cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
COST ANALYSIS OF BENEFITS AND ECOLOGICAL SOCIAL SYSTEM GREEN SHELL CULTIVATION IN SERANG CITY Arwa inas shafiya; kastana sapanli
JURNAL MINA SAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.898 KB) | DOI: 10.30997/jms.v5i2.2356

Abstract

Mussels are included as part of aquaculture leading commodities in Banten Province. Green mussel is one of the mussels that has been cultivated in Banten, especially in Serang City. The purposes of this research are to analyze feasibility comparison based on differences in cultivation methods, analyze connectivity of social ecological systems (SES) in green mussel cultivation, and formulate solutions to develop a good and sustainable green mussel cultivation in Serang City. The analytical methods are analysis of cost-benefit, and descriptive based on the link in the SES. The results show that stake method is more feasible based on cost-benefit analysis indicators. The problems found based on connectivity in SES subsystems of green mussel cultivation in Serang City are there is sediment that can obstruct green mussel growth on the site, disposing of garbage in the sea, conflicts between cultivators and fishermen, the coaching without further monitoring yet, no waste processing technology, and no accomodation from the city government related to cultivation components. The Recommendations that can be given are the need to dredge and study the condition of sea location, giving education about the condition of sea environmemt, doing arrangement of sea zonation rules, monitoring the implementation of coaching results, giving accomodation with guidance related to the processing of production waste, and subsidies cultivation components by the city government.Key words: analysis of cost-benefit, green mussel, marineculture, social ecological system, policy
RASIO KONVERSI PAKAN DAN MORTALITAS IKAN BANDENG YANG DIBUDIDAYA PADA TAMBAK SILVOAKUAKULTUR Rifky Pujautama; Muarif Muarif; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.937 KB) | DOI: 10.30997/jms.v6i1.2733

Abstract

Silvoakuakultur merupakan model budidaya ikan yang sejalan dengan pelestarian mangrove. Tujuan penelitian ini untuk mengetaui rasio konversi pakan dan mortalitas ikan bandeng pada tiap jenis tambak silvoakuakultur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019-Maret 2020 di Desa Karangsong, Pabean Ilir, dan Brondong Kabupaten Indramayu. Metode penelitian ini menggunakan teknik survei dengan pengambilan sampel secara purposive. Data Rasio Konversi Pakan dan Mortalitas diperoleh melalui wawancara dengan pembudidaya ikan tambak silvoakuakultur menggunakan kuisioner. Pada data rasio konversi pakan dan mortalitas dilakukan analisis ragam dan uji DMRT. Kualitas air diamati pada musim penghujan dan kemarau secara insitu. Nilai rasio konversi pakan pada tambak silvoakuakultur berkisar antara 1,43-2,11. Rasio Konversi Pakan ikan bandeng pada tipe tambak silvoakuakultur yang berbeda (empang parit, kao-kao, dan komplangan) secara statistik menunjukkan tidak berbeda nyata. Mortalitas ikan bandeng pada tambak silvoakuakultur berkisar antara 42,50-60,44%. Nilai mortalitas ikan bandeng pada tambak silvoakuakultur menunjukkan berbeda nyata antar tipe tambak. Tambak empang parit memiliki mortalitas ikan bandeng tertinggi. Keberadaan predator yang berasal dari mangrove menyebabkan tambak empang parit dan komplangan memiliki mortalitas ikan bandeng yang lebih tinggi dibanding tambak kao-kao. Kualitas air pada seluruh tambak silvoakuakultur berada pada kisaran yang layak untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan bandeng.
DAMPAK RELOKASI PASAR TERHADAP EKONOMI PEDAGANG IKAN (STUDI KASUS: PASAR IKAN MODERN MUARA BARU, DKI JAKARTA) Muthia Virna Yasmin; Kastana Sapanli
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v6i2.3133

