cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL TAMBAK IKAN BANDENG (Chanos chanos) SISTEM SILVOAKUAKULTUR Tedi Tedi; W Nahraeni; Muarif Muarif
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.485 KB) | DOI: 10.30997/jms.v6i1.2739

Abstract

Sistem silvoaquaculture adalah bentuk budidaya ikan terintegrasi dengan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan non finansial serta sensitivitas budidaya bandeng yang dioperasikan dalam sistem silvoaquaculture. Tiga puluh responden diambil dengan menggunakan metode purpossive sampling dari 3 pola tambak yaitu empang parit, komplangan, dan kao-kao. Data dilakukan analisis statistik deskriptif dan kriteria penilaian investasi. Hasil analisis non finansial menunjukkan bahwa sistem budidaya ini memberikan dampak positif termasuk melestarikan keberadaan hutan mangrove, mengurangi kebutuhan pakan, menciptakan lapangan kerja, menjaga keseimbangan ekosistem, menjaga permintaan tinggi untuk bandeng, dan menghindari harga jual yang fluktuatif. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa silvoakuakultur pada 3 tipe tambak layak. Tipe empang parit ditemukan memiliki nilai NPV Rp. 21.420.887, IRR 14%, PI 1.30 dan DPP 9 tahun 6 bulan. Tipe komplangan memiliki nilai NVP Rp. 17.750.211, IRR 13%, PI 1.23, dan DPP 9 tahun 7 bulan. Tipe tambak Kao-kao memiliki nilai NVP Rp. 12.754.548, IRR 11,76%, PI 1,16, dan DPP 9 tahun 9 bulan. Hasil uji sensitivitas dalam 3 pola menunjukkan bahwa penurunan tingkat produksi dan harga jual maksimum adalah masing-masing 50,69, 36,58, dan 24,8%. Kenaikan maksimum harga benih masing-masing adalah 271,80, 173,50, dan 213,25%. Variabel yang paling sensitif mempengaruhi nilai NVP adalah penurunan tingkat produksi dan harga jual bandeng. Dari sudut pandang keuangan, petani disarankan untuk menerapkan tipe tambak empang parit karena memiliki kriteria penilaian investasi tertinggi. Sementara itu, dari sudut pandang lingkungan, tipe kao-kao lebih baik. Untuk menghilangkan risiko penurunan tingkat produksi, teknologi bioflock dapat diterapkan sesuai dengan pedoman Best Management Practices (BMP). Untuk mengantisipasi penurunan harga jual bandeng, disarankan agar petani mendapatkan akses ke informasi pasar dan mengatur sesi produksi mereka dengan baik.
NATURAL FEEDING OF SLUDGE WORMS (Tubifex sp.) WITH DIFFERENT FEEDING RATE ON GROWTH AND SURVIVAL RATE OF CTENOPOMA (Ctenopoma acutirostre) FISH SEEDS muhammad atilah setiawan; muarif muarif; fia sri mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.321 KB) | DOI: 10.30997/jms.v5i2.2357

Abstract

The aim of this study was to determine the growth and survival rate of Ctenopoma fish seeds. This study used a completely randomized design with 3 treatments and 3 replications. The treatment in this study was a different feeding rate using natural feed of Tubifex sp  namely A (8%), B (10%), and C (12%) ). The test fish used was Ctenopoma fish seeds with an initial length of 2.40 ± 0.10 cm and an initial weight of 0.32 ± 0.05 g. Fish seeds are cultivated  for 28 days with feeding frequency twice a day. The results of research showed that the use of different feeding rate had an significantly different (P<0.05) on the specific growth  rate and absolute length growth with the best results in the treatment C. The survival rate was not significantly different between treatments (P>0.05). Key Words: Ctenopoma, feeding rate, growth, survival rate 
PENGARUH PERLAKUAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP WAKTU PENETASAN, DAYA TETAS TELUR DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BRUSHMOUTH ALBINO (Ancistrus cirrhosus) Dinna Yuliani; Fia Sri Mumpuni; Muarif Muarif
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.011 KB) | DOI: 10.30997/jms.v6i1.2730

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh suhu inkubasi terhadap waktu penetasan, derajat penetasan telur, serta derajat kelangsungan hidup larva pasca pemaparan suhu pada proses penetasan (suhu air 25-26oC). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan suhu inkubasi berbeda dan 3 kali ulangan. Perlakuan meliputi A kontrol dengan perlakuan suhu ruang (suhu air 25-26oC), perlakuan B dengan perlakuan suhu 28oC, perlakuan C dengan perlakuan suhu 31oC. Berdasarkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) (P<0,05) perlakuan C yang menetas selama 92,23 jam (3 hari 20 jam) dan B yang menetas selama 93,29 jam (3 hari 21 jam) tidak menunjukan perbedaan yang nyata diantara keduanya, namun berbeda nyata dengan perlakuan A yang menetas selama 95,50 jam (3 hari 23 jam). Derajat penetasan telur berdasarkan uji BNT menunjukan perbedaan yang nyata di setiap perlakuan, dimana perlakuan A menghasilkan nilai tertinggi sebesar 95,56% dan perlakuan C dengan nilai terendah sebesar 66,67%. Derajat kelangsungan hidup larva berdasarkan uji analisis ragam (ANOVA) (P<0,05) hasil dari masing-masing perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap perbedaan suhu pasca inkubasi.
APPLICATION OF CRISPR ACTIVATION (CRISPRa) SYSTEM TO ZEBRAFISH (Danio rerio) GENES Rizka Rahmana Putri
JURNAL MINA SAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.947 KB) | DOI: 10.30997/jms.v5i2.2358

