cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal IKA
ISSN : 18295282     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ikatan Keluarga Alumni is an international journal which provides a forum for publishing research or review articles related to researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING K.G.D Yanti; I.G.N Pujawan; G.A Mahayukti
Jurnal IKA Vol. 16 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan penalaran matematis  siswa melalui penerapan pendekatan metaphorical thinking, dan (2) mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan metaphorical thinking. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 3 Sukasada sebanyak 30 orang. Data kemampuan penalaran matematis siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan penalaran matematis bentuk uraian dan tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Masing-masing instrumen telah divalidasi oleh pakar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa mengalami peningkatan. Rata-rata nilai sebesar 45,83 pada siklus I meningkat  menjadi 64,77 pada siklus II dan 77,67 pada siklus III. Demikian pula ketuntasan belajar siswa sebesar 30% pada siklus I meningkat menjadi 63,33% pada siklus II dan 80% pada siklus III. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa  terjadi karena: (1) siswa terlatih untuk menghubungkan konsep-konsep  matematika  dengan  konsep-konsep  yang  telah  dikenalnya dalam kehidupan sehari-hari; (2) siswa terbiasa menggunakan analogi-analogi, sehingga ingatan terhadap suatu konsep akan semakin lama; dan (3) siswa terlatih untuk aktif dalam memahami konsep dengan menyelesaikan LKS bersama kelompok. Selain itu, tanggapan siswa terhadap pendekatan yang diterapkan berada pada kategori positif, hal tersebut ditunjukkan dari rata-rata skor tanggapan siswa sebesar 59,23.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PPKN SISWA KELAS XI BOGA 4 SMK NEGERI 2 SINGARAJA Tini Agustini
Jurnal IKA Vol. 16 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19829

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa kelas XI Boga 4 SMKN 2 Singaraja dengan menerapkan model pembelajaran problem solving. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Boga 4 SMKN 2 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes prestasi belajar. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada awalnya 59, setelah diberikan tindakan pada siklus I menjadi 73 dan pada siklus II meningkat menjadi 78. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa kelas XI Boga 4 SMKN 2 Singaraja.
IMPROVING SPEAKING SKILL BY USING DRILL TECHNIQUE AT THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMKN 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2018/2019 Budhi Astu Okta Widhi Atmi; Kadek Agus Jaya Pharhyuna
Jurnal IKA Vol. 16 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19830

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui teknik drill. Subyek penelitian ini adalah siswa di tingkat sepuluh kelas X PH A di SMKN 1 Singaraja pada tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 21 perempuan dan 15 laki-laki. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa rendah, yang mana dapat dilihat bahwa hanya 17% siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal atau KKM, dimana standar pencapaian tersebut adalah 72. Karena pentingnya kemampuan berbicara untuk siswa kejuruan, teknik drill dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan dua sesi pada tiap siklus. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes (pre-test, post-test1, post-test 2), lembar observasi, dan rekaman. Hasil pada post-test 1 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pencapaian berbicara siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 60,67 (pre-test) menjadi 72,89 (post-test 1), dan 69% siswa telah mencapai nilai standar yang diharapkan. Setelah perlakuan yang kedua, hasil menunjukkan bahwa skor siswa meningkat dari skilus pertama. Nilai rata-rata pada post-test 2 adalah 80,56, dan komputerisasi dari skor menunjukkan bahwa 97% siswa dalam penelitian ini mencapai standar pencapaian minimum. Data-data ini membuktikan bahwa teknik drill telah sukses dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
PEMBERDAYAAN PERTANYAAN 5W+1H DALAM IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI I Ketut Wirta
Jurnal IKA Vol. 16 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19832

