cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
EVALUASI PENANGANAN CACING SUTERA Tubifex sp. DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMBENIHAN IKAN Andri Hendriana; Dian Eka Ramadhani; Cecilia Eny Indriastuti; Andri Iskandar; Nabilla Putri Endrassanto; Muhammad Fajar Rejcky
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL MINA SAINS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i1.5467

Abstract

Kendala dalam cacing sutera yaitu penanganan yang masih belum optimal sehingga ketersediaan untuk kegiatan pembenihan terhambat. Untuk itu perlu penanganan yang efisien, efektif dan ramah lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode penanganan cacing sutera yang terbaik untuk menunjang kinerja pembenihan ikan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapang Perikanan Sekolah Vokasi IPB. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan yang terdiri dari perlakuan dan penanganan cacing sutera. Penelitian perlakuan cacing terdiri dari 6 perlakuan yaitu A (cacing dengan plastik packing tertutup), B (cacing dengan plastik packing tertutup dan diberi oksigen 1:2), C (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambah air 2 cm), D (cacing dengan plastik packing tertutup ditambahkan air 2 cm dan oksigen 1:2), E (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambahkan es batu di dalam plastik), dan F (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambahkan es batu di luar plastik). Sedangkan penelitian penanganan cacing sutera terdiri dari 4 perlakuan yaitu G (penanganan cacing di wadah terbuka dan diberi air), H (penanganan cacing di wadah terbuka dan diberi aliran air sedikit), I (penanganan cacing di wadah terbuka dan ditambah air 2 cm), dan J (penanganan cacing di wadah terbuka diberi air 2 cm dan aerasi). Hasil penelitian perlakuan dan penanganan cacing sutera menunjukkan bahwa perlakuan D dan J menghasilkan biomassa rata-rata cacing 19,70±0,46 g dan 19,77±0,21 g. Sedangkan nilai SR tertinggi sebesar 98,67±2,31% dan 98,83±1,04%. Nilai terendah rata-rata biomassa pada perlakuan A sebesar 0,77±0,68 g dan 4,13±0,42 g sedangkan SR terendah sebesar 3,83±3,40% dan 20,67±2,08%. Nilai kualitas air parameter suhu sebesar 26,5-27,6°C dan nilai pH berkisar 7,7-8,0 pada semua perlakuan penelitian. Nilai kualitas air tersebut masih dalam standar untuk cacing sutera.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pada perlakuan D dan penelitian penanganan perlakuan J untuk cacing sutera merupakan perlakuan terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.
ESTIMASI NILAI EKONOMI DANAU SEBEDANG KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Beryaldi Agam; Dewi Merdekawati; Maryono; Nurul Fatimah Yunita; Reksi
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL MINA SAINS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i1.5555

Abstract

Pembangunan potensi sumber daya alam di Danau Sebedang diperlukan upaya-upaya untuk mengembangkan sistem pengelolaan potensi dan pemanfaatan sumber daya alamnya secara lebih bijaksana. Namun seberapa besar nilai ekonomi pengembangan kawasan Danau Sebedang belum dapat diketahui secara detail. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui estimasi seberapa besar nilai ekonomi Danau Sebedang. Penelitian ini dilaksanakan di Danau Sebedang selama bulan Januari sampai Mei 2021 penentuan lokasi ditentukan secara purposive (sengaja). Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling menggunakan metode sampling accident insidental merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Teknik pengumpulan data secara observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Analisis data menggunakan 1). Analisis deskriptif untuk mengidentifikasi potensi dan pemanfaatan sumber daya di Danau Sebedang; 2). Analisis valuasi ekonomi manfaat langsung dan manfaat tidak langsung dengan menggunakan metode ITCM (Individual Travel Cost Method) serta penentuan nilai ekonomi total dari penjumlahan nilai ekonomi pemanfaatan perikanan, pemanfaatan air baku, dan rekreasi danau. Hasil dari peneltian ini adalah potensi sumber daya alam Danau Sebedang dapat dimanfaatkan meliputi pemanfaatan kegiatan perikanan, pemanfaatan air baku, dan rekreasi danau. Nilai manfaat total Danau Sebedang sebesar Rp. 3.189.064.626,-  penjumlahan dari Nilai Ekonomi Perikanan (NEP) sebesar Rp. 235.480.626,-; Nilai Ekonomi Domestik (NED) sebesar Rp 756.864.000,-; dan Nilai Ekonomi Rekreasi Danau (NER) sebesar Rp.2.196.720.000,-.
PERFORMA REPRODUKSI INDUK DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA HASIL PEMIJAHAN IKAN TAWES (Barbonymus. gonionotus) DAN IKAN TENGADAK (Barbonymus. schwanenfeldii) Fia Sri Mumpuni; Irin Iriana Kusmini; putri maleka
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL MINA SAINS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i1.5589

