cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN SEMAH (Tor douronensis) PADA SUHU PEMELIHARAAN BERBEDA Silvi Saputri; Mulyana Mulyana; otong Zaenal Arifin
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i1.4135

Abstract

Ikan semah (Tor douronensis) termasuk salah satu komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan karena bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efek perbedaan suhu terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan Semah (Tor douronensis). Penelitian ini telah dilaksanakan pada Maret 2020-Januari 2021, di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penelitian ini mempergunakan yaitu RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 5 perlakuan (A=24°C, B=26°C, C=28°C, D=30°C, E=32°C) dan masing-masing 4 ulangan. Pada penelitian ini ikan yang dipergunakan ikan Semah berumur sepuluh hari setelah telur menetas, pemberian pakan benih berupa pelet tepung dengan dosis 10% dari bobot ikan dan diberikan tiga kali dalam sehari. Pengamatan pertumbuhan panjang, pertumbuhan bobot, laju pertumbuhan panjang spesifik, laju pertumbuhan bobot spesifik dan kelangsungan hidup dilakukan selama 84 hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji  jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi untuk parameter pertumbuhan panjang absolut, laju pertumbuhan panjang spesifik, pertumbuhan bobot absolut dan laju pertumbuhan bobot spesifik terjadi pada suhu pemeliharaan 26°C dengan nilai berturut-turut sebesar 2,93 cm, 1,10 %/hari, 1,35 g, 3,83 %/hari. Nilai kelangsungan tertinggi dihasilkan pada suhu pemeliharaan 24°C yaitu 83,50%.
KELIMPAHAN DAN KERAGAMAN BAKTERI PADA BUDIDAYA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) SISTEM BIOFLOK DENGAN RASIO C/N YANG BERBEDA Denny Alfiyan; Fia Sri Mumpuni; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i1.4136

Abstract

Ikan nilem merupakan komoditas ikan air tawar asli Indonesia yang hidup dan tersebar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami kelimpahan dan keragaman bakteri pada ikan nilem (Osteochilus hasselti) sistem bioflok dengan rasio C/N yang berbeda. Penelitian ini  dikerjakan dari bulan Maret 2020 sampai Januari 2021 dengan masa percobaan pada bulan Maret 2020 sampai Desember 2020 di Laboratorium Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Analisis bakteri dilakukan di Laboratorium Kesehatan Ikan Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Penelitian ini memakai benih ikan nilem dengan ukuran panjang 4,5-5,5 cm, pemberian pakan benih berupa pelet tepung sebanyak dua kali sehari dan pemberian molase 1 jam selepas pemberian pakan sore. Pengamatan bakteri dilakukan pada Hari (ke-0, ke-20, dan ke-40) pemeliharaan, sedangkan pertumbuhan panjang absolut, pertumbuhan bobot absolut, laju pertumbuhan spesifik (panjang dan bobot), dan kelangsungan hidup dilakukan selama 40 hari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA. Hasil penelitian menampilkan ragam bakteri dominan dari perlakuan A, B, C, dan D ialah Bacillus sp., Aeromonas sp., Plesiomonas sp., Beneckea sp., dan Enterobacteria sp.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) PADA PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) hidayat pandu setiawan; Fia Sri Mumpuni; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i1.4197

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan tepung rimpang temulawak dengan dosis yang berbeda pada pakan ikan mas koki dilihat dari laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup. Waktu penelitian adalah dari bulan Januari sampai April 2020 di PT Arwana Indonesia, Cibubur, Cimanggis-Depok, Jawa Barat. Penelitian ini dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap berupa 4 perlakuan dosis temulawak K (kontrol), A (2,5%/kg pakan), B (5,0%/kg pakan), dan C (7,5%/kg pakan) dengan 3 kali ulangan. Benih ikan mas koki ditebar secara acak ke dalam 12 akuarium dengan kepadatan 20 ekor tiap akuarium dan ikan dipelihara selama 28 hari. Peneliti ingin mengukur laju pertumbuhan bobot spesifik, panjang spesifik, serta tingkat kelangsungan hidup. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh penambahan temulawak terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan mas koki dengan P<0,5. Laju pertumbuhan spesifik terbaik pada perlakuan B dengan dosis 5,0% (laju pertumbuhan bobot spesifik : 1,75±0,08 %/hari, laju pertumbuhan panjang spesifik : 0,90±0,04 %/hari). Penambahan temulawak pada pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,5) terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan mas koki yaitu dengan nilai 100% disetiap perlakuan.
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C PADA PAKAN BUATAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PLATY SANKE (Xiphophorus maculatus) rifa dwi aulia; Fia Sri Mumpuni; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i1.4198

