cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 1 SINGARAJA TAHUN 2013/2014 Fransiskus Made Hariawan Citra
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pengajaran konvensional pada siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 255 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI IA3 SMAN 1 yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas XI IA4 SMAN 1 Singaraja yang berjumlah 30 orang. Data mengenai hasil belajar PKn siswa diperoleh melalui tes tertulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 13,20 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model discovery learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pengajaran langsung. Diperoleh rata-rata ( X ) hitung, kelompok eksperimen adalah 26,9 dan kelompok kontrol adalah 16,73. Hal ini berarti bahwa X eksperimen > X kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja kabupaten Buleleng Kata-kata kunci: strategi pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok, hasil belajar PKn
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) BERBASISMETODE DISKUSI KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN DAN DISIPLIN SISWA PADA SISWA KELAS VIII K SMP N 3 SINGARAJA NI WAYAN RASITI; I Nyoman Natajaya; I Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) (2) meningkatkan disiplin belajar siswa, dan (3) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran PKn berbasis model Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua kali siklus tindakan.Tahapan- tahapan dalam setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, obeservasi/ evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII K SMP Negeri 3 Singaraja yang berjumlah 33 orang yang terdiri dari 20 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan pemberian tes.Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas VIII K SMPNegeri 3 Singaraja, dapat meningkatkan hasil Belajar PKn dan disiplin belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari: (1) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar PKn yaitu siklus I sebesar 77,6 daya serap 77,6% dengan ketuntasan belajar klasikal 45,4%, sedangkan skor rata-rata hasil belajar PKn pada siklus II yaitu sebesar 87,4 daya serap 87,7%dengan ketuntasan belajar klasikal 100%. (2)peningkatan persentase disiplin belajar siswa yang berada dalam kualifikasi sangat disiplin yaitu siklus I sebesar 45,4% sedangkan pada siklus II menjadi 81,8% . Kata-kata Kunci :Teams Games Tournament (TGT), hasil belajar, disiplin
Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament untuk Meningkatkan Respon dan Hasil Belajar PKn Siswa Made Niki Astiti; Sukadi Sukadi; I Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn melalui penerapan strategi pembelajaran Team Games Tournament (TGT), dan mengetahui respon siswa melalui penerapan strategi pembelajaran Team Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua kali siklus tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 29 orang. Objeknya meliputi hasil belajar PKn, respon siswa dan penerapan strategi pembelajaran Kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, pemberian tes, dan kuisioner. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan strategi pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Singaraja, dapat meningkatkan hasil belajar PKn, serta respon siswa tergolong positif. Kata-kata Kunci :Team Games Tournament (TGT), respon dan hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn I Made Sudana; I Made Yudana; I Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) pada siswa kelas VII SMP Katolik Santo Paulus Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian menggunakan 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Selanjutnya data yang dikumpulkan dari metode observasi, wawancara dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dan data yang diperoleh dari metode tes dianalisis dengan tehnik deskriptif kuantitatif. Hasil pada siklus I, persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal 64% (cukup aktif) dan tingkat ketuntasan hasil belajar 74,28% (cukup). Data siklus II, persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal sebesar 8,06% (aktif) dan tingkat ketuntasan hasil belajar sebesar 91,43% (Sangat baik). Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar 16,6% dan hasil belajar 17,15% dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn pada siswa kelas VII SMP Katolik Santo Paulus Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Disarankan kepada guru PKn untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn.
PENDIDIKAN POLITIK BERBASIS DESA ADAT BAGI KAUM PEREMPUAN DI DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ni Ketut Restini; I Wayan Landrawan; Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (1) Bagaimana proses pendidikan politik bagi kaum perempuan di desa Tigawasa ; (2) Untuk mengetahui bagaimana partisipasi perempuan dalam kehidupan politik di desa Tigawasa sebelum dan sesudah diterapkan pendidikan politik ; (3) Untuk mengkaji bagaimana keberterimaan laki-laki terhadap partisipasi perempuan dalam kehidupan politik di desa Tigawasa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di desa Tigawasa Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Subyek penelitian ini adalah; Kepala desa dan stafnya, Prajuru desa adat, anggota masyarakat, kaum perempuan di desa Tigawasa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Bahwa proses pendidikan politik di desa Tigawasa relatif sudah berjalan dengan sangat baik. Proses pendidikan politik ini, berjalan melalui proses pendidikan formal yang diakui oleh masyarakat, khususnya para perempuan di desa Tigawasa. Kesadaran para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya, termasuk anak perempuan sudah relatif tinggi. Hal ini ditunjukan dengan terus meningkatnya tingkat pendidikan politik di masyarakat, proses pendidikan perempuan di desa Tigawasa di awali dari pendidikan di sekolah, keluarga, masyarakat dan di desa adat. (2) Bahwa partisipasi perempuan di desa Tigawasa sebelum adanya pendidikan politik relatif rendah, yaitu partisipasinya dalam kehidupan politik berkisar 30%. Setelah melalui pendidkan politik baik lewat pendidikan formal maupun informal, partisipasi perempuan di Tigawasa dalam kehidupan politik meningkat menjadi 75%. (3) Kaum laki-laki di desa Tigawasa sudah mengakui hak-hak kaum perempuan dalam partisipasinya di kegiatan politik seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menjadi anggota suatu partai politik atau kelompok kepentingan, mengadakan hubungan (contracting) dengan pejabat pemerintah atau anggota parlemen, dan mendukung bila nantinya akan ada perempuan yang menjadi pemimpin yang bisa membawa desa Tigawasa kearah yang lebih maju. Kata Kunci : Pendidikan politik, desa adat, kaum perempuan.
DISKRIMINASI DALAM PRESPEKTIF BHINEKA TUNGGAL IKA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas 9J SMP Negeri 3 Singaraja) Placenta Abshar Wijaya; Sukadi Sukadi; Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i3.23093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) realita kasus diskriminasi terhadap seorang siswa di kelas 9J SMPN 3 Singaraja yang tidak sesuai dengan makna bhineka tunggal ika, (2) faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kasus diskriminasi terhadap seorang siswa di kelas 9J SMPN 3 Singaraja, serta (3) kendala-kendala yang dialami kelas 9J SMPN 3 Singaraja atas terjadinya kasus diskriminasi dan alternatif solusinya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dan diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket/kuosioner. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 9J SMPN 3 Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Hasil penelitian menunjukan: 1) Kasus diskriminasi yang terjadi di kelas 9J SMPN 3 Singaraja dibuktikan dengan tidak ada satupun siswa-siswa di kelas 9J yang bersedia duduk satu bangku, belajar kelompok, serta bermain dengan seorang siswa yang terdiskriminasi tersebut. 2) Faktor-faktor yang melandasi kasus diskriminasi ini terjadi dikarenakan sikap tidak bersahabat dari siswa yang terdiskriminasi tersebut terhadap teman-teman sekelas, sehingga mengakibatkan siswa tersebut terisolir dan terdiskriminasi. 3) Siswa yang terdiskriminasi tersebut menjadi siswa yang menyendiri dalam kegiatan formal dan non formal di sekolah. Rasa tidak nyaman juga dirasakan seluruh siswa kelas 9J, karena beranggapan bahwa karakter dari siswa yang terdiskriminasi tersebut sudah meresahkan. Alternatif pemecahan masalahnya adalah meningkatkan kompetensi guru terutama guru-guru yang mengajar di kelas 9J dalam menciptakan situasi yang harmonis.Kata kunci: Diskriminasi. Bhineka. Studi Kasus
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN TEKNO-HUMANISTIK (Reinventing Pasraman for Next-Century School) I Made Yudana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i1.23543

