cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal of Education Action Research
ISSN : 25804790     EISSN : 25493272     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Educational Action Research is concerned with exploring the dialogue between research and practice in educational settings. This journal publishes accounts of a range of action research and related studies, in education and across the professions, with the aim of making their outcomes widely available and exemplifying the variety of possible styles of reporting. It aims to establish and maintain a review of the literature of action research. It also provides a forum for dialogue on the methodological and epistemological issues, enabling different approaches to be subjected to critical reflection and analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 861 Documents
Peran Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Memperkuat Pendidikan Karakter Kadek Uki Septiani; I Wayan Lasmawan; I Wayan Budiarta
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.91139

Abstract

Perkembangan teknologi berbanding terbalik dengan karakter siswa.  Degradasi moral pada peserta didik yang kerap terjadi yaitu kurangnya konsentrasi, bercanda pada saat guru menjelaskan, dan terjadinya bullying di sekolah. Fenomena tersebut membuktikan lima nilai karakter utama masih belum melekat di dalam diri siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penguatan pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler pramuka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, pembina ekstrakurikuler pramuka, dan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pengujian keabsahan data dengan menggunkan metode triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk mendapatkan data yang akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka berhasil memperkuat karakter siswa, dengan meningkatnya kemandirian, keberanian mengemukakan pendapat, dan kemampuan mengelola waktu, menandakan kegiatan tersebut berhasil memperkuat karakter yang dimiliki siswa, serta respon siswa memperlihatkan tanggapan yang beragam dan cenderung merujuk  arah yang positif.
Meningkatkan Hasil Belajar Muatan Pelajaran IPS Di Sekolah Dasar Dengan Model Problem Based Learning Gusti Komang Ngurah Wiratama; Lasmawan, I Wayan; Kertih, I Wayan
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i1.86307

Abstract

Minimnya inovasi dalam pembelajaran menyebabkan siswa kurang terlibat secara aktif dan belum terbiasa untuk mengeksplorasi materi pelajaran, sehingga pembelajaran terasa monoton dan membuat siswa bosan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam penggunaan model pembelajaran yang dapat meningkatkan antusiasme siswa, salah satunya melalui pendekatan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas V. Subjek penelitian terdiri dari 47 siswa kelas V. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Teknik analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar pada siklus I adalah 68,21, yang meningkat menjadi 79,64 pada siklus II. Daya serap siswa pada siklus I sebesar 68,21% dan meningkat menjadi 79,64% pada siklus II. Selain itu, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 64% dan meningkat menjadi 82% pada siklus II. Dengan demikian, model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar muatan pelajaran IPS siswa. Implikasi penelitian ini yaitu melatih kesiapan peserta didik dan saling memberikan pengetahuan dan melatih kesiapan peserta didik dalam menanggapi serta menyelesaikan masalah.
Optimalisasi Peran Kepala Sekolah Manajemen Sekolah Berbasis Tri Hita Karana Sebagai Upaya Meningkatkan Struktur Manajemen Sekolah Ni Made Meliyawati; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89886

Abstract

Upaya dalam membangun hubungan yang harmonis antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat yang masih menjadi tantangan, ditambah dengan isu disiplin siswa serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang perlu segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kepala sekolah dalam menerapkan manajemen sekolah berbasis Tri Hita Karana (THK) guna meningkatkan struktur manajemen sekolah dan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam penerapan nilai-nilai THK dalam pengelolaan sekolah. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah SD. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan THK di sekolah ini berdampak positif pada peningkatan komunikasi antar warga sekolah, hubungan yang lebih harmonis antara kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar. Selain itu, nilai-nilai spiritual dalam bentuk kegiatan keagamaan berhasil meningkatkan kedisiplinan siswa dan membentuk karakter yang lebih baik. Namun, tantangan masih muncul terkait pemahaman yang belum merata tentang nilai-nilai THK di kalangan staf sekolah. Penerapan program penghijauan dan pengelolaan lingkungan juga memperlihatkan hasil yang baik dalam menciptakan suasana belajar yang sehat dan mendukung kualitas pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal, yang dapat dijadikan model untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bali maupun di luar Bali.
Optimalisasi Pendidikan Karakter Berbasis Tri Hita Karana Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Ni Made Ari Saputri; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89888

Abstract

Tri Hita Karana berperan penting dalam pengembangan pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Namun kenyataannya, implementasi di lapangan belum terlaksana secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pendidikan karakter berbasis Tri Hita Karana terhadap hasil belajar dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest control group. Penelitian ini melibatkan dua kelompok siswa kelas V yang dipilih secara acak. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berbasis Tri Hita Karana, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pendekatan konvensional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Kemudian, metode analisis data yang digunakan berupa uji statistik (uji-t) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana meningkatkan rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, IPA, dan bahasa Indonesia secara signifikan. Selain itu, skor rata-rata karakter siswa dalam aspek kedisiplinan, empati, dan tanggung jawab meningkat dari 3,2 menjadi 4,5. Filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal seperti Tri Hita Karana dapat menjadi solusi dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus membentuk karakter siswa yang lebih baik. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai budaya lokal di sekolah dasar.
Konsep Tri Hita Karana Berbasis Etnomatematika Sebagai Upaya Meningkatkan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Ni Putu Sudiartini
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89890

