cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER" : 18 Documents clear
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA DALAM MEMBANGUN KARAKTER RELIGIUS DAN MANDIRI SISWA KELAS V DI SD/MI Rahmawati Suhadah; M Dahlan R; Muhammad Fahri
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1128

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaraan IPA dalam membentuk karakter religius dan mandiri siswa di SD/MI. Latar belakang masalah penelitian ini dikarenakan degredasi moral karakter bangsa yang mengakibatkan hilangnya karakter bangsa ditandai dengan peningkaatan sikap anomali dan anarkisme di lingkungan masyarakat sehingga perlu adanya penguatan karakter melalui pendidikan di sekolah terlebih lagi dalam proses pembelajaran. Metode dalam penelitian ini berupa kualitatif desktiptif dengan jenis pendekatan studi lapangan. Penelitian dilakukan di kelas V diambil dari dua sekolah yaitu SDN Kartika Sejahtera 01 sebanyak 30 siswa, dan MIS Al Madani sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dapat membentuk karakter religius dan mandiri secara teori maupun praktik. Dengan berjalannya program sekolah berbasis karakter ternyata juga dapat dijadikan penguatan terhadap pembentukan karakter religius dan mandiri siswa.Kata Kunci: Pembentukan karakter, religius, mandiri, ilmu pengetahuan alamABSTRACTThe purpose of this study was to describe the implementation of science learning in building religious and independent character of student in SD/MI. The background of this research problem because the moral degradation of the nation’s character which is marked by an increase in anomalous and anarchic attitudes in the community so that there is a need of character strengthening through education in schools, especially in the learning process. The method used in this research is descriptive qualitative with a field study approach. The research was conducted in class V which was taken from two schools, namely SDN Kartika Sejahtera 01 with 30 students and MIS Al Madani with 30 students. The result showed that science learning can form a religious and independent character in theory and practice. By running the chacacter-based school program, it can also be used as a reinforcement for the formation of students’ religious and independent character.Keywords: Character building, religious, independent, science
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK PENGENALAN HURUF PADA ANAK USIA DINI BERBASIS AUGMENTED REALITY Deni Septi Wulandari; Benny Hendriana
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1292

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk berupa media pembelajaran pengenalan huruf berbasis Augmented Reality (AR) pada anak usia 4-5 tahun. Dikarenakan belum adanya media pembelajaran pengenalan huruf berbasis AR, yang mana pembelajaran tersebut dapat memfokuskan dalam pembelajaran pengenalan, pengejaan serta menirukan suara huruf pada media. Metode yang digunakan pada  penelitian ini adalah metode penelitian R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. dengan lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Media pembelajaran berbasis Augmented Reality ini telah di validasi oleh beberapa pakar yaitu pakar media, pakar bahasa dan pakar materi. Hasil validasi oleh pakar media rata-rata sebesar 86% dengan kategori sangat valid, hasil validasi oleh pakar bahasa rata-rata sebesar 78% dengan kategori valid dan hasil validasi oleh pakar materi rata-rata sebesar 89% dengan kategori sangat valid. Selain divalidasi oleh beberapa ahli, media pembelajaran ini juga telah di uji coba kepada guru dan orangtua. Hasil uji coba terhadap guru TK Kartika X-12 sebesar 90,6% dengan kategori sangat valid dan orangtua dengan hasil rata-rata skala kecil dan skala besar sebesar 95,5% dengan kategori sangat valid. Dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pengenalan huruf pada anak usia 4-5 tahun berbasis Augmented Reality dapat dikategorikan valid dan layak digunakan serta bisa dikembangkan.Kata kunci: Augmented Reality, Media Pembelajaran, Pengenalan Huruf ABSTRACTThis study aims to produce a product in the form of Augmented Reality-based letter recognition learning media for children aged 4-5 years. Because there is no AR-based letter recognition learning media, which learning can focus on learning recognition, spelling and imitating the sound of letters on the media. This research method uses the R&D (Research and Development) research method with the ADDIE. This Augmented Reality-based learning media has been validated by several experts, namely media experts, linguists and material experts. The average validation result by media experts is 86% in the very valid category, the average validation result by linguists is 78% in the valid category and the validation results by material experts are on average 00% in the valid category. Besides being validated by several experts, this learning media has also been tested on teachers and parents. The test results on TK Kartika X-12 Kindergarten teachers were 90.6% with a very valid category and parents with an average result of a small scale and a large scale of 95.5% with a very valid category. From these results, it can be concluded that the learning media for recognizing letters in children aged 4-5 years based on Augmented Reality can be categorized as valid and feasible to use and can be developed.keywords: Augmented Reality, Learning Media, Letter Recognition
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MEDIA MIND MAPPING DIGITAL DI SEKOLAH DASAR Cucu Ismaela; Sulistyani Puteri Ramadhani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1335

