cover
Contact Name
JURNAL SOSIAL HUMANIORA
Contact Email
jsh.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsh.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosial Humaniora
ISSN : 20874928     EISSN : 25500236     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosial Humaniora (JSH) mendorong pengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang sosial humaniora melalui penerbitan karya ilmiah berbasis hasil penelitian (orisinal).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL" : 10 Documents clear
HUBUNGAN KERJA ANTARA JURAGAN DAN ANAK BAGAN DALAM KEHIDUPAN NELAYAN Sri Haryati Putri
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.025 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2012

Abstract

Secara kasat mata, profesi nelayan dianggap sebagai kualifikasi masyarakat miskin, karena didera keterbatasan dibidang kualitas sumber daya manusia, akses, penguasaan teknologi, pasar dan modal. Ternyata, tidak semua nelayan dikategorikan dengan kehidupan terbelakang. Juragan sebagai pemodal bertindak sebagai induk semang hidup berkecukupan dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Penulisan ini menggunakan metode penulisan sejarah yang bertujuan untuk mengungkapkan sisi lain dari kehidupan nelayan, terutama nelayan buruh yang hanya bermodalkan tenaga beserta alat pancing sederhana, hanya menggantungkan penghidupannya pada seorang juragan selaku pemilik bagan. Maka, terjadilah relasi patron-klien antara juragan dan anak bagan. Sisi lain mengungkapkan bahwa hubungan antara juragan dan anak bagan mengandung unsur eksploitasi dan dominasi. Tetapi, pola hubungan patron-klien lebih halus dan tak terlihat. Klien (anak bagan) tidak merasa adanya eksploitasi tersebut, karena pemberian bantuan berupa hutang dari juragan jauh lebih besar dan berlangsung intensif serta dalam jangka panjang.
PENGARUH JUMLAH ANGGOTA, TOTAL ASET, MODAL SENDIRI, DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP SHU PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA BOGOR Tini Kartini
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.651 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2350

Abstract

Keberhasilan perkembangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) secara umum didukung oleh aktivitas pengelolaan yang melibatkan anggota, pengurus, dan pengawas. Hal inilah yang dapat memacu pertumbuhan jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman. Perkembangan dan pertumbuhan tersebut, diharapkan searah dengan membaiknya kinerja koperasi yang nampak pada pertumbuhan profitabilitas sehingga ikut mempengaruhi kebijakan Sisa Hasil Usaha (SHU). Penelitian ini bertujuan 1) untuk menganalisis perkembangan jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman, serta kebijakan SHU pada KSP di Kota Bogor; 2) untuk menguji pengaruh jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman terhadap kebijakan SHU secara simultan pada KSP di Kota Bogor; 3) untuk menguji pengaruh jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman terhadap kebijakan SHU secara parsial pada KSP di Kota Bogor; 4) untuk mendesain strategi dan kebijakan KSP di Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualittaif dengan pendekatan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi sebanyak 21 unit KSP. Sedangkan, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling di mana sampel diambil dengan kriteria tertentu. KSP yang memenuhi kriteria diperoleh sebanyak 6 unit KSP. Teknik analisis menggunakan regresi linier berganda dan didukung informasi kualitatif melalui wawancara dengan teknik in depth interview. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F dan secara parsial menggunakan uji t dengan tingkat probabilitas sebesar 5 persen (0,05). Hasil penelitian uji F menerangkan bahwa jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU pada KSP di Kota Bogor. Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah anggota, total aset, dan modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Sebaliknya, modal pinjaman tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU pada KSP di Kota Bogor.  
FENOMENA PERKAWINAN SUKU PEDALAMAN MENYOROTI PRAKTEK BUDAYA DAN GENDER DALAM TRADISI SUKU BADUY Dudi Badruzaman
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2038

