cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Media Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 25021931     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
The publication of Media Ilmiah Teknik Lingkungan certainly participates in disseminating the results of community services conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 5 articles consisting of Environmental dan Environmental-based construction Engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Penurunan Kadar Surfaktan dan Sulfat dalam Limbah Laundry Nani Apriyani
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 2 No 1 (2017): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.614 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v2i1.132

Abstract

Jasa pencucian (laundry) di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya diiringi dengan terjadinya pencemaran lingkungan khususnya air akibat limbah yang dihasilkan. Detergen merupakan produk pembersih yang umumnya digunakan dalam proses laundry dengan kandungan utamanya adalah surfaktan dan fosfat dalam builder. Hal ini menyebabkan limbah laundry memiliki kandungan surfaktan dan fosfat yang cukup tinggi. Seiring bertambahnya kegiatan jasa laundry tersebut, maka perlu adanya pengelolaan limbah guna menurunkan kadar surfaktan dan fosfat akibat limbah yang dihasilkan. Beberapa metode yang telah dilaporkan dapat menurunkan kadar surfaktan dan fosfat adalah biodegradasi, elektrokoagulasi, membran dan biofiler.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Paket Pelebaran Jalan RTA Milono Palangkaraya Anwar Muda
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.027 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.133

Abstract

Setiap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pasti menimbulkan dampak terhadap lingkungan baik dampak positif maupun dampak negatif. Untuk itu perlu diperhatikan bagaimana melaksanakan pembangunan untuk mendapatkan hasil dan manfaat yang maksimum dengan dampak negatif terhadap lingkungan yang minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian kajian AMDAL dan permasalahan AMDAL pada Paket Pelebaran Jalan RTA Milono Palangka Raya serta cara penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kegiatan yang dikaji dari aspek kelayakan lingkungan disebut berwawasan lingkungan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan adalah salah satu instrumen yang sifatnya formal dan wajib bagi kegiatan-kegiatan yang kemungkinan akan menimbulkan dampak besar dari penting terhadap lingkungan hidup. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan untuk pencegahan terjadinya kebisingan, agar mengikuti aturan yang ada seperti peredam suara. Kemudian membuat aturan atau sanksi dalam menjalankan AMDAL sehingga diharapkan dapat meminimalisir dampak lingkungan.
Pengaruh Waktu Ekstraksi dan Volume Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) pada Fotoreduksi Ion Ag(I) dalam Limbah Fotografi Nani Apriyani
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.354 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.134

Abstract

Ekstrak daun sirih (Piper betle L.) telah diketahui mengandung asam organik yang bersifat reduktor dan dapat mengalami oksidasi, yaitu asam askorbat dan fenol. Kandungan ion Ag(I) yang terdapat dalam limbah fotografi dapat dikurangi melalui reaksi reduksi dengan bantuan sinar ultraviolet (UV), atau yang disebut sebagai reaksi fotoreduksi. Reaksi reduksi ion Ag(I)dapat terjadi dengan adanya asam reduktor yang terkandung dalam ekstrak daun sirih. Penelitian ini diawali dengan optimasi waktu, suhu dan massa daun sirih pada proses ekstraksi untuk mendapatkan asam reduktor yang maksimal. Kadar asam reduktor dalam ekstrak air daun sirih ditentukan dengan cara titrasi permanganometri. Proses fotoreduksi dilakukan dengan cara menyinari campuran limbah fotografi radiologi yang mengandung [Ag(S2O3)2]3- dan ekstrak daun sirih dengan sinar UV. Dalam proses ini telah dipelajari pengaruh perbandingan volume ekstrak daun sirih dengan limbah. Banyaknya ion [Ag(S2O3)2]3- yang tereduksi dinyatakan dalam persentase berdasarkan selisih antara jumlah ion Ag(I) awal dengan yang tidak tereduksi menggunakan alat Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya ekstraksi daun sirih yang optimal adalah waktu 120 menit yang menghasilkan konsentrasi asam reduktor 0,59 mmol/g. Hasil fotoreduksi ion [Ag(S2O3)2]3- dari limbah yang maksimal sebesar 78,83 % dari konsentrasi awal 3627 mg/L diperoleh dengan volume 50 mL ekstrak daun sirih.
Layanan Persampahan di Kota Surakarta dengan Pemetaan Barbasis Sistem Informasi Geografis Rudy Yoga Lesmana
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.571 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.135