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IVB SDN Pengadegan 07 Jakarta Selatan pada mata pelajaran IPA materi sumber energi dengan menggunakan media mind mapping digital yang menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis and McTaggart. Berdasarkan data yang telah diperoleh melalui metode observasi, wawancara dan hasil belajar yang dilakukan oleh peneliti serta berkolaborasi dengan wali kelas IVB menunjukkan bahwa pada pra-siklus terdapat rendahnya hasil belajar peserta didik dengan 50% dari 28 peserta didik belum tuntas KKM pada mata pelajaran IPA materi sumber energi di kelas IVB SDN Pengadegan 07 Jakarta selatan yang berjumlah 28 peserta didik terdiri dari 16 orang peserta didik laki-laki dan 12 orang peserta didik perempuan, pada siklus I diperoleh hasil ketuntasan belajar yang dinilai dari kognitif terdapat presentase ketuntasan belajar klasikal adalah sebesar 71% dari 28 peserta didik dengan nilai rata-rata klasikalnya 80,4. Kemudian pada siklus II diperoleh presentase ketuntasan belajar klasikal adalah sebesar 100% dengan nilai rata-rata klasikal sebesar 88. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan presentase ketuntasan klasikal sebesar 29% dan peningkatan nilai rata-rata klasikalnya mencapai 7,6. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media mind mapping digital mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas IVB SDN Pengadegan 07 Jakarta Selatan pada mata pelajaran IPA materi sumber energi.Kata Kunci: Hasil Belajar, IPA, Mind Mapping DigitalABSTRACTThis study aims to improve the learning outcomes of class IVB students at SDN Pengadegan 07 South Jakarta in the science subject matter of energy resources by using digital mind mapping media using the Class Action Research (CAR) approach with the Kemmis and McTaggart model.Based on the data that has been obtained through the method of observation, interviews and learning outcomes conducted by researchers as well as collaborating with the IVB class homeroom teacher, it shows that in the pre-cycle there are low student learning outcomes with 50% of the 28 students not completing the KKM in science subjects. source of energy in class IVB SDN Pengadegan 07 South Jakarta, totaling 28 students consisting of 16 male students and 12 female students, in the first cycle the results of learning mastery were obtained which were assessed from the cognitive, there was a percentage of classical learning completeness was 71 % of 28 students with a classical average score of 80.4. Then in the second cycle, the percentage of classical mastery learning is 100% with an average classical value of 88. This indicates an increase in the percentage of classical mastery by 29% and an increase in the classical average value reaching 7.6.The results of this study indicate that the use of digital mind mapping media is able to improve the learning outcomes of students in class IVB at SDN Pengadegan 07 South Jakarta in science subjects for energy sources.Keywords : Learning Outcomes, Science, Mind Mapping Digital
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK MUATAN MATEMATIKA MATERI SATUAN BERAT DI SEKOLAH DASAR Wiwik Widia Sari; Rudi Ritonga
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1338