Abstract

The Baduy community with the concept of being left behind, isolated, and uncivilized (uncivilized), as well as life wrapped up by traditional elements, always refers to adat beliefs in their actions and behaviors every day, namely the presence of karuhun teachings, which they always hold fast, Wrong one concrete proof of this is exemplified by the Baduy people who translate the form of affection through marriage rituals. The purpose of this study was to determine the marriage ceremony of the Baduy tribe, which took place, as well as to know the theological assumptions and theological meaning of the Baduy community about the practice of marriage in the Sundanese Wiwitan religious tradition. The collection process is carried out through interview, observation and documentation techniques. The results and conclusions of this study that the Baduy people consider that the marriage ritual is an obligation mandated by the karuhun. First, the ritual is only done once in a lifetime. Second, the Baduy customary rules advocate not polygamy. Third, the marriage procedures practiced by the Baduy community are an important point of the Baduy customary rules. In Baduy community life, the position of women and men is balanced Compliance is the key to harmony and integrity of the Baduy community in living life in the world.  
KONSEP DIRI REMAJA DALAM BUDAYA MAKAN SEHAT Ratih Siti Aminah; Prasetyo Adi Nugroho
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.118 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2189

Abstract

Penelitian ini berupaya menjelaskan dan mendeskripsikan hubungan antara konsep diri remaja dengan persepsi remaja terhadap budaya makan sehat. Penelitian ini dirancang menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian survei korelasional deskriptif. Pengamatan dalam penelitian ini menghasilkan jawaban, dari variabel karakteristik individu (X1) yang meliputi jenis kelamin, uang saku, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, status tempat tinggal dan jumlah saudara kandung dan variabel konsep diri (X2) yang terdiri dari citra diri dan variabel harga diri menunjukkan hubungan yang signifikan dengan variabel persepsi budaya makan sehat (Y) yang terdiri dari variabel pelaporan di media massa dan sosialisasi dengan teman sebaya. Nilai hubungan adalah 0,548. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh jawaban, semakin tinggi citra diri remaja, semakin tinggi kebutuhan akan berita kuliner di media massa. Remaja memahami perlunya menjaga kesehatan dan menjaga bentuk tubuh agar tetap proporsional dengan menghindari karbohidrat. Remaja mempertimbangkan untuk mencoba "makanan trending" dengan teman-teman ketika kondisi memungkinkan. Remaja percaya bahwa tubuh yang sehat menjadi bekal dalam hubungan. Remaja menjadikan media massa sebagai sumber dalam mendapatkan informasi terkait makanan sehat dan tempat makan baru (kafe) dengan menu kuliner baru yang inovatif dan harga terjangkau. Remaja terkadang berkumpul dengan teman-teman sebagai cara bersosialisasi. Menikmati makanan bersama teman-teman di kafe dapat memperkuat hubungan dengan teman sebaya. Kafe menjadi salah satu pilihan bagi remaja untuk bergaul. Meskipun mengonsumsi makanan di kafe-kafe, para remaja masih berpikir untuk mempertahankan bentuk dan penampilan tubuh mereka. Para remaja tahu konsep "4 sehat 5 sempurna" tetapi tidak selalu memilih diet dengan kandungan nutrisi yang cukup. Makanan di kafe sering mengandung tepung tinggi, gula dan lemak. Namun, untuk remaja, kadang-kadang makan makanan dengan kandungan gizi yang tidak lengkap adalah umum.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU IPA SMP BPI BANDUNG Wiworo Retnadi Rias Hayu; Anna Permanasari; Omay Sumarna; Sumar Hendayana
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2182

