cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar
ISSN : 25793276     EISSN : 25496174     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar (JISD) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran di Sekolah Dasar. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dasar bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, November).
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 4 (2019): November 2019" : 21 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share Berbantuan Media TTS terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA I Kadek Tony Suantara; Ni Nyoman Ganing; I Gusti Agung Ayu Wulandari
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran TPS berbantuan media permainan TTS dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD. Sampel penelitian ini adalah SDN 4 jumlah 39 siswa sebagai kelompok eksperimen dan SDN 3 dengan jumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode tes jenis objektif dalam bentuk pilihan ganda biasa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 3,82 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 72 diperoleh ttab = 2,00, thit = 3,82 > 2,00. Perhitungan nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran Kooperatif tipe TPS berbantuan media permainan TTS ( 16X">  = 82,69) > dengan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional ( 16X">  =73,94). dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TPS berbantuan media permainan TTS berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD.
Pengaruh Model Realistic Mathematics Education (RME) Berbantu Media Kertas Lipat Terhadap Penanaman Konsep Bangun Datar Rizma Vira Artika; Rahmat Sudrajat; Arfilia Wijayanti
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21784

Abstract

Fenomena di sekolah menunjukkan bahwa dalam pembelajaran matematika masih terdapat kecenderungan guru jarang menggunakan media/alat peraga, guru menggunakan media/alat peraga seadanya atau sangat sederhana, dan dikemas dengan cara yang kurang menarik perhatian siswa. Kondisi yang demikian menjadikan pembelajaran matematika tidak menarik dan tidak menyenangkan, sehingga tidak optimal dalam membantu siswa untuk memperoleh konsep-konsep matematika.Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model RME berbantu media kertas lipat berpengaruh terhadap penanaman konsep bangun datar mata pelajaran matematika siswa kelas II SD. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis pre-eksperimental design dengan jenis One-Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas II SD sejumlah 30 siswa. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji normalitas awal pada nilai pretest, uji normalitas akhir pada posttest, uji regresi, serta uji ketuntasan belajar. Teknik pengumpulan data seperti tes dan dokumentasi. Hasil akhir dalam perhitungan uji regresi diperoleh harga rhitung = 0,869 sedangkan harga rtabel = 0,361, karena rhitung > rtabel, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan siswa dengan penanaman konsep bangun datar mata pelajaran matematika siswa kelas II SD melalui penggunaan model RME berbantu media kertas lipat. Saran yang dapat  disampaikan adalah model RME dapat digunakan guru sebagai salah satu model pembelajaran alternatif, karena model tersebut merupakan model yang menarik dan mudah diterapkan khususnya pada mata pelajaran matematika sebab model ini mengacu berdasarkan pengalaman siswa dan benda-benda nyata atau konkrit.
Keefektifan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division Berbantu Media Puzzle terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Irfan Abdillah Ihsan; Muhajir .; Henry Januar Saputra
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21799

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah masih rendahnya nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia terutama pada kemampuan berbicara siswa kelas V SD serta kurangnya penggunaan model pembelajaran yang menarik sehingga antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang dan siswa cenderung bersikap pasif Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran STAD berbantu media puzzle terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Pretest-Posttest one-Group Design. Hasil analisis data hasil belajar Pretest dan posttest dengan uji-t bahwa diperoleh dengan nilai rata-rata pretest 52 dan rata-rata nilai posttest sebesar 80,75. Dengan N = 20,  Diperoleh thitung = 9,765272 dengan taraf signifikan 5% sebesar 1,729. Karena thitung  =9,765272> ttabel = 1,729, Maka hal ini menunjukkan bahwa uji t mempunyai efek yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efek dari pembelajaran Model Student Teams Achievement Division (STAD) berbantu media puzzle. Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran dikelas agar dapat meningkatkan keaktifan serta minat belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dan Think Pair Share Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Asep Fajri Nugroho; Krisma Widi Wardani
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21875

Abstract

Dalam pembelajaran saat ini, masih banyak guru yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional dengan menggunakan metode ceramah sebagai metode utama dalam pembelajarannya, sehingga siswa mudah bosan dalam mengikuti pembelajaran. Kurangnya antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran akan mengakibatkan rendahnya hasil belajar yang didapatkan siswa. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh metode yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang tepat, sehingga menyebabkan kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Numbered Heads Together lebih unggul daripada model pembelajaran Think Pair Share ditinjau dari hasil belajar pada siswa kelas 5 SD. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan jenis Quasi Eksperimental dengan bentuk eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD sebagai kelas eksperimen 1 sebanyak 20 orang dan kelas eksperimen 2 sebanyak 21 orang. Dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pre-test untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) lebih unggul jika dibandingkan dengan Think Pair Share (TPS) ditinjau dari hasil belajar tematik siswa kelas V. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa digunakan uji analisis data (uji-t) menggunakan Equal Variances Assumed. Berdasarkan uji-t menggunakan Equal variances assumed diketahui bahwa hasil sig. (2-tailed) adalah 0,035 karena 0,035<0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat bahwa model pembelajaran dikelas eksperimen 1 menggunakan Numbered Head Together (NHT) lebih unggul daripada penggunaan Think Pair Share (TPS) di kelas eksperimen 2.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Matematika Kamelia Olga Litna; Maria S. Seli
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21880

Abstract

Pencapaian prestasi belajar matematika di sekolah cenderung lebih rendah dibandingkan dengan bidang studi lainnya. Hal ini disebabkan dalam kegiatan pembelajaran matematika guru cenderung tidak menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Pemilihan model pembelajaran yang bersifat satu arah atau yang berpusat pada guru menjadi salah satu penyebab rendahnya aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa. Aktivitas belajar merupakan prinsip yang penting dalam interaksi belajar mengajar. Aktivitas belajar berpengaruh secara langsung terhadap prestasi belajar yang diperoleh. Aktivitas belajar yang baik akan mampu menghasilkan prestasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan tes. Subjek penelitian adalah kelas IV SD yang berjumlah 20 siswa. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 37,67 kategori cukup aktif, kemudian meningkat pada siklus II menjadi  53,83 dengan kategori aktif. Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 62,65 meningkat menjadi 76,2 pada siklus II. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Faktor Persekutuan Besar dan Kelipatan Persekutuan Kecil melalui Model NHT Berbantu Media Papan Puzzle Berbintang Muhammad Prakas Dara Asshofi; Aries Tika Damayani; Rofian .
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21881

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap materi FPB dan KPK, sehingga kesulitan untuk memahami materi dan memecahkan masalah. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika FPB dan KPK yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konvensional dan dengan model Number Head Together (NHT) berbantu media, serta apakah peningkatan hasil belajar matematika materi FPB dan KPK melalui model NHT berbantu media papan petak berbintang pada siswa kelas IV SD memenuhi kriteria valid sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika materi faktor persekutuan besar dan kelipatan persekutuan kecil melalui model NHT berbantu media papan puzzle berbintang pada siswa kelas IV SD. Sampel yang diambil sebanyak 24 siswa, dengan sampling Nonprobability jenis sampling jenuh yaitu teknik penemuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 15,933 > ttabel= 2,064 yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar matematika dengan penggunaan Model Number Head Together dalam materi FPB dan KPK di SD.
Keefektifan Model Pembelajaran Role Playing Berbantu Media Multiply Cards terhadap Hasil Belajar Siswa Sutria Amina Kasanah; Aries Tika Damayani; Rofian Rofian
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.22308

Abstract

Masih rendahnya nilai mata pelajaran siswa kelas V SD serta kurangnya penggunaan model pembelajaran yang menarik sehingga antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang dan siswa cenderung bersikap pasif merupakan sala satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa kelas V SD. Dari hal tersebut, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran Role Playing berbantu media MultiplyCards terhadap hasil belajar siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Pretest-Posttest one-Group Design. Hasil analisis data hasil belajar Pretest dan posttest dengan uji-t bahwa diperoleh dengan nilai rata-rata pretest sebesar 51,471 dan rata-rata nilai posttest sebesar 81,647. Dengan N = 17,  Diperoleh thitung = 6,881 dengan taraf signifikan 5% sebesar 2,035. Karena thitung = 6,881 > ttabel = 2,035 Maka hal ini menunjukkan bahwa uji t mempunyai efek yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efek dari pembelajaran Model Role Playing berbantu media ultiply Cards. Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran dikelas agar dapat meningkatkan keaktifan serta minat belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Psikologi pada Anak Sekolah Dasar Layyinatus Syifa; Eka Sari Setianingsih; Joko Sulianto
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.22310

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah terdapat dampak yang ditimbulkan terhadap penggunaan gadget (dampak positif maupun dampak negatif) terhadap perkembangan mental anak usia sekolah dasar di SD terutama di kelas V. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan psikologi anak usia sekolah dasar.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang dihasilkan berupa kata dan kalimat. Metode kualitatif digunakan untuk meneliti suatu kondisi obyek yang bersifat alamiah, peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (observasi, wawancara, dokumentasi), dan hasil penelitian kualitatif bersifat memahami makna, keunikan, mengkontruksi fenomena, dan menemukan hipotesis. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan gadget berdampak pada perkembangan psikologi anak sekolah dasar. Dalam penelitian ini 10 anak di kelas V (lima) yang menggunakan gadget dengan durasi lebih dari 2 jam perhari mengalami perubahan perilaku. Dampak yang ditimbulkan yaitu dampak positif, anak mudah mencari informasi tentang pembelajaran, dan memudahkan untuk berkomunikasi dengan teman. Namun, dampak negatif yang ditimbulkan dari gadget, berpengaruh pada perkembangan psikologi anak, terutama aspek pertumbuhan emosi dan perkembangan moral. Dalam pertumbuhan emosi, anak yang menggunakan gadget menjadi mudah marah, suka membangkang, menirukan tingkah laku dalam gadget serta berbicara sendiri pada gadget. Sedangkan pengaruhnya terhadap perkembangan moral, berdampak pada kedisiplinan, anak menjadi malas melakukan apapun, meninggalkan kewajibannya untuk beribadah, dan berkurangnya waktu belajar akibat terlalu sering bermain game dan menonton youtube.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika dalam Menyelesaikan Soal Cerita Dian Rizky Utari; M. Yusuf Setia Wardana; Aries Tika Damayani
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.22311