Abstract

Reproduksi adalah kemampuan individu agar dapat menghasilkan keturunan guna melestarikan jenis dan kelompoknya menggunakan gamet jantan dan betina. Salah satu bagian dari aspek reproduksi yang dapat menentukan kelangsungan hidup dari suatu spesies adalah pemijahan. Hasil pemijahan dapatberpengaruh pada karakter reproduksi dalam membuahkan karakteristik ikan. Genus Barbonymus seperti ikan Tawes serta Ikan Tengadak adalah ikan konsumsi yang mempunyai potensi dan minat tinggi. Tujuan percobaan ini untuk melihat performa reproduksi dari pemijahan ikan Tawes dan ikan Tengadak sehingga memperoleh kualitas reproduksi yang kian baik padakelangsungan hidup. Ikan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu induk ikan Tawes dan ikan Tengadak. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) melalui 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam percobaan ini : P1 (Tawes ♀ x Tawes ♂), P2 (Tawes ♀ x Tengadak ♂), P3 (Tengadak ♀ x Tawes ♂) dan P4 (Tengadak ♀ x Tengadak ♂). Data yang diamati meliputi Fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, kelangsungann hidup larva dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila diperoleh hasil berpengaruh nyata (P<0,05) dilakukan uji wilayah ganda Duncan. Fekunditas dan parameter kualitas air (DO, suhu dan pH) dianalisis secara deskriptif. Hasil percobaan menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata pada derajat pembuahan, derajat penetasan, dan keberlangsungan hidup. Hasil pemijaahan terbaik dihasilkan oleh Tengadak (♀) x Tengadak (♂) berdasarkan derajat pembuahan serta derajat penetasan. Sedangkan kelangsungan hidup terbaik dihasilkan oleh Tengadak (♀) x Tawes (♂).
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) DENGAN PENAMBAHAN DOSIS PROBIOTIK YANG BERBEDA Bella Shinta; Mulyana; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL MINA SAINS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i1.5617

Abstract

Ikan bawal bintang menjadi komoditi yang diunggulkan pada budidaya air laut Indonesia selain ikan kerapu dan kakap putih. Penambahan probiotik dapat menambah pertumbuhan dan efiensi pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik EM-4 (Effective Microorganism-4) dengan dosis yang berbeda terhadap benih ikan bawal bintang. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-September 2021 dengan masa percobaan 25 Maret-25 April 2021. Rancangan percobaan menggunakan  rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, Perlakuan meliputi K (kontrol), PB30 (30 mL probiotik/kg pakan), PB40 (40 mL probiotik/kg pakan), dan PB50 (50 mL probiotik/kg pakan). Ikan bawal bintang yang digunakan berukuran panjang 4 cm dan bobot 2,24-2,28 g.  Parameter uji yaitu laju pertumbuhan bobot spesifik (LPBS), pertumbuhan bobot mutlak (PBM), laju pertumbuhan panjang spesifik (LPPS), pertumbuhan panjang mutlak (PPM), dan kelangsungan hidup. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, apabila berbeda nyata diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dengan dosis berbeda berpengaruh secara nyata (P<0,5) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup bawal bintang. Kinerja pertumbuhan (LPBS 3,3413±0,030%/hari, LPPS 2,2513±0.020%/hari, PBM 3.57±0.41 g, dan  PPM 3.51±0.43 cm) terbaik terjadi pada perlakuan PB50 dengan pemberian dosis probiotik 50 mL/kg pakan.
KINERJA PRODUKSI BENIH IKAN KORIDORAS (Corydoras sterbai) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA Dinda Wahyu; Mulyana; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL MINA SAINS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i1.5618