Abstract

Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui dosis maksilam vitamin C (kontrol, 50 mg/kg pakan, 100 mg/kg pakan dan 150 mg/kg pakan.) yang dapat diberikan kepada ikan. Manfaatnya ialah sebagai penambah kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan platy terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Benih ikan platy memiliki panjang tubuh ikan 0,3 cm ± 1,26 berasal dari Fajar Aquatic Bogor, ditebar secara acak ke dalam 12 akuarium dengan kepadatan 60 ekor dan ikan dipelihara selama 28 hari. Parameter uji adalah laju pertumbuhan bobot spesifik, laju pertumbuhan panjang spesifik, efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin C berpengaruh secara nyata (P<0,5) pada kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan platy. Kinerja pertumbuhan (laju pertumbuhan bobot spesifik : 1,78±0.22 %/hari, laju pertumbuhan panjang spesifik : 0,67±0.10 %/hari) dan efisiensi pakan: 63,31± 10,46 terbaik terjadi pada perlakuan dosis vitamin C 150 mg/kg pakan. Penambahan vitamin C pada pakan tidak berpengaruh secara nyata (P>0,5) terhadap kelangsungan hidup ikan platy.Kata Kunci :penambahan vitamin C; ikan platy; kinerja pertumbuhan 
VARIABILITAS KONSENTRASI KLOROFIL-a DI PERAIRAN KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN DATA MODIS AQUA Dewi Merdekawati; Nurul Fatimah Yunita; Muhammad Usman
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i2.4554

Abstract

Chlorophyll-a is one of the important parameters in determining the amount of primary productivity in a waters. The purpose of this study was to examine the variability of chlorophyll-a in the waters of West Kalimantan. The data used is monthly and annual level 3 data for 5 years from 2016 – 2020 taken from the Aqua MODIS (Moderate-Resolution Imaging Spectroradiometer) satellite. The distribution of chlorophyll-a in the waters of West Kalimantan shows that the highest concentration value is found in coastal areas and the lowest in offshore waters. Meanwhile, the monthly distribution of chlorophyll-a showed that the highest concentration of chlorophyll-a was in August at 28.93 mg/m3 and the lowest was in December at 19.42 mg/m3.
PERKEMBANGAN EMBRIO DAN PERFORMA AWAL LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanennfeldii) Fitra Yani; Cahyanti W
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i2.4687

Abstract

This experiment was conducted from May 2021 – September 2021 at the Freshwater Fishery Germplasm Research Installation in Cijeruk, Bogor, West Java. This study aimed to determine the stages of embryonic development and early larval performance that occurred in Tengadak fish (Barbonymus schwanenfeldii). This experimental study used two female fish, two male fish, and anaesthetic drugs. Parameters observed included observation of embryos and early performance of squirrelfish larvae. The embryo data were analyzed in a qualitative descriptive manner with pictures of each egg development phase and then data on egg hatching time. The results showed that the early development of the embryo in trout generally includes cleavage stages, morula, blastula (blastoderm formation), gastrula (closure of the yolk sac), segmentation and hatching. The initial performance of the scorpion fish larvae reared at a temperature of 28oC showed an abnormality value of 5.7±2.5%. The average diameter of the egg yolks of the tee-fish was 39.42±4.41 µm, and the average initial length of the trout larvae was 18.46±1.32 µm.
EVALUASI COATING MATERIALS UNTUK MELINDUNGI BAKTERI PROBIOTIK PSEUDOALTEROMONAS PISCICIDA SELAMA PROSES MIKROENKAPSULASI DAN PENYIMPANAN DIAN EKA RAMADHANI; Lesmanawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i2.4688

