cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2020)" : 16 Documents clear
PELATIHAN MERANCANG INSTRUMEN ASESMEN HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA GURU-GURU SD DI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA Poerwanti, Jenny Indrastoeti; Budiharto, Tri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.471 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.16660

Abstract

k Masalah yang dihadapi saat ini, terkait dengan keberadaan kurikulum 2013, adalah masih kurangnya pemahaman para pelaksana pendidikan yaitu guru-guru dalam memahami kurikulum 2013 khususnya yang berkaitan dengan penilaian atau asesmen. Secara spesifik adalah tentang kemampuan penyusunan instrumen penilaian berbasis High order thinking skills (HOTS). Hal ini terlihat dalam kegiatan PPL mahasiswa di sekolah dasar dan pada kegiatan sertifikasi guru melalui program PPG (Program Pendidikan Profesi Guru). Para guru maupun calon guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun instrumen berbasis HOTS.Pentingnya instrumen asesmen/penilaian dalam kegiatan proses pembelajaran merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius, mengingat penilaian adalah bagian integral yang tidak terpisah dari proses pembelajaran.Dalam merancang instrumen asesmen yang dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis bukanlah hal yang mudah. Hasil penelitian menemukan bahwa 55 % soal-soal tes yang digunakan oleh 36 guru yang mengajar matematika, IPA, IPS, bahasa, pada tingkat sekolah dasar sampai menengah, sebagian besar guru tidak merancang instrumen yang mengukur higher order thinking skills. Instrumen yang digunakan cenderung hanya mengukur kemampuan mengingat fakta. (Burns, 1985, Boyd, 2008). Higher order thinking skills adalah keterampilan siswa pada tingkatan 4 (analyzing) sampai 6 (creating) pada Taxonomy Bloom ranah kognitif. Sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar, diperlukan pelatihan dalam merancang instrumen penilaian berbasis HOTS. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan berupa penyampaian materi, dengan menggunakan ceramah, tanya jawab, penugasan diskusi, praktik merancang instrumen penilaian berbasis HOTS.Pelatihan ini melibatkan guru di SDN Kecamatan yang berjumlah 30 guru dan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama penyampaian materi penilaian serta contoh-contoh instrumen dan hari kedua praktek penyusunan instrumen penilain berbasis HOTS. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan dapat dilihat dari jumlah kehadiran yang 100% hadir. Kemampuan peserta merancang instrumen asesmen berbasis HOTS skor reratanya minimal 75. Kata Kunci: Penilaian, Instrumen, High order thinking skillsABSTRACTThe problem faced today, related to the existence of the 2013 curriculum, is that there is still a lack of understanding of education implementers, namely teachers in understanding the 2013 curriculum, especially those related to assessment or assessment. Specifically, it is about the ability to prepare assessment instruments based on High order thinking skills (HOTS). This can be seen in the PPL activities of students in elementary schools and in teacher certification activities through the PPG (Teacher Professional Education Program) program. Teachers and prospective teachers still have difficulties in compiling HOTS-based instruments.The importance of assessment instruments / assessment activities in the learning process activities is a matter that needs serious attention, considering that assessment is an integral part that is not separate from the learning process. In designing assessment instruments that can encourage students to develop critical thinking skills is not easy. The results of the study found that 55% of the test questions used by 36 teachers who taught mathematics, science, social studies, language, at the elementary to secondary level, most teachers did not design instruments that measure higher order thinking skills. The instruments used tend to only measure the ability to remember facts. (Burns, 1985, Boyd, 2008). Higher order thinking skills are the skills of students at level 4 (analyzing) to 6 (creating) in the Taxonomy Bloom cognitive domain. In an effort to improve teacher professionalism in teaching, training is needed in designing HOTS-based assessment instruments. The method used in the training was in the form of delivering material, using lectures, question and answer, discussion assignments, and the practice of designing HOTS-based assessment instruments.This training involved teachers in the SDN Kecamatan, totaling 30 teachers and was held for two days. The first day of presentation of assessment material and examples of instruments and the second day of the practice of preparing HOTS-based assessment instruments. The participants were very enthusiastic in participating in the training can be seen from the number of attendance which was 100% present. The ability of participans to design HOTS based assessment instruments the average score is at least 75.Keywords: Assessment, Instruments, High order thinking skills
STIMULASI BRAIN GYM KEPADA SISWA PAUD DI SANG TUNAS SCHOOL DENPASAR Pramita, Indah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.045 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.18295