Abstract

Mengawali paparan ijinkan saya mengajak Ibu dan Bapak peserta orientasi untuk membaca cukilan dua artikel yang ditulis penulis kondang J. Sumardianta dalam buku berjudul Guru Gokil Murid Unyuk, terbitan Bentang Pustaka Tahun 2013. Artikel pertama yang, mengisahkan dialog orang tua murid dan guru yang selengkapnya seperti kisah berikut : “Bu Nadia melihat putrinya Muriel, menangis sepulang sekolah sambil menenteng tas biola. Anak berumur 8 tahun itu sedih karena gurunya meniadakan pelajaran musik di kelas. Semalaman Bu Nadia (begitu Ibu muda ini biasa disapa oleh koleganya) merasa dongkol , sewot, dan memendam marah. Ia tidak bisa tidur memikirkan kekecewaan putrinya. Bu Nadia bertekad berdiskusi dengan guru agar mereka paham makna dan dampak kekecewaan bagi murid yang diasuhnya.Keesokan harinya, Bu Nadia berusaha menenangkan diri. Ia memutuskan untuk mencari tahu apa persisnya yang terjadi di sekolah sebelum berdiskusi dengan guru. Bu Nadia menemui guru sebelum pelajaran dimulai. "Putri saya mencintai biola . Saya ingin tahu mengapa anak-anak tidak boleh lagi berlatih biola di sekolah?" ujar Bu Nadia.
KESADARAN HUKUM MAHASISWA UNISBANK SETELAH MENEMPUH MATA KULIAH KBK-PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PELAKSANAAN NILAI-NILAI PANCASILA Muzayanah Muzayanah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i1.23544

