cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Media Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 25021931     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
The publication of Media Ilmiah Teknik Lingkungan certainly participates in disseminating the results of community services conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 5 articles consisting of Environmental dan Environmental-based construction Engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Kajian Kinerja Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Erlina Kurnianingtyas; Agus Prasetya; Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 1 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.813 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v5i1.1372

Abstract

IPAL Komunal Kalisong dibangun pada 2011 dengan menggabungkan sistem Anerobic Baffled Reactor (ABR) dan Anaerobic Filter (AF), namun belum dilakukan evaluasi kinerja IPAL Komunal. Pada operasional terdapat permasalahan seperti hasil efluent yang berwarna keruh dan masuknya limbah non domestik ke dalam instalasi IPAL. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi pengurangan BOD, COD, TSS pada IPAL Komunal, mengidentifikasi dan mengkaji faktor teknis dan sosial penyebab penurunan kinerja IPAL. Analisis data mencangkup analisa kualitas efluent terhadap baku mutu, efisiensi unit pengolahan IPAL, dan kesesuaian bangunan dengan kriteria desain, sedangkan dari faktor sosial dilakukan wawancara kepada pengelola dan pengguna IPAL. Hasil kajian sosial menunjukkan pengelola dan pengguna IPAL belum melakukan pemeliharaan sesuai prosedur, sehingga berpengaruh terhadap performa IPAL. Pengguna IPAL mengalami penurunan dari 45 KK menjadi 21 KK, karena air limbah tidak mengalir. Debit air limbah 38,12 m3/hari, efluent yang dihasilkan dengan parameter pH 9,2, COD 180,99 mg/L dengan effisiensi 41,04 %, TSS 238,06 mg/L dengan effisiensi 71,55 %, dan BOD 87,09 mg/L dengan effisiensi 54,02 % yang belum sesuai dengan baku mutu. Nilai HRT eksisting dan HRT kriteria desain proses sedimentasi dan desain ABR masing-masing 8 jam serta 1,2-2 jam dan 22 jam serta > 8 jam. Pada AF nilai HRT eksisting dan kriteria desain yaitu 17 jam dan 24 – 48 jam. Penyebab IPAL Komunal tidak optimal adalah adanya limbah non domestik yang masuk, nilai HRT pada sedimentasi dan AF belum memenuhi kriteria desain dan kurangnya pemeliharaan oleh pengelola dan pengguna IPAL.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Hutan Kota di Kota Serang Anis Masyruroh
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 1 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.469 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v5i1.1373

Abstract

Hutan kota selain memiliki fungsi lingkungan dan ekonomi, akan tetapi memiliki fungsisosial yang tidak kalah penting. Fungsi sosial dari hutan keberadaan hutan kota salah satu contohnya adalahbanyaknya masyarakat yang memilih berkunjung ke hutan kota hanya untuk sekedar mencari udara segar dan melihat penghijauan yang ada disekitarnya. Penelitian ini difokuskan pada persepsi masyarakat terhadap pengetahuan masyarakat, persepsi rasa nyaman dan persepsi tentang sarana pendidikan yang dihasilkan dari pembangunan hutan kota di Kota Serang dengan menggunakan uji kuesioner. hasil dari penelitian ini adalah, menunjukan bahwa mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan tentang hutan kota, sehingga dari pengetahuan tersebut mayoritas masyarakat memiliki persepsi rasa nyaman apabila hutan kota dihadirkan di Kota Serang. Demikian juga persepsi masyarakat terhadap hutan kota dapat menjadi sarana pendidikan, mayoritas masyarakat menyetujui bahwa hutan kota dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan.
Perbaikan Kualitas Air Yang Memiliki Konsentrasi Besi (Fe) Tinggi Menggunakan Single Tray Aerator Bagus Putro Budi Utomo; Ahmad T. Yuliansyah; Agus Prasetya
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 2 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v5i2.1195