Abstract

CRISPR activation system is part of the function of CRSPR/Cas9 which is used to manipulate certain genes by activating these genes. CRISPR activation utilizes dCas9 (dead-Cas9) or Cas9 which is deactivated as DNA scissors, so that the use of Cas9 for gene activation does not cause targeted DNA chain termination. This research that uses this CRISPR activation is applied to the zebrafish gene (Danio rerio) aims to determine the mRNA level of the targeted gene. In this study, the ASCL1a and BCL6a genes from zebrafish were targeted as the object of study. The results showed that genes from zebrafish that were targeted had an increase in mRNA levels after being activated using CRISPR activation system. Keywords: CRISPR activation system (CRISPRa), zebrafish (Danio rerio), dCas9, ASCL1a gene, BCL6a gene
INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Wahyu Hidayat; Mulyana Mulyana; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.329 KB) | DOI: 10.30997/jms.v6i1.2735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan inventarisasi jenis dan prevalensi ektoparasit pada benih ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) yang dibudidayakan di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil benih ikan lele Sangkuriang dari 10 pembudidaya ikan lele Sangkuriang di KecamatanCiawi, yang tersebar di Desa Pandan Sari, Desa Jambuluwuk dan Desa Bojongmurni. Dari setiap pembudidaya ikan diambil sample sebanyak 10 ekor/kolam. Lendir, insang dan sirip ikan uji diperiksa dibawah mikroskop binokuler dan jenis ektoparasit diidentifikasi menggunakan buku kunci identifikasi parasit ikan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ektoparasit yang menginfeksi benih ikan lele Sangkuriang yang berasal dari Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor adalah Trichodina sp., Dactylogyrus sp., dan Vorticellasp. Prevalensi masing-masing ektoparasit adalah Trichodina sp. 11- 41%, Dactylogyrus sp. 5-38% dan Vorticella sp. 0-20%.
EFFECTIVENESS OF DEVELOPMENT PROGRAMME IMPLEMENTATION MINAPOLITAN SEAWEED CULTIVATION IN DISTRICT PINRANG Beryaldi Agam
JURNAL MINA SAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.193 KB) | DOI: 10.30997/jms.v5i2.2359

Abstract

Minapolitan program policy implementation should be carried out effectively in accordance with predetermined rules because it determines the success of a program. This study aimed to analyze the effectiveness of the implementation of the development program Minapolitan seaweed farming in Pinrang in terms of output and outcome Program. This type of research is research survey using descriptive data analysis of qualitative and quantitative through the analysis of the Likert scale (the assessment criteria very effective = 4, effective = 3, less effective = 2, and Effective = 1) to measure the level of effectiveness by looking at the achievements of the program output minapolitan namely the addition of facilities, infrastructure additions, business improvement, increase in the fishing industry, the increased contribution of all stakeholders, improving the quality and quantity of human resources, and increase the number of skilled group. Outcome programs, namely the increase in production and marketing, income generation, capital raising and investment, and employment. Based on the results showed that the accumulation table computed values overall average variable rate of effectiveness of program implementation minapolitan is 2.33 Effective in the category. However, some indicator variables that are in the category of effective unless the variable addition of the fishing industry is in the category of less effective with 1.73 value it is necessary to increase the efficiency, effectiveness, and accountability of program performance minapolitan all levels based on the rules that apply. Keywords: Effectiveness, Implementation, Minapolitan Program, Seaweed
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN CACING SUTERA (Tubifex sp.) DAN Daphnia sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Oktoviandy Eka Surya Prasetya; Muarif Muarif; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.105 KB) | DOI: 10.30997/jms.v6i1.2732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutera dan Daphnia sp. terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2019 – Oktober 2019, bertempat di PT. Arwana Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.. Penelitian ini menggunakan larva ikan lele sangkuriang dengan 2 perlakuan yang berbeda dengan 5 kali ulangan. Sebagai perlakuan adalah A (pemberian Daphnia sp. pada 3 hari pertama pemeliharaan dilanjut cacing sutera) dan B (pemberian cacing sutera). Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan meliputi pengukuran panjang total dan berat bobot ikan. Hasil penelitian menunjukan perubahan pada laju pertumbuhan ikan pada hari ke-14 terlihat selama pengukuran laju pertumbuhan bertambah pada perlakuan A dan B. Pengukuran laju pertumbuhan bobot dan panjang terbaik pada perlakuan B dengan nilai rata-rata sebesar 23,56% dan 1,8 cm. Sedangkan untuk tingkat kelangsungan hidup terbaik pada perlakuan A yaitu rata-rata yang didapatkan sebesar ± 83,20%. Kualitas air yang didapatkan selama penelitian yaitu, suhu 24-27oC, pH 8,4-8,7, DO 9,7-15,2mg/L, NH3 0,00-0,20 mg/L, dan NO2 <0,3-1,6 mg/L.
ECONOMIC VALUE AND RICE-FISH PACET RAP BANDUNG Nindya dendrania fitra; kastana sapanli
JURNAL MINA SAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.735 KB) | DOI: 10.30997/jms.v5i2.2355