Abstract

Tujuan artikel ini mendeskripsikan langkah pengemabangan profesionalisme guru di SMP BPI Bandung. Peningkatan profesionalisme guru IPA yaitu kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatifitas dan komunikasi. Hal tersebut menarik untuk dikaji ulang dan dibentuk menjadi kecakapan guru dalam pembelajaran. Hal tersebut sangat penting karena guru merupakan agen perubahan generasi penerus yang akan datang. Kebermutuan anak-anak sekarang dan masa yang akan datang tergantung pada keberhasilan pendidikan yang dilakukan. Pembelajaran yang dengan guru yang professional akan menghasilkan pembelajaran yang bermutu. Metode yang digunakan merupakan diskeptif kualitatif.  Hasil Penelitian memperoleh dengan adanya kegiatan perencanaan yang baik maka akan menghasilkan pengimplementasian pembelajaran berjalan dengan lebih baik dan bermutu. Kesimpulannya pengembangan profesionalisme guru IPA SMP BPI di Bandung yang cocok diterapkan yaitu pengembangan komunitas belajar guru melalui metode lesson study, adanya peningkatan keprofesionalisasime guru, kesiapan, percayadiri dan mau menerima kritikan. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan menyesuaikan siswa supaya dapat belajar. Lesson desain tersusun pada tahap perencanaan yang tersusun simple dan sistematis. Selanjutnya pengimplementasian lesson desain dalam pembelajaran yang memfasilitasi siswa belajar, guru lebih percaya diri dan siap dalam pembelajaran. Tahap terakhir refleksi bersama untuk memperbaiki dan belajar bersama melalui pembelajaran yang dilakukan.
ANALISIS PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DAN PASAR SERTA INOVASI TERHADAP KINERJA EKONOMI PRODUKTIF KELOMPOK USAHA BBERSAMA (UEP KUBe) DI KOTA BUKITTINGGI SUMATRA BARAT Irwan Ch; Titiek Tjahja Andari; Mas Nur Mukmin
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2159

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia, baik dari sisi jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), salah satu bentuknya adalah Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (UEP KUBe). Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan memahami pengaruh pemasaran kewirausahaan (Orientasi Kewirausahaan dan Orientasi Pasar Serta Inovasi) terhadap Kinerja Keuangan dengan menggunakan teknik analisis data SEM (Stuctural Equition Model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran kewirausahaan yang terdiri dari Orientasi Kewirausahaan, Orientasi Pasar dan Inovasi berpengaruh signifikan kepada Kinerja Keuangan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (UEP KUBe). Untuk Orientasi Kewirausahaan dan Orientasi Pasar pengaruhnya positif dalam meningkatkan Kinerja Keuangan. Adapun Inovasi mempunyai pengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan, hal ini disebabkan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (UEP KUBe) ini merupakan Usaha Mikro Kecil, sedangkan inovasi membutuhkan biaya, yang tentunya akan berpengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan (terutama untuk jangka pendek).
KEPEMIMPINAN INFORMAL BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN LOKAL Ginung Pratidina; Nandang Saefudin Zenju; Sukarelawati .; Berry Sastrawan
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.172 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2591

Abstract

Leadership is the most important factor in the management of groups and organizations, so that appropriate leadership is needed in achieving organizational goals. The Sundanese Indigenous Peoples (Kasepuhan) are unique communities to be investigated because the indigenous leaders in their leadership have success in managing their local food so that they rarely experience food shortages. One contributing factor is informal leadership based on community participation carried out by indigenous leaders. Therefore, this study aims to analyze the informal leadership of indigenous leaders based on community participation in maintaining local food security using descriptive analysis methods. Data were collected using literature study and observation techniques by distributing questionnaires and in-depth interviews, then the data were analyzed using analysis techniques Weight Mean Score (WMS). The results showed that the informal leadership of indigenous leaders based on community participation had a value of 3.22 on a scale of 4. this value is interpreted well. Based on observations and interviews with indigenous Kasepuhan Sinar Resmi Chiefs, two-way communication in conducting deliberations on each issue, because these indigenous communities focus on the culture of planting Sawah and Huma only once a year and starting from planting to harvest are carried out simultaneously, so that what is unique’s the indigenous head as the authority in making decisions when to plant to harvest, its members have high obedience, members Kasepuhan do not dare to plant first if the indigenous head has not started planting. This participation’s the strength of indigenous peoples so that they can maintain local food security in the region until now.  
GURU BERPRESTASI: PENGUATAN PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. Rusi Rusmiati Aliyyah; Megan Asri Humaira; Sri Wahyuni Ulfah; Muhammad Ichsan
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.066 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2362

