cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2016)" : 27 Documents clear
Pengaruh Teknik Umpan Balik pada Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VII Non Unggulan di SMP Negeri 1 Busungbiu Ketut Rista Anggraini Wulandari .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan teknik umpan balik sukarela, teknik umpan balik penunjukkan dan teknik umpan balik konvensional pada model pembelajaran STAD. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII Non Unggulan SMP Negeri 1 Busungbiu. Sampel ditentukan dengan teknik cluster radom sampling. Data dikumpulkan melalui tes uraian yang diberikan pada akhir penelitian sebagai pemahaman konsep matematika siswa. Data dianalisis menggunakan Uji ANAVA Satu Jalur dan Uji Scheffe. Dari hasil analisis data diperoleh: pertama, terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika siswa dengan teknik sukarela, teknik penunjukkan dan teknik konvensional (Fhitung=26,7063 lebih besar dari Ftabel=3,09); kedua, rerata skor pemahaman konsep matematika siswa dengan teknik umpan balik melalui penunjukkan lebih tinggi daripada teknik umpan balik secara sukarela (Fhitung= 7,605 lebih besar dari F’= 6,18); ketiga, rerata skor pemahaman konsep matematika siswa yang diterapkan teknik umpan balik sukarela lebih tinggi daripada teknik umpan balik konvensional (Fhitung= 20,3 lebih besar dari F’= 6,18); dan keempat rerata skor pemahaman konsep matematika siswa dengan teknik umpan balik penunjukkan lebih tinggi daripada teknik konvensional (Fhitung= 52,3 lebih besar dari F’= 6,18). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik umpan balik berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Pemahaman konsep matematika siswa dengan teknik umpan balik penunjukkan paling baik daripada teknik umpan balik sukarela dan konvensional. Kata Kunci : teknik umpan balik sukarela, teknik umpan balik penunjukkan, teknik umpan balik konvensional, pemahaman konsep matematika This research aim to study difference of understanding of mathematics concept among student who learn with voluntarily feedback technique , through declaration and conventional technique. The population of this research was the reguler 1st grade students in SMP Negeri 1 Busungbiu. The samples in this research was doing by cluster random sampling. The data collection was conducted through essay test which was given in the end of the research as the the students' mathematically conceptional comprehension. The data were analyzed by using One Way ANAVA Test and Scheffe Test. From the data results, it was obtained: first, there are the differences of the students' mathematically conceptional comprehension, with voluntarily feedback technique, through declaration and conventional feedback technique ( Fcount=26,7063 > Ftable=3,09); second, the average value of the students' mathematically conceptional comprehension with feedback technique through declaration was higher than the voluntarily feedback technique ( Fcount= 7,605 > F'= 6,18 is); third, the average value of the students' mathematically conceptional comprehension with voluntarily feedback technique was higher than the conventional feedback technique ( Fcount= 20,3 > F'= 6,18); and fourth the average value of the students' mathematically conceptional comprehension with feedback technique through declaration is higher than conventional feedback technique. ( Fcount= 52,3 > F'= 6,18). Based on the results, it can be concluded that the feedback techniques give positive effect for the students' mathematically conceptional comprehension. The students' mathematically conceptional comprehension, with the feedback technique through declaration was better than the voluntarily feedback technique and the conventional feedback technique.keyword : the voluntarily feedback technique, the feedback technique through reference, the conventional feedback technique, mathematically conceptional comprehension.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI JURUSAN AKOMODASI PERHOTELAN SMK NEGERI 2 SINGARAJA I Putu Supartika .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran AIR berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 146 orang yang didistribusikan ke dalam 4 kelas. Semua populasi diambil sebagai sampel penelitian. Desain penelitian yang digunakan yaitu post test only control group design versi faktorial 2x2. Data skor hasil belajar matematika siswa diperoleh melalui tes hasil belajar matematika. Analisis data menggunakan uji ANAVA dua jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa; pertama, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran AIR dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; kedua, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan LKS konstruktivis dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan LKS konvensional; dan ketiga, terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan jenis LKS terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran AIR, LKS, hasil belajar matematika This study aims to determine the influence of AIR learning model aided by worksheet towards mathematics learning outcomes. The population in this study is the eleventh grade students Hotel Accomodation Programs of SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016, whict consist of 146 students were distributed into 4 classes. All populations are taken as samples. The study used post test only control group design version factorial 2x2. Data score students mathematics learning outcomes obtained through the learning test results. Analysis of data using ANOVA two paths with significance level of 5%. The results of hypothesis test indicate; first, there are differences in mathematics learning outcomes between groups of students who learn using AIR learning model with a group of students who learn using conventional teaching; second, there are differences in mathematics learning outcomes between groups of students who using constructivist worksheet with a group of students who learn using conventional worksheet; and third, there is an effect of interaction between learning model and type of worksheets towards mathematics learning outcomes.keyword : AIR learning model, worksheet, mathematic learning outcomes