Abstract

Pendidikan karakter menjadi elemen esensial dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas moral, kesadaran sosial, dan kepedulian lingkungan. Dalam konteks pendidikan dasar, pendekatan yang relevan dan berbasis budaya lokal diperlukan untuk mendukung pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Tri Hita Karana berbasis etnomatematika sebagai upaya meningkatkan pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan proses dan hasil implementasi konsep Tri Hita Karana berbasis etnomatematika dalam pembelajaran. Data kualitatif dianalisis melalui teknik reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi konsep Tri Hita Karana dengan etnomatematika memiliki potensi besar untuk memperkuat pendidikan karakter siswa, meskipun tantangan seperti kurangnya pelatihan guru dan sumber daya perlu diatasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal untuk mendukung pendidikan yang holistik, kontekstual, dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini dengan memanfaatkan filosofi lokal seperti Tri Hita Karana, pembelajaran menjadi lebih berakar pada kebutuhan dan konteks siswa, sehingga berpotensi untuk meningkatkan hasil pembelajaran baik secara akademik maupun karakter.
Peningkatan Manajemen Mutu Sekolah Melalui Pendekatan Kepemimpinan Berbasis Tri Hita Karana I Kadek Ardyawan Putra; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89894

Abstract

Kurang optimalnya pelibatan seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan dan evaluasi program sekolah, serta belum terintegrasinya nilai-nilai budaya lokal dalam praktik kepemimpinan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan berbasis Tri Hita Karana (THK) dalam meningkatkan manajemen mutu sekolah di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, serta studi dokumentasi terhadap dokumen-dokumen terkait manajemen sekolah. Analisis data dilakukan secara induktif dengan langkah-langkah pengorganisasian data, pengodean, dan interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi THK berhasil memperkuat hubungan antar pemangku kepentingan sekolah, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program lingkungan, dan mendukung kegiatan keagamaan yang memperkaya nilai spiritual di sekolah. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran dan kesulitan dalam mengintegrasikan nilai THK dalam pembelajaran perlu diatasi dengan dukungan kebijakan dan pelatihan bagi guru. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model kepemimpinan berbasis budaya lokal yang dapat diterapkan di sekolah lain di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan secara holistik dan berkelanjutan.
Kontribusi Nilai-Nilai Tri Hita Karana terhadap Penguatan Karakter dan Literasi Budaya Siswa I Wayan Wirjanata; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89900

Abstract

Masih ditemukan tantangan dalam menginternalisasi nilai-nilai ini di lingkungan sekolah, terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang cenderung menggeser budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pendidikan untuk memperkuat karakter dan literasi budaya siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan kegiatan ekstrakurikuler terkait. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ini berkontribusi signifikan terhadap penguatan karakter siswa, meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Penerapan nilai parahyangan membantu siswa mengembangkan kesadaran spiritual, pawongan memperkuat keterampilan sosial dan kerja sama, sedangkan palemahan meningkatkan kesadaran ekologis melalui program penghijauan dan pengelolaan sampah. Meskipun penerapan nilai-nilai ini menunjukkan hasil positif, tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan waktu dan kurangnya pelatihan bagi guru. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan yang signifikan bagi dunia pendidikan, terutama dalam upaya memperkuat karakter dan literasi budaya siswa melalui internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana.
Implementasi Tri Hita Karana Dalam Meningkatkan Karakter Siswa Di Sekolah Berbasis Kearifan Lokal I Wayan Widyastama; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i1.89906

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh penerapan pendidikan karakter berbasis Tri Hita Karana terhadap pembentukan karakter siswa. Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian terdiri dari siswa sekolah dasar, dengan sampel sebanyak 25 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur pemahaman dan penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linear untuk mengidentifikasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana berkontribusi secara signifikan dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam aspek religiusitas, hubungan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun demikian, masih terdapat faktor eksternal lain yang turut memengaruhi pembentukan karakter siswa di luar penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis Tri Hita Karana efektif dalam membangun kepribadian siswa yang harmonis dan berakhlak mulia. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kebijakan pendidikan berbasis nilai-nilai lokal sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan karakter secara berkelanjutan.
Dari Pura Ke Kelas: Menanamkan Nilai-Nilai Tri Hita Karana dalam Transformasi Pendidikan Nengah Kadek Selamet; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89917