Abstract

Rencana  pemerintah dalam mempercepat pembangunan industri perikanan nasional membuat pemerintah membangun pasar ikan modern di Muara Baru yang menyebabkan pedagang ikan PPI Muara Baru direlokasi ke pasar tersebut. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi fisik ekonomi pedagang ikan sebelum dan setelah direlokasi, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan pedagang ikan untuk direlokasi, menganalisis  perbandingan kondisi ekonomi pedagang ikan sebelum dan sesudah relokasi serta menganalisis sistem kelembagaan di PIM Muara Baru. Metode yang digunakan adalah analisis deksriptif, analisis regresi logistik, analisis pendapatan, dan analisis kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi menyebabkan perubahan kondisi fisik ekonomi pada pedagang ikan seperti keanggotaan KUSUKA, kondisi lingkungan, keadaan pasar, jumlah tenaga kerja (anak buah), total berat ikan dan jumlah penyewaan bak. Faktor- faktor yang mempengaruhi kesediaan pedagang ikan untuk direlokasi yaitu bantuan pemerintah, kondisi lingkungan, serta koordinasi antara pemerintah dan pedagang ikan dalam rencana relokasi Perubahan kondisi ekonomi yang terjadi kepada pedagang ikan yaitu berupa penurunan pendapatan sebesar Rp 86.707.566.000 per bulan dengan persentase sebesar 61%. Terdapat tiga aturan main dalam pengelolaan PIM Muara Baru antara lain, pengelolaan pasar ikan modern; penyewaan dan tarif lapak; dan pembangunan pasar ikan modern. 
DAMPAK KENAIKAN HARGA JUAL BBM JENIS SOLAR TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN TANGKAP GALESONG UTARA Maryono Maryono; Hamzah Hamzah; Amiluddin Amiluddin
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v6i2.3142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kenaikan harga bahan bakar (BBM) terhadap kondisi sosial nelayan tangkap motor tempel. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survei. Lokasi penelitian terdiri atas 5 desa yaitu, Desa Aeng Batu-Batu, Desa Bontolebang, Desa Tamalate, Desa Tamasaju, dan Desa Bontosunggu. Teknik sampling yang digunakan ialah Simple Random Sampling ialah teknik pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak bebas karena populasi dianggap homogen. Sebanyak 50 responden yang menjadi subjek penelitian yang terdiri dari 8 orang nelayan alat tangkap Pancing Rinta’, 11 orang nelayan alat tangkap Rakkang-rakkang, 6 orang nelayan alat tangkap Pancing Rawai, 10 orang nelayan alat tangkap Pukat, 11 orang nelayan alat tangkap Jaring Hanyut dan 4 orang nelayan Pancing Cumi-cumi. Analisi data yang digunakan ialah analisis penerimaan, analisis pengeluaran, analisis pendapatan, analisis proporsi bahan bakar minyak terhadap total biaya, analisis pendapatan rumah tangga dan analisis pengeluaran rumah tangga. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak berdampak terhadap aktivitas usaha trip penangkapan dan jumlah tangkapan, tetapi berdampak pada harga jual ikan rata-rata naik 13%, biaya operasional rata-rata naik 27.51% dan proporsi BBM terhadap total biaya rata-rata naik 4.99%. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak terhadap ekonomi rumah tangga yang mengalami peningkatan pengeluaran 12.37% sedangkan pendapatan rumah tangga juga mengalami penurunan 15.23%.
PENGARUH PADAT TEBAR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BOTIA INDIA (Botia lohachata) PADA WADAH YANG BERSHELTER Dzukran Fauzan; Fia Sri Mumpuni; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v6i2.3243

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui padat penebaran berbeda terhadap pertumbuhan ikan Botia lohachata menggunakan shelter. Kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang, pertumbuhan bobot, dan penggunaan pakan diamati selama 21 hari pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi 1 (padat tebar 2 ekor menggunakan shelter 2 tingkat), 2 (padat tebar 3 ekor menggunakan shelter 2 tingkat), dan 3 (padat tebar 4 ekor menggunakan shelter 2 tingkat). Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang nyata (P<0,05) pada pengamatan tingkat kelangsungan hidup serta pada pengamatan efisiensi pakan, dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi ikan dengan nilai 84,33% dan terendah 77,77%. Nilai efisiensi pakan pada ikan botia mengalami hasil yang tidak berbeda nyata. Hasil analisis ragam memperlihatkan perlakuan perbedaan padat tebar pada ikan Botia lohachata menggunakan shelter mempengaruhi pertumbuhan ikan. 
PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) PADA TAMBAK SILVOAKUAKULTUR DI KABUPATEN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT Tb Dinar Jantia; Muarif Muarif; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v6i2.3263