Abstract

Pemetaan Sistem Informasi Geografis untuk layanan persampahan di Kota Surakarta saat ini sudah menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan dibidang perencanaan maupun pengelolaan persampahan di kota Surakarta, mengingat masih banyaknya masyarakat Kota Surakarta yang belum mengetahui sistem informasi persampahan tersebut. Penelitian ini bertujuan Untuk memetakan kuantitas sampah, kualitas pelayanan persampahan dan mengetahui kontinuitas pelayanan persampahan di Kota Surakarta berbasis sistem informasi geografis. Penelitian dilakukan di kota Surakarta, yang mempunyai luas wilayah sebesar 44,04 Km². Data penelitian meliputi Peta RBI Kota Surakarta dari Badan Informasi Geospasial dan data persampahan dari Dinas Pertamanan dan kebersihan Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah metode observasi, pemetaan dan metode wawancara. Tahapan pengolahan data yaitu dengan memasukan data-data yang persampahan yang berasal dari instansi terkait ke dalam Software ArcView 3.3 untuk membuat peta layanan persampahan Kota Surakarta. Berdasarkan hasil analisis, kondisi timbulan sampah di Kota Surakarta pada tahun 2013 diprediksi sebesar 305,516 ton/hari. Persentase Pelayanan persampahan diperkirakan mencapai 86% dan akan mengalami peningkatan menjadi 92% pada tahun 2022. Untuk kontinuitas pelayanan persampahan diperlukan fasilitas seperti kontainer sampah. Pada tahun 2013 terdapat sebanyak 131 unit kontainer dan harus melakukan program Reduce, Reuse dan Recyle (3R) sebanyak 150,84 sampah/m3/hari, sehingga pada tahun 2022 sampah 3R sebesar 581.71 m3/hari. Dengan melakukan pemetaan untuk layanan persampahan, masyararakat dapat mengetahui kondisi persampahan yang ada dan diharapkan dapat menangani masalah persampahan yang ada di Kota Surakarta.
Pengaruh Umur Tanaman dan Posisi Pelepah terhadap Komponen Kimia Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) Kamaliah Kamaliah
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.565 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.136