PENGARUH STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 SINGARAJA Putu Winda Marhayani Wijaya .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas dan kemampuan komunikasi matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan post test only control group design. Populasi penelitan ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 10 kelas. Uji kesetaraan populasi menggunakan uji Anava. Sampel dipilih dengan teknik random sampling. Data skor kreativitas siswa diperoleh melalui angket dan skor kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan kreativitas dan kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 4,36 dan Sig = 0,02 ;ρ < 0,05); kedua, terdapat perbedaan kreativitas siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 5,18 dan Sig = 0,03 ;ρ < 0,05); ketiga, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ((F = 4,62 dan Sig = 0,04 ;ρ < 0,05). Dengan demikian, strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map berpengaruh terhadap kreativitas dan kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : strategi Think Talk Write (TTW), mind map, kreativitas, kemampuan komunikasi matematika This research’s purpose to determine the differences creativity and mathematical communication ability between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map with group of students acquired conventional learning. This quasi experimental research used post test only control group design. The population of this research was students of X Class of SMA Negeri 3 Singaraja in academic year 2015/2016 that divided into 10 classes. Equality test of the population was doing by Anova. Samples was selected by random sampling. Data of creativity was collected through questionnaires and data of mathematical communication ability was collected through test. Data analyzed using MANOVA with significance level at 5% . The data analysis found that; first, there were differences between creativity and mathematical communication ability between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map and group of students acquired conventional learning (F = 4.36 and Sig = 0.02 ;ρ < 0.05); second, there were differences between creativity between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map and group of students acquired conventional learning (F = 5.18 and Sig = 0.03 ;ρ < 0.05); third, there were differences between mathematical communication ability between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map and group of students acquired conventional learning (F = 4.62 and Sig = 0.04 ;ρ < 0.05). Based on it, Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map influence creativity and mathematical communication abilitykeyword : Think Talk Write strategy, mind map, creativity, mathematical communication ability.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 5 SMPN 2 AMLAPURA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN LKS OPEN-ENDED Putri Oktalinda Muttaqina .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) mengetahui besarnya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berbantuan LKS open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII 5 SMP Negeri 2 Amlapura sebanyak 36 orang. Data proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan menggunakan jurnal kegiatan pembelajaran. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dan respon siswa berturut-turut dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang berada pada kategori minimal tinggi meningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu: 41,67%, 63,89%, dan 86,11%. Peningkatan ini tercapai karena adanya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan setiap siklusnya sehingga siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran, lebih memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika secara komprehensif, sering mengekspresikan idenya, serta merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri dalam mendiskusikan permasalahan dalam LKS open-ended, sehingga meningkatkan kreativitas berpikir siswa yang bermuara pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Persentase banyaknya siswa dengan respon yang berada pada kategori minimal positif adalah 94,45%.