Abstract

Abstrak   Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tempat belajar anak sebelum memasuki sekolah dasar. Parameter perkembangan dan pertumbuhan anak ditunjukkan dengan kualitas kecerdasan anak. Brain gym merupakan latihan yang membantu optimalisasi fungsi dari otak manusia. Brain gym bertujuan untuk membuka channel fisiologi otak sehingga meningkatkan kemampuan belajar. Brain gym mampu meningkatkan konsentrasi, atensi, kewaspadaan dan kemampuan fungsi otak untuk melakukan perencanaan gerak. Sang Tunas School merupakan pendidikan anak usia dini yang berada di desa Pemecutan, kecamatan Denpasar Barat. Sejauh pengamatan di sang tunas school belum menerapkan brain gym dalam proses pembelajaran. Kegiatan stimulasi motorik hanya sebatas senam sehat gembira yang dilaksanakan sekali selama satu minggu.Tujuan dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah meningkatkan ketrampilan siswa PAUD dalam mengaplikasikan brain gym dan menerapkan brain gym dalam proses pembelajaran di PAUD Sang Tunas. Program kemitraan yang diberikan kepada mitra adalah Pelatihan dan pendampingan brain gym kepada siswa. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah : Peningkatan ketrampilan siswa dalam aplikasi brain gym dan penerapan brain gym dalam proses belajar. Kata Kunci : Brain Gym, Sang Tunas School, Siswa
VARIASI SPASIAL DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI DESA KORIPAN, KEC. SUSUKAN, KAB. SEMARANG Barirotuttaqiyyah, Diana; Muta'ali, Lutfi; Kurniawan, Andri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.382 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.18317

Abstract

Pembangunan Jalan Tol dampat memberikan dampak positif maupun negatif pada lingkungan dan masyarakat disekitarnya. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana variasi spasial dampak pembangunan Jalan Tol terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat petani di Desa Koripan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi spasial dampak pembangunan Jalan Tol terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat petani di Desa Koripan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yaitu pendapatan dan pengeluaran masyarakat petani sebelum (2016) dan sesudah (2018) pembangunan Jalan Tol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Populasi dalam penelitian ini meliputi masyarakat petani penggarap di Desa Koripan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang sebanyak 304 petani penggarap. Teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Daerah penelitian dibagi menjadi tiga zona yaitu Zona I, Zona II, dan Zona III. Jumlah sampel yang diambil di masing-masing zona sebanyak 30 petani penggarap. Teknik analisis yang digunakan meliputi diskriptif kuantitatif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Jalan Tol menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat petani secara spasial di Zona I, Zona II, dan Zona III. 
PELATIHAN ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS DI “KAMPOENG BATARA”, KALIPURO, BANYUWANGI Wangi, Wulan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.143 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.19487

Abstract

AbstrakKampoeng Batara (Baca Taman Rimba) merupakan tempat belajar alternatif dalam mempelajari segala hal yang berkaitan dengan pendidikan melalui berbagai macam kegiatan yang bersifat edukasi. Tujuan dari program ini adalah memberikan pelatihan Bahasa Inggris bagi pembelajar usia muda atau yang dikenal dengan English for Young Learners (EYL) di Kampoeng Batara.Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris berkolaborasi dengan Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Banyuwangi dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Papring, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah materi bahasa Inggris yang diberikan kepada peserta melalui beberapa macam permainan (games) dapat membantu keterbatasan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Kata kunci: EYL; Pelatihan; Kampoeng Batara
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT STIMULUS KERAJINAN PATUNG DI DESA MENDOYO DAUH TUKAD JEMBRANA Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.766 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.20850

