cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha
ISSN : 26141086     EISSN : 25993380     DOI : -
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of chemistry education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Chemistry Education.
Articles 133 Documents
ANALISIS MODEL MENTAL SISWA DALAM PENGGUNAAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI TENTANG HIDROKARBON Vicky Enggy Clovidea Indra Eky; Nyoman Tika; I Wayan Muderawan
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21183

Abstract

Abstrak  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan model mental siswa tentang konsep-konsep hidrokarbon setelah dibelajarkan melalui penggunaan UKBM di SMA Negeri Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dengan teknik survei, melibatkan 82 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes model mental dua tingkat (two-tier) dengan menggabungkan pilihan ganda dan tes uraian pada materi kimia kelas XI Kurikulum 2013. Analisis data berupa persentase jawaban siswa yang dikategorikan ke dalam empat tipe model mental yakni model mental ilmiah dan model mental alternatif (benar sebagian, miskonsepsi khusus, dan tidak ada tanggapan). Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa model mental siswa tentang konsep-konsep hidrokarbon setelah dibelajarkan melalui penggunaan UKBM di SMA Negeri Bali Mandara adalah 7,32% model mental ilmiah dan 92,69% model mental alternatif, yang terdiri atas 39,94% model mental benar sebagian, 35,37% model mental miskonepsi khusus, dan 17,38% tidak ada tanggapan. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami model mental alternatif karena tidak memiliki pemahaman terkait representasi ketiga level kimia dan interkoneksinya tentang materi hidrokarbon. Kata kunci:  Analisis, Model Mental Siswa, Senyawa Hidrokarbon, UKBM, SMA Negeri Bali Mandara.  Abstract  This research was quantitative research that aimed to describe student mental model about hydrocarbon concepts after being learned through the use of UKBM at SMA Bali Mandara. The research used survey technique, which 82 students as subject. The data collected through two-tier mental model test by combining multiple choices and description tests on chemistry matter in class XI Curriculum 2013. Analysis of existing data of students categorized in mental models type namely scientifically correct mental model and alternative mental model (partially correct, specific misconceptions, and no response). The results of this study indicate that the student mental model about the hydrocarbons concepts after learning from the use of UKBM at Bali Mandara High School was 7.32% scientifically correct mental model and 92.69% alternative mental model, consisting of 39.94% partially correct mental model, 35.37% specific misconception mental model, and 17.38% no responses. Data results indicate that most students had experience alternative mental models because they do not have an understanding of the representation of the three chemical and interconnected levels of hydrocarbon matter. Keywords: Analysis, Bali Mandara High School, Hydrocarbon Compound, Student’s Mental Model UKBM
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Made Gautama Jayadiningrat; Kadek Agus Apriawan Putra; Putu Septian Eka Adistha Putra
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i2.22699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia melalui model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Singaraja di kelas XI MIPA 2 semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 subjek berjumlah 29 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Data akitivitas belajar siswa dikumpulkan dengan metode observasi  Data aktivitas belajar siswa yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Data aktivitas siswa secara individu dianalisis berdasarkan presentase kemunculan tiap item aktivitas belajar yang dilakukan siswa selama proses  pembelajaran. Sedangkan untuk mengukur data hasil belajar siswa digunakan metode tes berupa butir- butir soal sesuai dengan pokok bahasan yang telah diberikan. Tes diberikan pada setiap akhir pembelajaran. Penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran kimia kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 10% dari 74% dalam kategori cukup aktif pada siklus I menjadi 84% atau berada pada kategori sangat aktif pada siklus II. Penerapan model pembelajaran discovery learning juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 2 Singaraja semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata rata-rata hasil belajar siswa sebesar 13% dari 75% dalam kategori cukup baik pada siklus I menjadi 88 % atau berada pada kategori sangat baik pada siklus II.
MEREDUKSI MISKONSEPSI MATERI KESETIMBANGAN KIMIA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PREDICT DISCUSS EXPLAIN OBSERVE DISCUSS EXPLAIN (PDEODE) Widyo Wati; Dian Novita
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i1.32399

Abstract

Miskonsepsi banyak terjadi pada proses pembelajaran kimia di SMA, hal ini dikarenakan proses pembelajaran kimia yang cenderung menekankan pada peran aktif siswa untuk menemukan dan mencoba berbagai hal untuk membuktikan suatu fenomena yang ada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan keterlaksanaan, aktivitas serta mengetahui perbedaan miskonsepsi peserta didik setelah strategi PDEODE diterapkan.Penelitian ini merupakan penelitian berbasis pra-eksperimen dengan desain “One Group Pretest Posttest”.Subjekyang terlibat dalam penelitian ini yakni 25 orang siswa sekolah menengah atas.Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan metode tes berupa three tier diagnostic test yang kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus pergeseran miskonsepsi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa Kertaksanaan pembelajaran menggunakan strategi PDEODEsangat baik dengan persentase pertemuan pertama sebesar 96,75 %, dan pada pertemuan kedua sebesar 99,30 %. Selanjutnya pada aktivitas peserta didik secara keseluruhan sangat baik dengan persentase yang diperoleh pada pertemuan pertamasebesar  99,2%, dan pada pertemuan kedua sebesar 100%. Hasil selanjutnya juga menunjukkan bahwa miskonsepsi peserta didik terreduksi sangat baik dengan persentase pergeseran miskonsepsi pada konsep suhu sebesar 98,50%, pada konsep konsentrasi sebesar 94,11%, dan pada konsep tekanan dan volume sebesar 96,96 %. Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran PDEODE sangat baik dan efektif digunakan dalam mereduksi miskonsepsi peserta didik karena mampu mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan kimia kearah positif.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMPELAJARI KIMIA KELAS XI Anggi Priliyanti; I Wayan Muderawan; Siti Maryam
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i1.32402

Abstract

Ilmu kimia menjadi salah satu ilmu yang dianggap sulit oleh siswa sekolah menengah atas.Masih terdapat banyak siswa yang tidak mampu memahami konsep kimia dengan baik, hanya saja permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa tersebut tidak sepenuhnya diketahui oleh tenaga pendidik.Sehingga tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kesulitan belajar serta faktor-faktor kesulitan belajar kimia yang dialami siswa SMA.Subjek penelitian ini adalah 44 orang siswa dari seluruh kelas XII MIA dan 1 orang guru kimia.Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dan pendekatan penelitian kualitatif.Pengambilan data dilakukan dengan cara studi dokumen, observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesulitan belajar siswa tergolong sedikit sulit dengan persentase sebesar 43%, tergolong cukup sulit dengan persentase 48%, dan yang tergolong sulit dengan persentase sebesar 9%, dan faktor internal penyebab kesulitan belajar meliputi pemahaman terhadap materi kimia, kemampuan matematika rendah, dan kurangnya motivasi belajar kimia. Faktor eksternal penyebab kesulitan belajar meliputi metode mengajar yang diterapkan guru, pengaruh negatif teman sebaya, keadaan dan waktu pembelajaran yang kurang kondusif.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA Marthen Reda Boro; I Wayan Muderawan; I Wayan Suja
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i1.32405

Abstract

Motivasi belajar dan disiplin diri merupakan faktor intrinsik dari keberhasilan proses belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan antara motivasi belajar dan disiplin diri terhadap hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi serta menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Seririt yang terdiri atas 108 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan dokumentasi. Data hasil penelitian berupa hasil belajar kimia, skor kuisioner motivasi belajar, dan skor kuisioner disiplin diri yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis korelasi ganda dan analisis regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif motivasi belajar dan disiplin diri dengan hasil belajar kimia siswa. Berdasarkan uji korelasi ganda, nilai koefisien korelasi ganda yang diperoleh yaitu 0,663 yang menunjukkan tingkat kekuatan hubungan tergolong kuat. Sumbangan efektif kedua variabel terhadap hasil belajar kimia adalah sebesar 40%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan disiplin diri dengan hasil belajar kimia siswa.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN Cita Triadhani Olivia; Muchlis .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i1.32705

Abstract

Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik.Adanya pandangan negative mengenai pembelajaran kimia serta kurangnya penggunaan media oleh guru berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran kimia. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik(LKPD) berbasis Predict-Observe-Explain (POE) untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi Daya Hantar Listrik Larutan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang dilakukan dengan model 4D (define, design, develop, dissiminate). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni 12 orang siswa SMA.Pengumpulan data dalam penelitian dilakan dengan dilakukan dengan menggunakan metode validasi, observasi, tes, serta angket. Sedangkan instrumen yang dipakai antara lain lembar telaah, validasi, aktivitas peserta didik, tes tertulis (pretest dan posttest), keterlaksanaan model pembelajaran serta angket respon peserta didik. Data dari hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif, dimana hasil penilaian dan masukan dari para dosen digunakan untuk perbaikan LKPD yang telah dikembangkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada komponen isi LKPD berbasis POE memperoleh hasil validitas sebesar 89,44% dengan kategori sangat valid, komponen penyajian memperoleh hasil 86% dengan kategori sangat valid, komponen kebahasaan memperoleh hasil 82,5% dengan kategori sangat valid, serta komponen kegrafikan memperoleh hasil 82,5% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis model POE sangat valid untuk dikembangkan dan dibelajar kepada peserta didik, kususnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran kimia.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA MATERI HIDROKARBON Ketut Sepdyana Kartini; I Nyoman Tri Anindia Putra
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i1.33520

Abstract

Kimia menjadi salah stau mata pelajaran yang tidak disenangi oleh siswa karna dianggap sulit serta kegiatan pembelajaran yang terkesan.Kegiatan pembelajaran yang cenderung dilakukan dengan metode ceramah menjadi siswa lebih cepat bosan.Berdasarkan permasalahan tersebut adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu media berbasis android untuk siswa SMA kelas XI, khususnya pada materi Hidrokarbon.Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang dilakukan dengan menggunakan metode R&D. Metode R&D terdiri atas 3 tahapan yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Subjek penelitian ini adalah 5 orang ahli  yang teridiri dari 3 ahli materi dan 2 ahli media dengan objek penelitian adalah media pembelajaan interaktif berbasis android pada materi Hidrokarbon. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah alpha testyang kemudian dianalisis menggunakan skala guttman. Hasil penelitian yang diperoleh dari pengujian media dengan instrument alpha test I dihasilkan presesntase rata-rata sebesar 73,67 %, pada alpha test II mendapatkan presentase rata-rata sebesar 95,81 % dan alpha test III mendapatkan presentase rata-rata sebesar 100%. Adanya hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa media yang di hasilkan dapat dikategorikan sangat baik dan dapat digunakan sebagai media dalam penunjang kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis android layak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
MODUL KIMIA BERBASIS TRIPLECHEM UNTUK MENINGKATKAN MODEL MENTAL PESERTA DIDIK I Gusti Ayu Karla Komala Dewi; I Wayan Suja; A. A. I. A. Rai Sudiatmika
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i2.37401

Abstract

Pemahaman peserta didik terhadap aspek makroskopis, submikroskopis, dan simbolik yang tidak utuh dalam pelajaran kimia membuat penulis mengembangkan modul kimia berbasis TripleChem yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan model mental peserta didik.  Desain penelitian ini menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan et al. (1974), meliputi define, design, develop, disseminate.  Subjek penelitian ini adalah modul kimia berbasis TripleChem, sedangkan objek penelitiannya adalah validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul ditinjau dari model mental peserta didik. Validitas isi dan konstruk, bahasa, serta kegrafikaan berturut-turut tergolong sangat valid, valid, dan sangat valid. Kepraktisan berdasarkan hasil uji keterbacaan semua modul tergolong sangat praktis dan kepraktisan berdasarkan keterlaksanaan penggunaan modul dalam pembelajaran tergolong sangat praktis. Rerata skor N-gain model mental siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 5 secara berturut-turut sebesar 0,73 dan 0,74, termasuk kategori tinggi. Persentase model mental ilmiah (model konseptual) di kelas XI MIPA 1 naik sebesar 59,71% dari 10,00% menjadi 69,71%, dan di kelas XI MIPA 5 naik sebesar 50,88% dari 6,16% menjadi 57,06%. Hasil tersebut menunjukkan modul kimia berbasis TripleChem sudah valid, praktis dan efektif. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan mental perserta didik melalui modul yang dikembangkan.
E-MODUL BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATERI SISTEM KOLOID UNTUK SMA/MA Mira Fatmawati; Andromeda Andromeda
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i2.37732

Abstract

Bahan ajar yang digunakan di sekolah masih berupa buku cetak. Selain buku cetak, guru juga pernah menggunakan modul dalam proses pembelajaran namun penggunaannya belum maksimal dikarenakan terbatas pada beberapa materi saja. Modul yang digunakan guru belum menampilkan karakteristik tertentu seperti penggunaan langkah pembelajaran kontekstual sehingga minat belajar peserta didik untuk mempelajari modul masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan e-modul berbasis contextual teaching and learning pada materi system koloid untuk SMA/MA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Subjek penelitian ini yaitu 2 validator, 3 guru kimia dan peserta didik kelas XII. Metod epengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Instrumen penelitian berupa lembar wawancara peserta didik, angket uji validitas, dan angket praktikalitas. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan e-modul mempunyai nilai rata-rata validitas 0.90 dengan kategori valid, praktikalitas guru 95 % dengan kategori sangat praktis, dan praktikalitas peserta didik 84 % dengan kategori praktis. Maka, emodul berbasis contextual teaching and learning pada materi system koloid untuk SMA/MA sudah valid dan praktis. sehingga dapat digunakan pada proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi system koloin. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
EFEKTIVITAS E-MODUL LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT BERBASIS GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X Azizah Kristalia; Yerimadesi Yerimadesi
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i2.37910

Abstract

Materi larutan elektrolit dan nonelektrolit merupakan salah satu materi kimia yang bersifat abstrak dan sulit dipahami oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas e-modul larutan elektrolit dan nonelektrolit berbasis guided discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi terdiri dari siswa kelas X MIPA dengan X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga kelas sampel ditentukan oleh guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes dalam bentuk pilihan ganda terdiri dari 20 butir soal dan 5 pilihan jawaban yang valid, reliabel dan  daya pembeda soal serta indeks kesukaran dengan kriteria baik. Tingkat efektivitas e-modul dianalisis dari hasil uji n-gain. Hasil n-gain yang diperoleh pada kelas eksperimen 0,6 sedangkan pada kelas kontrol 0,5 namun keduanya dalam kategori sedang. Sehingga e-modul larutan elektrolit dan nonelektrolit berbasis guided discovery learning efektif terhadap hasil belajar dengan kriteria tinggi dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Implikasi penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pengalaman langsung bagi siswa.

Page 10 of 14 | Total Record : 133