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar  Geografi siswa dengan pemberdayaan pertanyaan 5W+1H. Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Nusa Penida. Subjek penelitian ini adalah  siswa  kelas X IBB2 pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 22 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar Geografi siswa melalui penerapan model pembelajaran Inquiry dengan pemberdayaan pertanyaan 5W+1H. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar dan penyebaran angket, setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran Inquiry dengan pemberdayan pertanyaan 5W+1H  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IBB2 SMA Negeri 1 Nusa Penida. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor dari siklus I ke siklus II cukup signifikan, dimana rata-rata  hasil belajar yang dicapai 76,50 pada Siklus I meningkat  menjadi 81,68 pada siklus II dan (2) Penerapan model pembelajaran Inquiry  dengan pemberdayan pertanyaan 5W+1H  dalam pembelajaran  geografi dapat meningkatkan tanggapan siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata respon  siswa, dimana pada siklus I mencapai 60,86 meningkat menjadi 63,36 pada siklus II.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA Cok Istri Agung Arista Dewi
Jurnal IKA Vol. 16 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19835

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan minat dan hasil belajar IPA siswa, implementasi  melalui pendekatan scientific dengan metode inkuiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA5 SMP Negeri 1 Singgaraja sebanyak 28 orang yang dilaksanakan pada semester Genap tahun pelajaran 2014/2015. Data dikumpulkan dengan tes berbentuk   objektif untuk mengukur aspek kognitif siswa, lembar observasi untuk sikap dan keterampilan siswa,  kuisioner untuk minat  dan tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Data  dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi pendekatan scientific dengan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran IPA. Hal ini dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan skor minat siswa pada siklus I sebesar 72 (kualifikasi tinggi) dan siklus II sebesar 82,45 (kualifikasi sangat tinggi), (2) implementasi pendekatan scientific dengan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik pada aspek kognitif, sikap, keterampilan dan  hasil tes kognitif  telah melampau KKM ( nilai KKM ≥ 78). Peningkatan keterampilan proses sains siswa setelah mengikuti pelajaran IPA dengan metode inkuiri dapat dilihat dari adanya peningkatan sebesar 10,53% (dari 17 pada siklus I menjadi 19 pada siklus II), (3) Respon siswa terhadap implementasi pendekatan scientific dengan metode inkuiri dengan nilai rata-rata 63,93 termasuk kategori sangat positif. Oleh karena itu, seyogyanya guru IPA di SMP dapat mengimplementasikan pendekatan scientific dengan metode inkuiri sebagai alternatif pembelajaran IPA, untuk meningkatkan minat dan hasil belajar
MENGKONSTRUKSI NINE POINT CIRCLE DAN HUBUNGAN NINE POINT CIRCLE DENGAN CIRCUM CIRCLE SEGITIGA I.P Hendra Wijaya; I.P Pasek Suryawan
Jurnal IKA Vol. 17 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i1.19836

Abstract

Pada makalah ini dibahas mengenai cara dalam mengkonstruksi nine point circle dan hubungan antara nine point circle dengan circumcircle segitiga yang ditinjau dari jari-jari dan jarak titik pusatnya ke orthocentre. Diketahui bahwa melalui tiga buah titik yang tidak segaris selalu dapat dikonstruksi sebuah lingkaran, yang dapat juga disebut sebagai circumcircle dari segitiga yang titik-titik sudutnya  merupakan tiga buah titik yang tidak segaris tersebut. Namun melalui empat buah titik yang tidak segaris sangatlah jarang dapat dikonstruksi lingkaran, kecuali keempat titik tersebut dapat membentuk segiempat tali busur. Mengingat untuk mengkonstruksi lingkaran yang melalui empat titik yang tidak segaris sangatlah susah, tidak terbayang bagaimana sulitnya untuk  mengkonstruksi lingkaran yang melalui sembilan titik yang tidak segaris. Walaupun sangat sulit untuk menemukannya, tetapi ada kondisi khusus dari titik-titik tersebut sehingga kesembilan titik tersebut dapat dilalui oleh sebuah lingkaran, dan lingkaran yang terbentuk disebut dengan “nine point circle”. Untuk dapat mengkonstruksi nine point circle dengan baik dan cepat, diperlukan tahapan-tahapan khusus yang nantinya menjadi panduan dalam  mengkonstruksi lingkaran dari sembilan titik yang tidak segaris. Selain itu, jika nine point circle dibandingkan dengan circumcircle segitiga, maka didapatkan hubungan: (1) jari-jari nine point circlesama dengan setengah jari-jari circumcircle segitiga tersebut; (2) jarak titik pusat nine point circle ke orthocentre sama dengan setengah jarak titik pusat circumcircle ke orthocentre. Untuk kajian lebih lanjut terkait hubungan antara nine point circle dengan circumcircle dari segitiga dapat dilanjutkan oleh pembaca.
MENGATASI PERMASALAHAN DAN PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI KONSELING EKLEKTIF DENGAN PERILAKU ATTENDING PADA SISWA VIII B2 SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SMP NEGERI 6 SINGARAJA Made Sukri
Jurnal IKA Vol. 17 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i1.19837