Abstract

Ikan Corydoras sterbai memiliki permintaan pasar yang tinggi akan tetapi masih diproduksi dengan kepadatan rendah sehingga produksinya rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kinerja produksi benih ikan Corydoras sterbai dengan padat tebar berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Agustus 2021, masa percobaan 28 hari pada 11 Maret 2021 sampai 07 April 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan padat tebar (4 ekor/L, 6 ekor/L, 8 ekor/L, dan 10 ekor/L) dan 3 kali ulangan. Ikan uji adalah benih ikan Corydoras sterbai berukuran panjang rata-rata 2 cm dan bobot 0,24 g-0,28 g yang berasal dari Dinda Aquatic. Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 20x20x20 cm3, diberi pakan cacing sutra secara ad libitum. Data penelitian diuji menggunakan analisis ragam (ANOVA), antar perlakuan yang berbeda nyata diuji lanjut dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Parameter uji meliputi laju pertumbuhan bobot spesifik, laju pertumbuhan panjang spesifik, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan padat tebar berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan bobot spesifik, laju pertumbuhan panjang spesifik dengan hasil perlakuan A, B, dan C tidak berbeda nyata, namun berbeda nyata dengan perlakuan D. Efisiensi pakan dengan hasil perlakuan A, B tidak berbeda nyata, namun berbeda nyata dengan perlakuan C dan D. Padat tebar tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan Corydoras sterbai.
PENGARUH SUHU INKUBASI YANG BERBEDA TERHADAP DAYA TETAS DAN KELANGSUNGAN HIDUP TELUR IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Suhada Suhada; Fia Sri Mumpuni; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL MINA SAINS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i1.5619

Abstract

Ikan tengadak merupakan jenis ikan lokal asli Indonesia yang didomestikasi lima tahun yang lalu, produksi ikan tengadak yang ada di Indonesia saat ini masih mengandalkan hasil tangkap dari alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu inkubasi telur terbaik terhadap derajat pembuahan, derajat penetasan, lamanya waktu penetasan dan kelangsungan hidup ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, ⦃perlakuan A (Kontrol), perlakuan B (24℃), perlakuan C (26℃), perlakuan D (28℃)⦄ dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi derajat pembuahan, derajat penetasan, lama waktu penetasan dan tingkat kelangsungan hidup. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, dan apabila diperoleh hasil berpengaruh nyata (P<0,05) dilakukan uji jarak berganda Duncan. Parameter kualitas air (DO, suhu dan pH) dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan suhu inkubasi tidak berpengaruh nyata terhadap derajat pembuahan. Derajat pembuahan perlakuan A 88,67±9,5%, perlakuan B 84,33±4,75%), perlakuan C 95,33±4,0%  dan perlakuan  D  97,00±2,0%. Derajat penetasan perlakuan A 86,81±4,19%,  perlakuan B 80,17±2,43%, perlakuan C 83,32±16,97%  dan perlakuan D 94,17±4,87%. Perbedaan suhu inkubasi terhadap lama waktu penetasan dan tingkat kelangsungan hidup menunjukkan hasil yang berbeda nyata antar perlakuan. Lama waktu penetasan pada perlakuan D 19,03±0,07 jam, perlakuan C 23,24±0,03 jam, perlakuan B 47,08±0,12 jam dan perlakuan A (Kontrol) 71,07±0,05 jam. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan tengadak yaitu perlakuan A (kontrol) 63,21±2,75%,  perlakuan B 79,30±0,23%,  perlakuan C  85,14±4,73%  dan perlakuan D 93,42±0,35%. Kata kunci:   Derajat penetasan, lama waktu penetasan, suhu, tengadak, tingkat kelangsungan hidup
ANALISA JUMLAH PRODUKSI GARAM YANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GEOISOLATOR DI KABUPATEN BIMA SELAMA TAHUN 2016 - 2021 Nurul Fatimah Yunita; Dewi Merdekawati; Beryaldi Agam
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i2.6553