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, LKS open-eEnded, kemampuan pemecahan masalah matematika This research was aimed to: (1) describe the improvement process of students’ mathematical problem solving skills, (2) know the increase of students’ mathematical problem solving skills, and (3) know the students’ respond towards the implementation of problem solving learning model assisted by an open-ended student’s worksheet. This research was classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were students of VIII 5 class in SMP Negeri 2 Amlapura which consists of 36 students. The data of improvement process of students’ mathematical problem solving skills were collected by using journal of learning activities. The data of mathematical problem solving skills and students’ responses were collected respectively by using mathematical problem solving tests and questionnaire. The data were analyzed descriptively. The results of this research show that the percentages of students in mathematical problem solving skills which belongs to high minimum category, are increased from one cycle to another. The percentages on the first, second, and third cycle are respectively 41,67%, 63,89%, and 86,11%. These improvements are due to improvement efforts in each cycle so that students participate more active in the learning, more utilize the knowledge and math skills in a comprehensive manner, often express their ideas, and respond the problem in their own way in discussing problems of open-ended student’s worksheet, thereby enhancing the creativity of the student’s thinking that led to the improvement of students’ mathematical problem solving skills. The percentage of students which belong to positive minimum category respond is 94,45 %.keyword : problem solving learning model, open-ended student’s worksheet, mathematical problem solving skills
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP TURUNAN SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEHNIK KOMPUTER JARINGAN 3 MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Ni Wayan Adikana Wiandari Yadnya .; Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan motivasi belajar dan pemahaman konsep turunan siswa kelas XI TKJ 3 SMK Negeri 3 Singaraja melalui penerapan model pembelajarn kooperatif tipe snowball throwing. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang melibatkan subjek sebanyak 27 orang siswa kelas XI TKJ 3 SMK Negeri 3 Singaraja pada semester genap Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan angket dan data pemahaman konsep turunan siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar siswa dan pemahaman konsep turunan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus III. Peningkatan optimal terjadi pada siklus III. Rata-rata skor motivasi belajar pada siklus III yaitu sebesar 77,81 dan tergolong tinggi. Rata-rata nilai pemahaman konsep turunan siswa pada siklus III sebesar 73,1 telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu 70 karena KKM 70. Peningkatan optimal terjadi pada siklus III karena guru lebih memfokuskan cara menyelesaikan permasalahan aplikasi turunan dengan memperhatikan indikator-indikator pemahaman konsep, selanjutnya siswa juga diarahkan untuk mengidentifikasi materi dengan merangkum isi pokok dari materi, serta memberikan balikan dan penghargaan sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif, tipe snowball throwing, motivasi belajar, pemahaman konsep turunan This research aimed to improve learning motivation and understanding the concept of derivative in Student of Class XI TKJ SMK Negeri 3 Singaraja through the implementation of cooperative learning model, with type of snowball throwing. This research model is a research in collaborative class action that which involves the subject of as many as 27 students of class XI TKJ 3 SMK Negeri 3 Singaraja in the second semester of Academic Year 2015/2016. This research was conducted in three cycle. Student motivation data were collected using a questionnaire and students' understanding of concepts data derived using test understanding of the concept. Data that collected will be analyzed descriptively. Results of the research showed that the average score of student’s learning motivation and concept understanding increased from cycle I into cycle III. Optimal improvement occurs in the cycle III. The average score of student’s study motivation is 77,81. The average score of student’s understanding in concept of derivative is 73,1 in cycle III, and it has fulfilled success indicator, i.e. 70, for optimal KKM 70. Optional improvement occurs in cycle III for teacher focused way to solve derivative application problem by observing indicators of understanding the concept of derivative, then students are also directed to identify materials by summarizing the main content of the material, as well as provide feedback and reward so that students became more active in learning process.keyword : cooperative learning model, type of snowball throwing, learning motivation, understanding the concept of derivative
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Index Card Match (ICM) terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha I Komang Wahyu Wiguna .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Index Card Match lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha tahun ajaran 2015/2016 dimana seluruh kelas memiliki kemampuan yang setara dengan total populasi 202 siswa pada 7 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang mana sebanyak 2 kelas terpilih sebagai sampel dengan total sampel 58 siswa. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian post-test only control group. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t satu ekor. Hasil analisis data mendapatkan harga thitung = 2,4780 sedangkan harga t(0,05;56) = 1,6725. Jadi , yang berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Index Card Match lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif Index Card Match berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, model pembelajaran kooperatif Index Card Match, matematika. This study aims to determine whether students' mathematical achievement that learned by cooperative learning Index Card Match is better than mathematical achievement of students that learned by conventional learning. The population in this study is all of tenth grades students of SMA Laboratorium Undiksha in the academic year 2015/2016 which all of class already be equal on ability with the total of population is 202 students on 7 classes. Sample was determined by random sampling technique which 2 classes was chosen as samples with the total of sample is 58 students. One class as an experimental group and the other one as the control group. This study classified as quasi experiment study with uses Post Test Only Control Group Design. Data mathematical achievement of students collected through test students' mathematical achievement. Next, data were analyzed using t-test. From the analysis of the data obtained, the value of t is 2,4780 and from the table the value of t is 1,6725. So the value of t from the analysis is greater than the value of t table. This means that students' mathematical achievement that learned by cooperative learning Index Card Match is higher than mathematical achievement of students that learned by conventional learning. So it can be concluded that cooperative learning Index Card Match gives positive effect toward mathematical achievement of tenth grade of SMA Laboratorium Undiksha.keyword : Mathematical achievement, cooperative learning Index Card Match, math.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII 4 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) Putu Sinta Ari Utami .; Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan yang optimal pemahaman konsep matematika siswa dan tanggapan siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja yang dicapai melalui model pembelajaran auditory intellectually repetition. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 31 orang. Pada penelitian ini pengumpulan data pemahaman konsep matematika siswa menggunakan tes uraian dan tanggapan siswa menggunakan angket. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan optimal terjadi pada siklus III dengan rata – rata skor mencapai 80,10, daya serap 80,10% dan ketuntasan belajar 77,41%. Pelaksanaan yang optimal terjadi pada siklus III dikarenakan diawal pembelajaran dilakukan pengklarifikasian jawaban siswa oleh guru terkait apersepsi, selama proses pembelajaran guru berusaha secara maksimal memberikan kesempatan kepada siswa menyampaikan kembali konsep dengan bahasa sendiri dan memberikan contoh atau bukan contoh supaya mampu memahami konsep yang diperoleh dengan memberikan motivasi, pendekatan secara langsung, menunjuk siswa secara acak dan memberikan penghargaan yang lebih kepada kelompok siswa yang unggul diakhir pelajaran. Selain itu, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran auditory intellectually repetition ditinjau dari rata – rata skor tanggapan siswa sebesar 65,06 berada dalam kategori sangat positif karena siswa tertarik dengan adanya diskusi dan pengulangan.Kata Kunci : model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know enhancement conceptual understanding of mathematics students and students responses VII 4 grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja achieved through Auditory Intellectualy Repetition learning model. The types of this research was classroom action research implemented in three cycles. The research subject was VII 4 grade students of SMP laboratorium Undiksha Singaraja in academic year 2015/2016, as many as 31 students. The data of conceptual understanding of mathematics was collected by test description and students responses was collected by responses questionnaire. Then, the data of conceptual understanding of mathematics and students responses were analyzed by using descriptive analysis. The result showed that conceptual understanding of mathematics had optimal in cycle III with average scores reached 80,10, absorption were 80,10%, and completeness learning were 77,41%. It because in early learning has been clarified answers to students by teacher about apersepsi and during the learning process, teacher was strive providing opportunity for students to describe concepts in their own words and identify or give examples and nonexamples so that understand it with give a motivation, random appointment, and given gift to group of students at the end of the lesson. Other than that, students responses to the Auditory Intellectualy Repetition learning model in terms of the average score of the students respond by 65,06 were in very positive category, because students interested in their discussion and repetition.keyword : Auditory Intellectually Repetition learning model, conceptual understanding of mathematics
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROCESS ORIENTEDGUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 DENPASAR Ni Made Erlinta Devi .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8394