Abstract

Siswa berkesulitan belajar matematika sering melakukan kekeliruan dalam belajar berhitung dan kekeliruan dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan yang sering dialami oleh siswa yaitu kesulitan saat mengerjakan soal cerita karena kurang mampu memahami maksud soal dan kebingungan saat menentukan operasi hitung yang akan dipakai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesulitan belajar matematika yang dialami siswa, faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar, dan mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar matematika di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV sebanyak 10 orang dan guru kelas IV. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, teknik tes dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV yang berjumlah 10 siswa dari 15 siswa mengalami kesulitan belajar matematika dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan belajar matematika menyelesaikan soal cerita yang terjadi di kelas IV SD meliputi kesulitan memahami konsep, kesulitan dalam keterampilan, dan kesulitan memecahkan masalah. Faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang berasal dari siswa meliputi IQ atau intelegensi, sikap siswa dalam belajar matematika, motivasi belajar siswa yang masih rendah, kesehatan tubuh yang tidak optimal, dan kemampuan pengindraan siswa yang kurang. Sedangkan faktor eksternal yang berasal dari luar siswa antara lain kurangnya variasi mengajar guru, penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal, sarana prasarana di sekolah, serta lingkungan keluarga.
Fungsi Ekstrakurikuler Karawitan di Sekolah Dasar Negeri Sendangguwo 01 Semarang Cahya Prabowo; Prasena Arisyanto; Aries Tika Damayani
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.22313

Abstract

Karawitan merupakan suatu keahlian, ketrampilan, kemampuan, atau seni memainkan, menggarap, atau mengolah suatu gendhing (lagu tradisional dalam seni karawitan Jawa yang dimainkan menggunakan alat musik gamelan) sehingga menjadi bagian-bagian kecil yang bersifat renik, rinci, dan halus. Kegiatan ekstrakurikuler karawitan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan gambaran awal kepada siswa mengenai seni karawitan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui  fungsi ekstrakurikuler karawitan bagi Sekolah dan siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan angket. Subjek penelitian adalah siswa dan pelatih karawitan di SD. Dari hasil penelitian, Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SD dilaksanakan di luar jam kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran ekstrakurikuler karawitan di bagi menjadi 3 kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Fungsi ekstrakurikuler karawitan bagi sekolah yaitu menanamkan cinta budaya sejak dini dan dapat memajukan SD atas prestasi karawitan. Sedangkan fungsi ekstrakurikuler karawitan bagi siswa yaitu pengembangan personal siswa melalui peluasan minat, pengembangan kemampuan dan rasa tanggung jawab. Berdasarkan penelitian ini saran yang disampaikan kepada Sekolah hendaknya mempertahankan dan meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler karawitan agar ekstrakurikuler karawitan menjadi wadah bagi siswa untuk pengembangan diri siswa dan mempelajari kebudayaan lokal sehingga dapat melestarikan kebudayaan lokal.

Page 2 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 2 (2025): May Vol 9 No 1 (2025): February Vol 8 No 4 (2024): November Vol 8 No 3 (2024): August Vol 8 No 2 (2024): May Vol 8 No 1 (2024): February Vol 7 No 4 (2023): November Vol 7 No 3 (2023): August Vol 7 No 2 (2023): May Vol 7 No 1 (2023): February Vol 6 No 2 (2022): May 2022 Vol 6 No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 1 (2022): February 2022 Vol 6 No 4 (2022): November Vol 6 No 3 (2022): August Vol 5, No 4 (2021): November 2021 Vol 5 No 4 (2021): November 2021 Vol 5 No 3 (2021): August 2021 Vol 5, No 3 (2021): August 2021 Vol 5 No 2 (2021): May 2021 Vol 5 No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 4 (2021): November Vol 5, No 3 (2021): Agustus Vol 5, No 2 (2021): May Vol 5, No 1 (2021): February Vol 4 No 4 (2020): November 2020 Vol 4 No 3 (2020): August 2020 Vol 4, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 4 No 2 (2020): May 2020 Vol 4, No 1 (2020): February 2020 Vol 4 No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 4 (2020): November Vol 4, No 4 (2020) Vol 4, No 3 (2020): Augustus Vol 3 No 4 (2019): November 2019 Vol 3, No 4 (2019): November 2019 Vol 3, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 3 No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 3 No 2 (2019): Mei 2019 Vol 3 No 1 (2019): Februari 2019 Vol 3, No 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019) Vol 3, No 1 (2019) Vol 2 No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 2 No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 2 No 2 (2018): Mei 2018 Vol 2, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 2 No 1 (2018): Februari 2018 Vol 2, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 1, No 4 (2017): November 2017 Vol 1 No 4 (2017): November 2017 Vol 1 No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 1, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 1 No 2 (2017): Mei 2017 Vol 1, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 1, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 1 No 1 (2017): Februari 2017 More Issue