Abstract

Guru adalah pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan pengetahuan, membimbing, melatih, memberikan penilaian, dan mengevaluasi siswa. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajar pendidikan formal, tetapi juga pendidikan lainnya dan dapat menjadi model yang dicontohkan oleh murid-muridnya. Peran guru juga sangat penting dalam proses menciptakan generasi kualitas berikutnya, baik secara intelektual maupun moral. Untuk alasan ini, guru diperlukan untuk bersaing dalam revolusi industri 4.0. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Dalam menentukan sebagai guru yang luar biasa, kompetisi yang sangat ketat dilakukan dengan berbagai aspek penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menjadi guru yang berprestasi setidaknya memiliki kriteria tertentu, seperti kinerja guru, memiliki karya tulis ilmiah, dan lain-lain.
PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PESISIR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN Rukin Rukin
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.1998

Abstract

Penelitian ini didasari dari fenomena yang masih rendahnya pembangunan yang terjadi didaerah-daerah desa Konservasi pengembangan dibidang ekonomi. Untuk penelitian ini dilakukan guna mempelajari rendahnya investasi masyarakat pesisir Pesisir sumber daya alam (SDA) Pesisir sangat melimpah. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan publik yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan wilayah pesisir. Namun demikian yang terjadi pada masyarakat desa Pesisir masih sangat rendah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kajian fenomenologi yang diperoleh temuan-temuan tentang rendahnya anggaran masyarakat desa Pesisir ini. Penyebab rendahnya anggaran ini Selain itu, pola hidup masyarakat yang kurang tepat juga menjadi pemicu rendahnya pendapatan mereka. Kurangnya pemberdayaan yang jelas dari pemerintah guna meningkatkan ekonomi mereka. Belum diberdayakannya secara maksimal SDA wilayah Pesisir ini oleh masyarakat Pesisir dan juga sarana prasarana prasarana desa. Diharapkan adanya peran serta pemerintah dalam pengelolaan serta pemberdayaan ekonomi mereka. Salah satu solusi yang daapat diambil adalah pembenahan kebijakan publik yang terkait dengan pembangunan desa Pesisir. Selain itu, program pavingisasi dan penerangan jalan juga menjadi program prioritas. Pembinaan dan pemberdayaan ekonomi harus segera dilakukan.
MODEL USAHA BERBASIS GREEN BUSINESS YANG DAPAT MENEMBUS PASAR DUNIA (PADA UKM KERAMIK DI KECAMATAN PLERED KABUPATEN PURWAKARTA). Mentiana Sibarani; Evasaria Sipayung; Deny Supratman
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2437

Abstract

Label Green Business pada suatu usaha akan berdampak positif pada pendapatan usaha tersebut. Green Business layak diberikan pada perusahaan yang telah melakukan Corporate Social Responsibility secara konsisten. Kekonsistenan ini tidak hanya diukur melalui upaya  berapa besar laba yang dihasilkan, namun juga upaya apa saja yang telah dilakukan berhubungan dengan pengaruh terhadap perekonomian secara luas, lingkungan dan masyarakat di mana mereka beroperasi (Triple Bottom Line). Disebut triple sebab konsep ini memasukkan tiga ukuran kinerja sekaligus, yaitu  3P: “Profit-Planet-People”.Penerapan Green Business ini akan diimplemenatasikan pada usaha keramik yang saat ini tidaklah sejaya dahulu yaitu UKM Pengrajin Keramik di Plered Purwakarta. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Sentra Keramik merupakan Pembina UKM keramik ini yang terus berusaha mengembangkan bisnis mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana  pelaksanaan green business pada UKM industri keramik di Kecamatan Plered  Purwakarta yang dapat meningkatkan penjualan hingga ke luar negri . Penelitian ini  menggunakan metode kualitatif yaitu analisis deskriptif dengan cara menganalisis data dengan kalimat, kata, skema, dan gambar dengan cara mengelompokan data, memberikan gambaran dan menggunakan teori yang ada kemudian ditarik kesimpulannya­­­Hasil penelitian adalah Usaha keramik ini masih mengalami masalah dalam pengembangannya seperti produksi dengan biaya optimal, promosi secara digital,  pengiriman produk secara aman, ketersediaan sumber daya manusia. Model green business yang dibuat memberi petunjuk untuk menjawab permasalahan yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 10