Abstract

I Gusti Kadek Ari Sarwadi is a craftsman of concrete and fiber sculpture in the village of Mendoyo Dauh Tukad Jembrana. Sculpture business that has been running for 8 years has not developed optimally due to several problems, namely 1) Aspects of production in which sculpture crafters are still limited so that the quantity of production is low, 2) Aspects of business management where partners do not yet have a clear financial accounting, 3) Aspects of marketing where partners have never promoted sculpture products produced online. PKMS results show an increase in sculpture production capacity, increased financial management skills and the creation of online sites and online marketing techniques are very beneficial for partners.Keywords: Sculpture, Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BUNGA PACAR AIR DI DESA BAKAS KLUNGKUNG lestari, kadek dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.176 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21006

Abstract

Kelompok tani bunga pacar air (Impatiens balsamina) di desa bakas kabupaten klungkung yang terdiri dari 10 orang diketuai oleh Bapak Made Sudiarta (52) ini sudah selama 5 tahun bertani bunga pacar air yang sebelumnya kelompok ini bertani padi. Namun, karena terus mengalami kegagalan dan harga saing di pasar yang tidak sesuai membuat para petani beralih ke tanaman bunga pacar air. Khususnya di Bali bunga pacar air  sangat diperlukan untuk pembuatan canang atau banten untuk setiap hari pemujaan dipura, sehingga mudah untuk dipasarkan seperti padi yang dijadikan konsumsi setiap hari. Penanganan dalam penanaman yang lebih mudah di lapangan dibanding padi para petani beralih ke petani bunga. Namun saat ini, terdapat masalah dalam hal berkurangnya produksi bunga, penanganan pasca panen bunga agar tidak mudah membusuk, pengetahuan penggunaan bahan kimia pertanian peningkatan kualitas bunga yang minim, masih kurangnya peralatan pertanian, belum adanya manajemen pengelolaan, Maka kami dari tim dosen Universitas Dhyana Pura akan membantu memberikan solusi dari setiap permasalahan yang telah dikemukan tersebut. Solusi yang akan diberikan yaitu 1). Rehabilitasi tanah untuk memperbaiki kualitas tanah untuk meingkatkan produksi 2). Pendampingan perbaikan kualitas bunga dengan menggunakan pupuk dan benih pacar air tumpuk 3). Pendampingan pelatihan pembuatan pupuk alami 4).Pemberian dan pendampingan penggunaan alat semprot hama dan teknik penanggulangan hama.
Pemberdayaan dan Pelatihan Desain Grafis Bisnis Kekinian pada Desa Limo Zaman, Akhmad Nidhomuz
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.966 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21116

Abstract

Perkembangan teknologi informasi khususnya pada bidang desain grafis sangat bermanfaat bagi kemajuan dunia industri. Desain grafis dapat memberikan keterampilan dalam berkomunikasi secara visual melalui media teks atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan menggunakan software desain grafis. Keterampilan desain grafis sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang usaha, seperti percetakan, advertising, multimedia, fashion, dan industri kreatif lainnya. Kegiatan PKM dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas kampus dengan peserta dari warga Desa Limo-Depok-Jawa Barat. Potensi pada pemuda-pemuda warga desa diantaranya adalah pada bidang desain bahkan ada pelaku bisnis desain grafis. Permasalahan yang dihadapi adalah masih sedikit warga yang menggeluti bidang desain dan pemasaran produk. Pelatihan dilakukan dengan materi diskusi yaitu: CorelDraw, Adobe, dan Canva. Pelatihan yang diselenggarakan bisa membuat warga limo menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam membuka peluang bisnis serta terjalin hubungan baik antara warga Desa Limo dengan Universitas khususnya Fakultas Teknik.
Pendampingan Kelompok Remaja Cerdas dan Sehat Reproduksi di Kabupaten Jembrana Giri, Made Kurnia Widiastuti
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.245 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21432

