cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
PENGEMBANGAN SIKAP DISIPLIN DAN SIKAP KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN OSIS DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ida Ayu Putu Sri Utari .; Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd .; Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengembangan sikap disiplin peserta didik melalui kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) Mengetahui pengembangan sikap kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja; (3) Mengetahui kendala – kendala yang dihadapi dalam pengembangan sikap disiplin dan sikap kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja, serta alternatif penyelesaian masalahnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian adalah pengurus OSIS kelas X, XI, dan XII. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Di SMK Negeri 1 Singaraja terdapat kegiatan OSIS yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan sikap disiplin peserta didik dalam upaya untuk pembentukan sikap yang berkarakter; (2) Di SMK Negeri 1 Singaraja terdapat kegiatan OSIS yang memiliki relevansi dengan pengembangan sikap kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa; (3) Terdapat berbagai kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja sehingga pelaksanaan kegiatan OSIS menjadi terganggu, namun dengan adanya tata tertib sebagai acuan siswa untuk mengurangi pelanggaran yang dilakukan dan bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat, pembinaan yang intensif dan secara berkala bagi peserta didik, dan melakukan sosialiasi menyeluruh kepada setiap siswa termasuk pengurus OSIS untuk memberikan pemahaman bahwa OSIS sebagai organisasi yang sah di sekolah dan bukan organisasi yang bersifat ilegal. Sehingga OSIS perlu dihargai dan dihormati oleh siswa lainnya serta OSIS berperan penting untuk kemajuan sekolah.Kata Kunci : Sikap Disiplin, Sikap Kepemimpinan, OSIS This research was aimed: (1) to finding out the role of OSIS activity in students’ discipline attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (2) to finding out the role of OSIS activity in students’ leadership attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (3) to finding out the students’ problems faced on the role of OSIS activity in students’ discipline attitude development and students’ leadership attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja with the problem solved alternative. This research used field research. This research located at SMK Negeri 1 Singaraja. The subject of this research was OSIS board in X, XI, and XII class. The sample was taken with random sampling technique. The research instruments were used by observation, interview, and documentation method. The data was analyzed used by descriptive qualitative analysis. The result of the research showed: (1) there were character formation attitude in the OSIS activity which had role in students’ discipline attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (2) there were students’ leadership basis practice in the OSIS activity which had role in students’ leadership attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (3) there were various problems in the implementation of OSIS activity with the result that disturbed the OSIS activity, however, in the manner of the role as a references of the students to minimized the infraction and be responsible to the students’ mistake, the intensive founding and done the comprehending socialization to whole of the students included the OSIS to conferred the comprehension that OSIS as a valid organization in the school with the result that OSIS need to care and respect by the other students along with OSIS have an importance role to school advancement. keyword : Discipline attitude, Leadership attitude, OSIS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn KELAS VII D I Made Sukaya .; Prof. Dr. I Wayan Lasmawan,M.Pd .; I Nengah Suastika, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar PKn siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Singaraja melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw beserta solusinya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus dengan rancangan siklus terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 32 orang.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, pedoman observasi, test objectif, wawancara dan pencatatan dokumen. Data dianalisis menggunakan menggunakan metode kuantitatif. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi sedangkan data hasil belajar siswa didapatkan melalui test pada setiap akhir siklus. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan hasil belajar PKn dan aktivitas belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Hasil belajar pada siklus I adalah 67,8 dan aktivitas belajar 32 orang siswa hanya 22,20. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 82,18 dan aktivitas belajar 32 orang siswa menjadi 36,28 berada pada kategori aktif. Dengan demikian maka model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat dikatakan berhasil Kata Kunci : Model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar This study aimed at improving students’ learning activity and learning outcome of Civics in VII D students of SMP Negeri 5 Singaraja through the application of cooperative learning model of Jigsaw, and to know the difficulties in applying the cooperative learning model of Jigsaw as well as the solution. The type of this study was Classroom Action Research (CAR). The study was conducted in 2 cycles consisting of planning, action, evaluation/observation, reflection. The subject of this study was VII D students of SMP Negeri 5 Singaraja in academic year 2015/2016 which consists of 32 students. Data collection methods used in this study was observation manual, objective test, interview, and document study. The data were analyzed quantitatively. The data of students’ activity were collected by using observation manual, while the data of students’ learning outcome were collected through the test at the end of each cycle.The result of analysis showed : (1) there was improvement of students’ civics learning outcome and students’ learning activity in VII D class of SMP Negeri 5 Singaraja in academic year 2015/2016. Learning outcome in cycle I was 67.8 and learning activity of 32 students was only 22.20. Meanwhile, in cycle II, students’ learning outcome improved to be 82.18 and learning activity of 32 students became 36.28 which was belonging to active. In conclusion, cooperative learning model of Jigsaw can be used as successfully. keyword : Cooperative learning model of Jigsaw, Activity, learning outcome
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN PKn KELAS VIIIJ SMPN 5 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ummi Kumairah .; Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd .; I Nengah Suastika, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7439

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar PKn, melalui penerapan metode pembelajaran problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus tindakan. Tahapan-tahapan dalam setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII J SMPN 5 Singaraja yang berjumlah 33 orang,yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Objek penelitian meliputi hasil belajar dan aktivitas belajar PKn siswa.Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan teknik pemberian tes objektif sedangkan data aktivitas belajar siswa menggunakan teknik observasi. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar PKn siswa kelas VIII J SMPN 5 Singaraja tahun ajaran 2014/2015.Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar pada siklus 1 yaitu dengan rata-rata 76,96 sedangkan pada siklus II mencapai 83,48%. Dan untuk aktivitas belajar pada siklus I rata-rata sebesar 5,27%, kemudian pada siklus II adanya peningkatan hingga 6,06% dengan kategori aktif. Kata Kunci : Kata-kata Kunci: Metode Pembelajaran Problem Solving, hasil belajar, aktivitas belajar. Abstract This study aims to improve learning outcomes and learning activities Civics, through the application of learning methods of problem solving. This research is a class action (PTK) are performed in two cycles of action. Stages in each cycle is the planning, implementation, observation/evaluation and, reflection. The subjects were students of class VIII J SMPN 5 Singaraja totaling 33 people, consisting of 18 men and 15 women. The object of research include learning outcomes and student learning activities Civics. The data collected by the student learning outcomes techniques of objective tests, while the data of student learning activities using observation. Furthermore, the data collected was analyzed by quantitative descriptive. The results showed that the application of learning methods of problem solving can improve learning outcomes and learning activities Civics class VIII J SMPN 5 Singaraja academic year 2014 / 2015. Its can be seen from the results of learning in cycle 1 is the average of 76.96, while the second cycle reaches 83.48%. And for learning activities in the first cycle an average of 5.27%, then the second cycle to an increase of up to 6.06% with an active category. keyword : Keywords: Learning Methods Of Problem Solving, Learning Outcomes, Learning Activities
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe group investigation Meningkatkan Aktivitas Hasil Motivasi Belajar PPKn X IIS1 I Nengah Sudanayasa .; Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7441

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, hasil, dan motivasi belajar siswa di kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation (GI). Penenlitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan pada setiap siklus dilaksanakan berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pedoman bservasi, tes objectif, dan kuisioner. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan pedoman observasi, data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes, dan data motivasi be lajar siswa diperoleh dengan penyebaran kuisioner. Data hasil analisis menunjukan terjadi peningkatan aktivitas belajar, hasil belajar, dan motivasi belajar siswa, pada pelaksanaan siklus I diperoleh data aktivitas belajar siswa dengan rata-rata 25 dalam kategori cukup aktif, hasi belajar rata-rata 75 daya serap 74,7 ketuntasan belajar 46,2 dalam kualifikasi baik dan data motivasi belajar siwa rata-rata 66 dalam kategori cukup aktif dan pada siklus II aktivitas belajar siswa rata-rata 33,7 dalam kategori aktif, hasil belajar siswa 82,9 daya serap 82,9% ketuntasan belajar 89,7% dalam kualifikasi baik. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar dan motivasi belajar siswa.Kata Kunci : Group Investigation, Aktivitas, Hasil, Motivasi. Classroom action research aims to increase learning activity, output and students motivation in X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja through the implementation of cooperative learning. This study conducted by to cydes and every cycle was conducted based on the research procedure of classroom action stages that is scheming, proceeding, evaluating and reflecting. The subject of this research was student in X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja with the number of student is 39 students. The technique that is used in collecting the data was observation guidelines, objective test, and questronnaires. Data were analyzed using quantitative methods. Learning activity data was collected by the observation guide, students learning output data was collected by the test, and students learning motivation data was obtained by questionnaire. Data analysis saw an increase in learning activity, learning output and learners motivation, the implementation of the first cycle obtained students learning activity data with an average of 25 that is categorized as quite active. Learning outputs on average 75, the absorption on 75,5. 46,2 in mastery learning in both good qualification and the data of students motivation on average of 66 that is categorized as quite active. In second cycle, learning activities of students on average 33,7 in active catagories, 82,9 in students learning output, absorbtion on 82,9 %, 89,7 % on study completeness as well in good qualification. Based on the result the cooperative learning model with Investigation Group ( IG) type was improved group learning activities, learning output and students motivation.keyword : Investigation Group, Activity, Result and motivation of study
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NHT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PKn SISWA KELAS VIII B8 Komang Satria Wibawa .; Prof. Dr. I Wayan Lasmawan,M.Pd .; I Nengah Suastika, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7443

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran PKn dengan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT), untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn setelah penerapan dengan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan untuk mengetahui respon siswa setelah penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dalam meningkatkan kemampun berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B8 yang berjumlah 34 orang, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Pengumpulan data hasil kemampuan berpikir kritis siswa dan respon siswa menggunakan metode tes dan non tes. Tes dilakukan pada akhir pembelajaran (tes evaluasi) dan setiap akhir siklus. Metode non tes berupa observasi dilakukan untuk menilai kemampuan berpikir kritis ranah psikomotorik (kegiatan diskusi kelompok). Metode non tes dengan menggunakan kuisioner untuk menilai respon siswa terhadap model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Data kemampuan berpikir kritis siswa dan data respon siswa yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran PKn siswa kelas VIII B8 semester II di SMP Negeri 6 Singaraja. Persentase kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn siklus I adalah 72% (kategori cukup) dan siklus II adalah 81% (kategori baik). Untuk nilai rata-rata respon siswa sebesar 45 dengan kategori sangat positif, sehingga penelitian ini jika dilihat dari respon siswa dapat dikatakan berhasil. Kata Kunci : berpikir kritis, model pembelajaran NHT The problem in this research is the lack of critical thinking skills of students. This study aims to determine the learning process Civics with implementation of learning model Numbered Head Together (NHT), to determine the increase critical thinking skills of students on the subjects of Civics after the application of the learning model Numbered Head Together (NHT) and to evaluate the response of the students after the implementation of learning model Numbered Head Together (NHT) in improving students' critical thinking. This type of research is the PTK (Classroom Action Research) is conducted in two cycles. The subjects were students of class VIII B8 totaling 34 people, consisting of 16 men and 18 women.Collecting data of critical thinking skills of students and students' responses using the test methods and non-test. The tests were conducted at the end of the lesson (evaluation tests) and the end of each cycle. Methods of non-test form of observations carried out to assess the ability of critical thinking realm psychomotor (discussion group). Non-test methods using questionnaires to assess students' response to the learning model Numbered Head Together (NHT). Data critical thinking skills of students and student response data were analyzed by descriptive quantitative. The results of this study indicate that the application of the learning model Numbered Head Together (NHT) can enhance critical thinking skills in the subject of Civics graders VIII B8 in the second half of SMP Negeri 6 Singaraja. The percentage of students' critical thinking skills on the subjects of Civics first cycle was 72% (sufficient category) and the second cycle was 81% (both categories). For use values average student responses by 45 categorized as very positive, so this study if seen from the students' responses can be said successfully.keyword : critical thinking, learning model NHT