Abstract

Mata Kuliah KBK Pancasila dan Kewarganegaraan yang diberikan dan diajarkan pada Mahasiswa Universitas Stikubank (UNISBANK) khususnya mahasiswa yang berada di Semester Gasal dan Genap Tahun Akademik 2013/2014 berdasarkan Surat Keputusan Rektor UNISBANK No: 044/J.01/Unisbank/SK/2013 tentang Pemberlakuan Kurikulum Baru berdasarkan PP No.66/2010, SK MENDIKNAS No.232/U/2000 Jo. No. 045/U/2002 bertujuan untuk memberikan bekal bagi mahasiswa agar memiliki kompetensi sebagai lulusan dari Perguruan Tinggi yang mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila yang diyakini kebenarannya dalam melaksanakan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penelitian yang penelilti lakukan ini adalah untuk menjawab permasalahan tentang Bagaimanakah Kesadaran Hukum Mahasiswa Unisbank setelah menempuh Mata Kuliah KBK Pancasila dan Kewarganegaraan mampu menerapkan nilai-nilai Dasar Pancasila ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Kesadaran hukum Mahasiswa Unisbank Setelah menempuh Mata Kuliah KBK Pancasila Dan Kewarganegaraan mampu melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode Yuridis Sosiologis dengan Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis. Dengan metode pendekatan ini, mahasiswa setelah menempuh mata kuliah Pancasila dan kewarganegaraan berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi, timbul motivasi terhadap diri mahasiswa dan kemudian tumbuh kesadaran hukum untuk melaksanakan dan mengaplikasikan Nilai-nilai Pancasila. Untuk metode pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya yaitu mahasiswa Unisbank, dengan melalui wawancara dan kuesioner terbuka dan tertutup serta pengamatan langsung. Adapun data Sekunder adalah data yang diperoleh dari buku- buku dan literature melalui studi kepustakaan, yang membahas tentang Teori motivasi, dan teori-teori tentang Kesadaran Hukum. Analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, yaitu suatu metode analisis yang dilakukan dengan cara mengumpulkan semua bahan-bahan yang diperoleh untuk kemudian ditelaah dan dianalisa berdasarkan peraturan perundang-undangan dan teori yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Selanjutnya mengambil kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif yaitu proses penarikan kesimpulan yang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum menuju hal-hal yang bersifat khusus.Kata Kunci : Kesadaran Hukum mahasiswa, Nilai-nilai Pancasila
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PPKN PADA SMA NEGERI DI KECAMATAN BUSUNGBIU I Gede Angga Supriana; Sukadi Sukadi; I Nengah Suastika
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i1.23548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran PPKn pada SMA Negeri di Kecamatan Busungbiu. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi dengan model CIPP. Tempat dalam penelitian ini adalah SMA Negeri di Kecamatan busungbiu yang melaksanakan kurikulum 2013, yaitu SMA Negeri 1 Busungbiu dan SMA Negeri 2 Busungbiu dan Sampel dalam penelitian ini adalah dua orang kepala sekolah dan dua orang guru PPKn SMA Negeri di Kecamatan Busungbiu. Berdasarkan instrumen evaluasi dari Kemendikbud, sampelsiswa diambil 5 orang dari masing-masing sekolah sehingga sampel siswaberjumlah 10 orang dengan menggunakan undian.Instrumen penelitian berupa kuisioner, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah Statistik Deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran PPKn pada SMA Negeri di Kecamatan Busungbiu terkualifikasi efektif.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pelajaran PPKn.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT CITIZEN TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR DAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 BUSUNGBIU I Made Pasek Anom Sarwa Adi Wisesa; I Wayan Lasmawan; I Nengah Suastika
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i1.23549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Projec Citizenterhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar PPKn siswa kelas X di SMA Negeri 1 Busungbiu. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental post-test only control group desing. Populasi penelitian ini adalah 188 siswa kelas X dengan sampel penelitian 32 siswa X IPA1 dan 30 siswa kelas X IPA4 SMA Negeri 1 Busungbiu yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir keritis dan hasil belajar siswa 80.47 dan 83.81 untuk kelas eksperimen dan 72.83 dan 73.83 untuk kelas control. Artinya kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol dalam hal pencapaian keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar mereka. Selain itu, nilai F- Wilk’ Lambda = 49.78. Karena nilai sig (p= 0.0 < 0.05), hipotesis nol (H0) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan penggunaan model pemebalajaranProject Citizen terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Kesimpulannya,Kata kunci: Project Citizen, Berpikir Kritis, Hasil Belajar

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 7, No 3 (2019): September Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 6, No 3 (2018): September Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue