at even semester of academic year 2016/2017 with the total number of 27 students, 13 female students and 14 male students in detail. The result of this research at cycle I could be described as follow. Students’ motivation was in the average score of 77.67 which categorized as equidistant category. Meanwhile at cycle II, it stayed in high category which was shown by the average score of 92.19. The result of data analysis in analyzing students’ learning activities at cycle I was in the average score of 31.32 which belonged to equidistant category. Meanwhile, at cycle II the average score was 37.28 and categorized in active category. Students’ achievement at cycle I was in the average score of 72.22 which belonged to adequate category and students’ engagement was in the percentage of 72.22 %.Students’ learning mastery individually for 13 students was 48.15 % in percentage. At cycle II, the average score of students’ learning mastery was in good category (83.52) and in the percentage of 83.52%. Students’ learning mastery individually for 23 students was 85.15%. Thus, students’ motivation from cycle I to cycle II was increased by the percentage of 14.52 %, students’ learning activities were also increased by the percentage of 5.96 % as well as students’ achievement by the percentage of 11.3 %. Keywords : Talking Stick, motivation, activities, students’ achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X AK 1 DI SMK NEGERI 1 ABANG I Kadek Erik Dwipayana; I Nyoman Natajaya; Sukadi -
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i1.20839

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan motivasi belajar siswa pada kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Abang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dalam pembelajaran. (2) Meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Abang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). dan (3)  Mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) beserta alternatif pemecahan masalahnya.            Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus dengan rancangan siklus terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X AK1 SMK Negeri 1 Abang tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 35 orang.            Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, test, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode  deskriftif kualitatif dan deskriftif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan motivasi belajar siswa kelas X AK1 SMK Negeri 1 Abang tahun pelajaran 2016/2017 yaitu pada siklus I hanya sebesar 29,37  kemudian di siklus II meningkat menjadi 36,03. (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 70,0 kemudian  pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,5 yang berada pada kategori baik. (3) kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran ini yaitu siswa masih belum terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) karena pembelajaran seperti ini baru pertama kali diterapkan di kelas tersebut. Kata Kunci : Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS), Motivasi, Hasil Belajar  ABSTRACT                The research was asmed to (1) Increasing the motivation of learning of students in class X AK 1 SMK Negeri 1 Abang through the application of cooperative learning model type Two Stay Two Stray (TSTS) in learning. (2) improve the results of study student learning in class X AK 1 SMK Negeri 1 Abang through the application of cooperative learning model type Two Stay Two Stray (TSTS). And (3) Knowing the obstacles in applying cooperative learning model type Two Stay Two Stray (TSTS) along with alternative problem solving.               This type of research belongs to classroom action research (PTK). The research was conducted in 2 cycles with cycle design consisting of action plan stage, action implementation, evaluation / observation, reflection. The subjects of this study are the students of class X AK1 SMK Negeri 1 Abang academic year 2016/2017 with the number of students 35 people.               Data collection techniques used are, observation, test, and interview. Data were analyzed using qualitative descriptive and quantitative descriptive method. The result of the analysis shows: (1) there is an increase of learning motivation of class X AK1 SMK Negeri 1 Abang in academic year 2016/2017 that is in cycle I only 29,37 then in cycle II increased to 36,03. (2) there is an increase in student learning outcomes in the first cycle of 70.0 and then on the second cycle student learning outcomes increased to 83.5 are in either category. (3) obstacles encountered in the application of this learning model is that students are not familiar with cooperative learning model type Two Stay Two Stray (TSTS) because this kind of learning is first applied in the class. Keywords : Cooperative Type Two Stay Two Stray (TSTS), Motivation, The Results Of The Study
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILANSOSIAL SISWA KELAS X MIPA 6 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 I Made Wibi Fernanda
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i1.20840

