Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 3 (2021)"
:
10 Documents
clear
PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA PRAKTIKUM BOTANI FANEROGAM BERBASIS KOMPETENSI PROSES SAINS
laras kurnia fajarwati
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractThis research uses research and development methods to develop the performance assessment of Fanerogam botany practicum. Development of instruments for students to measure psychomotor aspects. This study uses the 4 model which is a literature review (definition), design (design), development (development) and dissemination (disseminated) (Thiagarajan, 1974). In the development of performance assessment boterogram botany practicum was not carried out until it was distributed because it was concentrated with the existence of the covid-19 outbreak. The instrument developed in this study includes a performance appraisal sheet and a practical performance appraisal sheet which will be filled out by the validator. Based on the average validity score, the expert obtained the results of the development of botany lecture performance assessment instruments showing very valid criteria. Overall practical performance development instruments can be used to measure the psychomotor level of students when conducting botany Fanerogam practicums.
Analisis Potensi Epidermis Daun dan Derivatnya pada Famili Palmae di Sepanjang Pantai Parangtritis Sampai Depok sebagai Sumber Belajar Biologi
Cahyo Anggoroputro
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractThe environment can be used as a learning resource to increase knowledge. One of the learning resources that can be found in the environment is plants. Biology learning has great potential in utilizing the environment as a learning resource. One of the uses of learning resources from the environment is by using research results.This type of research is a qualitative descriptive study carried out through the analysis method of potential learning resources. The results of the research are analyzed for their potential as a learning resource by looking at the requirements of the research results as a learning resource which includes clarity of the potential availability of objects and problems raised, conformity with learning objectives, material objectives and their designation, information to be disclosed, exploration guidelines, and acquisitions to be achieved.The results of this study indicate that (1) The results of research on the potential of leaf epidermis and its derivatives in the Palmae family along Parangtritis Beach to Depok Beach as a source of learning biology can be used as a source of learning biology because it is in accordance with the requirements of research results as a learning resource. (2) It is necessary to follow up to package / develop environment-based biology teaching materials that are tailored to the learning needs and characteristics of students through the research & development (R&D) method.Keywords: Epidermis and derivatives 1; Palmae 2; Learning resources 3; AbstrakLingkungan dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk menambah pengetahuan. Sumber belajar yang dapat ditemukan di lingkungan salah satunya adalah tumbuhan. Pembelajaran biologi memiliki potensi yang besar dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Salah satu pemanfaatan sumber belajar dari lingkungan yaitu dengan menggunakan hasil penelitian.Jenis penelitian adalah penelitian deksriptif kualitatif yang dilakukan melalui metode analisis potensi sumber belajar. Hasil penelitian dianalisis potensinya sebagai sumber belajar dengan melihat syarat hasil penelitian sebagai sumber belajar yang meliputi kejelasan potensi ketersediaan objek dan permasalahan yang diangkat, kesesuaian dengan tujuan belajar, sasaran materi dan peruntukannya, informasi yang akan diungkap, pedoman eksplorasi, perolehan yang akan dicapai.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Hasil penelitian tentang potensi epidermis daun dan derivatnya pada famili Palmae di sepanjang Pantai Parangtritis sampai Pantai Depok sebagai sumber belajar biologi dapat dijadikan sumber belajar biologi karena sesuai dengan persyaratan hasil penelitian sebagai sumber belajar. (2) Perlu tindak lanjut untuk mengemas/mengembangkan bahan ajar biologi berbasis lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik peserta didik melalui metode research &development (R&D).Kata-kata kunci: Epidermis dan derivat 1; Palmae 2; Sumber belajar 3
Dilema Etika dalam Penelitian dan Pendidikan Lingkungan
Abdul Rasyid Fakhrun Gani;
Andi Basliahwanti Murti;
Devi Alvionita
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Environmental problems are a major threat to human survival. Humans have created agencies and institutions that manage the environment, but there are still human activities that have a big impact on the environment, such as the large number of jobs that make environmental conditions worse. These problems cause ethical dilemmas in environmental research. Gaps in research and scientific ethics are important issues in the environmental field. To make ends meet, humans do not need to sacrifice their environment. To solve environmental problems requires natural science and technology combined with ethics to maximize these goals. This article is written as a solution to develop human morality and awareness by researching the following environmental ethics. Increasing the level of awareness can help increase human compliance in implementing laws related to environmental protection. Based on literature studies, current environmental problems can be overcome by changing the way humans perceive and behave towards nature. Ethical dilemmas in environmental research can be overcome by 1) efforts to improve morale, ethics and environmentally friendly research actions, 2) the importance of environment-based education and learning, and 3) environmental impact analysis (AMDAL).