Abstract

Disease is an obstacle in Pacific white shrimp culture that can cause economic losses. Probiotic bacteria Pseudalteromonas piscicida 1Ub RfR is able to improve the growth performance and immune responses of Pacific white shrimp and has the potential to be developed into dry products to make it more practical for use in the field. This study aims to obtain the best coating materials that can protect probiotic bacteria during the microencapsulation and storage process. This research was conducted in September-December 2020 at the Laboratory of Microbiology of IPB Sukabumi Campus and South-East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST). This research consists of 2 Chapters, Chapter 1 to obtain the best coating materials and Chapter 2 to obtain the best results after the microencapsulation process. Coating materials used in this study were whey protein and maltodextrin. The microencapsulation technique used is freeze drying and spray drying. The probiotic bacteria used was P. piscicida from Fish Health and Management Laboratory, Department of Aquaculture, FPIK IPB and was marked with rifampicin resistance (1Ub RfR). The research in Chapter 1 consisted of 4 treatments, including K (without coating material), A (single coating with whey protein), B (single coating with maltodextrin), and C (double coating with whey protein and maltodextrin). Furthermore, each treatment in Chapter 1 is continued for the microencapsulation process. The results showed that the treatment with double coating and encapsulated by freeze drying was the best probiotic products compared other treatments.
SINTASAN DAN PERFORMA PERTUMBUHAN GLASS EEL (Anguilla bicolor bicolor) YANG DIPELIHARA DENGAN INTENSITAS CAHAYA BERBEDA ERI SETIADI; Mulyana; Fajrian R A
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i2.4689

Abstract

Typical constraints on eel cultivation are high mortality and slow growth rates. The purpose of this study was to determine the best light intensity for the increase in the survival rate and growth of glass eel (Anguilla bicolor bicolor). This research was conducted at Multi-Species Hatchery (MSH) Environmental Technology Research Installation and Toxicology of Freshwater Aquaculture Cibalagung, Bogor City. The research design used is a Complete RandomIzed Plan (RAL) of four treatments and three replication. Treatment A (250 Lux), treatment B (500 Lux), treatment C (750 Lux), treatment K (Without light intensity). Glass eel is kept for 50 days. The parameters and data analyzed statistically include specific growth rate (SGR), absolute length growth, absolute weight growth and survival rate (SR). The data is analyzed using a variety analysis (ANOVA). If obtained, a significant result (P<0.05) is conducted Duncan multiple range test. In addition, water quality parameters (DO, temperature and pH) are descriptively analyzed. Based on the results of the experiment, light affects the growth of both length and weight. The optimal light intensity for long growth and weight loss, i.e. C (750 Lux) treatment, produces the highest value and differs markedly from the A (250 Lux), B (500 Lux) and K (No light intensity) treatments in absolute weight growth parameters (0.37± 0.01 g), the rate of growth of specific weights (1.76±0.01 % / day), the total length (1.8±0.14 cm) and the specific length growth rate (3.41±0.05 % / day). However, for the highest contention obtained in treatment K (without light intensity) with a value of 66%, the value produced a result that differed markedly from other treatments.
TINGKAH LAKU LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) YANG DIPELIHARA PADA SHELTER BERBEDA dudi lesmana; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i2.4690

Abstract

Efforts are being made to reduce the high rate of cannibalism by using shelters in their maintenance of cages. Shelters are needed as a hiding place for moulting of lobsters, as well as expanding the living area. The aims of this study was to determine the behavior of spiny lobster including the frequency of molting and the level of cannibalism. This research took place in July–October 2021, at the Vocational School, IPB University. The design used in this research was a completely randomized design (CRD) using 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study consisted of rearing of lobster with box-hole brick shelter (A), rearing of lobster with round hole brick shelter (B), rearing of lobster with pipe shelter (C) and rearing of lobster without shelter (K). The molting frequency of lobsters reared with box-hole shelters tended to be higher (60.0%) than other treatments but not significantly different (P>0.05). The percentage of cannibalism in lobsters reared without shelters / control (47.67%) tended to be higher than lobsters reared in batako shelters.
KARAKTERISTIK EKOLOGI MANGROVE DI KAWASAN SILVOAKUAKULTUR Muarif Muarif; Samun M
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i2.4691

Abstract

The development of mangrove by silvoaquaculture approach is an integrating between mangrove conservation and economic improvement of coastal communities by aquaculture production. The study aims to determine the ecological characteristics of mangroves in silvoaquaculture areas. The research locations include Karangsong, Brondong, and Pabean Ilir in Indramayu Regency and use a survey technique using the quadrant transect method. The silvoaquaculture pond area in Indramayu Regency has five types of mangroves, namely Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Rhizophora stylosa. Rhizophora mucronata is the dominant mangrove species. The best mangrove ecological conditions are found in empang parit and komplangan ponds, so based on the ecological characteristics of mangroves, it is recommended that the development of silvoaquaculture ponds use empang parit or komplangan type of pond.