Abstract

Bima district is a biggest salt producer in West Nusa Tenggara Province. In the salt  process production in this region, one of the method used is geoisolator technology. So that the purpose of this research is to analyze the amount of salt production that used geoisolator technology. The data were used are the data for 2016 – 2021. The result show that the centered of salt production using geoisolator technology located in sub district Bolo, Lambu, Woha and Palibelo. The highest production is in Sanolo sub district with the amount of production is 62526,37 Ton and the lowest production is in Pali Belo sub district with the amouth of production is 4698,4 Ton. Furthermore on the overall annual data, show that the production in 2016 is the lowest  and the highest production can be seen in 2020 with the amount of  36628,7 Ton.
APLIKASI KULIT LABU Curcubitaeae sp. SEBAGAI SUMBER STIMULASI UNTUK PROSES NITRIFIKASI DAN DENITRIFIKASI DI LINGKUNGAN BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Yuni Puji Hastuti; Muhammad Saifuddin; Eddy Supriyono; Wildan Nurussalam; Dudi Lesmana; Andri Hendriana; Ima Kusumanti
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i2.7018

Abstract

Aplication of pumpkin skin flour Curcubitae sp. to improve of the water quality performance and support shrimp Litopenaeus vannamei growth, it necessary to do an analysis. Pumpkin skin Curcubitae sp. as a source of stimulants needed by bacteria to survive in the nitrification denitrification processes in aquaculture as an alternative to environmental friendly with bioremediation system evaluation. Its mesophilic nature and a organic ions source for bacterial growth. Pumpkin skin can support the growth and activity of nitrifying denitrifying bacteria in the environment. This study aims to determine the best of dose of pumpkin skin as a biostimulator of nitrifying denitrifying bacteria growth. The treatments used were pumpkin doses of 0%, 2%, 4%, 6% for 20 L culture water. Giving pumpkin flour can improve the performance of abundance and activity of nitrification denitrification bacteria. The activity of nitrifying bacteria can be seen from the presence of ammonia value which is relatively more stable compared to other treatments. The best oxidation of ammonia in 6%, and reduction nitrite in the 4% treatments. The treatment of 4% was effective in maintenance for 30 days which could maintain the stability of water quality and increase the growth of vaname shrimp.
PERKEMBANGAN EMBRIO DAN PERFORMA AWAL LARVA IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) Wahyulia Cahyanti; Fia Sri Mumpuni; Salman Hijran Maulidie; Otong Z Arifin
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i2.7020

Abstract

The research was carried out from November 2021 to January 2022, and the trial period from November 1 to November 12, 2021 at the Germplasm Research Installation for Freshwater Fisheries in Cijeruk, Bogor, West Java. This study aims to determine the embryonic development and early performance of Tawes fish (Barbonymus gonionotus) larvae. This experimental study used 2 male tawes broodstock, 2 female brood fish, and anesthetic drugs. Parameters observed included observation of embryos and early performance of Tawes larvae. The embryo data were analyzed in a qualitative descriptive manner with pictures of each phase of egg development and followed by data on egg hatching time. The results showed that the early embryonic development of Tawes fish generally includes the stages of egg division, morula, blastula, gastrula, segmentation and hatching. The initial performance of Tawes larvae reared at 28oC showed abnormality values ​​of Tawes fish of 5.78±1.52%, average egg diameter of 1.02±0.04 mm, average initial length of larvae of 7.28±0.55 mm.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDIKATOR PENENTUAN KELAYAKAN DAN KESESUAIAN LOKASI PEMBANGUNAN PULAU KECIL BERBASIS SISTEM SOSIAL-EKOLOGI Yudi Wahyudin; Mahipal; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i2.7021

Abstract

Small island development requires a targeted approach so that it can be carried out according to the characteristics of the small island's social-ecological system. This study aims to identify the factors that influence the feasibility assessment indicators and the suitability of small island development sites based social-ecological system. The study was conducted using a survey approach to 24 experts in their respective fields who have relevance to the development of small islands in Indonesia. The results showed that there were 24 factors that could affect the indicators of the feasibility assessment and the suitability of the small island development location. Natural resources and ecosystems, facilities, human resources, accessibility, tourist sites, local wisdom, island governance, clean water, security, social capital, carrying capacity, and strategic position are the 12 most influential factors. Based on the priority analysis of SSE components, the most influential on the feasibility and suitability of small island development sites based on social-ecological systems are small island resources (1.00), associated small island ecosystems (0.81), small island users (0.60), socio-political-security-sovereignty (0.26), small island infrastructure (8.01%), and small island infrastructure providers (0.21). These factors and the level of influence of the SSE component are expected to be input in determining the indicators of feasibility and suitability of small island development sites based on social-ecological systems.