cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal of Education Action Research
ISSN : 25804790     EISSN : 25493272     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Educational Action Research is concerned with exploring the dialogue between research and practice in educational settings. This journal publishes accounts of a range of action research and related studies, in education and across the professions, with the aim of making their outcomes widely available and exemplifying the variety of possible styles of reporting. It aims to establish and maintain a review of the literature of action research. It also provides a forum for dialogue on the methodological and epistemological issues, enabling different approaches to be subjected to critical reflection and analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 861 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Contextaul Teaching and Learning (CTL) berbasis TPACK Pariza, Inestia; Marlia, Ade; Desmaneni; Isnaniah; Ernawarnelis
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.88295

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika peserta didik, Penyebabnya pendidik belum menerapkan model pembelajaran yang tepat. Metode pembelajaran yang digunakan di kelas cenderung konvensional dan kurang memanfaatkan teknologi serta pendekatan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis TPACK.  Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, pengamatan dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan yakni data kuantitatif dan data kualitatif. Setelah dilakukan penelitian, peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar. Hasil utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis TPACK secara signifikan meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV B. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yang konsisten dari kondisi awal (pra-siklus) hingga pelaksanaan tindakan (siklus I dan siklus II). Selain itu, pendekatan ini berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, di mana siswa menjadi lebih aktif dalam diskusi, pemecahan masalah, dan penggunaan teknologi sebagai alat bantu belajar. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis TPACK dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dengan mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa.
Perencanaan dan Pengorganisasian dalam Manajemen Kelas Berbasis Proyek pada Konsentrasi Keahlian APL dengan Industri Pipit Aji Puji Kusumawati; Amrozi Khamidi; Ayu Wulandari
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.88303

Abstract

Banyaknya lulusan SMK merasa kurang persiapan menghadapi tantangan di dunia kerja karena kurikulum mereka tidak selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perencanaan dan pengorganisasian manajemen kelas berbasis proyek di SMKN khususnya dalam konsentrasi keahlian APL melalui kolaborasi PT. Mekar Wangi Alami. Metode pembelajaran berbasis PBL diterapkan untuk memberikan pengalaman praktis kepada siswa, memungkinkan mereka untuk belajar melalui keterlibatan langsung dalam proyek nyata. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini ada;ah siswa SMKN. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi dan dokumnetasi. Metode analisis data yang digunakan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan pedoman yang jelas dalam pelaksanaan proyek sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kolaborasi erat antara guru, siswa, dan mitra industri diperlukan untuk menetapkan aturan dan standar yang mendukung proses belajar. Umpan balik dari siswa setelah menyelesaikan proyek dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik dalam manajemen kelas berbasis proyek dapat memfasilitasi pencapaian hasil belajar yang optimal dan mempersiapkan siswa untuk tantangan di dunia kerja.Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi yang erat antara institusi pendidikan dan dunia industri untuk menciptakan lingkungan belajar yang relevan dan aplikatif.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Geographical Inquiry Learning Untuk Menumbuhkan Literasi Lingkungan Purnomo, Helen; Utaya, Sugeng; Tuti Mutia
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.88362