Abstract

ABSTRAKPenelitian pengembangan ini dilakukan untuk menghasilkan produk bahan ajar komik matematika materi satuan berat yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan pendidikan. Pengembangan bahan ajar komik matematika materi satuan berat ini dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini peneliti menggunakan metode RnD model pengembangan Borg and Gall dalam (Sugiyono, 2012) yang dilakukan dengan 9 tahap, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi produk, (5) revisi produk, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji pemakaian produk, (9) revisi produk. Subjek pada penelitian ini ialah siswa kelas II SDN Pejaten Timur 18 Pagi Jakarta Selatan yang berjumlah 29 siswa. Data kuantitatif pada penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dan observasi. Data kuantitatif pada penelitian ini didapatkan dari hasil validasi serta kuesioner. Validasi bahan ajar mendapatkan nilai 86.83% dengan kategori sangat layak. Hasil nilai uji coba produk skala kecil yaitu 9 siswa mendapatkan nilai 92.89% dengan kategori sangat layak. Sedangkan hasil uji coba pemakaian produk skala besar yaitu 29 siswa mendapatkan nilai 89.72% dengan kategori sangat layak. Pengembangan produk berupa bahan ajar komik matematika materi satuan berat ini dinilai sangat layak dan efektif digunakan saat kegiatan pembelajaran. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa mengembangkan bahan ajar komik matematika dengan berbagai materi agar lebih bervariatif. Kata Kunci: Pengembangan, bahan ajar komik, minat belajarABSTRACTThis development research was conducted to produce a weight unit material for mathematics comics teaching materials that aim to solve educational problems. The development of mathematics comics teaching materials for weight units was developed according to the characteristics and needs of second grade elementary school students. In this study, researchers used the RnD method of the Borg and Gall development model in (Sugiyono, 2012) which was carried out with 9 stages, namely: (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) product validation, (5) product revision, (6) product trial, (7) product revision, (8) product usage test, (9) product revision. The subjects in this study were the second grade students of SDN Pejaten Timur 18 Pagi, South Jakarta, totaling 29 students. Quantitative data in this study were obtained from interviews and observations. Quantitative data in this study were obtained from the results of validation and questionnaires. The validation of teaching materials got a score of 86.83% with a very decent category. The results of the small-scale product trial scores, namely 9 students, got a score of 92.89% with a very decent category. While the results of trials using large-scale products, namely 29 students got a score of 89.72% with a very decent category. Product development in the form of math comics teaching materials for weight units is considered very feasible and effective to use during learning activities. Future research is expected to be able to develop mathematics comics teaching materials with various materials to make them more varied.Keywords: Development, comics teaching materials, interest in learning
PROBLEM POSING DAN STRATEGI METAKOGNISI PESERTA DIDIK DALAM MATERI BANGUN RUANG DI SMK Tanti Eviliana Pardede; Sugiatno Sugiatno; Dede Suratman
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1386

