cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PENJAKORA
ISSN : 23563397     EISSN : 25974505     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENJASORKES TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SD INPRES BTN IKIP II MAKASSAR Jamaluddin Jamaluddin
JURNAL PENJAKORA Vol. 3 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v3i2.11733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PAKEM penjas terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa SD Inpres BTN IKIP II  Makassar. Penelitian dilaksanakan di SD Inpres BTN IKIP II Makassar.  Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental, dan menggunakan randomized group pretest posttest design. Variabel bebas yaitu model pembelajaran PAKEM penjas dan model pembelajaran konvensional penjas, selanjutnya variabel terikat adalah kebugaran jasmani siswa. Sampel berjumlah 48 orang yang terdiri dari 2 (dua) kelompok atau kelas, kelompok/kelas A 24 siswa dan kelompok/kelas B 24 siswa. Penelitian dilaksanakan selama 12 kali pertemuan. Data penelitian dikumpulkan dengan tes kebugaran jasmani dengan menggunakan tes TKJI. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. pada taraf nyata α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Model pembelajaran PAKEM penjasorkes memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa, ( to = 11,73> t tabel 0,05 = 2,07).  2) Model pembelajaran konvensional penjasorkes tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa,(to = 1,94 < t tabel 0,05 = 2,07).  3) Model pembelajaran PAKEM penjasorkes dan model pembelajaran konvensional penjasorkes memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa,(to= 2,89> t tabel 0,05 = 1,68).
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GERAK PADA ANAK USIA DINI Wahjoedi Wahjoedi
JURNAL PENJAKORA Vol. 3 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v3i2.11734

Abstract

pembangunan pendidikan nasional esensinya merupakan pemberian akses yang luas, pemerataan, dan peningkatan kualitas atau daya saing sumber daya manusia yang telah menempuh jenjang pendidikan tertentu. Pendidikan nasional Indonesia sebagaimana diamanatkan sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi melalui pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional meliputi jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Keempat jenjang pendidikan tersebut merupakan satu kesatuan utuh, dan tidak boleh salah satu menganggap lebih bermakana dari yang lain, yang satu menafikan yang lain. Keempatnya merupakan jembatan emas menuju terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, berkarakter Pancasila dan berdaya saing global. Untuk merenda jalan menuju tercapainya sarasan tersebut, maka pondamen awal yang harus diperhatikan secara lebih cermat dan serius adalah jenjang pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar, yang dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. Yang menjadi semakin menarik adalah tentang betapa pentingnya layanan pendidikan pada anak usia dini yang harus memperhatikan karakteristik khusus, tahap tumbuh kembang, dan minat anak usia dini. Sebagaiamana dipahami bersama, dunia anak adalah dunia bermain, berfantasi, bercengkrama ria bersama kawan-kawan seusianya (joyfull learning). Berdasarkan kenyataan tersebut, maka substansi penting yang patut mendapat perhatian adalah pentingnya aktivitas fisik atau gerak bagi anak usia dini. Berangkat dari hal tersebut, maka kajian ini akan memberikan kupasan secara khusus tentang pengembangan pembelajaran gerak pada anak usia dini, khususnya di Play Group dan Taman Kanak-kanak.
KONTRIBUSI KOORDINASI MATA-KAKI DAN KESEIMBANGAN TERHADAP KETERAMPILAN SEPAKSILA DALAM PERMAINAN SEPAKTAKRAW SISWA SMP NEGERI 1 TANASITOLO KABUPATEN WAJO Andi Rizal
JURNAL PENJAKORA Vol. 3 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v3i2.11735