Abstract

Air adalah salah satu sumber daya alam yang yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Air tanah, yang menjadi sumber air di masyarakat, sering didapatkan mengandung konsentrasi besi (Fe) yang melebihi baku mutu. Air tersebut ditandai dengan adanya flek-flek warna kuning kecoklatan yang terdapat pada bak air atau perabotan yang berhubungan dengan air. Air yang mempunyai konsentrasi besi tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan, misalnya: merusak dinding usus, iritasi pada mata dan kulit. Single tray aerator merupakan teknologi pengolahan air yang sederhana dan mudah dalam pengoperasiannya, sehingga dapat menjadi jawaban akan masalah air ini. Air yang telah diolah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan tidak berdampak buruk bagi manusia. Penilitian ini mencoba mencari media terbaik pada tray guna menurunkan konsentrasi besi pada air tanah. Terdapat 3 variasi media yang dilakukan pada peneilitian ini yaitu tanpa media, media zeolit dan media kerikil. Proses pengambilan sampel air dilakukan pada menit ke 5, 10, 15 dan 20. Didapatkan hasil dari penelitian ini bahwa kualitas air sebelum diolah adalah Fe = 1,65 mg/l. Data yang didapatkan 5 menit merupakan waktu efektif pada proses penurunan Fe pada air baku. Penggunaan single tray aerator tanpa media setelah diolah didapatkan hasil Fe = 1,23 mg/l, media kerikil didapatkan hasil Fe = 1,19 mg/l, dan percobaan terakhir menggunakan media zeolit didapatkan hasil Fe = 1,07 mg/l. Zeolit merupakan media terbaik pada penelitian ini dalam menurunkan konsentrasi Fe. Hasil pengolahan dari semua jenis variasi pada penelitian ini belum memenuhi baku mutu.
Reduksi Warna Methylen Blue (MB) dengan Granular Zeolit Klinoptilolit Teraktivasi Anshah Silmi Afifah; Yosef Adicita; I Wayan Koko Suryawan
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 6 No 1 (2021): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v6i1.1271

Abstract

Zat warna metylen blue (MB) merupakan zat warna dasar yang sering digunakan dalam kegiatan industri di Indonesia. Teknologi yang dapat diterapkan dalam aplikasi pengolahan limbah cair yang mengandung MB adalah adosorbsi dengan granular zeolit. Tujuan dalam percobaan ini adalah untuk mengetahui proses adsorpsi dengan menggunakan granular zeolit. Zeolit yang sudah berbentuk granular dicuci selama 24 jam dan diaktivasi dengan penambahan KMnO4. Inisial konsentrasi yang digunakan dalam percobaan ini adalah 1 ppm; 5 ppm10 ppm; 20 ppm; dan 30 ppm. Efisiensi penyisihan warna MB tertinggi adalah 85,49% dengan inisial konsentrasi MB sebesar 5 ppm. Korelasi yang cukup baik dihasilkan pada masing-masing isoterm Langmuir sebesar 0,8248 dan isoterm Freundlich sebesar 0,9523.
Daur Ulang Air Buangan Menjadi Air Baku Dengan Sistem Filtrasi Di PT P (Industri Kertas) Andika Munandar; Vinda Avri; Sillak Hasiany
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 2 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v5i2.1395

Abstract

Air buangan merupakan air dari pengolahan air limbah yang telah memenuhi baku mutu sebagai air buangan ke lingkungan, namun beberapa pabrik mengolah air buangan menjadi air baku untuk memenuhi kebutuhan air pada proses produksi. Proses produksi pabrik kertas berjalan secara kontiyu sehingga kebutuhan air sangat besar. Hal ini menjadi permasalahan karena untuk memenuhi kebutuhan air pabrik menggunakan air permukaan (sungai) dan peraturan tentang regulasi kualitas air. Oleh sebab itu pabrik kertas melakukan inovasi berupa penggunaan kembali air buangan dengan sistem filtrasi sehingga didapatkan kualitas air baku yang memenuhi kualitas air yang dapat digunakan untuk proses produksi. Hasil dari sistem filtrasi pada air buangan memiliki kondisi optimal 30 detik saat proses filtrasi dan menunjukkan penurunan sebesar TSS 67,21%, COD 64,9%, Kekeruhan 62,35% dan warna 79,96 % yang menunjukkan telah memenuhi baku mutu dari perusahaan dan pemerintah.
Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat Sebagai Aktualisasi SDG’s di Kabupaten Madiun Ronnawan Juniatmoko; Susanti Erikania
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 2 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v5i2.1538

Abstract

SDG’s merupakan kelanjutan dari MDG’s. Dari hasil evaluasi diperlukan langkah konkret untuk mewujudkan pembangunan global pada tahun 2016-2030. Salah satu tujuan SDG’s pada pilar pembangunan lingkungan hidup antara lain memastikan ketahanan pangan dan gizi yang baik, mencapai akses universal ke air dan sanitasi. Akses universal air menjadi prioritas pemerintah, melalui gerakan 100-0-100 yaitu mentargekan penyediaan 100% akses aman air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. Kebutuhan akan air oleh manusia tidak ada habisnya, terutama air bersih. Maka dalam rangka percepatan capaian akses air bersih di wilayah Indonesia, perlu adanya evaluasi dari aspek teknologi, sosial, dan budaya. Pada studi kasus program percepatan capaian air bersih, Kabupaten Madiun, Desa Bodag menjadi salah satu kawasan strategis yang memiliki potensi sumber daya alam sebagai wilayah konservasi lingkungan dalam pelestarian hutan dan perlindungan air bersih. Sehingga memiliki potensi sumber mata air yang berkualitas. Namun permasalahan yang yang terjadi, hampir seluruh masyarakat tidak memiliki akses air bersih yang layak. Sehingga, penerapan teknologi distribusi air bersih diaplikasikan untuk meningkatkan kapasitas penduduk yang terlayani dengan air bersih dan diharapkan dapat mempercepat capaian akses aman air minum Indonesia di tahun 2020.
Analisis Sistem Jaringan Perpipaan Penyalur Air Limbah (Studi Kasus: Proyek Pengembangan Sistem Saluran Air Limbah Di Pulau Batam Tahap I Kecamatan Batam Kota) Harry Kurniawan; Imam Setiyohadi; Rizman Hidayat
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 2 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v5i2.1633

Abstract

Sebagai kota yang memanfaatkan air waduk sebagai air baku untuk air minum, hal ini sangat merugikan karena mengingat sumber air baku Kota Batam sebanyak 70% berasal dari waduk Duriangkang menurut Kepala Bidang pengelolaan air dan limbah BP Batam. Untuk mengatasi masalah tersebut, BP Batam tengah mengembangkan sistem pengolahan air limbah melalui Proyek Pengembangan Sistem Saluran Air Limbah di Pulau Batam yang terdiri dari 7 tahap dimana pada tahap pertama ini dibangun di kecamatan Batam Kota. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) (Waste Water Treatment Plant) adalah suatu struktur yang dirancang untuk mengelola dan mengolah limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut dapat memenuhi standar baku mutu air. Dalam pembangunan proyek tersebut, timbul beberapa pertanyaan pada jaringan perpipaan, salah satunya adalah penyumbatan pada saluran pipa yang disebabkan oleh sampah yang dibuang ke dalam toilet dan kecepatan aliran air limbah yang tidak memenuhi syarat kecepatan minimum. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis terhadap kecepatan aliran air limbah, kedalaman berenang air limbah dan debit timbulan air limbah untuk mengetahui kemampuan masing-masing pipa utama dalam mengalirkan air limbah menuju IPAL dan permasalahan lainnya.Dari hasil perhitungan hidrolika pada sistem perpipaan pada proyek ini diperoleh nilai sebagai berikut: pada zona A1-1 nilai dari debit total yang didapat adalah 0,350418 m3/detik, dengan slope 0,3% dibutuhkan diameter pipa 700mm berdasarkan nomogram manning. Dan pada zona A2-1 nilai hasil dari debit total adalah 0,4629445 m3/detik, dengan slope 0,3% diperoleh diameter pipa pada zona ini sebesar 700mm dari nomogram manning.
Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Tanaman Kayu Putih (Melaleuca leucadendra) di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah Ermal Subhan; Martwein R. Benung
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 2 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v5i2.1639

Abstract

Salah satu lokasi yang menghasilkan produksi tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra) di Kalimantan Tengah adalah Kecamatan Bukit Batu. Pemasaran tanaman kayu putih oleh masyarakat tidak terlalu sulit, karena tersedia perusahaan yang akan menampung dan membeli hasil budidaya tanaman masyarakat. Permasalahannya adalah pertumbuhan tanaman kayu putih tidak merata. Perlu dilakukan upaya yaitu melakukan kajian kesesuai lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai apakah tanaman kayu putih sesuai dengan kondisi lahan di Kecamatan Bukit Batu. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kesesuaian lahan tanaman kayu putih tergolong sesuai marginal faktor pembatas C organik (S3) dan tidak sesuai N dengan faktor pembatas pH (H20), tekstur pasir sulit untuk diatasi atau tidak dapat diatasi.
Kualitas Air Embung untuk Irigasi di Margodadi, Lampung Selatan Tastaptyani Kurnia Nufutomo; Firdha Cahya Alam; Ayudia Hardiyani Kiranaratri
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 2 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v5i2.1640

Abstract

Lampung Selatan saat ini sedang menghadapi krisis air. Hal ini disebabkan maraknya perubahan penggunaan lahan menjadi pembangunan infrastruktur yang menyebabkan penurunan cadangan air tanah dan juga masalah banjir. Pemerintah daerah saat ini mulai membangun reservoir sebagai fasilitas penyimpanan air. Embung adalah teknologi konservasi di lokasi tadah hujan untuk mengatasi ketersediaan air. Embung Margodadi di Lampung Selatan dibangun untuk menyimpan air hujan, mempertahankan ketersediaan air tanah dan juga membantu siklus hidrologi. Selain itu peruntukan air embungnya untuk irigasi perkebunan warga. Banyaknya manfaat dan potensi embung, sehingga penelitian awal perlu dilakukan dalam analisis kualitas air. Untuk menganalisis kualitas air menggunakan indeks kualitas air berdasarkan parameter yang ditentukan, termasuk DO, BOD, total padatan, Nitrat, Fosfat, kekeruhan, pH, suhu, dan fecal coliform. Hasil yang didapat dari analisis kualitas air dengan indeks, air embung masih layak digunakan untuk kebutuhan masyarakat, karena hasilnya masih mengikuti standar kualitas kelas 3, yaitu untuk irigasi.
Rencana Kebutuhan Luas Lahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Tipe Sanitary Landfill untuk Sampah dari Kecamatan Pahandut Rudy Yoga Lesmana; Gusti Iqbal Tawaqal
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 6 No 1 (2021): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v6i1.1957

Abstract

Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga saat ini di Indonesia pada umumnya sudah menerapkan sistem Sanitary landfill untuk penanganan sampah di tingkat akhir. Metode Sanitary Landfill merupakan metode terbaik dibandingkan dengan metode landfill lainnya, terlebih lagi jika dibandingkan dengan Open Dumping dalam hal penanggulangan dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Berdasarkan hal penelitin ini bertujuan untuk melakukan perencanaan untuk kebutuhan lahan dengan konsep sanitary landfill di Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2020 dan menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan data primer dengan mengukur langsung volume timbulan sampah dan sekunder yaitu studi literature dan perhitungan matematik. Jumlah sampah yang dihasilkan Per Tahun di Kecamatan Pahandut yaitu 96.130,05 m3. Volume sampah di TPA/hari yaitu sebesar 0,078 m3/hari. Area yg dibutuhkan/tahun untuk timbulan sampah di TPA sebesar 113,88 m2 jumlah sel yang diperlukan untuk penimbunan adalah sebanyak 1.379 sel. Maka luas area penimbunan sampah yang dibutuhkan di TPA Kec. Pahandut yaitu 2,79 ha/5 tahun.

Page 6 of 11 | Total Record : 109