Abstract

ABSTRAKProblem posing dan strategi metakognisi merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan sangat penting dikuasai oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan problem posing, strategi metakognisi peserta didik, hubungan kemampuan problem posing dan strategi metakognisi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi sequential exploratory. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Multimedia. Data berupa hasil tes uraian dan hasil wawancara semi-terstruktur. Tes uraian terdiri sebanyak tiga soal yang meminta peserta didik untuk mengajukan masalah berdasarkan indikator situasi problem posing yang telah ditetapkan pada soal. Peserta didik diminta untuk mengajukan masalah matematis bangun ruang sisi lengkung pada situasi bebas, situasi semi-terstruktur, dan situasi terstruktur. Menyelesaikan masalah matematis bangun ruang sisi lengkung mengggunakan strategi metakognisi. Setelah itu akan dilakukan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga peserta didik untuk memperdalam data dan mengungkap lebih lanjut mengenai kemampuan problem posing dan strategi metakognisi yang tidak terlihat pada hasil tes uraian. Kemampuan peserta didik dalam mengajukan masalah lebih dominan pada situasi bebas dan semi-terstruktur. Strategi metakognisi secara signifikan mempengaruhi kinerja aktual keterampilan pengajuan masalah dan penyelesaian masalah matematis. Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan kemampuan problem posing dan strategi metakognisi dengan Pearson Correlation sebesar 0,72 yang berarti merupakan korelasi kuat dan memiliki hubungan yang positif.Kata Kunci: Problem Posing, Strategi Metakognisi, Bangun Ruang Sisi LengkungABSTRACTProblem-posing and metacognition strategies are high-level thinking skills and are very important to be mastered by students. This study aims to describe problem-posing abilities, students' metacognition strategies, the relationship between problem-posing abilities and students' metacognition strategies. This study uses a sequential exploratory combination method. The data sources of this research are students of class XI Multimedia. The data are in the form of description test results and semi-structured interview results. The description test consists of three questions that ask students to pose problems based on the problem-posing situation indicators set on the questions. Students are asked to pose a mathematical problem of solid geometry in free situations, semi-structured situations, and structured situations. They are solving mathematical problems of solid geometry using metacognition strategies. After that, interviews with three students will be conducted to deepen the data and reveal more about problem-posing abilities and metacognition strategies that are not seen in the results of the description test. The ability of students to pose problems is more dominant in free and semi-structured situations. Metacognition strategies significantly affect the actual performance of problem-posing and mathematical problem-solving skills. The results also show the relationship between problem-posing abilities and metacognition strategies with the Pearson Correlation of 0.72, which means it is a strong correlation and has a positive relationship.Keywords: Problem Posing, Metacognition Strategy, Solid Geometry
PENGEMBANGAN PERMAINAN KARTU KUARTET MATERI ASAM, BASA DAN GARAM Siska Putri Damayanti; Eny Enawaty; Masriani Masriani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1250

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan dan respon guru terhadap Permainan Kartu Kuartet pada materi asam basa, dan garam di SMP Negeri 9 Pontianak. Bentuk penelitian dan pengembangan adalah (R&D) yang mengadopsi model pemngembangan ADDIE. Pengambilan data untuk mengetahui respon guru dengan cara memberikan angket kepada 3 Guru IPA di sekolah yang diteliti. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Permainan Kartu Kuartet yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran ditinjau dari aspek kelayakan Bahasa 100% (sangat layak), media 100% (sangat layak) dan materi 91,66% (sangat layak), dan respon guru sebesar 81,24% terhadap Permainan Kartu Kuartet. Hal ini menunjukkan di SMP Negeri 9 Pontianak tergolong kategori sangat tinggi. Dengan demikian Permainan Kartu Kuartet dapat digunakan pada pembelajaran materi Asam Basa dan Garam sebagai media pembantu dalam pembelajaran.Kata Kunci : Kartu Kuartet, Asam Basa Garam, Kelayakan, ResponABSTRACTThis research was conducted to determine the level of feasibility and teacher response to the Quartet Card Game on acid base and salt material Junior High School 9 Pontianak. The form of research and development is (R&D) which adopts the ADDIE development model. Collecting data to determine the teacher’s response by giving a questionnaire to 3 science teachers in the schools studied. The results of data processing show that the developed quartet card game is suitable for use in learning in terms of the percentage of language feasibility of 100%, media is 100%, in the proper category and material is 91,66%, with the very feasible category, and the teacher’s response was 81,24% for the Quartet Card Game. This shows that Junior High School 9 Pontianak is in the very high category. This the Quartet Card Game can be used in leraning of Acid Base and Salt materials as an auxiliary medium in learning.Keywords: Quartet Card, Acid Base Sald, Feasibility, Response
ANALISIS HASIL BELAJAR MATEMATIKA BERORIENTASI ORDER THINKING SKILLS (Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 01 Nanga Merakai) Adriana Gandasari; Dwi Cahyadi Wibowo; Lhadyza Ocberti
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1348

