cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 58 Documents clear
Pengaruh Metode Resource Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Ni Wayan Ningsih Ratnasari .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode resource based learning terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pada pengundian, diperoleh kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen dan VII-1 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group. Pada penelitian ini, kemampuan komunikasi matematika siswa yang diteliti hanya sebatas kemampuan komunikasi matematika tertulis. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika, yaitu berupa tes uraian yang diberikan pada akhir penelitian. Skor tes kemampuan komunikasi matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning =30,3235 dan rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional =23,9429. Nilai t_hitung=3,3546 lebih dari nilai t_tabel=1,6679, sehingga H_0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, atau dengan kata lain penerapan metode resource based learning berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : Resource Based Learning, komunikasi matematika This research is aimed to know whether the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning. The population in this research was all of seventh grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. in the 2014/2015 academic year. The selecting sample process was done by the random sampling technique. The research design used in this research is the Post Test Only Control Group. In this research, the competence of student’s mathematics communication is researched only competence of written mathematics communication. The data of mathematics communication skill collected by using mathematics communication skill test, formed of essay test that given at last. The score of mathematical reasoning skill test were analyzed by using right tailed t-test. Based of analysis data results, obtainable the value of average score the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method =30,3235 and the students who learned with conventional learning =23,9429. The value of t_obs=3,3546 more than t_cv=1,6679, so H_0 is rejected. So that, the conclution is that the Resource Based Learning Method provided positive effect toward the competence of student’s mathematics communication, who is the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning.keyword : Resource Based Learning, mathematics communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA I Made Adi Wirayana .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan Kartu Soal dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang menggunakan rancangan penelitian Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 510 siswa yang tersebar ke dalam 13 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah sedangkan data motivasi belajar siswa dikumpulkan melalui penyebaran angket motivasi belajar kepada siswa pada masing-masing kelas sampel. Analisis data penelitian menggunakan uji Multiple Analysis Of Varians (MANOVA). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan kartu soal dengan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan kartu soal berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif Tipe Pair Checks, kartu soal, hasil belajar matematika The objective of the research is to investigate there are difference or not on student learning outcomes whose studied with Pair Checks learning model combined with problems card than student learning outcomes whose studied with conventional learning model. The student learning outcomes are defined on this research is problem solving ability and learning motivation. This research is belongs to quasi experiment which used post-test only control group design. The population was all students on eighth-regular grade of SMP Negeri 2 Singaraja in 2014/2015 academic year as many as 510 students who were distributed into 13 calsses. Sampling was done by cluster random sampling technique. The data of problem solving ability were collected by problem solving test type. In the other hand, the data of learning motivation were collected by questionnaires which were distributed for the each students. Both data were analyzed by using Multiple Analysis Of Varians (MANOVA). Based on the result of the research, showed that there are significant difference on student problem solving abilitiy and learning motivation whose studied with Pair Checks learning model combined with problems card than the student problem solving abilitiy and learning motivation whose studied with conventional learning model. On the last, this research concluded that the Pair Checks learning model combined with problems card give a positive influence on student learning outcomeskeyword : Pair Checks learning model, problems card, student learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT (CMP) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SAWAN Made Arista Dewi .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .; I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5987

Abstract

Penelitian quasi experiment ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connected Mathematics Project terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sawan Tahun Ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 257 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA5 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIIIA3 sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian yang diberikan diakhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil post-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Connected Mathematics Project sebesar 62,96 sedangkan nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional sebesar 51,18. Dari hasil analisa data diperoleh, thitung = 2,832 dan ttabel= 1,668. Jika dibandingkan thitung ≥ ttabel sehingga tolak H0. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Connected Mathematic Project lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Connected Mathematic Project memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata Kunci : Komunikasi matematis, Connected Mathematics Project This quasi experimental research aimed to find out the effect of Connected Mathematics Project learning model toward students’ mathematical communication ability. The research design used in this study was Post Test Only Control Group Design. The population was eighth grade students of SMP N 3 Sawan in the academic year of 2014/2015 which involved 257 students. Random sampling used as a sampling technique. The samples were the students’ in class VIIIA5 as the experiment group and class VIIIA3 as the control group. Data of student’s mathematical communication ability were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data were obtained then analyzed by using t-test with 5% level of significance. The result of post-test showed that the mean of students’ mathematical communication ability with Connected Mathematics Project learning model is 62,96 while the mean of students’ mathematical communication ability with conventional learning is 51,18. From the data analyzed, obtained tobserved = 2,8322 and tcritical value = 1,668. Then tobserved ≥ tcritical value so that H0 was rejected. This is means that students’ mathematical communication ability by using Connected Mathematics Project learning model was higher than those who were taught by using conventional learning. Thus can be concluded that Connected Mathematics Project learning model gave a positive contribution toward the student’s mathematical communication ability.keyword : Mathematical communication, Connected Mathematics Project
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN COLLEGE BOWL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Pande Putu Sri Wandari .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa, (2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa, dan (3) mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran College Bowl. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa Kelas VIII A3 SMP Negeri 6 Singaraja sebanyak 26 orang. Data mengenai aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika, dan tanggapan siswa berturut-turut dikumpulkan melalui lembar observasi, tes pemahaman konsep matematika, dan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas belajar siswa yang berkategori minimal aktif meningkat dari siklus ke siklus dengan persentase pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu 30,77%; 66,54%; dan 88,46%. Persentase pemahaman konsep matematika siswa yang berkategori minimal baik meningkat dari siklus ke siklus dengan persentase pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu 34,61%; 57,69%; dan 84,62%. Peningkatan ini tercapai karena adanya perbaikan dalam pelaksanaan tindakan yaitu siswa: (1) termotivasi untuk berani bertanya dan menyampaikan pendapat, (2) lebih aktif bekerjasama dan bertukar pendapat dalam diskusi kelompok, (3) lebih mampu menemukan dan menggunakan konsep dalam menyelesaikan soal, dan (4) lebih mampu menuliskan dan menjelaskan hasil dikusi sesuai dengan tahapan Bloom. Persentase tanggapan siswa yang berkategori minimal positif adalah 84,62%.Kata Kunci : strategi pembelajaran College Bowl, aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika This research was aimed to: 1) describe the improvement of students’ learning activities, 2) describe the improvement of students’ mathematical concepts understanding, and 3) know the students’ responses towards the implementation of College Bowl learning strategy. This classroom action research was done in three cycles. The subjects of this research were students of VIII A3 class in SMP Negeri 6 Singaraja which consists of 26 students. Data of learning activities, mathematical concepts understanding, and students’ responses were collected respectively by using observation sheet, mathematical concepts understanding test, and questionnaire. The collected data were analyzed descriptively. The results of this research show that the percentages of students’ learning activities which belongs to active minimal category increase on cycle to another cycle indicated by the percentages on the first cycle, second cycle, and third cycle which are respectively 30,77%; 66,54%; and 88,46%. The percentages of students’ mathematical concepts understanding which belongs to good minimal category increase on cycle to another cycle indicated by the percentages on the first cycle, second cycle, and third cycle which are respectively 34,61%; 57,69%; and 84,62%. These increasing are due to improvements in action implementation that students are: (1) motivated in asking and telling their opinions, (2) more active in cooperating and sharing opinions on group’s discussion, (3) able to find and use concepts to solve the questions, and (4) able to write and describe the discussion’s results based on Bloom steps. The percentage of students’ responses which belong to positive minimal category is 84,62%.keyword : College Bowl learning strategy, learning activities, mathematical concepts understanding
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ni Made Arri Sudani .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 dan sampel dari penelitian ini adalah semua siswa Kelas VIII yang diambil menggunakan teknik sampel sampling jenuh. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan uji analisis varians dua jalur. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh interaksi antara pembelajaran (model Treffinger dan konvensional) dengan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi, dan (4) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah.Kata Kunci : Model pembelajaran Treffinger, berpikir kritis, pemecahan masalah matematika This research aimed to investigate whether affect of Treffinger learning model to the way of mathematical problem solving ability from the critical thinking ability of the student. The research design which used in this research was the post-test only control group design. The population in this study was all students of Class VIII SMP Negeri 7 Singaraja in academic year 2014/2015 and sample was chosen by using saturated sample sampling technique. Critical thinking ability data were collected from critical thinking ability test and problem solving ability data were collected from problem solving ability test that given to students in the form of essay test. Data of mathematical problem solving ability were analyzed by using two way variant analyses. The results of hypothesis testing showed that: (1) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning, (2) there is the effect of the interaction between learning (Treffinger model and conventional) with critical thinking ability of students to the mathematical problem solving abilities, (3) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with high critical thinking ability, and (4) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with low critical thinking ability.keyword : Treffinger learning model, critical thinking ability, mathematical problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BEBANDEM I Dewa Gede Agung Pratama Putra .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Bebandem tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 180 orang yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelas sampel. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Design. Data skor tes kemampuan komunikasi matematis siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 2,8302 > ttabel = 2,0086. Akibatnya ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain ada pengaruh positif model pembelajaran CORE terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE aktif dalam belajar, melatih daya ingat siswa tentang suatu konsep/informasi, dan mampu mengkomunikasikan masalah matematika yang diberikan.Kata Kunci : Model CORE,Kemampuan Komunikasi Matematis This research was aimed to determine wether mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all tenth grade students of SMA Negeri 1 Bebandem in academic year 2014/2015, as many as 180 students which distributed into seven classes. Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes. Design in this study was Post-test Only Control Design. The score data of mathematical communication ability of students test was analyzed by using t-test with the significant level of 5%. Hypotesis testing results showed that ttest = 2,8302 > ttable = 2,0086. Consecuently rejected. It means mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. In other words, there is positive influence from CORE model to mathematical communication ability of students. This is reasonable because it’s support by the empirical facts that learned with CORE learning model make students active in learning, memory train students about the concept/information, and is able to communicate a given mathematical problem.keyword : CORE Model, Mathematical Communication Ability.
PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VIII SMP DI KAPUPATEN BULELENG Ni Luh Made Martini .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran model metakognitif berorientasi pemecahan masalah matematika otentik yang relevan dan valid untuk meningkatkan kompetensi matematis tingkat tinggi siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut menggunakan prosedur pengembangan teori Plomp, yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) Investigasi Awal, (2) Desain, (3) Realisasi, (4) Tes, Evaluasi, dan Revisi, (5) Implementasi. Namun dalam penelitian ini prosedur pengembangan hanya sampai pada tahap keempat. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMP kelas VIII di Kabupaten Buleleng. Proses pengembangan yang dilakukan diawali dengan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran berdasarkan pengembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi, pembelajaran inovatif serta kebutuhan guru di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan perangkat yag berupa buku siswa dan buku petunjuk guru sesuai dengan deskripsi perangkat pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan karakteristik di atas. Terakhir kualitas perangkat pembelajaran diukur berdasarkan tingkat validitasnya. Rata-rata Skor validitas yang diperoleh untuk buku siswa adalah 3,35 dan buku guru adalah 3,4 dengan kategori valid karena berada pada interval 2,5≤RS
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA Ni Luh Suciari .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dimaksudkan adalah kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa. Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Singaraja yang terdiri dari 305 siswa. Teknik pengambilan sampelnya adalah random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIIID sebanyak 35 siswa sebagai kelas ekseprimen dan siswa kelas VIIIL sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol. Data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Data hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilaithitung=3,514 lebih dari nilai ttabel=1,997. Sehingga kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning dengan Mind Mapping lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning. Sedangkan data aktivitas belajar siswa diperoleh dari skor yang diberikan oleh observer selama proses pembelajaran. Sehingga secara kuantitatif, skor aktivitas belajar siswa dikelas eksperimen=73,44lebih dari skor aktivitas belajar siswa di kelas kontrol=71,33. Namun secara kualitatif memiliki kualitas yang sama yaitu termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, kemampuan pemahaman konsep, mind mapping, dan problem based learning The objective of this research is to investigate the effect of Problem Based Learning model with Mind Mapping towards students’ learning outcomes. Learning outcomes in this research were students’ understanding of mathematical concept and students’ learning activities. This research design was Post-Test Only Control Group Design. Population of this research was all eighth grade students in SMP Negeri 3 Singaraja which consists of 305 students. This research used random sampling technique. Sample of this research was all students in class VIIID as experiment class which consist of 35 students and all students in class VIIIL as control class which consist of 32 students. Data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through tests. These data were analyzed using one-tailed t-test. Hypothesis testing’s showed that the value of t-test= 3.514 which is greater than the value of t table = 1.997. Therefore the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model with Mind Mapping was better than the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model. Data of students' learning activity were obtained from the scores that given by the observer during the learning process. Score of learning activity in experiment class=73.44 quantitatively were better than score of learning activity in control class=71.33. But qualitatively both have the same quality that is classified in the high categorykeyword : learning activity, learning outcomes, mind mapping,problem based learning, and understanding of mathematical
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA KELAS VIII MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TSOI Ni Nengah Mardiani .; Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika, serta mengetahui peningkatan aktivitas belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran TSOI. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang melibatkan subjek sebanyak 38 orang siswa Kelas VIII 14 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi serta refleksi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan tes. Keseluruhan data ini selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan aktivitas belajar matematika siswa meningkat. Rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada refleksi awal yaitu 38,33 pada siklus I rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah matematika meningkat menjadi 48,65 meningkat lagi menjadi 65,2 pada siklus II dan meningkat menjadi 78,2 pada siklus III. Rata-rata skor 41,73 meningkat lagi menjadi 49,43 pada siklus II dan meningkat menjadi 64,46 pada siklus III. Peningkatan tercapai setelah siswa melalui tahapan-tahapan pembelajaran dari penerapan model pembelajaran TSOI dengan beberapa penyemprunaan pada tindakan pembelajaran.Kata Kunci : model pembelajaran TSOI, kemampuan pemecahan masalah, aktivitas belajar matematika This study aimed at knowing students’ achievement of mathematics solving problem skill and learning activity through the implementation of TSOI learning model. This study is classroom action research which involving 38 students of class VIII 14 SMP Negeri 2 Singaraja in even semester in the academic year 2014/2015 as subject. This study was done in three cycles, in which each cycle consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The data were collected by using interview, observation and test. Then, the data were analyzed descriptively. The results of the study show that the students’ achievement of mathematics solving problem skill and learning activity increase. The average of students’ mathematics solving problem score in the beginning reflection was 38,33. In the first cycle, the average of students’ mathematics solving problem score increased to 48,65. Then, in the second cycle, the average of students’ mathematics solving problem score increased to 65,2. Finally in the third cycle, the average of students’ mathematics solving problem score increased to 78,2. However, the average of students’ mathematics learning activity score in the beginning reflection was 28,81. In the first cycle, the average of students’ mathematics learning activity score increased to 41,73. Then, in the second cycle, the average of students’ mathematics learning activity score increased to 49,43. Finally in the third cycle, the average of students’ mathematics learning activity score increased to 64,46. The improvement achieved after the students passed the learning steps of TSOI with some perfections in the action learning. keyword : TSOI Learning Model, Solving Problem Skill, Mathematics learning Activity
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JUST IN TIME TEACHING (JITT) BERBANTUAN FACEBOOK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA I Gede Eka Artaguna .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Just in Time Teaching (JiTT) berbantuan facebook lebih tinggi dari pada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu ( quasi experiment ) dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design . Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII non Unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII B3 dan VIII B4 yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui tes prestasi belajar matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes objektif. Data hasil tes prestasi belajar matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa〖 t〗_hitung= 2,158 >〖 t〗_tabel=1,669. Ini berarti bahwa H_0 harus ditolak yang artinya bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Just in Time Teaching (JiTT) berbantuan facebook lebih tinggi dari pada prestasi belajar matematika matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta yang menunjukan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Just in Time Teaching (JiTT) berbantuan facebook lebih siap dan lebih bersemangat dalam dalam mengikuti pembelajaran dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Just in Time Teaching, facebook, prestasi belajar matematika This study is aimed at finding out whether students achievement of mathematics taught by using Just in Time Teaching (JiTT) model with Facebook was higher than the student achievement of mathematics taught by using conventional learning model. This study was a quasi experiment and used Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade VIII of SMP Negeri 4 Singaraja, in academic year 2014/2015. The selected sample of this research was class of VIII B3 and VIII B4 which were taken by using cluster sampling technique. The data of this research was collected through mathematics achievement test which was gathered by multiple choices and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The study result showed that 〖 t〗_score= 2,158 >〖 t〗_table=1,669. It caused that the nul hyppthesis must be rejected. This indicated that students’ achievement of mathematics taught by using Just in Time Teaching (JiTT) model with Facebook was higher than students’ achievement of mathematics taught by using conventional learning model.. This result was supported by the findings that the students taught by using Just in Time Teaching (JiTT) model with Facebook are more ready and more enthusiastic in learning process than students who taught by using conventional learning model.keyword : Just in Time Teaching Learning Model, Facebook, mathematics learning achievement

Filter by Year

2015 2015