Abstract

AbstrakMasa pubertas menandai bahwa seseorang secara fisik mulai siap untuk reproduksi. Hadirlah terpaan kekhawatiran dan kebingungan seorang ibu utamanya akan perubahan biologis pada putra-putri mereka. Remaja dan Ibu merupaka pilar utama ketangguhan kesehatan reproduksi dewasa ini karena ketidaktersediaan alat barier yang lazim digunakan dalam hubungan sah suami istri sehingga menjaga kesehatan reproduksi dari inti sebuah keluarga menjadi sangat krusial disamping ketangguhan agama dan kesetiaan dalam rumah tangga. Jumlah kasus penyakit menular seksual yang cukup tinggi dilaporkan terjadi di Kabupaten Jembrana pada tahun 2018. Pendidikan kesehatan reproduksi sangat diperlukan remaja oleh karena itu kegiatan pendampingan ini bertujuan mempersiapkan remaja yang cerdas dan sehat reproduksi serta membentuk kelompok pendidik teman sebaya. Tujuan kegiatan ini adalah menigkatnya pengetahuan dan sikap reproduksi yang cerdas dan sehat di kelompok remaja di Kabupaten Jembrana.  Metode pelatihan dan pendampingan dengan pemaparan materi dan workshop yang meibatkan pakar serta monitoring evauasi kegiatan pendidik teman sebaya dilakukan dengan tatap muka dan media surat elektronik. Hasil perbandingan pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan reproduksi di kelompok remaja di kabuoaten jembrana. Kesimpulan : Metode pelatihan dan pendampingan merupakan metode yang efektif bagi pendidikan kesehatan reproduksi remaja dan da.at membangun kemandirian di kalangan remaja melalui pembentukan peer group. Kata kunci: Remaja,Cerdas,Sehat,Reproduksi 
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN BAHAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Lasia, Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.798 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21434

Abstract

Keselamatan kerja di laboratorium merupakan dambaan bagi setiap individu, karena sangat terkait dengan kepentingan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan kerja. Salah satu caranya adalah melalui pelatihan penggunaan bahan berwawasan lingkungan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium. Metode yang digunakan adalah diskusi dan praktek. Hasil pelatihan adalah pretes, postes, pengelola menggunakan bahan berwawasan lingkungan dalam praktikum, dan pengelola laboratorium dapat memodifikasi prosedur praktikum dengan menggunakan bahan berwawasan lingkungan. Pelatihan penggunaan bahan berwawasan lingkungan telah meningkatkan pemahaman pengelola laboratorium terhadap sifat-sifat bahan kimia, mampu mengidentifikasi bahan yang aman untuk praktikum, dan mampu mengembangkan praktikum kimia berwawasan lingkungan.  Dengan demikian, pengelola laboratorium dapat meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium melalui penggunaan bahan berwawasan lingkungan. Kata kunci: keselamatan, laboratorium, lingkungan
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPA di MTs Muhammadiyah 1 Malang Hindun, Iin; Wahyuni, Sri; Miharja, Fuad Jaya; Mashuri, Mashuri; Nurwidodo, Nurwidodo; Husamah, Husamah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.307 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21463

Abstract

This assistance aims to improve the quality of science learning in MTs Muhammadiyah 1 Malang. This assistance is motivated by the limitations of LS assistance services from tertiary institutions to elementary and secondary schools. Whereas learning innovations such as LS really need to be disseminated, maintained, strengthened, and improved in their field implementation so that the achievement of quality in learning is guaranteed. Assistance is carried out with the method of socialization, implementation, monitoring, evaluation and follow-up. Assistance was followed by a group of science teachers in Matsamutu and was conducted for one semester. The results of the mentoring, the socialization phase included the Matsamutu LS team in the MEPS, conducted socialization and assisted teachers in preparing lesson plans for 2 lessons, carried out an open plan with the model teacher from the school, implemented learning reflections and documented the results of the mentoring implementation and compiled collaborative publication articles. . It can be concluded that the assistance has provided benefits in increasing understanding of the procedures, principles of implementation, and scientific work resulting from the implementation of the LS

Page 1 of 2 | Total Record : 16