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang utama dalam kehidupan khususnya dunia pendidikan. Maka dari itu kemampuan berpikir kritis siswa menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Serta penelitian ini meberikan hal khusus pada faktor literasi lingkungan siswa yang dianggap sebagai hal utama dalam keberhasil pembelajaran. Penelitian dilakauan bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari model Geographical Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari iterasi lingkungan siswa. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 70 orang. Penelitian ini menggunakan desaian posttest-only dengan metode quasi eksperimen yang menyertakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Geographical inquiry dan kelas kontrol menerapkan model pembelajaran konvensional. Pengumpulan data penelitian berupa hasil nilai tes kemampuan beprikir kritis dan kuesioner skala likert literasi lingkungan. Metode analisis data menggunakan uji-t dan uji annova. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan beprikir kritis siswa menunjukan bahwa siswa yang menggunakan model Geographical Inquiry berpengaruh signifikan dibandingkan pembelajaran konvensioanl. Jika dilihat dari tingkatan literasi lingkungan, literasi lingkungan dengan kategiori tinggi berpnegaruh terhadap kemampuan beprikir kritis siswa. Oleh karena itu, model Geographical inquiry efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan jika dilihat dari tingkatan literasi lingkungan siswa. Sehingga pendekatan pembelajaran Geographical Inquiry menjadi salah satu penerapan pembelajaran yang efektif untuk digunakan oleh guru.
Augmented Reality Terintegrasi Nilai Karakter (ARTIKA) untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik Sekolah Dasar Misbah Binasdevi; Adi Abdurahman; Dela Yulia Azhara; Zayyin Aulia
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.89348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter individu peserta didik khususnya berkaitan dengan profil pelajar pancasila, Selain itu kurangnya media interaktif berbasis digital yang digunakan dalam implementasi P5 di sekolah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah Research and Development (RnD) yang bertujuan untuk menghasilkan Pengembangan Bahan Ajar Augmented Reality Terintegrasi Nilai Karakter (ARTIKA) Untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta didik Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan ialah model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek yang terlibat dalam penelitian yaitu 30 peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik kuantitati dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari instrumen angket validasi ahli, respon peserta didik dan lembar observasi aktivitas belajar peserta didik. Sedangkan data kualitatif di dapat melalui wawancara dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis sederhana dengan rumus persentase dan data kualitatif dianalisis dengn teknik qualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian ini menujukkan penilaian dari ahli, respon peserta didik dan hasil pengamatan kegiatan peserta didik pada saat pembelajaran, maka Bahan Ajar Augmented Reality Terintegrasi Nilai Karakter (ARTIKA) Untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta didik Sekolah Dasar dianggap layak dan cukup efektif digunakan dalam proses belajar pembelajaran di sekolah.
Penerapan Konsep Tri Hita Karana Sebagai Upaya Meningkatkan Penguatan Pendidikan Karakter Kepemimpinan Yang Harmonis Antar Warga Sekolah Ida Ayu Ella Yuanita
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.89879

Abstract

Mengukur dampak penerapan konsep Tri Hita Karana terhadap penguatan pendidikan karakter kepemimpinan yang harmonis di sekolah masih menjadi tantangan. Beragam masalah, seperti meningkatnya individualisme, penurunan toleransi sosial, dan pengaruh media sosial, memerlukan pendekatan pendidikan karakter yang tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan literatur dengan menyelidiki pengaruh penerapan konsep tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif survei dengan kuesioner berbasis skala Likert untuk menganalisis pengaruhnya di kelas 6 SD. Hasil penelitian menunjukkan nilai F-hitung sebesar 8,653 dengan signifikansi 0,07 < 0,05, menandakan pengaruh signifikan. Koefisien determinasi (R square) sebesar 27,3% menunjukkan konsep Tri Hita Karana berkontribusi 27,3% terhadap penguatan pendidikan karakter kepemimpinan yang harmonis, sedangkan 72,7% dipengaruhi faktor lain. Hasil ini menegaskan efektivitas penerapan Tri Hita Karana dalam mendukung pendidikan karakter kepemimpinan yang harmonis, meskipun sebagian besar variasi tetap dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini. Penelitian ini memperkuat urgensi mengkaji faktor lain untuk pendekatan yang lebih komprehensif.
Optimalisasi Peran Kepala Sekolah Dalam Penerapan Konsep Tri Hita Karana Sebagai Upaya Meningkatkan Pendidikan Karakter Bidang Kepemimpinan Bagi Siswa Sekolah Dasar Kariana Maurina Betliani
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.89881

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakngi peran kepala sekolah dalam menerapkan konsep Tri Hita Karana seringkali belum optimal serta minimnya pemahaman mendalam tentang Tri Hita Karana dan bagaimana mengimplementasikannya dalam konteks pendidikan modern. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi optimalisasi peran kepala sekolah dalam penerapan konsep Tri Hita Karana sebagai upaya meningkatkan pendidikan karakter siswa sekolah dasar, khususnya dalam bidang kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua di beberapa sekolah dasar yang telah mulai mengimplementasikan Tri Hita Karana. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga teknik utama: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Proses analisis data dilakukan secara bertahap, dimulai dari reduksi data untuk menyaring informasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana berdampak positif terhadap pembentukan karakter siswa melalui harmoni spiritual (parhyangan), hubungan sosial (pawongan), dan kesadaran lingkungan (palemahan). Kepala sekolah yang berperan aktif berhasil menciptakan budaya sekolah yang mendukung pengembangan karakter siswa yang religius, kolaboratif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Namun, kendala seperti kurangnya pelatihan khusus, keterbatasan anggaran, dan resistensi pemangku kepentingan tetap menjadi tantangan.
Optimalisasi Peran Tri Hita Karana dalam Meningkatkan Hasil Belajar melalui Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar Ni Wayan Listyawati
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.89884

Abstract

Rendahnya kedisiplinan yang dimiliki oleh siswa berpengaruh terhadp ketercapaian hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran nilai-nilai Tri Hita Karana dalam meningkatkan kedisiplinan dan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan one group pretest-posttest design, di mana pretest dan posttest digunakan untuk mengukur kedisiplinan dan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan nilai Tri Hita Karana. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kedisiplinan dan hasil belajar siswa. Ketepatan waktu siswa meningkat dari 40% menjadi 80%, dan kepatuhan terhadap aturan meningkat dari 50% menjadi 90%. Rata-rata nilai posttest juga meningkat dari 65 menjadi 80, yang menunjukkan dampak positif penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana terhadap prestasi akademik. Selain itu, 85% siswa melaporkan merasa lebih termotivasi untuk belajar setelah penerapan nilai Tri Hita Karana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Tri Hita Karana dapat meningkatkan kedisiplinan dan hasil belajar siswa, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan sangat relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Digitalisasi Konsep Tri Hita Karana dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar untuk Membangun Kepemimpinan Berwawasan Lingkungan Ni Putu Feni Sukmawati; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.89885

Abstract

Kurangnya integrasi antara pembelajaran sains dengan nilai- nilai budaya lokal menyebabkan siswa kehilangan kesempatan untuk mempelajari bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penerapan konsep Tri Hita Karana dalam pembelajaran IPA berbasis digital di SD Negeri untuk membangun kesadaran lingkungan dan kepemimpinan berwawasan lingkungan pada siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan siswa, guru IPA, dan kepala sekolah sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi materi pembelajaran, dan kuesioner untuk menilai pemahaman siswa terhadap konsep tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Tri Hita Karana dalam pembelajaran IPA berbasis digital meningkatkan kesadaran lingkungan siswa dan membentuk karakter kepemimpinan yang peduli terhadap keberlanjutan alam. Pembelajaran berbasis digital juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam proyek pelestarian lingkungan, seperti kebun sekolah dan kampanye daur ulang, serta memperkuat kemampuan kolaborasi mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan konsep Tri Hita Karana dalam pembelajaran IPA berbasis digital dapat menjadi model yang efektif untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang peduli terhadap kelestarian alam.
Peranan Ekstrakurikuler KSPAN dalam Menguatkan Nilai-Nilai Karakter Generasi Z Ni Putu Artina Kesuma Dewi; I Nengah Suastika; Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.90055