Ethical Principles in Biological Research
Andi Basliahwanti Murti;
Devi Alvionita;
Abdul Rasyid Fakhrun Gani
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Science has developed from time to time. The development of science is in the hands of a scientist. A scientist must always think, research, and develop science according to his field. In addition, so that the knowledge he develops is beneficial to humanity. The principles of scientific ethics in the biological sciences are autonomous, not harmful, beneficial, and fair to living things. The application of scientific ethical principles in the development of science can be exemplified in research using experimental animals, where scientists must consider and apply a code of ethics for the use of experimental animals, namely reduction, replacement, and refinement. Scientific ethics also plays a role in reviewing the development of the science of human cloning and chimeras so that whatever is done is for the good and welfare of humans and does not cause controversy. The author makes this article aims to determine the relationship between ethics and philosophy of science, to know the principles of bioethics, and to know what are the ethical principles in the application of science, especially biological science.
MINAT GENERASI Z TERHADAP KEGIATAN URBAN FARMING
Rika Fitri Ilvira
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rendahnya minat generasi z terhadap pertanian dimungkinkan karena kurangnya motivasi dan pengetahuan tentang teknologi tepat guna dalam pertanian. Urban farming sendiri merupakan solusi dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian di perkotaan/daerah urban. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui minat generasi Z dalam penerapan urban farming. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang. Metode penarikan sampel adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda yang dibantu dengan alat analisis SPSS (Statistical Product and Service Solution) 20. Hasil analisis secara parsial menunjukkan terdapat pengaruh motivasi dan kelas peminatan tetapi tidak pada pengetahuan terhadap minat generasi z dalam penerapan urban farming.
Peran Etika dalam Penelitian Pendidikan, Biologi dan Lingkungan
Devi Alvionita
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Etika keilmuan memberikan pengaruh luar biasa dalam perkembangan penelitian biologi dan lingkungan. Etika tidak hanya sebagai kajian teori namun juga sebagai landasan dalam kehidupan keseharian manusia terutama penelitian biologi dan lingkungan. Semakin berkembangnya ilmu dan pengetahuan memberikan banyak ide dan karya inovatif manusia dalam melakukan penelitian. Maraknya pelanggaran kode etik dalam berbagai bidang telah banyak menjadi sorotan. Beberapa pelanggaran kode etik ini diprakarsai oleh minimnya pengetahuan mengenai etika dan perannya dalam berbagai bidang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peranan etika dalam penelitian pendidikan, biologi, dan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah studi tinjauan literatur. Hasil penelitian ini adalah mengetahui pandangan etika terdiri dari tiga aspek yang masih menjadi perbincangan yaitu antroposentrisme, biosentrisme, dan ekosentrisme. Melalui berbagai sudut pandang tersebut, telah disadari bahwa etika memberikan peran yang luar biasa dalam perkembangan penelitian pendidikan, biologi dan lingkungan untuk kesejahteraan bersama.
Praktikum sederhana di rumah tentang pengaruh penggunaan Hand Sanitizer terhadap keberadaan koloni bakteri di tangan
Wahyu Irawati
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bakteri adalah mikroorganisme yang mampu berkembang biak dengan cepat dan berada di setiap tempat. Tangan merupakan salah satu bagian yang banyak didiami bakteri. Pada masa pandemi, penggunaan hand sanitizer menjadi sangat dibutuhkan karena bersifat praktis. Masyarakat menggunakan hand sanitizer untuk menghentikan laju pertumbuhan bakteri di tangan. Hand sanitizer merupakan cairan dengan kandungan etanol dan bahan aktif lainnya yang mampu mensterilkan tangan dan merusak membran sel bakteri. Penelitian ini dilakukan dengan praktikum sederhana menggunakan alat dan bahan yang ada dirumah. Praktikum sederhana dilakukan dengan pembuatan medium sintesis sebagai media pertumbuhan bakteri dengan memanfaatkan alat dan bahan yang ada di sekitar rumah serta pengamatan koloni bakteri di telapak tangan setelah penggunaan hand sanitizer. Kegiatan yang dilakukan adalah membandingkan koloni bakteri di (1) medium sintesis tanpa perlakuan, (2) medium sintesis yang ditempeli telapak tangan tanpa penggunaan hand sanitizer dan (3) medium sintesis yang ditempeli telapak tangan sesudah menggunakan hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan hand sanitizer terhadap keberadaan koloni bakteri di tangan. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri di setiap medium dengan perlakuan berbeda menghasilkan jumlah koloni yang berbeda-beda. Bakteri lebih banyak tumbuh pada medium dengan perlakuan tanpa hand sanitizer sedangkan penampakan koloni bakteri menurun setelah tangan menggunakan hand sanitizer. Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa penggunaan hand sanitizer efektif untuk mengurangi keberadaan koloni bakteri di tangan. Saran untuk praktikum sederhana selanjutnya yaitu mencoba beberapa jenis hand sanitizer untuk menentukan jenis hand sanitizer terbaik yang dapat meminimalisir jumlah bakteri di tangan.
Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Ekstrak Sarang Lebah Madu (Apis dorsata Binghami
Yermia Semuel Mokosuli
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apis dorsata Binghami is a honey bee endemic to the Walacea Zone. Apis dorsata Binghami that has not been bred has a higher variety of feed sources than other honey bees. Apis dorsata Binghami's nest is made of different types of nectar, propolis and pollen than Apis mellifera. Research has been carried out to determine the toxicity of Apis dorsata Binghami honeycomb extract based on the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) test. Fresh Apis dorsata nests were obtained from the Minahasa forest, North Sulawesi. After being air-dried, the honeycomb was extracted using the maceration method with a ratio of 1:2 (w/v) simplicia nest and solvent. Ethanol extracts were examined for their toxicities to shrimp larvae Artemia salina Leach. The test concentrations used were 10 mg/L, 100 mg/L, 500 mg/L and 1000 mg/L. Each concentration was carried out in three replications. The results showed that the LC50 of the honeycomb ethanol extract was LC50 54,457 mg/L. Based on the LC50, the honeycomb of Apis dorsata Binghami can be consumed directly by humans and contains bioactives that have medicinal potential.
Media Pembelajaran Konsep Genetika Menggunakan Drosophila melanogaster Isolat Lokal Dengan Aplikasi Whatsapp Berbasis Kearifan Lokal Budaya Mapalus
Herry Maurits Sumampouw;
Mokosuli Yermia Semuel;
Dewa Nyoman Oka;
Orbanus Naharia;
Masje Wurarah
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The COVID-19 pandemic has changed the conventional learning structure. Learning media is a necessity for students in online learning so that learning objectives can be achieved maximally. The subject of genetics is one of the most difficult materials for students, partly because this field of biology is abstract. Research has been carried out that aims to obtain learning media for genetic concepts using the results of laboratory studies of local isolates of fruit flies. Learning media is packaged with a local wisdom approach, namely mapalus culture, and packaged for use in the what's app application. This study applies the research and development method of the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation). The test instrument used in this study is the product validity results from material experts and media experts. Research products are uploaded to the youtube channel for easy access and use through the WhatsApp application by students. The results showed that the learning media received an 85% assessment of the feasibility of the material, 83% of the feasibility of the media, and the responses of small group students included in the very good category. Learning media for the concept of genetics uses local isolate fruit flies with the WhatsApp application, based on mapalus culture, which is potential to be used as a medium for learning biology for the subject of genetics.
Isolasi dan karakterisasi Bakteri Asam Laktat pada air rendaman kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) berpotensi sebagai penghasil antibiotik
Gergonius Fallo;
Yuni Sine;
Otersia Tael
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) adalah sejenis tanaman legum yang polong muda dan bijinya biasa dijadikan sayur. Kacang tunggak memiliki kandungan gizi yang tinggi, sebagai sumber protein dan berpotensi menjadi pengganti kedelai dalam produksi tempe. Dalam produksi pembuatan tempe dilakukan terlebih dahulu perendaman kacang. Air rendaman kacang biasanya tidak dimanfaatkan kembali, sedangkan dalam air rendaman kacang mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) yang sifatnya menguntungkan bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis BAL pada air rendaman kacang tunggak, karakteristik dari (BAL), dan mengetahui kemampuan isolat BAL yang berpotensi sebagai penghasil antibiotik. Hasil penelitian pada air rendaman kacang tunggak didapatkan tiga isolat bakteri yaitu KNU1, KNU2, dan KNU3 dengan karakteristik morfologi secara makroskopik berukuran kecil, bentuk circular, elevasi convex, margin entire, berwarna putih susu dan secara mikroskopik ketiga isolat memiliki bentuk sel batang, gram positif, spora negatif. Sedangkan karakteristik fisiologi isolat bersifat non motil, dan katalase negatif. Berdasarkan karakteristik uji morfologi dan fisiologi ketiga isolat bakteri diduga adalah Lactobacillus Sp. Hasil uji potensi isolat BAL sebagai penghasil antibiotik membuktikan isolat mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen yaitu Escherichia coli dengan diameter zona bening sebesar 7 mm, respon hambatan pertumbuhan tergolong sedang. Sedangkan pada Staphylococcus aureus dengan diameter zona bening sebesar 14 mm, respon hambatan pertumbuhan tergolong kuat.