Abstract

Kelapa sawit merupakan bahan baku alternatif yang dapat menggantikan atau paling tidak dapat menjadi bahan baku penunjang produksi pulp dan kertas, yang dapat diperoleh dalam waktu yang lebih singkat dan lebih mudah didapat dalam skala yang besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh umur tanaman dan posisi pelepah kelapa sawit terhadap komponen kimia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial). Faktor pertama adalah umur tanaman kelapa sawit yang terdiri atas 3 taraf yaitu umur 3 tahun (a1), 5 tahun (a2), dan 7 tahun (a3). Sedangkan faktor kedua adalah posisi pelepah kelapa sawit yang terdiri atas 3 taraf yaitu pelepah muda (b1), pelepah sedang (b2), dan pelepah tua (b3). Ulangan dilakukan sebanyak 4 kali. Berdasarkan komponen kimia selulosa secara keseluruhan dari ketiga posisi pelepah kelapa sawit memiliki selulosa tinggi dengan kisaran (43-47 %), dan berada diatas kategori kayu daun lebar yang memiliki selulosa berkisar 40-45 %, sehingga baik apabila digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas.
Arahan Fungsi Kawasan Hutan yang Optimal dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Palangka Raya melalui Pendekatan Analisis Spasial Sari Marlina
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.74 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji arahan fungsi dan menghasilkan peta yang berisi zonasi-zonasi fungsi kawasan hutan yang optimal di wilayah Kota Palangka Raya sesuai dengan kondisi eksisting melalui pendekatan analisis spasial dengan koordinasi kepada pemerintah daerah, swasta dan masyarakat terhadap kondisi lapangan dan dapat menghasilkan peta yang berisi zonasi-zonasi fungsi kawasan hutan optimal yang dapat menjadi salah satu referensi, arahan dan pertimbangan teknis untuk manajemen pemanfaatan sumberdaya lahan dan pengembangan wilayah dalam perencanaan tata ruang wilayah di Kota Palangka Raya. Metode penelitian dilakukan dengan tumpang susun peta kelerengan, jenis tanah dan curah hujan menggunakan analisis spasial sistem informasi geografis yang dilakukan dengan sistem skoring sehingga akan didapatkan zonasi-zonasi hasil kombinasi ketiga faktor tersebut. Zonasi-zonasi ini sekaligus merupakan jumlah nilai skoring yang telah diberikan pada ketiga faktor tersebut diatas. Hasil zonasi-zonasi ini kemudian dikelompokkan ke dalam jenis fungsi kawasan hutan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dan dikombinasikan dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa fungsi kawasan hutan yang optimal di Kota Palangka Raya dengan metode analisis spasial dan memperhatikan kondisi eksisting, yakni seluas 184.178 hektar atau 68,76 persen yang terbagi atas Taman Nasional Sebangau seluas 47.316 hektar atau 17,67 persen, Taman Wisata seluas 533 hektar atau 0,207 persen, Taman Hutan Raya seluas 1.137 hektar atau 0,42 persen, Hutan Produksi Tetap seluas 47.316 hektar atau 16,72 persen, Hutan Produksi Konversi seluas 90.401 hektar atau 33,75 persen. Arahan zonasi untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah Kota Palangka Raya, adalah untuk kawasan lindung seluas 49.123 hektar atau 18,29 persen, kawasan budidaya kehutanan (KBK) seluas 135.192 hektar atau 50,47 persen dan kawasan budidaya non kehutanan (KBNK) atau Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 83.673 hektar atau 31,24 persen.
Analisis Pemilahan Persampahan Berskala Individual Rumah Tangga (Studi Kasus Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah) Ibrahim Sanusi; Hendra Cahyadi; Rida Respati
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.35 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.138

Abstract

Saat ini timbulan sampah di Kelurahan Panarung tidak sebanding dengan jumlah TPS yang ada. Penelitian ini membahas tentang jalan keluar dari masalah itu dengan menerapkan sistem pemilahan sampah di rumah tangga. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang memaparkan hasil kuisioner menggunakan grafik. Pada penelitian ini sebagai langkah awal dilakukan penentuan lokasi sampel sebanyak 3 lokasi yang luas wilayahnya masing-masing sebesar 250.000 m2. Dari masing-masing lokasi diambil 1 RT yang menjadi target responden untuk penelitian ini. Kemudian jika memang lebih dari 50% responden menyetujui untuk memilah sampah dari rumah tangga, dibuatlah pola pengelolaan yang tepat untuk meredam sampah yang mereka produksi guna mengurang beban yang akan di terima oleh TPS-TPS terdekat. Kemudian dalam menghitung potensi redaman sampah menggunakan metode dari Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu SNI 19-3964-1995. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat yang bermukim di Kelurahan Panarung menyetujui adanya peraturan wajib pilah sampah dari tangga. Pola pengelolaan yang cocok untuk wilayah tersebut adalah pola pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah. Hal ini disebabkan masyarakat di Kelurahan Panarung kurang memliki waktu dalam mengelola sampahnya sendiri. Pengelolaan berbasis bank sampah tersebut memiliki potensi redaman sampah sebesar 66,684% dari jumlah total timbulan yang diproduksi.
Studi Perencanaan Sistem Pengolahan Limbah RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Yudha Heryanto; Anwar Muda; Akhmad Bestari; Iwan Hermawan
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.545 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.139