Abstract

Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai tersebut di kalangan peserta didik dan tenaga pendidik, serta keterbatasan kurikulum dalam mengakomodasi aspek spiritual, sosial, dan ekologis secara holistik. Selain itu, perkembangan teknologi dan globalisasi sering kali menyebabkan pergeseran nilai budaya, sehingga dikhawatirkan konsep Tri Hita Karana  tidak lagi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana  dalam pembelajaran di SD Negeri serta mengidentifikasi metode yang efektif untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut dalam proses pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan subjek yang terlibat adalah siswa dan guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, metode analisis data yang digunakan adalah observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum dan materi ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Tri Hita Karana  dalam pembelajaran berhasil menciptakan suasana belajar yang harmonis, meningkatkan kesadaran siswa terhadap spiritualitas, hubungan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Tri Hita Karana  dapat menjadi model pendidikan berbasis budaya lokal yang efektif, tidak hanya di Bali, tetapi juga di wilayah lain di Indonesia, dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Implikasi penelitian ini adalah ini dapat memperkaya kajian tentang pendidikan berbasis kearifan lokal serta memberikan wawasan baru mengenai bagaimana nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekologis dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern.
Model Pembelajaran Group Investigation Pada Pembelajaran IPAS Terhadap Efikasi Diri Dan Minat Belajar Siswa Kelas IV Ni Putu Noviarini; Ketut Suma; I Wayan Widiana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i1.90293

Abstract

Rendahnya efikasi diri dan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPAS menyebabkan kurang berhasilnya proses pembelajaran di kelas. Kegiatan pembelajaran menjadi pasif dan monoton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi model pembelajaran Group Investigation pada pembelajaran IPAS terhadap efikasi diri dan minat belajar siswa kelas IV SD. Penelitian ini berjenis eksperimen semu yang menggunakan rancangan pretest-posttest control group design. Sebanyak 205 siswa yang menjadi populasi penelitian yang berasal dari siswa Kelas IV SD. Sebanyak 99 siswa yang dipilih menjadi sampel melalui teknik  random sampling. Pengumpulan data penelitian, digunakan metode non-tes berupa kuisioner. Analisis data diperoleh melalui analisis Anava dan Manova. Penelitian ini menunjukkan hasil terdapat pengaruh model pembelajaran Group Investigation dalam Pembelajaran IPAS terhadap peningkatan efikasi diri siswa kelas IV SD. Kedua, terdapat pengaruh model pembelajaran Group Investigation dalam Pembelajaran IPAS terhadap peningkatan minat belajar siswa kelas IV SD. Ketiga, terdapat pengaruh model pembelajaran Group Investigation dalam pembelajaran IPAS terhadap peningkatan efikasi diri dan minat belajar siswa kelas IV SD. Simpulan penelitian yaitu terdapat pengaruh yang signifikan model Group Investigation terhadap efikasi diri dan minat belajar IPAS siswa secara simultan pada siswa kelas IV.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 2 (2025): May Vol 9 No 1 (2025): February Vol 8 No 3 (2024): August 2024 Vol 8 No 2 (2024): May 2024 Vol 8 No 1 (2024): February 2024 Vol 8 No 4 (2024): November Vol 7 No 4 (2023): November 2023 Vol 7 No 3 (2023): August 2023 Vol 7 No 2 (2023): May 2023 Vol 7 No 1 (2023): February 2023 Vol 6 No 4 (2022): November 2022 Vol 6 No 3 (2022): August 2022 Vol 6 No 2 (2022): May 2022 Vol 6, No 1 (2022): February 2022 Vol 6 No 1 (2022): February 2022 Vol 5, No 4 (2021): November 2021 Vol 5 No 4 (2021): November 2021 Vol 5, No 3 (2021): August 2021 Vol 5 No 3 (2021): August 2021 Vol 5, No 2 (2021): May 2021 Vol 5 No 2 (2021): May 2021 Vol 5 No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 1 (2021): February 2021 Vol 4 No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4, No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4, No 3 (2020): August 2020 Vol 4 No 3 (2020): August 2020 Vol 4, No 2 (2020): May 2020 Vol 4 No 2 (2020): May 2020 Vol 4 No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 2 (2020) Vol 4, No 1 (2020) Vol 3 No 4 (2019): November 2019 Vol 3, No 4 (2019): November 2019 Vol 3, No 3 (2019): August 2019 Vol 3 No 3 (2019): August 2019 Vol 3 No 2 (2019): May 2019 Vol 3 No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019) Vol 3, No 1 (2019) Vol 2 No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2 No 3 (2018): August 2018 Vol 2, No 3 (2018): August 2018 Vol 2 No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 1 (2018): February 2018 Vol 2 No 1 (2018): February 2018 Vol 1, No 3 (2017): November 2017 Vol 1 No 3 (2017): November 2017 Vol 1, No 2 (2017): August 2017 Vol 1 No 2 (2017): August 2017 Vol 1, No 1 (2017): May 2017 Vol 1 No 1 (2017): May 2017 More Issue