cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Acarya Pustaka
ISSN : 24424366     EISSN : 24430293     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Acarya Pustaka menerbitkan tulisan ilmiah di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, dan manajemen pengetahuan. Terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
INOVASI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA DALAM MENGEMBANGKAN LAYANAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL SAAT PANDEMI COVID-19 Izzah, Rizka Nurul; Sukaesih, Sukaesih; Rukmana, Evi Nursanti; Saefudin, Encang
ACARYA PUSTAKA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v8i1.30154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan program yang dipelopori oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Purwakarta untuk mengembangkan layanan berbasis inklusi sosial saat pandemi Covid-19, meliputi latar belakang, teknis pelaksanaan, kendala, dan solusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskirptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan Perpustakaan Daerah Kabupaten Purwakarta sebagai perpustakaan yang memanfaatkan teknologi dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan ke seluruh lapisan masyarakat, dengan dibuatnya website perpustakaan dan media sosial seperti Instagram dan Facebook. Perpustakaan Daerah Kabupaten Purwakarta juga sukses memberdayakan masyarakat disekitarnya melalui lima program perpustakaan unggulan (Lipperpul). Kesuksesan tersebut diperoleh karena sosialisasi program dilakukan dengan efektif, tujuan program didasari oleh kebutuhan masyarakat, dan pelaksanaan program yang melibatkan masyarakat. Perpustakaan Daerah Kabupaten Purwakarta juga merangkul komunitas-komunitas di Kabupaten Purwakata sebagai mitra dalam pelaksanaan program berbasis inklusi sosial ini. Program berbasis inklusi sosial ini juga sebagai bentuk nyata atas kepedulian Perpustakaan Daerah Kabupaten Purwakarta untuk masyarakat yang saat ini mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Selain memenuhi tujuan dari lembaga perpustakaan, penyelenggaraan program seperti ini juga dapat mengubah stigma kurang baik dari masyarakat terhadap dunia kepustakwanan. Di masa mendatang, diharapkan semakin banyak perpustakaan yang termotivasi untuk menciptakan berbagai program inovatif sebagai kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa. 
ARRANGEMENT OF LIBRARIES AND TRAINING OF VOCATIONAL SCHOOL LIBRARIANS IN SINGARAJA CITY IMPLEMENTING SLIMS ASSISTED DIGITAL LIBRARIES wardana, putu yana
ACARYA PUSTAKA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v8i1.39575

Abstract

The rapid development of information technology has an impact on various fields of life and profession, this has led to system changes in institutions including libraries. The use of information technology in the world of libraries must be carried out considering the rapid flow of information and the large amount of data (big data) has undergone very rapid changes. Along with the rate of development of information technology that has touched all levels of society. Libraries play a role as a force in the preservation and dissemination of scientific information, a reference place for seekers of knowledge and the development of scientific works. With the application of information technology in libraries, nowadays it has become a measure to determine the level of progress of the library, no longer the size of the building used, the number of bookshelves or the crowds of books. SLIMS is a solution in implementing digital-based libraries so as to maximize the services and libraries of SMK. To overcome the above, vocational school services were held by conducting librarian training and library arrangement using the SLIMS application which was carried out virtually during the Covid pandemic. Of the three target schools, Vocational High Schools throughout Singaraja city all sent two librarian representatives each to take part in virtual zoom-based training, besides that, it was also attended by undiksha librarians, students and lecturers in the scope of the library study program. Furthermore, an MOU has been held in collaboration with the school and d3 libraries in library management and training for librarians to apply SLIMS-based digital libraries.Keyword : Training; Librarian; Structuring; Digital library; SLIMS
PERSEPSI PESERTA TERHADAP PENYELENGGARAAN EKOLITERASI SECARA HYBRID OLEH PERPUSTAKAAN RI ARDI KOESOEMA Handisa, Rattahpinnusa Haresariu
ACARYA PUSTAKA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v8i1.37593