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Denpasar yang dibelajarkan dengan model process oriented guided inquiry learning (POGIL) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model kovensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian semu dengan desain Post-test Only Group Control Design. Populasi dari penelitan ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Denpasar tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 6 kelas. Dari 6 kelas diuji kesetaraannya dengan menggunakan nilai ulangan tengah semester matematika dengan menggunakan uji- F satu jalur. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA 4 yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model process oriented guided inquiry learning (POGIL) adalah 75,51, sedangkan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 60,92. Dari hasil analisis data, diperoleh t_hitung=4,94 dan t_tabel=1,6639. Jadi nilai t_hitung>t_tabel, sehingga H_0 ditolak. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model process oriented guided inquiry learning (POGIL) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Kata Kunci : model process oriented guided inquiry learning, pembelajaran konvensional, berpikir kritis This study aimed at investigating whether the critical thinking ability of students who were taught by process oriented guided inquiry learning (POGIL) model is better than critical thinking ability of students who were taught by conventional model. This study was quasi experimental reseacrh with Post-test Only Group Control Design. The population of this study was students of XI Science Class of SMA Negeri 8 Denpasar in academic year 2015/2016 that divided into 6 classes. The equality of 6 classes is tested by testing the mathematic middle test result by using one way F Test. Cluster random sampling was used as the sampling technique in this study, in which XI IPA 1 and XI IPA 4 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ critical thinking ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of post-test showed that the mean value of students’ critical thinking ability that were taught by process oriented guided inquiry learning (POGIL) model is 75,51, while the mean value of students’ critical thinking ability that were taught by conventional model is 60,92. From the data analyzed, if was obtained that t_score=4,94and t_table=1,6639. Then, t_score>t_table so that H_0 was rejected. Therefore, we can conclude that crtical thinking ability of students who were taught by process oriented guided inquiry learning (POGIL) model is better than critical thinking ability of students who were taught by conventional model. keyword : process oriented guided inquiry learning, convensional method,critical thinking
PENGARUH ASESMEN FORMATIF BENTUK PROJEK TERHADAP KREATIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Putu Ngurah Artha Pradnyana .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8395

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh asesmen formatif bentuk projek terhadap kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Untuk uji kesetaraan populasi menggunakkan uji ANAVA satu jalur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data kreativitas siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep bentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji MANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat perbedaan kreativitas dan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti asesmen formatif bentuk projek dan siswa yang mengikuti asesmen konvensional (F=5,441a dan sig 0,007; ρ
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING BERBANTUAN KARTU MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING Desak Putu Novia Dewi .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .; I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan kartu masalah lebih tinggi dari siswa yang mengikuti dengan model pembelajaran langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun ajaran 2015/2016 yang tersebar dalam 8 kelas.Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling, sehingga terpilih Kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII D sebagai kelas kontrol.Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung = 2,972 > t tabel = 1,684. Akibatnya kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan kartu masalah lebih tinggi dari pada kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kooperatif tipe Snowball Throwing, berpikir kreatif, kartu masalah The aims of this research is to determine whether students ability of creative thinking in mathematical problem solving that learned by Snowball Throwing cooperative learning model aided by problem card higher than students ability of creative thinking in mathematical problem solving that learned by direct intruction learning model.The research used was Post-test Only Control Design reserch. The population of the reasearch were grade VII of SMP Negeri 1 Tampaksiring students in the academic year 2015/2016 that spread into 8 classes. The sampling technique that used was random sampling, in which class VIII C is selected as the experimental class and class VII D as the control class. Data about ability of creative thinking in mathematical problem solving were colected with aessay test.Then the data were analyzed using t-test with 5% significance level. The result of hypothesis test showed that t count = 2,972 > t table = 1,684. The conclution is the ability of creative thinking in mathematical problems solving of students who learned by Snowball Throwing cooperative learning model aided by problem card higher than that students who learned by direct intruction learning model.keyword : cooperative Snowball Throwingtype, creative thinking, cards problem

Page 2 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2016 2016