IMPLEMENTASI KEGIATAN PATROLI KEAMANAN SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Made Purnamita Sari .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .; Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7444

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimana model pengembangan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) bagaimana peranan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja; dan (3) Apa saja hambatan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja. Lokasi penelitian yaitu di SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah anggota patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja dan pihak-pihak lain yang nantinya bisa membatu memberikan data dalam penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan pengambilan sampel dengan sembarangan sesuai dengan jumlah sampel yang sudah ditentukan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model pengembangan kegiatan Patroli keamanan sekolah di SMK Negeri 1 Singaraja merupakan program OSIS yang dilaksanakan oleh perwakilan dari masing-masing kelas yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal piket yang telah disepakati; (2) peranan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu sangat memiliki peran yang sangat penting karena dalam pelaksanaan Patroli keamanan sekolah, akan menumbuhkan nilai-nilai berani, disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan peduli sosial. Nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai dasar pembentuk karakter pada seseorang; dan (3) kendala kegiatan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu kurangnya tenaga pelatih yang professional dalam melatih calon anggota PKS; anggota PKS yang tidak melaksanakan tugasnya karena mendadak tidak masuk sekolah; sikap acuh tak acuh siswa terhadap anggota PKS. Kata Kunci : Implementasi, kegiatan patroli keamanan sekolah, pendidikan karakter This research was aimed in order to know: (1) the models of develoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja; (2) the roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja; and (3) the obstacles which were faced by school patrol in develoving character in SMK Negeri 1 Singaraja. Research was done in SMK Negeri 1 Singaraja. Where, the subjects were the members of school security patrol of SMK Negeri 1 Singaraja and the others who could give supporting data for this research. The informants were chosen by random sampling technique with quantity that was already decided. Meanwhile, the collection used some techniques, such as: observation, interview, and document record. Then, data was analyzed qualitative descriptively. After that, the result of research showed: (1) the modelsof deveoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja were the student’s organization program which was held by the candidates of every class according to schedule which has been decided; (2) The roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja was very important means that, by conducting school security patrol, it would grow some good values were the base of someone’s character development; and (3) The obstacles which were faced in school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja, such as: it had less professional trainers in training new members of school security patrol, it could be found some members who were not on duty because of their absence at school, and the last, students who were not care to the school security patrol’s existence.keyword : The implementation, school security patrol activities, character education
IMPLEMENTASI KEGIATAN PATROLI KEAMANAN SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Made Purnamita Sari .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .; Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7446

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimana model pengembangan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) bagaimana peranan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja; dan (3) Apa saja hambatan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja. Lokasi penelitian yaitu di SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah anggota patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja dan pihak-pihak lain yang nantinya bisa membatu memberikan data dalam penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan pengambilan sampel dengan sembarangan sesuai dengan jumlah sampel yang sudah ditentukan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model pengembangan kegiatan Patroli keamanan sekolah di SMK Negeri 1 Singaraja merupakan program OSIS yang dilaksanakan oleh perwakilan dari masing-masing kelas yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal piket yang telah disepakati; (2) peranan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu sangat memiliki peran yang sangat penting karena dalam pelaksanaan Patroli keamanan sekolah, akan menumbuhkan nilai-nilai berani, disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan peduli sosial. Nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai dasar pembentuk karakter pada seseorang; dan (3) kendala kegiatan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu kurangnya tenaga pelatih yang professional dalam melatih calon anggota PKS; anggota PKS yang tidak melaksanakan tugasnya karena mendadak tidak masuk sekolah; sikap acuh tak acuh siswa terhadap anggota PKS. Kata Kunci : Implementasi, kegiatan patroli keamanan sekolah, pendidikan karakter This research was aimed in order to know: (1) the models of develoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja; (2) the roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja; and (3) the obstacles which were faced by school patrol in develoving character in SMK Negeri 1 Singaraja. Research was done in SMK Negeri 1 Singaraja. Where, the subjects were the members of school security patrol of SMK Negeri 1 Singaraja and the others who could give supporting data for this research. The informants were chosen by random sampling technique with quantity that was already decided. Meanwhile, the collection used some techniques, such as: observation, interview, and document record. Then, data was analyzed qualitative descriptively. After that, the result of research showed: (1) the modelsof deveoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja were the student’s organization program which was held by the candidates of every class according to schedule which has been decided; (2) The roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja was very important means that, by conducting school security patrol, it would grow some good values were the base of someone’s character development; and (3) The obstacles which were faced in school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja, such as: it had less professional trainers in training new members of school security patrol, it could be found some members who were not on duty because of their absence at school, and the last, students who were not care to the school security patrol’s existence.keyword : The implementation, school security patrol activities, character education
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Desak Gede Sasra Devayanti .; Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd. .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja, (2) kontribusi sekolah dalam implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja dan (3) kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja beserta upaya pemecahannya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini ialah guru-guru PKn, dan siswa-siswi SMK Negeri 1 Singaraja. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja masih belum efektif. Kendala yang dihadapi dalam pengimplementasian pendidikan anti korupsi di SMK Negeri 1 Singaraja terdiri dari: (1) kendala internal berupa kurangnya pemahaman guru serta siswa mengenai pendidikan anti korupsi, dan (2) kendala eksternal berupa faktor lingkungan, perkembangan teknologi serta kurangnya pelatihan untuk guru. Kendala internal dapat diatasi dengan mencari sumber-sumber tentang pendidikan anti korupsi, untuk menambah wawasan guru dan siswa mengenai teori maupun pengimplementasian pendidikan anti korupsi. Kendala eksternal dapat diatasi dengan guru secara aktif melakukan diskusi bersama guru lainnya tentang integrasi pendidikan anti korupsi dalam proses pembelajaran, guru maupun pihak sekolah dapat memaksimalkan peran keluarga dan masyarakat dalam dunia pendidikan. Kata Kunci : Implementasi, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Kewarganegaraan. This research purpose for find out about: (1) the implementation of anti – corruption study in civics education courses at SMK Negeri 1 Singaraja, (2) School contribution in implementation of anti – corruption study Civic Education courses at SMK Negeri 1 Singaraja, and (3) the problems faced in implementation of anti – corruption study at education of civics courses at SMK Negeri 1 Singaraja along with the solution effort. This kind of research is classified in descriptive,qualitative, subject of this research is a teachers of civic education and students of SMK Negeri 1 Singaraja. Data collected by interview, observation, and recorded document. Results of research showed in implementation of anti – corruption study at education of civics courses at SMK Negeri 1Singaraja, still not yet effective. The problems faced in implementation of anti – corruption study in education of civics courses at SMK Negeri 1 Singaraja as follow: (1) Internal problem is a lack understanding the teachers and students about education anti – corruption, and (2) External problem as environmental factor, technological developments, lack of training for teachers. Internal problem could be solving with searching the sources about education anti – corruption to increase insight of teachers and students about theory, or implementation education anti-corruption. External problem could be solving with doing active sharing discussion between teachers about education of integration anti – corruption inside learning process. Teachers or School should be maximizing contributions of family and public in the world of education. keyword : Implementation, Education of anti – corruption, Civics education.
Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kemampuan Berpikir Kritis PKn VIIC Gede Agus Gunawan .; Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd .; Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas VIIc SMP Negeri 2 Sawan melalui penerapan model pembelajaran Example Non Example, dan untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran Example Non Example beserta solusinya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus dengan rancangan siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIc SMP Negeri 2 Sawan tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 42 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, pedoman observasi, test objectif, Data dianalisis menggunakan menggunakan metode kuantitatif. Data Kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi, sedangkan data hasil belajar siswa didapatkan melalui hasil test yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran PKn siswa kelas VIIc SMP Negeri 2 Sawan tahun pelajaran 2015/2016. Hasil belajar pada siklus I adalah 69,59 dalam ketegori cukup, sedangkan hasil belajar pada siklus II meningkat menjadi 80,6 dalam kategori baik. Kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 12,1dalam kategori cukup kritis, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 17,15 dalam kategori kritis. Dengan demikian maka model pembelajaran Example Non Example dapat dijadikan prediktor untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa Kata Kunci : Model Example Non Example, berpikir kritis, Hasil Belajar This research is aimed at enhancing the students’ study result and critical thinking skill in civic education subject for students of VII C Class at SMP Negeri 2 Sawan through the implementation of Example Non Example Learning Model, and knowing the problems in implementing Example Non Example Learning Model with their solutions. This research is Classroom Action Research (CAR). This research was done by 2 cycles with the planning of cycle including planning, implementation, evaluation/observation, and reflection step. The subjects of this research was the students of VIIC Class of SMP Negeri 2 Sawan at academic year 2015/2016 with the number of students is 42 students. Techniques of collecting data that used was observation guidance and Multiple Choice Test. The Data were analyzed by using quantitative method. Data of critical thinking skill were collected by using observation guidance, meanwhile, the data of students’ study result were collected through the result of the test that was done at the end of each cycle. The result of analysis shows that: (1) there is an enhancement on students’ study result and critical thinking skill in civic education subject of students of VIIC Class at SMP Negeri 2 Sawan at academic year 2015/2016. The study result of Cycle I is 69.59 in fairly active category. Meanwhile, the students’ study result of cycle II has enhanced to 80.6 and belonged to good category. The critical thinking skill in cycle I is 12.1 in fairly critical category, meanwhile in cycle II has enhanced to 17.15 and belonged to critical category. Due to that, the Example Non Example Learning Model can be used in enhancing students’ study result and critical thinking skill.keyword : Example Non Example Learning Model, Critical Thinking, Study Result
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Luh Budiani .; Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan aktivitas belajar yang akan dicapai siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, (2) untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan hasil belajar yang dicapai setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran. dan (3) untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw beserta alternatif pemecahan masalahnya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus yaitu : tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI AP A SMK Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 42 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : observasi, test objectif, wawancara dan pencatatan dokumen. Data dianalisis menggunakan menggunakan metode kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas XI AP A SMK Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 yaitu pada siklus I hanya sebesar 18,76 kemudian di siklus II meningkat menjadi 24,31. (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 71,9 kemudian pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 85,2 yang berada pada kategori aktif. (3) kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran ini yaitu siswa masih belum terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena pembelajaran seperti ini baru pertama kali diterapkan di kelas tersebut.Kata Kunci : Kooperatif Tipe Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar This research purpose for: (1) to know how high increase of activity the students will reach after applying learning models cooperative jigsaw type, (2) to know how high increase of learning results will reach after applying learning models jigsaw type inside study. and (3) to find out a problems after applying learning models cooperative jigsaw type with alternative solutions problems.This research is classified in research of class action ( PTK ).The research will do with 2 ciclus,a ciclus design consist of step action plan,the implementstion of action,evaluation/observation,reflection.subject of this research is a studens XI AP A class at SMK Negeri 1 Singaraja period 2015/2016 with totals 42 students.Data collected with technic as follows : observation guide,objective test,interview,and recorded document. The analysis data will use quantitative. Analysis results showed : (1) increased of students learning activity happen in XI AP A class at SMK Negeri 1 Singaraja period 2015/2016 ciclus I only 18,76 then in ciclus II increase to 24,31. (2) increased of students learning results in ciclus I only 71,9 andthen in ciclus II a students leaning results increased to be 85,2 that is stand on active category. (3) problems faced when applying this leaning models is students still cannot adapted with leaning models cooperative jigsaw type because this leaning models is first times applied in this class. keyword : cooperative jigsaw type , activity , learning results

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 6, No 3 (2018): September Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol 4, No 3 (2016): September Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue