cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Media Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 25021931     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
The publication of Media Ilmiah Teknik Lingkungan certainly participates in disseminating the results of community services conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 5 articles consisting of Environmental dan Environmental-based construction Engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Tingkat Partisipasi Ibu Rumah Tangga tentang Sampah terhadap Pemeliharan Kebersihan Lingkungan Kamaliah Kamaliah
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 3 No 2 (2018): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.176 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v3i2.644

Abstract

Dalam menanggulangi masalah persampahan yang disebabkan rusaknya kelestarian lingkungan dan timbulnya berbagai masalah kesehatan maka perlunya peranan atau partisipasi masyarakat terutama pengetahuan ibu-ibu rumah tangga akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, dan mendaur ulang sampah tersebut dijadikan kompos terutama sampah dapur. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat partisipasi ibu rumah tangga tentang sampah terhadap pemeliharan kebersihan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat umur, pendidikan, dan pekerjaan sangat mempengaruhi pengetahuan ibu rumah tangga tentang sampah terhadap pemeliharan kebersihan lingkungan. Untuk hasil observasi dilapangan bahwa RT 01 Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu mendapat bantuan distribusi oleh pemerintah tempattempat bak sampah organik dan non organik, yang kegunaaannya untukmemudahkan warga dalam proses pemilahan sampah rumah tangga yang mana nantinya diambil oleh petugas sampah. Namun program yang diingikanpemerintah tersebut tidak terlaksana dengan baik, dikarenakan masyarakat terutama ibu rumah tangganya tidak melakukan pengelolaan sampah tersebut. Responden penelitian ini sebanyak 96 orang ibu rumah tangga. Ada 14 responden yang memiliki kemauan untuk terlibat dan peduli dengan sampah terhadap kebersihan lingkungannya dikarenakan sebelumnya pernah terjadi wabah penyakit DBD di RT 01, sedangkan sebagian besar responden lain menganggap penyakit tersebut biasa-biasa saja. Hasil wawancara yang diperoleh dari Lurah Tangkiling dan Ketua RT 01 adalah memeng benar adanya fasilitas tersebut namun tidak digunakan secara maksimum oleh warga Kelurahan Tangkiling terutama RT 01, sedangkan untuk hasil wawancara tentang partisipasi ibu rumah tangga tentang sampah terhadap kebersihan lingkungan memang warga tersebut kurang peduli lingkungan karena minimnya pengetahuan tentang sampah dan kebersihan.
Rehabilitasi dan Pengelolaan Hutan Rawa dan Hutan Rawa Gambut di Provinsi Kalimantan Tengah Sari Marlina
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 3 No 2 (2018): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.22 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v3i2.645

Abstract

Kawasan Hutan Kalimantan Tengah mencapai 10,295 juta hektar atau sekitar 67,04 % dari total luas wilayah yang mencapai 15,357 juta hektar. Sedangkan sisanya seluas 5,062 juta hektar (32,96 %) merupakan Non Kawasan Hutan. kegiatan-kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan sudah berlangsung selama lebih dari tiga decade, dampak yang dapat dilihat dan dirasakan secara langsung sebagai akibat kurang berhasilnya pengelolaan sumber daya hutan yang memacu laju deforestrasi dan degradasi hutan dari tahun adalah bertambah luasnya Lahan Kritis sebagai simbol rusaknya lingkungan seperti terganggunya tata air, Menurunnya fungsi hutan sebagai pengatur tata air, serta terganggunya ekosistem sebagai akibat dari penebangan hutan, land clearing dan pembuatan saluran / kanal, Meluasnya lahan-lahan tidak produktif dan Sangat potensial untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan dampak asap. Sehingga perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah, Departemen Kehutanan dan seluruh Stake Holders yang dituangkan dalam bentuk Program Terpadu dan Komprehensif dari semua unsur yang terlibat.
Perencanaan Septic Tank Skala Rumah Tangga Untuk Penanganan Air Limbah Rudy Yoga Lesmana
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 3 No 2 (2018): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.203 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v3i2.646

Abstract

Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga jika tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah yang serius bagi lingkungan. Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan air limbah, yang ada di Indonesia yaitu dengan menggunakan septic tank. Septic tank umum digunakan di Indonesia karena menggunakan prinsip anaerob, yang hanya dibuat kemudian dibiarkan saja, tanpa perawatan yang rutin, dan jika ingin operasionalnya optimal maka perlu dikuras dengan jangka waktu 1 kali dalam setahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui Perkiraan kualitas dari effluent (BOD & COD) septic tank dan Berapa kapasitas volume dari septic tank untuk rumah tempat tinggal. Metode penelitian Besaran air limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga menuju septic tank menurut Jayanudin (2016), adalah sebesar 120 L/hari atau 0,12 m3/hari dengan jumlah anggota keluarga ideal yaitu 5 orang. Dalam penelitian ini, air limbah mengalir selama 12 jam yang berasal dari kegiatan rumah tangga. Kadar COD yang dihasilakan Effluent pada septic tank ini adalah sebesar 207 mg/ltr dan COD Removal rate sebesar 31,5%, sedangkan Kadar BOD yang dihasilkan Effluent pada septic tank ini sebesar 411 mg/l dan BOD removal rate sebesar 31,5%. Untuk Akumulasi Volume lumpur yang dihasilkan selama 2 tahun (24 Bulan) adalah sebesar 0,081m3. Penurunan volume lumpur/sludge pada septic tank sebesar 68% atau Setelah 24 bulan volume lumpur menjadi 0,055 m3, semakin lama waktu penyimpanan lumpur di septic tank maka volumenya akan semakin berkurang. Volume septic tank yang dibutuhkan untuk menginapkan limbah selama 15 jam adalah sebesar 0,075, Semakin lama waktu Hydraulic retention time (HRT)/waktu tinggal limbah, maka akan semakin baik penguraian mikroorganisme dalam septic tank serta sebaliknya, semakin singkat waktu HRT maka proses penguraiannya samakin tidak baik.
Mitigasi Pencegahan Bencana Lingkungan Kalimantan Tengah Dengan Meningkatkan Peran Kearifan Lokal dan Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan Novrianti Novrianti; Muhammad Azhari; Sari Marlina
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 1 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.789 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i1.647

Abstract

Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah rawan bencana lingkungan seperti kebakaran lahan dan hutan serta kabut asap. Wilayah terparah di tahun 2015 yaitu di Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kota Waringin Timur, Kabupaten Kuala Kapuas, sehingga perlu dilakukan mitigasi pencegahan bencana dengan meningkatkan peran kearifan lokal setempat dan menyelenggarakan pendidikan berwawasan lingkungan. Mitigasi pencegahan bencana merupakan serangkaian cara untuk mencegah peristiwa yang terjadi di lingkungan atau meminimalisir risiko bencana lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Kegiatan mitigasi tersebut seperti kegiatan fisik dan nonfisik. Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang tanggap bencana dan menjadi pionir bagi keselamatan lingkungan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif tipe etnografi dan jenis Action Research. Hasil penelitian ini di Kab. Pulang Pisau diperoleh bahwa kondisi perubahan lingkungan yang sering terjadi mempengaruhi kemelimpahan potensi sumberdaya (alam). Kearifanlokal setempat seperti Jipen, Mamisi, Tolak Bala, dan serangkaian kegiatan penghormatan kepada penjaga lingkungan (makhluk kasat mata) agar hal yang tidak diinginkan dijauhkan. Pendidikan berwawasan lingkungan masih dibiasakan oleh masyarakat Suku Dayak dengan pendidikan lingkungan keluarga. Berdasarkan hasil observasi terkait pendidikan berwawasan lingkungan yang diajarkan dijenjang pendidikan seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas masih membahas tentang materi lingkungan secara umum (belum ada materi lingkungan yang berkarakter daerah misalnya tentang Lingkungan Kalimantan Tengah dengan kearifan lokalnya). Selain itu pemerintah juga aktif melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana lingkungan baik secara teknis dan non-teknis terkait dengan pengelolaan lingkungan setempat berdasarkan karakteristik lingkungan Kalimantan Tengah.
Jumlah Timbulan dan Komposisi Sampah di Kelurahan Pahandut Kota Palangka Raya serta Dampaknya terhadap Kualitas Air Lindi Nani Apriyani; Rudy Yoga Lesmana
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 1 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.622 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i1.648

Abstract

Jumlah timbulan sampah akan semakin banyak setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Tempat penampungan sementara (TPS) sampah di daerah pemukiman dapatmenimbulkan masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang jumlah timbulan sampah dan komposisinya serta tingkat pencemaran kualitas air tanah di sekitar TPS. Penelitian ini menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan data primer dan sekunder yang diperlukan yaitu studi literatur, survei lapangan, wawancara serta analisis lapangan dan analisis di laboratorium. Sampel air tanah diambil dari 3 titik pada pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan jumlah timbulan sampah di TPS Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Terpadu (PST) adalah 77,14 m3/hari atau 12342,4 kg per hari dengan komposisi meliputi sisa makanan, plastik, kertas, kain tekstil, kayu ranting daun, karet kulit dan logam. Pengujian kualitas air lindi menunjukkan bahwa nilai parameter TSS tidak memenuhi baku mutu, serta konsentrasi minyak dan lemak tidak terdeteksi.
Pemanfaatan Air Lindi Sebagai Pupuk Cair Dari Sampah Organik Skala Rumah Tangga Dengan Penambahan Bioaktivator EM-4 Rudy Yoga Lesmana; Nani Apriyani
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 1 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.648 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i1.649

Abstract

Timbulan sampah rumah tangga yang selama ini selalu kurang bermanfaat ekonomis jumlahnya semakin hari semakin meningkat, jika tidak dapt dikelola pada tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui limbah padat organic hasil kegiatan rumah tangga, dan juga memanfatkannya sebagai pupuk cair dengan penambahan bioaktivator EM-4, serta mengetahui kelayakan standar mutu pupuk cair hasil olahan limbah rumah tangga berdasarkan Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011. Berdasarkan hasil penelitian, sampel limbah cair yang dihasilkan dari air lindi berasal dari sampah seperti sayur, buah-buahan yang diproses melalui hasil proses fermentasi menggunakan Bioaktivator EM-4 dengan menggunakan alat berupa komposter. Sampah yang telah melalui proses fermentasi selama 3 bulan selanjutnya akan menghasilkan cairan berupa pupuk cair organik. Pupuk cair organik yang dihasilkan selanjutnya dilakukan pengujian sampel di laboratorium. Analisis data dilakukan dengan membandingkan parameter hasil pengujian dengan Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang kriteria standar mutu pupukcair hasil olahan limbah rumah tangga. Hasil analisis datamenunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan sudah sesuai dengan kriteria standar mutu minimal pupuk cair organik.
Analisis Manfaat Tanaman Terhadap Kondisi Lingkungan di Jalan Utama Kota Palangka Raya Muhammad Azhari
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 1 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.456 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i1.650

Abstract

Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan selalu memenuhi kebutuhan manusia, baik kebutuhan dasar seperti sandang pangan dan papan bahkan kebutuhan akan barang barang luks seperti kendaraan baik kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan berat (kapasitas besar). Jenis-jenis kendaraan tersebut dalam tentu membutuhkan bahan bakar untuk menjalankannya. Kegiatan mobilitas kendaraan tersebut akan menghasilkan produk sampingan yang disebut dengan limbah diantaranya seperti gas buang (karbon monoksida) dan timbal, jika bahan-bahan tersebut terhirup oleh manusia maka akan berdampak negatif atau berbahaya bagi manusia, untuk itu perlu cara yang tepat untuk meminimalisir risiko permasalahan tersebut, misalnya dengan menanam tanaman penyerap sebagai penyeimbang dari gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan tersebut. Berdasarkan hasil survey kendaraan yang dilakukan di jalan RTA Milono (Bundaran Burung) jumlah kendaraan yang diperoleh dengan rata-rata jumlah kendaraan sebanyak 4.913 (sepeda motor) 1.567 (Mobil) 115 (kendaraan berat). Jalan Adonis Samad rata-rata jumlah kendaraan sebanyak 2581 (sepeda motor) 884 (mobil) 68 (kendaraan berat). Jenis tanaman yang ada di median jalan tersebut berdasarkan hasil penggunaan metode linetransek yaitu tanaman tanjung, ketapang, bambu, dan keluarga palem-paleman, hasil teknik pengumpulan data dengan studi literatur menyatakan bahwa tanaman tanjung, Bambu, dan Palem cocok untuk menyerap logam berat buangan kendaraan, sedangkan tanaman Ketapang cocok sebagai tanaman kanopi atau peneduh saja karena berdaun lebar dan rimbun.
Distribusi Logam Berat Pada Air Dan Sedimen Serta Potensi Bioakumulasi Pada Ikan Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (Studi Kasus : DAS Sekonyer, Kalimantan Tengah) Kharisma Hidayanti
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 1 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.189 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i1.651