Abstract

Perencanaan system instalasi air limbah menggunakan metode mathematical equations model for completely mixed activated sludge dengan analitis data terhadap hasil perencanaan meliputi kriteria pembebanan untuk merencanakan pengolahan limbah dan produksi lumpur serta kebutuhan oksigen, sedangkan bak sedimentasi didasarkan konsep pengendapan ideal dengan pengendapan dari partikel mandiri (discrate pertikel) pada bak klorinasi prinsipnya sama dengan proses pengolahan air minum, hanya saja adanya kandungan padatan tersuspensi dan terlarut sehingga dibutuhkan klorin dengan dosis tergantung derajat pembunuhan bakteri yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil dimensi rancangan unit pengolahan air limbah RSUD dr. Doris Sylvanus memberikan suatu data yang menggambarkan kemampuan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yakni untuk bak penampungan (B=1.5m, L=3m, d=3m), bak aerasi (B=1m, L=2m, d=2m). Bak sedimentasi (B1=2m, L1=2m, d1=1.6m), (B2=0.356m, L2=0.35m, d2=2.529m), dan bak klorinasi (B=2m, L=1m, d=1.6m). Dengan dimensi tersebut dapat mengolah air limbah sebesar 150 m3/hari. Sedangkan besarnya produksi lumpur pada bak aerasi 0.899 kh/hari, massa padatan total pada bak sedimentasi 2.4 kg dan dosis klorin maksimum yang diperlukan sebesar 1.2 mg/hari
Pengolahan Limbah Tahu dan Tempe dengan Metode Teknologi Tepat Guna Saringan Pasir sebagai Kajian Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan Muhammad Azhari
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 2 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.672 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i2.140

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari industri tahu dan tempe diantaranya limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Salah satu limbah tersebut seperti limbah cair tahu dan tempe jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi permasalahan lingkungan yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya dalam menangani masalah limbah cair tersebut. Pengolahan limbah tahu dan tempe dengan metode teknologi tepat guna saringan pasir menggunakan material diantaranya seperti pasir, arang sekam padi, kain katun dan kapur dengan menyiapkan 3 (tiga) buah tabung paralon dengan panjang 150 (seratus lima puluh) cm dan lebar 2,5 inci, yang digunakan secara bergantian pada limbah cair tahu dan tempe. Masing-masing tabung paralon diprevarasi menggunakan pasir, arang sekam padi, dan kapur dengan perbandingan campuran media saring 1 : 1 : 1 yaitu pasir, kapur, dan arang sekam padi serta kain katun. Kemiringan tabung paralon saat melakukan proses saringan limbah cair adalah 30o. Dapat meminimalisir sifat fisik limbah cair menjadi lebih baik. Sifat fisik limbah cair tersebut diantaranya seperti warna, bau, rasa, kekentalan, kekeruhan, dan temperatur.
Kajian Curah Hujan untuk Pemutahiran Tipe Iklim Beberapa Wilayah di Kalimantan Tengah Sari Marlina
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 2 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1498.929 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i2.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tipe iklim baru pada beberapa wilayah di Kalimantan Tengah berdasarkan analisis menurut metode Schmidt–Ferguson serta menurut metode Oldeman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2009 sampai bulan Agustus 2009.Penelitian ini menggunakan data time series unsur iklim Curah Hujan selama 20 tahun mulai periode tahun 1988 sampai 2007 meliputi wilayah Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya di Provinsi Kalimantan Tengah.Hasil penelitian memberi informasi tipe iklim pada beberapa wilayah di Kalimantan Tengah berdasarkan metode Schmidt–Ferguson serta metode Oldeman. Dan dari ketujuh lokasi penelitian di wilayah Kalimantan Tengah diperoleh bahwa Kotamadya Palangka Raya dan Kapuas mengalami pergeseran dari tipe A menjadi tipe B

Page 2 of 11 | Total Record : 109