Abstract

Kendala keterbatasan waktu dan dana sering dihadapi pembina dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga berdampak pada proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, mengeksplorasi pelaksanaan ekstrakurikuler KSPAN dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan ekstrakurikuler KSPAN pada siswa SMP yang termasuk dalam kategori Gen Z. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif, menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi sebagai metode pengumpulan data dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler KSPAN beroperasi secara terstruktur dengan dukungan pembina dan metode pembelajaran interaktif, seperti diskusi kelompok, bimbingan sebaya, dan partisipasi dalam kompetisi. Kendala dalam pengelolaan waktu pembina juga memberikan implikasi pada perlunya perencanaan jadwal kegiatan yang lebih fleksibel dan terintegrasi dengan agenda sekolah. Dari sisi pendanaan, terbatasnya dukungan dana BOS untuk program ini menunjukkan bahwa sekolah perlu mencari sumber pendanaan tambahan. Kerja sama dengan sponsor atau organisasi eksternal dapat memberikan solusi untuk mendukung keberlanjutan kegiatan serta pengadaan fasilitas pendukung. Perbedaan kemampuan kognitif siswa dalam menyerap materi KSPAN juga menjadi tantangan yang membutuhkan pendekatan pengajaran yang lebih adaptif. Penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, seperti pembelajaran berbasis proyek, atau media audiovisual interaktif, dapat membantu memastikan seluruh siswa memahami materi dengan baik.
Pemberdayaan Bahasa dan Budaya Indonesia dalam Kanal YouTube BIPA Kemendikbud Ghifara Firdausa Vidi Anjani; Ina Hamung Putri; Tantri Galih Romadona; Wahyu Dini Septiari
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.90906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemberdayaan bahasa dan budaya Indonesia melalui kanal YouTube BIPA Kemendikbud sebagai media pembelajaran bagi penutur asing. Pendekatan bilingualisme, yang memanfaatkan pergantian kode dan bahasa ibu pemelajar diterapkan untuk memfasilitasi pemahaman bahasa dan budaya Indonesia secara mendalam. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari kanal YouTube BIPA Kemendikbud. Penelitian ini menggunakan metode simak bebas libat cakap dan observasi tidak langsung, sehingga dapat mengevaluasi materi pembelajaran yang disajikan dalam kanal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini membantu meningkatkan kompetensi linguistik, pemahaman budaya, dan kepercayaan diri pemelajar dalam menggunakan bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini berupa seri video seperti Sahabatku Indonesia berfokus pada penyampaian materi dasar berbahasa Indonesia, seperti ucapan salam, kalimat ajakan, kata hubung dan lain-lain, sementara Bahan Alih Wahana BIPA dan Handai Indonesia memberikan wawasan budaya yang lebih kaya, seperti seni tradisional, kuliner, dan tokoh nasional.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 2 (2025): May Vol 9 No 1 (2025): February Vol 8 No 3 (2024): August 2024 Vol 8 No 2 (2024): May 2024 Vol 8 No 1 (2024): February 2024 Vol 8 No 4 (2024): November Vol 7 No 4 (2023): November 2023 Vol 7 No 3 (2023): August 2023 Vol 7 No 2 (2023): May 2023 Vol 7 No 1 (2023): February 2023 Vol 6 No 4 (2022): November 2022 Vol 6 No 3 (2022): August 2022 Vol 6 No 2 (2022): May 2022 Vol 6, No 1 (2022): February 2022 Vol 6 No 1 (2022): February 2022 Vol 5, No 4 (2021): November 2021 Vol 5 No 4 (2021): November 2021 Vol 5, No 3 (2021): August 2021 Vol 5 No 3 (2021): August 2021 Vol 5 No 2 (2021): May 2021 Vol 5, No 2 (2021): May 2021 Vol 5, No 1 (2021): February 2021 Vol 5 No 1 (2021): February 2021 Vol 4, No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4 No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4 No 3 (2020): August 2020 Vol 4, No 3 (2020): August 2020 Vol 4, No 2 (2020): May 2020 Vol 4 No 2 (2020): May 2020 Vol 4, No 1 (2020): February 2020 Vol 4 No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 2 (2020) Vol 4, No 1 (2020) Vol 3, No 4 (2019): November 2019 Vol 3 No 4 (2019): November 2019 Vol 3 No 3 (2019): August 2019 Vol 3, No 3 (2019): August 2019 Vol 3 No 2 (2019): May 2019 Vol 3 No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019) Vol 3, No 1 (2019) Vol 2 No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 3 (2018): August 2018 Vol 2 No 3 (2018): August 2018 Vol 2 No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2 No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 1 (2018): February 2018 Vol 1, No 3 (2017): November 2017 Vol 1 No 3 (2017): November 2017 Vol 1 No 2 (2017): August 2017 Vol 1, No 2 (2017): August 2017 Vol 1 No 1 (2017): May 2017 Vol 1, No 1 (2017): May 2017 More Issue