Abstract

 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT). Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 6 di SMA Negeri 1 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Objek dalam penelitian ini yaitu tentang keterampilan sosial siswa di kelas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua jenis metode yaitu metode observasi dan metode wawancara. Penilaian dengan menggunakan instrumen observasi dan kuisioner atau angket dilaksanakan pada setiap siklus tindakan, sedangkan untuk instrumen wawancara di laksanakan di akhir kegiatan siklus kedua. Data penelitian tentang keterampilan sosial siswa yang terkumpul selanjutnya akan di analisis menggunakan teknik deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT) dapat meningkatkan keterampilan sosial pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas X MIPA 6 di SMA Negeri 1 Singaraja. Persentase keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siklus I adalah 74% (observasi) dan 73,3% (kuisioner/angket) yang masih berada pada kategori cukup, sedangkan siklus II adalah 80% (observasi) dan 80,53% (kuisioner/angket) telah memenuhi kritera keberhasilan dengan berada pada kategori baik.Jadi berdasarkan data dari kedua siklus tersebut, menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan sosial siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT). Kata kunci : keterampilan sosial, model pembelajaran Team Game Turnament (TGT)    ABSTRACT THE APPLICATION OF TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL TO INCREASING X MIPA 6 STUDENT SOCIAL SKILL AT PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SUBJECT IN SMA NEGERI 1 SINGARAJA 2016/2017 SCHOOL YEAR. The aim of this study is to increasing student social skill at Pancasila and Citizenship Education subject by applying Team Game Tournament (TGT) type cooperative learning model. The design of this study is a classroom action research. The subject of this research is the students of class X MIPA 6 in SMA Negeri 1 Singaraja in the even semester of the academic year 2016/2017 which amounted to 30 students consisting of 10 male students and 20 female students. The object of this research is about the social skills of student in the class on the subjects of Pancasila and Citizenship Education.There are 2 data collecting method that used in this study which is observation and interview method. Observation and questionnaire instrument assessment held on every action cycle, while interview method held at the end of second cycle activity. Collected student social skills data will be analyzed using descriptive technique.Result shows the Team Game Tournament (TGT) type cooperative learning model is successfully increasing X MIPA 6 class SMA Negeri 1 Singaraja student social skill on Pancasila and Citizenship Education subjects. The percentage of student skill at Pancasila and Citizenship Education on 1st Cycle is 74% (observation) and 73,3% (questionnaire) which represent sufficient category, while on the 2nd Cycle show 80% (observation) and 80,53% (questionnaire) that already accomplish success criteria at good category.Based on both cycle, the data shows an increasing student social skill in Pancasila and Citizenship Education subject learning process by using Team Game Tournament (TGT) type cooperative learning model. Keywords : Social Skill, Team Game Tournament (TGT) learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS XI MIPA 2 DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA Kadek Dyah Antayani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i1.20841

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan model pembelajaran Think Pair Share dapat meningkatkan keterampilan sosial pada pembelajaran PPKn, (2) penerapan model pembelajaran Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar pada pelajaran PPKn dan (3) sarana dan prasarana yang digunakan untuk mempraktekkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada pelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam bentuk siklus yang terdiri dari peencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 30 orang. Objeknya meliputi keterampilan sosial dan hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan tes sedangkan dalam mengolah data menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Keterampilan sosial pada siklus I perolehan skor rata-ratanya sebesar 67,43 dengan kategori cukup sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 79,73 dengan kategori tinggi dan mengalami peningkatan sebesar 12,3%. (2) Hasil belajar pada siklus I perolehan skor rata-ratanya sebesar 68,70 termasuk kategori cukup, daya serap siswa 68,70% dan ketuntasan klasikal 50% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80,20 yang termasuk kategori baik, daya serap siswa 80,20%, ketuntasan klasikal sebesar 96,67% dan mengalami peningkatan sebesar 11,50%. (3) Sarana dan prasarana yang digunakan untuk mempraktekkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share adalah meja, bangku, papan tulis, LCD, literatur yang baik seperti buku penunjang dan buku LKS, kertas kerja, tema yang akan dibahas, RPP, silabus, media pembelajaran seperti powerpoint dan peta konsep, modul, kertas bintang berwarna, nomor undi, instrumen keterampilan sosial, instrumen tes, dan instrumen wawancara. Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Pair Share, Keterampilan Sosial, dan Hasil Belajar. Abstract The purpose of this study is to find out several things, such as: (1) the implementation of Think Pair Share can improve the social skill in Civic Education learning process, (2) the implementation of Think Pair Share can improve the learning outcomes in Civic Education lesson, (3) facilities and infrastructures used to apply Think Pair Share as cooperative learning model in Civic Education lesson. This study is a classroom action research which is conducted in the form of cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting. This study was conducted within 2 cycles. The subject of this study was 30 students in SMA Negeri 2 Singaraja Grade XI majoring in MIPA 2. Meanwhile, the object involved social skill and learning outcomes of the students who got Think Pair Share learning model treatment. The methods of data collection included observation, interview, and test. While, the methods of data processing that were used included descriptive qualitative and descriptive quantitative.            The result of this study shows, (1) The social skill on Cycle I got the mean score 67,43 with “Adequate” category, while the mean score on Cycle II had significant improvement 12,3% and become 79,73 with “High” category. (2) The learning outcomes on Cycle I got the mean score 68,70 with “Adequate” category which involved absorption of students 68,60% and classical mastery 50%, meanwhile the mean score of learning outcomes on Cycle II had significant improvement 11,50% become 80,20% with “Well” category which involved absorption of students 80,20% and classical mastery 96,67%. (3) The facilities and infrastructures used to apply Think Pair Share as cooperative learning model were chairs, board, LCD, guidebook, LKS, worksheet, the theme that would be discussed, lesson plan, syllabus, PowerPoint, concept map, module, colored star paper, lot number, social skills instrument, test instrument, and interview instrument. Keywords: learning method Think Pair Share, learning outcomes, social skill. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS X MIPA 3 DI SMA NEGERI 3 SINGARAJA I Komang Agus Paranata; I Wayan Landrawan; I Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i1.20843