Abstract

Literasi lingkungan perlu dilakukan secara kontinyu kepada para pelajar guna menimbulkan kepekaan dan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan. Pandemi Covid-19 mendorong perpustakaan RI Ardi Koesoema berkreasi menyelenggarakaan ekoliterasi secara hybrid. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi profil peserta, persepsi peserta terhadap penyelenggaraan ekoliterasi secara hybrid dan jenis kendala yang dirasakan oleh peserta guna sebagai bahan peningkatan mutu penyelenggaran ekoliterasi hybrid dimasa mendatangMetode penelitian kualitatif fenonomologi diacu guna menggambarkan fenomena atau trend di bidang perilaku pemustaka. Tehnik pengumpulan data menggunakan fitur Google form dan melibatkan responden sebanyak 53 orang. Data diolah dan diukur menggunakan distribusi frekuensi dan disajikan dalam diagram bulat (pie chart) yang memuat prosentase persepsi responden. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif.Hasil  kajian  menunjukkan  bahwa  penyelenggaraan ekoliterasi hybrid berjalan aman, lancar dan tertib protokol kesehatan. Teridentifikasi  bahwa  peserta  yang  berafiliasi  sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki prosentase lebih besar dengan 43 %  jika  dibandingkan pelajar sebagai target audience ekoliterasi hybrid. Data tersebut menunjukkan terjadi penyimpangan  terhadap  target audiense  ekoliterasi hybrid yang ditujukan kepada pelajar/generasi muda. Namun kajian ini tidak menjelaskan fenomena tersebut dan sekaligus temuan tersebut menjadi keterbatasan pada studi ini. Selanjutnya, ekoliterasi hybrid telah memenuhi harapan dan kebutuhan informasi peserta sehingga peserta menunjukkan respon positif. Namun kurangnya publikasi merupakan keluhan terbesar bagi peserta ekoliterasi hybrid. Hal tersebut diduga bahwa panitia pelaksananya belum mengoptimalkan strategi diseminasi berupa notifikasi/pengingat acara kepada calon peserta potensial ekoliterasi hybrid.  Direkomendasikan bahwa diperlukan perencanaan matang dalam pemetaan target audience dan strategi diseminasi dan diperlukan penyusunan program berorientasi kepada minat dan karakter target audience guna menjamin efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan event hybrid lainnya
OPTIMALISASI LAYANAN DIGITAL DIMASA NEW NORMAL budi, sri
ACARYA PUSTAKA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v8i1.39793

Abstract

Covid-19 ini sudah merupakan ancaman di berbagai sektor kehidupan. Selain kesehatan, Covid-19 turut mengancam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan. Pada aspek kehidupan sosial, hubungan sosial terbatasi, disorganisasi dan disfungsi sosial terjadi di masyarakat. Sementara pada aspek ekonomi, tingkat kemiskinan meningkat, karena banyak terjadi PHK dan mekanisme transaksi perdagangan berbasis online. Sedangkan pada sektor pendidikan, model pembelajaran harus dilakukan jarak jauh secara daring baik ditingkat sekolah maupun perguruan tinggi.Pemerintah di awal bulan Juli 2020 sudah mulai menerapkan Sistem New Normal agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.  Masyarakat harus memulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru,  namun pemerintah tetap menghimbau kepada masyarakat walaupun Indonesia sudah menerapkan kondisi new normal, masyarakat dalam melakukan aktivitas harus selalu memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan.  Dimasa new normal ini, seorang pustakawan hendaknya harus lebih kreatif, inovatif agar bisa memberikan layanan yang optimal kepada pemustaka.  Adapun terobosan-terobosan yang dilakukan seorang pustakawan selain memanfaatkan  aplikasi-aplikasi yang sudah familiar digunakan dalam lembaga perpustakaan seperti SLIMS dan INLISLite, seorang pustakawan bisa memberikan layanan yakni : a) Memberikan layanan online bagi pemustaka, b) Pemanfaatan penggunaan media sosial dalam layanan kepada pemustaka, dan c) Melakukan koordinasi dan kerjasama antar sesama pustakawan.  Layanan digital sangat dibutuhkan disaat kondisi seperti ini, karenamasyarakat dapat mengakses informasi kapanpun, dimanapun baik menggunakan android maupun komputer yang penting terhubung jaringan internet.  Kata kunci: Digital, Layanan, New Normal, Optimalisasi  Abstract  Covid-19 is already a threat in various sectors of life. Beside health, Covid-19 also threatens social, economic and educational life. There are problems come up in social life aspect such as social distancing, social disorganization and dysfunction occur in society. Meanwhile, in the economic aspect, the poverty rate has increased, due to many layoffs and online-based trade transaction mechanisms. Whereas in the education sector, the learning model must be done online both at the school and university level. In early July 2020, the government began to implement the New Normal System so that the society’s economy still continues. The community must start adapting to new life habits. However, the government still urges to remain discipline in implementing health protocols.  In this new normal era, a librarian should be more creative and innovative in order to provide optimal service to the users. Besides implementing familiar applications such as SLIMS and INLISLite, a librarian also can provide services, namely: a) providing online services, b) utilizing the use of social media, and c) coordinating and cooperating among librarians. Digital services are needed to support this kind of conditions, because people can access information anytime, anywhere, either using an android or a computer as long as connected to the internet network. Keywords: digital, new normal, optimization, service
OPTIMALISASI SISTEM OTOMASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LAYANAN PENELUSURAN KOLEKSI BUKU BAGI PENGGUNA DI PERPUSTAKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Wulan, Ni Gusti Ayu Ketut Retty Retno; PURWA, IDA BAGUS GEDE
ACARYA PUSTAKA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v8i1.30965