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat kontributif yang bertujuan untuk mengetahui kontribusi variabel koordinasi mata-kaki dan keseimbangan terhadap keterampilan sepaksila dalam permainan sepaktakraw pada siswa SMP Negeri 1 Tanasitolo Kabupaten Wajo, menggunakan sampel sebanyak 40 siswa putera yang diperoleh secara random. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data masing-masing variabel penelitian menggunakan instrumen tes kordinasi mata-kaki (Soccer Wall Volley Test), tes keseimbangan dinamis (dynamic balance test), dan tes keterampilan sepaksila yang sudah baku. Pengolahan dan analisis data menggunakan teknik analisis regresi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan penelitian sebagai berikut: (1) Ada kontribusi yang signifikan koordinasi mata-kaki terhadap keterampilan sepaksila dalam permainan sepaktakraw pada siswaSMP Negeri 1 Tanasitolo Kabupaten Wajo,  sebesar  47,90 %. (2) Ada kontribusi yang signifikan keseimbangan terhadap keterampilan sepaksila dalam permainan sepaktakraw pada siswa SMP Negeri 1 Tanasitolo Kabupaten Wajo, sebesar 59,30%. (3) Ada kontribusi yang signifikan perpaduan koordinasi mata-kaki dan keseimbangan terhadap keterampilan sepaksila dalam permainan sepaktakraw pada siswa SMP Negeri 1 Tanasitolo Kabupaten Wajo, sebesar 75,40 %.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PPL MAHASISWA PENJASKESREK FOK UNDIKSHA MENURUT PENDAPAT SISWA DI SMP DAN SMA/SMK SE-KABUPATEN BULELENG Made Agus Wijaya
JURNAL PENJAKORA Vol. 3 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v3i2.11736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pembelajaran PPL mahasiswa Penjaskesrek FOK Undiksha menurut pendapat siswa di SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng ditinjau dari aspek hasil, kemauan, metode dan kerjasama. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa peserta PPL-Real Penjaskesrek FOK Undiksha Semester Ganjil tahun akademik 2013/2014 berjumlah 136 orang mahasiswa terdiri dari 71 orang mahasiswa PPL Real di SMP dan 65 orang mahasiswa PPL Real di SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisioner Formative Class Evaluation (FCE). Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif  kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisa data dan pembahasan, disimpulan penelitian ini adalah: (1) efektifitas  pembelajaran PPL mahasiswa Penjaskesrek FOK Undiksha menurut pendapat siswa SMP secara keseluruhan sebesar 2,80 termasuk pada kategori sangat baik, sedangkan menurut siswa SMA/SMK sebesar 2,73 termasuk baik, (2) efektifitas  pembelajaran PPL mahasiswa Penjaskesrek FOK Undiksha menurut pendapat siswa SMP ditinjau dari aspek hasil sebesar 2,80 (sangat baik), aspek kemauan sebesar 2,88 (baik), aspek metode sebesar 2,72 (sedang) dan aspek kerjasama sebesar 2,82 (baik), (3) efektifitas  pembelajaran PPL mahasiswa Penjaskesrek FOK Undiksha menurut pendapat siswa SMA/SMK ditinjau dari aspek hasil sebesar 2,75 (sangat baik), aspek kemauan sebesar 2,78 (sedang), aspek metode sebesar 2,63 (sedang) dan aspek kerjasama sebesar 2,76 (sedang). Disarankan kepada: (1) mahasiswa PPL Penjaskesrek FOK Undiksha agar secara periodik menggunakan FCE untuk meminta pendapat siswa tentang proses pembelajaran sebagai umpan balik perbaikan proses pembelajaran selanjutnya, (2) dosen pembimbing PPL dan Guru pamong dalam memberikan penilaian akhir mahasiswa PPL agar mempertimbangkan pula hasil pendapat siswa seperti yang tercantum pada kuisioner FCE.
ASMA DAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PENJASORKES) DI SEKOLAH I Made Kusuma Wijaya
JURNAL PENJAKORA Vol. 3 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v3i2.11737

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernafasan, yang ditandai mengi episodik, sesak nafas, batuk dan dada terasa berat. Populasi asma terus meningkat dan menduduki urutan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Peningkatan terutama terjadi pada anak-anak yang sedang berada pada usia sekolah. Siswa ataupun orang tua sering menganggap asma sebagai penghalang dalam melakukan aktivitas fisik sehingga mereka sering melarang anaknya untuk bermain ataupun berolahraga pada saat mereka mendapatkan mata pelajaran penjasorkes di sekolah. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu, apabila asma tersebut dikelola dengan baik dan terkontrol. Untuk itu diperlukan strategi praktis untuk mengatasinya agar penyakit asma pada siswa dapat terkontrol dengan baik. Strategi yang dapat dilakukan oleh seorang guru penjasorkes adalah dengan melakukan pengelolaan yang baik terhadap latihan dan penyakit asma pada siswa. Guru penjasorkes diharapkan dapat memperhatikan jenis olahraga dan dosis yang tepat yang dapat diberikan pada siswa penderita asma. Dalam pengelolaan penyakit asma guru diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan siswa, keluarga, dan petugas kesehatan. Guru penjasorkes dapat membuat catatan yang berisikan tentang nama obat dan dosisnya, mengenali faktor pencetus, serta tanda-tanda memburuknya penyakit asma pada siswa berdasarkan atas koordinasi dengan keluarga dan petugas kesehatan yang merawatnya. Berdasarkan atas pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa guru penjasorkes harus memandang sama terhadap siswa yang sehat ataupun yang menderita asma sehingga mereka harus mampu memberikan pembelajaran penjasorkes yang tepat dan rencana pengelolaan penyakit asma yang jelas pada siswa. Dengan demikian siswa penderita asma tidak perlu merasa takut dan dapat berpartisipasi secara penuh dan aman dalam melakukan aktivitas fisik/olahraga di sekolah.
PENGARUH METODE PELATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT UNIT KEGIATAN OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Edwarsyah Edwarsyah; Sefri Hardiansyah; Hilmainur Syampurma
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11749