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika berorientasi order thinking skills di Sekolah Dasar Negeri 01 Nanga Merakai. Penelitian dilakukan di kelas V yang berjumlah 16 siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Alat pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, kuesioner dan dokumen. Analisis data dilakukan melalui 4 tahap yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika berorientasi order thinking skills, pada materi “Pengumpulan dan Penyajian Data” menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa berada pada kategori sangat baik dan sudah sampai pada level C4 atau Higher Order thinking skills dengan persentase 85,71% dan persentase jumlah siswa sebesar 62,50% atau 10 orang dari total jumlah keseluruhan siswa berada pada level C4 atau Higher Order thinking skills.Kata Kunci: Hasil Belajar Matematika, Order thinking skills ABSTRACTThis study aims to describe learning outcomes oriented to order thinking skills in mathematics at Public Elementary School 01 Nanga Merakai. The research was conducted in class V, which consisted of 16 students. This research uses a qualitative descriptive method in the form of a case study. Data collection tools using interview guidelines, questionnaires and documents. Data analysis was carried out through 4 stages, namely data collection, data presentation, data reduction and drawing conclusions. The results showed that the learning outcomes of order thinking skills oriented mathematics, on the material "Data Collection and Presentation" showed that the mathematics learning outcomes were in the very good category and had reached the level of C4 or Higher Order thinking skills with the percentage is 85.71% and the percentage of the number of students is 62.50% or 10 people from the total number of students be at level C4 or Higher Order thinking skills.Keywords: Mathematics Learning Outcomes, Order thinking skills
TEORI PSIKOSOSIAL ERIK ERIKSON: IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH Valentino Reykliv Mokalu; Charis Vita Juniarty Boangmanalu
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1314

Abstract

ABSTRAKTeori Perkembangan Psikososial menurut Erik Erikson menjadi salah satu sumbangsih penting bagi dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama Kristen. Delapan tahapan yang diutarakan oleh Erikson dapat dipastikan dilalui oleh setiap individu dalam perkembangan kehidupannya, meskipun tidak semua dapat melaluinya dengan sempurna. Sumbangsih teori ini bagi pendidikan agama Kristen menjadi pertimbangan penting, meskipun bukan satu-satunya teori perkembangan yang mesti dijadikan pertimbangan dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan agama Kristen. Dalam artikel ini akan dijelaskan delapan tahapan perkembangan psikososial, tinjauan dan relevansinya bagi pendidikan agama Kristen yang ada di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (library re-search) yang di mana dilakukan pengumpulan data pustaka dengan membaca dan mengolah bahan menjadi sebuah penelitian. Hasil dan kesimpulannya, keberhasilan di tahap awal mempengaruhi peluang keberhasilan di tahap berikutnya. Dalam hal ini, peserta didik sendirilah yang mengembangkan keseimbangan tahapan demi tahapan. Dengan kata lain, hasil dari setiap tahapan mempengaruhi peluang hasil positif di tahapan berikutnya.Kata Kunci: Teori Psikososial, Erik Erikson, Pendidikan Agama Kristen, sekolahABSTRACTPsychosocial development theory according to Erik Erikson is an important contribution in education sector including Christian religious education. The eight stages can certainly be passed by most individuals in their life’s development. The contribution of this theory to Christian religious education is an important consideration, although this theory is not the only theory of development that must be taken into consideration in the provision of education. In this article, the eight stages of psychosocial development is explained, an overview, and the relevance for Christian religious education in schools. This study uses library research method where library data is collected by reading and processing the material. The result reports success in the early stages affecting the chances of success in later stages. In other words, the outcome of each stage affects the chances of a positive outcome in the next stage.Keywords: Psychosocial Theory, Erik Erikson, Christian Religious Education, School
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BILANGAN UNIVERSAL “SEMUA, SEGALA, SELURUH DAN SEGENAP” PADA PEMULA PELAJAR MANDARIN INDONESIA Susanto Susanto
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1209

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini terutama ditujukan untuk analisis penguasaan dan kesalahan kata bilangan universal "semua", "segala" , “seluruh” dan "segenap" mahasiswa Indonesia dalam belajar bahasa Mandarin. Didalam Bahasa Indonesia juga memiliki kata bilangan yang serupa ini, tetapi kata bilangan tersebut masih berbeda dengan bilangan universal dalam bahasa mandarin. Oleh karena itu, mahasiswa Indonesia lebih cenderung membuat kesalahan saat mempelajari kata bilangan ini. Secara umum, tingkat terjadinya kesalahan lebih condong ke pembelajar pemula, penyebabnya yaitu pengaruh negatif dari bahasa ibu dan pemahaman bahasa mandarin yang tidak cukup dalam. Penulis menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini, dan didapatkan kesimpulan bahwa pelajar Indonesia mengalami kesulitan dalam menggunakan kata bantu bilangan universal bahasa Mandarin"semua", "segala" , “seluruh” dan "segenap" yaitu mereka tidak bisa membedakan pemakaian keempat kata bilangan tersebut.Kata Kunci: kesalahan penggunaan, kata bilangan se-, pelajar indonesia ABSTRACTThis article is mainly aimed at analyzing the mastery and errors of universal number words "所有,一切,全部” Indonesian students in learning Chinese. In Indonesian it also has a similar number word, but the number word is still different from the universal number in Chinese language. Therefore, Indonesian students are more likely to make mistakes when learning these number words. In general, the error rate is more likely for the beginner Chinese learners, the negative influence of the mother language and the insufficient understanding of the Chinese language. This analysis is based on the situation of beginner level students learning Chinese in Indonesia.Keywords: Usage errors, number words, Indonesian students
ANALISIS PENGARUH E-LEARNING MENGGUNAKAN SPADA TERHADAP EFEKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA STMIK PRIMAKARA Ni Komang Erikka Candra Pratiwi; Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa; A.A. Istri Ita Paramitha
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i2.1321

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh e-learning menggunakan SPADA terhadap efektivitas belajar mahasiswa STMIK Primakara. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods convergence model. Objek dari penelitian ini adalah 85 orang mahasiswa semester 2, 4, dan 6. Dalam penelitian ini, dilakukan identifikasi pengaruh e-learning menggunakan platform SPADA yang dikembangkan oleh STMIK Primakara berbasis Moodle terhadap efektivitas belajar mahasiswa. Peneliti menggunakan observasi, kuesioner tertutup, kuesioner terbuka, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Empat indikator efektivitas pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu quality of instruction, appropriate levels of instruction, incentive, dan time. Peneliti menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan skala Likert untuk menghitung data dari kuesioner tertutup sedangkan analisis data kualitatif menggunakan data dari kuesioner terbuka. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa persentase persetujuan dengan indikator quality of instruction menunjukkan hasil 86,35% (sangat efektif). Selanjutnya indikator appropriate levels of instruction dengan hasil 87,82% (sangat efektif). Indikator ketiga, incentive dengan hasil perolehan 88,94% (sangat efektif). Terakhir indikator time dengan hasil persentase persetujuan 89,56% (sangat efektif). Selain itu data kualitatif yang diperoleh juga menunjukkan bahwa penggunaan SPADA dapat mendukung proses belajar mahasiswa.Kata Kunci: e-learning, efektivitas belajar, metode campuranABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of e-learning using SPADA on the learning effectiveness of STMIK Primakara college students. This research uses a mixed methods convergence model. The object of this research is 85 college students in semester 2, 4, and 6. In this study, the identification of the effect of was conducted to identify the e-learning using the platform SPADA developed by STMIK Primakara based on Moodle was conducted to identify the effectiveness of college student learning. Researchers used observation, closed questionnaires, open questionnaires, and literature studies as data collection techniques. Four indicators of learning effectiveness are used in this study, namely quality of instruction, appropriate levels of instruction, incentive, and time. Researchers used quantitative data analysis and qualitative data analysis. Quantitative data analysis used a Likert scale to calculate data from a closed questionnaire, while qualitative data analysis used data from an open questionnaire. In this study, it was found that the percentage of approval with the indicator quality of instruction showed the result of 86.35% (very effective). Next is the indicator for appropriate levels of instruction with a result of 87.82% (very effective). The third indicator, incentive with the result of 88.94% (very effective). Finally, the indicator time with the percentage of approval is 89.56% (very effective). In addition, the qualitative data obtained also shows that the use of SPADA can support college student learning processes.Keywords: e-learning, learning effectiveness, mixed methods

Page 1 of 2 | Total Record : 18