Abstract

Pacet Subdistrict is one of the areas in Bandung Regency that applies the concept of Rice-fish farming. Rice-fish farming uses some different inputs with monoculture farming because this farming requires more production factor costs. Various aspects can be reviewed in research on rice-fish farming, especially economic aspects because it is very closely related to community welfare and ecological benefits. The potential of rice-fish farming has been widely studied, but the analysis of income and sustainability status of the farm is not known more detailed yet. Therefore, this study aims: (1) Analyzing the patterns of rice-fish farming, (2) Analyzing the income of rice-fish farming in Pacet Subdistrict, Bandung Regency, and (3) Knowing the value of the sustainability index of rice-fish farming in Pacet Subdistrict, Bandung Regency. The methods that used in this study are descriptive analysis, income analysis, and Multi-Dimensional Scaling (MDS). The results showed that the rice-fish farming pattern basically had similarities with monoculture farming, but one of the different is in the land processing process which consists of making caren activities for living fish. The receipts earned on rice-fish farming are Rp 21.716.560,0 per hectare per planting season. Rice-fish farmers earn income from cash costs with a value of Rp 9.180.524,1 and income from total costs Rp 7.888.605,6. The value of the R/C ratio for cash costs is 1,73 and R/C for total costs is 1,57. The sustainability index of rice-fish farming is 54,88 which indicates a fairly sustainable status.Keywords: MDS, income, farming pattern, rap rice-fish, rice-fish farming
THE EFFECT OF Spirulina platensis FLUOR SUPPLEMENTATION TO ARTIFICIAL FEED ON INCREASING OF GOLDFISH (Carassius auratus) COLOR QUALITY fitriyani gumilarsah; mulyana mulyana; fia sri mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.354 KB) | DOI: 10.30997/jms.v5i2.2360

Abstract

The experimental research was carried out on October 2018 at The Fisheries Laboratory, Djuanda University, Bogor. The research is aimed to know the effect of Spirulina platensis fluor supplementation to artificial feed on increasing of goldfish color quality. The experimental research used completely randomized design with 4 treatments and each 3 replications. The treatments are A (Control), B (the supplementation of Spirulina platensis fluor with a dose of 3 %/1 kg  of artificial feed), C (the supplementation of Spirulina platensis fluor with a dose of 6 %/1 kg  of artificial feed), dan D (the supplementation of Spirulina platensis fluor with a dose of 9 %/1 kg  of artificial feed). The increasing of color quality and the survival rate of goldfish has been evaluated. The results of research showed that the fish color changes on the thirteenth day began to look thick and bright. The best dose is obtained in treatmens C and D. The survival rate of 100 % in all treatments. Key words : Color quality, Goldfish, Spirulina platensis, survival rate
KEPADATAN BAKTERI PADA MEDIA PEMELIHARAAN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DENGAN SISTEM BIOFLOK DAN PENAMBAHAN PROTEIN YANG BERBEDA Arif Wijaya Rahman; Muarif Muarif; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.086 KB) | DOI: 10.30997/jms.v6i1.2736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menganalisis kepadatan bakteri di dalam sistem bioflok pada pemeliharaan ikan Gurami. Ikan uji yang digunakan adalah ikan Gurami yang berukuran 5-7 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan dengan perlakuan A (Penambahan molase C/N rasio 12 dan pakan berprotein 17%) dan B (tanpa pemberian molase dan pakan berprotein 30%). Ikan dipelihara selama 45 hari dan diberi pakan pelet komersil 2 kali sehari setiap jam 08.00 dan jam 16.00 WIB. Parameter yang diamati meliputi kepadatan bakteri dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan bioflok tidak memberikan pengaruh yang nyata antar perlakuan (P>0,05) terhadap kepadatan bakteri dalam sistem bioflok. Kualitas air (suhu, pH dan oksigen terlarut) selama penelitian masih dalam batas toleransi budidaya ikan. Hasil identifikasi bakteri yang dominan dalam perlakuan bioflok adalah Bacillus sp., Enterococcus sp., Acinetobacter sp. dan Micrococcus sp., sedangkan bakteri dominan pada perlakuan tanpa bioflok adalah Micrococcus sp., Enterococcus sp., Acinetobacter sp. dan Bacillus sp.

Page 11 of 18 | Total Record : 176