Abstract

oleh atlet Pencak Silat Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan circuit training terhadap kondisi fisik atlet Pencak Silat Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang. Subjek penelitian adalah seluruh atlet Pencak Silat Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang yang masih aktif berlatih sebanyak 29 orang. Data dikumpul dari 29 orang subjek penelitian melalui pengukuran kondisi fisik atlet. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji beda (uji t) dependent sampel. Berdasarkan analisa data dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan oleh latihan circuit training terhadap peningkatan kemampuan kondisi fisik atlet pencak silat UKO UNP. Akhirnya diharapkan penelitian ini bisa berkontribusi dan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang olahraga prestasi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA (Studi di Seluruh SMA Negeri Kota Kediri) Lutfhi Abdil Khuddus
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru dikjasor di SMA Negeri Kota Kediri. Temuan yaitu, dalam membelajarkan siswa guru tersebut belum menerapkan konsep dan tujuan dikjasor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data adalah guru dikjasor di SMA Negeri di Kota Kediri. Hasil penelitian untuk SMAN I mendapatkan nilai 2,3 setelah lokakarya menjadi 2,7. SMAN II nilai 2,8 menjadi 2,9. SMAN III nilai 1,9 menjadi 2,0. Untuk SMAN IV nilai 1,6 menjadi 2,7. SMAN V nilai 3,0 menjadi 2,6. SMAN VI nilai 1,8 menjadi 2,2. SMAN VII nilai 1,3 menjadi 1,8. SMAN VIII nilai 2,1 menjadi 2,2. Rata-rata pretest 2,1 dan rata-rata postest 2.38. Guru belum menerapkan konsep dan tujuan dikjasor, setelah diadakan lokakarya dan dinilai dengan statistik uji-t, diketahui bahwa th = 1,147 < t1% = 2,977. Kesimpulannya bahwa ada perbedaan yang tidak signifikan. Artinya tidak ada peningkatan keterampilan mengajar guru di SMA Negeri di Kota Kediri.
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS VI KECAMATAN SUKASADA Ni Putu Dwi Sucita Dartini; I Gede Suwiwa; Luh Putu Spyanawati
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode tes dan pengukuran. Populasi adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Sukasada Tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 188 orang. Sampel berjumlah 119 orang siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling yang tersebar kedalam 5 sekolah yaitu  SDN 1 Panji Anom, SDN 3 Panji Anom, SDN 4 Panji Anom, SDN 1 Tegallinggah dan SDN 2 Tegallinggah. Tingkat kebugaran jasmani siswa diukur menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk anak umur 10-12 tahun yang merupakan satu rangkaian tes yang terdiri dari 5 butir tes yaitu lari 40 meter, gantung siku tekuk, baring duduk 30 detik, loncat tegak, dan lari 600 meter. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu menjumlahkan nilai total dari masing-masing butir tes sesuai dengan norma yang sudah ada dan selanjutnya mencari persentase tingkat kebugaran jasmani siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran siswa berada yaitu  kategori baik sekali tidak ada (0%), kategori baik sebanyak 2 orang (1,68%), kategori sedang sebanyak 57 orang (47,90%), kategori kurang sebanyak 45 orang (37,82%) dan kategori kurang sekali sebanyak 15 orang (12,61%). Secara rata-rata skor kebugaran jasmani siswa kelas V SD Gugus VI Kecamatan Sukasada-Buleleng adalah 12,90 atau berada pada kategori kurang.
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN OLAHRAGA SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA Nur Azis Rohmansyah
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11752

Abstract

Pelaksanaan kurikulum saat ini mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan telah diberlakukan dari tingkat SD, SMP, dan SMA.  Pendidikan jasmani bukan hanya merupakan aktivitas pengembangan fisik secara terisolasi, akan tetapi harus berada dalam konteks pendidikan secara umum (general education). Sudah tentu proses tersebut dilakukan dengan sadar dan melibatkan interaksi sistematik antar pelakunya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pembentukan karakter tidak dapat dilakukan dengan waktu sekejap, melainkan melalui proses yang lama dan kontinyu. Di sinilah peran guru/pelatih dituntut mampu mentransfer cara berfikir, bersikap, dan mendasarkan pada etika moral yang baik. Ucapan guru akan diperhatikan menjadi pondasi dasar dalam pembentukan karakter anak didiknya. Jika pendidikan jasmani dan olahraga dijalankan dengan kaidah-kaidah yang benar akan memberikan kontribusi poitif dalam usaha membangun karakter anak.
PENGARUH MEDIA VIDEO DAN MEDIA CHART TERHADAP KETEPATAN SMASH BULUTANGKIS SISWA SD NEGERI 52 KURANJI PADANG Zarwan Zarwan; Sefri Hardiansyah
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11753

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya pembinaan atlet bulutangkis usia dini. Rendahnya pembinaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan pelatih/pembina pada pembuatan program latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari media latihan video dan media latihan chart terhadap ketepatan smash bulutangkis. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada pembinaan usia dini. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu yang dilakukan pada siswa SD Negeri 52 Kuranji Padang. Populasi penelitian ini adalah siswa SD Negeri 52 Kuranji Padang kelas IV dan Kelas V. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) media video memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash, (2) media chart memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan media video dengan kelompok yang menggunakan media chart, dimana media  video memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan ketepatan smash.