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan ikan bandeng di tambak silvoakuakultur dan non silvo dengan tipe tambak yang berbeda, serta untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan bandeng di tambak silvoakuakultur dan non silvoakuakutur. Pengumpulan data dimulai bulan Mei sampai Agustus 2019 di Desa brondong, Pabean Ilir, dan Karangsong Kabupaten Indramayu. Metode penelitian ini menggunakan teknik survei dengan pengambilan sampel secara purposive. Data penelitian diperoleh melalui survey (wawancara/kuisioner). Pengambilan sampel pembudidaya ikan meggunakan teknik purposive sampling. Data pertumbuhan dianalisis menggunakan sidik ragam dan DMRT. Kualitas air diukur secara (insitu). Pertumbuhan ikan bandeng antar tipe tambak silvoakuakultur berbeda nyata dan nilai tertinggi terdapat pada tambak empang parit memiliki ( 348,00 g). Pertumbuhan ikan bandeng pada tambak  non silvoakuakultur berbeda nyata dengan tambak silvoakuakultur tipe empang parit, akan tetapi tidak berbeda nyata dengan tambak silvoakuakultur tipe kao kao dan komplangan. Kualitas air seluruh tambak masih dalam kisaran yang layak.
RESPON GLUKOSA DARAH DAN HEMOGLOBIN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) TERHADAP MEDIA PEMELIHARAAN BERSALINITAS 0, 3, 6, DAN 9 PPT Moh. Yunus; Muarif Muarif; Nunak Nafiqoh
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v6i2.3299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas berbeda terhadap benih ikan gurame (Osphronemus gouramy) dengan mengukur kadar hemoglobin dan glukosa darah. Ikan yang diuji adalah ikan gurame dengan bobot 50± 10 gram/ekor. Pemeliharaan dilakuakn selama 30 hari dengan pemberian pakan 2 kali sehari secara at satiation. Rancangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A salinitas 3 ppt, B salinitas 6 ppt, C salinitas 9 ppt dan salinitas 0 ppt sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah kadar glukosa darah, hemoglobin dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan salinitas memberi pengaruh yang berbeda (p<0,05) terhadap glukosa darah dan hemoglobin ikan, dengan nilai tertinggi pada perlakuan C salinitas 9 ppt pada hari ke-6 dengan kadar glukosa  87,17 mg/l dan hemoglobin 8,40 g%. Hasil ini menunjukan bahwa kenaikan kadar glukosa dan hemoglobin berbanding lurus dengan kenaikan salinitas serta salinitas 9 ppt masih berada pada kisaran optimum untuk pemeliharaan gurame.
ANALISIS STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN MINAPOLITAN PERIKANAN TANGKAP PPI KARANGSONG YANG EFEKTIF Mohamad Sam'un
JURNAL MINA SAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v6i2.3301

