Pedagogik: Jurnal Pendidikan
The publication of Pedagogik: Jurnal Pendidikan certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 5 articles consisting of Education topics
Articles
192 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)
Siti Rokhani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 16 No 2 (2021): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v16i2.2776
The purpose of implementing this CAR is to improve science learning outcomes by applying problem-solving methods to students in class IX-B SMPS Muhammadiyah Buntok in science learning. This CAR is expected to provide benefits for both students and teachers. Benefits for students, which can help students to understand the subject matter more quickly. At the same time, the benefits for teachers include providing choices of effective learning strategies in improving the quality of the process and student learning outcomes in science learning. The data from the learning observations were analyzed together with collaboration partners, then interpreted based on the literature review and the experiences of the researcher teachers and partner teachers. At the same time, student learning outcomes were analyzed based on the provisions of learning completeness, namely by comparing the scores obtained by students with the Minimum Completeness Criteria (KKM). In this study, the KKM score was determined to be70. A student was declared to have achieved complete learning if he obtained a score of more than/equal to 70. The results of this study indicate a significant increase in both student activity and the value of learning outcomes. The increase in student activity is characterized by the rise in the number of active students in the learning process in each cycle. While the increase in student learning outcomes as evidenced by the increase in the number of students who can score more than or equal to the KKM, which is 78.57% in the first cycle, increasing to 96.42% in the second cycle. Besides, the average value of student learning outcomes also increased from 74.99 in the first cycle to 90.85 in the second cycle.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKN) Materi Perumusan Dan Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara Melalui Model Pembelajaran Think Pair Share
Titussiana Titussiana
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 16 No 2 (2021): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v16i2.2777
Based on the study results, it was found that several factors were the cause of the low cognitive abilities of students in learning Pancasila and Citizenship Education (PPKn), the material for the formulation and stipulation of Pancasila as the basis of the state. The first factor is that students are not actively involved in learning activities. Students act more as passive recipients of information, not as subjects who carry out learning activities, so students' attention is often diverted to other things outside the subject matter even though learning activity facilities are good. The objectives of this study, among others: To determine the implementation of the think pair share learning model for students. To determine the cognitive abilities of Pancasila and Citizenship Education (PPKn), the material for the formulation and stipulation of Pancasila as the basis of the state. To find out the implementation of the think pair share learning model can improve the cognitive ability of Pancasila and Citizenship Education (PPKn), the material for the formulation and stipulation of Pancasila as the basis of the state. Based on the results of the study, it can be seen that students' cognitive abilities by implementing the think pair share learning model from cycle I to cycle II continue to experience a significant increase, namely from an increase in the average value of cognitive abilities of 76.92 then an increase in cycle II is of 81.48. So there is an increase in the value of cognitive abilities of 4.56. Thus, the cognitive ability of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) material for the formulation and determination of Pancasila as the basis of the state obtained by students has increased significantly after the think pair share learning model was implemented.
Penerapan Strategi Think Talk Write Untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Siswa
Lisda Arianti
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 16 No 2 (2021): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v16i2.2800
Latar belakang pada saat observasi dengan guru kolaborator Bahasa Inggris kelas IX bahwa siswa kelas IX cenderung diam, grogi dan malu saat diminta untuk menyampaikan isi cerita. Meihat permasalahan tersebut Sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut, diajukan strategi. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah Think Talk Write (TTW) yang dapat membantu meningkatkan proses keterampilan bercerita. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN Satu Atap 2 Pulau Malan Objek peristiwa yang berupa proses adalah pelaksanaan proses pembelajaran berbicara yang berlangsung pada siswa kelas IX SMPN Satu Atap 2 Pulau Malan dengan penerapan strategi Think Talk Write (TTW). Objek hasil atau produk penelitian adalah skor yang diperoleh siswa selama pelaksanaan pembelajaran berdiskusi dengan menggunakan strategi Think Talk Write (TTW). Pada tahap pratindakan skor rata-rata kelas yang diperoleh sebesar 16,84 meningkat menjadi sebesar 21,42 pada tahap siklus I. Meningkat lagi menjadi 28,31 pada siklus II. Hasil dari tindakan yang dilakukan hingga siklus II ini telah memenuhi indikator keberhasilan tindakan secara produk yaitu 75% siswa mendapatkan skor lebih atau sama dengan 26. Seluruh siswa telah mendapatkan skor lebih dari atau sama dengan 26.
Strategi Pengajaran Kosakata
Nopita Kristina Panjaitan;
Erikson Saragih;
Friska Naomi Sirait
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2022): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v17i1.2988
Kosakata sangat dibutuhkan oleh siswa dalam mempelajari bahasa inggris. Banyak siswa yang kesulitan dalam meningkatkan kosakata pada saat mempelajari bahasa inggris oleh karena itu para pengajar harus memikirkan strategi belajar yang dapat meningkatkan kosakata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan vocabulary siswa dengan berbagai strategi yang digunakan oleh guru. Strategi mengajar adalah upaya dan rencana yang dilakukan oleh untuk meningkatkan pengetahuan kosakata siswa. Asep Jihad dan Abdul Haris (2013:11) mendefinisikan “ belajar adalah suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu: pembelajaran difokuskan pada apa yang harus dilakukan siswa, pengajaran berorientasi pada apa yang harus dilakukan guru sebagai penyedia pembelajaran”. Kosakata adalah salah satu pengetahuan dasar dalam belajar bahasa inggris kosakata adalah kumpulan kata yang memiliki makna sesuai dengan konteksnya. Ada banyak strategi mengajar yang dapat digunakan oleh guru dalam mempelajari kosakata seperti: Memori, Pembelajaran Kooperatif, Suggestopedia, dinding kata, Clustering dan Drilling. Banyak strategi dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran kosakata tetapi, tidak semuanya efektif untuk siswa. Strategy pembelajaran yang dipilih berdasarkan dengan kebutuhan siswa saat belajar untuk meningkatkan kosakata siswa yaitu word wall. Word wall adalah sebuah media yang digunakan untuk menulis kata baru yang dapat meningkatkan kosakata siswa.. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa inggris tingkat SMP di kota Medan. Guru bahasa inggris tingkat SMP lebih sering menggunakan wordwall pada proses pembelajaran di lakukan dimasa online learning. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode kualitatif berupa kuesioner dengan menggunakan google form. Hasil dari penelitian ini guru banyak menggunakan media dinding kata. Maghfiroh (2018) dalam penelitiannya, media wodwall dapat menciptakan interaksi yang bermanfaat bagi media dalam menciptakan interaksi yang bermanfaat interkasi yang bermanfaat bagi siswa sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan vocabulary siswa.
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 6 Baamang Tengah Dengan Metode Penugasan Dan Latihan 2021/2022
Karlimansyah Karlimansyah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2022): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v17i1.3247
This research was motivated by students who have good achievement in learning only 12 students out of 21 students who scored above 60 at SDN 6 Baamang Tengah, Baamang District. This is caused by the lack of active students and the lack of student interest in learning which results in low student achievement results. The purpose of this research is to increase students' learning creativity in the material of Multiplication Count Operation with assignments to students. The research was carried out in three cycles, the planning stage, the implementation and observation stage, the reflection stage and the revision stage. From the observations of colleagues, it was obtained that there was an increase in data with a significant increase in the learning process in the second cycle using the Assignment and Exercise method compared to the learning process in the first cycle which only used the lecture method, namely in the initial cycle the average value of learning reached 53, 20. Meanwhile in the first cycle the average value of learning reached 65.23. In the second cycle, the learning average reached 77.38. In the third cycle, the learning average reached 92.38.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IX B Smp Negeri 13 Banjarmasin
Noor Miyati
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2022): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v17i1.3343
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa Kelas IX B SMP Negeri 13 Banjarmasin pada materi pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Jujur dan Menepati Janji melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil Belajar Siswa Kelas IX B SMP Negeri 13 Banjarmasin pada Siklus II mengalami peningkatan dari hasil belajar pada Siklus I yang dibuktikan dengan perolehan nilai atau hasil tes yang diperoleh siswa. Nilai rata-rata pada siklus I hanya 74,86 dengan nilai terendah 64 dan nilai tertinggi 85 dan pada siklus II meningkat menjadi 80,97 dengan nilai terendah 74 dan nilai tertinggi 88. Ketuntasan Belajar Secara Klasik menunjukkan signifikansi meningkat, walaupun belum mencapai kriteria ideal yang menunjukkan tingkat keberhasilan belajar. Siswa yang berhasil mencapai nilai KKM meningkat menjadi 25 orang atau 86,21%.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Cerita Inspiratif Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Pada Siswa Kelas IX D Smp Negeri 5 Banjarmasin
Mariyana Mariyana
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2022): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v17i1.3344
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks cerita inspiratif siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write di kelas IX D SMP Negeri 5 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think-talk-write pada siswa kelas IXD SMP Negeri 5 Banjarmasin terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks cerita inspiratif yang dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata kelas per Siklus. Pada Pra Siklus rata-rata kelas adalah sebesar 55,2, pada Siklus I rata-rata kelas meningkat menjadi 68,6, dan pada pelaksanaan Siklus II rata-rata kelas menjadi 86,7. Selain itu, terjadi peningkatan nilai antar siswa pada pratindakan ke siklus I dan ke siklus II. Dari hasil tersebut diketahui pula siswa yang telah tuntas pada tahap pratindakan berjumlah 4 siswa, pada siklus I berjumlah 8 siswa dan pada siklus II berjumlah 29 siswa.
Upaya Pengembangan Kemampuan Kognitif Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti
Sulaiman Sulaiman
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2022): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v17i1.3346
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kognitif siswa kelas IX B pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi Meyakini Hari Akhir dan Mengakhiri Kebiasaan Buruk di SMP Negeri 14 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi pokok Meyakini Hari Akhir dan Mengakhiri Kebiasaan Buruk pada kelas IX B SMP Negeri 14 Banjarmasin sudah dilaksanakan sesuai prosedur, dilihatdari aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran kooperatif tipe jigsaw masuk kategori baik. Mengembangkan kognitif dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw materi iman kepada hari secara keseluruhan untuk indikator kognitif yaitu untuk mengingat (C1), memahami (C2) dan menerapkan (C3) masuk kualifikasi “baik”, hal ini disebabkan karena dengan siswa menjelaskan materi kepada teman sekelompok menumbukan rasa tanggung jawab untuk siswa lebih memamahami materi dan hal ini berdampak positif dengan berkembangnya kognitif siswa.
Faktor Penghambat Peserta Didik Dalam Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV Di Sd Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya
Lanna Musna Sananta;
Rita Rahmaniati;
Fathul Zannah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2022): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v17i1.3347
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat peserta didik dalam pembelajaran daring masa pandemi COVID-19 pada mata pelajaran IPA kelas IV di SD Muhammadiyah Pahandut. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah peserta didik kelas IV, guru kelas IV dan kepala sekolah di SD Muhammadiyah Pahandut Palangkaraya. Pembelajaran yang diteliti adalah pembelajaran IPA secara daring. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data digunakan tiga alur meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) sinyal yang tidak lancar ataupun gangguan jaringan internet, 2) kuota yang terbatas juga merupakan faktor utama yang menghambat peserta didik dalam proses pembelajaran daring. Hal tersebut mengakibatkan peserta didik 3) kurang memahami materi yang disampaikan dan sulit untuk mengerjakan tugas yang diberikan. 4) Keterlibatan orang tua juga merupakan hal yang penting, karena jika peserta didik sulit untuk mengerjakan tugas orang tua peserta didik dapat membantu dalam pengerjaan tugas yang tidak dipahami peserta didik.
Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Bilangan Pecahan Dengan Menggunakan Media Buah Terong Apel Pada Siswa Kelas V Sdn Tumbang Jiga Katingan
Maswati Maswati
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2022): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v17i1.3348
Fungsi media buah terong apel sebagai media untuk mempermudah atau mengaktualisasikan bentuk pecahan dalam bentuk nyata. Buah terong apel mudah didapat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penjumlahan bilangan pecahan biasa dengan menggunakan media buah terong apel. Penelitian ini menggunakan Penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam dua siklus. Skor rata-rata kelas pada tes pratindakan hanya mencapai 42,22 sedangkan pada akhir pada siklus II skor rata-rata kelas mencapai 68,89 Ada peningkatan sebesar 26,67%. Secara keseluruhan presentase peningkatan hasil penelitian dari tes pratindakan ke siklus I adalah 7,78% dan siklus I ke siklus II adalah 18,89 %. Secara keseluruhan, hasil penelitian meningkat menjadi 26,67%. Di samping itu juga ditunjukan dengan keseriusan dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Situasi kegiatan pembelajaran berlangsung efektif dan efesien sehingga mengakibatkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan pecahan.