Abstract

Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurang optimalnya sistem otomasi perpustakaan di Universitas Pendidikan Ganesha yang bermuara pada keluhan pengguna perpustakaan. Tujuan penelitian yaitu, meningkatkan kepuasan dan kemudahan pengguna dalam penelusuran koleksi buku, serta menguji keakuratan data penelusuran koleksi buku. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan diagnostik dengan operasionalisasi dalam 2 siklus. Penggalian data dengan instrumen angket. Analisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: kepuasan pengguna layanan penelusuran koleksi buku meningkat 86,36%, kemudahan penelusuran meningkat 93,18%, keakuratan data meningkat 88,64%.
PERPUSTAKAAN, MASYARAKAT, DAN PEMBUDAYAAN GEMAR MEMBACA I Ketut Artana
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7145

Abstract

Kondisi minat baca masyarakat Indonesia sampai saat ini masih memprihatinkan. Gemar membaca belum membudaya secara baik di kalangan masyarakat. Pembudayaan gemar membaca semestinya menjadi tanggung jawab bersama. Manfaat membaca bagi masyarakat sangat penting untuk menambah dan memperkaya wawasan berpikir dan memperluas ilmu pengetahuan. Masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai salah sarana untuk mendapatkan berbagai informasi pengetahuan yang dibutuhkan. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pusat sumber pembelajaran dapat mengambil berbagai langkah praktis dan aplikatif untuk membudayakan masyarakat gemar membaca. Dengan begitu harapan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berkualitas akan dapat terwujud.Kata Kunci : Membaca, Perpustakaan, Masyarakat, Gemar Membaca
INKLUSI SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA Yanuar Yoga Prasetyawan dkk
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7146

Abstract

Perpustakaan desa sepatutnya menjadi lembaga inklusi sosial, siapapun dapat masuk ke perpustakaan dan menikmati layanan perpustakaan secara gratis. Masyarakat merupakan pihak yang paling berkepentingan dengan keberadaan lembaga pelayanan informasi (perpustakaan). Kebutuhan masyarakat terhadap informasi dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas hidup sepatutnya menjadi landasan pokok sebuah perpustakaan berdiri. Sehingga segala proses pembangunan dan pengembangan perpustakaan sangat berkaitan dengan upaya masyarakat dalam mengembangkan diri serta meningkatkan mutu dan kualitas hidup.  Kata Kunci:  inklusi sosial, perpustakaan desa, pemberdayaan masyarakat
PERPUSTAKAAN SEBAGAI RUANG PUBLIK (PERSPEKTIF HABERMASIAN) Luh Putu Sri Ariyani
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7147