Abstract

Tujuan penelitian tindakan bimbingan konseling ini adalah (1) untuk mendiskripsikan peranan konseling dengan teknik Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending dapat mengatasi permasalahan belajar siswa dalam mata pelajaran IPA, dan (2) untuk mendiskripsikanperanan konseling dengan teknik Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Subyek penelitian tindakan bimbingan konseling ini adalah siswa kelas VIII B2  SMP Negeri 6 Singaraja Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019.  Obyek penelitian ini adalah masalah belajar IPA yang dihadapi siswa dan prestasi belajar IPA. Pemecahan masalah dalam penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) ini menggunakan dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Teknik pengumpulan data: masalah belajar IPA dengan kuisioner, prestasi belajar IPA dengan tes belajar IPA. Hasil penelitian menunjukkan (1) melaluiteknik Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending dapat mengatasi permasalahan belajar siswa dalam mata pelajaran IPA; (2) melaluiteknik Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending dapat meningkatkan prestasi/hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
PENGARUH METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP Ni Ketut Patri
Jurnal IKA Vol. 17 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i1.19838

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPS siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa dalam pembelajaran IPS dengan metode problem solving. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode tes yang dilengkapi dengan instrumen berupa tes (soal) uraian. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan deskriptif statistik.Hasil pelaksanaan tindakan pada penelitian ini menunjukkan bahwapenerapanmetode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Pada refleksi awal nilai rata-rata siswa sebesar 69,85. Hasil evaluasi pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sebesar 74,42 dengan ketuntasan klasikal 66,67%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa sebesar82,11 dengan ketuntasan klasikal 87,21%. Dari hasil tersebut ada perbedaan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah penerapan metode problem solving. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar IPS.
PENERAPAN QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN MENULIS HASIL KARANGAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS IX SMP Ni Nyoman Suwandiari
Jurnal IKA Vol. 17 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i1.19839

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh  rendahnya aktivitas dan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa melalui penerapan quantum learning dalam pembelajaran. Aktivitas belajar siswa diambil dengan menggunakan pedoman observasi. Data karangan deskripsi diperoleh dari kemampuan siswa membuat karangan deskripsi yang diberikan ada akhir siklus. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan rumus statistik. Hasil pelaksanaan tindakan pada penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penerapan Quantum Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 70 dengan kualifikasi cukup aktif. Siklus II rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 86 dengan kualifikasi aktif (2) Penerapan Quantum Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Pada siklus I rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa adalah 60 dengan kualifikasi cukup. Siklus II rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa adalah 79 dengan kualifikasi baik. Dengan demikian Penerapan Quantum Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan menulis karangan deskripsi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IXE SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 2 KUBU TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Ni Luh Suyantini
Jurnal IKA Vol. 17 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i1.19840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas IXE semester ganjil SMP Negeri 2 Kubu setelah diterapkannya model pembelajaran quantum teaching. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IXE SMP Negeri 2 Kubu yang terdiri dari 40 orang siswa, 20 siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap Siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang di dalamnya terdiri atas perencanaan, tindakan, pemantauan, serta refleksi. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes tulis pada setiap akhir siklus. Data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal iniditunjukkan dari nilai rata-rata hasil tes siklus I sebesar 67,88 dengan tingkat ketuntasan belajar 52,5% dan nilai rata-rata siklus II sebesar 82,25 dengan tingkat ketuntasan belajar 90%