Abstract

Penetapan minapolitan perikanan tangkap di PPI Karangsong perlu didukung dengan strategi pengembangan yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan strategi terbaik bagi pembangunan kawasan minapolitan perikanan Tangkap PPI Karangsong yang efektif. Penelitian ini dilakukan pada Tahun 2015 – 2017 di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT. Faktor internal yang penting dipertimbangkan sebagai kekuaan utama adalah PPI Karangsong  yang memiliki nilai strategis dan ditunjang nelayan yang berjiwa kemaritiman sedangkan kelemahan utamanya adalah bahwa Program Minapolitan sebagai konsep pembangunan memiliki kelemahan.  Faktor eksternal memiliki peluang utama berupa PPI Karangsong ditetapkan sebagai lokasi Minapolitan Perikanan Tangkap dan ancaman utama adalah Permodalan bakul rendah dan TPI luar Indramayu memiliki daya tarik yang lebih tinggi dari Karangsong. Strategi untuk mewujudkan pengembangan minapolitan yang efektif meliputi memanfaatkan Program Minapolitan dan Program Pembangunan Kampung Nelayan Modern , meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kinerja sistem perencanaa pembangunan minapolitan dengan membangun networking, pemahaman secara utuh dan tepat tentang konsep minapolitan, meningkatkan kinerja organisasi pemerintah dan swasta, melakukan pembinaan dan pemberdayaan aparatur, meningkatkan sarana dan prasarana perikanan tangkap, menghadirkan investor.
KAJIAN POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA BERDASARKAN KUALITAS AIR DAERAH SUNGAI SAMBAS DAN DANAU KURAPAN DESA SEPANTAI, KALIMANTAN BARAT Nurul Fatimah Yunita; Beryaldi Agam
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i1.3370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air Sungai Sambas dan Danau Kurapan terkait dengan potensi perikanan budidaya air tawar yang ada di wilayah ini. Sampel air yang diambil dipermukaan air. Yang berlokasi di sungai dan danau. Parameter kualitas air yang diamati dalam penelitan ini dalah pH, suhu,  DO, BOD, COD, Nitrat, Amonia, Fosfat, Cu, Pb, kecerahan dan TSS. Untuk parameter pH, suhu, DO dan kecerahan pengukurannya dapat dilakukan secara insitu. Dan untuk parameter lainnya dilakukan secara eksitu. Hasil menunjukan parameter pH, suhu, Cu, TSS, COD, Amonia, DO dan Nitrat memenuhi standar baku mutu pada semua titik lokasi. Sementara, parameter BOD, fosfat dan Pb pada tiap lokasi ada yang memenuhi baku mutu dan ada yang tidak. Sementara, jika ditinjau dari dari segi lokasi semua titik lokasi tersebut tidak ada yang memenuhi baku mutu yang ditentukan.
Pemetaan Potensi Biodiversitas Ikan di Daerah Hulu Sungai Sambas dan Danau Kurapan Desa Sepantai, Kalimantan Barat Indra Mahyudi; Dewi Merdekawati; Maryono maryono
JURNAL MINA SAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v7i1.3578

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji biodiveristas ikan dan beberapa dinamika terkait seperti karakteristik habitat, komposisi dan keragaman komunitas, status IUCN red list dan kemanfaatan. Penelitian dilakukan pada daerah hulu Sungai Sambas dan Danau Kurapan Desa Sepantai Kalimantan Barat. Untuk menghimpun data potensi biodiversitas ikan dilakukan pengamatan karakteristik habitat perairan, pengumpulan sampel ikan yang akan menggambarkan komposisi dan keragaman ikan serta penyusunan daftar status IUCN red list dan kemanfaatannya. Hasil sampling ikan selama penelitian didapatkan 152 individu yang berasal dari 124 (81.58%) dan 28 (18.42%) ekor masing-masing hasil tangkapan hulu Sungai Sambas dan Danau Kurapan tergabung dalam 22 spesies dan 13 famili. Analisis IUCN Red List ikan menunjukkan tiga kategori yaitu belum dievaluasi (NE) ada 6 spesies (27%), berisiko rendah (LC) ada 6 spesies (27%) dan belum terbaca ada 10 spesies (46%). Sedangkan potensi ikan yang terkoleksi menunjukkan 2 spesies (9%) berpotensi sebagai ikan hias, 3 spesies (14%) berpotensi sebagai ikan konsumsi dan 17 spesies (77%) berpotensi sebagai ikan hias dan juga ikan konsumsi yang secara keseluruhan merupakan spesies alami (native species) asli Indonesia. Spesies ikan yang memiliki distribusi spasial tertinggi adalah Bagrichthys sp, Kryptopterus sp, Ceratoglanis scleronema dan Mystus sp pada hulu Sungai Sambas dan Parachela sp dan Osteochilus kapenii pada Danau Kurapan. Dalam rangka mempertahankan atau menjaga agar biodiversitas iktiofauna tetap lestari, maka hal yang perlu dilakukan adalah: (1) Penetapan kawasan konservasi perairan; (2) Pembatasan jenis alat tangkap; (3) Peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, dan; (4) Peningkatan ekonomi kreatif masyarakat. Kata kunci: biodiversitas, iktiofauna, IUCN, sungai sambas, danau kurapan