Abstract

Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan demokrasi. Perpustakaan merupakan kunci bagi penyediaan akses kepada pengetahuan, informasi dan ide-ide kepada setiap warganya dengan setara, sehingga setiap orang akan bisa memiliki modal kultural dengan memanfaatkan perpustakaan.  Peran perpustakaan dalam demokrasi memiliki fungsi pendidikan, fungsi sosial dan fungsi politik. Pada fungsi ini melekat peran perpustakaan sebagai penyedia informasi yang tidak biasa, yang mendasarkan pluralisme atau keragaman sebagai landasan utama demokrasi. Dengan tersedia dan teraksesnya informasi secara utuh, masyarakat akan memiliki informasi yang cukup yang tidak saja berguna untuk mengambil keputusan, bahkan untuk mengontrol proses pembentukan kebijakan. Tulisan ini akan membahas tentang usaha perpustakaan dalam menyediakan informasi agar terwujud ruang publik dalam perspektif  Jurgen Habermas.  Kata kunci: perpustakaan, demokrasi, ruang publik, Jurgen Habermas.
MEWUJUDKAN LIASON LIBRARIAN DALAM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Dewi Puspitasari
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7148

Abstract

Di era global saat ini, tantangan bagi pustakawan tidak menjadi ringan. Pustakawan menghadapi tantangan yang cukup berat karena perpustakaan bisa dikatakan sebagai pilihan terakhir untuk mencari informasi. Untuk itu perpustakaan harus terus berinovasi melahirkan layanan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna. Salah satu inovasi tersebut adalah liason librarian. Liason librarian adalah penghubung antara perpustakaan dan pemustaka. Liason librarian digambarkan sebagai pihak yang akan berhubungan langsung dengan pemustaka. Konsep liason librarian tersebut akan lebih mudah dipahami dengan melihat bagaimana pelaksanaan liason librarian di dua perguruan tinggi, yaitu Perpustakaan Queensland University of Technology, Australia dan Perpustakaan Sultan Abdul Samad, Universiti Putra Malaysia. Liason librarian di Perpustakaan QUT menangani dua bagian yaitu pertama jasa dan layanan penelitian  dan kedua jasa dan layanan untuk belajar mengajar. Liason librarían di PSAS UPM  menangani 3 aspek yaitu peran liason librarian secara umum, peran liason librarian dalam research support, dan liason librarian bagi pendidikan jarak jauh  Key words : liason librarian, librarian, QUT library, PSAS UPM
MINAT DOSEN UNTUK MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN – STUDI KASUS PADA PERPUSTAKAAN UNDIKSHA Made Mas Hariprawani
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7201

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memahami; 1) alasan mayoritas dosen enggan menjadi anggota perpustakaan dan sebagian dosen lebih memilih meminjam buku di perpustakaan tanpa mengikuti prosedur peminjaman resmi, 2) implikasi peminjaman buku tanpa mengikuti prosedur peminjaman resmi terhadap administrasi perpustakaan, 3) saran tindak yang disampaikan oleh informan untuk meningkatkan minat dosen menjadi anggota perpustakaan sekaligus meniadakan praktek peminjaman buku secara tidak resmi. Metode penelitian yang dimanfaatkan adalah metode kualitatif yang berfokus kepada diskripsi dan interpretasi perilaku. Penelitian dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu; 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) verifikasi/penarikan kesimpulan. Keseluruhan langkah penelitian dilaksanakan secara ulang-alik sampai diperoleh jawaban penelitian yang mendalam dan holistik.  Hasil penelitian menunjukkan: 1) Alasan dosen enggan menjadi anggota perpustakaan karena koleksi bahan pustaka tidak lengkap, tidak adanya suasana yang kondusif dalam memanfaatkan layanan perpustakaan, dan persyaratan menjadi anggota yang dirasakan sulit 2) implikasi peminjaman tanpa mengikuti prosedur resmi adalah tingginya resiko kehilangan bahan pustaka dan tidak berfungsinya sistem pelayanan OPAC, dan 3) peminjaman buku tanpa mengikuti prosedur resmi dapat ditanggulangi dengan melaksanakan tata aturan dengan konsisten serta menerapkan sanksi yang tegas bagi pelanggaran. Kata kunci: perpustakaan, prosedur peminjaman, tata aturan, sanksi.

Page 7 of 17 | Total Record : 161