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples di kelas X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja dalam mata pelajaran PKn.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017, dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang yang terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan angket/kuissioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar PKn.Hal ini dapat dilihat dari data berikut ini (1) Motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 65,88 sedangkan pada siklus II yaitu sebesar 77,31. Dengan demikian peningkatan nilai motivasi belajar dari siklus I sampai di siklus II sebesar 11,43%. (2) Aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 4,06 kemudian pada siklus II yaitu sebesar 5,48. Dengan demikian peningkatan nilai aktivitas belajar dari siklus I sampai di siklus II sebesar 1.42 di dalam pembelajaran PKn. Kata kunci :   Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples     Motivasi dan Aktivitas Belajar.AbstractThis study aims to improve students' motivation and learning activities by applying cooperative learning model type Examples Non Examples in class X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja in Civics subjects.This study is a classroom action research conducted using 2 cycles. The subjects of this study were students of class X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja academic year 2016/2017, with a total of 26 students consisting of 11 male students and 15 female students. Data collection in this research is done by observation method, interview, documentation and questionnaire / quissioner. The data obtained were analyzed by qualitative descriptive analysis technique. The results of this study indicate that the application of cooperative learning model type Examples Non Examples can improve motivation and learning activities Civics.This can be seen from the following data (1) Student motivation in the first cycle of 65.88 while in the second cycle that is equal to 77.31. Thus the increase in the value of learning motivation from cycle I to cycle II is 11.43%. (2) Student activity in cycle I is 4.06 then in cycle II that is equal to 5,48. Thus the increase in the value of learning activities from cycle I to cycle II of 1.42 in the learning of Civics. Keywords:  Cooperative Learning Model Type Examples Non Examples  Motivation and Learning Activities.
MENYAMA BRAYADALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ISLAM DAN HINDU DI DESA PEGAYAMANAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013 I PUTU SOVIAWAN
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i2.22024

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut : (1) mengetahui dinamika hubungan sosial di Desa Pegayaman, Kecamatan Suksasada, Kabupaten Buleleng (2) memahami pandangan masyarakat Hindu dan Islam di Desa Pegayaman, Kecamatan Suksasada Kabupaten, Buleleng terhadap nilai menyama braya, (3) Untuk mengidentifikasi bentuk hubungan menyama braya dalam kehidupan sosial di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah Kepala Desa Pegayaman, Bendesa Adat Desa Pegayaman, Ketua Majelis Madya Singaraja, Masyarakat Desa Pegayaman yang mewakili masyarakat Islam dan Hindu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1). Dinamika hubungan sosial pada saat ini masih tetap terjalin dengan baik yang disebabkan oleh faktor sejarah, faktor ideologi dan tradisi kebersamaan. Dan konsep menyama braya ini sudah ada sejak zaman dahulu, karena konsep ini mampu mempererat hubungan baik yang memiliki agama yang berbeda atau ras yang berbeda. (2). Pandangan masyarakat Islam tercermin dari konsep Ukhuwah Islamiyah dan Rahmatan Lil Alamin terhadap konsep menyama braya yakni dalam bentuk hubungan baik sesama manusia. Sedangkan pandangan masyarakat Hindu mengenai menyama braya terwujud dalam bentuk Tat Tvam Asi, Tri Hita Karana, Catur Paramitha dan Catur Parweti selanjutnya dimaknai sebagai toleransi atau kebersamaan masyarakat yang multi budaya, multi etnis dan multi agama. (3). Bentuk-bentuk hubungan harmonis antara masyarakat Hindu dan Islam dapat dilihat pada setiap lini kehidupan baik dibidang sosial maupun budaya yakni (1). Ngejot, 2) Kesenian Bordah dan 3). Gotong royong, 4). Sokok Base dan 5) Sistem Pengaturan Desa

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol 1, No 1 (2013): Februari Vol. 1 No. 1 (2013): Februari More Issue