Abstract

Adanya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di desa Aspai yang berada di hulu sungai Sekonyer, Kalimantan Tengah diketahui memberikan pengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai. Sejak tahun 1990, PETI tersebut telah beroperasi dan menggunakan merkuri dalam proses amalgamasi. Tidak hanya penambangan emas, saat ini penambang juga melakukan penambangan pasir zirkon (puya) secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambangan terhadap kualitas perairan serta ikan dengan menguji kadar logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan seng (Zn) dalam air, sedimen dan ikan. Pengambilan sampel dilakukan secara grab sampling pada tujuh (7) titik lokasi yaitu daerah sebelum dan sesudah area tambang serta sungai Sekonyer Kanan. Sampel ikan merupakan ikan apapun yang diperoleh di sekitar lokasi penelitian. Dari hasil uji diketahui kadar Zn, Cd dan Hg dalam air secara berurutan adalah 145,43 ppb; 6,3 ppb; 4,38 ppb. Berdasarkan berdasarkan PP RI No. 82/2010, kadar Cd berada di bawah baku mutu tetapi Zn dan Hg melebihi baku mutu (Zn 50 ppb, Hg 2 ppb). Untuk uji logam pada sedimen, semua logam berada dibawah standar kecuali Hg (0,82 mg/kg, baku mutu 0,18 mg/kg) berdasarkan EPA Standar karena Indonesia masih belum memiliki regulasi mengenai kadar logam di sedimen. Kondisi serupa juga ditunjukkan pada sampel ikan. Studi pada ikan menunjukkan tingginya kandungan merkuri melebihi baku mutu dan tingginya faktor bioakumulasi (BCF) Hg (rasio >1000). Urutanpotensi akumulasi logam dari penelitian ini adalah Zn > Hg > Cd.
Evaluasi Pencegahan Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan di Kab. Katingan Tahun 2016 Kamaliah Kamaliah; Muhammad Azhari; Sari Marlina
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 3 No 1 (2018): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.06 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v3i1.637

Abstract

ABSTRAK. Bencana merupakan peristiwa yang tidak diinginkan yang sering terjadi baik karena kesengajaan manusia atau dari faktor lingkungan. Kejadian bencana perlu di evaluasi untuk mengetahui efektivitas dari pada bentuk kegiatan pencegahan bencana tersebut. Misalnya mengenai bencana kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten katingan pada Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan peneliti merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data dengan observasi langsung serta kajian dokumen atau literatur. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa bentuk evaluasi pencegahan bencana kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten katingan di tahun 2016 diantaranya seperti adanya penyediaan sarana dan prasarana antisipasi penanggulangan kebakaran lahan, kebun dan hutan. Seperti pembuatan sumur bor, peningkatan kualitas sumberdaya manusia yaitu dengan cara membentuk masyarakat peduli api, sosialisasi mengenai dampak yang akan ditimbulkan dari bencana kebakaran lahan, kebuh, dan hutan. Memberikan peringatan dini serta membertegas hukum bagi pelaku pembakaran lahan, kebun, dan hutan.
Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Lahan Bekas Penambangan Batubara PT. Senamas Energindo Mineral Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah Ermal Subhan; Salampak Salampak; Andrie Elia Embang; Masliani Masliani
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 2 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.551 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i2.1025

Abstract

Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dalam bentuk yang tersedia dan seimbang untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang maksimum. Dalam rangka meminimalisasi kerusakan tanah bekas panambangan batubara dan proses degradasi lahan yang terus berlanjut, maka upaya konservasi tanah pada lahan bekas penambangan batubara perlu didukung oleh data informasi, diantaranya status tingkat kesuburan tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah di lahan bekas penambangan batubara PT. Senamas Enegindo Mineral. Dari hasil penelitian ini didapatkan informasi tentang kondisi tanahnya yang diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka upaya reklamasi dengan tujuan revegetasi di lahan bekas penambangan batubara. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi titik pengamatan ditentukan dengan cara purposive sampling. Sampel tanah terganggu diambil dari 5 titik pengamatan yang dilakukan dengan cara komposit kurang lebih sebanyak 1 kg, selanjutnya dianalisis di laboratorium. Parameter yang diamati tekstur (pasir, debu, liat), C-organik, N, P, K-dd, Ca-dd, Na-dd, Mg-dd, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB) dan pH (H2O). Hasil penelitian menunjukkan tekstur tanah tergolong lempung berpasir dan pasir berlempung sedangkan tingkat kesuburan tanah pada lahan bekas penambangan batubara umumnya masih sangat rendah. Upaya perbaikan tingkat kesuburan tanah yaitu dengan pemberian pupuk organik dan anorganik, kompos dan jamur mikoriza.

Page 4 of 11 | Total Record : 109